Anda di halaman 1dari 35

Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

1
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


15/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Peraturan Pemberian Makanan Rumah Sakit (PPMRS) adalah
Pengertian suatu pedoman yang ditetapkan pimpinan Rumah Sakit
sebagai acuan dalam memberikan pelayanan makanan pada
pasien dan karyawan yang sekurang-kurangnya mencakup:
1. Ketentuan macam konsumen yang dilayani,
2. Kandungan gizi
3. Pola menu dan frekuensi makan sehari
4. Jenis menu
Tersedianya ketentuan tentang macam konsumen, standar
Tujuan pemberian makanan, macam dan jumlah makanan konsumen
sebagai acuan yang berlaku dalam penyelenggaraan makanan
RS.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur Penyusunan penentuan pemberian makanan RS berdasarkan :
1. Kebijakan RS setempat
2. Macam konsumen yang dilayani
3. Angka Kecukupan Gizi yang mutakhir dan
kebutuhan gizi untuk diet khusus
4. Standar makanan sehari untuk makanan biasa dan diet
khusus
5. Penentuan menu dan pola makan
6. Penetapan kelas perawatan
7. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit yang berlaku
Unit Terkait Instalasi Gizi

2
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PENYUSUNAN STANDAR BAHAN MAKANAN


RS INTAN RUMAH SAKIT
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


15/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Standar bahan makanan sehari adalah acuan/patokan macam
Pengertian dan jumlah bahan makanan (berat kotor) seorang sehari,
disusun berdasarkan kecukupan gizi pasien yang tercantum
dalam Penuntun Diet dan disesuaikan dengan kebijakan
Rumah Sakit.
Tersedianya acuan macam dan jumlah bahan makanan
Tujuan seorang sehari sebagai alat untuk merancang kebutuhan
macam dan jumlah bahan makanan dalam penyelenggaraan
makanan.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur Langkah penyusunan standar bahan makanan seseorang
sehari :
1. Menetapkan kecukupan gizi atau standar gizi pasien di
Rumah Sakit dengan memperhitungkan ketersediaan
dana di Rumah Sakit.
2. Terjemahkan standar gizi (1) menjadi item bahan
makanan dalam berat kotor.
Unit Terkait Instalasi Gizi

3
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERENCANAAN MENU
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


15/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Perencanaan menu adalah serangkaian kegatan menyusun dan
Pengertian memadukan hidangan dalam variasi yang serasi, harmonis ang
memenuhi kecukupan gizi, cita rasa yang sesuai dengan selera
konsumen/pasien, kebijakan institusi.
Tersusunya menu yang memenuhi kecukupan gizi, selera
Tujuan konsumen serta untuk memenuhi kepentingan
penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

4
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Beberapa hal yang dipertimbangkan dalm perencanaan menu :


1. Peraturan pemberian makanan Rumah Sakit
Peraturan pemberian makanan Rumah Sakit (PPMRS)
sebagai salah satu acuan dalam penyelenggaraan makanan
untuk pasien dan karyawan.
2. Kecukupan gizi konsumen
Menu harus mempertimbangkan kecukupn gizi konsumen
dengan menganut pola gizi seimbang. Sebagai panduan
dapat menggunakan buku penuntun diet atau Angka
Kecukupan Gizi mutakhir.
3. Ketersediaan bahan makanan dipasar
Ketersediaan bahan makanan mentah dipasar akan
berpengaruh pada macam bahan makanan yang digunakan
serta macam hidangan yang dipilih. Pada saat musim
bahan makanan tertentu, maka bahan makanan tersebut
dapat digunakan dalam menu yang telah disusun sebagai
pengganti bahan makanan yang frekuensi penggunaanya
dalam 1 siklus lebih sering.
4. Dana/anggaran
Dana yang dialokasikan akan menentukan macam, jumlah
dan spesifikasi bahan makanan yang akan dipakai.
5. Karakteristik Rumah Sakit
Aspek yang berhubungan dengan karakteristik bahan
makanan adalah warna, konsitensi, rasa dan bentuk. Bahan
makanan berwarna hijau dapat dikombinasi dengan bahan
makanan berwarna putih atau kuning. Variasi ukuran dan
bentuk bahan makanan perlu dipertimbangkan.
6. Food habit dan preferences
Food preferences dapat diartikan sebagai pilihan makanan
yang disukai dari makanan yang ditawarkan, sedangkan
food habit adalah cara seseorang memebrikan respon
terhadap cara memilih, mengkonsumsi dan menggunakan
makanan sesuai dengan keadaan sosial dan budaya. Bahan
makanan perlu dipertimbangkan.
7. Fasilitas fisik dan peralatan
Macam menu yang disusun mempengaruhi fasilitas fisik
dan peralatan yang dibutuhkan. Namun di lain pihak
macam peralatan yang dimiliki dpat menjadi dasar dalam
menentukan item menu/macam hidangan yang akan
diproduksi.
8. Macam dan jumlah tenaga
Jumlah, kualifikasi dan keterampilan tenaga pemasak
makanan perlu dipertimbangkan sesuai macam dan jumlah
hidangan yang direncanakan.

