Anda di halaman 1dari 27

KISAH 20 ORANG SUKSES YANG MEMILIKI

KETERBATASAN
1. Pengusaha Sukses Penyandang Cacat

Terlahir tanpa memiliki kaki, Sidik selalu menjawab Alhamdulillah sejak lahir saya
sudah begini jika ditanya perihal cacat di tubuhnya. Sidik adalah anak keenam dari
sepuluh bersaudara. Keluarganya tergolong miskin dan untuk menghidupi keluarga,
orangtua Sidik hanya mengandalkan warung kecil di depan rumahnya di Bogor.

Ketika akan melahirkan Sidik, Ibunya pernah mimpi bahwa ia akan melahirkan anak
cacat. Namun anak cacat itu akan membawa berkah dalam keluarga.
Alhamdulillah, tak lama setelah saya lahir, kata almarhumah Ibu, Ayah saya
langsung mendapat pekerjaan tetap, sehingga bisa membiayai pendidikan seluruh
anak-anaknya hingga SMA. kata Sidik di rumahnya yang sederhana di bilangan
Cempaka Putih.

Sidik memang lahir dengan kondisi yang memprihatinkan, ia tak memiliki kedua
kaki mulai dari pangkal paha. Sehingga boleh dibilang tubuhnya hanya separuh.
Sebelum menggunakan kursi roda, ia mengayunkan dua tangan guna menyeret
tubuhnya untuk berjalan.

Meski tubuhnya tak sempurna, sejak kecil Sidik tak pernah mau merepotkan orang.
Ia selalu berusaha melakukan semua aktivitasnya sendiri. Ia juga tak mau dipapah
atau digendong, Saya tak mau dikasihani orang, saya ingin sukses bukan karena
orang kasihan pada saya, tetapi karena kerja keras saya. katanya lugas.

Pada tahun 1992, Sidik menikah dengan Siti Rahmah yang juga penyandang cacat.
Dari perkawinan mereka lahirlah tiga anak perempuan yang sehat dan normal.
Belakangan anak kedua mereka meninggal dunia karena kecelakaan.

Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tapi tak


menghasilkan materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain.
Dengan bekal ijazah diplomanya, ia diterima di sebuah perusahaan kontraktor
sebagai staf personalia. Tapi belum lama ia bekerja, krisis moneter 98 menghantam
dan perusahaannya terpaksa tutup. Maka dimulailah periode Sidik menjadi
pengangguran. Tapi ia tak mau lama-lama menganggur, Sidik mulai mengikuti
berbagai kursus keterampilan yang diadakan oleh Pemda DKI untuk penyandang
cacat. Salah satu kursus yang memikat perhatian Sidik ialah kursus membuat
kerupuk dari singkong.

Dari belasan orang peserta kursus, hanya saya satu-satunya orang yang masih
bertahan membuat kerupuk sampai sekarang. Yang lain, tumbang. ujar Sidik.
Modalnya ketika itu sumbangan dari Pemda DKI sebesar satu juta rupiah. Bersama
istrinya Sidik kemudian memulai usaha membuat kerupuk dari singkong. Dulu
belum ada merek, plastiknya pembungkusnya masih polos. katanya. Pada awal
produksi ia memproduksi sekitar 100 bungkus kerupuk berukuran 2 ons dari bahan
baku singkong 10 kilogram. Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru
habis setelah sebulan lebih. katanya mengenang.

Prosesnya pembuatan kerupuk singkong terbilang lebih rumit dibanding membuat


keripik singkong. Jika membuat keripik singkong cukup dengan memotong-motong
batang singkong menjadi irisan tipis lalu digoreng dan selesai. Membuat kerupuk
singkong prosesnya adalah singkong yang sudah dikupas kemudian diparut, parutan
itu lalu dibuat menjadi adonan dengan mencampur berbagai bumbu rasa dan
sedikit tepung. Setelah itu adonan dibentuk kembali menjadi seperti batang
singkong dan dijemur. Setelah adonan sedikit liat, adonan kemudian diiris tipis-
tipis. Irisan itu tidak langsung digoreng, tetapi kembali dijemur sekitar dua hari agar
kering. Setelah kering, irisan kerupuk singkong baru digoreng.

Dari hanya mengolah 10 kilogram singkong, kini Sidik mengolah sedikitnya 50


hingga 100 kilogram singkong setiap bulannya. Ia juga sudah punya merek lengkap
dengan cap di pembungkus produknya. Saya beri nama merek Cap Gurame, ini
sama sekali tak ada hubungannya sama ikan gurame, tetapi gurame adalah
singkatan dari Gurih, Renyah, Enak, katanya tersenyum. Kalau nanti ada biaya,
merek ini saya mau patenkan. tambahnya.

Semua pekerjaan produksi dari mulai membeli singkong hingga memasarkannya ia


kerjakan sendiri dibantu istrinya. Setiap hari ia keluar masuk kampung menawarkan
kerupuk daganganya ke warung-warung atau koperasi-koperasi di kantor
pemerintahan. Saya menggunakan sistem konsinyasi atau titip jual, harga dari
saya empat ribu, terserah mereka menjualnya berapa, tapi bisanya mereka jual
lima ribu rupiah. kata Sidik.

Dari usaha yang ditekuni sejak tahun 1999 ini, memang belum terlalu banyak
menghasilkan materi. Sidik masih tinggal di gedung bekas tempatnya bekerja di
bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Rumahnya pun hanya terdiri dari tiga petak
yang disekat papan tripleks termasuk di dalamnya ruang produksi kerupuk Cap
gurame tersebut.

Beruntung ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya
menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk operasional usaha. Namanya juga
tidak punya kaki, saya sempat bingung juga, bagaimana mengendarainya? Tapi
Sidik tak kehilangan akal, ia mendesain motornya agar tuas perseneling dapat
dioperasikan dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah sebuah motor
dengan tongkat besi tambahan yang ditempel di perseneling dan injakan rem. Tak
lupa ia juga menempelkan gerobak disampingnya untuk mengangkut muatan.
Motor itu benar-benar membantu mobilitas dan produktivitas usaha saya. ujar
Sidik.

Saat ini Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya, setiap hari ia masih
berkeliling ke koperasi-koperasi atau warung di seluruh pelosok Ibukota. Bahkan
saat Kabari mewancarainya, dua kali telepon selularnya berbunyi dari orang yang
meminta agar pasokan kerupuk Cap Gurame segera dikirim.

Namun dalam menjalankan usahanya ini, Sidik juga mengalami berbagai kendala,
seperti modal dan permintaan yang terbatas. Saya ingin sekali mendapat
tambahan modal, atau minimal ada orang yang mau menjadi mitra usaha untuk
mengembangkan bisnis ini. Saya punya mimpi suatu saat kerupuk saya ini dimakan
sama orang Amerika. ujarnya.

Sidik juga mengaku kesulitan memasok produknya ke pasar modern seperti


supermarket atau hipermaket. Wah selain bentuknya mesti perseroan, mereka
(para pengelola pasar modern-red) juga meminta deposit uang mas, jelas kalah
sainganlah saya kata Sidik lugas.

Kalau soal rasa, kerupuk Cap Gurame memang gurih dan renyah. Rasanya yang
campuran pedas dan asin cocok dinikmati sebagai cemilan atau sebagai lauk.

Kini, dari hasil usahanya Sidik mengantungi keuntungan berkisar 1 sampai 2 juta
rupiah perbulan. Meski jumlahnya kecil, apa yang diperbuat Sidik termasuk luar
biasa. Dengan keadaan yang terbatas, ia menjadientrepreuner sejati. Meminjam
rumusnya Pak Ciputra, pengusaha dan dosen mata kuliah enterpreunership,bahwa
Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 persen penduduknya menjadi entepreuner,
barulah menjadi negara makmur, maka Sidik telah memulainya bertahun-tahun
lalu. Jika benar apa kata Pak Ciputra, maka jelaslah Indonesia membutuhkan orang-
orang gigih seperti Sidik.

2. Angkat Martabat Penyandang Cacat Lewat Kain Perca

Irma Suryati mengalami kelumpuhan saat usia 4 tahun akibat polio. Kehidupannya
menuju usia dewasa adalah kisah panjang yang penuh perjuangan. Irma yang
bersuamikan Agus Priyanto, yang juga penyandang cacat kaki, telah membuktikan
bahwa seburam-buram harapan, selalu ada celah yang bisa membawa berkah dan
peluang di masa depan.

Pasangan itu berhasil membangun usaha kerajinan keset dengan modal kain-kain
sisa. Usaha mereka kini sudah sampai ekspor ke beberapa negara, dan mereka kini
memiliki 2.500 pengrajin dan 150 diantaranya adalah penyandang cacat.

Irma telah menerima banyak penghargaan, antara lain Wirausahawati Muda Teladan
dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2007), Perempuan Berprestasi 2008 dari
Bupati Kebumen (2008), dan Penghargaan dari Jaiki Jepang, khusus untuk orang
cacat.

Pada Awalnya

Sejak bayi, Irma Suryati sudah menderita layu kaki. Penyebabnya adalah virus Polio.
Meski masih bisa berjalan normal sampai sekolah menengah atas (SMA), kaki Irma
mudah lemas.Kalau disenggol, langsung jatuh, ujar wanita kelahiran Semarang, 1
Januari 1975 ini.

