Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PENYAKIT BRONKITIS

A. PENGERTIAN
Bronkitis adalah suatu infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan implasmasi
yang mengenai trakea, bronkus utama dan menengah yang bermanifestai sebagai
batuk dan biasanya akan membaik tanpa terapu dalam 2 minggu.bronkitis umumnya
di sebabkan oleh virus seperti Rhinovirus, RSV, virus influenza, virus parainfluinza,
Adenovirus, virus rebeola, dan paramyxovirus, Bordetella pertussis atau
Corynebacterium diphteriae (Rahajoe, 2012)
Bronkitis di bagi menjadi dua :
1. Bronkitis Akut
Merupakan infeksi saluran pernapasan akut bawah. Ditandai dengan awitan gejala
yang mendadak dan berlangsung lebih singkat. Pada bronkitis jenis ini, inflamasi
(peradangan bronkus biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan
kondisinya di perparah oleh pemaparan terhadap iritan, seperti asap rokok, udara
kotor , debu, asap kimiawi, dll.
2. Bronkitis kronis
Di tandai dengan gejala yang berlangsung lama (3 bulan dalam setahun selama 2
tahun berturut turut ). Pada bronkitis kronik peradangan bronkus tetap berlanjut
selama beberapa waktu dan terjadi obstruksi / hambatan pada aliran udara yang
normal di dalam bronkus.

B. TANDA DAN GEJALA


Tanda dan gejala pada kondisi bronkitis akut : (Sibuea dkk,2009)
a. Batuk
b. Terdengar ronki
c. Suara yang berat dan kasar
d. Wheezing
e. Menghilang dalam 10-14 hari
f. Demam
g. Produksi sputum
Tanda dan gejala bronkitis kronis :
a. Batuk yang parah pada pagi hari dan pada kondisi lembab
b. Sering mengalami infeksi mengalami infeksi saluran napas (seperti misalnya pilek
atau flu ) yang dibarengi dengan batuk
c. Gejala bronkitis akut lebih dari 2-3 minggu
d. Demam tinggi
e. Sesak napas jika saluran tersumbat
f. Produksi dahak bertambah banyak berwarna kuning atau hijau

C. POHON MASALAH BRONKITIS


Saluran nafas dalam Invasi virus respiratory
sinsitial, adeno virus
parainfluinsa, rhinovirus,
Gangguan pembersihan allergen, emosi/stress,
hipertermi
di paru-paru obat-obatan, infeksi, asap
rokok
Radang/inflamasi pada Radang bronkial
bronkuse

Akumulasi mukus Produksi mukus Kontriksi berlebihan

Timbul reaksi balik Edema/ pembengkakan Hiperventilasi paru


pada mukosa/sekret

Pengeluaran energy Ketidakefektifan Atelectasis


berlebihan bersihan jalan nafas
Hypoxemia
kelelahan Intoleransi aktivitas
Kompensasi frekuensi
anoreksia Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh Ketidakefektifan pola
nafas

D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
pemeriksaan yang dilakukan pada klien bronkitis kronik adalah meliputi rontgen
thoraxs, analisa sputum , tes fungsi paru dan pemeriksaan kadar gas darah arteri
(Isselbacher et etall, 2000)
E. PENATALAKSANAAN MEDIS
a. Membatasi aktivitas
b. Berhenti merokok dan hindari asap tembakau
c. Lakukan vaksin untuk influenza dan S. pneumonia
d. Hindari makanan yang merangsang
e. Jangan memandikan terlalu pagi atau terlalu sore, dan mandi dengan air hangat
f. Tidak tidur di kamar yang ber-AC atau gunakan baju dingin, bila ada yang tertutup
lehernya
g. Jaga kebersihan makanan dan biasakan cuci tangan sebelum makan
h. Menciptakan lingkungan udara yang terbebas dari polusi
i. Jangan mengkonsumsi makanan seperti telor ayam, karena bisa menambah
produksi lendirnya, begitu juga dengan minuman bersoda bisa jadi pencetus karena
saat diminum maka sodanya akan naik ke hidung dan merangsang daerah saluran
pernafasan.
j. Cobalah untuk menjalani terapi uap hangat untuk membantu menghilangkan
sumbatan dan mengencerkan lendir atau dahak
k. Minum banyak air agar lendir atau dahak tetap encewr dan mudah dikeluarkan

F. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Menurut pola fungsi Gordon 1982, terdapat 11 pengkajian pola fungsi kesehatan :

1) Pola Kesehatan : Menggambarkan pola pemahaman klien tentang kesehatan,


dan bagaimana kesehatan mereka diatur.
2) Pola Nutrisi : Menggambarkan kinsumsi relatif terhadap kebutuhan metabolik
dan suplai gizi : meliputi pola konsumsi makanan dan cairan, keadaan kulit,
rambut, kuku dan membran mukosa, suhu tubuh, tinggi dan berat badan
Gejala : Mual/muntah, Nafsu makan buruk/anoreksia, Ketidakmampuan
untuk makan, Penurunan berat badan, peningkatan berat badan.
Tanda : Turgor kulit buruk, edema dependen, berkeringat, Penurunan berat
badan, palpitasi abdomen.

3) Pola Eliminasi : Menggambarkan pola fungsi (usus besar, kandung kemih, dan
kulit), termasuk pola individu seehari-hari, peerubahan atau gangguan, dan
metode yang digunakan untuk mengendalikan ekskresi
4) Aktivitas dan Latihan : Menggambarkan pola olahraga, aktivitas, pengisian
waktu senggang, dan rekreasi ; termasuk aktivitas kehidupan sehari-hari, tipe
dan kualitas olahraga, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola aktivitas
(seperti otot-saraf, respirasi, dan sirkulasi).
Gejala : Keletihan, kelelahan, malaise, Ketidakmampuan melakukan
aktivitas seharihari, Ketidakmampuan untuk tidur, Dispnoe pada
saat istirahat.
Tanda : Keletihan, Gelisah, insomnia, Kelemahan umum/kehilangan massa
otot
Gejala : Pembengkakan pada ekstremitas bawah.
Tanda : Peningkatan tekanan darah, peningkatan frekuensi
jantung/takikardia berat, Distensi vena leher, Edema dependent,
Bunyi jantung redup, Warna kulit/membran mukosa
normal/cyanosis Pucat, dapat menunjukkan anemi.
Gejala : Batuk menetap dengan produksi sputum setiap hari selama
minimun 3 bulan berturut turut tiap tahun sedikitnya 2 tahun,
Episode batuk hilang timbul.
Tanda : Pernafasan biasa cepat, Penggunaan otot bantu pernafasan, Bentuk
barel chest, gerakan diafragma minimal, Bunyi nafas ronchi,
Perkusi hyperresonan pada area paru, Warna pucat dengan
cyanosis bibir dan dasar kuku, abu abu keseluruhan.
Kaji pasien mengenai :

a. Aktivitas kehidupan sehari-hari


b. Kemampuan untuk merawat diri sendiri (berpakaian, mandi, makan,
kamar mandi)
c. Mandiri, bergantung, atau perlu bantuan
d. Data pemeriksaan fisik (pernapasa, kardiovaskular, muskuloskeletal,
neurologi)
Cara mengkaji pasien :
a. Apakah anda mersanya nyeri saat anda mengerakkan salah satu anggota
tubuh anda ?
b. Apakah anda merasa tidak nyaman dengan kondisi anda saat ini ?
c. Bagaimana dengan aktivitas anda sehari-hari apakah (mandiri,
bergantung, atau perlu bantuan) dari orang terdekat anda ?
5) Tidur dan Istirahat : Menggambarkan pola tidur, istirahat, relaksasi dan setiap
bantuan untuk merubah pola tersebut
Kaji pasien mengenai :
a. Gejala gangguan pola tidur
b. Faktor yang berhubungan (nyeri, suhu, proses penuaan dll)
c. Data pemeriksaan fisik (lesu, kantung mata, keadaan umum, mengantuk)
Cara mengkaji pasien :
a. Apakah anda memiliki masalah dengan tidur anda ?
b. Apakah ada faktor seperti nyeri yang mengganggu tidur anda ?
c. Bagaimana dengan waktu tidur anda ?
Gejala : Keletihan, kelelahan, malaise, Ketidakmampuan melakukan
aktivitas seharihari, Ketidakmampuan untuk tidur, Dispnoe pada saat
istirahat.
Tanda : Keletihan, Gelisah, insomnia, Kelemahan umum/kehilangan
massa otot

