Anda di halaman 1dari 21
Jenis- Jenis Permesinan Konvensional SIN BUBUT A, Pengertian dan Jenis MesinBubut Mesin bubvi adalah salah satu jenis dari mesin dalam permesinan, mesin bubut digunakun untuk membuat atau membentuk benda Kerja dengan eara menghilangkan bagian yang tidsk digunakan, gerakan vlamanya adalah berputar, Dj bidang industri mesin bubut memegang peranan pentiny untuk di gunskan sebagai instrument utama dalam proses produksi permesinan Jenis mesin bubut pada garis besarnya diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu: Mesin bubut ringan Mesin bubut ini dimaksudkan untuk lutihan den pekerjaan ringan Bentuk peralatunnya keeil dan sederhana, Dipergunakan untuk mengerjakan benua-benda Kerja yang herukuran kecil. Mesin ini tecbagi alas mesin bubut bangku dan model Janiai, Konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut bangku dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubul yang besar dan beret. Mesin bubut sedang (nedistns lathe) Konstruksi mesin ini lebih eermat dan dileagkapi dengun per. abungan peralatan khusus. Oleh karena itu mesi jgunakan untuk pekerjacir yang lebih banyak ariasinya dan lebih teliti, Fungsi uiama adulah untuk menghavilkan ataw memperbaiki peckakas secara produksi, Mesin bubut standar (Standard Lathe) Mesin ini dibuat lebih borat, daya kudanya lebih Besar daripada yang, dikerjakun mesin bubut ringan dan mesin inj merupakan standar dalam pembuatan mesin-mesin bubul pada umumnya, Mesin bubut meja panjang (loug sed futhe) Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan onlak mengerjakan I-pekerigan panjang dan besar, bahan sada gigi dan fainnya. pekerja 1B, Parameter proses permesinan a. Cutting Speed Cutting Speedialah panjang wkuran lilitan pubal terhadap benda kerja atau panjeng ukuran tatal yong terpotong dalam saluan meter y~., diperkimkan benda kerja berputar selama sam menit b, Feeding Specd Feeding speed ialuh kecepatan yang dibuty men benda kerja Jumtah perotonyan ialah jumlah berupa kali tiap pemotongat d. Waktu Rotong iatgk waktu yang dibutuhken proses pengerjaan suatu produk © Matcrial Removal Rate (MMR} Matccial removal rate (MK), adalah volume material yang dibuang per saluan wektu dengan setwan mm/min C. Material 4 Baja Karbon Tinggi, Kandungan kathon berkisar 080 %C sampai 1,208%° dan baja ini akan Achilungun kekerasannya pada suhu 300 of b. Baja Recepatan Linggi Dikembangkan oleh Fred W, Taylor dan M, White pada tahun 1900 dengan menambahkan Wol 18% dan. Cr 3,386 sobagai unser pemadu utamanya, Unsur pemadu lainnya untuk baja ini adalah vanadium,molibden dan kobalt, D, Jenis pahat pada mesin bubut Berugam bentwk benda kerja yang inin kita buat di mesin bubut menuntut its untuk mempersigpkun bentuk-bentuk pahat tubut yang umum dipakai, Gambar berikut menjefaskan beotuk pahat bubut dan bentuk bonda kerja yang di hasélkan. Bagian pahat yang bertanda bintang adalah pahat kananartinya melakukan pemakanan dati kanan ke ivi. AR AAT ‘ARs Ofte Fhe Gh ERs Te Sa TEC ala” SOL” oar Berdasarkan bentuknya, pahat bubut diatas dari kiri ke kanan adalah 1. Pahot sisi kanan 2, Pahat pinggul’ehamper kanan Pahat sisi/permukaan kanan Puhat sisi/permukaun kanan{lebih besar) Pabat uli segitiga kanan Pahat alue Pohat alur segitiga(kunaa kiri) Pahat ulir sogitige kiri 2 oe me ok Pabat sisi kiri 10. Pahat U1, Pabat alur lebar wggul kiei Berdasarkan bahan pembuatiya, ada dua macam pahat bubut yang umums dipakai, yakni pahat LISS dan carbide/ungsten carbide, 1. Pahat High Speed Steel (HSS) Jodi (ISS buka hanya digunakan untuk memolong besi, tpi juga kuyu, baltkan hagus juga untuk pisau dapur. 