5
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Langkah-langkah perencanaan menu :


1. Bentuk tim kerja
Bentuk tim kerja untuk menyusun menu yang terdiri dari
dietisien, kepala masak (chef cook), pengawas makanan.
2. Menetapkan macam menu
Mengacu pada tujuan pelayanan makanan Rumah Sakit,
makan perlu ditetapkan macam menu, yaitu menu standar,
menu pilihan dan kombinasi keduanya.
3. Menetapkan lama siklus menu dan kurun penggunaan
menu
Perlu ditetapkan macam menu yang cocok dengan system
penyelenggaraan makanan yang sedang berjalan. Siklus
dapat dibuat untuk menu 5 hari, 7 hari, 10 hari atau 15
hari. Kurun waktu penggunaan menu dapat diputar selama
6 bulan 1 tahun.
4. Menetapkan pola menu
Pola menu yang dimaksud adalah menetapkan pola dan
frekuensi macam hidangan yang direncanakan untuk setiap
waktu mkana selama satu putaran menu. Dengan
penetapan pola menu dapat dikendalikan penggunaan
bahan makanan sumber zat gizi dengan mengacu gizi
seimbang.
5. Menetapkan besar porsi
Besar porsi adalah banyaknya golongan bahan makanan
yang direncanakan setiap kali makan dengan
menggunakan satuan penukar berdasarkan standar
makanan yang berlaku di Rumah Sakit.
6. Mengumpulkan macam hidangan untuk pagi, siang dan
malam pada satu putaran menu termasuk jenis makanan
selingan.
7. Merancang format menu
Format menu adalah susunan hidangan sesuai dengan pola
menu yang telah ditetapkan. Setiap hidangan terpilih
dimasukkan dalam format menu sesuai golongan bahan
makanan.
8. Melakukan penilaian menu dan merevisi menu
Untuk melakukan penilaian menu diperlukan instrument
penilaian yang selanjutnya instrument tersebut disebarkan
kepada manajer. Misalnya manajer produksi, distribusi dan
marketing. Bila ada ketidak setujuan oleh alah satu pihak
manajer, maka perlu diperbaiki kembali sehingga menu
telah benar-benar disetujui oleh manager.
9. Melakukan test awal menu
Bila menu telah disepakati, maka perlu dilakukan uji coba
menu. Hasil uji coba, langsung diterapkan untuk perbaikan
menu.
Unit Terkait Instalasi Gizi

6
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N
No.Dokumen No. Revisi : Halaman
16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Serangkaian kegiatan menetapkan macam, jumlah dan mutu
Pengertian bahan makanan yang diperlukan dalam kurun waktu
tertentu, dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan
makanan Rumah Sakit.
Tersedianya taksiran macam dan jumlah bahan makanan
Tujuan dengan spesifikasi yang ditetapkan, dalam kurun waktu yang
ditetapkan untuk pasien Rumah Sakit.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

7
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Langkah-langakh perhitungan kebutuhan bahan makanan


1. Susun macam bahan makanan yang diperlukan, lalu
golongkan bahan makanan apakah termasuk dalam :
a) Bahan makanan segar
b) Bahan makanan kering
2. Hitung kebutuhan semua bahan makanan satu persatu
dengan cara
a. Tetapkan jumlah konsumen rata-rata yang dilayani
b. Hitung macam dan kebutuhan bahan makanan
dalam 1 siklus menu (misalnya : 5, 7 atau 10 hari).
c. Tetapkan kurun waktu kebutuhan bahan makanan
(1bulan,3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun)
d. Hitung berapa siklus dalam 1 periode yang telah
ditetapkan dengan menggunakan kalender. Contoh :
Bila menu yang digunakan adalah 10 hari, maka dalam
1 bulan (30 hari) berlaku 3 kali siklus. Bila 1 bulan
adalah 31 har, maka belaku 3 kali siklus ditambah 1
menu untuk tanggal 31.
e. Hitung kebutuhan macam dan jumlah bahan makanan
untuk kurun waktu yang ditetapkan (1 bulan, 3 bulan,
6 bulan atau 1 tahun)
f. Masukkan dalam formulir kebutuhan bahan makanan
yang telah dilengkapi dengan spesifikasinya.
Unit Terkait Instalasi Gizi

8
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERENCANAAN ANGGARAN BAHAN MAKANAN


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Perencanaan anggarana bahan makanan adalah suatu kegiatan
Pengertian menyusun biaya yang diperlukan untuk pengadaan bahan
makanan bagi pasien dan karyawan yang dilayani.
Tersedianya rancangan anggaran belanja makanan yang
Tujuan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan macam dan jumlah
bahan makanan bagi konsumen/pasien yang dilayani sesuai
dengan standar yang ditetapkan
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

9
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Langkah perencanaan anggaran bahan makanan :


1. Kumpulkan data tentang macam dan jumlah
konsumen/pasien tahun sebelumnya
2. Tetapkan macam dan jumlah konsumen/pasien
3. Kumpulkan harga bahan makanan dari beberapa pasar
dengan melakukan survey pasar, kemudian tentukan harga
rata-rata bahan makanan
4. Buat pedoman berat bersih bahan makanan yang
digunakan dan dikonversikan kedalam berat kotor
5. Hitung indeks harag makanan per orang per hari dengan
cara mengalikan berat kotor bahan makanan yang
digunakan dengan harga satuan sesuai konsumen/pasien
yang dilayani
6. Hitung anggaran bahan makanan setahun (jumlah
konsumen/pasien yang dilayani dalam 1 tahun dikalikan
indeks harga makanan
7. Hasil perhitungan anggaran dilaporkan kepada pengambil
keputusan sesuai dengan struktur organisasi masing-
masing untuk meminta perbaikan
8. Rencana anggara diusulkan secara resmi melalui jalur
administrasi yang berlakuk
Unit Terkait Instalasi Gizi

10
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PENGADAAN BAHAN MAKANAN


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N
No.Dokumen No. Revisi : Halaman
16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Kegiatan pengadaan bahan meliputi penetapan spesifikasi
Pengertian bahan makananan, perhitugan harga makanan, pemesanan dan
pembelian bahan makanan dan melakukan survey pasar.
Tersedianya acuan standar bahan makanan yang akan diolah
Tujuan dan dapat dikonsumsi dengan aman.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

