Anda di halaman 1dari 18

Menurut Sweltzer S.C. Dan Bare B.

G
Tulang manusia saling berhubungan satu dengan yang lain dalam berbagai
bentukuntuk memperoleh fungsi sistem muskuloskeletal yang optimal.
Penyusun Sistem Tulang, menurut Price S.A. Dan Wilson, L.M. (1995) sistem
tulang terdiri atas :
1. Sendi
Sendi adalah semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan
tulang-
tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain maupun tidak dapat bergerak
satu
sama lain.
2. Otot
Sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai
alat
gerak aktif yang menggerakkan tulang.
3. RangkayaituSistem penyokong organisme
3. TendonyaituStruktur dalam tubuh yang lentur tapi kuat yang menghubungkan otot ke
tulang.
3. Ligamen
Jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut liat yang
mengikattulang satu dengan tulang lain pada sendi.
6. BursaeyaituKantong kecil dari jaringan ikat diatas bagian yang bergerak, dibatasi
membransinovial dan mengandung cairan sinovial, yang merupakan bantalan.
b. Persendian atau artikulasi
merupakan hubungan antar tulang-tulang yang membentuk sistem gerak
pada manusia. Persendian berperan penting dalam proses gerak yang
dilakukan oleh manusia. Gerakan antara tulang yang satu dengan tulang yang
lainnya pada persendian di ikat oleh jaringan yang disebut ligamen. Gerakan
pada persendian dilapisi oleh minyak sendi, jika minyak sendi pada tulang
habis maka gerakan pada persendian akan menyebabkan rasa sakit yang luar
biasa.

c. Otot
Ototadalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya
kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh
& substansi dalamtubuh. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang
fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut
disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat
berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat
memanjang dan memendek.

B. FungsiTulang, Sendidan Otot


a. Fungsitulang
1. Menahan jaringan tubuh dan memberi bentuk pada rangkaMisal tulang
tengkorak memberi bentuk pada wajah.
2. Melindungi organ organ tubuh seperti kranium (tulang otak) melindungi
otak,tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru
3. Pergerakan
4. Misal tulang dan otot merupakan alat gerak yang berkaitan erat. Tulang
tidakdapat bergerak bila tidak dapat digerakan otot. Karena tulang tidak
dapatbergerak dengan sendirinya tanpa bantuan otot sehingga tulang sebagai
alatgerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif (karena sebagai
penggeraktulang).
5. Tempat melekatnya otot untuk pergerakan tubuh
6. Gudang menyimpannya mineral seperti kalsium dan hematopoesisKalsium
berfungsi untuk mencegah osteoporosis dan melancarkan peredaran darah
sedangkan hematopoesis adalah pembentukan komponen sel darahdimana
terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secaraserentak.
Fungsisendi
Fungsi utama sendi adalah untuk memberikan fleksibilitas dan
pergerakan pada tempatnya, juga sebagai poros anggota gerak. Ada
beberapa sendi dalam tubuh yang hanya memberikan sedikit pergerakan,
namun tetap saja sangat berfungsi untuk memberikan kestabilan pada tubuh
kita.
Fungsiotot
Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot
berkontraksi bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu
rangkaian rangsangan berurutan. Rangsangan kedua memperkuat
rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memperkuat rangsangan kedua .
Dengan demikian terjdilah ketegangan atau tonus yang maksimum . Tonus
yang maksimum terus menerus disebut tetanus. Selanjutnya, ada 2 tipe
otot, yaitu otot merah dan otot putih. Otot merah kaya akan suplai darah,
mengandung mitokondria dan mioglobin. Mioglobin merupakan senyawa
seperti hemoglobin yang mampu mengikat O2 dan menyimpannya di dalam
otot. Otot merah juga mengoksidasi asam lemak untuk memeperoleh energi.
Sebaliknya, otot putih memiliki sedikit darah, mitokondria, dan mioglobin. Akan
tetapi, otot putih terspesialisasi untuk melakukan pernapasan anaerobik untuk
menghasilkan energi tanpa O2 sehingga cepat berkontraksi meskipun
cepatlelah.