2. Pahut Carbide Jodi jenis pahat ini dibwal dengan campuryn bahan kimia ancara lain tungsten dan karbon, tergantung sila bahan yang dikehendaki. Kadang juga memakai methanol, hydrofluoric acidnitric acid (IIF/ING;), dll. E, Kondisi permesinan pada mesin bubut Penggunaan mesin buhut identik menggunakan coolant. Sistem pendingin {Air Coolant) pada mesin bubut adalah system yang digunakan untuk mendinginkan benda kerja pada saat melakukan penyayatan bendy Kerja sit bend kerja tidak torjadi keausan.Pads setiap pckerjaan pemesinan akan mengyunakan bahan pendingin teoolant) yang digunakan pada saat pengerjaan benda kerja, Adapun tungsi dei cairan pendingin ini adalah sehagai berikut : 1, Mengurungi pesekan antara pahat (tool) dan bendu kerja, 2. Menaikkan umur pahat. 3. Mengurungi suhu pahat dan benda kerja, Memperbaiki penyclesaian permukaan benda kerja. 5. Membersihkan pahat dan benda kerja dati serpihan. 6. Mengurangi kemungkinan Korosi pada pehat, benda kerja dan m: ~ bubut. A. Definisi Mesin Frais Mesin ff (Milling machine) Merupakan salah satu mesin Konvensional yang hampu mengerjakan svar benda Kerja dalam permukaan dalar sisi,tegakmiring, babkan alur roda gigi.Mesin perkekas ini mengerjakan atau menyelestikan suatu hhenda kerja dengan menggunakan pisay millingicuter). Mesin frais konvensional manual posisi spindelnya ada cya snacum yaitu horizental dan vertical. ‘Mesin frais (Milling machine) Merupakan suluh sutu mesitt Konvensional yang mampu mengerjakan suatu benda kerja dalam permukaan —datar «Sisi,tegak,niring, bahkan alur roda Mesin perkakas ini mengerjakun atau menyelesaikn Suutu benda kerja dengan menggunakan pisau nilling (cutter), B. Parameter proses permesinan Pemotongan yang penting untuk dipertatikan dalam proses frais meliputis 1. Kecepatan potong/cutting spocd Dalam —menentukan Kecepatan potong beberapafaktor yang perlu dipertimbangkan antara lain -Material bende kerf yang shan dittais “Material piseu frais Diameter psu Kohalusan permukaan yang diharapkan -Kedalaman pemotongan yang ditentukan = Rigidicas bende kerja dan mesin 2, Penentuan putaran Pisa Terdapat tiga faktor yang farus dipertimbangkan datum menentukan putaran pista frais antara lain: -Material yang akan di frais -Bahan pisay frais Diameter pisay frais 3. Feed (gerak pemakanan) Feed dapat dinyatakan sebayui rasio gerak benda kerja wethedap goick putar pisuu frais. Dalam menentukun feed, fakior yang harus diperhatikan adalah ‘Kedal Aman pemakanan - Tipe pisau frais Bentuk pisau frais Matorial benda kerja -Kekuatan dan keseragaman bends kerja -Tipe permukaan finishing yang diharapkan -Power dan rigiditas mesin 4. Kedulaman pemotongan Pemotangan dalam proses fais’ meliputi pemalongan kasar (roughing) dan pemotongan halus (linishing) 5. Geruk makan per yin hz 6. Waktu pemotongun 7. Kecepatan penghasilan geram Proses