Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya menghaturkan puji dan syukur kepada Allah Yang Maha
Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan paper ini
sebagai salah satu prasyarat dalam melaksanakan Kepaniteraan Kinik Senior

pada Bagian Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin di RSUP Medan yang berjudul
CANDIDIASIS.

Pada kesempatan ini tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih

kepada yang terhormat Dr.Surya Dharma Hamidah,Sp.KK, atas


bimbingan dan arahannya selama mengikuti kepaniteraan klinik dibagian Ilmu
Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Dr. Pringadi Medan serta dalam penyusunan
dan penyelesaian Paper ini.

Sebagai manusia yang tidak sempurna, saya menyadari bahwa paper ini
masih banyak kekurangannya dan masih jauh dari sempurna, karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga Paper ini
bermanfaat untuk kita semua.

Medan, Januari 2016

Penulis

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 1


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR ..................................................................................................
..... 1

DAFTAR
ISI .................................................................................................................
.. 2

PENDAHULUAN .............................................................................................
............... 3

TINJAUAN
PUSTAKA
. 4

a.anatomi
kulit
4-8

b.fisiologi
kulit
..8-10

c.vaskularisasi
10

CANDIDIASIS
.10

DEFINISI .......................................................................................................
...................10

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 2


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
EPIDEMOLOGI ...............................................................................................
.................10

ETIOLOGI ......................................................................................................
..................11

FAKTOR
PREDISPOSISI
..11

KLASIFIKASI...................................................................................................
...............12-15

GEJALA
KLINIS ...........................................................................................................
.... 15

PEMERIKSAAN
PENUNJANG............................................................................................15

DIAGNOSIS ...................................................................................................
................. 15

DIAGNOSIS
BANDING ...................................................................................................
15

PENATALAKSANAAN .....................................................................................
........... 29-30

DAFTAR
PUSTAKA .......................................................................................................
.. 32

PENDAHULUAN
Kandidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut yang
disebabkan oleh Candida albicans dan dapat mengenai mulut , vagina , kulit , kuku ,

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 3


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
bronki atau paru , kadang-kadang dapat menyebabkan septicemia , endocarditis ,
atau meningitis. Jamur Candida yang sering sekali terdapat pada kulit , mulut ,
selaput mukosa vagina adalah Candida albicans. Kandidiasis diklasifikasikan
berdasarkan tempat yang terkena oleh Conant (1971)menjadi kandidiasis selaput
lendir , kandidiasis kutis , kandidiasis sistemik. Penyakit ini terdapatdi seluruh dunia
dengan sedikit perbedaan variasi penyakit dan dapat menyerang semua
umur ,baik laki-laki maupun perempuan tetapi terutama pada orang tua dan bayi.

Penularan utama terjadi secara endogen ,namun kadang-kadang terjadi juga


penularan secara eksogen seperti kandidiasis areola mammae pada ibu menyusui
bayinya menderita stomatitis candida. Terjadinya penyakit dipengaruhi oleh faktor-
faktor predisposisi seperti factor imunologis dan non imunologis , endogen dan
eksogen , fisiologis dan patologis , sistemik atau local misalnya lesi pada tangan
sering mengenai orang-orang yangsering berkontak dengan air seperti ibu rumah
tangga. Pada anak-anak sering terjadi penderitadermatitis atopic dan dermatitis
seboroik.

Kandida hidup sebagai saprofit , merupakan flora normal pada mulut ,


tenggorokan dan saluran pencernaan lainnya , vagina kadang-kadang pada lipatan
kulit, dan di bawah kuku jaritangan . Di alam bebas ditemukan pada tanah
,atmosfir,air,serangga dan tumbuh-tumbuhan .Jamur ini merupakan jamur dimorfik ,
yang bentuknya tergantung lingkungannya . Bentuk miselium atau bentuk hifa
ditemukan pada penyakit , karena bentuk ini dianggap pathogen ,sedangkan bentuk
ragi atau klamidospora merupakan bentuk istirahat yaitu sebagai saprofit.

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 4


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
TINJAUAN PUSTAKA

1. ANATOMI DAN FISIOLOGI


A. ANATOMI KULIT

Kulit merupakan salah satu organik terbesar dari tubuh dimana kulit
membentuk 15% dari berat badan keseluruhan. Kulit mempunyai daya
regenerasi yang besar, misalnya jika kulit terluka, maka sel-sel dalam
dermis melawan infeksi lokal kapiler dan jaringan ikat akan mengalami
regenerasi epitel yang tumbuh dari tepi luka menutupi jaringan ikat
sehingga terbentuk jaringan parut yang pada mulanya berwarna
kemerahan karena meningkatkan jumlah kapiler dan akhirnya berubah
menjadi serabut kolagen keputihan yang terlihat melalui epitel.1

Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas 3 lapisan utama, yaitu :

1. Lapisan epidermis
2. Lapisan dermis
2
3. Lapisan subkutis(hipodermis)

EPIDERMIS
Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 5
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Epid er mis adalah lapis an lu ar kuli t yan g tip is dan avas kule r.
Ter d ir i dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel
melanosit, Langerhans dan me r k el. Teb al epidermis berbeda-beda
pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal padatelapak tangan dan
kaki. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruhketebalan
k u l i t . Ter j a d i r e g e n e r a s i s e t i a p 4 - 6 m i n g g u .

Epide rm is te rdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang


paling atas sampai yangte rdalam):