C. Jenis-JenisTulang, SendidanOtot
a. Jenis-jenistulang
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan sebagai berikut:
Tulang Pipa (Tulang Panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung yang kedua ujungnya bulat (epifisis)
dan bagiantengah silindris (diafisis). Hampir seluruh bagian terdiri-dari
tulang kompak (tulangpadat) dengan sedikit komponen tulang spongiosa
(tulang berongga-rongga). Padabagian dalam terdapat rongga berisi
sumsum tulang. Contoh: Tulang paha, tungkaibawah, serta lengan atas
dan lengan bawah.
Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk seperti seperti kubus atau pendek tidak
beraturan.Tulang pipih tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan
tulang spons,didalamnya terdapat sumsum tulang. Kebanyakan tulang
pipih menyusun dindingrongga, sehingga tulang pipih ini sering berfungsi
sebagai pelindung atau memperkuat.Contoh: tulang telapak tangan dan
kaki, serta ruas-ruas tulangbelakang.
3. Tulang Pipih
Tulang pipih berbentuk gepeng memipih. Tulang pipih mempunyai dua
lapisantulang kompak yang disebut lamina eksterna dan interna ossis
karnii. Kedualapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut
diploe. Contoh,tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.
Berdasarkan jenisnya, tulang dapat dibedakan
menjaditulangrawandantulang keras.
1. Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan terdiri-dari sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks
disebutkondrin yang dihasilkan oleh kondroblast (sel-sel pembentuk
kartilago). Lamakelamaan kondroblast terkurung oleh matriksnya sendiri
dalam ruang yangdisebut lacuna. Kondroblast dalam lacuna bersifat tidak
aktif dan disebutkondrosit (sel tulang rawan).Tulang rawan pada anak-
anak berbeda dengan tulang rawan pada orang dewasa.Tulang rawan
pada anak-anak berasal darimesenkim dan lebih banyak mengandung sel-
sel tulang rawan. Sementara itu,tulang rawan orang dewasa lebih banyak
mengandung matriks dan berasal dari perikondrium (selaput tulang rawan)
yang mengandung kondroblas.
Berdasarkan susunan serabutnya, tulang rawan dapat digolongkan
menjadi tigajenis, yaitu sebagai berikut:
1. Tulang rawan hialin
mempunyai serabut tersebar dalam anyaman yang halus dan rapat.
Tulang rawanhialin terdapat di ujung-ujung tulang rusuk yang menempel
ke tulang dada .
2. Tulang rawan elastis
susunan sel dan matriksnya mirip tulang rawan hialin, tetapi tidak sehalus
danserapat tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis terdapat di daun
telinga, laring,dan epiglotis.
3. Tulang rawan fibrosa
matriksnya tersusun kasar dan tidak beraturan. Tulang rawan fibrosa
terdapat dicakram antar tulang belakang dan simfisis pubis.
2. Tulang Keras (Osteon)
Tulang keras merupakan kumpulansel-sel tulang yang mengeluarkan
matriks yang mengandung senyawa kapur danfosfat. Kedua senyawa
inimenyebabkan tulang menjadi keras.Osteoblast pada lacuna menjadi
tidakaktif dan disebut osteosit (sel tulang).Antara lakuna satu dengan
lakuna lainnyadihubungkan oleh kanalikuli, di dalamkanalikuli terdapat
sitoplasma danpembuluh darah yang bertugas memenuhikebutuhan nutrisi
osteosit.
Tulang keras dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tulang kompak
dantulang spons (tulang berongga). tampak bahwa tulang kompak(tulang
padat) mempunyai matriks tulang yang rapat dan padat, misalnya
padatulang pipa. Tulang spons matriksnya berongga. Rongga-rongga pada
tulangspons diisi oleh jaringan sumsum tulang. Apabila berwarna merah
berartimengandung sel-sel darah merah, misalnya pada epifisis tulang pipa,
apabilaberwarna kuning berarti mengandung sel-sel lemak, misalnya pada
diafisis tulangpipa.
b. Jenis-jenissendi
Jenis-jenis sendi berdasarkan sifat:
1. Sendi kaku
Merupakan persendian yang tersusun dari ujung-ujung tulang rawan dan
menghasilkan sedikit gerakan yang bersifat kaku. Contohnya gerakan
pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
2. Sendi mati
