Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


Sistem Gerak

Oleh:
Nama : Anindita Kumalasari
NIM : 140210103001
Kelas :A
Kelompok :4

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
I. Judul : Sistem Gerak
Topik : Sistem Gerak Pada Manusia
II. Tujuan
Mahasiswa mampu memahami struktur anatomi system gerak pada
manusia dan jenis-jenis gerak pada manusia
III. Dasar teori
Tulang merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting bagi
kehidupan manusia. Tulang memiliki fungsi penting sebagai organ vital sehingga
apabila terjadi kerusakan maka fungsi tubuh otomatis terhambat (Nurlaela, 2014:
82). Kerja dari tulang tidak maksimal tanpabantuan dari otot sehingga tulang
disebut juga sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif (Waluyo,
2012: 135). Adanya kerjasama antara otot dan tulang akan menyebabakan suatu
gerakan. Sehingga Gerak merupakan suatu tanggapan terhadap suatu rangsangan
baik dari dalam maupun dari luar yang disebabakan karena adanaya tulang dan
otot yang saling bekerja sama (Waluyo, 2012: 135). Gerak ini nantinya harus
distimulasi secara berulang-ulang agar nantinya dapat mengalami suatu gerakan
reflek secara otomatis berdasarkan aktifitas sehari-hari (Irdawati, 2012: 135).
Adapun fungsi rangka sendiri yaitu:
a. Tulang memberikan topongan dan bentuk pada tubuh
b. Pergerakan
Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian dan berfungsi
sebagai pengungkit. Jika otot-otot (yang tertanam pada tulang) berkontraksi,
kekuatan yang diberikan pada pengungkit menghasilkan gerakan.
c. Perlindungan
System rangka melindungi organ-oragn lunak yang ada dalam tubuh
d. Pembentukan sel darah (hematopolesis)
Sumsum tulang merah, yang ditemukan pada orang dewasa dalam tuylang
sternum, tulang iga, badan vertebrata, tulang pipih pada cranium, dan pada
bagian ujung tulang panjang merupakan tempat produksi sel darah merah, sel
darah putih dan trombosit darah.
e. Tempat penyimpan mineral
Matriks tulang tersusun dari sekitar 62% garam anorganik, terutama kalsium
fosfat dan kalsium karbonat dengan jumlah magnesium , klorida, florida, sitrat
yang lebih sedikit. Rangka mengandung 99% kalsium tubuh. Kalsium dan
fosfor disimpan dalam tulang agar bisa ditarik kembali dan dipakai untuk
fungsi-fungsi tubuh zat tersebut kemudian diganti melalui nutrisi yang
diterima (Sloane, 2003; 92).
e. Tulang telah muncul sebagai organ endokrin yang dapat mengatur energy
metabolism (Mosialou et all, 2017: 385 ).
Tulang terdiri dari sel dan matriks. Matriks tulang terdiri dari bahan
organik dan inorganik, yaitu 30% bahan organik, 55% bahan inorganik dan 15%
air (Nurlaela, 2014: 82). Sedangkan sel tulang terdiri dari osteoblast. Menurut
Palmiter (2017: 320) osteoblast merupakan bagian dari tulang yang membentuk
glikoprotein. Apabila osteoblast ini matang maka disebut sebagai osteosit.
Kemudian osteoklas yang akan mengahncurkan tulang (Gibson, 2003: 11).
Berdasarkan penyusunya tulang rawan dibagi menadi 3 yaitu :
1. Tulang rawan hialin
Tulang rawan hialin terdiri dari serabut kolagen. Tulang rawan kuat dan elastis
dan biasanya dijumpai pada tulang hidung, pada tulang iga, laring, trakea dan
bronkus.
2. Tulang rawan fibrosa
Tulang rawan fibrosa terbentuk oleh berkas-berkas serabut dan dijumpai pada
tempat-tempat yang memerlukan kekuatan yang besar. Tulang rawan fibrosa