Sejak saat itu, sang ayah menyuruh Irma, menggunakan tongkat untuk berjalan
hingga kini. Kondisi kaki itulah yang mendorong Irma melakukan sesuatu yang
berarti bagi dirinya dan orang lain. Setelah lulus dari SMAN 1 di Semarang, Irma
mencoba membuat keset dari kain perca, benda sederhana untuk membersihkan
telapak kaki.
Aku mencoba membuat keset dari kain sisa industri garmen, ujar Irma.
Kebetulan, di dekat rumahnya di Semarang terdapat banyak sisa kain industri
garmen. Kain sisa itu ia jahit menjadi aneka bentuk keset.

Awalnya, keset itu dibuat hanya untuk kebutuhan sendiri. Lambat laun, karyanya
mulai dilirik tetangga. Pasar kecil pun mulai terbentuk. Keputusan menjadi perajin
keset makin bulat ketika ia menikah dengan Agus Priyanto, penyandang cacat yang
jago melukis. Mereka sepakat membuka usaha kecil pembuatan keset pada 1999.
Kala itu, Irma dan Agus dibantu 5 karyawan.

Ketika usaha mereka mulai berkembang, Irma merasa tak leluasa lagi menjalankan
usaha di rumah orang tuanya. Pada 2002, pasangan muda ini memutuskan pindah
ke Kebumen, kampung halaman Agus. Mereka membeli rumah di Jalan Karang
Bolong kilometer 7, Desa Karangsari, Kecamatan Buayan, Kebumen. Dari rumah
itulah Irma mengendalikan usahanya.

Irma tak mau membuat usaha ecek-ecek. Ia membentuk usaha berbadan hukum
yang diberi nama Usaha Dagang Mutiara Equipment. Perempuan itu juga
membentuk Pusat Usaha Kecil Menengah Penyandang Cacat. Awalnya susah sekali
mengorganisasi orang, kata Irma.

Namun Irma adalah sosok yang tidak mau mengalah pada keadaan. Ia mendatangi
penduduk dari rumah ke rumah untuk mendorong ibu rumah tangga menjadi
produktif dengan mengajari mereka membuat keset. Perempuan sekarang harus
berdaya secara ekonomi, katanya.

Menuai Hasil

Irma juga pernah menanggung sinisme dan cibiran oleh orang-orang yang melihat
usaha itu dengan sebelah mata, apalagi ketika mereka melihat kaki Irma yang
cacat, tapi Irma tak patah semangat. Hasilnya pun mulai tampak. Ia berhasil
mengajak beberapa ibu rumah tangga belajar membuat keset. Ketika sudah
terampil, mereka mendapat pasokan bahan baku dan mesin jahit dari Irma.

Saat masyarakat mulai menyadari tentang manfaat keterampilan yang diberikan


Irma, minat menjadi pembuat keset pun tak terbendung. Irma membuat koperasi
simpan pinjam pada 2003 untuk menampung kegiatan ekonomi 1.600 pembuat
keset hasil binaannya.

Anggota koperasi keset ini tersebar di 11 kecamatan di Kebumen. Irma juga


menggunakan jaringan pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK). Akhirnya, usaha
keset ini merambah ke Banyumas dan Solo. Bahkan Irma menggandeng kelompok
waria dan pekerja seks komersial di Purwokerto. Hasilnya, 20 waria dan pekerja seks
komersial bisa membuka gerai di perumahan Limas Agung, Purwokerto.

Tiap bulan, perajin mendapat kiriman kain sisa sebagai bahan baku. Irma
mendatangkan 10 ton kain sisa dari Semarang setiap bulan. Omzet bulanannya bisa
mencapai Rp 40-50 juta.

Untuk strategi pemasaran, Irma mengandalkan 15 penjual. Selain itu, ia juga


menitipkan barang produksinya di beberapa gerai yang tersebar di banyak kota.
Salah satunya adalah di showroommilik Kementerian Pemuda dan Olahraga di
Jakarta. Kebetulan, Irma sering bertemu dengan Pak Menteri, Adyaksa Dault.

Saya juga diajak oleh Menpora waktu itu, Pak Adhyaksa Dault ke
Melbourne, Australia mewakili Indonesia dalam pameran kerajinan. Padahal
pameran itu sebetulnya untuk umum, bukan penyandang cacat. Benar-benar
membanggakan karena kami penyandang cacat setara dengan orang
normal, ungkapnya.

Ekspor Produk
Selain memasarkan produk di dalam negeri, Irma juga memasarkannya ke luar
negeri, yakni Austarlia, Jerman, Jepang, dan Turki. Selama ini masih memakai jasa
orang lain. Ke depan nanti, saya ingin mengekspornya sendiri agar lebih
untung, tutur Irma.

Irma mengadakan pertemuan tiap tiga bulan sekali untuk menjaga kualitas
produknya. Forum itu diikuti koordinator tiap kecamatan. Selain membicarakan
kualitas produk, ia juga memperkenalkan inovasi baru kerajinan tangan.

Saat ini, Irma memproduksi 42 macam keset. Ada yang berbentuk elips, binatang,
atau bunga. Di pasaran, keset-keset itu dijual Rp 15 ribu untuk konsumen dalam
negeri, dan Rp 35 ribu untuk konsumen luar negeri.

Sukses membuat keset tak lantas membuat ibu lima nak ini ongkang-ongkang kaki.
Ia dan kawan-kawannya terus mengembangkan kerajinan lain, misalnya membuat
kotak tisu dari lidi. Ada orang Turki yang memesannya, ujar Irma.

Kini Irma membuat desain sajadah dari tikar pandan. Kebetulan, di Kebumen
banyak perajin pandan yang belum mampu membuat kerajinan dengan bahan baku
anyaman pandan. Padahal kalau dibentuk menjadi kerajinan, nilai jualnya akan
meningkat, ujar Irma.

Ironisnya, pengikut Irma justru kebanyakan datang dari luar desanya. Bahkan
banyak penduduk tidak mengenal sosok Irma, meskipun mereka tinggal di desa
yang sama. Oh, orang yang cacat itu ya? kata salah satu tetangga Irma ketika
ditanya Tempo.

Sebagai penyandang cacat, Irma bukanlah orang yang cengeng. Cacat bukan
halangan untuk berkarya, kata dia. Irma mengaku sering sedih melihat para
penyandang cacat yang masih terdiskriminasi, terutama yang ingin menjadi
pegawai negeri sipil. Karena itulah Irma memutuskan membuka lapangan kerja
sendiri. Rencananya saya akan membangun pabrik di belakang rumah, khusus
untuk orang cacat, ujar Irma.

Rencana ke Depan

Irma kini membangun rumah bagian belakang dengan ukuran sekitar 7 m x 9 m.


Meski tergolong kecil, tetapi rumah yang hampir selesai tersebut akan dipakai untuk
menampung para penyandang cacat. Mereka bakal bekerja dan diberikan tempat
menginap.

Kami memang menyiapkan tempat bagi penyandang cacat yang rumahnya


jauh. Jika mau menginap, silakan saja, tetapi tempatnya juga sederhana seperti ini.
Di sini bisa dijadikan pusat usaha penyandang cacat. Niat saya memang bagaimana
para penyandang cacat bisa lebih kreatif dan mereka mampu mandiri. Itu secara
langsung akan mengangkat martabat penyandang cacat dan mengubah pandangan
masyarakat kalau penyandang cacat hanya bisa mengiba dengan menjadi seorang
peminta-minta, tandasnya.

3. Profil Sukses Pebisnis Online Meskipun Cacat


Saya sudah sering membaca nama Habibie Afsyah dalam dunia Bisnis Online
Indonesia. Kabarnya beliau adalah salah satu orang Indonesia (cacat) yg berhasil
mendapatkan komisi $2000 dari Amazon.com .
Namun berita tsb hanya Saya baca sepintas saja tanpa keinginan untuk mengetahui
lebih lanjut siapa sebenarnya sosok Habibie Afsyah. Sampai suatu ketika Saya
langsung tertarik membaca profilnya setelah dapat buku gratis berjudul
KELEMAHANKU ADALAH KEKUATANKU.
Ceritanya buku gratis tsb saya dapat dari Suwandi Chow ketika upgrade
keanggotaan di KayaDariFacebookMarketing menjadi member berbayar. Plus saya
minta dikirimkan seluruh materi KayaDariFacebook Marketing yg berjumlah 12 video
dan Ebook tsb ke rumah dg menambah ongkos kirim.
Proses nyampainya CD materi KayaDariFacebookMarketing ke rumah Saya sangat
cepat, hanya 1-2 hari setelah membayar ongkos kirim dan konfirmasi pembayaran.
Selain buku gratis tentang Profil Habibie Afsyah, didalam paket CD tsb juga
disertakan buku Blueprint Kesuksesan karya Motivator Tommy Siawira. Sungguh
harga upgrade menjadi member berbayar sangat seimbang dengan materi yg
didapat dan Bonus 2 Buku Fisik yg sangat memotivasi.
Sebenarnya 2 Buku Motivasi tsb bisa saja Anda beli di Toko Buku Gramedia, namun
dengan upgrade menjadi member berbayar di KayaDariFacebookMarketing (plus
ongkos kirim), kita tinggal menerima buku tsb di rumah.

Kenapa Saya mau Upgrade keanggotaan di KayaDariFacebookMarketing?


Karena Saya mau belajar mendapatkan Prospek/member dari kelimpahan anggota
facebook yg sudah berjumlah lebih dari 300 juta orang. Kalau anggota Facebook
dari Indonesia sudah mencapai 10 juta lebih. Saya melihat Cara yg dipakai Suwandi
Chow telah meningkatkan jumlah pengunjung websitenya secara drastis dan gratis
lagi.