Merupakan persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan.
Contoh hubungan antar tulang yang membentuk tengkorak.
3. Sendi gerak
Merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan secara
bebas. Sendi gerak terdiri dari beberapa jenis.
Jenis-jenis gerak pada persendian dibedakan menjadi:
1. Gerak inverse dan gerak eversi
Gerak inverse ialah gerak membuka telapak kaki ke arah dalam tubuh,
sedangkan gerak eversi merupakan gerak kaki membuka ke arah luar,
atau gerak memiringkan kaki.
2. Gerak pronasi dan gerak supinasi
Gerak pronasi ialah gerak menelungkupkan tangan. sedangkan gerak
Supinasi ialah gerakan menengadahkan tangan.
3. Gerak elevasi dan gerak depresi
gerak elevasi ialah gerak menengadahkan kepala, sedangkan gerak
depresi ialah gerakan menurunkan atau menundukkan kepala.
4. Gerak adduksi dan gerak abduksi
gerak adduksi ialah gerak mendekati tubuh, sedangkan gerak abduksi
ialah gerak menjauhi tubuh. Contoh gerak adduksi dan gerak abduksi
ialah : gerakan membuka tungkai kaki, gerak merenggangkan tangan
dan gerak mengacungkan tangan.
5. Gerak fleksi dan gerak ekstensi
Gerak fleksi ialah gerakan membengkokkan atau menekuk, sedangkan
gerak ekstensi ialah gerak meluruskan. Contoh gerak fleksi dan gerak
ekstensi ialahgerak pada siku, gerak pada lutut, gerak pada ruas-ruas jari
dan gerak pada bahu.
Jenis-jenis sendi berdasarkan Arah geraknya:
1. Sendi plana (datar)
Permukaan sendi datar atau hampir datar sehingga memungkinkan
tulang saling bergeser satu sama lain.Pergerakan terbatas sedikit miring
dan rotasiContoh:Art sterno cavicularisdanArt acronio clavicularis.
2. Sendi engsel (binglimus; hingo joint)
Sendi ini mirip engsel pada pintu, Sumbu gerak tegak lurus pada arah
panjang tulang. Gerakan yang bisa
dilakukanFlexidanExtension.Contoh:Sendilutut, Sendisiku, Sendimata
kaki.
3. Sendi conbyloidea
Sendi ini mempunyai permukaan konver yang nyata bersendi dengan
permukaan yang konkaf, Sumbu gerak dan panjang tulang parallel.
Gerakan yang bisa dilakukanflexio, exitensi, abduksi, adduksi, sedikit
rotasi. Contoh:Art matecapoplangeadanArt internbalangea.
4. Sendi elipsoidea
Permukaan sendi terbentuk konver ellips yang sesuai dengan permukaan
sendi (konkaf ellips). Gerak yang bisa di lakukanflexi, extension, abduksi,
adduksi. Contoh: Art carpalia.
5. Sendi pasak (sendi kisar)
Terdapat pasak tulang yang dikelilingi oleh cincin ligumentum tulang,
Sumbu gerak sesuai panjang tulang. Gerak yang bisa dilakukanRotasio.
Contoh: Art atlento-dentolisdanArt radio ulnaris sop.
6. Sendi pelana (art sellaris: saddle-oshaplo)
Bentuk sendi berbentuk konkaf-konver yang saling berlawanan dan mirip
pelana kuda. Gerakan yang dapat di lakukanFlexi atau extensi, Abduksi
atau adduksi, Rotasi.
7. Sendi peluru (ball and socket: art globoidea)
Pada sendi ini kepala sendi berbentuk bola, lalu sendi berbentuk socket.
Bentuk sendi ini memungkinkan pergerakan yang sangat bebas yaitu:
flexi. Contoh:Abduksi, Adduksi, Rotasi danCircomdixsi.
Jenis-jenis sendi berdasarkan strukturnya:
a. Sendi Fibrosa, yaitu sendi yang tidak memiliki tulang rawan, satu tulang dengan
tulang lainnya dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa. Sehingga banyak
dijumpai tidak dapat digerakkan.Contohnya pada sutura tulang tengkorak.
b. Sendi Kartilago, yaitu sendi yang ujung-ujung tulangnya dihubungkan oleh
kartilago, dan disokong oleh ligamen. Sendi Kartilago dikelompokkan lagi menjadi
2, yaitu :
1. Sinkondrosis, merupakan sendi yang seluruh persendiannya diliputi
oleh tulang rawan. Contohnya Sendi-sendi Kostokondral.
2. Simfisis, merupakan sendi yang tulang-tulangnya memiliki
hubungan fibrokartilago dan selapis tulang rawan hialin yang
menyelimuti permukaan sendi. Contonya bagian simfisis pubis.
c. Sendi Sinovial, yaitu sendi yang memiliki ruang antar sendi sehingga
memungkinkan terjadi banyak gerakan, ujung-ujung tulangnya dilapisi oleh tulang
rawah hilain yang tipis untuk menjaga benturan dan gesekan antartulang.
Contohnya adalah pada lutut.