frais bisa dilakukan dengan banyak cara menurul jenis pahat yany digunokan dan bentuk benda kerjunya, C. Mates 1. Unalloyed tool steel Pahat Mesin Frais Baja perkakas bukan paduat dengan kiidr Karbon 0,5 1.5% kekerasannya akan hilang jika suhu kerja meacapai 250° C, oleh karena itu material ini tidak cocok untuk kecepatan potong tinggi 2. alloy tool steel Baja perkakas paduen yong mengandung Karbon Cromium, vanadium dan HSS (High Speed Stecl) adalah baja padwan tinggi yang ahan terhadap keau's: sampai suhu 600°C, molybdenum, Baja ini terdiri dart baja paduun tinget dan paduan rin 3. Cemented Carbide Susunan bahan ini werdiri dati tungsten atau molybdenum, cobalt sera carbon. Cemented Carbide binsanya dibuat dalam tenth tip yang dibnut pada holdernya (pemegang cutter). Pada suhu 900KC bahun ini masih mampu memotong dengan baik, cemented carbide sangat cocok untuk proses pengeftaisan dengan kecepatan tingyi. Dengan demikian waktu pemotongan dapat lebih cepat dan putaran yang tinggi pada umumnya dapat menghusilkan kualitas permukean yang halus D. |, Pisaw Mantel is pabat/pisau pada mesin Frais Pisau jenis ini dipakai pada mosin frais horizomal. Biasunya digunakan untuk Pemakanan permukaan kasar (Roughing) dan leber, jadi pisaw ini dipakai saat awal engerjaan/pernakanan wal guys, scbelum sampai tshep finishing. ini conteh bentuk pahainya Alur (Slot Milling Cutter) Pisaur alur bersungsi untuk membual alur pada bidang permukaan benda kerja. Jenis pis ini ada beberapa macam yang penggunasanya disesusikan dengan Aebuiuhan. Pahal ini hanya memitiki gigi di bagian kelitingnya dan pahat ini digunakan untuk pemotongan celah dan ulur pasak 3. Pisau ['rais Gigi (Gear Cutter) Pisau frais gigi Ini digunckan untuk membyat roda gigi sesuai jenis: dan jumloh gigi yong inginkan, Gambar 1,5 menunjukkan salah satu jenis gear euiter, 4, Pisau Frais Radius Cekung (Convex Cutter) Pisow jenis ini digunakan unk membuat benda kerja yeng bentuknya memiliki radies dalam (cekung) 5, Pisatu Frais Radius Cembung (Concave Cutter) Pisu jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (eckung), 6, Pisau Frais Alur T (T Slot Cutter) Shean Pisau jenis ini hanys digunaken untuk membuat alur berbentuk "T" seperti halnya pada meja mosin frais. 7. Pisau Frais Sudut Pai enis'n diguiaken ante nieraboat ala bertientule eke ang hasilnya Sesuai dengan sudut pisau yang digunakan. Pisa jenis ini memiliki sudut-sudut yang trerbeda di unturanya: 30%, 45°, 504, 60°, 70°, dan 80°. 8, Pisau Frais Jari (Endmill Cutter Ukuran pisau jonis ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini biasunya dipakai untuk membuai alur pada bidang datar atau pasak fais dun jenis pisau ini pada umumnya dipasany pada posisi tegak (mes tik), namun puda kondisi tertenty dapat juga dipasang posisi horizontal yaiw langsung dipasang pada spindle mesin frais, 9. Pisau Frais Muka dan Sisi (Shell badmill Cutter)” Jenis pisau ini memifiki mata sayat di muka dan di sisi, dapat digunakan untuk meagetrais bidang rata dan bertingkst, Gambar 99 menunjukkan pisau frais moka dan sisi 19, Pisau Frais Pengasaran (Heavy Duty Endmill Cutter) Pisau jenis ini mempunyai satu citi khos yung berbeda dengan cutter yang lain. Pada sisinys berbentuk alus helik yang dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dari sisi potong cutter, sehinggy custer i ampu melakukan penyayatan yang cukup besar. 