11
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Spesifikasi bahan makanan adalah standar bahan makanan


yang ditetpkan oleh unit / instalasi gizi sesuai dengan ukuran,
bentuk, penampilan, dan kualitas bahan makanan. Ada 3
macam spesifikasi yaitu :
1. Spesifikasi teknik
Biasanya digunakan untuk bahan yang dapat diukur secara
objektif da diukur dengan menggunakan instrument
tertentu. Secara khusus digunakan pada bahan makanan
dengan tingkat kualitas tertentu yang secara sudah ada.
2. Spesifikasi penampilan
Dalam menetapkan spesifikasi bahan makanan harus
sesederhana, lengkap dan jelas. Secara garis besar berisi:
a) Nama bahan makan pokok / produk
b) Ukuran / tipe unit / container / kemasan
c) Tingkat kualitas
d) Umur bahan makanan
e) Warna bahan makanan
f) Identifikasi pabrik
g) Masa pakai bahan makanan / masa kadaluarsa
h) Data isi produk bila dalam suatu kemasan
i) Satuan bahan makanan yang dimaksud
j) Keterangan khusu lain bila diperlukan
3. Spesifikasi pabrik
Diaplikasikan pada kualitas barannng yang telah
dikeluarkan oleh suatu pabrik dan telah diketahui pembeli.
Misalnya spesifikasi untuk makanan kaleng.
Unit Terkait Instalasi Gizi

12
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

SPESIFIKASI BAHAN MAKANAN


INSTALASI GIZI
RUMAH SAKIT INTAN MEDIKA
Jl. Raya Utara Pasar Blawi, Karangbinangun
Lamongan 62293
Email : rs.intanmedika@yahoo.com / rs.intanmedika@gmail.com
No Bahan makanan Standar spesifikasi Spesifikasi yang ada dilapangan
makanan
Kelompok : beras , tepung dll
1. Agar-agar Bubuk, @7gr warna putih, murni dari
rumput laut, terdaftar BPOM RI, ada
batas kadaluarsa minimal 6 bulan.
2. Beras : begawan Beras baru, putih, bersih, Asli, kering, putih, tidak apek, tidak ada
tidak berbau apek, sejenis kutu, tidak hancur
C4 super
3. Bihun Panjang, putih, tidak apek, Putih, kering, bersih, @450gr/bks,
utuh, setara merk rajawali terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
4. Havermount Bersih, kering,@400gr/klg, kaleng tidak
penyok, terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluarsa minimal 6 bulan
5. Tepung honkwe Halus, murni, @95gr/bks, warna putih,
terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
6. Kentang Segar, bersih, berat rata- Segar, permukaan licin, bersih, isi 7-8
rata, tidak busuk bj/kg
7. Kulit lumpia Segar, lemas/tidak kaku, bentuk persegi
panjang, tidak berjamur, isi 30 lbr/bks
8. Kulit pangsit Segar, lemas/tidak kaku, bentuk bujur
sangkar, dengan 9-10 cm, tidak berjamur
isi 30 lbr/bks
9. Macaroni Baru, utuh Terbuat dari gandum, bermacam bentuk,
@200 gr, bersih, kering, terdaftar BPOM
RI, per 100 gr dengan nilai gizi 145 kal,
3.9 gr protein, 31 gr KH, 0.5 gr lemaak,
ada batas kadaluwarsa minimal 6 bulan.
10. Maizena Putih, bersih, tidak apek, Halus, terbuat dari tepung jagung, @200
baru, tidak menggumpal, gr/ktk, terdaftar BPOM RI, ada batas
kemasan kg kadaluwarsa minimal 6 bulan.
11. Mie kering Baru, tidak apek, setara Kering, bersih, @200 gr /bks, halal,
dengan cap atom bulan tedaftar DEPKES RI, persaji nilai gizi
kemasan 200 gr 370 kal, 77 gr KH, 1 gr lemak, 13 gr
protein, ada batas kadaluwarsa minimal 6
bulan.
12. Sagu mutiara Tidak apek, kering, bersih, @100 gr/bks,
terdaftar DEPKES RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
13. Singkong Segar, bersih, tidak berkayu, tidak
berkulit, daging warna kunig
14. Mie instan Baru, tidak tengik, tidak Bersih, kering, @85 gr/bks mengandung