c. Jenis-jenis Otot
1. Otot Polos (otot volunter)
Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan
bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai
kehendak)/invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel.Otot
polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh, misalnya pada: Dinding saluran
pencernaan, Saluran-saluran pernapasan, Pembuluh darah, Saluran
kencing dan kelamin.
Ciri-ciri Otot Polos
Waktu kontraksi antara 3 sampai 180 detik
Bentuk dari otot polos seperti perahu
Terletak pada organ dalam
Memiliki satu inti sel yang berada ditengah
Pergerakannya dari otot polos lambat, dan mudah lelah
Dipengaruhi oleh saraf otonom
Otot polos biasanya berada pada bagian usus, saluran peredaran darah, otot di saluran
kemih, Tidak diperintah oleh otak atau tidak dipengaruhi oleh otak
2. Otot lurik (Otot Rangka)
Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di
bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunyai jalur-jalur
melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun berselang-
selang. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak inti. Otot
rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat
berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus
oleh fasia super fasialis. Gabungan otot berbentuk kumparan dan terdiri dari
bagian:
Ventrikel (empal), merupakan bagian tengah yang menggembung
Urat otot (tendon), merupakan kedua ujung yang mengecil. Urat otot (tendon)
tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta liat.
Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan sebagai berikut
ini:
Origo merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya
ketika otot berkontraksi.
Insersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot
berkontraksi. Otot yang dilatih terus menerus akan membesar atau mengalami hipertrofi,
Sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada aktivitas) akan menjadi kisut atau mengalami
atrofi. Otot polos tersusun dari sel sel yang berbentuk kumparan halus. Masing masing sel
memiliki satu inti yang letaknya di tengah. Kontraksi otot polos tidak menurut kehendak,
tetapi dipersarafi oleh saraf otonom. Otot polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh, misalnya
pada: 1. Dinding saluran pencernaan 2. Saluran-saluran pernapasan 3. Pembuluh darah 4.
Saluran kencing dan kelamin.
Otot Jantung
Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja
serabut-serabutnya bercabang - cabang dan saling beranyaman serta
dipersarafi oleh saraf otonom. Otot jantung hanya terdapat di jantung.
Otot jantung terlihat berjalur seperti otot rangka. Otot jantung dikawal
oleh sistem saraf autonomi. Setiap sel bersambung-sambung dengan sel
lain melalui cakera interkalari yang berupaya mengalirkan arus elektrik
dari sel ke sel. Manfaat: supaya pengecutan jantung terselaras untuk
mengepam darah. Otot jantung mengecut secara spontan walaupun
tiada rangsangan diterima dari sistem saraf pusat. Letak inti sel di
tengah. Dengan demikian, otot jantung disebut juga otot lurik yang
bekerja tidak menurutkehendak.
Ciri-Ciri Otot Lurik :
Bentuk selindris dengan garis gelap terang
Melekat pada rangka
Bekerja secara sadar dengan perintah otak
Cepat dan mudah lelah
Bentuk yang panjang dan memiliki banyak inti sel (multi sel)
Mempunya pigmen mioglobin
Inti sel yang berada di tepi
3. Otot Jantung
Otot jantung atau myocardium adalah otot yang bekerja secara terus
menerus tampa istirahat atau berhenti. Otot jantung merupakan perpaduan
antara otot lurik dan otot polos karna adanya persamaan yang ada pada
otot jantung misalnya, memiliki sisi gelap terang dan inti sel yang berada
ditengah. Otot jantung berfungsi dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Otot Jantung bekerja dibawah kesadaran manusia saraf yang memengaruhi