ini terdapat pada rongga glenoid dari scapula, tulang rawan semilunar pada
lutut, tulang rawan penghubung seperti pada diskus intervertebralis.
3. Tulang rawan elastic
Tulang rawan elastic kuning sebab mengandung sejumlah serabut elastic
berwarna kuning. Terdapat pada daun telinga, epiglottis dan tabung eustakhius
(Pearce, 2009: 25).
Menurut Sloane (2000) rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka aksial dan
rangka apendikular. Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang dan bagian kartilago
yang melindungi dan menyangga organ-organ kepala, leher dan dada. Bagian
rangka aksial meliputi tengkorak, tulang hyoid, osikel auditori, kolumna
vertebrata, sternum dan tulang iga.
Menurut Waluyo (2012: 142) macam-macam skeletet berdasarkan letanya
terdiri dari :
1. Tulang tengkorak
Tengkorak otak terdiri dari : kubah tengkorak, dasar tengkorak dan
samping tengkorak
Tengkorak wajah terdiri dari : bagian hidung, bagian rahang dan bagian
pipi.
2. Tulang badan
Tulang belakang terdiri dari :
a. 7 ruas tulang leher (Vertebra servicalis)
b. 12 ruas tulang punggung (vertebra toracalis)
c. 5 ruas tulang pinggang (vertebra lumbalis)
d. 5 ruas tulang belakamg (vertebra sakralis)
e. 4 ruas tulang ekor (vertebra coccygeus)
Rangka badan (os. Thorax) terdiri dari :
a. 12 ruas tulang punggung (vertebra toracalis)
b. 12 pasang tulang rusuk (os. Costae)
c. Tulang dada (os. sternum)
Gelag bahu
a. Sepasang tulang belikat (os. scapula)
b. Sepasang tulang selangka (os. clavicula)
Gelang panggul terdiri dari :
a. Tulag kelangkang (os sacrum)
b. Sepasang tulang panggul (os coxa)
3. Tulang anggota badan
Tulang penyusun sebelah atas terdiri dari tulang berbentuk pipa dan
pendek yaitu :
a. Tulang lengan atas (os humerus)
b. Tulang hasta (os ulnaris)
c. Tulang pengumpil (os radius)
d. Tulang pergelangan tangan (os. carpale)
e. Tulang telapak tangan (os metacarpale)
f. Tulang jari (os phalangs)
tulang penyusun anggota bawah terdiri dari tulang berbentuk pipa dan
pendek yaitu :
a. Tulang paha (os femur)
b. Tulang kering (os tibia)
c. Tulang betis (os fibula)
d. Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
e. Tulang telapak kaki (os metatarsal)
f. Tulang jari kaki (os phalangs)
Menurut Waluyo (2012; 145) persendian pada tulang dibedakan menjadi 3
yaitu :
1. Sinartrosis
Hubunagan antar tulang ini tidak ada ruangan sehingga tidak ada
gerakan misalnya : suture korona yang menghubungkan tulang dahi
dan ubun-ubun.
2. Amfiathrosis
Karateristik dari sendi ini yaitu tulang dengan tulang dihubungkan oleh
tulang rawan hialin. Misalnya ; hubungan tulang rusuk dan tulang
dada.
3. Diartrosis
Hubungan antar tulang yang memungkinkan adanya gerakan meliputi :
a. Sendi engsel : gerakan satua arah misalnya ruas-ruas tulang jari
b. Sendi putar : gerakan memutar misalnya os ulna dan radius.
c. Sendi pelana : gerakan dua arah misalnya metacarpal dan os radius
pada ibu jari
d. Sendi peluru : gerakan ke segala arah misalnya : sendi bahu
e. Sendi datar mosalnya : pergelangan tangan.
Menurut Tim Pembina Praktikum (2017: 4) macam-macam gerak pada
sendi dibagi menjadi beberapa yaitu :
a. Flexi
b. Extensi
c. Adduksi
d. Abduksi
e. Rotasi
f. Pronasi
g. Inversi
h. Eversi
IV. Metode Praktikum
4.1 Alat
4.1.1 Alat
- Torso
- Praktikan
4.1 Prosedur Kerja
a. Struktur anatomi sistem gerak