13
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

goreng kadaluwarsa, setara 420 kalori, 7 gr protein, terdaftar BPOM


indomie 84 gr/bks RI, ada batas kadaluwarsa minimal 6
bulan.
15. Mie instan kuah Bersih, kering, beraneka rasa, 270-75
gr/bks, terdaftar BPOM RI, nilai gizi
320-360 kalori, 12-14 gr lemak, 7 gr
protein, 44-52 gr KH, ada batas
kadaluwarsa
16. Tepung beras Berat @240 gr/bks, baru, Bersih, kering, terdaftar BPOM RI, ada
putih, tidak asam, setara batas kadaluarsa minimal 6 bulan
rose brand, kemasan
plastic
17. Tepung roti Bersih, kering, @210 gr/bks, terdaftar
BPOM RI
18. Tepung terigu Baru, putih, bersih, Bersih, kering, tidak apek, terbuat dari
sekualitas segitiga biru, gandum, @1 kg/bks, terdaftar BPOM RI,
kemasan 1 kg/bks ada batas kadaluwarsa minimal 6 bulan.
Kelompok : buah dan sayuran
1. Apel fuji Segar, sudah masak, tidak Segar, mulus, manis, isi 6-7 bh/kg, tidak
busuk memar, tidak busuk.
2. Aapel manalagi Segar, sudah masak, tidak Segar, mulus, manis, isi 8-9 bh/kg, tidak
busuk memar, tidak busuk.
3. Apel merah Segar, sudah masak, tidak Segar, mulus, manis, isi 8-9 bh/kg, tidak
busuk memar, tidak busuk.
4. Jeruk peras Segar, ukuran rata-rat Segar, berair, manis, bersih, tidak terlalu
kecil, isi 6-7 bh/kg
5. Melon kuning Segar, tua, manis Segar, matang, tidak busuk, warna daging
buah kuning
6. Melon Segar, tua, manis Segar, manis, tidak terlalu masak, berat
minimal 1.8 kg/bh
7. Nanas Segar, manis, tidak terlalu masak, berat
minimal 0.5 kg/bh
8. Pear Segar, manis, tidak busuk Segar, manis, tidak memar/busuk, isi 6-7
bh/kg
9. Papaya Segar, tua/matang, jenis Segar, merah, manis, tidak mentah, tidak
Thailand, warna merah busuk,, minimal 2 kg/bh
10. Pisang Tua, manis, kulit kuning Segar, manis, mulus, tidak, memar, 200
raja/ambon 90-120 gr/bh gr/bj
11. Semangka Segar, tua, warna merah, Segar, merah/kuning, tanpa biji, bila
tanpa biji dipotong tidak pecah, minimal 3 kg/bh
12. Tomat Segar, tua, merah, utuh, Segar, bersih, masak, merah, isi 15 bh/kg.
tidak busuk
13. Sayuran kelompok I
Bayam Segar, muda, bersih, jenis Segar, muda, bersih, tak berulat/berakar,
bayam akar/bayam potong batas batang 5 cm
Buncis Segar, muda, bersih, jenis Segar, muda, bersih , tak berulat
super
Cabe hijau Segar, muda, bersih, besar Segar, muda, bersih, taak berulat/busuk
rata-rata, hijau tua
Daun singkong Segar, muda, bersih, batang 5 cm
14
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Jagung muda Muda, bersih, besar rata- Segar, muda, terkupas, kuning, berbiji
rata penuh dan manis
Kangkung Segar, muda, bersih, hijau Segar, muda, bersih, hijau, tak berulat,
tua, jenis bubut panjang merata, batas batang 5 cm
Kacang panjang Segar, muda, bersih, Segar, muda, bersih, hijau, tak berulat,
panjang, 1 kg/ikat panjang merata
Ketimun Bersih, segar, tidak terlalu Segar, muda, padat, @3-4 bj/kg
tua, tidak terlalu tua, tidak
cacat
Tauge Panjang/ pendek, segar, Pendek/panjang, segar,bersih, dibuat dari
bersih, tanpa kulit kacang hijau, tak berakar
Terong Segar, muda, bersih, 4 Segar, muda tak berulat, warna
biji/kg ungu/putih, padat
Kol Segar, bersih, putih, tidak Segar, muda, bersih, putih, padat, tak
berulat berulat/busuk
Labu kuning Segar, warna orange, daging tebal/tua,
tidak busuk
Labu siam Segar, muda, bersih, kulit tidak keras,
tidak muncul biji
Wortel Segar, muda, bersih, tanpa Segar, muda,bersih, min 10 cm, tak
daun, diameter 3 cm berkayu, diameter 3-4 cm
Nangka muda Segar, terkupas, putih, tak berulat,
bentuk teratur, biji nangka kecil.
Oyong Segar, tak berulat, muda, bersih, kulit
hijau
Papaya muda Segar, muda, sudah Segar, muda, bersih, putih, tidak
dicacah matang
Pok coy Segar, muda, bersih, tak berulat
Sawi muda Segar, muda,bersih Segar, muda, bersih, tak berulat
14. Sayuran kelompok II
Baby buncis Segar, muda, tidak busuk, Segar, muda, bersih, warna hijau, tidak
warna hijau busuk
Baby corn Segar, tidak busuk Segar menyeluruh, tidak busuk, berbiji
utuh, @250 gr/bks
Brokoli Segar, muda, bersih, Segar, muda, bersih, tak berulat, tak
warna hijau, tanpa bertangkai, warna hijau tua
tangkai/daun
Bunga kol Segar, muda, bersih, Segar, muda, bersih, tak berulat, tak
warna hijau, tanpa bertangkai
tangkai/daun
Daun selada Segar, bersih, tidak busuk Segar, muda, bersih, tak berakar/berulat
Kacang polong Padat, bersih, tua Segar, hijau merata, tidak berulat/busuk,
beku, terdaftar BPOM RI, tidak
kadaluwarsa minimal 6 bulan
Kacang tanah Padat, bersih, tua Muda, bersih, kering, besar merata, tidak
muda hancur
Kapri Segar, muda hijau, bersih, tidak berulat,
tak terlalu kecil
Kelompok : Daging dll
1. Abon ayam Baru, kering, tidak tengik, renyah
15
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