otot jantung adalah saraf simpatik dan parasimpatik.
Ciri-Ciri Otot Jantung :
Otot jantung yang berbentuk silindris
Memiliki percabangan disebut sinsitium
Otot Jantung terletak pada jantung
Memiliki satu Inti sel yang berada ditengah
Bekerja tampa kesadaran manusia
Bekerja terus menerus dan tak membutuhkan istirahat
Tiap serabut ototmemiliki empat sifat:
1. Iritabilitas. Otot memiliki kemampuan menerima dan menanggapi bermacam
rangsang.
2. Kontraktilitas. Bila menerima rangsang. Otot memiliki kemampuan untuk
memendek.
3. Ekstensibilitas. Otot memiliki sifat dapat memanjang, baik dalam keadaan
aktif maupun pasif.
4. Elastisita. Bila otot dalam keadaan memendek atau memanjang, otot memiliki
kemampuan untuk kembali kepada panjangnya waktu istirahat atau bentuk
normal.
D. KomponenPembentukTulang, SendidanOtot
1. Tulang
a. Periosteum
Pada lapisan pertama kita akan bertemu dengan yang namanya
periosteum.Periosteum merupakaan selaput luar tulang yang tipis.
Periosteum mengandungosteoblas (sel pembentuk jaringan tulang),
jaringan ikat dan pembuluh darah.Periosteum merupakan tempat
mlekatnya otot-otot rangka (skelet) ke tulang dnberperan dalam
memberikan nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang.
b. Tulang Kompak (Compact bone)
Pada lapisan kedua ini kita akan bertemu dengan tulang kompak. Tulang
initeksturnya halus dan sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit
rongga danlebih banyak mengandung kapur (Calsium Phospat dan
Calsium Carbonat)sehingga tulang menjadi padat dan kuat. Kandungan
tulang manusia dewasa lebihbanyak mengandung kapur dibandingkan
dengan anak-anak maupun bayi. Bayidan anak-anak memiliki tulang yang
lebih banyak mengandung serat-seratsehingga lebih lentur.Tulang kompak
paling banyak ditemui pada tulang kaki dan tulang tangan.
c. Tulang Spongiosa (Spongy bone)
Pada lapisan ketiga ada yang disebut lapisan spongiosa. Sesuai dengan
namanyatulang Spongiosa memiliki banyak rongga. Rongga tersebut di isi
oleh sumsumtulang merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. .
Tulang spongiosa terdiri darikisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula.
d. Sumsum tulang (Bone Marrow)
Lapisan terakhir yang kita temukan dan yang paling dalam adalah
sumsum tulang.Sumsum tulang wujudnya seperti jelly yang kental,
sumsum tulang dilindungioleh tulang spongiosa seperti yang telah
dijelaskan di bagian tulang spongiosa.Sumsum tulang berperan penting
dalam tubuh kita karena berfungsi memproduksisel-sel darah yang ada
dalam tubuh.
2. Sendi
a. Ligamen, berfungsi untuk menghubungkan bagian luar ujung tulang agar
menyatu dengan sendi, dan menjaga agar tidak terjadinya perubahan lokasi
sendi dan tulang ketika bergerak.
b. Kapsul Sendi, berfungsi untuk menghubungkan dua tulang pada sendi tersebut,
merupakan bagian berserabut yang melapisi sendi dan memiliki rongga di
dalamnya.
c. Tulang Rawan Hialin, yaitu bagian yang melapisi kedua ujung tulang, berfungsi
untuk menjaga tulang dari benturan atau gesekan saat terjadinya pergerakan.
d. Cairan Sinovial, yaitu cairan pelumas pada ruang sendi.
3. Otot
a. Sarkolema:membram sel dari selaput otot.terdiri dari membram sel yang
disebut membram plasma dan sbuah lapisan luar yang terdiri dari 1 lapisan
tipis mengandung kolongen
b. Miofibril:merupakan bulatan bulatan kecil pada potongan melintang yang
mengandung 1500 fm,3000 FA yang merupakan melekul.protein polimer besar
untuk kontraksi otot.miofibril memiliki 2 fiamen yaitu:
c. filamen tebal yang dibentuk oleh miosin
d. Filamen tipis yang dibentuk oleh aktin tropomiosin dan trponin
e. Sarkoplasma:miofibril miofibril terpendam dalam serat otot di dalam suatu matriks
f. Retikulum sarkoplasmik:sarkoplasma yang terdapat pada retikulum endoplasma
yang terdapat dalam serat otot.

E. Proses TerbentuknyaTulang
Osifikasi atau yang disebut dengan proses pembentukan tulang telah
bermula sejak umurembrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa.
Osifikasi dimulai dari sel-selmesenkim memasuki daerah osifikasi, bila daerah
tersebut banyak mengandungpembuluh darah akan membentuk osteoblas,
bila tidak mengandung pembuluh darahakan membentuk
kondroblas.Pembentukan tulang rawan terjadi segera setelah terbentuk tulang
rawan (kartilago).
Mula-mula pembuluh darah menembus perichondrium di bagian tengah
batang tulangrawan, merangsang sel-sel perichondrium berubah menjadi
osteoblas. Osteoblas ini akanmembentuk suatu lapisan tulang kompakta,
perichondrium berubah menjadi periosteum.Bersamaan dengan proses ini
pada bagian dalam tulang rawan di daerah diafisis yangdisebut juga pusat
osifikasi primer, sel-sel tulang rawan membesar kemudian pecahsehingga
terjadi kenaikan pH (menjadi basa) akibatnya zat kapur didepositkan,
dengandemikian terganggulah nutrisi semua sel-sel tulang rawan dan
menyebabkan kematianpada sel-sel tulang rawan ini. Kemudian akan terjadi
degenerasi (kemunduran bentuk dan fungsi) dan pelarutan darizat-zat
interseluler (termasuk zat kapur) bersamaan dengan masuknya pembuluh
darah kedaerah ini, sehingga terbentuklah rongga untuk sumsum tulang.
Pada tahap selanjutnya pembuluh darah akan memasuki daerah
epiphise sehingga terjadipusat osifikasi sekunder, terbentuklah tulang
spongiosa. Dengan demikian masih tersisatulang rawan dikedua ujung epifise
yang berperan penting dalam pergerakan sendi dansatu tulang rawan di
antara epifise dan diafise yang disebut dengan cakram epifise.Selama
pertumbuhan, sel-sel tulang rawan pada cakram epifise terus-menerus
membelah kemudian hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di daerah
diafise, dengandemikian tebal cakram epifise tetap sedangkan tulang akan
tumbuh memanjang. Padapertumbuhan diameter (lebar) tulang, tulang
didaerah rongga sumsum dihancurkan olehosteoklas sehingga rongga
sumsum membesar, dan pada saat yang bersamaan osteoblasdi periosteum
membentuk lapisan-lapisan tulang baru di daerah permukaan.

