Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Kemampuan perawatan di unit neonatal saat ini semakin maju. Hal ini terlihat dari
ilmu pengetahuan terbaru dalam kasus neonatal mampu meningkatkan kualitas hidup pada
bayi-bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah dan menurunkan angka komplikasi serta
kecacatan pada bayi yang dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).1 Namun,
dikarenakan pematangan organ tubuhnya (hati, paru, pencernaan, otak, daya pertahanan
tubuh terhadap infeksi, dan sebagainya) belum sempurna, maka bayi dengan berat lahir yang
rendah sering mengalami komplikasi yang berakhir dengan kematian.2
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan dengan berat badan
antara 1500 gram sampai 2499 gram. BBLR diketahui merupakan faktor yang berhubungan
dengan morbiditas dan mortalitas serta berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan dan
kognitif. BBLR juga berpotensi mengalami penyakit kronis di kemudian hari, seperti
penyakit jantung koroner, hipertensi dan diabetes. Di Malaysia, BBLR menyebabkan
kematian sebanyak 74,8% dari seluruh kematian bayi. 3 Secara nasional, persentase bayi
dengan BBLR adalah 6,37%. Terdapat tiga provinsi dengan persentase BBLR lebih dari
sepuluh persen, yaitu Provinsi Gorontalo (14,1%), DIY (12,1%) dan Maluku (10,7%).4
Sepsis adalah Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) yang disertai dugaan
atau bukti ditemukan infeksi di dalam darah. Insidensi sepsis berat dan syok septik meningkat
dalam 30 sampai 40 tahun terakhir. Data di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kejadian
sepsis pada pasien yang dirawat di unit perawatan intensif anak mencapai lebih dari 42.000
kasus dengan angka kematian sebesar 10.3%.5 Angka kejadian sepsis di negara berkembang
masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara maju. Secara nasional, laporan kejadian
sepis neonatal belum lengkap. Di RS Cipto Mangunkusumo, angka kejadian sepsis neonatal
mencapai angka 13,7% dan angka kematian 14%.4
Ada banyak penelitian mengenai penanda (marker) sepsis seperti acute phase
reactants, C- reactive protein, procalcitonin, cytokines, dan cell-surface markers. Pada
penelitian meta analisis terbaru, albumin menjadi penanda penting prognosis jangka pendek
dan jangka panjang pada sepsis neonatorum. 1 Albumin memiliki fungsi fisiologis penting,
antara lain mempertahankan tekanan osmotik koloid, mempertahankan integritas vaskular,
mempertahankan keseimbangan asam basa, transportasi dan pengikatan hormon, obat-obatan,
bilirubin, dan asam lemak, serta sebagai anti koagulan. Berbagai proses patofisiologis dapat

1
menyebabkan hipoalbuminemia pada bayi dengan berat lahir yang rendah sehingga akan
memberikan prognosis yang buruk.6
Pada infeksi fase akut, terjadi penurunan kadar serum albumin. Kadar serum albumin
pada pasien dengan penyakit kritis dihubungkan dengan intensitas respon inflamasi terhadap
infeksi. Oleh sebab itu, hipoalbuminemia dan tingkat keparahan penyakit berhubungan erat
baik pada orang dewasa maupun pada neonatus. Penelitian yang dilakukan oleh Iacobelli dkk
melaporkan bahwa hipoproteinemia pada hari pertama kehidupan secara langsung
berhubungan dengan kematian di Rumah Sakit atau kerusakan neurologis berat.1

1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dijadikan dasar bagi peneliti untuk
merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut : Apakah ada hubungan kadar serum
albumin dengan kejadian infeksi pada bayi berat lahir rendah ?

1.3.Hipotesis
Ada hubungan antara kadar serum albumin dengan kejadian infeksi pada bayi berat
lahir rendah.

1.4.Tujuan Penelitian
1.4.1. Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara kadar serum albumin
dengan kejadian infeksi pada bayi berat lahir rendah yang dirawat di unit Perinatologi
RSUP H. Adam Malik Medan.

1.4.2. Tujuan Khusus


1. Untuk mengetahui kadar albumin pada bayi baru lahir dengan berat badan lahir yang
rendah di Unit Perinatologi RSUP Haji Adam Malik Medan.
2. Untuk mengetahui angka kejadian neonatal sepsis di Unit Perinatologi RSUP Haji
Adam Malik Medan.
3. Untuk mengidentifikasi kembali pola infeksi bakteri yang dapat dijumpai pada Unit
Perinatologi RSUP Haji Adam Malik Medan.

1.5.Manfaat Penelitian
1. Di bidang akademik / ilmiah : meningkatkan pengetahuan pengetahuan peneliti
mengenai hubungan kadar serum albumin dengan kejadian infeksi pada bayi berat
lahir rendah.

2
2. Di bidang pelayanan masyarakat : meningkatkan angka harapan hidup melalui
diagnosis dini khususnya pada neonatus dengan sepsis
3. Di bidang pengembangan penelitian : memberikan masukan terhadap divisi
Perinatologi RSUP Haji Adam Malik Medan tentang pola bakteri dan insidensi
neonatal sepsis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.