Berbekal panduan Video dan Ebook Suwandi Chow, Saya sedang menyusun
halaman Fan page untuk BisnisDavit dan Group untuk RahasiaWebsitePemula di
Facebook. Namun Saya akui Saya masih belajar sambil jalan..he..he..he..!

Oke, kembali ke Buku Riwayat Hidup (Otobiografi) tentang Habibie Afsyah yg


mendorong Saya menulis Artikel di Blog ini. Buku Otobiografi yg ditulis Habibie
Afsyah tsb menjelaskan riwayat Beliau dari mulai lahir, tantangan hidup sebagai
orang cacat, hingga menemukan dunianya sukses menjadi pebisnis online.

Anda mungkin akan kaget jika mengetahui bahwa Habibie Afsyah telah sukses
menjadi pebisnis Online pada usianya 21 tahun (saat bukunya dibuat thn 2009). Di
usia mudanya, Habibie sudah mendirikan Yayasan Habibie Afsyah untuk
mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya. Habibie terlahir
sebagai bayi montok dan sehat yg membuat orangtuanya tidak menaruh curiga
terhadap keadaan fisik anaknya.
Baru pada Usia 8 bulan, orang tuanya mulai curiga karena Habibie kecil belum juga
bisa merangkak seperti bayi normal lainnya. Mulailah Habibie di bawa ke Dokter
oleh Ibunya untuk mengetahui penyebab terlambatnya perkembangan fisik tsb.

Setelah dibawa ke berbagai Rumah Sakit dan bertemu dengan banyak dokter,
diketahui ternyata Habibie menderita penyakit Muscular Dystrophy Progressive tipe
Backer.

Ada kelainan di otak kecil Habibie yg menyebabkan perkembangan syaraf


motoriknya terganggu, sehingga pertumbuhannya terhambat dan mengalami
kelainan. Bahkan ada Dokter yg memprediksi umurnya hanya sampai 25 tahun saja.

Habibie sering dibawa ke mana-mana oleh Sang Ibu untuk berobat, baik ke dokter
spesialis, maupun ke pengobatan alternatif. Semua dilakukan Ibunya agar
mendapatkan kesembuhan bagi Sang Anak. Bahkan Habibie sempat dibawa terapi
khusus dengan memasukkan tubuhnya ke dalam semacam kotak. Kakinya
dimasukkan sepatu khusus dengan penyangga besi.

Namun Habibie merasa proses terapinya sangat menyakitkan. Dalam setiap terapi
sekitar 15-30 menit itu Habibie kecil selalu menangis ; Sakit Ma, sakit. Udah ma,
Dede ngak mau, jeritnya. Karena terapi yg menurut Habibie menyakitkan tersebut,
pangkal pahanya sempat terlepas dari tulang mangkoknya. Dan hal itu membuat
pertumbuhan kakinya menjadi tidak seimbang. Kaki Habibie menjadi panjang
sebelah.

Namun keadaan cacat telah mengajarkan Habibie untuk ikhlas menerima keadaan
yg diberikan Tuhan. Hal itu bisa dia terima dengan apa adanya.

Yang membuat sangat berat adalah tantangan hidup untuk mendapatkan perlakuan
layak dari lingkungan sekitar. Memang Beliau sangat merasakan diskriminasi ketika
mau mendaftar ke sekolah, mau menikmati liburan di tmp wisata bersama keluarga,
dan lain sebagainya.
Sebagian sekolah beralasan belum memiliki fasilitas untuk menampung Anak Cacat
yg berkursi roda untuk belajar di sekolah normal.Ibu Habibie lah yg berjuang keras
ke sana-ke mari untuk mencari tempat pendidikan buat anaknya. Termasuk suatu
ketika mendaftarkan Habibie pada Kursus Dasar Internet Marketing selama 2 hari dg
pengajar dari Singapura, Mr. Fabian Lim.

Ceritanya setelah bergelut dengan perjuangan untuk bisa lulus sekolah hingga SMA,
Habibi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dia didaftarkan ibunya ikut Kursus Dasar Internet Marketing. Biayanya lumayan
besar, Rp. 5 juta. Usai Kursus Dasar Internet Marketing tsb, Habibie mengaku tidak
tahu harus melakukan apa lagi karena dia merasa benar-benar buta tentang bidang
yg baru dipelajarinya itu. Dia merasa nol besar untuk bidang internet marketing ini.
Apalagi kursus yg diberikan dalam Bahasa Inggris dan memakai Alih bahasa
(tanslator).

Habibie memang sering membuka internet, namun itu hanya untuk bermain game
online sebagai pengisi kesibukannya di rumah. Katanya Komputer yg dipakai juga
masih numpang di komputer kakaknya.
Belum habis kebingungan Habibie, Selang beberapa bulan kemudian, habibie
diikutkan kembali oleh ibunya untuk ikut Kursus tingkat lanjut (advanced) Internet
Marketing dg pembicara yg sama dari Singapura,Fabian Liem. Sebenarnya Habibie
sempat menolak karena tidak enak melihat Ibunya harus menjual Mobil sewaannya
hanya agar dia bisa ikut pelatihan tsb. Karena Biaya Kursus tingkat lanjut itu
mencapai Rp. 15 Juta.

Dia sempat berdebat dengan ibunya, namun Ibunya tetap memberikan semangat
kepada Habibie dan mendorongnya untuk bisa berhasil. Anggap saja kamu kuliah,
begitu kata mamanya. Akhirnya dengan dorongan mamanya, Habibie mau juga ikut
kursus mahal itu.
Di kursus advanced tsb, habibie mengikuti kuliah setiap 2 minggu selama 3 bulan.
Di tempat kursus inilah pertama kalinya Habibie berkenalan dengan Suwandi Chow,
alih bahasa (Translator) kursus itu dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Setelah belajar 3 minggu, Habibie berhasil mendapatkan penjualan pertama dari


Amazon.com dg Produk Game PS3. Meski komisinya cuma $24, Habibie senangnya
bukan kepalang karena baru kali ini bisa menghasilkan uang dari internet. Pada
komisi pertama ini Habibie sebenarnya rugi karena biaya iklan lebih besar dari
komisi.

Namun Habibie terus berusaha sampai dia bisa mendapatkan komisi $124, $500,
$1000, dan $2000 dari Amazon. Semua memerlukan proses belajar dan praktek
secara konsisten. Uang hasil penghasilan dari Amazon dipakai Habibie untuk
mengikuti kursus-kursus internet marketing lain, seperti Eprofitmatrix, Dokterpim,
dan Indonesia Bootcamp.

Dari kursus dan praktek internet marketing, Habibie sudah bisa menerbitkan Ebook
Panduan Sukses dari Amazon dan membuat situs Listing Rumah (rumah101.com).
Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eprofitmatrix bersama Gurunya, Suwandi
Chow. Itulah pertama kali Habibie menjadi Trainer seminar meskipun usianya masih
20 tahun.

Sejak itu, Habibie sering diundang menjadi pembicara seminar internet marketing di
kampus-kampus, hingga diliput koran, tabloid, dan majalah. Puncaknya Habibie
diundang pada acara Kick Andy di Metro TV pada episode Kasih Tiada Bertepi.

4. Dari Pemungut Bola jadi Pengusaha Sukses

Saat ditemui Monang tengah sibuk mengepak kerupuk jangek ke dalam plastik. Itu
salah satu usaha sampingannya di Jalan SMAN 2 Medan kawasan Polonia yang
belum lama dilakoninya, sembari mengontrol para pekerja yang terlihat sibuk
memaku triplek dengan desain sebuah rumah kecil. Itulah usaha utamanya berupa
Rumah Barbie. Miniatur rumah yang biasa digunakan anak-anak untuk boneka
barbie. Usaha yang telah dilakoninya sejak 2002.

Beginilah ini usaha saya sejak kembali ke Medan tahun 2002. Saya lihat di sini kan
belum ada seperti ini. Saya temukan ide ini melihat usaha kawan-kawan di Jawa.
Jadi di awal saya langsung perkenalkan dengan membuka tiga cabang. Syukurnya
banyak yang respon.

Biasanya pembeli dari kalangan bermobil yang ingin membelikan buat anaknya,
kata Monang.
Dengan sedikit modifikasi, rumah Barbie dari bambu yang diganti dengan triplek ini
mengundang banyak peminat. Tidak hanya pembeli dari Medan, Monang menyebut
produknya bisa sampai ke daerah-daerah lain di Sumut maupun provinsi luar seperti
Pekanbaru, Jambi, Surabaya, dan Kalimantan Timur.

Kebanyakan sih dari Medan. Tapi saya juga pasarkan di luar. Biasanya saya
produksi 30-40 rumah sebulan. Juga bisa permintaan sesuai selera, ungkap pria
kelahiran Kisaran ini. Ada tiga jenis rumah barbie yang ditawarkan sesuai ukuran
dan jumlah lantai rumah. Selain itu Monang juga membuat kuda-kudaan, miniatur
bus ALS. Ia juga menjual miniatur perabotan untuk menghias rumah barbienya.
Yang paling kecil Rp350 ribu satu lantai. Ada yang Rp700 ribu dua lantai dan Rp800
ribu lebih lebar. Ada juga kuda-kudaan dan mobil-mobilan, terangnya.

Namun Monang tidak dengan mudah sampai di level ini. Ia memulainya dengan
penuh kerja keras. Beberapa kali ia jatuh namun selalu punya semangat untuk
bangun kembali. Sebelum menjadi pengusaha ia lebih dulu berkarir sebagai atlet
cacat. Berawal dari pemungut bola di lapangan tenis, Monang bangkit dari
kecelakaan yang merenggut satu kakinya. Saya dulu SD merantau ke Jakarta.
Kabur naik truk mengikuti jejak kawan yang berdagang di sana. Sekitar tahun 80-
an saya ditawari kerja memungut bola tenis lapangan. Pagi jam 6 udah mulai kerja.
Sorenya lagi, katanya.