6) Sensori, Presepsi dan Kognitif : Menggambaekan pola persepsi-sensori dan


pola kognitif ; meliputi keadekuatan bentuk sensori (penglihatan, pendengarsn,
perabaan, pengecapan, dan penghidu), pelaporan mengenai persepsi nyeri, dan
kemampuan fungsi kognitif.
Kaji pasien mengenai :
a. Gambaran tentang indra khusus (penglihatan, penciuman, pendengar,
perasa, peraba)
b. Persepsi ketidaknyamanan nyeri (pengkajian nyeri secara komprehensif)
c. Keyakinan budaya terhadap nyeri
d. Tingkat pengetahuan klien terhadap nyeri dan pengetahuan untuk
mengontrol dan mengatasi nyeri
e. Data pemeriksaan fisik yang berhubungan (neurologis,
ketidaknyamanan)
Cara mengkaji masalah pasien :
a. Adakah masalah pada alat pengindraan anda (pengelihatan, penciuman,
pendengaran, perasa, peraba) ?
b. Apakah itu mengganggu rasa aman dan nyaman anda ?
c. Bagaimana persepsi anda tentang nyeri yang anda alami ?
d. Apakah anda tau bagaimana cara mengatasi nyeri ?
e. Bagaimana keyakinan anda terhadap nyeri yang anda alami ?
7) Konsep diri : Menggambarkan bagaimana seseorang memandang dirinya
sendiri ; kemampuan mereka, gambaran diri, dan perasaan
Gejala : Peningkatan faktor resiko Perubahan pola hidup
Tanda : Ansietas, ketakutan, peka rangsang.
8) Seksual dan Reproduksi : Menggambarkan kepuasan atau ketidakpuasan
dalam seksualitas ; termasuk status reproduksi wanita, pada anak-anak
bagaimana dia mampu membedakan jenis kelamin dan mengetahui alat
kelaminnya.
9) Pola Peran Hubungan : Menggambarkan pola keterikatan peran dengan
hubungan ; meliputi persepsi terhadap peran utama dan tanggung jawab dalam
situasi kehidupan saat ini.
Gejala : Hubungan ketergantungan, Kegagalan dukungan/terhadap
pasangan/orang dekat, Penyakit lama/ketidakmampuan membaik.
Tanda : Ketidakmampuan untuk mempertahankan suara karena distress
pernafasan, Keterbatasan mobilitas fisik, Kelalaian hubungan dengan anggota
keluarga lain.

10) Manajemen Koping Setress : Menggambarkan pola koping umum, dan


keefektifan ketrampilan koping dalam mentoleransi stress.
11) Sistem Nilai Dan Keyakinan : Menggambarkan pola nilai, tujuan atau
kepercayaan (termasuk kepercayaan spiritual) yang mengarahkan pilihan dan
keputusan gaya hidup.
(Patricia,1996)

G. DIAGNOSA KEPERAWATAN
A. Hipertermia
Definisi : peningkatan suhu tubuh diatas kisaran normal
Batasan karakteristik :
a. Konvulsi
b. Kulit kemerahan
c. Peningkatan suhu tubuh diatas kisaran normal
d. Kejang
e. Takikardi
f. Takipnea
g. Kulit terasa hangat
Faktor- faktor yang berhubungan :
a. Anastesia
b. Penurunan respirasi
c. Dehidrasi
d. Pemajanan lingkungan yang panas
e. Penyakit
f. Pemakaian pakaian yang tidak sesuai dengan suhublingkungan
g. Peningkatan laju metabolisme
h. Medikasi
i. Trauma
j. Aktivitas berlebihan

B. Ketidakefekktifan bersihan jalan napas


Definisi : ketidak mampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari
saluran pernafasan untuk mempertahankan kebersihan jalan nafas :
Batasan Karakteristik :
a. Tidak ada batuk
b. Suara napas tambahan
c. Perubahan frekwensi napas
d. Perubahan irama napas
e. Sianosis
f. Kesulitan berbicara atau mengeluarkan suara
g. Penurunan bunyi napas
h. Dispneu
i. Sputum dalam jumlah yang berlebihan
j. Batuk yang tidak efektif
k. Orthopneu
l. Gelisah
m. Mata terbuka lebar
Faktor- faktor yang berhubungan :
1. Lingkungan
a. Perokok pasif
b. Mengisap asap
c. Merokok
2. Obstruksi jalan nafas :
a. Spasme jalan napas
b. Mokus dalam jumlah berlebihan
c. Eksudat dalam jalan alveoli
d. Materi asing dalam jalan nafas
e. Adanya jalan napas buatan
f. Sekresi bertahan/ sisa sekresi
g. Sekresi dalam bronki
3. Fisiologi :
a. Jalan napas alergik
b. Asma
c. Penyakit paru obstruksi kronik
d. Hiperplasi dinding bronkial
e. Infeksi
f. Disfungsi neuromuskular