11. Pisau Frais Gergaji (Slitting Saw) Pisau leas jenis ini digunekan untuk memotony aau membelah bends kerja. Selgia itu, juga dapat digunakan untuk membuat alur yang momiliki ukuran lebar keeil, KERJA BANGKU Kerja bangku adalah proses pengerjaan yang dilakukan dengan tenaga manusia, Untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang terampil dalam melakuks kerja bangku, perl adanya pendidikani dan latihan rutin, Pada disiptin ilmmu manufaktur Kompetensi kerja bangku diberiican di wal pembglajaran, Ada berbagai macam jenis pekerjaam yang tergolong dalam kompetensi keria pangku, Masing-masing pekerjaan tersebut _memiliki tujuan terscndirl. Sebay contoh anda ingin memotong baja, maka anda hurus mengger:.yinya. Schingga proses penggergajian bertujuan untuk memotong bends padat, Beriki:! seberapa jenis pekerjsan yang tergolong dalam kerja bangku: 1 Ment Mengikir adalah Kegiatan menyayat bends kerja sehingga bends tersebut mencapai bentuk dan ukuran yang diin sayatan pada pekerjaan ini nkan, Saya sangatlah lembut. Untuk mengurangi dimensi baja dengan cara dikikir, mombutuhkan wuktu yang cukup lama, Jenis pengerjaan ini difakukan d gan alat yang disebut sebuyai kikir (dalarn Bahasa Inggris, kikir adalah fide. 2Memuhat Memahat adufah kegiaan mengurangi volume atau menyuyat sustu benda padat secara drastis. Proses pemahytun dilakukan dengan alat yang, diseut sebagai pahat (chisel). Selsin untuk menyayat, pemahatan juga digunakan untuk memotong bends pada (misalnya untuk memotong baut berkarat yang susah dilepas). 3 Menggergaji udalah kegiatan memotong bends padet, Penggorgajian ilakukan dengan perkakas yang disebut sebagai gergaji (saw). Paw aterial kayu, penggergajian dilakukan dengan hadenv. Sedangkan pada trial logam, penggergajian dilakukan dengan bawkver L.Mengyumbar Menggambar adalah kegiatan memberi tanda atau menggores suatw benluk clalu dilakukan scbelum anda memotong suatu benda, pads ben \ Kegan Alat yang dapat digunsken untuk menggambar antara lain: penggores, penitik, mistar, peasil, kupur, dl Kelel a. Korja baneku memiliki beberapa kelebihan yaitu: an Kerja Bangke b. Hemat onergi, +, Dupat dilakukan di mana saja lanpa harus’memikirkan sumber listrik atau infraserukeur listrik, . Dapat menjangkau posisi-posisi yang sulit. ©, Blaya pengerjaan murah, i. Lebih ramah lingkungan. Kelemahan Kerja Bangku 8, Ketja bangku memiliki beberapa kelomaban antara lain b, Waktu pongerjaan lambat. c. Kurang produktif. U. Butwh sumber days manusia yang teranpil untuk menghasilkan produk yang bagos Las istrik adalah salah satu cara metyambung logam dengan jalan mengyunakan nyala busur liswik yong diarahkan ke permukawe fogam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listfik-tersebut akan mencair, demikian [vga clektroda yang menghasitkan busur lisirik akan meneair pada vjungnya dan merambat terus sampai habis. Logam eair dari elektroda dan dari sebugian benda yang ..an disambung. tercampur dan mengisi cclah dari kedua logam yang okan disanibang, kemudian Mmembeku dan tersambungloh kedua. logam terseburt. Gerukun Elektroda Gerakan elekiroda pudu saat pengelesan ada tips macam yain |. Gerakan preb (urun sepanjang sumbu elektroda. Gerakan ini dilakukan untuk mengatur jarak busur fistik agar tetap, 2. Gerakan ayunen elektrods. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur [ebat jalur los yang diket menghasitkan alur las yang, kevil, endaki, Ayunan keat sedangken uyunan kebawah menghasifkan jalur las yang tebar, Beberapa benuk-bentuk ayunan diperlibatkan peda gambar dibswah ini Vitik-titik pada ujung ayunan menyuta Jan agar gerakan las. berhenti sejenuk pada tempat tersebut untuk memberi kesempatan pada cairan las untuk mengisi celah sambungan, Tembusan lay yang dihasilkar dengan yerckan ayun tidal --baik dengan gerukan Juris clektroda, Waktu yang diperlukan untuk gerakan avin Ichi: lama, bahan dasar. in tebal bahan sehingga dapal menimbulkan pemusisn alaw perubahan benluk da Dengan alasan ini maka penggunsen gerakun ayun hacus aiemperhati asa: Alur Spiral Alur Zig-zag, Alur Segiliga NESISN > Dp AAA PENGELASAN SMAW SMAW merupakun sustu teknik pengelasan dengan menggunakan arus listrike berbentuk busur arus dan elekiroda bersclaput. Tipe-tipe lain dari pengelasan dengan busur rus listrik adalah submerged are welding SAW, gas metal arc welding GMAW-MIG, gas tungsten are welding G dan plasmaarc, Didatam pengelasan SMAW ini terjsdi gas penyelimut ketika clektrods terselaput itu nes air, schingpa dalam proses ini tidak diperlukan tehanan/pressure gas inerl untuk men gusie oksigen ‘atau udara yang dapat menyebabkan korosi atau gelembung-gelembu. didalam hasil Jas-lasum. ProseS pengelasan terjadi kurena arus listrik yang meagglir diantara elektcods dan buhan las membentuk panas schingga dapat mencapai 3000 0, a mershuat elcktroda dan bahan yang akan dilas mencair. Untuk mcndupatkun penyelasan yang baik harus menggunakan elektroda yang tepat snis wrus yang tepat jenis polaritas yang tepat untuk arus DC hindori gerskan pengelasan kiri Kanan selama mengelas bentuk busur arus yang pendek, lakukan pengelasan secata mantap dan teratur £ Jaju penyelasan yang sesuai dengan kecepatan elektroda yung mencair. Masalah-masalah yang sering timbul pada pengelasan busur arus adalah 1. élektrode membcku / pengelasan tethenti 2. bentuk kampuh las yang jetek 3. busur arus las yang jelok karona mengembang 4. Sedung selapa —elektrode fuks umumnyaterhuat— dariserat kayu'seltulosa 3. titanium oksida 6. titanium | senyawa basa 7 Mn! Fel si 8, Besi oksida 9. CaCO3, yang akun membentuk jebnis-jenis clektrode berupa type : F, R, ER, W,B, RB, RG dan F. Pemilihan etektrode ini beedasarkan = sift dari bahan yang akan dilas posisi pengelasan ype sambungan jumiuh penyelasun hherapatan sambuingan pengelasan jenis arus yang tersedia, LAS GAS Las Gas adalah suatu proses pengelasan seni menyambung dua legam atau lebih, dimana panas untuk pongelasan diperoleh dari nyala api |r il pembikaran bahan bukar gas Oksigen (02) dengan gas Asetilin (C2112). Dals7 proses las gas ini, gas yang digungkan axfulsh cumpuran dari gas Oksigen (02) dan g ss Aselilen, Peralaram Las Oksi = Aseti 4 Silinder atau Tabung Gas Tabung gas berfungsi untuk menampung gas atau gas cair dalam kondisi bertckanan, UImumnyu ubung gus dibuat dari