Anda di halaman 1dari 2

PERIKORONITIS

No. Dokumen :
No. Revisi :0
SOP Tgl. Terbit
Halaman
:
: 2 hal

TABRANI
UPT PUSKESMAS UTAN NIP.19740317 199303 1 003
.
Pengertian Perikoronitis adalah peradangan pada jaringan lunak perikoronal (operkulum)
yang menutupi mahkota gigi di sekeliling gigi yang akan erupsi, paling sering
terjadi pada molar 3 bawah
Tujuan Sebagai pedoman dalam melakukan tindakan perawatan perikoronitis
Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas No. 005/A.1/SK/PKM.UTAN/I/2016 Tentang
Jenis Jenis Pelayanan.

Referensi 1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


Hk.02.02/Menkes/62/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter
Gigi
2. Panduan Skills Lab Blok Medical Emergency Penanganan Abses dan
Perikoronitis Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2012
Prosedur 1. Persiapan Alat dan Bahan
a. Dental unit lengkap
b. Alat diagnostik lengkap
c. Bahan irigasi
d. Povidone iodin
e. Kapas-kasa steril
2. Prosedur Tindakan:
a. Perugas melakukan irigasi daerah yang mengalami peradangan dengan
larutan hydrogen peroxide 2% atau larutan povidone iodine hingga
bersih dari sisa makanan.
b. Petugas memberikan resep obat antibiotik dan analgesik, bila ada
trismus dapat diberi antirelaksan (misal: diazepam), dengan dosis:
Amoksisilin 500 mg atau Metronidazol 250 mg setiap 8 jam
(3xsehari). Parasetamol atau ibuprofen atau asam mefenamat : 500
mg setiap 8 jam (3x sehari) atau natrium diklofenak 50 mg setiap 8
jam (3xsehari). Diazepam 5mg setiap 8 jam (3xsehari).
c. Pasien memberikan instruksi untuk menjaga kebersihan rongga mulut.
sarankan untuk berkumur dengan antiseptik atau air biasa setelah makan
dan menaikan daya tahan tubuh (imunitas).
d. Pasien memberikan instruksi kepada pasien setelah peradangan
membaik (5 hari pasca medikasi) dapat dilakukan operculectomy
Bagan Alir

Unit Terkait 1. Poli Gigi


2. Apotek