Keadaan ini membuat Monang mulai menyukai tenis. Diberikan raket oleh
seseorang yang biasa berlatih di lapangan itu, Monang mulai berlatih dengan kursi
rodanya. Karena kami kerja disitu kan bebas pakai lapangan. Selagi tidak ada yang
main. Ya sudah saya latihan dengan sesama pemungut bola yang lain. Lambat laun
saya mulai bisa main, ujarnya.

Dua tahun berselang ia mencoba peruntungan ikut Kejurnas Piala Ibu Tien Soeharto
untuk cabang tenis kursi roda. Saya berani-beranian ikut. Karena orang-orang di
lapangan tenis menganggap saya bisa. Saya membela tim DKI. Masuk final dengan
sesama DKI. Dari situ saya menang, kenangnya. Sejak itu, pria kelahiran 10
Oktober 1962 ini pun serius menjalani karir sebagai atlet tenis meja kursi roda.
Puncaknya ia terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga di luar negeri. Di antaranya
Thailand, Korea, Jepang. Tahun 1995 saya main ke Belanda, Melbourne baru
Olimpiade antar orang cacat di Inggris. Tapi saya gugur saat seleksi di Malaysia
memperebutkan kejuaraan di Amerika tahun 1997, ungkapnya.

Dari situ ia mendapat perbekalan untuk membuat rumah boneka. Termasuk juga
pembekalan di Yayasan Orang Cacat di Jakarta. Monang pun memutuskan hijrah ke
Medan. Namun ia tak lantas meninggalkan karirnya sebagai atlet. Ia diminta
memperkuat Sumut berlaga di PON antar orang cacat di tahun 2002 di Palembang.
Disitu sudah buat rumah Barbie.

Tapi saya mendapat tawaran dari dikontrak jadi atlet Sumut karena saya juga
kelahiran Kisaran. Saya mengikuti dua cabang olahraga. Cabang tenis saya meraih
emas dan lari kursi roda meraih perunggu, tambahnya.

Setelah itu ia mulai memutuskan pensiun jadi atlet. Sempat menjadi sopir taksi
lintas kota, berbekal uang bonus dari Alm Tengku Rizal Nurdin (ketika itu Gubernur
Sumut, Red) Monang akhirnya konsentrasi mengembangkan usahanya. Waktu itu
dapat Rp30 juta. Dengan tabungan saya juga sebagai atlet saya kembangkan usaha
ini, lanjutnya.

Begitupun cobaan kembali hadir. Kebakaran lima tahun silam menghanguskan


seluruh usahanya. Namun ia bangkit dan kembali merintisnya hingga berkembang
seperti saat ini. Bersama istri dan dua orang anaknya, Monang kini bisa tersenyum
dengan kerja kerasnya. Ia juga bisa membuka lowongan kerja untuk lima
pekerjanya. Waktu kebakaran itu saya ikhlas saja. Yang penting keluarga saya
selamat. Yang penting tetap semangat dan pantang menyerah, pungkasnya.
5. Sukses Membuka Usaha Setelah Bangkit Dari Bencana

Memiliki kekurangan fisik ternyata tidak membuat Tarjono Slamet menyerah pada
keadaan. Lelaki berusia 39 tahun ini sempat merasa putus asa ketika Ia harus
kehilangan kaki kirinya dan mengalami kerusakan syaraf pada sepuluh jari
tangannya, akibat kecelakaan kerja yang dialaminya pada tahun 1990.

Saat itu Tarjono Slamet yang bekerja di PLN unit Klaten sedang memperbaiki
jaringan sebuah menara bertegangan tinggi bersama dengan kedua rekannya.
Sayangnya takdir berkehendak lain, pekerjaan tersebut tidak berjalan lancar dan
tubuh Tarjono kesetrum listrik tegangan tinggi yang mengakibatkan dirinya tak
sadarkan diri selama satu hari satu malam dan mengalami cacat permanen hingga
sekarang ini.

Meskipun awalnya cukup berat bagi Tarjono untuk menerima musibah tersebut,
namun Ia tidak lantas berpangku tangan dan menjadi beban bagi orang lain.
Dengan dukungan penuh dari keluarga dan para sahabatnya, Tarjono mulai bangkit
dan ikut bergabung di sebuah yayasan rehabilitasi penyandang cacat di kota
Yogyakarta. Disanalah Tarjono mendapatkan pemulihan mental dan berbagai
pendidikan serta keterampilan khusus yang kini menjadi modal utamanya dalam
menjalankan bisnis kerajinan kayu.

Perjalanan Membuka Usaha

Setelah mendapatkan bekal keterampilan ditambah dengan pelatihan yang


diikutinya hingga Selandia Baru, Belanda, dan Australia, Tarjono memutuskan untuk
mendirikan CV. Mandiri Craft yang memproduksi aneka macam alat peraga edukatif
yang terbuat dari kayu. Dengan modal uang sebesar 150 juta yang didapatkannya
dari sisa tabungan selama bekerja di PLN, Tarjono merekrut 25 orang karyawan
yang semuanya juga penyandang cacat dari daerah Semarang, Gunung Kidul,
Magetan, dan Banyuwangi.

Bisnis tersebut berkembang cukup pesat hingga berhasil mendatangkan omset


penjualan setiap bulannya 150 juta rupiah pada tahun 2005 sampai awal tahun
2006. Namun, keberhasilan tersebut harus kembali diuji dengan bencana gempa
bumi 5,9 SR yang meluluhlantakkan sebagian besar kota Yogyakarta, termasuk juga
tempat usaha milik Tarjono. Mesin-mesin, serta satu container produk siap ekspor
hancur tertimbun bangunan yang roboh karena bencana tersebut, bahkan
diperkirakan kerugian yang ditanggung Tarjono saat itu mencapai angka milyaran
rupiah.

Dengan modal usaha dan semangat yang masih tersisa, Tarjono mencoba mengajak
rekan-rekannya untuk kembali bangkit menata ulang Mandiri Craft yang sempat
hancur terkena bencana gempa bumi 5 tahun silam. Kegigihan tersebut ternyata
membuahkan hasil yang manis, Tarjono mendapatkan bantuan dari donatur di
berbagai negara, seperti Belanda, Malaysia, dan Jepang.

Semangat, ketekunan, serta kemandirian Tarjono dalam memberikan kesejahteraan


bagi 55 orang karyawannya yang semuanya penyandang cacat, mengantarkan
lelaki kelahiran Pekalongan ini sebagai penerimaDanamon Award 2010 dan berhasil
memajukan usahanya hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.
Mandiri Craft kini telah menjadi produsen aneka mainan edukatif yang memiliki
dua showroom besar yaitu di Jl. Parangtritis km 7,5 dan di Jl. Parangtritis km 9
Yogyakarta.

Semoga profil pengusaha Tarjono Slamet yang sukses membuka usaha setelah
bangkit dari bencana, memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya,
dan tak mudah putus asa. Lakukan apa yang Anda bisa, dan berikan manfaat bagi
orang di sekitar Anda. Selalu ada peluang bila Anda mau untuk mencobanya. Salam
sukses.

6. Kisah Sukses Usaha Jilbab Lima Perempuan Cacat

Keterbatasan kemampuan tubuh ternyata memberi kelebihan dalam tekad dan


semangat berusaha. Berbekal keahlian menyulam, menjahit dan ketrampilan
lainnya sekelompok perempuan penyandang cacat maju ke arena persaingan pasar
dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Anggrek di Dusun Ketiron,
Desa-Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Barat. Dalam dua tahun saja,
setiap bulan kelompok usaha ini sudah mampu mengirimkan 8.000 jilbab ke Jakarta,
Surabaya serta kota-kota lainnya.

Awalnya, dua tahun lalu, kami beranggota lima orang yang semuanya cacat tubuh.
Dengan modal seadanya ternyata produksi jilbab kami laris manis, kenang Sapto
Yuli Ismiarti ditemui Surya di sela-sela acara Pasar Ramadan yang berlokasi di
halaman Pemkab Pasuruan, Senin (25/8/2008). Dengan kerja kerasnya bersama
empat kawannya yang lain, usaha perempuan berjilbab beranak tiga yang kakinya
harus ditopang dengan besi ini berhasil berkembang pesat. Dari 5 orang itu, Yuli
berhasil merekrut kawan-kawannya yang juga penyandang cacat hingga 20 orang.
Bahkan Yuli dan keempat kawannya juga merekrut tenaga kerja dengan tubuh
normal hingga sebanyak 30 orang.

Usaha kami berkembang berkat binaan instansi terkait yang sangat membantu,
sehingga order semakin banyak. Kami terus merekrut pekerja baik yang cacat
tubuh maupun yang normal dan total mencapai 50 orang, terang Yuli.

Kendati cacat fisik, masing-masing anggota KUB Anggrek memiliki keahlian khusus.
Aprilia, perempuan dengan tinggi tubuh hanya 50 centimeter, ternyata kaki dan
tangannya yang pendek itu sangat piawai mendesain motif jilbab. Lestari, yang
kedua kakinya cacat, sangat ahli menjahit. Kalau saya kebagian menyulam jilbab
dan seharinya minimal dapat menyelesaikan 25 jilbab. Hasilnya dapat untuk
membantu kebutuhan rumah tangga, urai Hiroh yang tangan kirinya mengecil ini.