1. S t r a t u m Ko rn e u m . Te r d i r i dari sel ke r a t i n o s i t yang


bisa mengelupas dan be rganti.
2. S t r a t u m L u s i d u m B e r u p a g a r i s t r a n s l u s e n , b i a s a n y a
te rdapat pada kulit tebaltelapak kaki dan telapak
t a n ga n . Ti dak t a m pa k pa da ku lit t ipis .
3. S t r a t u m GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel
polygonal gepeng yang intinyaditengah dan
s i t o p l a s m a t e r i s i o l e h g r a n u l a b a s o fi l i k k a s a r y a n g
dinamakan g r a n u l a ke r a t o h i a l i n yang mengandung
p r o t e i n k a y a a k a n h i s t i d i n . Te r d a p a t s e l L a n g e r h a n s .
4. S t r a t u m S p i n o s u m . Te r d a p a t b e r k a s - b e r k a s fi l a m e n t
y a n g d i n a m a k a n t o n o fi b r i l , d i a n g g a p fi l a m e n - fi l a m e n
tersebut memegang peranan penting
untuk mempertahankan ko h e s i sel dan melindungi
te rhadap efek abrasi. Epidermis padatempat yang
terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai
stratum spinosumdengan lebih b a n y a k t o n o fi b r i l .
Stratum basale dan stratum spinosum disebut
s e b a g a i l a p i s a n M a l fi g i . Te r d a p a t s e l L a n g e r h a n s .
5. S t r a t u m B a s a l e ( S t r a t u m G e r m i n a t i v u m ) . Te r d a p a t
a k t i fi t a s mitosis yang hebatdan bertanggung jawab
dalam pembaharuan sel epide rmis secara ko n s t a n .
Epide rm isdiperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi
ke permukaan, hal ini te rgantung letak,usia dan

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 6


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang
mengandung melanosit.3

DERMIS

Dermis merupakan lapisan kedua dari kulit, batas dengan epidermis


dilapisi oleh membran basalis dan disebelah bawah berbatasan dengan
subkutis. Didalam lapisan ini mengandung pembuluh darah, pembuluh
limfe, dan saraf dan juga lapisannya elastik, fibrosanya padat dan
terdapat folikel rambut

Dermis terdiri dari 2 lapisan, yaitu :

1) Bagian atas, pars papilare


Menonjol keepidermis, terdiri dari serabut saraf, dan pembuluh
darah yang memberi nutrisi pada epidermis yang diatasnya.
2) Bagian bawah pars retikulare
Menonjol kearah subkutan, serabut penunjang yaitu serabut kolagen
yang tugasnya memberikan kekuatan pada kulit, elastis tugasnya
memberikan kelenturan pada kulit dan memberi kekuatan pada alat
disekitar kelenjar dan folikel rambut, dan serabut retikulus.1

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 7


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
HIPODERMIS

Merupakan lapisan di bawah derm is atau hipodermis


yang te rdiri dari lapisan lemak.Lapisan ini terdapat
jarin gan ikat yang menghubung kan kulit secara longgar
dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya
berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan kea d aa n
nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke
d e r m i s u n t u k r e g e n e r a s i . Fu n g s i S u b k u t i s / h i p o d e r m i s :
m e l e ka t ke s t r u k t u r d as a r , i s o l a s i pa n as , c a d a n ga n ka l o r i ,
k o n t r o l b e n t u k t u b u h d a n m e c h a n i c a l s h o c k a b s o r b e r. 3

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 8


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
B. FISIOLOGI KULIT

Ku l i t merupakan organ yang berfungsi sangat penting


bagi tubuh diantaranya adalah memungkinkan bertahan
dalam berbagai ko n d i s i lingkungan,mengon trol suhu
tubuh(te rm oregu lasi), sensasi, ekskresi,dan metabolisme.

Fu n g s i p r o t e k s i k u l i t a d a l a h m e l i n d u n g i d a r i k e h i l a n g a n
cairan dari elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan
sebagai barier dari invasi mikroorgan isme patogen.

S e n s a s i t e l a h d i ke ta h u i me r u p a ka n s al a h s a t u f u n g s i
kulit dalam me respon rangsang rabakarena
banyaknyaakhiran saraf seperti pada daerah bibir, puting
dan ujung jari. Ku l i t b e r p e r a n p a d a pengaturansuhu dan
ke s e i m b a n ga n cairan elektrolit. Te r m o r e g u l a s i d i k o n t r o l
oleh hipothalamus.

Te m p e r a t u r perifer mengalami
p ro s es ke s e i m b a n ga n m e l a l u i ke r i n g a t , insessible loss
d a r i k u l i t , p a r u - p a r u d a n m u k o s a b u k a l . Te m p e r a t u r k u l i t
dikont rol dengan dilatasi atau ko n t r i k s i p e m b u l u h
darahkulit. Bila temperatur mening kat terjadi vasodilatasi
pembuluh d a r a h , ke m u d i a n t u b u h akan mengurangi
temperatur dengan melepas panas dari kulit
dengancaramengirim sinyal kimia yang dapat
mening katkan aliran darah di kulit . Pa d a t e m p e r a t u r
yangmenurun, pembuluh darah kulit akan va s o ko n t r i k s i
y a n g ke m u d i a n a ka n m e m p e r ta h a n ka n p a n as . 3

Ku l i t m e m p u n y a i b e r b a g a i f u n g s i y a i t u :

Fu n g s i p r o t e k s i

Rumah Sakit umum dr pirngadi medan Page 9


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Ku l i t m e n j a g a b a g i a n d a l a m t u b u h t e rh a d a p g a n g g u a n
fi s i s a t a u m e k a n i s , m i s a l n y a t e k a n a n , g e s e k a n , g a n g g u a n
kimia, dan gangguan yang bersifat panas seperti radiasi,
dan sengatan sinar ultra violet. Melanosit turut berperan
dalam melindung i kulit te rhadap pajanan sinar matahari,
proteksi rangsangan kimia dapat terjadi ka rena sifat
stratum ko rn e u m yang impermeabel terhadap perbagai
z a t k i m i a d a n a i r. p H k u l i t b e r k i s a r p a d a p H 5 - 6 , 5 .

