Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

A. Korupsi adalah salah satu masalah dan tantangan besar yang dihadapi oleh
masyarakat internasional pada saat ini. Korupsi tidak hanya mengancam pemenuhan
hak-hak dasar manusia dan menyebabkan macetnya demokrasi dan proses
demokratisasi, namun juga mengancam pemenuhan hak asasi manusia, merusak
lingkungan hidup, menghambat pembangunan dan meningkatkan angka kemiskinan
jutaan orang di seluruh dunia.
B. Keinginan masyarakat internasional untuk memberantas korupsi dalam rangka
mewujudkan pemerintahan yang lebih baik, lebih bersih dan lebih bertanggung-jawab
sangat besar. Keinginan ini hendak diwujudkan tidak hanya di sektor publik namun
juga di sektor swasta. Gerakan ini dilakukan baik oleh organisasi internasional
maupun Lembaga Swadaya Internasional (International NGOs). Berbagai gerakan
dan kesepakatan-kesepakatan internasional ini dapat menunjukkan keinginan
masyarakat internasional untuk memberantas korupsi. Gerakan masyarakat sipil (civil
society) dan sektor swasta di tingkat internasional patut perlu diperhitungkan, karena
mereka telah dengan gigih berjuang melawan korupsi yang membawa dampak negatif
rusaknya perikehidupan umat manusia.
C. Pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan pendekatan multi-disiplin (multi-
disciplinary approach) dengan memberikan penekanan pada aspek dan dampak buruk
dari korupsi dalam berbagai level atau tingkat. Pemberantasan juga dilakukan dengan
mengeluarkan kebijakan pencegahan korupsi baik tingkat nasional maupun
internasional, mengembangkan cara atau praktek pencegahan serta memberikan
contoh pencegahan korupsi yang efektif di berbagai negara. Beragam rekomendasi
baik untuk pemerintah, aparat penegak hukum, parlemen (DPR), sektor privat dan
masyarakat sipil (civil-society) juga dikembangkan.
D. Di negara-negara Uni Eropa, gerakan pemberantasan korupsi secara internasional
dimulai pada sekitar tahun 1996. Tahun 1997, the Council of Europe Program against
Corruption menerima kesepakatan politik untuk memberantas korupsi dengan
menjadikan isu ini sebagai agenda prioritas. Pemberantasan ini dilakukan dengan
pendekatan serta pengertian bahwa: karena korupsi mempunyai banyak wajah dan
merupakan masalah yang kompleks dan rumit, maka pemberantasan korupsi harus
dilakukan dengan pendekatan multi-disiplin; monitoring yang efektif, dilakukan
dengan kesungguhan dan komprehensif serta diperlukan adanya fleksibilitas dalam
penerapan hukum (de Vel and Csonka : 2002).
E. Tindak pidana korupsi dapat diberantas melalui Badan Peradilan. Namun menurut
konvensi ini, salah satu hal yang terpenting dan utama adalah masalah pencegahan
korupsi. Bab yang terpenting dalam konvensi didedikasikan untuk pencegahan
korupsi dengan mempertimbangkan sektor publik maupun sektor privat (swasta).
MASALAH