F. Sifat Kerja Otot


1. Antagonis
Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya
berlawanan. Jika otot pertama berkontraksi dan yang kedua berelaksasi,
akan menyebabkan tulang tertarik atau terangkat. Sebaliknya, jika otot
pertama berelaksasi dan yang kedua berkontraksi akan menyebabkan
tulang kembali ke posisi semula. Contoh otot antagonis adalah otot bisep
dan trisep. Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung (dua tendon)
yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot
trisep adalah otot yang memiliki tiga jung (tiga tendon) yang melekat pada
tulang, terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan
bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk
menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep
berelaksasi. Antagonis juga adalah kerja otot yang kontraksinya
menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya adalah:
1. Ekstensor( meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep
dan otot bisep.
2. Abduktor (menjauhi badan) dan adductor (mendekati badan) misalnya gerak
tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
3. Depresor (ke bawah) dan adduktor ( ke atas), misalnya gerak kepala
merunduk dan menengadah.
4. Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak
telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan menelungkup.
2. Sinergis
Sinergis juga adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak
searah.Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus (Otot yang
menyebabkan telapak tngan menengadah atau menelungkup). Otot
sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama sama dengan
tujuan yang sama. Jadi, otot otot itu berkontraksi bersama dan
berelaksasi bersama. Misalnya, otot otot antar tulang rusuk yang bekerja
bersama ketika kita menarik napas, atau otot pronator, yaitu otot yang
menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup. Gerakan
pada bagian tubuh, umumnya melibatkan kerja otot, tulang, dan sendi.
Apabila otot berkontraksi, maka otot akan menarik tulang yang dilekatinya
sehingga tulang tersebut bergerak pada sendi yang dimilikinya.
Otot yang sedang bekerja akan berkontraksi sehingga otot akan
memendek, mengeras, dan bagian tengahnya menggembung. Karena
memendek, tulang yang dilekati otot tersebut tertarik atau terangkat.
Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakan tulang ke
satu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot
tersebut harus mengadakan relaksasi. Namun relaksasi otot ini saja tidak
cukup. Tulang harus ditarik ke posisi semula. Oleh karena itu, harus ada
otot lain yang berkon traksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot
pertama. Jadi, untuk menggerakan tulang dari satu posisi ke posisi yang
lain, kemudian kembali ke posisi semula, diperlukan paling sedikit dua
macam otot dengan kerja berbeda. Berdasarkan tujuan kerjanya tadi, otot
dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis.
Tahap-tahap kontraksi dan relaksasi otot
1. Sinyal listrik masuk ke dalam sel saraf yang menyebabkan sel saraf
mengeluarkan sinyal kimia (neurotransmiter) di celah (sinapsis) antara
sel saraf dan sel otot.
2. Sinyal kimia memasuki sel otot dan berikatan langsung dengan protein
reseptor yang ada di membrane plasma sel otot (sarkolema) dan
menimbulkan potensial aksi di sel otot.
3. Potensial aksi yang terjadi ini menyebar ke seluruh bagian sel otot dan
masuk ke sel melalui T-tubule.
4. Potensial aksi membuka gerbang bagi tempat penyimpanan kalsium
(sarcoplasmic reticulum).
5. Ion Ca bergerak ke sitoplasma sel otot (sarkoplasma) tempat di mana
2+

aktin dan miosin berada.


6. Ion kalsium berikatan pada molekul troponin-tropomiosin yang terletak di
daerah lekukan filamen aktin. Biasanya molekul tropomiosin melilit aktin
di mana miosin dapat membentuk crossbrigdes.
7. Saat berikatan dengan ion kalsium, troponin mengubah bentuk dan
menggeser tropomiosin keluar dari lekukan aktin, memperlihatkan ikatan
aktin-miosin.
8. Miosin berinteraksi dengan aktin melalui putaran crossbrigdes. Dan
kemudian otot berkontraksi, menghasilkan tenaga dan memendek.
9. Setelah potensial aksi lewat gerbang Ca menutup kembali, Ca yang ada
2+ 2+

di retikulum sarkoplasma akhirnya dilepaskan dari sarkoplasma.


10. Saat itu juga troponin kehilangan konsentrasi Ca .
2+

11. Troponin kembali ke posisi semula dan tropomiosin kembali melilit ikatan
aktin-miosin di filamen aktin.
12. Karena tidak terbentuknya site di mana terjadi ikatan aktin-miosin, maka
tidak ada crossbridges yang terbentuk dan otot kembali rileks.
Semua aktivitas di atas memerlukan energi. Otot menggunakan energi
dalam bentuk ATP. Energi dari ATP dipakai untuk mengulang kembali dari awal
kepala crossbridges miosin dan melepaskan filamen aktin. Dan untuk
menghasilkan ATP, otot melakukan hal berikut:
1. Memecah fosfokreatin (bentuk penyimpanan fosfat berenergi tinggi) dan
menambahkan fosfat pada ADP untuk membentuk ATP.
2. Melakukan respirasi anaerob, menghasilkan asam laktat dan membentuk ATP.
3. Melakukan respirasi aerob, memecah glukosa, lemak, dan protein dalam suasana
O menghasilkan ATP.
2

