Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Neuroblastoma


Sasaran : Klien dan keluarga
Hari/tanggal : Kamis, 20 April 2017
WaktuPertemuan : 35 Menit
Tempat : Ruang Samolo 3 RSUD kelas B Cianjur
Pemberi materi : Bungsu Rhesti Nika Yunisa

A. LatarBelakang
Neuroblastoma memang masih menjadi penyakit langka bagi masyarakat
Indonesia. Penyakit ini merupakan tumor yang sangat ganas. Jenis kanker ini paling
sering muncul di sekitar kelenjar adrenal di perut. Penyakit ini menyerang sel-sel
syaraf yang belum matang dengan sempurna, sehingga anak-anak rawan
mengalaminya.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, klien dan keluarga diharapkan
mampu memahami tentang penanganan dan pencegahan neuroblastoma.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 35 menit diharapkan klien dan
keluarga dapat:
a. Menjelaskan pengertian dari Neuroblastoma
b. Menyebutkan tanda dan gejala Neuroblastoma
c. Menyebutkan komplikasi Neuroblastoma
d. Menyebutkan kembali cara pencegahan Neuroblastoma
C. Materi Penyuluhan
a. Pengertian dari Neuroblastoma
b. Tanda dan gejala Asma Bronkial
c. Komplikasi Neuroblastoma
d. Pencegahan Neuroblastoma
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. Media
Leaflet
F. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Mahasiswa Waktu Kegiatan Peserta
1 Pendahuluan 5
Memberi salam menit Menjawab salam

Memberi pertanyaan persepsi Menjawab


Menyimak
Mengkonsumsikan pokok bahasan
Menyimak
Mengkomunikasikan tujuan
2 Kegiatan Inti 25
Memberikan penjelasan tentang materi penyuluhan menit Menyimak

Memberikan kesempatan klien dan keluarga untuk


Bertanya
bertanya
Menjawab pertanyaan keluarga
Memperhatikan
3 Penutup 5
Menyimpulkan materi penyuluhan bersama menit Memperhatikan

keluarga
Menjawab
Memberikan evaluasi secara lisan

Memberikansalampenutup
Menjawab salam

G. Evaluasi
1. Prosedur :Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk soal : Tanya jawab
4. Jumlah soal : 3 soal
5. Jenis soal :
a. Apakah yang dimaksud dengan Neuroblastoma?
b. Apa komplikasi Neuroblastoma?
c. Bagaimana tanda dan gejala Neuroblastoma?
6. Jawaban soal :
a. Neuroblastoma memang masih menjadi penyakit langka bagi masyarakat
Indonesia. Penyakit ini merupakan tumor yang sangat ganas. Jenis kanker ini
paling sering muncul di sekitar kelenjar adrenal di perut. Penyakit ini menyerang
sel-sel syaraf yang belum matang dengan sempurna, sehingga anak-anak rawan
mengalaminya.
b. 1. Masalah pendengaran
2. Gangguan pertumbuhan
3. Penyakit jantung
4. Penyakit ginjal
5. Kemandulan
6. Kanker lainnya
c. 1. Adanya gumpalan jaringan di bawah kulit
2. Bola mata terlihat menonjol dari soketnya
3. Demam
4. Nyeri punggung
5. Penurunan berat badan karena hilangnya nafsu makan
6. Tulang terasa nyeri

TEORI
NEUROBLASTOMA

A. Pengertian Neuroblastoma
Neuroblastoma memang masih menjadi penyakit langka bagi masyarakat
Indonesia. Penyakit ini merupakan tumor yang sangat ganas. Jenis kanker ini paling
sering muncul di sekitar kelenjar adrenal di perut. Penyakit ini menyerang sel-sel
syaraf yang belum matang dengan sempurna, sehingga anak-anak rawan
mengalaminya. Sekitar 75% kasus neuroblastoma pada anak terjadi di usia di bawah 5
tahun. Neuroblastoma memang tidak dapat dicegah. Jika penyakit ini diketahui
semenjak dini dan segera dilakukan penanganan, maka peluang kesembuhannya akan
lebih besar. Sayangnya, masih banyak orang tua yang terlambat mengetahui kanker
neuroblastoma yang diderita anaknya, sehingga penanganan dilakukan ketika kanker
sudah menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.
B. Tanda dan Gejala Neuroblastoma
Orang tua sebaiknya mengetahui berbagai gejala dan tanda awal neuroblastoma
sehingga dapat segera melakukan penanganan dan pengobatan apabila terjadi pada si
Kecil. Memang, gejala dan tanda neuroblastoma sangat bervariasi dan akan tergantung
pada bagian tubuh yang terserang.
1. Jika terjadi di perut :
Neuroblastoma yang terjadi di perut bisa ditandai dengan nyeri perut,
kebiasaan buang air besar yang bermasalah seperti diare, massa di bawah kulit tidak
lembut saat disentuh, perut membesar, nafsu makan menurun, berat badan turun,
dan terjadinya pembengkakan pada kaki.
2. Jika terjadi di dada :
Apabila neuroblastoma terjadi di dada, ditandai dengan gejala suara kecil
saat bernapas, dada sering terasa nyeri, kelopak mata terkulai, dan ukuran pupil
yang tak sama.
Selain gejala-gejala di atas, ada lagi gejala lain perlu diwaspadai, yakni
sebagai berikut :
1. Adanya gumpalan jaringan di bawah kulit
2. Bola mata terlihat menonjol dari soketnya
3. Demam
4. Nyeri punggung
5. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
6. Tulang terasa nyeri

C. Komplikasi Neuroblastoma
Secara jangka panjang, penyakit neuroblastoma berpotensi menyebabkan komplikasi,
di antaranya:
1. Masalah pendengaran
2. Gangguan pertumbuhan
3. Penyakit jantung
4. Penyakit ginjal
5. Kemandulan
6. Kanker lainnya

D. Pencegahan Neuroblastoma
Untuk mengetahui kanker neuroblastoma pada anak, dokter akan melakukan
pemeriksaan, seperti USG atau CT Scan pada perut dan rontgen dada. Sementara itu,
pengobatan dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, yakni lokasi kanker, usia
anak, dan juga penyebarannya. Pada kanker yang belum menyebar, dokter akan
mengangkatnya dengan melakukan pembedahan. Kemoterapi akan dilakukan jika
kanker sudah menyebar dan berukuran cukup besar.
1.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddart (2002) Buku Ajar Keperawatan Anak, Jakarta : AGC