Menampilkan torso di depan kelas

Menjelaskan macam-macam jenis tulang pada manusia

Praktikan menggambar jenis-jenis tulang pada manusia (tulang


penyusun exstremitas superior, tulang penyusun extremitas
inferior, tulang penyusun kepala dan tulang penyusun sumbu
b. Jenis-jenis gerak pada manusia
tubuh) dan menggambar torso secara lengkap beserta
keteranganya
Praktikan mempraktekkan beberapa jenis gerakan pada manusia
seperti adduksi, abduksi dan lain sebagainya.
Menggambar jenis-jenis gerak pada manusia
VI. PEMBAHASAN
Pada parktikum kali ini membahas mengenai Sistem Gerak Pada
Manusia. Gerakan dapat terjadi karena adanya tulang dan otot yang saling
bekerja sama sehingga nantinya menimbulkan suatu gerakan. Tulang disebut juga
sebagai gerak pasif dan otot disebut juga sebagai alat gerak aktif. Berdasarakan
(Sloane, 2003; 92) rangka memiliki beberapa fungsi yaitu tulang memberikan
topongan dan bentuk pada tubuh dengan adanya tulang maka tubuh kita dapat
berdiri tegak dan dapat memberi bentuk pada tubuh kita. Selain itu tulang juga
berfungsi sebagai pergerakan, adanya pergerakan dapat tejadi karean tulang
berartikulasi dengan tulang-tulang yang lain. Fungsi tulang selanjutnya yaitu
sebagai perlindungan, tulang berfungsi untuk melindungi organ-organ vital yang
sangat penting misalnya melindungi otak dan melindungi jantung dan paru-paru.
Kemudian tulang juga berfungsi untuk pembentukan sel darah (hematopolesis)
pembentukan sel darah ini dilakukan oleh sum-sum merah yang terdapat pada
tulang. Berbeda dengan sum-sum merah tulang juga dapat menyimpan energy
dalam bentuk lemak yag diismpan dalam sum-sum kuning pada tulang.
Selanjutnya fungsi tulang sebagai tempat penyimpan mineral, penyimpanan
mineral tersebut berupa kalsium dan fosfor yang disimpan di dalam tulang.
Menurut (Nurlaela, 2014: 82) tulang terdiri dari sel dan matriks. Matriks
tulang terdiri dari bahan organik dan inorganik, yaitu 30% bahan organik, 55%
bahan inorganik dan 15% air. Sedangkan sel tulang terdiri dari tiga macam
diantaranya yaitu osteoblast sebagai cikal akal terbentuknya sel-sel tulang.
Kemudian osteosit terbentuk dari osteoblast yang nantinya menjadi penyusun
tulang keras. Kemudian ada osteoklas sebagai penghancur tulang sehingga
nantinya tulang akan terus mengalami regenerasi.
Berdasarkan penyusunya tulang rawan dibagi menjadi 3 yaitu tulang rawan
hialin yang terdiri dari serabut kolagen yang mana terdapat pada saluran
pernapasan. Kemudian ada tulang rawan elastis memiliki banyak serabut elastin
dan sedikit serabut kolagen misalnya terdapat pada hidung dan telinga.
Selanjutnya ada tulang rawan serabut yang terdiri dari serat kolagen yang banyak
dan kaku misalnya ruas-ruas tulang belakang.
Berdasarkan parktikum yang telah dilakukan tulang berdasarkan
bentuknya dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Tulang pipa misalnya tulang lengan atas (humerus), femur, radisu dan ulna.
2. Tulang pendek misalnya tulang pergelangan tanagn (carpal)
3. Tulang pipih misalnya tulang belikat, tengkorak dan tulang rusuk.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan rangka manusia dibagi
menjadi dua bagian yaitu sumbu tubuh atau rangka aksial dan alat gerak atau
rangka apendikular. Rangka aksial terdiri dari beberapa bagian diantaranya yaitu
tulang tengkorak atau kranium dan tulang muka. Pada tulang kepala jumlahnya da
11 yang mana terdapat beberapa bagian diantaranya yaitu :
a. Os. Frontal :1
b. Os. Parietal :2
c. Os. Oksipital : 2
d. Os. Temporal : 2
e. Os. Svenoid :2
f. Os. Etmoid :2
Tulang muka berjumlah 14 yang mana terdiri dari beberapa bagian diantaranya
yaitu :
a. Os. Mandibular : 2
b. Os. Maksilar :2
c. Os. Nasal :2
d. Os. Zogomatik : 2
e. Os. Lakrimal :2
f. Os. Palatum :2
g. Os. Vomer :1
h. Os. Hyoid :1
Selain itu juga terdapat foramen magnum yang menjadi tempat keluarnya sum-
