Anda di halaman 1dari 6

* CARA PENGGUNAAN AUTOCLAVE

1. PASTIKAN PERALATAN DAN BAHAN YANG AKAN


DIPASTERURISASI.
2. LETAKANKAN DALAM KERANJANG AUTOCLAVE
3. MASUKKAN AIR KEDALAM AUTOCLAVE KIRA-KIRA 1 LITER ATAU
SAMPAI MENYENTUH BATAS YANG SUDAH DITENTUKAN.
4. MASUKKAN KERANJANG YANG TELAH BERISI ALAT DAN MEDIA
YANG AKAN DISTERILKAN K EDALAM AUTOCLAVE
5. TUTUP AUTOCLAVE DENGAN KENCANG
6. BUKA KLEP AUTOCLAVE
7. HIDUPKAN POWER DENGAN MENEKAN TOMBOL POWER PADA
POSISI ON
8. SET TEMPERATUR ATAU WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK
PROSES STERILISASI DENGAN MENEKAN TOMBOL TANDA
NAIK ATAU TURUN.
9. TEKAN TANDA STERILISASI
10. TEMPERATUR MENCAPAI 100-105 ATAU DITANDAI DENGAN
TETESAN AIR PADA KRAN AUTOCLACVE.
11. TUTUP RAPAT-RAPAT KLEP AUTOCLAVE
12. PROSES STERILISASI SUDAH BERJALAN
13. PROSES STERILISASI AKAN BERAKHIR AKAN DITANDAI
DENGAN SUARA SEPRTI PLUIT.
14. TEKAN TANDA STOP
15. TUTUP AUTOCLAVE SUDAH BISA DIBUKA BILA TEKANAN
SUDAH KEMBALI KE 0 DAN TEPERATUR MENCAPAI 50-70 0C

* CARA PENGGUNAAN INKUBATOR


1. HIDUPKAN INKUBATOR DENGAN MENEKAN POWER PADA
POSISI ON
2. SET TEMPERATUR SUSUAI DENGAN KEINGINAN
3. LETAKAN TERMOMETER PADA INKUBATOR UNTUK
MENGETAHUI KESTABILAN SUHU INKUBATOR
4. BIARKAN SELAMA SATU HARI
5. JIKA TEMPERATUR SUDAH STABIL BERARTI INKUBATOR
SUDAH SIAP DIGUNAKAN.
AUTOCLAVE

AUTOCLAVE

Pengertian
Otoklaf adalah peralatan sterilisasi panas basah
(menggunakan uap) yang biasa digunakan untuk
sterilisasi material-material yang diperlukan dalam proses
produksi.Peralatan tersebut perlu disterilisasi agar kelak
saat kontak dengan produk tidak menyebabkan
kontaminasi. Sebelum digunakan otoklaf terlebih dahulu
divalidasi untuk membuktikan bahwa otoklaf berfungsi
dengan baik dan mampu menghasilkan material yang
steril.