Harga jilbab produksi KUB Anggrek bervariasi antara Rp 4.000 hingga Rp 70.000.
Jilbab yang harganya termurah umumnya dibeli oleh para jamaah haji untuk
dijadikan cinderamata bagi para tamu yang bertandang. Jilbab yang dihargai Rp
70.000 kualitasnya bagus dengan disain motif sangat indah, dan peminatnya rata-
rata dari kelas ekonomi menengah ke atas.

Pasar Ramadan, yang digelar oleh Pemkab Pasuruan, menampilkan produk-produk


unggulan dari berbagai kecamatan di kabupaten itu. Tersedia pula tawaran paket
sembako murah bagi para pengunjung. Gula yang di pasaran berharga Rp 5.500, di
Pasar Ramadan dijual Rp 4.500 setiap kilonya. Beras yang harga normalnya Rp.
5.000/kilo atau Rp 15.000 untuk tiga kilo dijual dengan harga Rp 12.000 per tiga
kilo.

Pasar Ramadan digelar serempak di delapan kecamatan, dan panitia menyediakan


sebanyak 5.671 paket sembako yang hanya dijual Rp 20.000 per paket, kata Noor
Edy Putranto, Kabag Perekonomian saat mendampingi Bupati Pasuruan, Dade
Angga.

7. Kisah Hidup Sukses Nick Vujicic Tanpa Tangan Tanpa Kaki

Terlahir sebagai seorang cacat dengan banyak kekuranganternyata tidak


menghalangi seorang Nick Vujicic untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi
sekitarnya. Sempat depresi dan ingin bunuh diri diusia 8 tahun.namun kemudian
dia sadar bahwa hidup harus dia syukuriapapun keadaannya. Akhirnya perlahan
namun pastidia menjadi seorang motivator hebat yang menduniadan berhasil
memotivasi jutaan orang di seluruh dunia untuk terus meraih mimpi. Lebih lanjut
mengenai kisah hidup seorang Nick Vujicicsimak artikel berikut yang saya
terjemahkan dari wikipedia :

Nicholas James Vujicic (lahir 4 Desember 1982) adalah seorang pengkhotbah,


seorang pembicara motivasi dan Direktur organisasi nirlaba Hidup Tanpa Limbs.
Lahir tanpa anggota badan karena gangguan Tetra-amelia langka, Vujicic harus
hidup dengan kesulitan dan penderitaan sepanjang masa kecilnya.

Namun, ia berhasil mendapatkan lebih kesulitan ini dan, di tujuh belas, mulai
organisasi sendiri nirlaba Life Without Limbs. Setelah sekolah, Vujicic dihadiri
universitas dan lulus dengan besar ganda. Dari titik ini, ia mulai perjalanan sebagai
seorang pembicara motivasi dan hidupnya menarik lebih banyak liputan media
massa. Saat ini, dia secara teratur memberikan pidato tentang topik, seperti cacat,
harapan, dan menemukan arti hidup.

Kehidupan awal

Anak pertama lahir dari sebuah keluarga Serbia , Nick Vujicic lahir di Brisbane,
Australia dengan gangguan Tetra-amelia langka: tanpa kaki, hilang kedua lengan di
tingkat bahu, dan tak berkaki tapi dengan dua kaki kecil, salah satu yang memiliki
dua jari kaki. Awalnya, orangtuanya hancur. Vujicic adalah sehat.

Tumbuh

Hidupnya penuh dengan kesulitan dan kesulitan. Salah satunya yang dilarang oleh
hukum negara bagian Victoria dari menghadiri sekolah utama karena cacat fisik,
meskipun ia tidak mengalami gangguan mental. Selama sekolahnya, undang-
undang tersebut berubah, dan Vujicic adalah salah satu siswa cacat pertama yang
akan diintegrasikan ke sekolah mainstream

Ia belajar menulis dengan menggunakan dua jari-jari kaki di kaki kirinya,. Dan
perangkat khusus yang meluncur ke nya jempol kaki yang dia gunakan untuk
pegangan. Dia juga belajar menggunakan komputer dan mengetik menggunakan
tumit dan kaki metode (seperti diperlihatkan dalam pidatonya), melemparkan
bola tenis, main drum pedal, menyisir rambutnya, sikat gigi, menjawab telepon,
mencukur dan mendapatkan dirinya segelas air (juga ditunjukkan dalam pidato).

Epiphany
Ditindas di sekolahnya, Vujicic tumbuh sangat tertekan, dan pada usia 8, mulai
memikirkan bunuh diri. Pada usia 10, ia mencoba untuk menenggelamkan dirinya
dalam 4 inci air, tapi tidak pergi melalui dengan itu dari cinta untuk orang tuanya.
Setelah memohon pada Tuhan untuk tumbuh lengan dan kaki, Nick akhirnya mulai
menyadari bahwa prestasi adalah inspirasi bagi banyak orang, dan mulai bersyukur
kepada Tuhan karena hidup.

Sebuah titik balik penting dalam hidupnya adalah ketika ibunya dia menunjukkan
artikel surat kabar tentang seorang pria berhubungan dengan cacat berat. Ini
dipimpin dia untuk menyadari bahwa ia bukan satu-satunya dengan perjuangan
besar. Seiring berjalannya waktu Nick mulai memeluk situasinya dan mencapai hal-
hal yang lebih besar. Dalam tujuh kelas Nick terpilih kapten dari sekolah dan bekerja
dengan dewan mahasiswa di sana pada berbagai acara penggalangan dana bagi
badan amal lokal dan kampanye cacat. Ketika ia berumur tujuh belas, ia mulai
memberikan ceramah di kelompok doa nya, dan akhirnya mulai organisasi non-
profit nya, Life Without Limbs.

Pada tahun 2005 Nick dinominasikan untuk Muda Australia of the Year Award.

Karir

Nick lulus dari universitas pada usia 21 dengan dua jurusan Akuntansi dan
Keuangan Perencanaan. Ia memulai perjalanannya sebagai seorang pembicara
motivasi, fokus pada topik yang remaja saat ini wajah. Dia juga berbicara di sektor
korporasi, meskipun tujuannya adalah untuk menjadi seorang pembicara
inspirasional internasional, baik di tempat Kristen dan non-Kristen. Ia secara rutin
melakukan perjalanan internasional untuk berbicara dengan jemaat-jemaat Kristen,
sekolah, dan rapat perusahaan. Dia telah berbicara kepada lebih dari tiga juta orang
sejauh ini, di lebih dari 24 negara di lima benua (Afrika, Asia, Australia, Amerika
Selatan, dan Amerika Utara).

Vujicic mempromosikan karyanya melalui acara televisi seperti The Oprah Winfrey
Show dan juga dengan menulis. Buku pertamanya yang berjudul Hidup Tanpa
Batas:. Inspirasi untuk ridiculously Good Life (Random House, 2010)

Nya DVD motivasi, Greater Life Purpose, tersedia di website Life Without Limbs
Sebagian dari DVD difilmkan di tahun 2005, menampilkan film dokumenter singkat
tentang kehidupan rumah nya, dan bagaimana ia melakukan hal-hal biasa tanpa
anggota badan.. Bagian kedua dari DVD difilmkan di gereja setempat di Brisbane,
dan merupakan salah satu dari pidato pertama motivasi profesional. Sebuah DVD
bagi kaum muda adalah berjudul: Tidak Arms, No Legs, No Kekhawatiran: Pemuda
Version pidato motivasi Nya dapat dilihat pada Website Speaker Biro Premiere..
Vujicic saat ini tinggal di California. pertama televisi Vujicic Wawancara seluruh
dunia, fitur pada 20/20 (ABC) dengan Bob Cummings disiarkan pada tanggal 28
Maret 2008.

Dia muncul dalam film pendek The Circus Butterfly yang memenangkan Doorpost
Film Projects tahun 2009, dan penghargaan Film Pendek Terbaik di Method Fest Film
Festival, di mana Vujicic juga dianugerahi Aktor Terbaik dalam film pendek. Butterfly
Circus juga baru saja memenangkan Film Pendek Terbaik di Feel Good Film Festival
di Hollywood pada tahun 2010.

8. Kisah Orang Sukses: Menyelesaikan Lomba Marathon Tanpa Kaki

Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh
dunia. Lomba ini berjarak 42 km, mengelilingi kotaNew York. Jutaan orang di seluruh
dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.

Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob
Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena
terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya
untuk melemparkan badannya ke depan.

Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish.
Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk
tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai
kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang
mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-
iseng. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis
panitia.
Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob
Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan
kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung
tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian
kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya ke depan dengan kedua
tangannya.

Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya tak henti-hentinya
berseru, Ayo Bob! Ayo Bob! Berlarilah terus. Karena keterbatasan fisiknya, Bob
hanya mampu berlari sejauh 10 km dalam satu hari. Di malam hari, Bob tidur di
dalam sleeping bag yang telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya.

Empat hari telah berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Willen. Tinggal dua
kilometer lagi yang harus ditempuh. Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter
lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya mulai habis. Bob perlahan-
lahan bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak di sana tangan Bob
sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan
mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja,
namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.

Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah-tengah gemuruh suara penonton


yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang
berteriak, Ayo Bob, bangkit! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu,
dan tegakkan badanmu! Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat
bangun! Jangan menyerah! Cepat bangkit!!!

Perlahan Bob mulai membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat
membara lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat-lompat ke
depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis
finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu.
Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di
Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil
menyelesaikan lari marathon.

