Anda di halaman 1dari 1

MACROGNATHIA

Macrognatia adalah pembesaran rahang akibat deformitas mandibula


dengan terapinya berupa pembedahan intervensi. Secara anatomi bahwa tengkorak
dibagi menjadi calvarium (tanpa mandibula) dan mandibula. Dalam pertumbuhan
wajah, kondilus pada mandibula merupakan salah satu pusat pertumbuhan
terpenting. Kondilus dan fossa mandibula bisa dianggap saling berhubungan yang
menghubungkan dasar tengkorak dengan mandibula. Total panjang wajah dapat
ditentukan berdasarkan perbesaran dari pertumbuhan mandibula. Ketika
mandibula mengalami pertumbuhan, terbentuk jarak antara mandibula dengan
maksila dan pertumbuhan serta lepasnya gigi. Pertumbuhan dan perkembangan
morfologi dari ramus ascending berperan sebagai faktor penting dalam
perkembangan pola wajah. Lepasnya gigi secara normal dapat berakibat
meningkatnya panjang ramus ascending. Ini terjadi pada persendian kondilus,
meskipun terdapat jarak antara kondilus dan fossa mandibula. Dengan terlepasnya
gigi secara konstan dapat berkembangnya mandibula, terdiri dari deposisi tulang
di batas belakang pada ramus ascending dan dibawah persendian kartilago
kondilus dan lepasnya gigi termasuk molar ke tiga, dilanjutkan hingga 18-20
tahun.

Antara waktu lepasnya gigi molar ke dua dan ke tiga, menurut Krogman,
relative sedikit perubahan yang terjadi pada pertumbuhan gigi sementara
pertumbuhan tulang di wajah sedang terjadi. Krogman berkata, mandibula seperti
yang kita tahu memiliki pola pertumbuhan meskipun beberapa penulis merasa
pertumbuhan mandibula adalah respon fungsional dengan maksila. Pertumbuhan
mandibula menjadi menyimpang, mungkin melampaui rahang, dagu menyusut,
berdampak molar ke tiga atau posisi permanen darikondilus di persendian.

Otot yang terlibat ialah yang di innervasi oleh saraf trigeminal, khususnya
otot pengunyahan, bersama dengan mylohyoid dan perut depan. Otot utama pada
pengunyahan, masseter, temporal, dan dua pterygoid yang menjalankan di area
sudut, ramus ascending dan porsi kondilar dari mandibula mengontrol seluruh
pergerakan. Dibawah keadaan prosedur terapeutik, orthodontic atau pembedahan,
yang mempengaruhi peran otot tersebut. Kecuali jika deformitas dengan derajat
ringan, indikasi prosedur harus menjadi satu tidak termasuk mandibula dengan
otot utama pengunyahan. Fungsi otot tersebut setidaknya terhambat.

DAFTAR PUSTAKA

A.H.Lubowitz. (1957). Macrognathia:Diagnosis, Treatment and


Cephalometric Appraisal. university of pennsylvania , 52-53.