1. KPK Cekal 2 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi e-KTP

2. KPK Cari Bukti Kasus Pelindo II Hingga ke Luar Negeri

3. Kasus KTP Elektronik, KPK Cegah 5 Orang ke Luar Negeri

4. KPK: Banyak Kasus Korupsi dalam Penempatan TKI ke Luar Negeri


5. Kasus Korupsi IPDN, KPK Cekal Pejabat Kemendagri ke Luar Negeri
UPAYA (55 Nomer)
Keluarga : Terapkan kedisiplinan kepada setiap anggota keluarga terutama dalam
pengelolaan uang,waktu dan penggunaan barang
Guru/dosen : Lebih membuka pikiran kepada mahasiswa untuk menyadarkan bahwa
di negara Indonesia ini kita hidup saling bergantung satu sama lain dan mengingatkan
arti Bhineka Tunggal Ika
Mahasiswa: Junjung tinggi kejujuran, membiasakan diri berkata jujur dan mentaati
peraturan
Mentri pendidikan : Memberikan pelajaran budi pekerti
KPK : Lebih tegas dalam pemberantasan korupsi,karena apa yang menjadi hak rakyat
bisa diambil oleh orang yang tidak berhak, maksudnya jika seseorang melakukan
korupsi uang negara maka uang negara yang seharusnya untuk rakyat menjadi
berkurang sehingga rakyat hidupnya tidak sejahtera.
Polisi : Jujur dalam bertugas
TNI : Diharapkan dapat menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah salah satunya
dengan menjaga perbatasan wilayah Indonesia
Masyarakat : bersama-sama membuat nilai kejujuran
Mentri agama : Galakan perbaikan ahlak
Mahkamah agung : Tegakkan konstitusi
Hakim / jaksa : Bersikap adil dan tidak terpengaruh oleh hal-hal akan membuat
mereka malah terjerumus
Rt : Menerapkan budi yang baik dalam lingkungan
Rw : Menerapkan budi yang baik dalam lingkungan, mengadakan penyuluhan prilaku
anti korupsi
Mahkamah Konstitusi : Tegakkan konstitusi
DPR : Menghindari sikap korupsi dan mendengarkan suara rakyat
MPR : Menghindari sikap korupsi dan mendengarkan suara rakyat
DPRD : Menghindari sikap korupsi dan mendengarkan suara rakyat
DPD : Menghindari sikap korupsi dan mendengarkan suara rakyat
Kepala desa : Tanamkan ahlak mulia,memberikan teladan anti prilaku korupsi dan
memberikan penyuluhan
Partai politik : Jujur dalam bersaing
Organisasi masyarakat : Menjunjung tinggi nilai kejujuran
Presiden : Membuat kebijakan tentang korupsi
Mentri sosial : Bantu perbaiki moral bangsa
Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal: Menyelenggarakan urusan pemerintah
di bidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan ,pemberdayaan masyarakat desa
dan pembangunan daerah tertinggal.
Bupati : Buat perda yang tegas
Gubernur : Buat aturan yang tegas
Walikota : Menindaklanjuti apabila dikotanya terdapat hal-hal yang berhubungan
dengan separatisme,misalnya adanya pengibaran bendera GAM pada saat peringatan
HUT mereka dan walikota juga bertanggung jawab membuat rakyatnya sehat dan adil
Mentri ekonomi : Memantau perekonomian Indonesia agar tidak terjadi korupsi
Mentri keuangan : Tidak memberikan toleransi terhadap tindakan dan prilaku korupsi
Komisi anti korupsi Indonesia : Berantas korupsi sampai keakar-akarnya
Mentri kesehatan : Membuka pos-pos kesehatan di daerah terpencil. Hal ini dapat
meringankan penyakit yang diderita mereka sehingga rakyat bisa menjadi sejahtera
dan merasa adil karena telah diperhatikan oleh pemerintah.
Mentri perhubungan : Penjagaan yang ketat sehingga tidak adanya rakyat
pemberontak yang bisa lolos melewati transportasi apapun sehingga orang-orang
tersebut tidak bisa keluar negeri untuk mencari sekutu maupun keluar daerah untuk
membangun wilayah.
Mentri perindustrian : Memberi imbalan sesuai dengan apa yang mereka gunakan
KementrianPerindustrian : Diharapkan memberikan imbalan yang sesuai dengan apa
yang digunakan
KementrianPariwisata : Meningkatkan dan mengenal kan tentang pariwisata pada
setiap daerah untuk membantuk kemakmuran dan juga melibatkan kepedulian
pemerintahakan daerah-daerah tersebut
Badan Intelejen Negara (BIN)
Melakukan penggalian dan mengumpulkan informasi berdasarkan fakta untuk
mendeteksi dan melakukan peringatan dini kepada kelompok tertentu. Hal ini
bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi setiap ancaman terhadap keamanan
nasional
Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
Membina masyarakat agar lebih sadar terhadap hukum dan peraturan.
Kementrian Dalam Negeri
Melakukan penelitian dan pengembangan terhadap kinerja kerja di Indonesia
Kementrian Pertahanan
Menindak tegas dengan cara memberikan intruksi kepada aparat-aparat negara serta
memberikan peringatan kepada masyarakat akan adanya pemberontakan .
Kementrian Hukum dan HAM
Memberikan tindakan yhang tegas kepada pemberontak yang telah melanggar
peraturan di Indonesia dan mengganggu ketertiban umum.
Kementrian Pendidikan
Membuat kurikulim dengan lebih menerapkan sifat-sifat tentang pendidikan
kewarganegaraan. Sehingga apa yang dipelajari oleh pelajar kota sama dengan yang
dipelajari daerah terpencil
Kementrian Keuangan
Menteri keuangan bisa saja menurunkan uang ke suatu daerah untuk pembangunan
daerah itu, sehingga rakyat tersebut dapat menjadi maju dan ketinggalan zaman.
SDM
Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip ketrampilan teknis yang
dikuasai, dan melihat riwayat hidup sebelumnya.
Diri sendiri
Mampu berpikir secara bijak dalam setiap tindakan yang dilakukan serta jauhkan
keinginan-keinginan dengan cara tidak halal.
KPK Cekal 2 Orang ke Luar Negeri Terkait
Kasus Korupsi e-KTP