2. Abon ikan Baru, kering, bersihm tidak tengik,


renyah , tidak gatal
3. Ayam broiler Segar, bersih, tidak Bersih, segar, muda, 0.9-1.2 kg/ekor,
berbau, umur 2 bulan, tanpa(es, kaki,leher, jeroan, kepala,
tanpa kaki, sayap dan lemak)
kepala dari TPA yang
resmi , 1 kg/12 potong
4. Bakso ayam Terbuat dari ayam segar, mulus, tidak
berserat, tidak keras, isi 50 bj/kg
5. Bandeng presto Segar, kedap udara, isi 6 ekor/kg,
terdaftar DEPKES RI
6. Beef burger Segar, kedap udara, isi 10 lbr/bks,
terdaftar DEPKES RI
7. Cornet beef Bersih, kering, kaleng tidak penyok,
@198/klg, terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan.
8. Daging sapi Sapi sehhat muda. Warna merah, segar,
tidak ada urat, lemak, tidak biru, tanpa es,
kenyal, tidak bau busuk
9. Ikan lele Segar, bersih, tanpa isi Baru,bersih, segar, isi perut dibuang,
perut dan ingsang, rata- @19ekor/kg
rata 1 kg isi 11 ekor
10. Ikan kakap Segar, kenyal, tidak(berlubang, berkulit,
bau busuk, hancur, beku), tanpa (sirip,
ekor, isi perut), bila diiris berisi tulang,
tulang diganti daging.
11. Pindang tongkol Bersih, segar, kenyal, tidak bau busuk,
utuh.
12. Hati rempela Baru, warna merah segar, Bersih, segar, kenyal, tidak bau busuk,
ayam utuh, hati dan ampela jadi utuh.
satu, dari TPA yang
bersertifikat halal, isi 10
biji/kg
13. Sosis ayam Terbuat dari daging ayam, terselubung
agar, halah, kemasan plastic vaccum
pack, berat 250 gr isi 6 buah perbungkus,
terdaftar DEPKES RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan.
14. Telur asin Terbuat dari telur itik, utuh, tidak pecah,
segar, matang, kulit mulus, tidak ada
kotoran, berat 60-70 gr/btr, jika dibelah
terdapat yang busuk diganti pihak kedua
15. Telur ayam Kulit coklat, bersih, isi 14 Segar, kulit mulus, utuh, tidak pecah,
negeri butir/kg, tidak busuk, tidak ada kotoran, berat 60-70 gr/btr, jika
tidak retak dimasak ada yang busuk diganti oleh
rekanan
16. Telur puyuh Bersih, tidak busuk, sudah Segar, kulit mulus, utuh, tidak ada
direbus dan dikupas. kotoran, jika dimasak ada yang busuk
maka diganti oleh rekanan.
17. Teri Segar dan bersih Teri bulu tanpa kelapa. Kering, bersih,

16
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

utuh, tidak hancur/apek/jamuran


18. Udang kecil Udang kecil, isi 80 ekor/kg, segar,
kenyal, utuh, tidak hancur/berbau busuk
Kelompok: susu dan kacang-kacangan
1. Kacang hijau Kering, bersih, utuh Kering, padat, bersih, tanpa bau, tak
berkutu/berlubang/keriput/hancur, sama
besar
2. Kecang merah Kering, bersih, utuh Kering, padat, bersih, tanpa batu, tak
berkutu/berlubang/keriput
3. Kacang tanah Kering, bersih, utuh Kering, padat, bersih, tanpa batu, tak
berkutu/berlubang/keriput
4. Kacang tolo Kering, bersih, utuh Kering, padat, bersih, tanpa batu, tak
berkutu/berlubang/keriput
5. Susu kental Kemasan kaleng, setara Warna putih/coklat,@385 gr/klg, kaleng
manis merk bendera, tidak rusak, tidak penyok, terdaftar DEPKES RI, ada
tidak kadaluwarsa, batas kadaluwarsa minimal 6 bulan.
390gr/klng
6. Tahu murni Putih, baru, bersih, tidak Murni, segar, putih, bersih, padat, tak
berlubang, tidak asam, asam, tanpa air, @100 gr/bj, tanpa bahan
padat, rata-rata 40 gr/biji pengawet.
7. Tempe kedelai Baru, padat, murni, bersih, Segar, baru, bersih, tidak asam@250
murni 400 gr/bks, tidak asam gr/bks, jika dipotong hancur diganti oleh
rekanan.
8. Tepung susu Bersih, kering,@185gr/ktk, terdaftar
untuk gangguan BPOM RI, takaran saji 60 gr, nilai gizi
hati 230 kalori, 2.4 gr lemak, 44 gr KH, 9 gr
protein, dan BCAA ada batas
kadaluwarsa.
9. Tepung susu Baru, kering, tidak Bersih, kering,@185gr/ktk, terdaftar
untuk gangguan kadaluwarsa BPOM RI, takaran saji 61 gr, nilai gizi
ginjal 260 kalori, 6 gr lemak, 47 gr KH, 5 gr
protein, dan BCAA ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan.
10. Tepung susu Baru, kering, tidak Bersih, kering,@185gr/ktk, takaran saji
tanpa lemak kadaluwarsa 26 gr, nilai gizi 90 kalori, 1 gr lemak, 14
gr KH, 8 gr protein, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
11. Tepung susu full Baru, kering, tidak Bersih, kering,@185gr/ktk, takaran saji
cream instan kadaluwarsa 26 gr, nilai gizi 130 kalori, 7 gr lemak, 10
gr KH, 6 gr protein, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan.
12. Tepung susu Baru, kering, tidak Bersih, kering,@400gr/ktk, takaran saji
untuk diabetes 1 kadaluwarsa 52 gr, nilai gizi 230 kalori,29 gr KH, 11
gr protein, terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa.
13. Tepung susu 1 Baru, kering, tidak Bersih, kering,@200gr/ktk, terdaftar
tahun keatas kadaluwarsa BPOM RI, takaran saji 42 gr, nilai gizi
190 kalori, 6 gr lemak, 27 gr KH, 6 gr
protein, ada batas kadaluwarsa minimal 6
bulan