C. Intoleransi Aktivitas
Definisi : ketidakcukupan energi psikologis atau fisiologis untk melanjutkan atau
menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari hari yang harus atau yang harus atau
yaang ingin di lakukan.
Batasan Karakteristik :
a. Respon tekanan darah abnormal terhadap aktivitas
b. Respon frekwensi jantung abnormal terhadap aktivitas
c. Perubahan EKG yang mencerminkan aritmia
d. Perubahan EKG yang mencerminkan iskemia
e. Ketidaknyamanan setelah berat beraktivitas
f. Dispnea setelah beraktivitas
g. Menyatakan merasa letih
h. Menyatakan merasa lemah
Faktor- faktor yang berhubungan :
a. Tirah baring atau imobilisasi
b. Kelemahan umum
c. Ketidakseimbangan antara suplei dan kebutuhan oksigen
d. Imobilitas
e. Gaya hidup monoton
D. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari kebutuhan tubuh
Definisi : Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik
Batasan Karakteristik :
a. Kram abdomen
b. Nyeri abdomenn
c. Menghindari makanan
d. Berat badan 20% atay lebih di bawah berat badan ideal
e. Kerapuhan kapiler
f. Diare
g. Kehilangan rambut berlebihan
h. Bising usus hiperaktif
i. Kurang makan
j. Kurang informasi
k. Kurang minat pada makanan
l. Penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat
m. Kesalahan konsepsi
n. Kesalahan informasi
o. Membran mukosa pucat
p. Ketidakmampuan memakan kurang dari RDA (recommended daily allowance)
q. Cepat kenyang setelah makan
r. Sariawan rongga mulut
s. Steatorea
t. Kelemahan otot pengunyah
u. Kelemahan otot untuk menelan
Faktor- faktor yang berhubungan :
a. Faktor biologis
b. Faktor ekonomi
c. Ketidak mampuan untuk mengabsorbsi nutrien
d. Ketidak mampuan untuk mencerna makan
e. Ketidakmampuan menelan makan
f. Faktor psikologis

E. Ketidakefektifann pola napas


Definisi : Inspirasi dan / atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi
Batasan Karakteristik :
a. Perubahan kedalaman pernapasan
b. Perubahan ekskursi dada
c. Mengambil posisi tiga titik
d. Bradipneu
e. Penurunan tekanan ekspirasi
f. Penurunan ventilasi semenit
g. Penurunan kapasitas vital
h. Dipneu
i. Peningkatann diameter anterior-posterior
j. Pernapasan cuping hidung
k. Ortopneu
l. Fase ekspirasi memenjang
m. Pernapasan bibir
n. Takipneu
o. Penggunaan otot aksesorius untuk bernafas

Faktor yang berhubungan :


a. Ansietas
b. Posisi tubuh
c. Deformitas tulang
d. Deformitas dada
e. Keletihan
f. Hiperventilasi
g. Sindrom hipoventilasi
h. Gangguan muskuluskeletal
i. Kerusakan neurologis
j. Imaturitas neurologis
k. Disfungsi neuromuskular
l. Obesitas
m. Nyeri
n. Keletihan otot pernapasan cedera medula
o. Spinalis