Baja, tetapi sckarang ini sudalt banyak tabung-tabung gas yang terbuat dart paduan Alumunium, b. Katup Tabung Katup tubung berfunysi pengatur keluamya pas dari dalam tabyng moka digunakun katup Katup ini ditempatkan tepat dibuyian atax dari tabung, ©. Regulator R selama proses pengeleson stay pemotengan. Bahkan jika tekanan dalam tabung gulator ini juga berfungsi untuk mempertahankan besamy tekanan kerja menurun, (ekanan kerja haros dipertahankan (tap oleh regulator. d, Slang Karet Gas Oksi-Asetilin Sclang Karet Gas Oksi-Asctilin Berfimgsi untuk mengalirkan yas yang keluar dari Labung menuju brander pembukaran, ¢. Brander atau Torch { Pembakar } Gas yang dialirkan melalui selang sclanjutnys diteruskan oleh Brander atau akhimya pada ujuang nose! terbentuk nyaa api rch. tereampur didalamnya d Brander atau ‘toch memiliki dua funysi yaite : * “Sebagal pencampur gus oksigen dan gas asctilin, pi diujune nose, *Sohagai pembentuk nye f, Pematik atau Korek Api Las Alul yang berfungs? untuk menyalakan upi pads ujung pembakaran wakiy memulai mengelas. ® Kaca Mata Las Kaca mata las berfungsi + Eo Melindungi mata terhadap radiasi sinar ultraviolet dan inframerah, %, Melindungi mata terhadap sinar yang ljam dan menyilaukan, agar dapat melihat bends kerja dengan Daily : ©, Melindungi mata terhadap bahaya perviken bunga api. B. Mengatur dan Menentukan Nyala Api Lax Gas Pada nyala upi las gas aksi-asetilin bisa diperoleh 3 jenis, yaitu * Nyala Api Netrat Nyala Api Netral merupakan hasil pembakaran gas Oksigen dun Asclilin dengan perbandingan komposisi | 1:1 Nyala Api Netral dipakai untuk, Pengelasan biases © Nyala Api Karburasi Nyala Api Karburasi merupakan Nyala api dimana perbandingon ge asetilin lebih banyak dari gas oksigen. Nyala Api Karburasi dipakai untuk, Memanaskan, Solder Lunak, Pengelasan togam tmonel. + Nyala Api Oksidasi jana perbandingan one oksigen lebih Nyala Api Oksidasi merupakun Nyala api banyak dari gas asetilin, ‘Nyala Api Oxsidasi dipakai untuk, Pengelazan kuningan den perunge C. Teknik Pengelasan Macam — macam posisi pengclasan adalah sebagai berikut 1. Posisi pengelasan di bawah tangan Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilokukan i bawahtangan daa Benda Kerja terletak di atas bidang datar. Sudut ujung pembakar(brander) terletak diantara 45° dan kawat las dimiringkan dengan sudut amara 30° - 40° dengan benda kerja, Kedudukan ujung pembakar ke sudut sambengan dengan jarak 2 3 mm agar terjadi panas maksimal pada ssmbungan. Pada sambungen sudut Iuar, nyala giarahkan ke teaveh sambungan dan gerakannya adalah Furus. 2. Pasisi pengelasan menefatar ( horizontal ) Pada posisi ini benda kesja’ berdiri tegak sodangkan pengelasan dilakukan dengan arah_mendatar sehingea eairan las cenderung mengalir 1 cawah, untuk iw ayunan brander sebaiknya sekecil mungkin, Kedudukan t dor terhadap bendla kerja menyuctrt 70° dan miring kira-kiry M0 di bawah sis mendatar, sedanighan kewal pengisi dimiringkan pada sudut 10° di atas garig mendatar. 3. Posisi pengelasan tegak ( vertical ) Pada pengelasan dengan pasisi teyuk, arah pengelasan berlangsung ke atas atuuke bawah. Kawat pengis| ditempatkan antara nyala api dan tempat sambunganyang bersudut 4*-60" dan sudut brander sebosar 80°