17
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

14. Tepung susu Baru, kering, tidak


Bersih, kering,@400gr/ktk, terdaftar
BBLR I kadaluwarsa BPOM RI, takaran saji 100 gr, nilai gizi
498 kalori, 25.9 gr lemak, 53.2 gr KH,
14.4 gr protein, dan BCAA ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
Kelompok: bumbu, gula dll
1. Bawang Bombay Kering, bersih, padat, tua, besar merata,
tidak busuk
2. Bawang merah Local, kering, bersih, tua, Kering, bersih, padat, tua, besar merata,
besar rata-rat, tidak busuk tidak busuk, tidak terlalu kecil, tidak
berkulit.
3. Bawang putih Local, kering, bersih, tua, Kering, bersih, padat, tua, besar merata,
besar rata-rat, tidak busuk tidak busuk, tidak terlalu kecil, tidak
berkulit.
4. Bumbu lengkap Bersih, segar, muda, tidak busuk, besar
merata terdiri dari:
5. Asam Kering, tidak terlalu Bersih, coklat, tidak terlalu basah, tanpa
basah, bersih, cokelat biji.
6. Daun Bersih, mudam segar, tidak
bawang/pre berulat/berakar.
7. Daun kemangi Segar, bersih, muda, hijau Segar, muda, bersih, tidak berulat/kering,
tua, tanpa akar. tidak tumbuh
8. Daun salam Segar, bersih, tidak busuk Segar, muda, bersih, tidak berulat/kering
9. Daun sereh Segar, bersih, tidak layu Segar, muda, bersih, tidak berulat/kering
10. Daun jeruk Segar, bersih, tua, hijau Segar, muda, bersih, tidak berulat/kering
11. Daun pandan Segar, muda, bersih, tidak berulat/kering
12. Daun seledri Segar, muda, bersih, hijau Segar, bersih, muda, tidak berakar
tua, tanpa akar
13. Jahe Segar, bersih, padat, tanpa tanah
14. Kunyit Kering, bersih, besar, Segar, bersih, padat, tanpa tanah,
utuh, tidak berlubang tua(empu)
15. Kencur Segar, bersih, padat, tanpa tanah
16. Temu kunci Segar, bersih, tua, besar Segar, bersih, padat, tanpa tanah
17. Jeruk nipis Segar, ukuran rata-rata, Bersih, segar, tidak kering, berair, tidak
bersih terlalu kecil
18. Jeruk limau Bersih, segar, tidak kering, berair, tidak
terlalu kecil
19. Jinten Kering, bersih, tidak berjamur
20. Laos Segar, bersih, tua, bersih Bersih, muda, segar, tanpa tanah
21. Pala Baru, padat, kering, besar, Kering, bersih, padat, terkupas, tidak
utuh, tua berulat
22. Cabai besar Segar, bersih, merah tua Segar, bersih, tua, warna merah merata,
tidak berulat/busuk
23. Cabai kecil Segar, bersih, rata-rata tua Segar, bersih, tua, warna merah, tidak
berulat/busuk
24. Chese shedar Kemasan tidak rusak, @180 gr/ktk,
terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
25. Cuka makan Kadar asam cuka 25% tiap 110 cm3
26. Garam iodium Kering, bersih, menandung KJO3:30-80
18
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

halus ppm, terdaftar DEKPES RI


27. Gula merah Kering, coklat asli, dari Bersih, kering, tidak ada kotoran, tidak
kelapa lembek, tidak kehitaman
28. Gula pasir Baru, bersih, putih, Putih, bersih, kering, tidak bercampur
kualitas baik, tidak terlalu, kotoran
halus, tidak lembab,
kamasan 1 kg
29. Gula no calori Kemasan tidak rusak, isi 50 scht/ktk,
sweetener terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
30. Kecap asin @140 ml/btl, terdaftar BPOM RI, ada
batas kadaluwarsa minimal 6 bulan
31. Kecap manis Baru, tutup botol tidak @610 ml/btl, terdaftar BPOM RI, ada
rusak, setara cap HOKI, batas kadaluwarsa minimal 6 bulan.
isi 624 ml/btl tidak
kadaluwarsa
32. Keju slice Kemasan tidak rusak, @12 lbr/bks,
terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
33. Kelapa sedang Parut, segar, bersih, tidak Baru, bersih, segar, tua/muda, tidak
tengik, baru berlendir/berbau tengik,/tidak ada air
34. Kemiri Kering, terkupas, padat, utuh, tak
berjamur/ulat/hancur
35. Ketumbar bubuk Kering, bersih, tak ada campuran , tidak
berulat
36. Krupuk udang Baru, utuh, setara cap @500 gr/bks, kering, tidak hancur,
mina, kemasan plastic 240 terdaftar DEPKES RI
gr/bks, rasa udang
37. Merica bubuk Kering, tidak kadaluwarsa @3 gr/scht, terdaftar BPOM RI, ada
batas kadaluwarsa minimal 6 bulan
38. Mergarin @250 gr/cup, terdaftar BPOM RI, ada
batas kadaluwarsa minimal 6 bulan
39. Meses Warna coklat, bersih, kemasan tidak
rusak @90gr/bks, terdaftar BPOM RI,
ada batas kadaluwarsa minimal 6 bulan
40. Minyak goreng Baru, tidak tengik, tidak Tidak rusak, didalamnya mengandung
kental, jernih, isi 4 (2.1 gr omega 6, 6 gr omega 6) terdaftar
liter/gallon setara merk BPOM RI, ada batas kadaluwarsa
bimoli minimal 6 bulan
41. Minyak jagung @900 ml/btl, tidak rusak didalamnya,
terdaftar BPOM RI, ada batas
kadaluwarsa minimal 6 bulan
42. Minyak wijen @195 ml/btl, terdaftar BPOM RI, ada
batas kadaluwarsa minimal 6 bulan
43. Santan Kelapa baru, bersih, tidak Putih, tidak berbau, tidak encer
tengik/segar, kemasan
kg/bks, kekentalan setara
KARA

19
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PEMESANAN DAN PEMBELIAN BAHAN MAKANAN


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Pemesanan bahan makanan adalah penyusunan permintaan
Pengertian (order) bahan makanan berdasarkan pedoman menu dan rata-
rata jumlah konsumen / pasien ang dilayani, sesuai dengan
periode pemesanan yang ditetapkan. Pembelian bahan
makanan merupkan serangkaian kegiatan penyediaan macam,
jumlah, spesifikasi bahan makanan untuk memenuhi
kebutuhan konsumen / pasien sesuai ketentuan / kebijakan
yang berlaku. Pembelian bahan makanan, biasanya terkait
dengan produk yang benar, jumlah yang tepat, waktu yang
tepat dan harga yang benar.
Tersedianya daftar pesanan bahan makanan sesuai menu,
Tujuan waktu pemesanan, standar porsi bahan makanan dan
spesifikasi yang ditetapkan. Sebagai prosedur untuk
memperoleh bahan makanan, biasanya terkait dengan produk
yang benar, jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan harga
yang benar.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