sum tulang belakang. Kemudian ada juga Condylusoccipitalis yang menjadi
tempat perlekatan sendi dan ototagar mempermudah pergerakan.
Kepala merupakan bagian sendi mati atau sinartrosis yang tidak
memungkinkan adanya suatu gerakan diaman pada bagain kepala ini terdapat
penghubung yang dinamakan suture. Ada empat suture pada bagaina kepala
dianytaranya yaitu :
a. Suture korona yang berfungsi menghubungkan natra pariental dan
oksipital
b. Suture sagittal yang berfungsi menghubungkan dua parietal
c. Suture lamboid yang berfungsi untuk menghubungkan parietal dan
oksipital
d. Suture squamosal yang berfungsi untuk menghubungkan temporal
dan parietal.
Selain bagian kranium rangka aksial juga terdiri dari tulang rusuk dan
tulang dada yang mana tulang rusuk terdiri dari :
a. Tulang rusuk sejati / costae vera : 7
b. Tulang rusuk palsu / costae spuria : 3
c. Tulang rusuk melayang / costae fluctuantes : 2
Tulang dada terdiri dari beberapa bagian diantaranya yaitu :
a. Tulang hulu / manubrium sterni
b. Tulang dada/ korpus sterni
c. Tulang taju pedang/ prosesus xyphoidus
Tulang penyusun tulang belakang juga terdiri dari beberapa macam diantaranay
yaitu :
a. Tulang leher/ servical vertebrae : 7
b. Tulang punggung/ thoracic vertebra : 12
c. Tulang pinggang/ lumbalis vertebre : 5
d. Tulang kelangkang os-sacrum ; 5
e. Tulang ekor / coccyy : 4
Pada ruas tulang belakang jika diliat dari penampang melintangnya maka terdapat
beberpa bagian diantaranya yaitu ;
a. Processus spinosus
b. Processus transfersus
c. Vertebra foramen
d. Vertical body
Selain dari rangka aksial pada tubuh manusia juga terdapat rangka
apendikular. Rangka apendikular ini terdiri dari ekstermitas superior dan
ekstermitas inferior. Ekstermitasa superior berbentuk pipa dan pendek yang mana
berjumlah 60 (ekstermitas superior kanan dan kiri). Ekstermitasa superior terdiri
dari :
a. Humerus :2
b. Radius :2
c. Ulna :2
d. Karpal : 8 >> 16
e. Metacarpal : 5 >> 10
f. Falanges : 14 >> 28
Ekstermitasa inferior berjumalh 60 (ekstermitas inferior kanan dan kiri) yang
terdiri dari :
a. Femur :2
b. Patella :2
c. Tibia :2
d. Fibula :2
e. Tarsal : 7 >> 14
Calcalenous (tempurung lutut)
f. Metacarpal : 5 >> 10
g. Falanges : 14 >> 28
Pada parktikum ini dibahas juga mengenai penghubung antara rangak
aksial dan apendikular yang disebut juga sebagai pergelangan bahu. Ada pectoral
girdle yaitu tempat perlekatan otot leher, otot ekstermitas atas, otot punggung dan
otot dada. Pada tulang belikat terdapat dua bagian yaitu bagian posterior dan
anterior. Pada bagian posterior terdiri dari :
a. Angularis inverior
b. Angularis superior
c. Fosa supraspinalis
d. Celah/ incisura scapulae
e. Spina scapulae
f. Acromion (kepala spina carpulae)
g. Cavita glenoides
Pada bagian anterior terdiri dari
a. Angularis inverior
b. Angularis superior
c. Fosa suprskapularis
d. Celah/ incisura scapulae
e. Spina scapulae
f. Acromion (kepala spina carpulae)
g. Cavita glenoides
Selain itu jga terdapat tulang selangka (clavicula) yang terdiri dari
beberapa bagian diantaranya yaitu :
a. Badan / corpus clavicula
b. Ujung dekat sternum (ekstermitas sternalis)
c. Ujung dekat acromion (ekstermitas akrominalis)
Selain itu ada juga bagian gelang panggul yang terdiri dari :
a. Tulang usus / illium
b. Tulang pubis/ kemaluan
c. Lengkung kemaluan/ pubic arch
d. Tulang duduk / ischium
e. Foramen obtunator : pembatas tulang kemaluan dan tulang duduk
Adapun fungsi tulang duduk adalah :
a. Penampang usus
b. Melindungi organ genitalia
c. Pelindung urinaria
d. Pelindung pencernaan bawah
Berdasarkan parktikum kali ini sendi pada manusia dibagi menjadi tiga
yaitu :
1. sinartrosis atau yang disebut sebagai sendi mati yang tidak memungkinkan
adanya suatu gerakan misalnya tulang tengkorak
2. amphiartrosis yaitu sendi yang memungkinkan sedikit gerakan misalnya
ruas-ruas tulang belakang
3. diartrosis yang memungkinkan gerakan bebas yang mana terdiri dari