Di hadapan puluhan wartawan yang menemuinya, Bob berkata, Saya bukan orang
hebat. Anda tahu, saya tidak punya kaki lagi. Saya hanya menyelesaikan apa yang
telah saya mulai. Saya hanya mencapai apa yang telah saya inginkan. Kebahagiaan
yang saya dapatkan adalah dari proses untuk mendapatkannya. Selama lomba, fisik
saya menurun drastis. Tangan saya sudah hancur berdarah-darah, tapi rasa sakit di
batin saya terjadi bukan karena luka itu melainkan ketika saya memalingkan wajah
saya ke garis finish. Jadi, saya kembali fokus menatap goal saya. Saya rasa, tidak
ada orang yang gagal dalam berlari marathon ini. Tidak masalah Anda mencapainya
berapa lama, asal Anda terus berlari. Anda disebut gagal bila Anda berhenti.

9. Farida: Sukses Meski Cacat

Usia Farida Oeyono (47) yang akrab dipanggil Afa baru empat tahun saat demam
menyerangnya. Pagi itu, saat bangun tidur tubuh kecilnya panas dingin. Kaki Afa
lemah tak mampu untuk berjalan. Ia tak lagi lincah bermain. Berbulan-bulan hanya
berbaring.

VIRUS POLIO

Afa memutar ingatannya. Tahun 1964, Pangkal Pinang, Bangka, tempat tinggalnya
belumlah seperti sekarang. Saat itu, fasilitas kesehatan teramat minim. Bahkan,
seingat Afa, di sana hanya ada satu dokter. Akhirnya orangtua membawa Afa ke
sinshe, diberi obat masuk angin.

Tak terbayangkan bahwa itu ternyata virus polio. Kami tinggal di kampung, jadi
kurang informasi kesehatan. Orangtua mengira cuma masuk angin biasa, tutur
anak kelima dari delapan bersaudara pasangan Tjen Sui Ho dan Harjanto Oeyono.
Pekerjaan orangtua Afa adalah petani sederhana dan pedagang es keliling. Mereka
sibuk bekerja tiap hari untuk bisa memenuhi kebutuhan. Oleh sinshe pula, Afa
disarankan berobat jalan dan diterapi di rumah. Kakek merawat saya hampir
setahun. Kaki direndam air hangat supaya peredaran darah lancar. Kalau pagi, saya
diajak berjemur supaya kena sinar matahari. Afa belajar berjalan kembali. Ia
membutuhkan bantuan tangan orang lain untuk memegangnya berjalan. Jalannya
tertatih. Langkah demi langkah.

INGIN MANDIRI

1978. Lulus SMEA, Afa nekat keJakarta menyusul kokonya, Muk Sak. Afa sempat
melamar menjadi tukang jahit di perusahaan konveksi. Namun mengalami kesulitan
dengan mesin jahit listrik. Kaki kanan Afa terasa sakit saat menginjak mesin,
bertahan hanya 2 hari saja. Lalu Afa melontarkan keinginan untuk bekerja pada
kokonya. Muk Sak tidak setuju dan minta Afa tinggal di kampung saja, menerima
uang bulanan darinya. Afa berontak, ia tak mau mengandalkan kiriman. Ia harus
bekerja. Koko keberatan saya bekerja. Dia nggak tega, tapi tak mampu menolak.
Karena saya bilang, kalau nggak diterima di tokonya, saya akan cari di tempat lain.
Akhirnya saya diterima. Afa mengerjakan banyak pekerjaan operan kokonya. Dari
pemesanan, ngecek dan mengurus pengiriman barang. Sedangkan Muk Sak
memperluas usaha di luar kota. Seluruh pekerjaan di Jakarta, di bawah pengawasan
Afa. Wow tanggung jawab besar. Ini tantangan. Saya berdoa minta kekuatan
Tuhan. Kadang Afa harus melakukan pekerjaan dengan cepat. Tenaga kerja
terbatas. Afa harus bisa melakukan pekerjaan seperti ngepak barang-barang dan
lari ke gudang menghitung barang masuk.

Ketika melakukan tugas di luar meja, orang-orang melihat keadaan kaki Afa. Inilah
proses belajar Afa untuk tidak malu kondisinya diketahui orang lain. Hampir seluruh
teman bisnis adalah kaum pria.

MERINTIS USAHA

Toko bangunan pertama milik kokonya berada di Pasar Jembatan Merah. Setelah
hampir 17 tahun mengerjakan pekerjaan kokonya, Afa tertantang membuka usaha
sendiri. Mampukah? Pertanyaan itu selalu timbul tenggelam di hati dan Afa coba
menepiskan. Bukankah selama ini Tuhan telah menolong? Melakukan hal-hal yang
tak pernah terlintas dipikirannya.

Maka ketika keinginan itu tumbuh di hatinya, Afa membawanya pada Tuhan.
Kerinduan itu hanya disimpan dalam hatinya. Baru dua tahun kemudian Afa
memberanikan diri mengungkapkannya pada salah satu importir. Dialah Ko Bun
Ing, pemilik Toko Besi Gunung Subur, Surabaya. Ko Bun Ing menanggapi dengan
positif. Dulu, pertama kali melihat kaki saya, dia bilang nggak perlu malu dan
minder. Afa senang seperti mendapat tanda untuk bisa mandiri. Masalah
selanjutnya, bagaimana ia menyampaikan keinginannya itu pada kokonya. Ada
perasaan tak enak hati, tapi sesuatu harus dicoba. Meskipun agak khawatir, koko
senang saya mau berjuang. Cici juga mengkhawatirkan kondisi saya, bagaimana
kalau orang meremehkan dan menipu saya. Namun akhirnya mereka melepas
saya

Selama bekerja, Afa rajin menabung. Menyimpan uangnya dari tahun ke tahun.
Tabungan itulah yang dipakainya merintis usaha di tahun 1995. Ditambah lagi Muk
Sak memberinya uang jasa.Afa kaget ketika beberapa importir menelepon
mengucapkan selamat atas langkah beraninya. Tak hanya itu. Mereka juga
mengatakan siap menyuplai barang-barang yang dibutuhkan Afa. Ko Bun Ing
telepon ke importir lain untuk bantu saya. Bahkan dia bilang akan back up kalau
usaha saya ada apa-apa.

RANCANGAN-NYA INDAH

Dua belas tahun sudah, Afa punya usaha sendiri. Menyemai harapan dalam
keterbatasan. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Afa membeli dan menempati ruko
Permata Kota berlantai 3 di daerah Tubagus Angke, Jakarta Barat. Di tempat inilah
Afa ngantor. Selain toko-toko bangunan di Jakarta, Afa juga memasok di daerah
Sumatera, Jambi, Palembang, Lampung, dan tempat kelahirannya, Bangka. Kalau
ketemu teman sewaktu di Bangka, mereka suka bilang, nggak kira Fa, kamu bisa
begini Saya bilang ini karena pertolongan Tuhan.

Melalui jerih payahnya, Afa bisa keliling ke banyak negara. Salah satunya
melancong ke Gedung Putih, WashingtonDC. Ah, manalah terpikir semua itu. Di
Gedung Putih saya terharu banget, ketika datang langsung disambut polisi wanita.
Dia mengawal, melayani penuh keramahan dan memberikan jalur khusus karena
kondisi kaki saya. Saat di lift, momen tak terlupakan. Kursi roda saya menginjak kaki
tentara, eeh malah dia yang berulang kali minta maaf. Padahal seharusnya saya
yang minta maaf. Di negara Barat mereka sangat mengutamakan penyandang
cacat, ungkap penyuka olah raga tenis itu. Bertemu banyak orang, Afa kerap
ditanya mengenai berbagai hal. Dari keterbatasan fisik sampai kehidupan
pribadinya.

Ada yang langsung tanya, anak sudah berapa? Saya jawab ada dua, laki-laki dan
perempuan. Mereka di pedalaman Papua di Pantai Kasuari. Setelah menyantuni
mereka lewat World Vision, saya seperti punya anak. Suatu kali nanti saya ingin
bertemu mereka, tutur Afa yang masih melajang itu tertawa. Ia bahagia, bersyukur
bisa menolong orang lain mendapatkan pendidikan. Afa tergabung di Laetitia,
sebuah lembaga pelayanan bagi penyandang cacat. Padahal dulu kalau ketemu
orang cacat saya sering ngumpet. Gimana ya, kenangnya tertawa lepas. Hidup Afa
membuktikan bahwa tak ada yang mustahil bagi-Nya.

10. Gadis Cilik di China tanpa dua kaki mampu berjalan dan berenang

Qian Hongyan, yang dipaksa untuk menggunakan setengah bola basket sebagai
tubuh palsu itu, menginspirasi jutaan orang dengan ambisinya untuk bersaing
sebagai perenang dalam Pralimpiade 2012 di London.

Pada tahun 2000, Qian Hongyan, terluka tragis dalam sebuah kecelakaan mobil
ketika ia masih 3 tahun. Untuk menjamin kelangsungan hidupnya, para dokter
terpaksa mengamputasi kakinya.

Keluarga Qian , tinggal di Zhuangxia, Cina, tidak mampu membayar prosthetics


modern dan sebagai gantinya digunakan setengah bola basket untuk Qian berjalan.
Setelah pada bola, dia menggunakan dua alat peraga kayu untuk membantu
bergerak di sekeliling.

Dia berjuang untuk hidup dengan basket sebagai sebuah underprop, berjalan
antara sekolah dan rumahnya. Cerita gadis itu dilaporkan secara luas di negara
tersebut, dan menarik perhatian Kementerian Keamanan Cina dan Pusat Rehabilitasi
dan Riset China. Qian sekarang memiliki sepasang kaki palsu yang tepat, tapi masih
mengatakan dia suka menggunakan bola basket dari waktu ke waktu karena lebih
mudah baginya untuk masuk dan keluar dari kolam.