20
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Prasyarat :
1. Adanya kebijakan Rumah Sakit tentang prosedur
pengadaan bahan makanan
2. Tersedianya dana untuk bahan makanan
3. Adanya spesifikasi bahan makanan
4. Adanya menu dan jumlah bahan makanan yang
dibutuhkan selama periode tertentu (1 bulan, 3 bulan, 6
bulan, atau 1 tahun)
5. Adanya pesanan bahan makanan untuk periode menu
Langkah pemesanan bahan makanan
1. Menentukan frekuensi pemesanan bahan makanna segar
dan kering
2. Rekapitulasi kebutuhan bahan makanna dengan cara
mengalikan standar porsi dengan jumlah konsumen/
pasien kali kurun waktu pemesanan.
Unit Terkait Instalasi Gizi
PENERIMAAN BAHAN MAKANAN
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Penerimaan bahan makanan adalah suatu kegiatan yang
Pengertian meliputi pemeriksaan dan penelitian, pencatatan dan
pelaporan tentang macam kualitas dan kuantitas bahan
makanan yang diterimasesuai dengan pesanan dan spesifikasi
yang telah ditetapkan, serta waktu penerimaanya.
Diterimanya bahan makanan sesuai dengan daftar pesanan,
Tujuan waktu pesanan dan spesifikasi yang ditetapkan
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

21
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Prasyarat :
1. Tersedianya daftar pesananbahan makanan berupa macam
dan jumlah bahan makanan yang akan diterima pada
waktu tertentu.
2. Tersedianya spesifikasi bahan makanan yang telah
ditetapkan
Langkah penerimaan bahan makanan
a. Bahan makanan diperiksa, sesuai dengan pesanan dan
ketentuan spesifikasi bahan makanan yang dipesan
b. Bahan makanan dikirim ke gudang penyimpanan sesuai
dengan jenis barang atau dapat langsung ke tempat
pengadahan bahan makanan
Unit Terkait Instalasi Gizi

22
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Penyimpanan Dan Penyaluran Bahan Makanan


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Penyimpanan bahan makanan adalah suatu tata cara menata,
Pengertian menyimpan, memelihara jumlah, kualitas, dan keamanan
bahan makanan kering dan segar di gudang bahan makanan
kering dan dingin/beku. Penyaluran bahan makanan adalah
tata cara mendistribusikan bahan makanan berdasarkan
permintaan dari unit kerja pengolahan makanan.
Tersedianya bahan makanan yang siap digunakan dalam
Tujuan jumlah dan kualitas yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
Tersedianya bahan makanan siap pakai dengan jumlah dan
kualitas yang tepat sesuai dengan pesanan dan waktu yang
diperlukan.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015

23
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Prosedur Prasyarat penyimpanan bahan makanan :


1. Adanya ruang penyimpanan bhana makanan kering dan
bahan makanan segar
2. Tersedianya fasilitas ruang penyimpanan bahan makanan
sesuai peraturan.
3. Tersedianya kartu stok bahan makanan/ buku catatan
keluar masuknya bahan makanan.
Langkah penyimpanan bahan makanan:
1. Setelah bahan makanan yang memenuhi syarat diterima,
segera dibawa ke ruang penyimpanan, gudang atau ruang
pendingin.
2. Apabila bahan makanan langsung akan digunakan,
setelah ditimbang dan diperiksa oleh bagian penyimpanan
bahan makanan setempat dibawa ke ruang persiapan
bahan makanan.
Prasyarat penyaluran bahan makanan:
1. Adanya bon permintaan bahan makanan
2. Tersedianya kartu stok / buku catatan keluar masuknya
bahan makanan.
Unit Terkait Instalasi Gizi

PERSIAPAN BAHAN MAKANAN POKOK


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


17/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Persiapan bahan makanan pookok adalah Serangkaian
kegiatan dalam penanganan bahan makanan pokok yang
Pengertian
meliputi berbagai proses antara lain membersihkan, mencuci,
dll
24
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

Mempersiapkan bahan makanan pokok (beras) sebelum


Tujuan dilakukan kegiatan pengolahan
Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Kebijakan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
1. Bahan makanan yang akan diolah disiapkan kemudian
dibersihkan dari kotoran yang tercampur didalamnya
seperti kerikil, kulit padi, paku dll
2. Bahan makanan ditempatkan dalam tenggok
Prosedur
kemudian dicuci denganmengggunakan air mengalir sambil
diaduk - aduk.
3. Pencucian bahan makanan dilakukan 3 kali sampai
cucian berasnya bersih
4. Beras / bahan makanan kemudian ditiriskan.
Unit Terkait Instalasi gizi

25
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERSIAPAN BUAH
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


18/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Persiapan buah adalah Kegiatan penanganan buah sebelum
Pengertian dilakukan proses distribusi

Mempersiapkan bahan makanan berupa buah sebelum


Tujuan dilakukan proses distribusi
Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Kebijakan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
1. Pramusaji menyiapkan buah dan alat yang akan digunakan
2. Pramusaji menggunakan sarung tangan plastik
untuk membersihkanbuah dari kotoran dengan para
memotong, mengupas dan membuangbagian - bagian yang
tidak digunakan.
3. B u a h seperti melon, pepaya dan
Prosedur semangka dilakukan p e n c u c i a n dahulu
dengan menggunakan air mengalir baru dilakukan
pengupasan kulit kemudian dicuci dengan air mineral dan
ditiriskan dari air, untuk buah pisang dilakukan pengelapan
dengan menggunakan lap bersih.
4. P e m o t o n g a n b u a h s e s u a i b e r a t s t a n d a r p o r s i ,
u n t u k p i s a n g d i p o t o n g kedua ujung kulit tanpa memotong
bagian buah.
Unit Terkait Instalasi gizi

