Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara umum senyawa yang disebut lipid dapat diartikan sebagai suatu senyawa yang
dalam pelarut tidak larut dalam air, namun dapat larut dalam pelarut organik, contohnya benzen,
eter, dan kloroform. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol. Berbagai kelas lipid
dihubungkan satu nama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan
asam lemaknya maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi
dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid),
kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), kombinasi dengan protein (lipoprotein).
Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa
yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik. Pelarut organik
yang dimaksud adalah pelarut organik nonpolar, seperti benzen, pentana, dietil eter, dan karbon
tetraklorida. Dengan pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstraksi dari sel dan jaringan
tumbuhan ataupun hewan. Lipid didefinisikan sebagai senyawa yang tak larut dalam air yang
diekstrak dari organisme hidup menggunakan pelarut yang kepolarannya lemah atau pelarut non
polar. Definisi ini berdasarkan atas sifat fisik, berlawanan dengan definisi protein, karbohidrat,
maupun asam nukleat yang berdasarkan atas struktur kimianya. Istilah lipid mencakup berbagai
macam kelompok senyawa yang berbeda-beda strukturnya. Seperti halnya karbohidrat dan
protein, lemak merupakan sumber energi bagi tubuh. Besarnya energi yang dihasilkan per gram
lemak adalah lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh 1 gram karbohidrat atau 1 gram
protein. 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori (kal).Lemak dalam makanan merupakan campuran
lemak heterogen yang sebagian besar terdiri dari trigliserida. Triglesirida disebut lemak jika pada
suhu ruang berbentuk padatan, dan disebut minyak jika pada suhu ruang berbentuk cairan.
Triglesirida merupakan campuran asam-asam lemak, biasanya dengan panjang rantai karbon
sebanyak 12-22 dengan jumlah ikatan rangkap dari 0-4. Dalam lemak makanan juga terdapat
sejumlah kecil fosfolipid, sfingolipid, kolesterol, dan fitosterol. Lemak yang akan dibicarakan
disini adalah lemak netral yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak. Gliserol
mempunyai 3 gugusan hidroksil dimana masing-masing akan mengikat 1 molekul asam lemak
yang disebut trigliserol. Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar
dan hidrofobik. Karena nonpolar, seperti alkohol, eter, atau kloroform. Fungsi biologis terpenting
lipid diantaranya untuk menyimpan energi, sebagai komponen struktural membran sel, dan
sebagai pensinyalan molekul.
Metabolisme adalah pertukaran zat antara suatu sel atau suatu organisme secara
keseluruhan dengan zat antara suatusel atau organisme secara keseluruhan dengan
lingkungannya.Metabolisme berasal dari kata Yunani Metabole ynisme hang berarti
perubahan. Metabolisme kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara
keseluruhan dengan lingkungannya. Salah satu aktivitas protoplasma yang penting adalah
pembentukan sel baru dengan cara pembelahan. Sebelum sel melakukan pembelahan, maka
protoplasma akan aktif mengumpulkan serta mensintesa karbohidrat, protein, lemak dan banyak
lagi senyawa kompleks yang merupakan bagian dari protoplasma dan dinding sel. Bahan dasar
untuk sintesa senyawa organic tersebut adalah unsure-unsur aorganic yang diserap oleh akar dan
gula yang dibentuk dari karbon dioksida dan air pada proses fotosintesa (asimilasi karbon).
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup,
mulai makhluk hidup bersel satu hingga yang memiliki susunan tubuh kompleks seperti manusia.
Dalam hal ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari
sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) senyawa
atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang
penting dalam metabollisme adalah perenannya dalam penawar racun atau detoksifikasi.
Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang sangat
terkoordinasi, melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi
secara bertahap dan memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan mekanisme
reaaksinya.

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik


sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks Proses ini membutuhkan energy dari
luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia.
Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut
menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut
tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang
terbentuk.
Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino,
monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk
reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul
kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.
Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis sedangkan
anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.
Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya
glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat. untuk pengkopian
informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup baik
intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya,
maka organisme akan tumbuh.
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang
mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih
rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di
dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen
(aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut
fermentasi.
Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 6CO2 + 6H2O + 688KKal.
(glukosa)
Contoh Fermentasi :C6H1206 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) (etanol)
Respirasi
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi
melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi
kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.
Contoh:
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C6H,206 + 6 02 6 H2O + 6 CO2 + Energi
(gluLosa)

Definisi Metabolisme Lipid


Lipid adalah ester asam lemak. Biasanya zat tersebut tidak larut dalam air akan tetapi larut
dalam pelarut lemak. Pelarut lemak adaah eter, chloroform, benzena, carbontetrachlorida, xylena,
alkohol panas, dan aseton panas. (Iskandar, 1974)
Lipid adalah suatu senyawa yang bersifat hidrofobik, terdapat dalam semua bagian tubuh
serta dapat diekstraksi dari materi hidup dengan menggunakan pelarut non polar seperti
kloroform, benzena dan etil eter. (Murray dkk, 2003)
Lipid merupakan kelompok heterogen dari senyawa yang lebih berkerabat karena sifat
fisiknya disbanding sifat kimianya. Kelompok ini mempunyai sifat umum, yaitu :
1. Relatif tidak larut dalam air.
2. Larut di dalam pelarut non polar, seperti eter, kloroform, serta benzene.
Dengan demikian, kelompok lipid mencakup lemak, minyak, mala (wax) dan senyawa-
senyawa lain yang berhubungan.
Klasifikasi lipid berikut ini merupakan hasil modifikasi klasifikasi Bloor :
1. Lipid Sederhana : Ester asam lemak dengan berbagai alkohol
a. Lemak : Ester asam lemak dengan gliserol. Lemak dalam keadaancair dikenal dengan minyak.
b. Malam : Ester asam lemak dengan alkohol monohidrat berbobot molekul lebih tinggi.
2. Lipid Kompleks : Ester asam lemak yang mengandung gugus-gugus lain di samping alkohol
dan asam lemak.
a. Fosfolipid
Kelompok lipid, yang selain mengandung asam lemak dan alkohol, juga mengandung
residu asam fosfat. Lipid ini sering mempunyai basa yang mengandung nitrogen dan subtituen
lain, misal pada gliserofosfolipid, alkohol yang dimilikinya adalah gliserol, dan alcohol pada
sfingofosfolipid adalah sfingosin.
b. Glikolipid (glikosfingolipid)
kelompok lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin dankarbohidrat.
c. Lipid kompleks lain
lipid seperti sulfolipid dan amino-lipid. Lipoprotein juga dapat dimasukkan ke dalam
kategori ini.
3. Prekusor dan derivate lipid
kelompok ini mencakup asam lemak, gliserol, steroid, senyawa alkohol selain gliserol
serta sterol, aldehid lemak, dan badan keton, hidrokarbon, vitamin larut-lemak, serta berbagai
hormon. Karena tidak bermuatan, agliserol (gliserida), kolestrol dan ester kolestril dinamakan
lipid netral.

2.2. Siklus Kreb


Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. Siklus Krebs adalah
reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat, yang kemudian membentuk asam
sitrat. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat, karena menggambarkan langkah
pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk
membentuk asam sitrat.
Pertama-tama, asetil ko-A hasil dari reaksi antara (dekarboksilasi oksidatif) masuk ke
dalam siklus dan bergabung dengan asam oksaloasetat membentuk asam sitrat. Setelah
mengantar asetil masuk ke dalam siklus Krebs, ko-A memisahkan diri dari asetil dan
keluar dari siklus. Kemudian, asam sitrat mengalami pengurangan dan penambahan satu
molekul air sehingga terbentuk asam isositrat. Lalu, asam isositrat mengalami oksidasi
dengan melepas ion H+, yang kemudian mereduksi NAD+ menjadi NADH, dan melepaskan
satu molekul CO2 dan membentuk asam a-ketoglutarat(baca: asam alpha
ketoglutarat). Setelah itu, asam a-ketoglutarat kembali melepaskan satu molekul CO2,
dan teroksidasi dengan melepaskan satu ion H+ yang kembali mereduksi NAD+ menjadi
NADH. Selain itu, asam a-ketoglutarat mendapatkan tambahan satu ko-A dan
membentuk suksinil ko-A. Setelah terbentuk suksinil ko-A, molekul ko-A kembali
meninggalkan siklus, sehingga terbentuk asam suksinat.Pelepasan ko-A dan perubahan
suksinil ko-A menjadi asam suksinat menghasilkan cukup energi untuk menggabungkan
satu molekul ADP dan satu gugus fosfat anorganik menjadi satu molekul ATP. Kemudian,
asam suksinat mengalami oksidasi dan melepaskan dua ion H+, yang kemudian diterima
oleh FAD dan membentuk FADH2, dan terbentuklah asam fumarat. Satu molekul air
kemudian ditambahkan ke asam fumarat dan menyebabkan perubahan susunan (ikatan)
substrat pada asam fumarat, karena itu asam fumarat berubah menjadi asam
malat. Terakhir, asam malat mengalami oksidasi dan kembali melepaskan satu ion H+,
yang kemudian diterima oleh NAD+ dan membentuk NADH, dan asam
oksaloasetatkembali terbentuk. Asam oksaloasetat ini kemudian akan kembali mengikat
asetil ko-A dan kembali menjalani siklus Krebs.
Dari siklus Krebs ini, dari setiap molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP, 6 NADH, 2
FADH2, dan 4 CO2. Selanjutnya, molekul NADH dan FADH2 yang terbentuk akan menjalani
rangkaian terakhir respirasi aerob, yaitu rantai transpor elektron.