F. RENCANA KEPERAWATAN
N Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi Rasional
o keperawatan hasil
1 Hipertermia Setelah dilakukan
berhubungan asuhan keperawatan
dengan pemajanan selama 3x24 jam
lingkungan yang diharapkan hipertermia
panas pada px menurun Fever Treatment
Dengan KH : 1. Monitor warna 1. Agar mengetahui ada
1. Suhu tubuh dalam kulit, tekanan tidaknya
rentang normal darah, RR, nadi dan hiperpigmentasi,
2. Nadi dan RR dalam suhu kulit frekuensi dan irama
rentang normal pernapasan
3. Tidak ada perubahan 2. Monitor IWL 2. Agar dapat
warna kulit dan tidak mengetahui intake
ada pusing dan output cairan
pasien
3. Monitor penurunan 3. Agar dapat
tingkat kesadaran mengetahui tingkat
kesadaran dan
keadaan umum
pasien
4. Agar mengetahui
4. Monitor WBC, Hb,
status keadaan
dan Hct
elektrolit pasien
5. Agar mempermudah
mengetahui status
5. Monitor intake dan
cairan
output 6. Agar membantu
pasien dalam
6. Berikan pengobatan mempercepat
untuk mengatasi penyembuhan
penyebab demam 7. Agar tubuh pasien
dapat berevaporasi
7. Selimuti pasien dan mengurangi
demam
8. Menurunkan suhu
tubuh pasien dengan
8. Lakukan tapid kompres
sponge 9. Melakukan tindakan
konveksi agar dapat
9. Kompres pasien mengurangi demam
pada lipat paha dan 10. Mengurangi
aksila terjadinya keburukan
10. Tingkatkan sirkulasi
sirkulasi udara 11. Agar tidak terjadinya
menggigil akibat
11. Berikan pengobatan demam
untuk mencegah
terjadinya
menggigil 12. Agar memberi terapi
12. Kolaborasi cairan yang tepat
pemberian cairan sesuai dengan
intravena kebutuhan pasien

2 Ketidak efektifan Setelah dilakukan


Bersihan Jalan asuhan keperawatan
Nafas berhubungan selama 3x24 jam
dengan diharapkan
bronkokonstriksi ketidakefektifan
bersihan jalan napas Airway Suction
pada px teratasi 1. Monitor status 1. Agar dapat
Dengan KH : oksigen pasien mengetahui status
1. Mendemonstrasikan oksigenisasi pasien
batuk efektif dan 2. Pastikan 2. Agar dapat memberi
suara nafas yang kebutuhan tindakan yang tepat
bersih, tidak ada oral/tracheal saat melakukan
sianosis dan dyspneu suctioning suction
3. Auskultasi suara 3. Agar dapat
(mampu
nafas sebelum dan mengetahui dimana
mengeluarkan
sesudah suctioning terdapat sekret dan
sputum, mampu
4. Minta klien nafas pola nafas pasien
bernafas dengan
dalam sebelum 4. Agar paru pasien
mudah, tidak ada
suction dilakukan mengalami dilatasi
pursed lips)
2. Menunjukkan jalan dan memudahkan
napas yang paten dalam melakukan
(klien tidak merasa 5. Berikan O2 suction
dengan 5. Agar status
tercekik, irama nafas,
menggunakan oksigenasi tetap
frekuensi pernafasan
nasal guntuk normal
dalam rentang
normal, tidak ada memfasilitasi
suara nafas suksion
abnormal) nasotrakeal
3. Mampu 6. Gunakan alat yang
steril disetiap 6. Mengurangi adanya
mengidentifikasikan infeksi nasopomial
dan mencegah factor melakukan
yang dapat tindakan
7. Hentikan suksion
menghambat jalan 7. Agar tidak terjadi
dan berikan
napas kompikasi dari
oksigen apabila
pasien tindakan suction
menunjukkan
bradikardi,
peningkatan
saturasi O2, dll
8. Informasikan pada
klien dan keluarga
tentang suctioning 8. Agar pasien dan
keluarga mengatahui
9. Anjurkan pasien fungsi dari tindakan
untuk istirahat dan yang dilakukan
napas dalam 9. Agar kondisi stabil
setelah kateter dan tidak
dikeluarkan dari menimbulkan
nasotrakeal komplikasi lain
10. Ajarkan keluarga
bagaimana cara
melakukan suksion 10. Agar keluarga pasien
paham tentang
tindakan section
3 Ketidakefektifan Setelah dilakukan
Pola Napas asuhan keperawatan Airway Management
berhubungan selama 3x24 jam 1. Buka jalan napas, 1. Agar jalan napas
dengan keletihan diharapkan gunakan teknik pasien lancar dan
otot pernafasan ketidakefektifan pola chin lift atau jaw tidak mengalami
napas pada px teratasi thrust bila perlu sumbatan jalan napas
Dengan KH : 2. Identifikasi pasien 2. Agar memudahkan
1. Mendemonstrasika perlunya tenaga kesehatan
n batuk efektif dan pemasangan alat dalam menangani
suara nafas yang jalan nafas masalah
bersih, tidak ada 3. Monitor respirasi 3. Agar dapat memberi
sianosis dan dan status O2 terapi oksigen yang
dyspneu (mampu tepat
mengeluarkan 4. Posisikan pasien 4. Agar merangsang
sputum, mampu untuk respon paru dan
bernafas dengan memaksimalkan memposisikan pasien
mudah, tidak ada ventilasi dengan nyaman
pursed lips 5. Pasang mayo bila 5. Membantu memenuhi
2. Menunjukkan jalan perlu kebutuhan oksigen
nafas yang paten 6. Lakukan 6. Agar dapat
(klien tidak merasa fisioterapi dada merontokan sekret
tercekik, irama jika perlu yang terdapat pada
nafas, frekuensi paru
pernafasan dalam 7. Agar mematenkan
rentang normal, 7. Keluarkan sekret jalan nafas pasien
tidak ada suara dengan batuk atau
suction 8. Agar dapat
nafas abnormal)
3. Tanda-tanda vital 8. Auskultasi suara mengetahui adanya
dalam rentang nafas, catat adanya nefas tambahan dan
normal (tekanan suara tambahan posisi sekret dalam
darah, nadi, paru
pernafasan) 9. Mematenkan jalan
9. Lakukan suction nafas
pada mayo 10. Agar mengatasi dan
10. Berikan mematenkan fungsi
bronkodilator bila pernafasan
perlu 11. Mengurangi tekanan
11. Berikan pelembab oksigen bebas dan
udara kassa basah kelembaban oksigen
NaCl lembab normal
12. Agar cairan balance
12. Atur intake untuk
dalam tubuh
cairan
mengoptimalkan
keseimbangan