Fu n g s i a b s o r p s i
Ku l i t y a n g s e h a t t i d a k m u d a h m e n y e r a p a i r , l a r u t a n
dan benda padat, tetapi cairan yang mudah menguap
lebih mudah diserap, begitupun yang larut lemak.
Ke m a m p u a n absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal
tipisnya kulit, hidrasi, ke l e m b a ba n , metabolisme.
Pe n y e ra p a n da p a t b e r l a n gs u n g m e la l u i c e l a h a n ta ra
sel, menembus sel epide rmis atau melalui muara
s a l u r a n k e l e n j a r.
Fu n g s i e k s k r e s i
K e l e n j a r- k e l e n j a r kulit mengeluarkan zat-zat yang
tidak bergu na lagi atau sisa metabolisme dalam
tubuh berupa NaCl, urea, asam urat dan amon ia.
Fu n g s i p e r s e p s i
Te r h a d a p r a n g s a n g a n p a n a s d i p e r a n k a n o l e h b a d a n -
b a d a n r u ffi n i d i d e r m i s a t a u s u b k u t i s , t e r h a d a p d i n g i n
diperankan oleh badan-badan krause yang terletak
dide rm is. Badan taktil meissner terletak dipapila
de rmis berperan terhadap rabaan, demikian juga
b a d a n ma r ke l r a n v i e r ya n g t e r l e t ak d i e p i d e rm i s 2

VA S K U L A R I S A S I K U L I T

Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk


pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler
de rmis dan selain itu antara derm is dan jaringan
subkutis.Cabang ke c i l meninggalk an pleksus ini

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 10


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
memperdarahi papilla derm is, tiap papilla derm is punya
satu arteri asenden dan satu cabang vena. Pa d a
epide rm is tidak terdapat pembuluh darah tapi
mendapat nutrient dari derm is melalui
membranepide rmis. 3

2. CANDIDIASIS
2 . 1 D e fi n i s i

Kandidiasis adalah suatu penyakit kulit akut atau


subakut, disebabkan oleh jamur intermediat yang
menyerang kulit, subkutan, kuku, selaput lend ir dan alat-
alat dalam.4

Kandidiasis yaitu sejenis infeksi ragi disebabkan oleh


c a n d i d a a l b i c a n s . 5 Ko n d i d o s i s a d a l a h p e n y a k i t j a m u r y a n g
bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies
candida biasanya candida albicans dan dapat mengenai
mulut, vagina, kulit. 2

2.2 Epidemiologi

Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dapat menyerang


semua umur, baik laki-laki maupun perempuan. hubungan ras
dengan penyakit ini tidak jelas tetapi insiden diduga lebih tinggi di
negara berkembang. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada daerah tropis
dengan kelembaban udara yang tinggi dan pada musim hujan
sehubungan dengan daerah-daerah yang tergenang air.2

2.3 Etiologi

Yang tersering sebagai penyebab adalah Candida albicans


yang dapat diisolasi dari kulit, mulut, selaput mukosa vagina dan
feses orang normal. 2

2.4 faktor predisposisi


Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 11
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Faktor predisposisi terjadinya infeksi ini meliputi faktor endogen
maupun eksogen, antaralain:

1. Faktor endogen :

a. Perubahan fisiologik

Kehamilan, karena perubahan pH dalam vagina


Kegemukan, karena banyak keringat
Debilitas
Iatrogenik
Endokrinopati, gangguan gula darah kulit
Penyakit kronik: tuberkulosis, lupus eritematosus dengan
keadaan umumyang buruk.

b. Umur : orang tua dan bayi lebih sering terkena infeksi karena
status imunologiknyatidak sempurna

c. Imunologik : penyakit genetik

2. Faktor eksogen :

a. Iklim, panas, dan kelembaban menyebabkan perspirasi


meningkat

b. Kebersihan kulit

c. Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama


menimbulkan maserasi danmemudahkan masuknya jamur

d. Kontak dengan penderita, misalnya pada thrush, balanopostitis.

Faktor predisposisi berperan dalam meningkatkan pertumbuhan


Candida albicans
s e r t a M e m u d a hk a n i n v as i j a m u r ke da l a m j a r i n g a n t u
buh
m a n u s i a k a r e n a a d a n y a perubahan dalam system pertahanan
tubuh.2

2.5 Klasifikasi

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 12


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Berdasarkan tempat yang terkena,CONANT(1971) kandidiasis dibagi
sebagai berikut:

1. Kandidosis selaput lendir :


a .Ka n did os i s ora l ( t hru s h)

b. Pe rle c he c

c . Vu l v o v a g i n i t i s

d.Balanitis atau balanopostitise

e .Ka n did os i s mukokut a n k ron ik

f. Ka n did os i s bronko pulmona r da n pa ru

2. Kandidosis kutis

a.Lokalisata :

Daerah intertriginosa
Daerah perianal

b.Generalisata

c. Paronikia dan onikomikosis

d.Kandidosis kutis granulomatosa

3. Kandidosis sistemik :

a.Endokarditis

b.Meningitis

c.Pielonefri tis

d.Septikemia

4. Reaksi id (kandidid) 2

A. Kandidiasis vulvovaginalis

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 13


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Definisi

Kandidiasis vulvovaginalis ayau kandidosis vulvovaginalis/kandida


vulvovaginalis adalah infeksi vagina dan vulva oleh genus candida,
dengan berbagai manifestasi klinisnya yang bisa berlangsung akut, kronik
atau episodik. Kandidosis vulvovaginalis rekuren adalah infeksi
vagina dan atau vulva yangberulang, yang disebabkan oleh organisme
yang sama minimal 4 atau lebih episode simtomatik dalam setahun.6

Patogenesis

Manifestasi kandidiasis vagina merupakan hasil interaksi antara


patogenitas kandida dengan mekanisme pertahanan tuan rumah, yang
berkaitan dengan faktor predisposisi. Potogenesis penyakit dan bagimana
mekanisme pertahanan tuan rumah terhadap kandida belum sepenuhnya
dimengerti. Pada keadaan normal, jamur candida dapat ditemukan dalam
jumlah sedikit di vagina, mulur rahim dan saluran pencernaan. Jamur
kandida disini hidup sebagai saprofit tanpa menimbulkan keluhan atau
gejala (asimptomatis) jamur ini dapat tumbuh dengan variasi pH yang
luas, tetapi pertumbuhannya akan lebih baik pada pH 4,5 - 6,5.
Bersama dengan jamur kandida pada keadaan normal di vagina juga
didapatkan basil Doderlein Lactobasilus (lactobasilus) yang hidup sebagai
komensal. Keduanya mempunyai peranan penting dalam menjaga
keseimbangan ekosistem di dalam vagina. Doderlein berfungsi mengubah
glikogen menjadi asam laktat yang berguna untuk mempertahankan pH

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 14


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
vagina dalam suasana asam (pH 4 -5). Pada semua kelainan yang
mengganggu flora normal vagina dapat menjadikan vagina sebagi tempat
yang sesuai bagi kandida untuk berkembang biak. Masih belum dapat
dipastikan apakah kandida menekan pertumbuhan basil doderlein atau
pada keadaan basil Doderlein mengalami gangguan lalu diikuti dengan
infeksi dari jamur candida. Kenyataannya pada keadaan infeksi ini
dijumpai hanya sedikit koloni doderlein. Infeksi kandida dapat terjadi
secara endogen maupun eksogen atau secara kontak langsung. Infeksi
endogen lebih sering karena sebelumnya memang kandida sudah hidup
sebagai saprofit pada tubuh manusia. Pada keadaaan tertentu dapat
terjadi perubahan sifat jamur tersebut dari saprofit menjadi patogen
sehingga oleh karena itu jamur kandida disebut sebagai jamur
oportunistik. Jamur kandida bersifat dimorfik, sehingga jamur kandida
pada tubuh manusia mungkin ditemukan dalam bentuk yang berbeda
sesuai dengan phasenya. Bentuk blastopsora ( Blastoconida) merupakan
bentuk yang berhubungan dengan kolonisasi yang asimptomatik. Pada
koloni asimptomatik jumlah organisme hanya sedikit, dapat ditemukan
bentuk blaspora atau budding tapi tidak ditemukan bentuk pseudohypa.
Bentuk filamen kandida merupakan bentuk yang biasanya dapat dilihat
pada penderita dengan gejala-gejala simptomatik. Bentuk filamen kandida
dapat menginvasi mukosa vagina dan berpenetrasi ke sel-sel epitel
vagina. Germinasi kandida ini akan meningkatkan kolonisasi dan
memudahkan invasi ke jaringan. Sobel dkk menunjukan secara invivo
jamur kandida yang tidak mengalami germinasi atau membentuk tunas,
tidak mampu menyebabkan
kandidiasis vaginalis.
Belum banyak diketahui bahwa enzim proteolitik, toksin dan enzim
phospholipase dari jamur kandida dapat merusak protein bebas dan
protein sel sehingga memudahkan invasi jamur ke jaringan. Jamur kandida
dapat timbul didalam sel dan bentuk intraseluler ini sebagai pertahanan
atau perlindungan terhadap pertahanan tubuh. Adanya faktor-faktor
predisposisi menyebabkan pertumbuhan jamur kandida di vagina menjadi
berlebihan sehingga terjadi koloni simptomatik yang mengakibatkan
Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 15
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
timbulnya gejala gejala penyakit kandidiasis vagina. Sampai saat ini
apakah perubahan koloni asimptomatik menjadi
simptomatik disebabkan karena perubahan pada faktor tuan rumah atau
yeastnya itu sendiri masih belum jelas.

Gambaran klinis

Keluhan yang paling sering adalah rasa gatal pada daerah vulva dan
adanya duh tubuh. Sifat duh tubuh bervariasi dari cair seperti air sampai
tebal dan homogen dan noda seperti keju. Kadang-kadang sekret tampak
seperti susu yang disertai gumpalan-gumpalan putih sehingga tampak
seperti susu basi/pecah dan tidak berbau. Akan tetapi lebih sering sekret
hanya minimal saja. Keluhan klasik yang lainnya adalah rasa kering pada
liang vagina, rasa terbakar pada vulva, dispareunia dan disuria. Jadi
sebenarnya, tidak ada keluhan yang benar-benar spesifik untuk KVV.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan pembengkakan pada
labia dan vulva, juga dapat ditemukan lesi papulopustular di sekitarnya.
Servik tampak normalsedangkan mukosa vagina tampak kemerahan.
Bila ditemukan keluhan dan tanda tanda vaginitis serta pH vagina
<4,5 dapat diduga adanya infeksi candida, sedangkan bila pH vagina >5
kemungkinan adalah vaginitis karena bakterial vaginosis dan trikomonas
vaginitis atau infeksi campuran.6
Diagnosa banding
1. Trichomoniasis vagina.
2. Vaginosis Bakterialis
3. Gonore
1. Trichomoniasis vagina
Trichomoniasis merupakan penyakit infeksi protozoa yang disebabkan
oleh Trichomonas vaginalis, biasanya ditularkan melalui hubungan seksual
dan sering menyerang traktus urogenitalis bagian bawah. Pada wanita
sering tidak menunjukan keluhan, bila ada biasanya berupa duh tubuh
vagina yang banyak, berwarna kehijauan dan berbusa yang patognomonis
untuk penyakit ini. Pada pemeriksaan dengan kolposkopi tampak
gambaran Strawberry cervix yang dianggap khas untuk trichomoniasis.

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 16


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Diagnosis Trichomonoasis ditegakan bila ditemukan Trichomo nas
vaginalis pada sediaan basah. Pada keadaan yang meragukan dapat
dilakukan pemeriksaan dengan biakan duh tubuh vagina.
2. Vaginosis Bakterialis
Vaginosis Bakterialis merupakan sindrome klinik akibat pergantian Bacillus
Duoderlin yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob
dalam konsentrasi tinggi seperti Bacteroides Spp, Mobiluncus Sp,
Peptostreptococcus Sp dan Gardnerella vaginalis bakterialis dapat
dijumpai duh tubuh vagina yang banyak, homogen dengan bau yang khas
seperti bau ikan, terutama waktu berhubungan seksual. Bau tersebut
disebabkan adanya amin yang menguap bila cairan vagina menjadi basa.
Cairan seminal yang basa menimbulkan terlepasnya amin dari
perlekatannya pada protein dan amin yang menguap menimbulkan bau
yang khas.
Amsel et al merekomendasikan diagnosa klinik vaginosis bakterialis
berdasarkan pada adanya tiga dari empat tanda-tanda berikut :
1. cairan vagina homogen, putih atau keabu-abuan, melekat pada dinding
vagina.
2. pH vagina lebih besar dari 4,5.
3. Sekret vagina berbau seperti bau ikan sebelum atau sesudah
penambahan
KOH 10% (whiff test)
4. Adanya clue cells pada pemeriksaan mikroskop sediaan basah. Clue
cell merupakan sel epitel vagina yang ditutupi oleh berbagai bakteri
vagina sehingga memberikan gambaran granular dengan batas sel yang
kabur karena melekatnya bakteri batang atau kokus yang kecil.
3. Gonore
Gonore adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh negatif
Gram diplokokus Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini biasanya ditularkan
melalui hubungan seksual. Daerah yang paling mudah terinfeksi adalah
daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapisan gepeng yang belum
berkembang yaitu pada vagin sebelum pubertas. Organ tubuh yang sering
dikenai adalah mukosa membran uretra, endoserviks, rektum dan pharing.
Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 17
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Penyakit gonore pada wanita, baik akut maupun kronik jarang ditemukan
gejala subyektif dan hampir tidak pernah didapati kelainan objektif. Infeksi
pada wanita, pada mulanya hanya mengenai serviks uteri.
Dapat asimptomatik, kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada
panggul bawah. Pada pemeriksaan serviks tampak merah dengan erosi
dan sekret muko purulen. Bila terjadi servisitis akut atau disertai vaginitis
oleh trikomonas vaginalis, candida albicans dan chlamydia trachomatis
duh tubuh akan terlihat lebih banyak.6