Prinsip Autoklaf
Uap panas yang dihasilkan oleh autoklaf
bersumber dari uap panas yang dihasilkan oleh api.
Autoklaf dapat dioperasionalkan pada suhu 115-1500C.
Sterilisasi efektif bila dilakukan pada lamanya waktu,
misalnya pada media nutrisi yang volumenya 25-50ml
disterilisasikan di autoklaf dengan suhu 121C selama 15-
20 menit pada tekanan 1.5kg/cm2. Agar autoklaf dapat
difungsikan maka pemeliharaan dan perawatannya harus
selalu diperhatikan.
Pendahuluan
Autoklaf terutama ditujukan untuk
membunuh endospora, yaitu sel resisten yang diproduksi
oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan,
kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama,
endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang
dapat membunuh sel vegetatif bakteri tersebut. Endospora
dapat dibunuh pada suhu 100 C, yang merupakan titik
didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada suhu
121 C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit,
dimana sel vegetatif bakteri dapat
dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 C.
Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika
suhu di dalam autoklaf mencapai 121 C. Jika objek yang
disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada
bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi
perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan
bahwa semua objek bersuhu 121 C untuk waktu 10-15
menit. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan
dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang
besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
mencapai suhu sterilisasi.
Terdapat tiga jenis autoklaf, yaitu gravity
displacement, prevacuum atau high vacuum, dansteam-
flush pressure-pulse. Perbedaan ketiga jenis autoklaf ini
terletak pada bagaimana udara dihilangkan dari dalam
autoklaf selama proses sterilisasi.
Gravity Displacement Autoclave
Udara dalam ruang autoklaf dipindahkan hanya
berdasarkan gravitasi.Prinsipnya adalah memanfaatkan
keringanan uap dibandingkan dengan udara, sehingga
udara terletak di bawah uap. Cara kerjanya dimulai
dengan memasukan uap melalui bagian atas autoklaf
sehingga udara tertekan ke bawah. Secara perlahan, uap
mulai semakin banyak sehingga menekan udara semakin
turun dan keluar melalui saluran di bagian bawah autoklaf,
selanjutnya suhu meningkat dan terjadi sterilisasi. Autoklaf
ini dapat bekerja dengan cakupan suhu antara 121-134 C
dengan waktu 10-30 menit.
Prevacuum atau High Vacuum Autoclave
Autoklaf ini dilengkapi pompa yang mengevakuasi
hampir semua udara dari dalam autoklaf. Cara kerjanya
dimulai dengan pengeluaran udara. Proses ini
berlangsung selama 8-10 menit. Ketika keadaan vakum
tercipta, uap dimasukkan ke dalam autoklaf. Akibat
kevakuman udara, uap segera berhubungan dengan
seluruh permukaan benda, kemudian terjadi peningkatan
suhu sehingga proses sterilisasi berlangsung. Autoklaf ini
bekerja dengan suhu 132-135 C dengan waktu 3-4 menit.
Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave
Autoklaf ini menggunakan aliran uap dan dorongan
tekanan di atas tekanan atmosfer dengan rangkaian
berulang. Waktu siklus pada autoklaf ini tergantung pada
benda yang disterilisasi.
Bagian dari Autoklaf :
1. Tombol pengatur waktu mundur (timer)
2. Katup pengeluaran uap.
3. Pengukur tekanan
4. Klep pengaman
5. Tombol on-off
6. Termometer
7. Lempeng sumber panas
8. Aquades (H2O)
9. Sekrup pengaman
10. Batas penambah air.
Cara penggunaan
1. Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air
dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yg
ditentukan,maka dapat ditambah air sampai batas
tersebut. Gunakan air hasil destilasi, utk menghindari
terbentuknya kerak dan karat.
2. Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol
bertutup ulir,maka tutup hrs dikendorkan.
3. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut
pengaman agar tidak ada uap yang keluar dr bibir
autoklaf. Klep pengaman jgn dikencangkan terlebih
dahulu.
4. Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu minimal 15
menit pada suhu 121C.
5. Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi
kompartemen autoklaf dan terdesak keluar dari klep
pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup
(dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan
waktu 15' dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
6. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan
dlm kompartemen turun hingga sama dengan tekanan
udara di lingkungan (jarum pada preissure gauge
menunjuk ke angka nol).Kemudian klep-klep pengaman
dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.
Cara Kalibrasi Autoklaf
Untuk mendeteksi jika autoklaf bekerja dengan
baik atau sempurna dapat digunakan dengan pengujian
mikroba yang bersifat termofilik dan memiliki endospora
yaitu Bacillus Stearothermophilus. Dalam bentuk kertas
spora strip dimasukan kedalam autoklaf dan disterilkan,
setelah proses sterilisasi kemudian ditumbuhkan pada
media. Jika media tetap bening maka autoklaf bekerja
secara baik.
Cara Pemeliharaan Autoklaf
Apabila autoklaf telah selesai digunakan, maka air
aquadest yang ada di dalam autoklaf sebaiknya
dibersihkan atau dikuras bagian dalamnya menggunakan
lap kering. Selanjutnya simpan autoklaf pada tempat yang
kering dan bersih.
GAMBAR: