Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Seiring berkembangnya industri pertambangan batubara di Indonesia,
khususnya di wilayah propinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang
memiliki banyak batubara yang bisa dibilang pesat di Indonesia, dikarenakan
batubara merupakan sumber energi alternatif yang cukup besar cadangannya, maka
dari itu produksi dan kebutuhan pasar batubara di Indonesia maupun dunia terus
meningkat menyebabkan para pendiri industri pertambangan satu persatu mendirikan
perusahaannya di Indonesia.
Dalam industri pertambangan batubara banyak sekali ditemukan istilah-istilah
atau nama-nama yang menyangkut batubara seperti kualitas batubara. Istilah-istilah
tersebut biasa muncul dalam kegiatan eksplorasi, penambangan, studi kelayakan,
pengolahan, handling, loading, sampai akhirnya penjualan dan pengiriman batubara.
Pada tahap pengiriman sendiri batubara akan dimuat kedalam tongkang atau barge,
pekerjaan ini harus diawasi oleh suatu perusahaan pengawas muatan batubara atau
coal cargo yaitu pelayanan membuat sertifikat kuantitas dan kualitas batubara yang
dikirim. Sertifikat ini dasarnya adalah penentuan berat dengan cara draught survey
(kuantitas) dan penentuan kualitas yang dikerjakan dengan cara pengambilan sampel
serta analisis menggunakan aturan dalam standar yang relevan, biasanya standar
ASTM (America society for testing and materials) dan ISO (International
organization for standardization). Ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar
proses kuantitas (draught survey) dan kualitas (analisis) yang dikerjakan berjalan
dengan standar ASTM dan ISO.
Untuk mengetahui peralatan, prinsip kerja, serta tahapan penentuan kuantitas
dan kualitas batubara di suatu perusahaan pengawas maka dalam kerja praktek ini
saya mengambil judul pengamatan analisis quantity draught survey di PT Anindya
Wiraputra Batulicin (AWP), Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu,
Provinsi Kalimantan Selatan. PT. AWP sendiri adalah perusahaan yang bergerak
sebagai perusahaan jasa independent surveyor dan laboratory.

1.2. Maksud Dan Tujuan

1-1
Adapun maksud dan tujuan kerja praktek ini adalah mempraktekkan secara
langsung teori yang didapatkan dari bangku perkuliahan secara langsung di lapangan
serta belajar dengan target yang di inginkan oleh dunia industri.
Tujuan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui peralatan dan langkah kerja dalam melaksanakan kegiatan draught
survey di tongkang
2. Mengetahui jumlah muatan sesungguhnya (total cargo) yang dimuat di tongkang
dengan metode perhitungan draught survey
3. Mengetahui peralatan dalam kegiatan sampling serta penggunaannya
4. Mengetahui tahan preparasi serta alat preparasi

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam kegiatan kerja praktek ini, yaitu :


1. Hanya mengamati kegiatan yang dilakukan surveyor dalam melakukan draught
survey di tongkang.
2. Hanya mengamati kegiatan yang dilakukan sampler dalam melakukan
pengambilan sampel batubara di tongkang.
3. Tidak mengamati kegiatan analisa sampel batubara di laboratorium.

1.4. Metodologi Penelitian

Beberapa metode yang digunakan dalam penyusunan laporan kerja praktek


lapangan ini antara lain :
1. Observasi (Pengamatan)
Metode ini dilakukan dengan mengamati kondisi dan kegiatan di lapangan,
kemudian dilakukan pengumpulan data yang terkait.
2. Metode Interview
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara bertanya
langsung pada karyawan atau nara sumber yang terkait.
3. Metode Pustaka
Metode ini dilakukan dengan studi literatur yang berhubungan dengan
kegiatan pengamatan.

1-2