B. Kandidiasis kutis

Definisi

Kandidosis kutis adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan


oleh infeksi jamur dari genus Candida. Kandidosis terbagi menjadi 2
macam yakni kandidosis profunda dan kondidosis superfisial. Predileksi
Candida albicans pada daerah lembab, misalnya pada daerah
lipatankulit. Karena organisme ini menyukai daerah yang hangat dan
lembab.7
Gejala klinis
Manifestasi klinis yang muncul dapat berupa gatal yang
mungkin sangat hebat.Terdapat lesi kulit yang kemerahan atau terjadi
peradangan, semakin meluas, makula atau papul, mungkin terdapat
lesi satelit (lesi yang lebih kecil yang kemudian menjadi
lebih besar). Lesi terlokalisasi di daerah lipatan kulit, genital, bokong, di
bawah payudara, ataudi daerah kulit yang lain.7
1.Kandidosis Kutis Lokalisata
a.kandida intertriginosa
Lesi yang terjadi pada daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal,
lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, glands penis, dan
umbilikus. Berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah, dan
eritematosa. Lesi tersebut dikelilingi oleh s a t e l i t b e r u p a v e s i ke l -
v e s i ke l d a n p u s t u l - p u s t u l ke c i l a ta u bula ya n g bila pecah
p e c a h meninggalkan daerah yang erosif, dengan pinggir yang kasar dan

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 18


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
berkembang seperti lesi primer. Pada orang yang banyak mencuci,
jamur ini menyerang daerah interdigital t a n g a n ma u p u n ka k i .
Disini juga terjadi lesi-lesi satelit d i s e ke l i l i n g n y a .
K o n d i s i i n i menimbulkan rasa tidak nyaman dan kadang bisa
menimbulkan nyeri. Kandidosisintertriginosa yang terjadi pada sela
jari tangan maupun kaki dapat diikuti dengan paronikia dan
onikomikosis pada tangan atau kaki yang sama.7

Kandidiasis Intertriginosa

b.Kandidosis P erianal
Kandidosis perianal adalah infeksi Candida pada kulit di
sekitar anus yang banyak ditemukan pada bayi, sering disebut juga
sebagai kandidosis popok atau diaper rash. Hal ini terjadi karena
popok yang basah oleh air kencing tidak segeradiganti, sehingga
menyebabkan iritasi kulit genital dan sekitar anus. Penyakit ini jugasering
diderita oleh neonatus sebagai gejala sisa dermatitis oral dan perianal.

Popok yang basah akan tampak seperti area intertriginosa buatan,


merupakantempat predisposisi untuk infeksi ragi. Lesi yang tampak
berupa dasar merah dan pustule satelit. Kadang sering dijumpai pula
gejala pruritus ani.

Dermatitis popok sering diobati dengan kombinasi steroid


krim dan lotion yang mengandung antibiotic. Walaupun obat ini
mungkin berisi klotrimazol yang merupakan obat anti jamur,
mungkin konsentrasinya tidak cukup untuk mengendalikan infeksi

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 19


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
jamur yang terjadi. Komponen ko r t i s o n da p a t mengubah
g a m b a ra n k l i n i s d a n m e m p e r p a n j a n g p e n ya k i t .

B e n t u k n o d u l a r g r a n u l o m a t o s is kandidospanjangis di daerah
popok, muncul sebagai kusam, eritem, dan nodul dengan bentuk yang
tidak teratur, kadang-kadang dasar yang eritem merupakan reaksi
biasa untuk organisme Candida atau infeksi Candida yang
disebabkan oleh steroid. Meskipuninfeksi dermatofi t jarang terjadi
di daerah popok, tetapi kasus ini sering ditemukan. Setiap upaya
harus dilakukan untuk mengidentifikasi organism dan mengobati
infeksidengan tepat.7

Diaper Rash

2.Kandidosis Kutis Generalisata


Lesi terdapat pada glabrous skin, biasanya juga di lipat payudara,
intergluteal, dan umbilikus. Sering disertai glositis, stomatitis, dan
paronikia. Lesi berupa ekzematoid,dengan vesikel-vesikel dan pustul-
pustul. Penyakit ini sering terdapat pada bayi, mungkinkarena ibunya
menderita kandidiasis vagina atau mungkin karena gangguan
imunologik sehingga daya tahan tubuh bayi tersebut rendah.
Pa d a b a y i b a r u l a h i r y a n g m e n d e r i t a ka n d i d o s i s ku t i
s g e n e r a l i s a t a , d e n g a n vesikulopustul di atas eritem muncul pada
saat bayi baru lahir atau beberapa jam setelah lahir. Lesi pertama kali
muncul di muka, leher dan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu
24 jam.7

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 20


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
3 . Pa r o n i k i a d a n O n i ko m i ko s i s
Paronikia dan onikomikosis adalah peradangan kuku
dan bantalan kuku.
Paronikiad a p a t b e r s i f a t a ku t d a n k ro n i s . Pa ro n i k i a a ku t d i s e ba
b ka n o l e h ba k t e r i , s e d a n g ka n paronikia kronis disebabkan oleh
candida sebagai patogen tunggal atau ditemukan bersama
ditemukan bersamaan dengan bakteri lain seperti Proteus atau
Pseudomonas sp. Ini merupakan proses peradangan kronis
pada lipatan kuku proksimal dan matrikskuku. Hal ini terutama terjadi
pada orang- orang yang tangannya sering terendam dalam air seperti
pada ibu rumah tangga, pegawai bar atau rumah makan, penggemar
tanaman,dan pegawai ikan. Pemakaian alat pencuci piring mekanis yang
semakin meluas mungkin berhubungan dengan penurunan insidensi
kelainan ini.
Ga mba ra n klinis berupa eritem a pada lipata n kuku p
r o k s i m a l ( boilstering ),p e m b e n g ka ka n t i d a k b e rn a n a h , kuku m e
n j a d i t e ba l , m e n g e ra s d a n b e r l e ku k - l e ku k , ka d a n g - ka d a n g
b e r w a rn a ke c o k l a t a n , tidak rapuh, tetep berkilat, tidak
t e rd a p a t s is a j a r i n g a n d i b a wa h ku ku s e p e r t i t i n e a u n g u i u m
dan hilangnya kutikula.