Faiq Hidayat - detikNews

Foto: Agung Pambudhy/detikcom


Jakarta - KPK meminta Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
mencegah dua pihak swasta pergi ke luar negeri. Pencegahan itu terkait kasus dugaan korupsi
pengadaan e-KTP.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan dua pihak swasta itu adalah Inayah dan
Raden Gede terkait tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Terhadap saksi Inayah dan Raden Gede, kami lakukan pencegahan luar negeri ini terkait
tersangka AA. Dua orang ini pihak swasta," kata Febri di gedung KPK, Jalan Rasuna Said,
Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).

Febri menuturkan Inayah dan Raden Gede dicegah sejak 10 April hingga Oktober 2017.
Pencegahan itu merupakan tindak lanjut penggeledahan rumah milik tersangka Andi
Narogong di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Pencegahan itu dilakukan sebagai tindak lanjut penggeledahan dua rumah di Tebet. Kita
melakukan penggeledahan di sana dan kami sita dokumen, aset, dan keuangan tentu indikasi
tersangka. Ada dua mobil yang kami sita," kata Febri.
Sebelumnya, KPK menyita dua mobil mewah berjenis Toyota Vellfire dan Land Rover serta
beberapa dokumen dari sebuah rumah di daerah Tebet Timur, Jakarta Selatan, yang
merupakan rumah Inayah.

Penggeledahan yang berlangsung selama 7 jam itu berkaitan dengan penyidikan tersangka
kasus dugaan korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Andi diduga memiliki peran penting dalam kasus ini. Pengusaha yang disebut sebagai
rekanan Kementerian Dalam Negeri ini diduga berperan dalam bagi-bagi uang kepada
sejumlah pihak baik di DPR maupun di Kemendagri. Uang yang dibagi-bagi Andi itu disebut
merupakan ijon proyek e-KTP.
(idh/rvk)

KPK Cari Bukti Kasus Pelindo II Hingga ke Luar Negeri


Lizsa Egeham

23 Mar 2017, 08:35 WIB

17
Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino bersiap meninggalkan tempat usai
menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (22/3). Kasus tersebut merugikan
keuangan negara sebesar Rp36,97 miliar. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - KPK saat ini tengah menghitung kerugian negara atas kasus
dugaan pengadaan korupsi Quay Container Crane di PT Pelindo II dengan tersangka RJ Lino
(RJL).

"Kita sedang lakukan penghitungan kerugian keuangan negara dan ada bukti-bukti yang tidak
ada di Indonesia yang kita butuh lebih lanjut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di
Gedung KPK Jakarta Selatan, Rabu 22 Maret 2017.
Kasus KTP Elektronik, KPK Cegah 5 Orang ke Luar Negeri

Rabu, 15 Maret 2017 | 16:20

Ilustrasi (keminfo.go.id)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mencegah lima orang terkait
kasus dugaan korupsi proyek eKTP. Selain mantan Dirjen Dukcapil Irman, dan mantan
Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemdagri,
Sugiharto yang telah berstatus terdakwa, KPK juga telah mencegah tiga orang lainnya.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, tiga orang saksi yang dicegah itu, yakni pengusaha
Andi Agustinus alias Andi Narogong; Isnu Edhi Wijaya merupakan Ketua Konsorsium
Percetakan Negara RI (PNRI), serta Anang Sugiana, Direktur Utama (Dirut) PT Quadra
Solution.

"Selain dua orang tersangka (Irman dan Sugiharto), kami minta tiga orang lainnya juga
dicegah, yaitu Isnu Edhi Wijaya, Anang Sugiana, dan Andi Agustinus," kata Febri saat
dikonfirmasi, Rabu (15/3).

KPK telah melayangkan permintaan kepada Ditjen Imigrasi untuk mencegah kelima orang ini
bepergian keluar negeri selama enam bulan sejak September 2016. Dengan demikian, status
cegah terhadap lima orang tersebut akan berakhir pada Maret 2017 ini. Febri mengatakan,
pihaknya akan meminta Ditjen Imigrasi untuk memperpanjang masa pencegahan terhadap
kelima orang tersebut.
Hal ini lantaran, KPK masih membutuhkan keterangan kelima orang tersebut dalam proses
persidangan maupun pengembangan penyidikan kasus eKTP.

"Para saksi yang dicegah tentu karena dibutuhkan keterangannya pada penyidikan tersebut
saat itu," katanya.
KPK: Banyak Kasus Korupsi dalam
Penempatan TKI ke Luar Negeri
1 September 2016 - 16:36
172

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan

Metrobatam.com, Batam Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Irjen Pol (Purn)
Basaria Panjaitan mengatakan banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI di luar negeri,
mulai dari saat pengurusan dokumen di daerah, penempatan hingga pulang kembali ke
daerah.