4 Ketidakseimbanga Setelah dilakukan


n nutrisi kurang asuhan keperawatan
dari kebutuhan selama 3x24 jam
tubuh berhubungan diharapkan
dengan kelemahan ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh pada Nutrition
Management 1. Agar dapat
px teratasi
Dengan KH : 1. Kaji adanya alergi mengurangi resiko
1. Adanya makanan atau komplikasi
peningkatan berat
2. Agar dapat
badan sesuai
2. Monitor jumlah mempertahankan
dengan tujuan
nutrisi dan status nutrisi
2. Berat badan ideal
kandungan kalori 3. Agar mengetahui
sesuai dengan
3. Kaji kemampuan kemampuan
tinggi badan
pasien untuk pasien untuk
3. Mampu
mendapatkan mendapatkan
mengidentifikasi
nutrisi yang nutrisi yang
kebutuhan nutrisi
dibutuhkan dibutuhkan
4. Anjurkan pasien 4. Agar pasien tidak
untuk mengalami anemia
4. Tidak ada tanda- meningkatkan
tanda malnutrisi intake Fe 5. Untuk membantu
5. Anjurkan pasien meningkatkan
untuk sistem imunitas
5. Menunjukkan meningkatkan dan pertumbuhan
peningkatan fungsi protein dan jaringan
pengecapan dari vitamin C 6. Meningkatkan
menelan 6. Berikan substansi status glukosa
gula tubuh
6. Tidak terjadi 7. Agar pasien tidak
penurunan berat 7. Yakinkan diet yang mengalami
badan yang berarti dimakan konstipasi
mengandung tinggi
serat untuk
mencegah
konstipasi 8. Agar pasien
8. Berikan informasi mengetahui
tentang kebutuhan pentingnya
nutrisi kebutuhan nutrisi
9. Agar dapat
9. Ajarkan pasien mengatur pola
bagaimana makan pasien
membuat catatan
makanan harian 10. Agar kebutuhan
10. Kolaborasi dengan nutrisi pasien
ahli gizi untuk dapat terpenuhi
menentukan dengan tepat
jumlah kalori dan
nutrisi yang
dibutuhkan pasien 11. Agar kebutuhan
11. Berikan makanan nutrisi pasien
yang terpilih dapat dicerna oleh
(sudah tubuh dengan baik
dikonsultasikan
dengan ahli gizi)
5 Intoleransi Setelah dilakukan
Aktivitas asuhan keperawatan
berhubungan selama 3x24 jam
dengan diharapkan intoleransi
ketidakseimbangan aktivitas pada px Activity Therapy
antara suplai dan teratasi
kebutuhan O2 Dengan KH :
1. Berpartisipasi 1. Monitor respon 1. Untuk mengetahui
dalam aktivitas fisik, emosi, sosial, respon fisik, emosi,
fisik tanpa disertai dan spiritual sosial, dan spiritual
peningkatan pasien
tekanan darah, nadi,
dan RR 2. Untuk membantu
2. Mampu melakukan 2. Bantu klien untuk mengetahui aktivitas
aktivitas sehari-hari mengidentifikasi
yang mampu dilakukan
(ADLS) secara aktivitas yang
pasien
mandiri mampu dilakukan 3. Membantu pasien
3. Tanda-tanda vital 3. Bantu untuk
untuk mengetahui
normal mengidentifikasi
aktivitas yang ingin
dan mendapatkan
dilakukannya
sumber yang
diperlukan untuk
aktivitas yang
diinginkan
4. Bantu untuk 4. Membantu pasien
mengidentifikasi dalam
4. Energy psikomotor
aktivitas yang pengidentifikasian
disukai aktivitas yang
disukainya
5. Bantu 5. Agar mengetahui
pasien/keluarga kekurangan dalam
5. Level kelemahan beraktivitas
untuk
mengidentifikasi
kekurangan dalam
beraktivitas 6. Membantu pasien
6. Bantu pasien untuk untuk dapat
mengembangkan mengembangkan
6. Mampu berpindah: motivasi diri dan motivasi diri dan
dengan atau tanpa penguatan
bantuan alat penguatan diri
7. Membantu pasien
7. Bantu untuk dalam memilih
7. Status memilih aktivitas aktivitas yang sesuai
kardiopulmonari konsisten yang dengan kemampuan
adekuat sesuai dengan fisik, psikologi dan
kemampuan fisik, sosial
psikologi dan
sosial