26
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

27
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERSIAPAN BUMBU
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


19/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Persiapan bumbu adalah Serangkaian kegiatan dalam
Pengertian penanganan bumbu ( antara lain ) mengupas

Mempersiapkan bahan makanan berupa bumbu sebelum


Tujuan dilakukan proses pengolahan membersihkan, mencuci, memotong,
dll ) sebelum dilakukan pengolahan
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur 1. Petugas membersihkan / memisahkan bumbu dari
berbagai kotorannya
2. Petugas mempersiapkan bumbu dan alat yang akan
digunakan
3. Petugas mencuci bumbu dengan air bersih dan
mengalir.
4. P e t u g a s m e m o t o n g d a n m e n g h a l u s k a n b u m b u
y a n g a k a n d i g u n a k a n d a n menempatkannya dalam
tempat yang bersih dan tertutup
Unit Terkait Instalasi gizi

28
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

29
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERSIAPAN LAUK
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


20/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Persiapan lauk adalah Serangkaian kegiatan dalam
Pengertian penanganan lauk yang meliputi proses membersihkan,
memotong, mencuci, mengupas, mengocok, merendam,dan
lain-lain.
Bahan makanan lauk yang dimaksud meliputi : daging ayam,
daging sapi,daging giling, ikan, telur, tahu dan tempe
Mempersiapkan bahan makanan berupa lauk hewani dan
Tujuan nabati sebelum dilakukan proses pengolahan
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur 1. P e t u g a s membersihkan bahan
makanan yang akan diolah
d e n g a n c a r a mengupas kulitnya ( untuk tempe ),
membuang kotorannya ( untuk ikansegar dan ayam )
2. B a h a n m a k a n a n d i c u c i d a n d i b e r s i h k a n
d e n g a n m e n g g u n a k a n a i r mengalir, kemudian
ditiriskan.
3. untuk daging giling persiapan yang dilakukan
dengan cara menambahbumbu
Unit Terkait Instalasi gizi

30
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

31
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PERSIAPAN SAYUR
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


21/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Persiapan sayur adalah Proses awal bahan makanan (sayuran )
Pengertian sebelum dilakukan proses pengolahan
Adapun yang dimaksud dengan sayur adalah
1. Sayuran daun ( bayam, kangkung, sawi,dll )
2. Sayuran buah ( labu siam, ketimun, terong, dll
3. S a y u r a n u m b i ( k e n t a n g , w o r t e l , d l l )
4. Sayuran bunga $bunga kol, brokoli,dll ( Sayuran
kacang-kacangan ( buncis, kacang panjang, dll )
5. Sayuran tunas ( taoge panjang, taoge pendek, dll)
Terselenggarannya proses persiapan sayur sesuai dengan
Tujuan syarat gizi secara efisien
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur 1. Sayur dihilangkan akar dan batang yang tidak terpakai
2. Sayur dicuci di air mengalir kemudia n ditiriskan
di keranjang pencuciandiulang sampai tiga kali hingga bersih.
3. S a y u r ya ng perlu dipotong dilakukan
p e m o t o n g a n s e s u a i k e b u t u h a n dan jenis masakan.
4. Sayur ditempatkan di keranja ng yang bersih, siap
untuk dimasak
Unit Terkait Instalasi gizi

32
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

33
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

PEMASAKAN BAHAN MAKANAN


RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


22/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Pemasakan bahan makanan adalah Suatu
Pengertian kegiatan mengubah $memasak% bahan
m a k a n a n m e n t a h m e n j a d i makanan yang siap dimakan,
berkualitas dan aman untuk dikonsumsi
1. Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan
Tujuan 2. M e n i n g k a t k a n n i l a i c e r n a .
3. M e n i n g k a t k a n d a n m e m p e r t a h a n k a n w a r n a ,
r a s a , k e e m p u k a n d a n penampilan makanan
4. Bebas dari organisme dan zat berbahaya untuk tubuh.
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur Prasyarat :
1. Tersedianya menu, pedoman menu, siklus menu
2. Tersedianya bahan makanan yang akan dimasak
3. Tersedianya peralatan pemasakan bahan makanan
4. Tersedianya aturan dalam menilai hasil pemasakan
5. Tersedianya prosedur tetap pemasakan
6. Tersedianya peraturan penggunaan bahan tambahan pangan
(BTP)
Unit Terkait Unit Terkait

34
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika
Kualitas, Aman, Sigap, Asih dan Hemat

DISTRIBUSI MAKANAN
RS INTAN
M
E
DI
K
A
L
A
M
O
N
G
A
N

No.Dokumen No. Revisi : Halaman


16/RSIM/PPI/2016 0 1 dari 1
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Direktur

dr. Kamal Mubarok


Distribusi makanan adalah serangkaian proses kegiatan
Pengertian penyampaian makanan sesuai dengan jenis makanan dan
jumlah porsi konsumen / pasien yang dilayani
Konsumen / pasien mendapat makanan sesuai diet dan
Tujuan ketentuan yang berlaku
Kebijakan Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Intan
Medika Lamongan No 25/SK-DIR/RSIM/2015
Prosedur Prasyarat :
1. Tersedianya peraturan pemberian makanan rumah
sakit
2. Tersedianya standar porsi yang ditetapkan rumah sakit
3. Adanya peraturan pengambilan makanan
4. Adanya daftar permintaan makanan konsumen/pasien
5. Tersedianya peralatan untuk distribusi makanan dan
peralatan makan
6. Adanya jadwal pendistribusian makanan yang
ditetapkan
Unit Terkait Instalasi Gizi

35
Protap Panitia Pencegahan Infeksi (PPI) RS Intan Medika