Banyak terjadi kasus yang berhubungan dengan korupsi di dalam pelaksanaan, mulai dari
rekrutmen, pembuatan dokumen, penempatan, sampai penyeberangan kembali. Ada
penyuapan, pemerasan, gratifikasi. Tahun 2015 KPK dan Bareskrim sudah lakukan semacam
sidak. Apakah pemerasan sudah habis? Sampai sekarang kok rasanya belum, kata Basaria di
Batam Kepulauan Riau, Rabu.

Pemerasan, suap dan gratifikasi menjerat TKI hingga tidak dapat menikmati hasil kerja
kerasnya.
Menurut dia, pendapatan paling banyak justru didapat oleh orang-orang yang bermain dalam
menempatkan TKI, daripada TKI yang bekerja.

Penghasilan sindikat lebih besar dari Narkoba, ucapnya seraya menambahkan bahwa
mengategorikan penjahat sindikat TKI sebagai extra ordinary crime.

Perempuan yang pernah menjabat Direktur Reskrim Polda Kepri itu juga mensinyalir banyak
penyeberangan TKI ilegal dari pelabuhan-pelabuhan tikus di Kepri ke Malaysia.

Di Kepri banyak pulau, pelabuhan tikus yang tidak terpantau. Strategi ini yang dimanfaatkan
oknum pelaku sindikat trafficking TKI, tuturnya.

KPK berkomitmen mengawal penempatan TKI agar bersih dari tindak korupsi.

Senada dengan Basaria, Kepala Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI, Nusron
Wahid mengatakan Batam menjadi lokasi transit TKI nonprosedural ke Malaysia.

Dari NTT, NTB dan Jawa masuk Batam kemudian masuk Malaysia, kata dia.

Bahkan ada pula yang menyeberang ke Singapura untuk mengurus visa untuk bekerja di
Timur Tengah dengan ilegal.

Ia juga menilai, terlalu banyak dana yang harus dikeluarkan TKI untuk dapat berangkat ke
luar negeri. Banyak biaya siluman lain yang tidak dipertanggungjawabkan, mulai dari biaya
pelatihan, jam pelatihan, kualitas pelatihan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Kasus Korupsi IPDN, KPK Cekal Pejabat
Kemendagri ke Luar Negeri

ilustrasi

Kamis, 24 Maret 2016 13:55 WIB

JAKARTA - KPK mengajukan pencekalan terhadap Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi
Setjen Kementerian Dalam Negeri, Dudy Jocom. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka
kasus dugaan korupsi pembangunan gedung IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada
Kementerian Dalam Negeri tahun anggaran 2011.

"Untuk kepentingan penyidikan dugaan korupsi pengadaan bangunan dan


konstruksi kampus IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat tahun
anggaran 2011, KPK telah meminta pihak imigrasi untuk melakukan
pencegahan ke luar negeri terhadap tersangka DJ," kata Kabag
Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jalan HR
Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2016).

"Hal itu dimaksudkan agar jika sewaktu-waktu yang bersangkutan


dipanggil untuk diperiksa tidak sedang berada di luar negeri. Pencegahan
berlaku selama 6 bulan," imbuhnya.
KESIMPULAN

1. Sebagai mahasiswa dapat berjuang bersama-sama untuk ikut serta secara aktif
memberantas korupsi yang tumbuh begitu subur di negara Indonesia dan
mahasiswa dapat bergabung menjadi sukarelawan demi kemajuan bangsa

2. KPK Lebih tegas dalam pemberantasan korupsi,karena apa yang menjadi hak
rakyat bisa diambil oleh orang yang tidak berhak, maksudnya jika seseorang
melakukan korupsi uang negara maka uang negara yang seharusnya untuk rakyat
menjadi berkurang sehingga rakyat hidupnya tidaksejahtera.

3. Kesimpulan bahwa lembaga yang harus dibersihkan adalah lembaga Peradilan,


Perpajakan, Kepolisian, DPRD, Kemetrian Luar Negeri dan Dalam Negeri, Bea
dan Cukai, BUMN, lembaga Pendidikan, Perizinan , Pekerja Umum,dll.
NASKAH

KERJASAMA INTERNASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI

Disusun Oleh :

Maria Goretti Sudarmi 30140114040

Sri Apriyanti 30140114017

Euis Nurwati 30140114018

Krisnayanti 30140114012

Mia Anissa 30140114031

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS

PADALARANG

2017