Hal inisering berhubungan dengan terjadinya distrofi kuku. Candida


albicans mempunyai peran patogenik, tetapi bakteri mengkin juga ikut
menyertainya.
Ti d a k a da n y a ku t i ku l a m e m u n g k i n ka n m a s u k n ya b a h a n - b a ha n
i r i t a n s e pe r t i d e t e rg e n ke da e r a h d i b a w a h p ro k s i ma l , d a n h a l
i n i t u r u t m e n y e ba b ka n p ro s e s p e r a da n g a n .

Kondisi ini cukup berbeda dengan paronikia bacterial akut, yang


timbul cepat, rasasakit yang hebat, dan banyak nanah hijau.
Penekanan pada lipatan kuku yang bengakak pada paronikia kronis
bias mengeluarkan butiran-butiran kecil nanah yang

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 21


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
berbentuk seperti krim susu dari bawah lipatan kuku, tetapi hanya itu
saja yang terjadi.7

4.Kandidosis Granulomatosa
Ke l a i n a n i n i j a r a n g d i j u m p a i . H O U S E R da n R O T H M A N m e l a p o r k
a n ba h wa penyakit ini sering menyerang anak-anak, lesi berupa
papul kemerahan tertutup krusta tebal b e r w a rn a ku n i n g
ke c o k l a t a n dan m e l e ka t erat pa d a da s a rn y a . K r u s ta ini
d a p a t menimbul seperti tanduk sepanjang 2 cm, lokalisasinya sering
terdapat di muka, kepala,kuku, badan, tungkai, dan faring.7

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 22


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Diagnosa banding
Keterangan Tinea kruris Dermatitis Eritrasma
Definisi Penyakit pada Peradangan kulit Penyakit bakteri
jaringan yang (epidermis dan kronik pada
mengandung zat dermis) sebagai stratum
tanduk pada respon terhadap korneum yang
lipatan paha, pengaruh disebabkan
daerah endogen dan corynebacterium
perineum, dan atau eksogen, minitussismum,
sekitar anus, menimbulkan ditandai dengan
yang bersifat kelainan klinis adanya lesi
akut atau berupa berupa eritema
menahun. efloresensi dan skuama
polimorfik halus terutama
(eritema, edema, di daerah ketiak
papul, vesikel, dan lipatan
skuama, paha.
likenifikasi) dan
keluhan gatal.
Etiologi Tinea kruris Penyebab Disebabkan oleh
Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 23
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
biasanya eksogen (bahan bakteri
disebabkan oleh kimia, fisik, Corynebacteriu
T.rubrum, mikroorganisme) m minissusmum.
T.mentagrophyt dan penyebab
es, atau endogen
E.flocossum. ( atopik),
sebagiannya
tidak diketahui
etiologinya yang
pasti.
Lesi Lesi berbatas Pada stadium Lesi kulit dapat
tegas, akut kelainan berukuran
peradangan kulit berupa sebesar miliar
pada tepi lebih eritema, edem, sampai plakat.
nyata daripada vesikel atau bula, Lesi
daerah erosi dan eritroskuamosa,
tengahnya. eksudasi, berskuama halus
Efloresensi sehingga tampak kadang-kadang
terdiri atas basah dapat terlihat
macam-macam (madidans). merah kecoklat-
bentuk yang Stadium subakut, coklatan. Variasi
primer dan eritema dan ini rupanya
sekunder edema tergantung pada
(polimorf). berkurang, daerah area lesi
eksudat dan warna kulit
mengering penderita
Tempat
menjadi krusta.
predileksi di
Pada stadium
daerah ketiak
kronis lesi
dan lipat paha,
tampak kering,
kadang berlokasi
skuama,
di daerah
hiperpigmentasi,
intertriginosa
papul dan

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 24


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
likenifikasi, lain terutama
mungkin juga pada penderita
terdapat erosi gemuk.
atau eksoriasi
Perluasan lesi
karena garukan
terlihat pada
pinggir yang
eritematosa dan
serpiginosa. Lesi
tidak menimbul
dan tidak terlihat
vesikulasi.
Skuama kering
yang halus
menutupi lesi
dan pada
perabaan terasa
lemak.
Pemeriksaan Pemeriksaan Dermatitis Pemeriksaan
penunjang KOH 10%, atopik Prick Wood Lamp,
akan tampak Test. tampak
Dermatitis
elemen jamur. merah
Kultur sediaan kontak
membara
pada Patch Test.
(coral red).
Dermatitis
Sabouround
seboroik Pemeriksaan
Dextrose Agar
Pemeriksaa
(SDA) atau pengecetan
n KOH 10 %,
Dermatophyt gram atau
akan
Test Medium giemsa gram
tampak
(DTM). positif.
spora atau
blastokonidi
a tanpa hifa
Pemeriksaa
n Wood

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 25


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Lamp ,
negatif
(warna
violet).

