Anda di halaman 1dari 4

Kecemasan

kecemasan merupakan salah satu emosi yang paling menimbulkan stress yang
dirasakan oleh banyak orang. Kadang-kadang kecemasan juga disebut dengan
ketakutan atau perasaan gugup. Setiap orang pasti pernah mengalami kecemasan
pada saat-saat tertentu, dan dengan tingkat yang berbeda-beda terutama akan
menghadapi suatu tindakan operasi. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena
individu merasa tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi hal yang mungkin
akan dialaminya.

Pada klien yang menjalani operasi faktor predisposisi kecemasan yang sangat
berpengaruh adala faktor psikologis, terutama ketidakpastian tentang prosedur
operasi yang akan dijalani dan dampaknya yang menimbulkan nyeri, komplikasi
bedah, perdarahan, cacat dan ancaman kematian.

Kekhawatiran klien pre operasi yang harus menunggu jadwal operasi dari instalasi
bedah sentral, dan mekanisme koping yang digunakan oleh individu dalam
menghadapi tindakan operasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan klien
tidak dapat dikendalikan sepenuhnya, sehingga skor kecemasan bisa saja tidak
berubah atau bahkan meningkat. Hal ini disebabkan karena respon kecemasan dan
mekanisme koping setiap individu berbeda-beda ketika menghadapi proses
operasi. Berbagai dampak psikologis yang muncul adalah adanya ketidaktahuan
akan pengalaman operasi yang dapat mengakibatkan kecemasan yang terekspresi
dalam berbagai bentuk seperti marah atau menolak terhadap kegiatan keperawatan

Klien cemas dan klien tidak cemas memberikan respon yang berbeda terhadap
pengobatan. Tingkat kecemasan klien dapat mempengaruhi respon klien terhadap
ansatesi dan analgetik. Klien yang mengalami kecemasan membutuhkan lebih
banyak obat anastesi utnuk mencapai efek sedatif atau membutuhkan peningkatan
dosis analgesik untuk mengatasi nyeri.
Kecemasan pada klien pre operasi dapat diatasi dengan melakukan relaksasi untuk
mengontrol kecemasan, salah satunya adalah dengan relaksasi napas dalam dan
mendengarkan musik

Napas dalam
Perubahan kemampuan responden dalam beradaptasi terjadi karena adanya
penambahan informasi pada diri klien melalui teknik relaksasi nafas dalam,
membuat klien sangat terbantu dalam mengatasi kecemasan dan terjadi
peningkatan peningkatan rasa percaya diri pada klien sehingga klien menjadi lebih
rileks dan mampu berfikir positif tentng operasi yang akan dihadapi.

Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu bentuk asuhan keperawatan.
Dalam hal ini prawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan napas
dalam, napas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana
menghembuskan napas secara perlahan. Teknik ini secara fisiologis dapat
meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan dari
teknik relaksasi napas dalam ini adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli,
memelihara pertukaran, mengurangi stres fisik maupun stre emosional yaitu
menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan.

Pada saat relaksasi, penggunaan energi akan menurun sehingga secara efektif akan
mencegah penurunan cadangan energi bagi tubuh dan mengurangi pemecahan
protein atau lemak (glukoneogenesis). Suatu mekanisme yang terbalik
sebagaimana pada keadaan cemas atau stress. Teknik relaksasi merupakan lawan
dari respon fisiologis kecemasan. Selain itu, relaksasi napas dalam akan
membantu tubuh secara fisiologis dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi

Teknik relaksasi memberikan individu kontrol diri ketika terjadi rasa tidak
nyaman atau stres fisik dan emosi. Teknik relaksasi dapat digunakan saat individu
dalam kondisi sehat maupun sakit. Teknik relaksasi tersebut merupakan upaya
pemulihan untuk membantu tubuh segera kembali dan beregenerasi setiap hari.
Teknik relaksasi mengarahkan individu dengan pengendalian diri ketika
kegelisahan terjadi. Penggunaan teknik relaksasi memungkinkan klien untuk
dapat mengurangi kegelisahan dihubungkan dengan kecemasan, mengurangi
tekanan pada otot, memperoleh manfaat maksimal dari priode istirahat dan tidur
dan yakin dengan keputusan.

Musik ternyata bukan hanya sebagai sarana hiburan belaka tetapi memiliki
manfaat terhadap kesehatan fisik dan mental, yaitu mempengaruhi gelombang
dalam otak. Sehingga daya berfikir dan ketajaman berkonsentrasi lebih tinggi.
Gelombang nada rendahseseorang dapat berada pada level ketenangan untuk bisa
melakukan meditasi secara baik. Musik juga akan mempengaruhi ambang
munculnya stress dan tekanan psikis lainnya, menyongkong terjadi relaksasi otot
dan menekan emosi. mendengarkan musik sebelum operasi bisa membantu
membuat pikiran dan tubuh klien menjadi lebih rileks serta mengembalikan
energy menjadi lebih segar/bersemangat. Bahkan bila mendengarkan musik secara
teratur pada waktu yang tepat ternyata bisa menjadi sebuah terapi yang
mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan. Salah satunya
menghilangkan cemas dan depresi.

Terapi musik bisa dilakukan untuk mengurangi rasa khwatir klien yang menjalani
berbagai operasi. Sebab, musik akan membantu mengurangi timbulnya rasa sakit
dan memperbaiki mood klien. Musik dapat mengaktifkan saraf menajdi lebih
rileks sehingga membantu pernapasan klien menjadi lebih baik.

Musik bertujuan untuk membantu mengekspresikan perasaan mengurangi


ketegangan otot, dan menurunkan kecemasan. Mendengarkan musik dengan
harmoni yang baik akan menstimulasi otak untuk melakukan proses analisa
terhadap lagu tersebut, melalui saraf koklearis musik ditangkap dan diteruskan ke
saraf otak kemudian musik akan mempengaruhi hipofisis untuk melepaskan
hormon beta endorphin (hormon kebahagiaan). Sehingga seseorang dapat lebih
tenang dan memberikan rasa nyaman dan sangat mempengaruhi tingkat
kecemasan seseorang dalam menghadapi sesuatu.
Musik sebagai gelombang suara dapat meningkatkan suatu respon seperti
peningkatan endorphin yang dapat mempengaruhi suasana hati dan dapat
menurunkan kecemasan klien.