Berikut adalah 10 orang cacat (tanpa kaki) yang mempunyai kemampuan yang
sangat luar biasa, ada yang menjadi juara gulat, pemain skateboard dan menjadi
bintang indias got talent, simak kisah mereka semoga menjadi inspirasi agar kita
yang mempunyai anggota tubuh komplit tidak gampang menyerah

11.Pegulat berkaki satu yang menjadi juara nasional

Anthony Robles dari Arizona State University hanya memiliki satu kaki, tapi itu tidak
menghentikan dia dari menjadi juara nasional gulat kelas berat . Lahir dengan satu
kaki, Robles mengambil kelas 125-pound dengan 7-1 kali menang atas juara
bertahan Matt McDonough of Iowa. kinerja Robles tiga-hari membuatnya
mendapatkan penghargaan gula.

Ia mengambil kontrol dalam periode pertama, melompat keluar untuk memimpin 7-


0 dengan pencopotan dua poin dan dua ternyata mengenai bahu McDonough untuk
menambah lima poin lagi. Robles menggunakan daya gripping pada orang-orang
bergantian. Gaya Miring saya karena saya punya pegangan yang kuat, dan itu
karena kruk saya, katanya.

12. Pemain American Football tak berkaki yang juga menjadi raja
homecoming
Ini bukan Photoshop. ini Bobby Martin dari Dayton Ohio. Ia dilahirkan tanpa kaki dan
benar-benar bermain sepak bola. Dia juga raja homecoming .Dia berjuang dengan
susah payah untuk menjadi raja. Dia menempatkanBobby Martin (4) Homecoming
King tanda-tanda di seluruh sekolah dan memberikan pidato yang penuh gairah di
reli yang berakhir dengan dia melakukan push-ups secepat-api yang lebih seperti
handstands Setidaknya salah satu dari lawan-lawannya meminta maaf. Untuk
berlari menabraknyaa dan bahkan ia berjanji akan memilih dia

13. Orang tak berkaki yang ikut lari Marathon di New York

Lance Benson 36 tahun dan lahir tanpa kaki. Namun dia tidak membiarkan hal itu
menghentikannya. Dia bersaing dalam acara-acara olahraga dengan duduk di atas
skateboard dan menggunakan tangannya untuk mendorong dirinya sendiri. Ia
membuka lewat New 2005 ING York City Marathon hanya dalam 3 jam dan 37
menit, dan berkompetisi di Miami 2006 ING Marathon juga.

koneksi Benson dengan jalan mulai sebagai latihan sederhana pada tahun 2004. Dia
adalah marathoner hanya di negara untuk menggunakan skateboard dalam
marathon sepanjang 42 KM. Dia adalah seorang pria yang, bahkan ketika masih
anak- anak, menolak untuk duduk di kursi roda dan saat balita, dia belajar berjalan
di prostesis,

14. Penari tak berkaki yang menjadi Bintang Indias Got Talent
Seorang penari hip-hop tak
berkaki muncul pada reality show televisi India,dengan gerakan cepat dan lincahnya
dia menari dengan keterampilan akrobatik. Temui 21 tahun Vinod Thakur, dia
meraih ketenaran setelah tampil di acara televisi India Got Talent.

Lahir tanpa kaki, dia dengan cepat belajar cara berjalan dengan tangan di
rumahnya di Timor Delhi. Acara TV bagian dari kerajaan global Simon Cowell
membawa hadiah seebsar 68.000, jauh dari gajinya sebelumnya sebanyak 85
sebulan, saat ia melakukan perbaikan ponsel. Apa lagi, dia adalah mahasiswa
ekonomi dan dia mulai menari lima bulan sebelum itu dia berlatih sendiri dengan
melihat video yang dia download di warnet setempat.

15. Wanita tak berkaki yang Membesarkan 130 Anak

Xu Yuehua 55 tahun , yang kehilangan kakinya dalam sebuah kecelakaan kereta api
pada usia 13 tahun, telah menghabiskan 37 tahun membesarkan anak-anak di
sebuah lembaga kesejahteraan sosial. Dia telah membawa lebih dari 130 anak-
anak. Dia bergerak tanpa kaki dengan menggunakan kursi; dia menghabiskan hari-
harinya pada sepasang bangku kecil, sehingga anak-anak memanggil dia Mama
bangku.
Mama Bangku merasa senang merawat anak-anak ini dan tidak menyesal
melakukannya. Xu Yuehua, yatim piatu pada usia dini, mengabdikan dirinya untuk
membesarkan anak-anak di Rumah Kesejahteraan Sosial Xiangtan , Di sini juga
adalah tempat yang sama yang membantunya melalui kesulitan-kesulitannya.

16.Lelaki tak berkaki yang menjadi seorang pemain skateboard

Italo Romano adalah seorang pemain skateboard berbakat yang tidak memiliki kaki.
kehidupannya dan cara di mana ia telah mengatasi kendala utama menggambarkan
bagaimana pikiran manusia dan tubuh manusia dapat beradaptasi cukup baik
dalam menghadapi kesulitan besar.

17. Fotografer tak berkaki yang mengambil gambar orang-orang yang


menatapnya

Ketika Kevin Connolly berumur sepuluh tahun saat keluarganya membawanya ke


Disney World, tapi untuk beberapa pengunjung taman hari itu, itu Connolly yang
cepat menjadi daya tarik utama. Lahir tanpa kaki, Connolly sudah terbiasa dengan
tatapan orang asing tetapi saat itu akan membantunya mulai memahami bahwa
lensa bisa bekerja di kedua arah.

Pada perjalanan solo ke Eropa, lebih dari satu dekade kemudian, ia merasa orang
menatapnya.Connolly mengangkat kamera ke pinggulnya, dan memotret tampang
orang itu. Connolly akan mengulangi kegiatannya ini sampai 32.000 kali lebih
selama perjalanannya, menciptakan beragam portfolio individu dari berbagai
negara

Dia memposting beberapa fotonya secara online, dengan judul Pameran


Rolling.Banyak dari orang-orang yang bertemu, tidak menunggu dia untuk
menjelaskan alasan tidak adanya kakinya. Sebaliknya, mereka secara otomatis
membuat narasi mereka sendiri, sesuai dengan lingkungan mereka sendiri atau
perasaan pribadi. Sebagai contoh, saat bepergian di Selandia Baru seorang wanita
bertanya Connolly jika dia adalah korban serangan hiu. Di Rumania beberapa orang
mengira dia seorang pengemis, di sebuah bar di Montana seseorang
membelikannya bir dan mengucapkan terima kasih atas jasanya,karena dia percaya
bahwa Connolly adalah seorang veteran terluka dari Perang Irak.

18. Orang tak berkaki yang mendaki Tembok China


Seorang pria yang kehilangan kakinya dalam kecelakaan kereta api naik Tembok
Besar China pada tahun 2006. Huang Jianming dari kota selatan Cina Shenzhen
kedua kakinya diamputasi pada tahun 1994, setelah ia jatuh dari gerbong kereta .
tingginya kini hanya 85 cm dan berat 39 kilogram, Huang menyebut dirinya
setengah manusia, karena ia telah menjadi setengah ukuran orang rata-rata
karena kecelakaan. Ia menaiki Tembok Besar selama dua jam dengan menggunakan
kekuatan lengannya, mendorong diri menaiki tangga berbatu di depan ratusan
wisatawan yang bengong.Tanpa kaki, istrinya meninggalkan dia ketika ia kehilangan
mata pencaharian, tapi orang dari provinsi Sichuan Cina tetap bertekad untuk hidup
normal.

Dia mulai berlatih menulis kaligrafi dan menjadi seniman jalanan perjalanan, keliling
melalui lebih dari 20 kota di China dalam sepuluh tahun.Saya berharap ketika
wisatawan melihat saya, seorang pria setengah, mendaki Tembok Besar dan
menikmati menjadi manusia sejati, mereka akan berpikir tentang potensi diri
mereka sendiri.

18.Orang tak berkaki yang menjadi pemain akrobat


Eli Bowen yang luar biasa lahir di Ohio pada 14 Oktober 1844 sebagai salah satu
dari sepuluh anak. Saat saudara-saudaranya mempunyai fisik rata-rata, Eli lahir
dengan kaki proporsional terpasang langsung ke panggul nya. Pada intinya, Eli
Bowen adalah seorang pria yang lahir dengan kaki tapi tidak mempunyai
kaki.Meskipun konfigurasi fisiknya, atau mungkin karena itu, Eli berusaha untuk
menjalani kehidupan yang luar biasa. Ia ingin menjadi pemain akrobat.

Eli belajar awal untuk menggunakan lengan dan tangannya untuk mengkompensasi
kurangnya kaki. blok kayu di telapak tangannya dan menggunakannya sebagai
sepatu , mengangkat tubuhnya untuk berjalan di tangannya. Sebagai hasil dari
proses tersebut serta Bowen buruh tani mantap mengembangkan kekuatan yang
sangat besar dan bahkan di masa dewasa ia mampu menavigasi 140 pound frame
nya di mana saja ia memilih.

Ia memulai karir profesionalnya pada usia 13 ikut dengan berbagai rombongan


sirkus sebelum akhirnya tur mandiri, tampil di museum dan akhirnya tur Eropa
dengan Barnum dan Bailey Circus.

