Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE

BIMBINGAN TEKNISPENYEHATAN LINGKUNGAN


TA 2016

Kementerian : Kementerian Kesehatan RI


Negara/Lembaga
Unit Eselon I/II : Direktorat Jenderal Kesehatan
Masyarakat/ Penyehatan Lingkungan
Program : Pembinaan Kesehatan Masyarakat
Hasil (Outcome) : Meningkatnya Ketersediaan dan
Keterjangkauan Pelayanan
Kesehatan yang Bermutu Bagi
Seluruh Masyarakat
Kegiatan : Penyehatan Lingkungan
Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah desa/kelurahan yang
melaksanakan STBM
Persentase sarana air minum yang
dilakukan pengawasan
Persentase Tempat-Tempat Umum
yang memenuhi Syarat Kesehatan
Persentase RS yang melakukan
Pengelolaan Limbah Medis Sesuai
Standar
Persentase Tempat Pengelolaan
Makanan yang Memenuhi
Syarat Kesehatan
Jumlah Kabupaten/kota yang
menyelenggarakan Tatanan
Kawasan Sehat
Jenis Keluaran (Output) : Bimbingan Teknis Penyehatan
Lingkungan
Volume Keluaran (Output) : 1
Satuan Ukur Keluaran : Laporan
(Output)

A. Latar Belakang

1 Dasar Hukum
Dasar hukum untuk kegiatan ini adalah
a. UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
b. PP Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019
c. PP No.60 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
d. Kepmenkes Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015 tentang Renstra
Kemenkes Tahun 2015-2019
e. Kepmenkes Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Struktur
Organisasi
f. Pasal 163, ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
menyatakan bahwa Pemerintah, pemerintah daerah dan
masyarakat menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan
tidak mempunyai resiko buruk terhadap kesehatan. Lingkungan
sehat dimaksud bebas dari unsur-unsur yang menimbulkan
gangguan kesehatan, antara lain air yang tercemar;
g. Permenkes Nomor: 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM);
h. PermenkesNomor 492 Tahun 2010 tentangPersyaratanKualitas
Air Minum
i. INPRES Nomor 3 Tahun 2010 dan XX Tahun 2011 tentang
Program Pembangunan yang Berkeadilan
j. KeputusanMenteriKesehatanNomor 1098 Tahun 2003 tentang
Hygiene SanitasiRumahMakandanRestoran.
k. KeputusanMenteriKesehatanNomor 942 Tahun 2003 tentang
Hygiene SanitasiMakananJajanan.
l. PeraturanMenteriKesehatanNomor 1096 Tahun 2011
tentangHigieneSanitasiJasaboga.

2 Gambaran Umum
Bimbingan Teknis Penyehatan Lingkungan merupakan output
dari komponen kegiatan yang besifat melakukan bimbingan
teknis/fasilitasi/supervisi/jejaring kerja/kemitraan dalam rangka
pembinaan penyehatan lingkungan. Output ini meliputi semua
indikator yang ada yaitu (1) Jumlah desa/kelurahan yang
melaksanakan STBM; (2) Persentase sarana air minum yang
dilakukan pengawasan; (3) Persentase Tempat-Tempat Umum yang
memenuhi Syarat Kesehatan; (4) Persentase RS yang melakukan
Pengelolaan Limbah Medis Sesuai Standar; (5) Persentase Tempat
Pengelolaan Makanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan; (6) Jumlah
Kabupaten/kota yang menyelenggarakan Tatanan Kawasan Sehat.
Untuk mempermudah identifkasi maka disusunlah suboutput yang
terdiri dari (1) Bimbingan Teknis STBM; (2) Bimbingan Teknis
Pengawasan Sarana Air Minum; (3) Bimbingan Teknis Bidang TTU;
(4) Bimbingan Teknis Bidang RS yang melakukan Limbah Medis
sesuai Peraturan; (5) Bimbingan Teknis Bidang TPM yang
Memenuhis Syarat; (6) Bimbingan Teknis Bidang KKS.

B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1. Dinas Kesehatan Provinsi
2. Dinas Kesehatan Kab/Kota
3. Puskesmas

C. Strategi Pencapaian Keluaran


1 Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan cara
swakelola.

2 Tahapan dan Waktu Pelaksanaan


Adapun tahapan dan waktu pelaksanaan kegiatan adalah sebagai
berikut

No Sub Output Komponen N Subkomponen Waktu


o Pelaksanaan
1 TPM yang Melakukan A Pemetaan Faktor Resiko
Memenuhi Bimbingan Keamanan Pangan
Syarat Teknis/Fasilitasi/Supe Melalui E Monev HSP di
Kesehatan rvisi/Jejaring Kab/Kota
Kerja/Kemitraan
dalam rangka
pembinaan
Penyehatan
Lingkungan

D. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran


Kegiatan direncanakan yang akan dilaksanakan bulan September di
tahun 2016.

E. Biaya Yang Diperlukan


Perkiraan biaya yang diperlukan untuk output Bimbingan Teknis
Penyehatan Lingkungan sebesar Rp.214.216.000,- (Dua ratus
empat belas juta dua ratus enam belas ribu rupiah).