2.3. Transport Lipid dalam Plasma


Pada umumnya 2,5 hingga 3 jam setelah orang makan-makanan yang mengandung banyak
lemak, kadar lemak dalam darah akan kembali normal. Dalam darah lemak diangkut dalam tiga
bentuk, yaitu berbentuk kilomikron, partikel lipoprotein yang sangat kecil, dan bentuk asam
lemak yang terikat dalam albumin. Kilomikron yang menyebabkan darah tampak keruh, terdiri
atas lemak 81-82%, protein 2%, fosfolipid 7% dan kolesterol 9%. Kekeruhan akan hilang dan
darah menjadi jernih kembali apabila darah telah mengalir melalui beberapa organ tubuh atau
jaringan-jaringan, karena terjadinya proses hidrolisis lemak oleh enzim lipoprotein
lipase.lipoprotein lipase terdapat dalam sebagian besar jaringan, dan terdpat dalam jumlah
banyak pada jaringan adipose dan otot jantung. Sebagian besar lemak yang diabsorbsi diangkut
ke hati. Di sini lemak diubah menjadi fosfolipid yang kemudian di angkut ke organ-organ
maupun jaringan-jaringan tubuh.
Asam lemak dan transportasi kolesterol dalam lipoprotein plasma berkembang dalam
konteks sistem peredaran darah terbuka di mana partikel lipoprotein disekresikan langsung ke
dalam darah dan memiliki akses siap untuk sel-sel di berbagai jaringan. Pada vertebrata yang
lebih tinggi dengan tempat tidur kapiler tertutup, hidrolisis trigliserida pada permukaan kapiler
diperlukan untuk penyerapan asam efisien komponen lemak mereka ke dalam sel. Demikian
juga, hidrolisis dari trigliserida seluler dalam sel-sel jaringan adiposa mendahului mobilisasi
asam lemak dan memungkinkan jumlah besar untuk diangkut dalam darah. Namun, di semua
lipoprotein Metazoa terutama disekresikan dari sel yang berdekatan dengan tempat tidur
mikrovaskuler terbuka. Serapan partikel lipoprotein seperti ke dalam sel terjadi dalam
invertebrata dan vertebrata sama, difasilitasi dengan mengikat reseptor afinitas tinggi pada
permukaan sel. Pada vertebrata, gradien konsentrasi yang dibuat antara kolesterol dalam sel dan
lipoprotein oleh enzim kolesterol esterifying yang bekerja pada lipoprotein kolesterol
mempromosikan gerakan ke dalam kompartemen plasma. Dengan demikian strategi untuk
transportasi buruk larut lipid mencakup reaksi enzimatik pada permukaan sel dan dalam plasma
darah serta proses eksositosis dan endositosis.
2.4. Biosintesis Lipid
Pada biosintesis asam lemak diperlukan tiga karbon intermediet, yaitu malonil CoA.
Pembentukan malonil-CoA berasal dari asetil-CoA dan bikarbonat yang dikatalisis oleh enzim
asetil-CoA karboksilase.
Sintesis asam lemak dimulai dengan transfer asetil-CoA pada gugus cys-SH
enzim ketoacyl-ACP synthase (KS). Proses transfer ini dikatalisis oleh enzim acetyl-CoA
ACP transacetylase (AT). Sedangkan malonil CoA ditransfer pada gugus ser-SH acyl carrier
protein (ACP) melalui ikatan kovalen tioester. Proses transfer ini dikatalisis olehe
enzim malonyl-CoAACP transferase (MT). ACP adalah molekul protein kecil yang memiliki
gugus prostetik 4-phosphopantetheine dan terdapat gugus tiol (SH) pada ujungnya. Gugus
prostetik 4-phosphopantetheine pada ACP memiliki lengan yang lentur sehingga
memudahkan asam lemak intermediet berinteraksi dengan gugus asil ketika terjadi
perpanjangan rantai asam lemak.
Selanjutnya, gugus malonil dan gugus asil yang teraktifasi melakukan reaksi kondensasi
menghasilkan satu molekul CO2 danacetoacetyl-ACP. Reaksi kondensasi ini dikatalisis oleh
enzim ketoacyl-ACP synthase (KS).
Acetoacetyl-ACP yang terbentuk pada tahap kondensasi kemudian mengalami reaksi
reduksi gugus karbonil pada karbon C-3 membentuk D--hydroxybutyryl-ACP. Reaksi ini
dikatalis oleh
ketoacyl-ACP reductase (KR), dan yang berperan sebagai donor elektron adalah NADPH.
Tahap selanjutnya adalah reaksi dehidrasi. Pada tahap ini satu molekul air dilepaskan
dari karbon C-2 dan C-3 D--hydroxybutyryl-ACP membentuk ikatan ganda pada
produknyatrans-2- butenoyl-ACP. Enzim yang mengkatalis reaksi dehidrasi
adalah hydroxyacyl-ACP dehydratase (HD).
Tahap terakhir biosintesis asam lemak adalah reaksi reduksi ikatan ganda trans-2-
butenoyl-ACP membentuk butyryl-ACP. Reaksi reduksi ini dikatalisis oleh enzim enoyl-ACP
reductase(ER). NADPH berperan sebagai donor elektron pada reaksi reduksi ini.
Pada hewan, bila ada kelebihan pasokan karbohidrat makanan, kelebihan karbohidrat diubah
menjadi triacylglycerol. Hal ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi
asam lemak dalam produksi triacylglycerol, proses yang disebut lipogenesis. Asam lemak yang
dibuat oleh synthases asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mengurangi asetil-KoA
unit. Rantai asil dalam asam lemak diperluas oleh siklus reaksi yang menambahkan gugus asetil,
mereduksinya menjadi alkohol, dehidrasi untuk kelompok alkena dan kemudian mengurangi lagi
untuk kelompok alkana. Enzim-enzim biosintesis asam lemak dibagi menjadi dua kelompok,
pada hewan dan jamur semua reaksi asam lemak sintase dilakukan oleh protein tunggal
multifungsi, sementara di plastida tanaman dan bakteri enzim yang terpisah melakukan setiap
langkah dalam jalur tersebut. Asam lemak dapat selanjutnya dikonversi ke triacylglycerols yang
dikemas dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.
Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturation, dimana ikatan ganda
diperkenalkan ke dalam rantai asil lemak. Sebagai contoh, pada manusia, desaturasi asam
stearat oleh stearoil-CoA desaturase-1 menghasilkan asam oleat. Asam tak jenuh ganda-
asam linoleat lemak serta asam linolenat triply-tak jenuh tidak dapat disintesis dalam
jaringan mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari
makanan.
Sintesis Triacylglycerol terjadi dalam retikulum endoplasma oleh jalur metabolik di
mana gugus asil lemak asil-di COA akan ditransfer ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat
dan diasilgliserol.
Terpene dan isoprenoidnya, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi
unit isoprena disumbangkan dari prekursor isopentenil pirofosfat reaktif dan pirofosfat
dimethylallyl. Prekursor ini dapat dibuat dalam cara yang berbeda. Pada hewan dan
archaea, jalur mevalonate menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA, sedangkan pada
tumbuhan dan bakteri non-jalur mevalonate menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-
fosfat sebagai substrat. Salah satu reaksi penting yang menggunakan donor isoprena ini
diaktifkan biosintesis steroid. Di sini, unit isoprena bergabung bersama untuk membuat
squalene dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadi satu set cincin untuk membuat
lanosterol. Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid lain seperti kolesterol dan
ergosterol.
2.5. Metabolisme Jaringan Lemak
Proses pencernaan lemak di dalam tubuh dimulai di dalam mulut yaitu dikunya, dan
dicampur dengan air ludah, dan dicampur dengan enzim lipase lingual yang terdapat di
dalam kelenjar air liur. setelah itu lemak masuk ke dalam esofagus dan didalam esofagus
lemak tidak mengalami proses pencernaan. Kemudian ke lambung, di dalam lambung
dengan bantuan enzim lipase lingual dalam jumlah terbatas memulai proses hidrolisis
trigliserida menjadi digliserida dan asam lemak, dan proses ini terbatas sebab lipase
lambung hanya dapat melakukan hidrolisis dalam jumlah terbatas. lalu masuk ke dalam
usus halus, di dalam usus halus, bahan empedu dari kontong empedu mengemulsi lemak.
anzim lipase yang ebrasal dari pankreas dan dinding usus halus menghidrolisis
lemak dalam bentuk emulsi menjadi digliserida, monogliserida, gliserol, dan asam lemak.
fosfolipida yang berasal dari pankreas juga menghidrolisis fosfolipid menjadi asam lemak
dan lisofosfolipida. kolesteorolesterase berasal dari pankreas menghidrolisis ester kolesterol.
lalu pencernaan masih berlanjur ke dalam usus besar, sedikit lemak dan kolesterol yang
terkurung dalam serat makanan, dikeluarkan melalui feses.dan dari usus halus lemak yang
telah mengalami proses hidrolisi alan masuk ke dalam proses metabolisme lemak, seperti
yang tergambar dalam gambar diatas.
Lemak utama dalam makanan dalam darah berbentuk trigliserida, dan fungsi
utamanya adalah sebagai cadangan energi. sebagai cadangan energi, tubuh akan
menyimpannya dalam bentuk simpanan lemak yang utamanya disimpan dalam sel lemak
dalam jaringan lemak tubuh. sel-sel lemak memiliki enzim khusus di permukaannya yaitu
lipoprotein lipase (LPL) yang memiliki kemampuan melepaskan trigliserida dan lipoprotein,
menghidrolisisnya dan meneruskan hasil hidrolisis ke dalam sel.
jika sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan menghidrolisis
simpanan trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepaskan ke dalam
pembuluh darah. pada sel yang membutuhkan, komponen ini kemudian dibakar dan
menghasilkan energi, CO2 dan H2O. pada tahap akhir hidrolisis, setiap pecahan berasal dari
lemak mengikat pecahan berasal dari glukosa sebelum akhirnya dioksidasi secara komplit
menjadi CO2 dan H2O. Lemak tubuh tidak dapat dihidrolisis secara sempurna tanpa
kehadiran karbohidrat. tanpa karbohidrat akan diperoleh hasil antara pambakaran lemak
berupa bahan-bahan keton yang dapat menimbulkan ketosis.
Karena itu untuk memperlancar hidrolisis lemak tubuh membutuhkan karbohidrat,
karena itu, jika mengonsumsi lemak dalam jumlah yang banyak sebaiknya diikuti dengan
mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang banyak juga.
a. Biosintesis asam lemak lignoserat CH3(CH2)22COOH
Tahap yang dilalui dalam metababolisme asam lemak adalah setelah masuk ke
mitokondria oksidasi pada asam lemak terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama dalam
metabolime asam lemak adalah asam lemak mengalami pelepasan unit 2-karbon berturut-
turut secara oksidatif, yang dimulai dari ujung karboksil rantai asam lemak, dengan
berulang-ulang melewati rangkaian enzim yang melepaskan satu unit asetil-2 karbon pada
sekali proses dalam membentuk asetil Co-A, sehingga pada asam lemak lignoserat yang
memiliki 24 atom karbon mengalami 11 kali proses melewati enzim ini. Pada akhir kesebelas
proses ini, unit 2-karbon yang terakhir dari asam lignoserat juga muncul sebagai asetil Co-A,
sehingga keseluruhan membentuk 12 potongan 2-karbon dalam bentuk gugus asetil, yaitu
gugus asetil Co-A. Setiap pembentukan tiap molekul asetil Co-A memerlukan pelepasan
empat atom hidrogen dari setiap asam lemak oleh kerja enzim dehidrogenase.
b. Keterkaiatn Asetil Co-A pada metabolisme protein, karbohidrat dan lemak
Keterkaitan Asetil Co-A pada metabolisme protein, karbohidrat dan
lemak adalah bahwa semua proses metabolisme yang dilalui masing-masing
zat menghasilkan asetil Co-A untuk masuk ke dalam s

2.6. Lemak Sebagai Sumber Energi Untuk Proses Untuk Proseas Hidup

Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber
energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh
diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan
di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.
Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber
asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang
dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh.
Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
A. Lipid sederhana :
o lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),
o ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi
B. Lipid majemuk
o fosfolipid
o lipoprotein
C. Lipid turunan
o asam lemak
o sterol (kolesterol, ergosterol,dsb)
Secara klinis, lemak yang penting adalah
1. Kolesterol
2. Trigliserida (lemak netral)
3. Fosfolipid
4. Asam Lemak
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida
adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila
terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi
utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk
trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah
trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh
sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan
energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol
merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak
dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen
penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon
seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan
dari makanan yang dimakan. Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati
(50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel
berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi
maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya
banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak
mengandung kolesterol.
Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma
darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat
larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak
(kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata
Lipo=lemak, dan protein).
Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat
penggunaannya.
Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:
o Kilomikron
o VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
o IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
o LDL (Low Density Lipoprotein)
o HDL (High Density Lipoprotein)
Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara:
o Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang masuk ke
dalam darah
o Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah
Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur
endogen
1. Jalur eksogen
Trigliserida & kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam bentuk
partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawanya ke dalam
aliran darah. Kemudian trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim
lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak
bebas akan menembus jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali
sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati
sehingga menghasilkan kolesterol bebas.
Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang akan
dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu proses penyerapan lemak
dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa
dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ hati akan mendistribusikan kolesterol ke
jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang
lemaknya telah diambil), dibuang dari aliran darah oleh hati.
Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A
Reduktase, kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah.
2. Jalur endogen
Pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari
mengandung karbohidrat yang berlebihan.
Hati mengubah karbohidrat menjadi asam lemak, kemudian membentuk trigliserida, trigliserida
ini dibawa melalui aliran darah dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein (VLDL). VLDL
kemudian akan dimetabolisme oleh enzim lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density
Lipoprotein). Kemudian IDL melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL (Low
Density Lipoprotein) yang kaya akan kolesterol. Kira-kira dari kolesterol total dalam plasma
normal manusia mengandung partikel LDL. LDL ini bertugas menghantarkan kolesterol ke
dalam tubuh.
Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana pertama-tama akan
berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL bertugas membuang kelebihan
kolesterol dari dalam tubuh.
Itulah sebab munculnya istilah LDL-Kolesterol disebut lemak jahat dan HDL-Kolesterol
disebut lemak baik. Sehingga rasio keduanya harus seimbang.

2.7. Fungsi Lemak Tak Jenuh

Jumlah kolesterol baik dalam darah merupakan penandaan penting soal gangguan
jantung, tanpa peduli berapa banyak kolesterol jahat yang di kurangi.
Fungsi lemak tak jenuh ialah :
a) Mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri sehingga aliran darah kembali lancar .
b)Mencegah penyakit kardiovaskuler.
c)Kekakuannya dapat mencegah terjadinya pengumpulan molekul lemak dekat menjadi padat.
d)Bahan baku hormon.
e)Membantu transport vit.larut lemak.
f)Sebagai bahan insulasi perubahan suhu.
g)Pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.
h) dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol jahat) bila digunakan sebagai pengganti lemak
jenuh.
i) dapat mempertahankan atau meningkatkan HDL (baik) kadar kolesterol.

Cara kerja lemak tak jenuh :


a)Lemak jenuh (kolesterol jahat) LDL yang berasal dari hasil disalurkan ke bagian tubuh lain dan
lama-lama menumpuk dan berkontribusi membentuk plak.
b)Timbunan lemak (LDL) pada dinding arteri membentuk plak (kotoran menempel).
c)Lemak tak jenuh kolesterol baik (HDL) sifatnya stabil dan membawa sifat lemak jenuh
menjauh arteri dan membawa kembali ke hati.

Lemak tak jenuh tunggal dapat ditemukan dalam makanan seperti minyak zaitun dan minyak
canola, berbagai jenis kacang-kacangan, alpukat, selai kacang, dan ikan berlemak tinggi seperti
salmon dan tuna. Lemak tak jenuh ganda dapat ditemukan pada ikan dan jenis minyak dari
jagung, bunga matahari, biji kapas dan kedelai.
2.7.1. Oksidasi asam lemak tidak jenuh
Asam lemak tidak jenuh banyak dijumpai dalam alam dalam alam. Tiga diantaranya
termasuk dalam golongan asam lemakesensial yaitu asam linoleat, asam linoleanat dan asam
arakhidonat. Pemecahan asam lemak, lemak tersebut pada dasarnya tidak berbeda dari degradasi
asam lemak jenuh yang telah diterangkan sebelumnya. Akan tetapi karena adanya ikatan ganda,
yang pada umunya adalah sis, maka perlu ada cara khisus untuk menanganinya.
Dari tahapn reaksi oksidasi asam lemak jenuh dapat diketahui bahwa senyawa hasil antara
pemecahan asam lemak ada satu yang berkaitan ganda.bentuk ikatan tersebut adalah trans. Oleh
karena itu perlu ada enzim khusus yang dapat mengubah bentuk ikatan dari sis menjadi trans.
Pada asam lemak polienoat timbulsenyawa 3-hidroksi yang konfigurasinya adalah D.
untuk inipun diperlukan enzim tambahan yang dapat mengubah bentuk D ke bentuk L. kedua
jenis reaksi yang menimbulkan masalah diatas dapat dilihat pada reaksi pemecahan dibawah ini.
Pertama kali asam lemak tidak jenuh ada diluar mitochondria diaktifkan, di angkut oleh
karnitin masuk kedalam organel tersebut. Bentuk asam lemk aktif setelah berada didalam asil-
KoA (tak jenuh) yang kemudian didegrasi seperti halnya pemecahan asam lemak jenuh.

2.8. Metabolisme Lipop Protein Plasma


Lipoprotein adalah agregat kompleks lipid dan protein yang membuat lipid yang
kompatibel dengan lingkungan berair dari cairan tubuh dan memungkinkan transportasi mereka
di seluruh tubuh semua vertebrata dan serangga untuk jaringan di mana mereka diwajibkan.
Karena pentingnya klinis mereka, proporsi yang sangat tinggi penelitian tentang penawaran
lipoprotein dengan fungsi mereka pada manusia dalam hubungannya dengan kesehatan, dan
diskusi yang mengikuti memiliki bias manusia. Lipoprotein disintesis terutama dalam hati dan
usus. Dalam sirkulasi, agregat tersebut dalam keadaan fluks konstan, perubahan dalam komposisi
dan struktur fisik sebagai jaringan perifer mengambil berbagai komponen sisa-sisa sebelum
kembali ke hati. Konstituen lemak yang paling melimpah adalah triacylglycerols, bebas
kolesterol, ester kolesterol dan fosfolipid (fosfatidilkolin dan sphingomyelin terutama), meskipun
vitamin larut lemak dan anti-oksidan juga diangkut dengan cara ini. Gratis (tanpa esterifikasi)
asam lemak dan lysophosphatidylcholine terikat pada protein albumin oleh kekuatan hidrofobik
dalam plasma dan berlaku yang didetoksifikasi.
Lipid plasma terdiri dari triasilgliserol ( 16% ), fosfolipid ( 30 % ), kolesterol ( 14 % ),
dan esterkolesteril ( 36 % ), serta sedikit asam lemak rantai-panjang tak-teresterifikasi ( asam
lemak bebas, FFA ) ( 4 % ). Fraksi yang terakhir ini, asam lemak bebas ( FFA), secara metabolic
adalah lemak plasma yang paling aktif. (
Para lipoprotein beredar secara struktural dan metabolik berbeda
dari proteolipids yang mengandung asam lemak secara kovalen dihubungkan atau gugus lipid
lainnya, yang dijelaskan pada halaman Web lain.
reseptor Idealnya, agregat lipoprotein harus dijelaskan dari segi komponen protein yang
berbeda atau apoprotein (atau 'apolipoproteins'), karena ini menentukan struktur keseluruhan dan
metabolisme, dan interaksi dengan molekul di hati dan jaringan perifer. Namun, metode praktis
yang telah digunakan untuk memisahkan kelas lipoprotein berbeda telah menentukan tata nama.
Dengan demikian, kelompok utama diklasifikasikan sebagai kilomikron (CM), sangat-low-
density lipoprotein(VLDL), low-density lipoprotein (LDL) dan high density
lipoprotein(HDL), berdasarkan kepadatan relatif agregat pada ultrasentrifugasi. Namun, kelas-
kelas ini dapat lebih disempurnakan dengan prosedur pemisahan yang lebih baik, dan
intermediate density lipoprotein (IDL) dan subdivisi dari HDL (HDL misalnya 1, 2 HDL,
HDL 3 dan sebagainya) sering didefinisikan. Densitas ditentukan oleh konsentrasi relatif
triacylglycerols dan protein dan oleh diameter partikel luas bola, yang bervariasi dari sekitar
6000 di CM untuk 100a atau kurang dalam HDL terkecil. Sebuah tata-nama alternatif ini
didasarkan pada mobilitas relatif pada elektroforesis pada gel agarosa. Dengan demikian, ,
lipoprotein pra-dan sesuai dengan HDL, VLDL dan LDL, masing-masing

Sumber Garis Densita komposisi Komponen apolipoprote


Lipoprotei tenga s (g/ Protei Lipi lipid utama in
n h mL) n d
(nm) (%) (%)
Kilomikro Usus 90- <0,95 1-2 98- Triasilglisiro A-I, A-II, A-
n 1000 99 l IV1, B-48, C-
I, C-II, C-
III, E
Sisa Kilomikro 45- <1,006 6-8 92- Triasilglisiro B-48, E
kilomikro n 150 94 l, fosfolipid,
m kolesterol

VLDL Hati 30-90 0,95- 7-10 90- Triasilglisiro B-100, C-I,


(usus) 1,006 93 l C-II, C-II

IDL VLDL 25-35 1,006- 11 89 Triasilglisiro B-100, E


1,019 l, kolesterol

LDL VLDL 20-25 1,019- 21 79 Kolesterol B-100


1,063
HDL Hati, 20-25 1,019- 32 68 Fosfolipid, A-I, A-II, A-
HDL1 usus, 1,063 kolesterol IV,C-I, C-II,
VLDL, C-III, D2,E
HDL2 kilomikro 10-20 1,063- 33 67
n 1,125

HDL3 5-10 1,125- 57 43


1,210

Pra- <5 >1,210 A-I


HDL 3

Albumin / Jaringan >1,281 99 1 Asam


asam adiposa lemak
lemak bebas
bebas

2.9. Peranan Hati Pada Metabolisme Lipid


Metabolisme lipid di dalam tubuh merupakan perkiraan hak istimewa hati. Jaringan
mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi asam lemak sampai tuntas. Jaringan adiposa
memiliki sifat metabolisme yang aktif untuk memodifikasi terhadap peranan hati yang bersifat
sentral dan unit di dalam metabolisme lipid merupakan konsep yang penting.

Hati melaksanakan fungsi - fungsi utama berikut ini dalammetabolisme lipid :


1. Hati mempermudah pencernaan dan penyerapan lipid dengan menghasilkan empedu yang
mengandung kolesterol dan garam empedu yang disintesis dihati de novo atau dari penyerapan
kolesterol lipoprotein (Bab 26 ). murray
2. Hati mempunyai sistem enzim yang aktif untuk sintesis serta oksidas asam lemak dan untk
sintesis triasilgliserol serta fosfilipid (Bab 22 dan 23).
3. Hati mengonversi asam lemak menjadi badan keton (KETOGENESIS). (bab 22)
4. Hati memainkan peranan integral dadalam sintesis serta metabolisme
lipoprotein plasma.

2.10. Proses Ketogenesis dan Terjadinya Ketosis Metabolisme Kolesterol


Ketogenesis adalah proses dimana badan keton diproduksi sebagai hasil
dari pemecahan asam lemak .

A. Produksi

Badan keton yang dihasilkan terutama


dalammitokondria dari hati sel. Sintesis terjadi dalam menanggapi
rendah karbohidrat tingkat dalam darah, dan setelah kelelahan
toko karbohidrat selular, seperti glikogen . Produksi badan keton ini
kemudian berinisiatif untuk membuat energi tersedia yang
disimpan sebagai asam lemak juga dikenal sebagai lipid . Asam
lemak enzimatik dipecah dalam -oksidasi untuk
membentuk asetil-KoA . Biasanya, asetil-KoA selanjutnya
teroksidasi dan energinya ditransfer sebagai elektron
untukNADH , FADH 2 , dan GTP dalam siklus asam sitrat(siklus
TCA). Namun, jika jumlah asetil-KoA yang dihasilkan dalam lemak-
asam -oksidasi tantangan kapasitas pengolahan dari siklus TCA
atau jika aktivitas dalam siklus TCA rendah karena jumlah rendah
intermediet seperti oksaloasetat , asetil-KoA kemudian digunakan
bukan dalam biosintesis badan keton melalui acetoacyl-KoA dan -
hidroksi--methylglutaryl-KoA ( HMG-CoA ).

Selain perannya dalam sintesis badan keton, HMG-CoA juga merupakan antara dalam
sintesis kolesterol .

B. Jenis badan keton

Tiga badan keton adalah:


Asetoasetat , jika tidak teroksidasi untuk membentuk energi yang dapat digunakan, itu adalah
sumber dari dua badan keton lainnya di bawah ini.
Aseton ; tidak digunakan sebagai sumber energi, tetapi bukan dihembuskan atau dikeluarkan
sebagai limbah.
B-hidroksibutirat , itu bukan teknis keton menurut IUPACnomenklatur.
Masing-masing senyawa yang disintesis dari asetil-KoA molekul.

C. Peraturan

Ketogenesis mungkin atau tidak mungkin terjadi, tergantung pada tingkat karbohidrat yang
tersedia dalam sel atau tubuh. Hal ini terkait erat dengan jalur dari asetil-KoA:
Ketika tubuh memiliki cukup karbohidrat tersedia sebagai sumber energi, glukosa benar-benar
dioksidasi menjadi CO 2 ; asetil-KoA terbentuk sebagai perantara dalam proses ini, pertama
memasukisiklus asam sitrat diikuti oleh konversi lengkap dari energi kimia
untuk ATP di phosporylation oksidatif .
Ketika tubuh memiliki kelebihan karbohidrat yang tersedia, glukosa beberapa sepenuhnya
dimetabolisme, dan beberapa akan disimpan dengan menggunakan asetil-KoA untuk
membuat asam lemak . (CoA juga didaur ulang di sini.)
Ketika tubuh tidak memiliki karbohidrat bebas yang tersedia, lemak harus dipecah menjadi
asetil-KoA untuk mendapatkan energi. Asetil-KoA tidak didaur ulang melalui siklus asam sitrat
karena intermediet siklus asam sitrat telah habis untuk memberi makan glukoneogenesis jalur,
dan akumulasi yang dihasilkan dari asetil-KoA mengaktifkan ketogenesis.

D. Patologi

Badan keton diciptakan pada tingkat yang moderat dalam tubuh setiap orang, seperti saat tidur
dan lain kali bila tidak ada karbohidrat tersedia. Namun, ketika ketogenesis yang terjadi pada
lebih tinggi dari tingkat normal, tubuh dikatakan dalam keadaanketosis . Tidak diketahui apakah
ketosis memiliki negatif efek jangka panjang atau tidak.
Kedua asetoasetat dan beta-hidroksibutirat adalah asam , dan, jikatingkat badan-badan keton
terlalu tinggi, pH dari tetes darah, sehingga ketoasidosis. Hal ini sangat jarang, dan, secara
umum, terjadi hanya dalam tipe yang tidak diobati Saya diabetes (lihatdiabetic ketoacidosis )
dan pecandu alkohol setelah pesta minuman keras dan kelaparan berikutnya (lihat ketoasidosis
beralkohol ).

E. PROSES KETOSIS
Ketosis adalah kata yang akan buah mulut banyak, tanpa pandang bulu dalam pandangan
saya, dan itu salah dikutip menjadi penyebab utama sejumlah penyakit. Satu yang terlintas dalam
pikiran, karena saya telah melihat istilah disebutkan beberapa kali akhir-akhir ini, adalah
"Kehamilan Ketosis". Tidak ada hewan seperti itu! Ada kehamilan, yang merupakan salah satu
kondisi, dan ada ketosis, yang merupakan kondisi yang sama sekali terpisah. Sementara dalam
kondisi tertentu selama kehamilan atau laktasi ketosis dapat mengembangkan sebagai 'kondisi
sekunder', adalah tidak terbatas pada kehamilan ataupun menyusui, dan dapat muncul pada setiap
tahap dalam kehidupan seekor kambing. (Ketosis terjadi pada orang juga.)
Itu terjadi kepada saya bahwa arti sebenarnya dari Ketosis yang mungkin tidak dipahami
dengan baik, jadi saya akan mencoba untuk menjelaskannya:
Penjelasan teknis dari proses adalah: Ketosis adalah kondisi yang disebabkan oleh
ketidakseimbangan metabolik. Dalam istilah ilmiah itu didefinisikan sebagai akumulasi
berlebihan dari badan keton dalam jaringan tubuh dan cairan. 'Tubuh Keton' adalah zat
metabolisme asam acetoacetic dan beta-hidroksibutirat. Aseton, yang menempatkan off bau
tertentu yang terkait dengan Ketosis, muncul dari asam acetoacetic, menjadi gejala ketika hewan
tersebut dalam keadaan ketotik. Semua zat ini adalah produk metabolisme normal 'lemak' dalam
hati. Ketika mereka menjadi sangat tidak seimbang akibat ketosis, hasil akhirnya adalah
kegagalan hati.

A. Definisi Metabolisme Lipid

Metabolisme lipid adalah suatu proses pencernaan, penyerapan, transportasi, penggunaan dan
ekskresi lipid di dalam tubuh mahkluk hidup. Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi
utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak).
Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga
yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena
porta) menuju hati.Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan
gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami
esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi
jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam
lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida
jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.

B. Proses Transport Lipid dalam Plasma


Pencernaan lemak terjadi didalam usus halus dengan bantuan enzim hidrolitik, yaitu lipase
yang mencerna triasilgliserol dan fosforilase yang mencerna fosfolipid. Triasilgliserol diperoleh
dari makanan, kerja enzim lipase yang dihasilkan pankreas pada triasilgliserol akan
menghasilkan 2-monoasilgliserol dan 2 macam asam lemak (Philip et all., 2006).
Kadar lemak dalam darah akan kembali normal setelah 2,5 hingga 3 jam setelah
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak. Dalam darah lemak diangkut
melalui tiga bentuk yaitu kilomikron, partikel lipoprotein yang sangat kecil dan bentuk asam
lemak yang terikat dalam albumin. Kilomikron yang menyebabkan darah tampak keruh, terdiri
atas 81-82% lemak, 2% protein, 7% fosfolipid dan 9% kolesterol. Kekeruhan akan hilang dan
darah akan kembali jernih kembali apabila darah telah mengalir melalui beberapa organ tubuh
atau jaringan-jaringan karena terjadinya proses hidrolisis lemak oleh enzim lipoprotein
lipase(Poedjiadi, 2007). Kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara
pada vena kava, sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian
ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam
lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali
menjadi simpanan trigliserida. Trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk
ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Asam lemak tersebut
ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak
bebas (free fatty acid/FFA). Kilomikron yang telah melewati pembuluh limfe di dada selanjutnya
akan masuk kedalam darah dan membantu pengangkutan bahan bakar lipid keberbagai
jaringan tubuh(Philip et all., 2006).
C. Biosentisit Lipid

Tubuh dapat mensintesis berbagai jenis lipid, kecuali beberapa lipid tertentu misalnya asam
lemak esensial.
Tubuh dapat membentuk asam lemak melalui beberapa cara :
1. Sintesis de novo yaitu pembentukan asam lemak baru dari senyawa bukan lipid.banyak
terdapat dalam jaringan tubuh, termasuk jaringan hati, ginjal, otak, paru,kelenjar payudara dan
adiposa.
2. Sepanjangan rantai yaitu penambahan satuan-satuan dwi karbon untuk mengubah asam lemak
yang telah ada menjadi asam lemak yang lebih panjang.
3. Desanturasi yaitu pengadaan ikatan rapat pada gugus radikal hidrokarbon ( gugus alkil) asam
lemak.
Biosintesis asam lemak sangat penting, khususnya dalam jaringan hewan, karena mempunyai
kemampuan terbatas untuk menyimpan energi dalam bentuk karbohidrat. Proses ini dikatalisis
oleh asam lemak synthase, suatu multienzim yang berlokasi di sitoplasma.

a. Biosintesis Asam Lemak Jenuh


Biosintesis asam lemak jenuh dimulai dari acetyl-CoA sebagai starter.Acetyl-CoA ini
dapat berasal dari oksidasi asam lemak maupun dari piruvate hasil glikolisis atau degradasi asam
amino melalui reaksi pyruvate dehydrogenase.Acetyl-CoA tersebut kemudian ditransport dari
mitokondria ke sitoplasma melalui sistem citrate shuttle untuk disintesis menjadi asam
lemak.Reduktan NADPH + H+ disuplai dari jalur hexose monophosphate (fosfoglukonat).
Pyruvate hasil katabolisme asam amino atau dari glikolisis glukosa diubah menjadi
aecetyl-CoA oleh sistem pyruvate dehydogenase.Gugus acetyl tersebut keluar matriks
mitokondria sebagai citrate, masuk ke sitosol untuk sintesis asam lemak.Oxaloacetate direduksi
menjadi malate kembali ke matriks mitokondrion dan diubah kembali menjadi malate.Malat di
sitosol dioksidasi oleh enzim malat menghasilkan NADPH dan pyruvate.NADPH digunakan
untuk reaksi reduksi dalam biosintesis asam lemak sedangkan pyrivate kembali ke matriks
mitokondrion. Keuntungan tersebut antara lain:
1. Reaksi-reaksi kompetitif dapat dicegah,
2. Reaksi terjadi dalam satu garis koordinasi, dan
3. Lebih efisien karena konsentrasi substrat lokal yang tinggi, kehilangan karena difusi rendah.
Enzim kompleks asam lemak synthase bekerja dalam bentuk dimer. Tiap monomernya secara
kovalen dapat mengikat substrat sebagai tioester pada bagian gugus SH.

b. Biosintesis Asam Lemak Tak Jenuh (Asam monoenoat)


Biosintesis asam lemak tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap tunggal (asam monoenoat)
dalam jaringan hewan dan tumbuhan berbeda. Dalam jaringan hewan asam palmitat dan asam
stearat digunakan sebagau precursor untuk biosintesis asam lemak tak jenuh terutama, asam
palmitoleat.

D. Metabolisme dan Mobilisasi Lemak dan Jaringan Lemak


Mobilisasi lemak dari jaringan adiposa dikontrol oleh katekolamin dan insulin. Katekolamin
menstimulasi penguraian lemak melalui jalur B-adrenergik dan menghambat penguraian lemak
melalui jalur a2- adrenergik. Insulin bersifat menghambat penguraian lemak dari jaringan
adiposa. Meningkatnya jumlah hormon pertumbuhan (GH) menginduksi kenaikan konsentrasi
asam lemak bebas dan gliserol. Mobilisasi lemak dipengaruhi kinerja 2 enzim pokok: hormon
sensitif lipase (HSL) dan lipoprotein lipase( LPL).

E. Lemak Sebagai Sumber Energi untuk Proses Hidup

Tubuh mendapatkan sumber energi dari makanan yang di konsumsi setiap hari.Kalori yang
dihasilkan dari pembakaran sejumlah bahan makan dalam tubuh, tidak langsung digunakan tetapi
disimpan dalam bentuk senyawa kimia yang kaya energi seperti ATP. Cadangan energi utama
dalam tubuh adalah Glikogen dan lemak ( Trigliserida).
Lemak merupakan bentuk cadangan energi yang tergolong Lipid, lemak tersimpan dalam
jaringan Adiposa dan jaringan lain(otot). Lemak memiliki kerapatan energi lebih besar dari
Glikogen.Jumlah energi yang dapat disimpan dalam bentuk lemak setiap unit sebesar 2,5x > dari
dalam bentuk glikogen.Asam lemak dioksidasi menghasilkan ATP lebih besar daripada Glukosa.

F. Fungsi Lemak Tak Jenuh

Jumlah kolesterol baik dalam darah merupakan penandaan penting soal gangguan jantung,
tanpa peduli berapa banyak kolesterol jahat yang di kurangi. Fungsi lemak tak jenuh ialah :

1. Mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri sehingga aliran darah kembali lancar .
2. Mencegah penyakit kardiovaskuler.
3. Kekakuannya dapat mencegah terjadinya pengumpulan molekul lemak dekat menjadi padat.
4. Bahan baku hormon.
5. Membantu transport vit.larut lemak.
6. Sebagai bahan insulasi perubahan suhu.
7. Pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.
Cara kerja lemak tak jenuh yaitu lemak jenuh (kolesterol jahat) LDL yang berasal dari
hasil disalurkan ke bagian tubuh lain dan lama-lama menumpuk dan berkontribusi membentuk
plak. Timbunan lemak (LDL) pada dinding arteri membentuk plak (kotoran menempel). Lemak
tak jenuh kolesterol baik (HDL) sifatnya stabil dan membawa sifat lemak jenuh menjauh arteri
dan membawa kembali ke hati.
G. Metabolisme Lipoprotein Plasma

Ekstraksi senyawa lipid plasma dengan pelarut lipid menjadi berbagai kelompok lipid akan
memperlihatkan keberadaan triasigliserol, fosfolipid kolestrol dan ester kolestrol. Di samping itu
terlihat pula adanya fraksi asam lemak rantai panjang.Fraksi ini yaitu asam lemak bebas (FFA)
dan dikenal sebagai lipid plasma.
Ada 4 kelompok utama lipoprotein plasma yang sudah dikenal diantaranya: kilomikron
mengangkut lipid yang terbentuk dari pencernaan dan penyerapan, lipoprotein dengan densitas
yang sangat rendah (VLDL: very low density lipoprotein) mengangkut trigliserol dari hati.
Lipoprotein densitas-rendah ( LDL : low density lipoprotein) juga merupakan lipoprotein yang
kaya akan kolesterol serta terbentuk dari metabolisme VLDL dan lipoprotein densitas-tinggi
(HDL: hight density lipoprotein ) juga merupakan lipoprotein yang kaya akan kolesterol tetapi
terlibat di dalam pengeluaran dari jaringan serta pada metabolisme jenis lipoprotein lainnya.
Kilomikron dan VLDL pertama-tama di metabolisasi melalui hidrolisis dengan enzim
lipoprotein lipase di dalam jaringan ekstrahepatik. Sebagian besar triasilgliserol dikeluarkan dan
lipoprotein-sisa tertinggal di dalam sirkulasi. Sisa ini akan diambil ke dalam hati oleh endositosis
yang diperantai sebagai reseptor, tetapi sebagian sisa lainnya yang terbentuk dari VLDL menjadi
LDL dan akhirnya diambil oleh hati serta jaringan lain lewat reseptor LDL.

H. Peranan Hati pada Metabolisme Lipid


Metabolisme lipid di dalam tubuh merupakan perkiraan hak istimewa hati. Jaringan
mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi asam lemak sampai tuntas. Jaringan adiposa
memiliki sifat metabolisme yang aktif untuk memodifikasi terhadap peranan hati yang bersifat
sentral dan unit di dalam metabolisme lipid merupakan konsep yang penting.
Fungsi Utama Peran Hati Pada Metabolisme Lipid:
Hati melaksanakan sejumlah fungsi utama berikut ini pada metabolisme lipid:
1. Hati memfasilitasi pencernaan dan penyerapan lipid melalui produksi empedu yang mengandung
kolesterol serta garam-garam empedu yang disintesis didalam hati secara de novo atau ambilan
kolesterol lipid.
2. Hati mempunyai sistem enzim yang aktif untuk sintesis serta oksidas asam lemak dan untk
sintesis triasilgliserol serta fosfilipid.
3. Hati mengonversi asam lemak menjadi badan keton (ketogenesis)
4. Hati memainkan peranan integral dadalam sintesis serta metabolism lipoprotein plasma.

I. Proses Xetogenesis dan Terjadinya Ketosis

a. Proses Ketogenesis
Ketogenesis diatur pada 3 tahap yang menentukan :
1. Pengontrolan dilaksanakan di jaringan adiposa.
2. Asam lemak dialami oleh hati dan sesudah di aktifkan menjadi asli KoA,yaitu asam lemak
tersebut akan mengalami oksidasi menjadi CO2 atau esterifikasi menjadi triasilgliserol dan
fosfolipid.
3. Asetil KoA yang terbentuk pada oksidasi akan teroksidasi di dalam siklus asam sitrat akan
memasuki lintasan ketogenesis untuk membentuk badan keton.
Ketogenesis terjadi akibat Ketosis yang memanjang :
Terdapat badan keton dengan jumlah tinggi menunjukkan Ketonemia. Sementara peningkatan
kadar badan dinamakan Ketonuria. Bentuk ketosin yang sederhana terjadi pada kelaparan. Tidak
ada keadaan lain secara kualitatif. Bentuk ketosis nonpatologis dijumpai pada keadaan dengan
diet tinggi lemak.

b. Terjadinya Ketosis
Ketosis adalah kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan metabolik. Dalam istilah ilmiah
itu didefinisikan sebagai akumulasi berlebihan dari badan keton dalam jaringan tubuh dan cairan.
'Tubuh Keton' adalah zat metabolisme asam acetoacetic dan beta-hidroksibutirat. Aseton, yang
menempatkan off bau tertentu yang terkait dengan Ketosis, muncul dari asam acetoacetic,
menjadi gejala ketika hewan tersebut dalam keadaan ketotik. Semua zat ini adalah produk
metabolisme normal 'lemak' dalam hati. Ketika mereka menjadi sangat tidak seimbang akibat
ketosis, hasil akhirnya adalah kegagalan hati.