8. Bantu untuk 8. Membantu pasien


mendapatkan alat untuk melakukan
8. Sirkulasi status baik bantuan aktvitas aktivitas dengan
9. Status respirasi: seperti kursi roda, menggunakan alat
pertukaran gas dan krek bantu
ventilasi adekuat 9. Bantu klien untuk 9. Membantu klien dalam
membuat jadwal melakukan jadwal
latihan diwaktu aktivitas yang dapat
luang dilakukan saat waktu
luang
10. Kolaborasikan
10. Agar dapat
dengan tenaga
memberikan terapi
rehabilitasi medik
yang tepat sesuai
dalam
dengan kebutuhan
merencanakan
pasien
program terapi
yang tepat
G. IMPLEMENTASI
Dilakukan berdasarkan intervensi.
H. EVALUASI
a. Evaluasi Formatif : evaluasi segera terhadap klien terhadap respon langsung
pada intervensi keperawatan.
b. Evaluasi Sumatif : evaluasi rekapitulasi mengenai status kesehatan klien
terhadap waktu.
Poer.(2012)
I. REFRENSI

Rahajoe Nastini, Supriyanto Bambang, dkk. 2012. Buku Ajar Respirologi Anak
Edisi 1:IDAI

Saifudin Bari Abdul, Adriansz George, dkk, 2009. Buku Acuan Nasional
Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal edisi 1.YBP-SP

Isselbacher, Wilson, Fauci, et al. 2016. Harrison Prinsp-prinsip Ilmu penyakkit


dalam volume 4 edisi 13. EGC, Jakarta

Potter, P.A. 1996. Pengkajian Kesehatan Ed. 3. Jakarta:EGC

Poer, M. 2012. Makalah Dokumentasi Keperawatan DokumentasiEvaluasi.


(Online). Available at https://www.scribd.com/doc/106424735/makalah-
dokumentasi-evaluasi-keperawatan. Diunduh pada 6 oktober 2016.

Nurarif, H.A. 2016. Buku Asuhan Keperawatan Praktis berdasarkan penerapan


Diagnosa Nanda, NIC, NOC dalam Berbagai Kasus. Edisi 1 : Jogjakarta