Anda di halaman 1dari 5

BAKTERI LISTERIA MONOCYTOGENES

MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS

MATAKULIAH PENGAWASAN MUTU MAKANAN

Dosen : Mira Sofyaningsih, STP., M.Si.

DISUSUN OLEH :

ELISA INDAH PARWATI 1505025051

GIZI 4-B

PROGRAM STUDI ILMU GIZI

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR.HAMKA

JAKARTA, 2017

A. Morfologi
Listeria monocytogenes merupakan salah satu bakteri patogen pada
hewan/ternak dan manusia. Bakteri ini berperan penting sebagai agen penyebab
foodborne disease yaitu penyakit yang ditularkan melalui makanan. Bakteri
Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) diklasifikasikan sebagai bakteri
gram positif, berbentu batang pendek dapat berbentu tunggal, tersusun paralel
membentuk rantai pendek atau seperti huruf V dan bergerak menggunakan
flagella pada suhu 20 - 25C. Diameter sel berukuran 0,4 0,5 m dan panjang
0,5 2,0 m. Pertumbuhan bakteri tersebut pada media agar dengan waktu
inkubasi lebih dari 24 jam akan menunjukkan variabilitas bentuk sel.
Temperatur optimal untuk pertumbuhan L. monocytogenes adalah 35C - 37C.
Bakteri ini mampu tumbuh pada temperatur 1 - 50C, mampu bertahan
hidup pada perlakuan pasteurisasi dengan suhu 72C selama 15 detik dan dapat
hidup pada pH 4,3 9,4. Listeria monocytogenes bersifat intraseluler fakultatif
dan psikotrofil. Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L.
monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam dan garam. Bakteri
L. monocytogenes juga membentuk biofilm yakni terbentuknya lapisan lendir
pada permukaan makanan. sangat kuat dan tahan terhadap efek mematikan dari
pembekuan, pengeringan dan pemanasan.

B. Penyebab Penyakit
Listeria monocytogenes adalah suatu bakteri yang dapat menyebabkan
infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, dan lanjut usia serta
orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang sehat juga dapat
terinfeksi bakteri Listeria dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti
demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. Listeriosis
merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes.

C. Waktu Inkubasi
Masa inkubasi (dari infeksi sampai gejala) dapat berkisar antara tiga
sampai 70 hari tetapi rata-rata kurang lebih tiga minggu. Listeriosis pada
manusia yang sehat, umumnya hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan
seperti demam, kelelahan, mual, muntah dan diare. Apabila listeriosis tidak
diobati, maka gejala dapat berkembang menjadi meningitis dan bakteremia.
Pada wanita hamil dapat mengalami flu-like syndrome dengan komplikasi
keguguran, bayi yang dilahirkan meninggal atau terjadi meningitis pada bayi
yang dikandungnya. Flu-like syndrome terjadi 12 jam setelah mengkonsumsi
makanan terkontaminasi dengan masa inkubasi 1 6 minggu. Pada anak-anak,
orang tua dan orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lemah, bakteri
dapat menyerang sistem syaraf pusat dan masuk dalam sirkulasi darah,
menyebabkan pneumonia. Abses atau lesi pada kulit juga dapat terlihat. Gejala
klinis tersebut tergantung pada umur manusia, kondisi kesehatan dan strain
bakteri yang menginfeksi

D. Cara Penularan
Listeria monocytogenes dapat menginfeksi bermacam-macam tipe sel
induk semang atau hospes baik sel ternak maupun manusia. Rute infeksi
diawali ketika bakteri L. monocytogenes melintasi saluran pencernaan setelah
hospes mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Selanjutnya, bakteri
tersebut masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebar ke jaringan hati, limpa,
plasenta ibu hamil/hewan bunting atau jaringan lain yang peka. Distribusi
bakteri tersebut diperantarai oleh makrofag. Di dalam sel yang peka, L.
monocytogenes akan bereplikasi di dalam sel sitosol sel hospes terinfeksi dan
menyebar dari satu sel ke sel yang lain tanpa terpapar oleh respon imun
humoral, komplemen atau sel polymorfo-nuclear
E. Sumber Penularan
Sumber penularan L. monocytogenes dapat terjadi pada beberapa aspek
mulai dari pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian. Pada pemilihan
makanan penularan biasanya terjadi pada produk seperti susu mentah, susu
yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju yang
dimatangkan secara lunak), es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah
yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, semua
jenis daging mentah, dan ikan mentah atau ikan asap. Pada saat pengolahan
makanan juga dapat terjadi penularan jika menggunakan alat masak yang telah
terkontaminasi L. monocytogenes. Kemampuannya untuk tumbuh pada
temperatur rendah hingga 1C memungkinkan bakteri ini berkembang biak
dalam makanan yang disimpan di lemari pendingin. Bahan pangan siap santap
tanpa pemanasan ulang dapat terkontaminasi oleh bakteri ini setelah proses
pengolahan atau dimasak tetapi belum dikemas.

F. Cara Pencegahan
Ada beberapa langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi bakteri
Listeria monocytogenes yaitu :
1. Bilas bahan mentah dengan air mengalir, seperti buah-buahan dan sayuran,
sebelum dimakan, dipotong atau dimasak. Bahkan jika sudah dikupas, tetap
harus dicuci terlebih dahulu.
2. Menggosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun, dengan
menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan
kain bersih atau kertas.
3. Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang, dan
makanan siap saji.
4. Cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong yang telah digunakan
untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan
pada produk makanan lainnya
5. Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan dan saat
akan makan.

DAFTAR PUSTAKA

Ariyanti, Tati. 2010. Bakteri Listeria Monocytogenes Sebagai Kontaminan


Makanan Asal Hewan (Foodborne Disease). Diunduh pada Selasa, 21
Maret 2017 pukul 23:05 WIB dari
http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/fullteks/wartazoa/wazo202-5.pdf?
secure=1
Mengenal Bakteri Listeria Monocytogenes. Diunduh pada Selasa, 21 Maret 2017
pukul 23:03 WIB dari http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=15012800001