a. sendi engsel : satu arah (lengan dan lutut)
b. sendi pelana : dua arah (metacarpal dan ibu jari)
c. sendi peluru : segala arah (humerus dan pectoral girdle)
d. sendi putar : gerakan memutar (tulang atlas)
e. sendi geser : pada ruas-ruas tulang karpal
Macam-macam gerak pada sendi ada beberapa diantaranya yaitu :
a. Flexi : memperkecil sudut
b. Extensi : memperbesar sudut
c. Supinasi : menengadah
d. Pronasi : menelungkup
e. Inversi : mengarah ke dalam sumbu tubuh
f. Eversi : mengarah ke luar sumbu tubuh
g. Adduksi : mendekati sumbu tubuh
h. Abduksi : menjauhi sumbu tubuh
i. Depresi : menengadah
j. Elevasi : mendongak
Pada saat melihat tubuh wanita dan pria sepertinya terdapat suatu
perbedaan yang mendasar diamana kita selalu berpikir bahwasanya pria memiliki
tubuh yang kekar dan kuat dibanding dengan wanita dan juga kebanyakan wanita
memeliki ukuran proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan pria. Lalu
bagaimana sebenarnya perbedaan antara rangka wanita dan pria. Perkembangan
tulang dalam tubuh wanita lebih cepat dibandingkan dengan pria sehingga
perkembanagan yang lama akan menghasilkan rangaka yang lebih kuat lagi.
Menurut Wirakusumah (2007: 13) jenis kelamin berpengauh terhadap rangka pria
dan wanita. Rangka wanita memiliki massa tulang yang lebih kecil yaitu 4 kali
lebih kecil disbanding pria. Umumnya massa tylang wnita 800 gram sedangkan
massa tulang pria 1.200 gram. Selain itu tubuh wanita lebih kecil disbanding
dengan tubuh pria sehingga juga berkaitan dengan tulang yang dimiliki wanita
dan pria.
Pada wanita perkembanagn lengkap pada tulang sekitar 18 tahun berbeda
dari pria yang cenderung lebih lama. sekitar 21 tahun. Pada pria tulangnya lebih
keras, berat dan besar sedangkan pada wanita tulangnya lebih kecil dan ringan.
Laki-laki umumnya memiliki tengkorak lebih besar dan lebih berat daripada
perempuan. Pada wanita tulang rusuk nya lebih pendek dari pada pria yang lebih
panajjng dan lebih melengkung. Menurut Sloane (2000: 109) sekitar 50 % wanita
memiliki ginekoid atau pelvis sejati perempuan yang diameternya lebih lebar dan
lebih lapang dibanding dengan pelvis pria.
Proses pembentukan tulang dimulai setelah terbentuknya tulang rawan.
Pada tulang rawan terdapat rongga yang berisi osteoblast yang mana nantinya
osteoblast ini akan membentuk osteosit dari arah dalam ke arah luar. Selanjjtnya
ketika sudah terbentuk osteosit maka osteosit ini nantik akan mengeluarkan cairan
berupa matriks yang berisi cairan kalsium dan fosfat sehingga tulang akan
mengalami pengerasan. Perubahan tulang rawan ini menjadi tulang keras
dinamakan osifikasi. Pembentukan tulang rawan menjadi tulang keras bisa di
contohkan pada tulang paha atau femur. Namun bagaimana dengan tulang rawan
yang tidak bisa menjadi tulang keras. Pada proses pembentukan hidung misalnya
atau pembentukan daun telinga yang mana kedua organ tersebut terbentuk dari
tulang rawan. proses pembentukan tulang rawan sendiri yaitu tulang rawan
terbentuk dari sel-sel kondroblas dan matriks sel diaman sel-sel kondroblas
tersebut yang nnatinya akan berkembang dan memiliki banyak serta kolagen dari
pada zat kapurnya sehingga tulang menjadi rawan. namun pada prosesnya tulang
rawan ini didalamnya terdapat ronggga yang berisi osteoblast sehingga nantinya
akn mengalami osifikasi membentuk tlang keras. Lalu bagaimana dengan tulang
hidung dan tulang pada telinga yang tiadak bisa menajdi tulang keras. Tula g
hidung dan telinga tidak mengalami osifikasi karena pada tulang tersebut rongga
tulang rawanya tidak terisi oleh sel osteoblast sehingga tulang tidak mengalami
pengerasan. Sehingga apabila dipegang maka tulang hidung dan telinga terasan
lebih lentur.
Proses pembentukan ini terjadi dikarenakan tulang telinga dan tulang
hidung tidak mengalami osifikasi menjadi tulang keras artinya pada tulang rawan
tersebut.