c. Contoh Ketosis:
a. Ketosis pada Sapi
Sejak 1990 ketosis muncul sebagai penyakit metabolik yang paling penting pada kelompok
ternak sapi di US. Ketosis diderita oleh sapi yang berproduksi tinggi dan atau kekurangan pakan
secara serius. Ketosis pada sapi diawali dengan gangguan metabolisme lemak, hingga terjadi
hipoglikemia dan hiperketonuria. Ketosis terjadi pada sapi yang mengalami penurunan oksidasi
karbohidrat dan diikuti oksidasi lemak. Selain itu, ketosis juga terjadi pada sapi yang bunting
karena kurangnya ketersediaan energi yang sangat dibutuhkan pada bulan terakhir masa
kebuntingan.
Untuk dapat menghentikan ketosis maka sering dianjurkan untuk menghentikan pemerahan
dan bahkan dianjurkan pula untuk memompakan udara ke dalam kelenjar susu (under
insufflation). Selain itu juga anjuran untuk memuasakan selama 3 hari pada penderita yang tidak
gemuk. Sapi yang gemuk jangan dipuasakan karena akan menyebabkan timbulnya ketosis karena
lapar namun diberikan saja senyawa lipotropik dan pemberian glukosa terus menerus sampai
gejalanya benar-benar hilang. Dan yang perlu diingat bahwa penderita mungkin dapat
mengalami kesembuhan secara spontan. (Subronto, 2004)
b. Ketosis pada Babi
Ketosis merupakan penyakit yang sering terjadi pada peternakan babi komersil. Ketosis dapat
terjadi karena kelaparan (defisiensi insulin relative), diabetes melitus (defisiensi insulin
absolute), atau terkadang disebabkan oleh diet yang banyak mengandung hampir seluruhnya
terdiri dari lemak. Ketosis juga dapat terjadi ketika babi banyak mengkonsumsi makanan yang
mengandung banyak lemak atau sedikit karbohidrat. Pada kondisi ini terjadi perubahan dari
metabolisme karbohidrat menjadi metabolisme lemak.
Gejala ketosis yang tampak pada babi tidak jauh berbeda dengan kejadian ketosis pada sapi.
Umumnya babi akan mengalami penurunan nafsu makan (anorexia) yang mengakibatkan
penurunan berat badan dalam jangka panjang. Terjadi pula kelesuan, dehidrasi, kulit tampak
kusam dan kurang elastis pada babi penderita serta kurang tanggap terhadap rangsang mekanis
maupun suara. Namun, gejala yang paling khas adalah adanya bau aseton yang tercium dari
nafas, susu (ketolaktia), dan urine (ketonuria). Gejala ketosis yang lain yaitu rendahnya produksi
susu. Apabila dilakukan uji kandungan air susu, maka akan terlihat menurunnya kandungan
lemak, lactosa dan casein dalam susu. Selain itu, terjadi peningkatan kadar enzim hati dan
adanya kerusakan jaringan hati serta kelenjar endokrin.
c. Ketosis pada Manusia
Ketosis merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh abnormalitas peningkatan
konsentrasi benda-benda keton yaitu asam asetoasetat (Acetoactic acid/AcAc), aseton
(AcetonAc), dan asam -hidroxibutirat (BHB) dalam jaringan dan cairan tubuh (Smith, 2002).
Benda keton dapat tertimbun di dalam kemih (ketonuria), darah (ketonemia), dan air susu
(ketolaksia) (Subronto, 2007).

J. Penyakit Akibat Gangguan Metabolisme Lipid


1. Wolman
Penyakit Wolman adalah gangguan yang dihasilkan ketika jenis spesifik pada kolesterol dan
gliserida menumpuk di jaringan, gangguan ini disebabkan pembesaran limpa dan hati.
Penyimpanan kalsium pada kelenjar adrenalin membuat mereka lebih keras, dan diare lemak
(steatorrhea) juga terjadi. Bayi dengan penyakit Wolman biasanya meninggal dalam usia 6 bulan.
2. Cerebrotendinous xanthomatosis
Cerebrotendinous xanthomatosis terjadi ketika cholestanol, produk pada metabolisme kolesterol,
menumpuk pada jaringan.
3. Sitosterolemia
Pada sitosterolemia, lemak dari buah-buahan dan sayuran menumpuk di darah dan jaringan.
Pembentukan lemak menyebabkan atherosclerosis, sel darah merah yang tidak normal, dan
penyimpanan lemak pada tendon (xanthom).
4. Gauchers
Pada penyakit gaucher, glucocerebroside, yang menghasilkan metabolisme lemak, menumpuk di
jaringan. Penyakit gaucher adalah lipidosis yang paling sering terjadi. Penyakit tersebut paling
umum pada orang-orang yahudi Ashkenazi (eropa timur). Penyakit gaucher menyebabkan
pembesaran hati dan limpa dan pewarnaan coklat pada kulit. Penumpukan glucocerebroside pada
mata menyebabkan bercak kuning yang disebut pingueculae akan terlihat. Penumpukan pada
tulang rawan bisa menyebabkan nyeri dan menghancurkan tulang.
5. Refsun
Pada penyakit Refsun, asam phytanic, yang menghasilkan metabolisme lemak, menumpuk di
jaringan. Pembentukan asam phytanic menyebabkan kerusakan syaraf dan retina, gerakan
kejang, dan perubahan pada tulang dan kulit. Pengobatan meliputi menghindari makan buah-
buahan hijau dan sayuran yang mengandung klorofil. Plasmapheresis, dimana asam phytanic
diangkat dari darah, kemungkinan sangat membantu.
6. Tay-Sachs
Pada penyakit tay-sach, ganglioside, yang menghasilkan metabolisme lemak, menumpuk pada
jaringan. Penyakit tersebut paling sering terjadi pada yahudi di eropa timur. Pada usia yang
sangat dini, anak dengan penyakit ini menjadi semakin lambat dan tampak mengalami sifat otot
yang terkulai. Terbentuk kejang diikuti kelumpuhan, dementia, dan kebutaan.
7. Niemann-Pick
Pada penyakit Niemann-Pick, kekurangan enzim khusus mengakibatkan penumpukan
sphingomyelin (produk metabolisme lemak) atau kolesterol. Penyakit Niemann-Pick mempunyai
beberapa bentuk, tergantung pada beratnya enzim yang berkurang dan dengan demikian
penumpukan sphingomyelin atau kolesterol. Bentuk yang paling berat cenderung terjadi pada
orang yahudi. Bentuk yang lebih ringan terjadi pada semua kelompok etnis.
8. Fabry
Pada penyakit Fabry, glycolipid, yang merupakan hasil metabolisme lemak, menumpuk pada
jaringan. Karena gen tidak sempurna untuk gangguan langka ini dibawa pada kromosom X,
penyakit full-blown terjadi hanya pada pria. Penumpukan glycolipid menyebabkan pertumbuhan
pada kulit yang tidak bersifat kanker (angiokeratomas) untuk terbentuk di sepanjang bagian
bawah tubuh.

B. FUNGSI LIPID

Lipid ( Lemak ) merupakan nutrisi yang penting kepada tubuh manusia. Lemak berfungsi sebagai sumber
tenaga tubuh.Nomenklatur lainnya penting kepada bayi dan kanak-kanak di mana lemak memberi bekal
dalam bentuk kalori untuk menghasilkan tenaga serta berfungsi di dalam keseimbangan cairan tubuh,
tekanan osmotik, keseimbangan asid-bes serta aktivitas elektrofisiologi otot dan sistem saraf.

Lemak pula digunakan sebagai atribut rasa dan tekstur makanan.Penggunaan secara banyak di dalam
industri makanan telah menimbulkan kebimbangan kepada pengguna terhadap kandungan nutrisi di
dalam makanan terproses ini. Di Malaysia, pengguna lebih memahami keperluan pemakanan, di Kuba
memaksimumkan fungsi makanan untuk memperbaiki kesehatan serta pembuatan makanan yang mudah
dan cepat saji. Pengguna kini lebih mementingkan produk makanan yang berkhasiat, rendah kandungan
lemak, gula dan garam, tinggi kandungan karbohidrat kompleks serta fiber.

Secara umum dapat dikatakan bahwa lipid memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu :

Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak.

Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan
dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliranair ion, dan molekul lain, keluar dan masuk
kedalam sel
Lipid dapat berguna sebagai penyerap dan pembawa vitamin A, D, E dan K.

Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari
suhu luar yang kurang bersahabat.
Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energy di dalam tubuh dan komponen yang
membentuk membrane semua jenis sel.
Sebagai hormon dan vitamin. Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin
membantu regulasi proses-proses biologis
Pembentukan sel dan sumber asam lemak esensial; yang bersifat sebagai pemeliharadan
integritas membran sel, mengoptimalkan transpor lipid (karena keterbatasanfosfolipid sebagai agen
pengemulsi.
Lipid sebagai sumber steroid, yang sifatnya meningkatkan fungsi-fungsi biologisyang penting
Contoh : Sterol (kolesterol) dilibatkan dalam sistem pemeliharaanmembran, untuk transpor lipid dan
sebagai prekursor vitamin D3 asam empedu dan,adrenal dan kortikosteroid).
Dari aspek teknologi makanan, lipid bertindak sebagai pelicin makanan yangberbentuk pellet,
sebagai zat yang mereduksi kotoran dalam makanan dan berperandalam kelezatan makanan.
C. KLASIFIKASI LIPID DAN FUNGSINYA DI DALAM TUBUH

a. Klasifikasi Lipid

Pengklasifikasian lemak pada dasarnya cukup banyak, dan berikut pembagiannya:

I. Menurut Bloor, lipid dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Lipid sederhana :

lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),

ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi


b. Lipid majemuk (kompleks)

Fosfolipid.

Glikolipid

asam lemak, dan kolesterol.


II. Klasifikasi lipid berdasarkan asalnya adalah :

Lemak Nabati

Lemak Hewani
III. Klasifikasi lemak berdasarkan ikatannya adalah :

Minyak,

Lemak,
IV. Klasifikasi lipid berdasarkan kelas dari lemak, adalah :

Lipid Fungsi primer. Contoh Asam Lemak

Gliserida

Fosfogliserida

Sfingolipid

Steroid
1. Fungsi Setiap Klasifikasi Lipid dalam Tubuh

1. Klasifikasi Lipid Menurut Bloor

1. Lipid Sederhana
Lemak netral ( monogliserida, digliserida, trigliserida )

Lemak netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.Fungsi dasar dari Lemak netral adalah
sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).Lemak netral terdiri atas monogliserida, digliserida,
dan trigliserida ). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus
sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam
lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida
merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.Trigliserida adalah sebuah gliserida atau ester dari
gliserol dan tiga asam lemak.( atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida ) Pada manusia ,
Trigliserida terletak di adiposa (lemak) jaringan, yang secara luas didistribusikan dalam tubuh.
Trigliserida dihidrolisis dalam usus dan diserap sebagai asam lemak dan monogliserida.Fungsi utama
Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida.Apabila
sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan
asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yangmembutuhkan komponen-
komponen tersebut kemudian dibakar dan Smenghasilkan energi,karbondioksida (CO2), dan air (H2O).

Ester asam lemak dengan alkohol

Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam/lilin ( waxes ). Lilin tidak larut di dalam air
dan sulit dihidrolisis.Lilin sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-
lain.Lilin merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang.

2. Lipid Majemuk ( Kompleks )

Fosfolipid

Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat.Fosfolipid merupakan komponen lipid
terbesar kedua setelah trigliserida lemak dan minyak pada tubuh hewan.Fosfolipid berbentuk lemak
padat yang berwarnakuning dan sifatnya larut dalam pelarut lemak (pelarut organik) selain
aseton.Fosfolipid merupakan komponen pembentuk struktur dinding sel, berfungsi untuk mencegah
terjadinya penguapan air yang berlebihan. Fosfolipid merupakan senyawa yang menyusun struktur lipid
bilayer pada membran sel yang berperan dalam mengatur sistem transport dari dalam ke luar sel. Saat ini
telah banyak hasil riset yang menunjukkan fungsi lain dari fosfolipid sebagai pengatur proses biologis
dalam tubuh, seperti: koneksi sistem saraf dan beberapa penyakit terkait kerja saraf. Meskipun fosfolipid
bukan termasuk senyawa essensial, namun keberadaannya dalam makanan memiliki dampak positif bagi
kesehatan antara lain: mencegah penyakit liver, pengontrol kadar kolesterol, perkembangan sistem otak
dan saraf.
Fosfolipid menyusun 20-25% berat kering otak manusia dewasa. Fosfolipid berperan dalam membentuk
kerangka membran sel otak, sehingga kinerja fosfolipid akan sangat berpengaruh pada tingkat
kecerdasan manusia.

Glikolipid

Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, biasanya pula sederhana seperti
galaktosa atau glukosa.Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan
gula tetapi tidak mengandung fosfor.Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dansering
dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.

Asam Lemak
Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak.Ini dapat berfungsi sebagai zat penyusun lemak tubuh
atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkanenergi.Asam lemak atau lemak di dalam tubuh
selain berasal dari lemak/minyak yang dikonsumsi, juga dapat berupa hasil sintesis tubuh dari karbohidrat
atau protein.

Kolesterol

Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat.Kolesterol merupakan komponen
utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol
merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk
membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron)
dan asam empedu ( fungsi pencernaan ).

Fungsi kolesterol dalam tubuhadalah :

1. Merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem membran dari spesieshewan
eukariotik, bersama dengan phospholipid dan protein. Jumlah kolesteroldalam jarngan hewan ekuivalen
dengan sistem membran.

2. Prekursor senyawa sterol penting yang terdapat dalam tubuh. seperti asam empedu,hormon-
hormon steroid (meliputi androgen, estrogen dan corticosteroid) danvitamin D3.

3. Kolesterol juga berperanan penting dalam pengnyerapan lemak dalam usus halusdan dalam
transportasi lebih lanjut ke sistem peredaran darah atau haemolymph.Disini kolesterol bergabung
dengan asam lemak untuk membentuk ester kolesterolyang sangat larut dan lebih emulsif daripada
molekul asam lemak bebas
Lipid Berdasarkan asalnya

1.

1. Lemak Nabati
Lemak nabati berasal dari tumbuhan.Mengandung lemak tak jenuh dan tidak
mengandung kolestrol.Di dapat dari kelapa, kemiri, alpukat, durian, dll.Lemak nabati berfungsi dalam
menurunkan kadar kolesterol, mencegah terjangkitnya penyakit jantung koroner dan pertumbuhan
beberapa jenis kanker.

1. Lemak Hewani
Lemak hewani berasal dari hewan.Mengandung lemak jenuh dan kolestrol. Didapat dari daging, telur,
susu, keju, mentega, dll.Lemak hewani mengandung kolesterol yang tinggi. Kolesterol sebagai komponen
penting dalam asam empedu dimana asam empedu membantu melarutkan lemak globular dari makanan
sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase, dan bereaksi dengan molekul lemak sehingga dapat
melancarkan penyerapan lemak.

1. Lipid Berdasarkan ikatannya


Lemak dan Minyak

Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida.Lemak Umumnya diperoleh dari hewan, Berwujud
padat pada suhu ruang, Tersusun dari asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig
yang dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya berwujud
padat. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung ikatan tunggal pada rantai
hidrokarbonnya Sedangkan minyak umumnya diperoleh dari tumbuhan. Berwujud cair pada suhu ruang,
Tersusun dari asam lemak tak jenuh.asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung
satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya . Fungsi dari lemak dan minyak adalah sebagai salah
satu penyusun dinding sel dan penyusun bahan-bahan biomolekul , Sumber energi yang efektif
dibandingkan dengan protein dan karbohidrat,karena lemak dan minyak jika dioksidasi secara sempurna
akan menghasilkan 9 kalori/liter gram lemak atau minyak. Sedangkan protein dan karbohidrat hanya
menghasilkan 4 kalori tiap 1 gram protein atau karbohidrat, dan Mencegah timbulnya penyumbatan
pembuluh darah yaitu pada asam lemak esensial.

1. Berdasarkan Kelas dari Lemak

1. Lipid fungsi primer. Contoh Asam Lemak


Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak.Ini dapat berfungsi sebagai zat penyusun lemak tubuh
atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkanenergi.Asam lemak atau lemak di dalam tubuh
selain berasal dari lemak/minyak yang dikonsumsi, juga dapat berupa hasil sitensis tubuh dari karbohidrat
atau protein.

1. Gliserida
Gliserida terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida.

Gliserida netral

Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.Fungsi dasar dari gliserida netral adalah
sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2
atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut
monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam
lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.

Fosfogliserida (fosfolipid)

Fosfolipid merupakan komponen pembentuk struktur dinding sel, berfungsi untuk mencegah terjadinya
penguapan air yang berlebihan. . Fospfolipid berperandalam pengemulsian lipid dalam saluran
pencernaan dan sebagai unsur lipoproteindengan kecepatan yang tinggi dari transpor lipid dalam tubuh

Sfingolipid

Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak dan termasuk dalam Lipid
non gliserida.Lipid non gliserida yaitu Lipid yang tidak mengandung gliserol.Jadiasam lemak bergabung
dengan molekul-molekul non gliserol Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun
selubung mielin serabut saraf.Pada manusia, 25% dari lipid merupakan sfingolipid.

Steroid

Steroid berasal dari kolesterol.Steroid adalah zat yang sangat penting dan tersebar luas dalam tubuh
hewan.Steroid meliputi sterol, asam empedu, hormon adrenal, dan hormon sex.Steroid mempunyai sifat
yang sangat luas didalam tubuh dan mempunyai unit struktur dasar inti phenanthrene yang bergabung
dengan cincin siklopentana.Masing-masing senyawa berbeda dalam jumlah dan posisi ikatan rangkapnya
dan biasanya terdapat pada sisi cincin atom karbon ke-17.Dalam tubuh manusia steroid berfungsi
sebagai hormon.Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan
progesterone.Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme
karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma, gangguan pencernaan dan sebagainya.
2. 1 ANABOLISME

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik


sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari
luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia.
Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut
menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut
tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang
terbentuk.
Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino,
monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk
reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul
kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.
Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan
anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis. Hasil-hasil
anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan
protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik.
Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun
ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme
akan tumbuh.

2. 2 PROSES ANABOLISME
Jalur anabolisme yang membentuk senyawa-senyawa dari prekursor sederhana mencakup:
Glikogenesis, pembentukan glikogen dari glukosa.
Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen
untuk disimpan di dalam hati. Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai
respon terhadap rasio gula darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat
setelah makan; atau teraktivasi pada akhir siklus Cori. Penyimpangan atau kelainan metabolisme
pada lintasan ini disebut glikogenosis.
Glukoneogenesis, pembentukan glukosa dari senyawa organik lain.
Glukoneogenesis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh, selain
glikogenolisis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk
menghindari simtoma hipoglisemia. Pada lintasan glukoneogenesis, sintesis glukosa terjadi
dengan substrat yang merupakan produk dari lintasan glikolisis, seperti asam piruvat, asam
suksinat, asam laktat, asam oksaloasetat.
2.2.1.Fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu
glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat
hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua
makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis
menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian
besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui
fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu
cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi
gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk
mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri
belerang.
Daun tempat berlangsungnya fotosintesis
Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel, tetapi hanya pada sel yang
mengandung pigmen fotosintetik. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak
mampu melakukan proses fotosintesis. Pada percobaan Jan Ingenhousz, dapat diketahui bahwa
intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini dapat terjadi karena
perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrum cahaya. Di samping adanya perbedaan
energi tersebut, faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan daun dalam menyerap
berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut. Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap
berbagai spektrum cahaya tersebut disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung
pada jaringan daun.
Di dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar.
Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil. Pigmen ini
merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting dalam menyerap energi
matahari.

Kloroplas
Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk batang dan
buah yang belum matang. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam
proses fotosintesis. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut
stroma. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. Membran stroma ini disebut tilakoid,
yang didalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang disebut lokuli. Di dalam stroma juga
terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). Granum
sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang
tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. Bila sebuah granum disayat maka
akan dijumpai beberapa komponen seperti protein, klorofil a, klorofil b, karetonoid, dan lipid.
Secara keseluruhan, stroma berisi protein, enzim, DNA, RNA, gula fosfat, ribosom, vitamin-
vitamin, dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn), besi (Fe), maupun perak (Cu). Pigmen
fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. Sedangkan, pengubahan energi cahaya menjadi
energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di
dalam stroma. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam
fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem.

Struktur kloroplas:
1. membran luar
2. ruang antar membrane
3. membran dalam (1+2+3: bagian amplop)
4. Stroma
5. lumen tilakoid (inside of thylakoid)
6. membran tilakoid
7. granum (kumpulan tilakoid)
8. tilakoid (lamella)
9. Pati
10. Ribosom
11. DNA plastid
12. Plastoglobula
Fotosintesis Tumbuhan
Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari
senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula
dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal
dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:
6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat
pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi
baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler
berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan
bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah
yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut
kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh
bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar
energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang
mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan
epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar
proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti
air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang
berlebihan.
Proses Fotosintesis
Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan
alam utama, seperti fisika, kimia, maupun biologi sendiri. Pada tumbuhan, organ utama tempat
berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki
kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya
fotosintesis, tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim
ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi
terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi
memerlukan karbon dioksida).
2.2.2. Reaksi Terang
Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam
stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan
menghasilkan oksigen (O2).
Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Reaksi ini
memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh
pigmen sebagai antena. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama, yaitu
fotosistem I dan II. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700, yang berarti bahwa fotosistem
ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem II (PS II)
berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.
Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya
matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi
tidak stabil. Untuk menstabilkan kembali, PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O
yang ada disekitarnya. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak
sebagai enzim. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Dengan
menggunakan elektron dari air, selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk
PQH2. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer
tilakoid. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut
sitokrom b6-f kompleks. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah:
2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H- 4H+ + O2 + 2PQH2
Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan
mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung
tembaga, yang dinamakan plastosianin (PC). Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa
H+ dari stroma ke membran tilakoid. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah:
2PQH2 + 4PC(Cu2+) 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen)
Reaksi Terang dari fotosintesis dalam membran Tilakoid
Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Fotosistem ini
menyerap energi cahaya terpisah dari PS II, tapi mengandung kompleks inti terpisahkan, yang
menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. Sebagai
sistem yang bergantung pada cahaya, PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan
memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. Reaksi keseluruhan pada
PS I adalah:
Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+)
Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk
mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim
feredoksin-NADP+ reduktase. Reaksinya adalah:
4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ 4Fd (Fe3+) + 2NADPH
Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. ATP
sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+
melintasi membran tilakoid. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja
mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada
reaksi terang adalah sebagai berikut:
Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O ATP + NADPH + 3H+ + O2
Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan
dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini
diperoleh dari reaksi terang.[19] Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari.
Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi
molekul gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu
yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada
pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 - 700
nm), hijau kuning (510 - 600 nm), biru (410 - 500 nm) dan violet (< 400 nm).[20] Masing-
masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen
penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana
menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap
cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Kloroplas mengandung beberapa pigmen.
Sebagai contoh, klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Klorofil b menyerap
cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung
dalam reaksi terang, sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang.
Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a
yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Proses ini merupakan
awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.
2.2.3. Reaksi Gelap
Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Benson dan
siklus Hatch-Slack. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1,5
bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat.
Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan
tumbuhan C-3. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim
rubisco. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4
karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki
empat atom karbon. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase.
Siklus Calvin dan fiksasi karbon
Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat
karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. RuBP merupakan enzim alosetrik yang
distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. Pertama,
reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Jika kloroplas diberi cahaya, ion H+
ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang
menstimulasi enzim karboksilase, terletak di permukaan luar membran tilakoid. Kedua, reaksi ini
distimulasi oleh Mg2+, yang memasuki stroma daun sebagai ion H+, jika kloroplas diberi
cahaya. Ketiga, reaksi ini distimulasi oleh NADPH, yang dihasilkan oleh fotosistem I selama
pemberian cahaya.
Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. Fikasasi
CO2 melewati proses karboksilasi, reduksi, dan regenerasi. Karboksilasi melibatkan penambahan
CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat (3-PGA). Kemudian pada fase
reduksi, gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3-
fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Reduksi ini tidak terjadi secara langsung, tapi gugus
karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1,3-
bifosfogliserat (1,3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. ATP ini timbul
dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1,3-bisPGA terbentuk, yang diubah kembali
dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. Bahan pereduksi yang
sebenarnya adalah NADPH, yang menyumbang 2 elektron. Secara bersamaan, Pi dilepas dan
digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP.
Pada fase regenerasi, yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi
dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. Pada akhir
reaksi Calvin, ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat, digunakan
untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP, kemudian daur dimulai lagi.
Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1,3-
Pgaldehida. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati, sebagian lainnya dibawa
keluar. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas, tetapi menyebabkan
munculnya triosafosfat di sitosol. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa.

BAB III
PENUTUP

3. 1 KESIMPULAN
Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik
sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Sedangkan Katabolisme adalah reaksi
penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.
Terdapat perbedaan diantara proses anabolisme serta katabolisme pada tumbuhan, hewan atau
manusia.
3. 2 SARAN
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, pembaca bisa mencari literature lain yang
membahas lebih detail serta menambahkan hal-hal yang belum terdapat pada makalah ini.

Katabolisme lipid
DEGRADASI ASAM LEMAK: -OKSIDASI
Degradasi asam lemak terjadi di mitokondria dalam beberapa tahap:

Tahap 1: aktivasi asam lemak di sitoplasma. Asam lemak difosforilasi dengan


menggunakan satu molekul ATP dan diaktifkan dengan asetil Co-A menghasilkan asam
lemak-CoA, AMP, dan pirofosfat inorganik (gambar 3.3).
Gambar 3.3 Pengaktifan asam lemak dengan acetyl-CoA menjadi asam
lemak-CoA.

Tahap 2: Pengangkutan asam lemak-CoA dari sitoplasma ke mitokondria dengan


bantuan molekul pembawa carnitine, yang terdapat dalam membran mitokondria
(Gambar 3.4).
Gambar 3.4 Masuknya asam lemak ke mitokondria melalui transport acyl-
carnitine/carnitine.

Tahap 3: Reaksi -oksidasi, berlangsung dalam 4 tahap, yaitu (1) dehidrogenasi I, (2)
hidratasi, (3) dehidrogenasi II, dan (4) tiolasi (tahap pemotongan) (gambar 3.5).
Gambar 3.5 Urutan tahapan reaksi dalam -oksidasi asam lemak.

1. Dehidrogenasi I, yaitu dehidrogenasi Asam lemak-CoA yang sudah


berada di dalam mitokondrion oleh enzim acyl-
CoA dehidrogenase, mengha-silkan senyawa enoyl-CoA. Pada reaksi
ini, FAD (flavin adenin dinukleotida) yang bertindak sebagai koenzim
direduksi menjadi FADH2. Dengan mekanisme fosforilasi bersifat
oksidasi melalui rantai pemafasan, suatu molekul FADH2 dapat
menghasilkan dua molekul ATP.
2. Hidratasi, yaitu ikatan rangkap pada enoyl-CoA dihidratasi menjadi 3-
hidroxyacyl-CoA oleh enzim enoyl-CoA hidratase.
3. Dehidrogenase II, yaitu dehidrogenasi 3-hidroxyacyl-CoA oleh enzim -
hidroxy-acyl-CoA dehidrogenase dengan NAD+ sebagai koenzimnya
menjadi -ketoacyl-CoA. NADH yang terbentuk dari NAD+ dapat
dioksidasi kembali melalui mekanisme fosforilasi oksidatif yang
dirangkaikan dengan rantai pernafasan menghasilkan tiga molekul ATP.
4. Pemecahan molekul dengan enzim -ketoacyl-CoA thiolase. Pada
reaksi ini satu molekul ketoacyl-CoA menghasilkan satu molekul asetyl-
CoA dan sisa rantai asam lemak dalam bentuk CoA-nya, yang
mempunyai rantai dua atom karbon lebih pendek dari semula.
Proses degradasi asam lemak selanjutnya adalah pengulangan mekanisme -oksidasi
secara berurutan sampai panjang rantai asam lemak tersebut habis dipecah menjadi
molekul acetyl-CoA. Dengan demikian satu molekul asam miristat (C14) menghasilkan
7 molekul acetyl-CoA (C2) dengan melalui 6 kali -oksidasi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Jadi, metabolisme lipid adalah suatu proses pencernaan, penyerapan, transportasi,


penggunaan dan ekskresi lipid di dalam tubuh mahkluk hidup. Lipid yang kita peroleh sebagai
sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3
asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain
itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi
portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.

B. Saran

Sebaiknya dalam mengkonsumsi makanan yang berlemak jangan terlalu banyak karena
semua yang dikonsumsi secara berlebihan tidak akan baik untuk tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Gilvery, Mc. 1996. Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional. Edisi ketiga. Airlangga University
Press. Surabaya.
Martoharsono, S. 1988. Biokimia Jilid II. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Montgomery, R. 1993. Biokimia: Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus. Jilid 2. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.
Philip, W.K. and Gregory, B. R. 2006. Schaums Easy Outlines Biokimia. Penerbit Erlangga.
Jakarta.
Poedjiadi, A. 2007. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia Press. Jakarta
Rusdiana, 2004. Metabolisme Asam Lemak. Program Studi BiokimiaFakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara. Digitized by USU digital library
Smith and Wood. 1992. Biosynthesis. Molecular and Cell Biochemistry. Chapman & Hall.
Hongkong
Stryer, L. 2000. Biokimia Vol 2 Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran. EGC. Jakarta.
Wohlgemuth, R. 2010. Lipid Metabolism. Biofilesonline Sigma life Science. Vol 5.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan makalah ini, Secara umum senyawa yang disebut lipid dapat diartikan
sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air, namun dapat larut dalam pelarut
organik, contohnya benzen, eter, dan kloroform. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan
gliserol. Berbagai kelas lipid dihubungkan satu nama lain berdasarkan komponen dasarnya,
sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid
ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida,
steril ester dan fosfolipid), kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), kombinasi dengan protein
(lipoprotein).

B. SARAN
Dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dari penulis, diharapkan
pembaca mencari referensi lain untuk menambah pengetahuan tentang materi lipid.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://dianhusadasilvia.blogspot.com/p/lemak-tak-jenuh.html
2. http://www.amazine.co/25655/apa-itu-asam-lemak-tak-jenuh-ganda-karakteristik-jenisnya/
3. http://dianhusadasilvia.blogspot.com/p/metabolisme-lipoprotein-plasma.html
4. http://sriporwati.blogspot.com/p/metabolisme-lipoprotein-plasma.html
5. http://sriporwati.blogspot.com/p/peranan-hati-pada-metabolisme-lipid.html
6. http://dianhusadasilvia.blogspot.com/p/peranan-hati-pada-metabolisme-lipid.html
7. Murray Robert K, et al: Biokimia Harper Edisi 27. EGC cetakan I: 2009
8. Martoharsono Soeharsono: Biokimia2. Gadjah Mada University Press: 2006
9. Poedjiadi Anna dan Supriyanti F.M. Titin: Dasar-Dasar Biokimia: UI-Press, 2007
10. Murray Robert K, et al: Biokimia Harper Edisi 24. EGC, 1999