C.Kandidiasis oral
D efi n i s i
Oral candidiasis me r u p a ka n salah satu m a n i f e s ta s i dari
p e n y a k i t m u l u t b e r u p a i n f e k s i ya n g d i s e ba b ka n o l e h j a m u r
c a n d i d a a l b i c a ns . Pe n y a k i t i n i s a n g a t s e r i n g d i t e m u ka n pa d a
orang ya n g memiliki imunitas ya n g re n d a h seperti orang
yang t e r ke n a H I V. S e b e n a rn y a penyakit inidapat dicegah
a pa b i l a ke s e h a ta n mulut kita dijaga dengan baik da n
m e n g o n s u m s i ma ka n a n y a n g ba i k . S e l a i n i t u , a p a b i l a o r a l
c a n d i d i a s i s t i d a k ce p a t d i l a ku ka n p e ra w a t a n a ka n b e r b a ha y a
d a n m e n y e b a b ka n ke t i d a k n y a ma n a n p a d a m u l u t . 8
Oral candidiasis me r u p a ka n infeksi ro n g g a mulut yang
umumnya te r j a d i pa d a ma n u s i a dan memiliki b a n ya k
m a n i f e s ta s i klinis sehingga p e n ya k i t ini sering ka l i sulit
didiagnosa. Pe n y e b a b n y a a da l a h banyaknya faktor
ke m u n g k i n a n y a n g a da t e rh a d a p m u n c u l n y a i n f e k s i i n i . 8

Pa t o g e n e s i s
Terjadinya kandidiasis pada rongga mulut di awali dengan adanya
kemampuan candida untuk melekat pada mukosa mulut. Hal ini yang
menyebabkan awal terjadinya infeksi. Sel ragi atau jamur tidak melekat
apabila mekanisme pembersihan oleh saliva, pengunyahan dan
penghancuran oleh asam lambung berjalan normal. Perlekatan jamur
pada mukosa mulut mengakibatkan proliferasi, kolonisasi tanpa atau
dengan gejala infeksi.

Bahan-bahan polimerik ekstra seluler ( mannoprotein ) yang menutupi


permukaan candida albicana merupakan komponen penting untuk

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 26


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
perlekatan pada mukosa mulut. Candida albicana menghasilkan
proteinase yang dapat mengdegradasi protein saliva termasuk sekretori
immunoglobulin A, laktoferin, musin dan keratin juga sitotoksis terhadap
sel host. Batas-batas hidrolisis dapat terjadi pada pH 3,0/3,5-6,0. Dan
mungkin melibatkan beberapa enzim lain seperti fosfolipase, akan di
hasilkan pada pH 3,5-6,0. Enzim ini menghancurkan membrane sel
selanjutnya akan terjadi invasi jamur tersebut pada jaringan host. Hyfa
mampu tumbuh meluas pada permukaan sel host.9

Manifestasi klinis

Infeksi candida albicans pada rongga mulut memperlihatkan empat


bentuk yang pada masing-masing bentuk memiliki ciri atau gejala klinis
yang berbeda. Keempat bentuk klinis dari oral candidiasis adalah acute
pseudomembranous candidiasis, erythematous candidiasis, chronic
hyperplastic cndidiasis dan chronic mucocutaneus candidiasis.8

1. Acute pseudnali dengan adanyaomembranous candidiasis


(thrush)

Pseudomembranous candidiasis atau biasa disebut thrust


merupakan jenis oral candidiasis yang paling sering dijumpai. Jenis
ini biasanya dijumpai pada bayi dan orang yang sangat lemah. Jenis
ini dapat dikenal dengan adanya lesi berwarna putih menyerupai
gumpalan keju atau susu pada mukosa bukal mulut. Lesi putih
tersebut tersusun atas kumpulan hype kusut, ragi, sel-sel epitel, sel
api, fibrin dan debris.

Pada bayi lesi mulai terlihat pada hari ke 2-5 kehidupan, berwarna
putih dan lembut serta lesi ini umumnya tidak nyeri dan dapat
dilepas dengan mudah akan tetapi meninggalkan permukaan yang
berdarah. Pada orang dewasa lebih sering terjadi inflamasi, eritema
dan terkikisnya bagian mulut yang menimbulkan rasa menyakitkan.

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 27


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
Gejala lain yang dialami pasien yang timbul akibat
pseudomembranous candidiasis ini yaitu rasa makanan buruk dan
terkadang tidak berasa serta sensasi terbakar pada mulut dan
kerongkongan. Selain itu, lesi putih tersebut sering hilang secara
spontan sebagai akibat dari meningkatnya kondisi si pasien.8

2. Erythematous

Erythematous candidiasis terdiri atas 2 yaitu denture sore


mouth/denture stomatitis dan angular cheilitis. denture sore
mouth merupakan suatu peradangan difus dari daerah
pendukung gigi tiruan rahang atas dengan atau tanpa disertai
tanda pecah-pecah dan peradangan dari komisura mulut(angular
cheilitis). Penyakit ini lebih sering mengenai wanita. Faktor yang
menyebabkan trauma dan kegagalan melepas gigi tiruan,
diabetes, anemia. Gejala timbul adalah munculnya lesi berupa
bercak yang mengenai seluruh permukaan jaringan bawah gigi
tiruan atas, mukosa berwarna merah terang dan kenyal. Pada
celah antar lesi terdapat cairan berwarna keputihan disertai
bercak-bercak thrush. Infeksi ini akan berlanjut kedaerah
intertrigenous pada komisura bibir menyebabkan angular
cheilitis.

Angular cheilitis disebut juga cheilocandidiasis. Penyakit ini


disebabkan oleh gabungan candida dengan bakteri, kebiasaan
menjilat bibir, usia lanjut, kekurangan nutrisi, dan penurunan
Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 28
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
dimensi vertikal bibir. Penyakit ini merupakn infeksi lanjutan dari
denture sore mouth yaitu dengan karakteristik terdapat
fisura(retakan merah) disudut-sudut bibir serta adanya burning
sensation didalam mulut. Umumnya angular cheilitis
berhubungan dengan infeksi candidiasis inraoral namun
terkadang kulit perioral sekitar mulut juga terinfeksi yang
sebagian besar dialami oleh anak-anak.8

3. Chronic hyperplastic candidiasis

Chronic hiperplastic candidiasis disebut juga candidal leukoplakia


memiliki karakteristik berikut, yaitu terdapat bercak putih sama
seperti penderida pseudomembranous candidiasis, tetapi yang
membedakan adalah plak atau bercak putih tersebut dapat
diraba, melekat erat dan tidak dapat dikerok. Infeksi candidiasis
jenis ini umumnya terjadi pada lidah,palatum atau mukosa bukal.
Infeksi ini pula sering dialami oleh perokok.8

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 29


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
4. Chronic mucocutaneus candidiasis(CMC)