Dia memiliki reputasi untuk menjadi bintang yang megah dalam acrobat dan untuk
prestasi fenomenal kekuatannya. Dijuluki sebagai The Legless Acrobat Eli Bowen
dikenal untuk kemampuan yang luar biasa. Eli hanya dua puluh empat inci tingginya
ia tidak keberatan mendaki tiang 13 kaki dalam rangka untuk menyeimbangkan
pada satu tangan pada puncaknya. Ketika ia tumbuh menjadi dewasa, Eli Bowen
juga menjadi terkenal karena terlihat tampan dan, pada satu titik, ia dianggap oleh
banyak orang sebagai orang yang paling tampan dalam bisnis pertunjukan.

19. Kisah Orang-orang Sukses dengan Keterbatasan Fisik


KH. Abdurrahman Wahid Cacat Mata Tak Menyurutkan Keinginannya Menjadi
Presiden (dok.santrigusdur) Masa Kecil Sang Mantan Presiden KH. Abdurrahman
Wahid atau sering kita sebut dengan Gus Dur, merupakan tokoh yang cukup
fenomenal di Indonesia. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur pada 7 September 1940.
Beliau adalah cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH. Hasyim Asyari. Ia lahir
dari pasangan Wakhid Hasyim dan Solichah. Gus Dur kecil adalah seorang lelaki
yang biasa-biasa saja. Walaupun beliau adalah cucu dari seorang pahlawan, tapi
Gus Dur tidak pernah lupa akan ajaran sang kakek untuk tidak mengabaikan
kepentingan orang-orang disekitarnya. Pada tahun 1994, Gus Dur kecil terpaksa
meninggalkan Jombang dan menuju ke Jakarta karena mengikuti sang ayah. Kala itu
, sang ayah resmi terpilih menjadi Menteri Agama di tahun 1949 . Akhirnya , Gus
Dur pun resmi menetap di Jakarta. Setelah berhasil beradaptasi di Jakarta, Gus Dur
kecil pun mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya . Di usianya
yang mengajak 6 tahun, Gus Dur pun mendaftarkan diri untuk menempuh
pendidikan di SD KRIS sebelum akhirnya ia pindah ke SD Matraman Perwari .
Setelah berhasil menamatkan pendidikan dasarnya, Gus Dur pun menempuh
pendidikannya ke jenjang selanjutnya sambil menjadi seorang santri di pondok
Pesantren Ali Maksum Krapyak, yogyakarta . Disana beliau tidak hanya belajar
banyak hal mengenai agama, tapi juga ilmu politik dan lain sebagainya. Bahkan ,
Gus Dur juga pernah menyelesaikan buku Das kapitalitas karya dari Karl Marx.
Setelah lulus SMP , Gus Dur pun kembali menempuh pendidikan di pendidikan
muslim di Pondok Tegalrejo, Magelang . Gus Dur adalah salah satu figur yg tak
pernah mau berhenti belajar. Setelah menempuh pendidikandi tempat tersebut
selama 2 tahun, Gus Dur pun melanjutkan pendidikannya di pesantren Tambakberas
di jombang pada tahun 1959.Di tempat tersebut , Gus Dur juga bekerja sebagai
seorang guru ,namun seiring berjalannya waktu beliau pun menjadi kepala sekolah
di tempat tersebut . Selain pernah menjabat sebagai seorang kepala sekolah , Gus
Dur pun juga sempat menjadi seorang jurnalis majalah seperti Horizon dan Majalah
Budaya Jaya . Pendidikan Sang Mantan Presiden Tepatnya di tahun 1963, Gus Dur
mendapat beasiswa untuk belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo dari Kementrian
Agama. Beliau bertolak ke Mesir untuk menempuh pendidikannya. Beliau dipaksa
untuk mengikuti kelas remedial sebelum mengikuti pelajaran Agama Islam dan
Bahasa Arab. Hal tersebut terjadi karena Gus Dur tidak bisa membuktikan bahwa ia
tidak bisa berbahasa Arab. Namun sayangnya, beliau tidak menyelesaikan
pendidikannya disana dan kemudian Gus Dur diminta mengulang pendidikan di
Baghdad University, Irak hinggan tahun 1971. Gus Dur dan Indera Penglihatan Pada
tahun 1985 Gus Dur mengalami gangguan mata atau sering disebut Glaukoma.
Berbagai macam pengobatan sudah beliau lakukan namun penyakit matanya belum
juga sembuh. Beberapa dokter yang pernah memeriksa Gus Dur menyebutkan
bahwa syaraf pada Gus Dur sudah rusak. Penyakit tersebut menyebabkan
penglihatan Gus Dur terganggu secara bertahap. Namun Gus Dur masih dibilang
beruntung karena hanya mata sebelah kirinya saja yang rusak, sedangkan mata
kanannya masih bisa diselamatkan. Pada bulan Februari 1997 , kesehatan
KH.Abdurrahman Wahid berangsur memburuk. Beliau merasakan lengan kanannya
tg terasa sakit karena terinfeksi . Adapun penyebab dari infeksi. Adapun penyebab
dari infeksi tersebut belum di ketahui . Kesehatan sang mantan Presiden pun
terlihat semakin memburuk saja di tahun 2005 . Pada tahun tersebut, Gus Dur
sudah harus melakukan cuci darah 3 kali seminggu karena fungsi ginjalnya tidak
lagi bekerja denga sempurna . Selanjutnya pada bulan maret 2006, Gus Dur kembali
harus menginap di RSCM untuk melakukan operasi ginjal . Tapi, sayang kondisi Gus
Dur saat itu belum siap untuk dlakukannya operasi . Kemudian pada 13 April 2009,
KH. Abdurrahman Wahid kembali menjalani cuci darah di RSCM. Kemudian pada
bulan juli 2009, Gus Dur di vonis menidap alodonia, yitu semacam rasa sakit dari
syaraf yg kemudian menimbulkan rasa nyeri di seluruh badannya . Pada 25
Desember 2009 , Gus Dur kembali menginap di RSCM , Jakartta , setelah
sebelumnya beliau dieaawat di rumah sakit umum Jombang . kondisi beliau pun
semakin memburuk sehingga akhirnya beliau menghembuskan nafas yg ter akhir
pada 30 desember 2009 . Prestasi Membanggakan Sang Mantan Presiden Meskipun
memiliki gangguan pada matanya namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat
Gus Dur untuk mengabdikan dirinya di Indonesia. Prestasi yang membanggakan
yang telah berhasil diraihnya seperti berikut ini : 1 . Pada tahun 2004 beliau meraih
Anugerah Mpu peradah, DPP perimpunan pemuda Hindu di Indonesia Jakarta ,
Indonesia 2 . Di tahun 2003, Gus Dur meraih Global Tolerance Award, Freinds of the
United Nations , New York , Amerika Serikat 3 . Pada tahun 2001, KH . Abdurrahman
Wahid mendapatkan Public Service Award , Universitas Columbia , New York ,
Amerika Serikat 4 . Pada tahun 1990, beliau mendapatkan gelar tokoh 1990,
Majalah Editor , Indonesia Keadaan fisik bukan kendala untuk sukses. Yang menjadi
halangan adalah kalau saudara berpikir bahwa keadaan fisik saudara menghalangi
sukses. Karena itu ubah pikiran saudara, tembuslah batas itu, raih prestasi tertinggi
dan hidup maksimal.

Berikut ini saya akan menuliskan contoh orang-orang sukses karena keterbatan.
Semoga ini bisa membuat kita termotivasi, kalau orang-orang yang memiliki
keterbatasan saja bisa apalagi orang yang memiliki kelebihan.

21.Adam Khoo

Adam Khoo memiliki keterbatasan dari segi IQ atau memahami pelajaran.


Prestasinya begitu terpuruk, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan
teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis. Prestasi
Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki
empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.

22. Albert Enstein

Sama halnya dengan Adam Khoo, maka Enstein juga memiliki keterbatasan yaitu
terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai
dengan pelajaran dan dicap bodoh. Namun, siapa sangka menjadi Ilmuwan terkenal
abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya dan salah satu peraih Nobel.

23.Aristotle Onassis

Aristotele Onasis, salah satu orang paling kaya di dunia. Kabarnya beliau adalah
murid paling bodoh di sekolahnya. Akibatnya dia tidak lulus sekolah. Meski dinilai
sebagai murid yang bodoh, Onasis memiliki kepintaran dalam berdagang sejak di
bangku sekolah. Saat pelepasan siswa, teman-temannya menyarankan agar Onasis
mengulang kelas kembali. Namun, Beliau tidak mau dan mengatakan bahwa bisa
sukses tanpa ijazah. Beliau kemudian dapat membuktikan bahwa ternyata dalam
soal mengumpulkan uang, beliau jauh lebih hebat dari teman-temannya.

24. Thomas Alva Edison


Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alva Edison? Dia adalah salah satu salah
satu penemu terbesar di dunia. Dulunya, pada waktu kecil di anggap sebagai anak
bodoh dan tuli. Pernah, Ibu Thomas mendapat surat dari gurunya yang berbunyi :
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari
sekolah. Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad
yang teguh, anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan
mendidik dan mengajar dia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, tapi ternyata
siapa yang sebelumnya menyangka akhirnya bisa menjadi seorang genius?

25.Louis Braille

Anda mungkin juga mengenal Louis Braille. Pada umur 3 tahun mengalami
kerusakan pada salah satu matanya dikarenakan secara tidak sengaja menikam
matanya sendiri dengan alat pembuat lubang milik ayahnya. Kemudian mata yang
satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena
kerusakan mata yang lainnya. Namun, kebutaan tidak membuatnya menyerah,
akhirnya, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa
membaca.