VII. KESIMPULAN
Rangka pada manusia terdiri dari dua bagian yaitu rangka aksial dan
rangka apendikular. Rangka aksila terdiri dari tulang kepala, tulang wajah, tulang
rusuk, tulang dada dan tulag belakang. Sedangkan rangka apendikular terdiri dari
ekstermitasa superior, ekstermitas inferior. Selain itu juga terdapat hubungan
antara rangka aksial dan apendikular yaitu pergelangan bahu, tylang selangka,
gelang panggul. Jenis-jenis geraka pada manusia terdiri dari flexi, extensi,
supinasi, pronasi, inversi, eversi, adduksi, abduksi, depresi, elevasi,

VIII. SARAN
Pada saat parktikum sebaiknya parktikan melihat terlebih dahulu secara
dekat bagaimana torso rangka tulang pada manusia sehingga ketika penjelasan
mahasiswa lebih mengerti.
DAFTAR PUSTAKA

Gibson, J. 2003. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. Jakarta:


Kedokteran EGC.
Irdawati. 2012. Latihan Gerak Terhadap Keseimbangan Pasien Stroke Non-
Hemoragik. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 7 (2).
Mosialou. I, Steven, Jian. 2017. MC4R-Dependent Suppression of Appetite By
Bone-Derived Lipocalin 2. Nature. Vol 543.
Nurlaela, Dewi. K, Dahlan D.S, Soejoko. 2014. Pemanfaatan Limbah Cangkang
Telur Ayam Dan Bebek Sebagai Sumber Kalsium Untuk Sintesis Mineral
Tulang. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. Vol 10 (81-850.
Palmiter, R. 2017. Bone-Derived Hormone Suppresses Appetite. Nature. Vol 543
Pearce, E. 2009. Anatomi Fisiologis untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka
Umum.
Sloane, Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: Kedokteran
EGC.
Tim Dosen Pembina. 2017. Penuntun Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia.
Jember: Universitas Jember
Waluyo. 2012. Biologi Umum. Jember: Universitas Jember.

Wirakusumah. 2007. Osteoporosis. Jakarta: Niaga Swadaya


LAMPIRAN
b
a