CMC sering terjadi akibat dari kerusakan dalam imunitas selular


atau struktur epidermis. Baik jenis pseudomembranous maupun
jenis hyperplastic dari respon jaringan terhadap organisme inni
akan dijumpaidalam pasien yang telah terinfeksi secara kronis.
Terdapat 4 kategori CMC, yaitu :

i. Familial CMC yaitu kelainan familial yang menyerang kedua


jenis kelamin dengan kemungkinan diwariskan sebagai
faktor resesif autosomal dan ditandaidengan kandidiasis
mulut yang kronis serta infeksi hyperplastik dari lipatan
kuku bayi

ii. Diffuse CMC dengan penyebab utama kekurangan zat besi,


ditandai dengan penyebaran luas kekulit dan timbulnya
granuloma kandida

iii. Endocrine candidiasis syndrom yaitu penyakit resesif


autosomal, dimulai dari serangan CMC disusul dengan
terjadinya hipoparatiroidism dan hipoadrenalism

iv. CMC of late onset yaitu penyakit yang terjadi pada umur
>35 tahun tanpa riwayat abnormalitas klinis yang berarti.

2.5 Pembantu diagnosis

1. Pemeriksaan langsung

Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan larutan KOH


10% atau dengan pewarnaan gram, terlihat sel ragi, blastospora atau hifa
semu.

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 30


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
2. Pemeriksaan biakan

Bahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dekstrosa glaukosa


sabouraud, dapat pula agar ini dibubuhi antibiotik(kloramfenikol) untuk
mencegah pertumbuhan bakteri. Perbenihan disimpan dalam suhu kamar
atau lemari suhu 37oc, koloni tumbuh setelah 24-48 jam, berupa yeast like
colony. Identifikasi candida albicans dilakukan dengan membiakan
tumbuhan tersebut pada com meal agar.2

2.6 pengobatan

1. menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi

2. topikal:

Larutan ungu gentian -1% untuk selaput lendir, 1-2% untuk kulit,
dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari

Nistatin : berupa krim, salap, emulsi

amfoterisinB

grup azol, antara lain:

mikonazol 2% berupa krim atau bedak

klotrimazol 1% berupa bedak, larutan dan krim

tiokonazol, bufonazol, isokonazol

siklopiroksolamin 1% larutan, krim

antibiotik yang lain yang berspektrum luas

3.Sistemik

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 31


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran
cerna, obat ini tidak diserap oleh usus

amfoterisinB diberikan intravna untuk kandidosis sistemik

untuk kandidosis vaginalis dapat diberikan klotrimazol 500 mg


pervaginam dosis tunggal, sistemik dapat diberikan ketokonazol
2x200 mg selama 5 hari atau dengan itrakonazol 2x200mg dosis
tunggal atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal.

Itrakonazol: bila dipakai untuk kandidosis vulvovaginalis dosis untuk


orang dewasa 2x100mg sehari selama 3 hari.2

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 32


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
KESIMPULAN

Kandidiasis adalah suatu penyakit infeksi pada kulit dan mukosa


yang disebabkan oleh jamur candida. Candida adalah suatu spesies yang
paling umum ditemukan di rongga mulut dan merupakan flora normal.
Spesies candida mencapai 40 60 % dari seluruh populasi
mikroorganisme rongga mulut. Terdapat lima spesies candida, yaitu
candida albicana, candida tropikalis, candida glabarata, candida krusel,
dan candida parapsilosis. Dari kelima candida tersebut candida albicana
merupakan spesies yang paling umum menyebabkan infeksi di rongga
mulut.

Struktur candida albicana terdiri dari dinding sel, sitoplasma


nucleus, membrane golgi dan endoplasmic retikuler. Dinding sel terdiri
dari beberapa lapis dan dibentuk oleh mannoprotein, gulkan, gulkan
ohitin. Candida albicana dapat tumbuh pada media yang mengandung
sumber karbon misalnya glukosa dan nitrogen biasanya digunakan
ammonium atau nitrat, kadang-kadang memerlukan biotin. Pertumbuhan
jamur ditandai dengan pertumbuhan ragi yang berbentuk oval atau
sebagai elemen fillamen hyfa atau pseudohyfa ( sel ragi yang memanjang
) dan suatu masa filament hyfa disbeut mycelium. Spesies ini tumbuh
pada temperature 20- 40 derajat celcius.

Penggunaan protesa menyebabkan kurangnya pembersihan oleh


saliva dan pengelupasan epitel, hal ini mengakibatkan perubahan pada
mukosa. Pada penderita xerostomia, penderita yang diobati dengan radio
aktif, dan yang menggunakan obat-obatan sitotoksis mempunyai
Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 33
Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022
mekanisme pembersih dan di hubungkan dengan pertahanan host
menurun, hal ini mengakibatkan mukositits dan glositis. Penggunaan
antibiotic dan kortikosteroid akan menghambat pertumbuhan bakteri
komersial sehingga mengakibatkan pertumbuhan candida yang lebih
banyak, dan menurunkan daya tahan tubuh, karena kortikosteroid
mengakibatkan penekanan sel mediated immune. Pada penderita yang
mengalami kelainan darah atau adanya pertumbuhan jaringan
( keganasan ), system fagositosisnya menurun, karena fungsi netrofil dan
makrofag mengalami kerusakan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Aisah,siti. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Jakarta. FKUI. 2007; 169-
175
2. Fk unair,RSU DR SOETOMO.surabaya. ATLAS penyakit kulit dan
kelamin
3. Tanto, Chris. Kapita Selekta Kedokteran Edisi IV. Jakarta.2014.120-
121.FKUI
4. Journal of YUVRAJ SINGH DANGI1, MURARI LAL SONI1, KAMTA
PRASAD NAMDEO1 Title ; ORAL CANDIDIASIS: A REVIEW
5. http://id.scribd.com/doc/66258929/Kandidosis-Kutis
6. http://chakraproject.blogspot.com/2011/11/file-04-oral-candidiasis-
diagnosis-dan.html
7. http://id. KANDIDIASIS ORAL - MAKALAH DAN REFERAT KEDOKTERAN.htm

Rumah Sakit umum dr pirngadi medanPage 34


Fakultas kedokteran universitas baiturrahmah
Ricky Febrino 0910070100022