G. Sumber Energi Gerak Otot


Sumber energi utama untuk gerakan (kontraksi) otot yaitu adenosin tri
fosfat (ATP). Akan tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk
kontraksi dalam waktu beberapa detik saja. Otot vertebrata mengandung lebih
banyak cadangan energi fosfat yang tinggi berupa kreatin fosfat sehingga
akan dibebaskan sejumlah energi yang segera dipakai untuk membentuk ATP
dari ADP. ATP dihasilkan dari proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat dan
lemak. Terjadinya kontraksi otot sebagai akibat adanya interaksi antara protein
otot aktin dan miosin yang membutuhkan ATP melalui bantuan enzim yang
dikenal sebagai enzim ATP-ase.
Aktin + Miosin Aktomiosin
ATP-ase

Sumber energi lainnya pada otot, yaitu fosfokreatin. Fosfokreatin ini adalah
suatu bentuk persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat pada otot
dalam konsentrasi yang tinggi.
Kreatin

Fosfokreatin + ADP Kreatin + ATP


Fosfokinase

Fosfokreatin tidak dapat digunakan secara langsung sebagai sumber energi,


tetapi dapat memberikan energinya kepada ADP.
Banyaknya fosfokreatin yang terdapat pada otot lurik, lebih dari lima kali
jumlah ATP. Proses terpecahkan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan
energi tidak membutuhkan oksigen bebas (respirasi anaerob). Oleh karena itu,
disebut proses anaerob. Apabila otot melakukan kontraksi secara terus-
menerus dalam jangka waktu yang lama maka otot akan mengalami kelelahan.
Hal tersebut terjadi sebagai akibat turunnya kandungan konsentrasi ATP dan
fosfokreatin. Sebaliknya, pada saat ini justru akan terjadi kenaikan konsentrasi
ADP, AMP, dan asam laktat.

H. Mekanisme Gerak Otot


Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan
difraksi sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot
yang disebut model sliding filaments. Model ini menyatakan bahwa kontraksi
didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa
filament aktin dan filamen miosin.. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin
menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Kontraksi ini memerlukan
energi. Pada waktu kontraksi, filamen aktin meluncur di antara miosin ke
dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Dengan
demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A
(pita gelap), sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek
waktu kontraksi. Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya
menjadi ADP. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong
pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi.
Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan
khusus pada aktin membentuk jembatan silang. Kemudian simpanan energi
miosin dilepaskan, dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah,
pada saat inilah terjadi relaksasi. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan
ujung myosin menjadi miosin ekor. Ikatan antara miosin energi rendah dan
aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin.
Kemudian siklus tadi berulang Iagi.

I. Kelainan PadaTulang, Sendidan Otot


a. Kelainanpadatulang
1. Osteoklerosis : kelainan tulang akibat peningkatan peningkatan kalsifikasi
tulangkarena hipoparatiroid
2. Osteoporosis : terjadi karena penurunan penulangan (osifikasi) akibat
peningkatan
3. resopsi (penurunan pembentukan tulang)
4. Osteomalasia : keadaan dimana terjadi penurunan mineralisasi tulang
5. Fraktur : patah tulang
6. Osteomilitis : inflamasi pada tulang
7. Periostitis : inflamasi pada periosteum.
b. Kelainanpadasendi
1. Dislokasidisebabkan karena bergesernya sendi dari kedudukan semula
karena jaringan gantungnya (ligamentum) sobek.
2. Ankilosisdisebabkan karena adanya suatu keadaan persendian yang tidak
dapat digerakkan seolah-olah menyatu.
3. Terkiliradalah tertariknya ligamentum ke posisi yang tidak sesuai,tetapi sendi
tidak bergeser.Terkilir dapat terjadi karena gerakan tiab-tiba atau gerakan yang
jarang dan sulit dilakukan.
4. Artritisadalah peradangan yang terjadi pada sendi.Artritis dapat dibedakan
sebagai berikut :
Gout artritis
Gout artritis adalah gangguan persendian akibat kegagalan
metabolisme asam urat. Asam urat yang tinggi dalam darah
diangkut dan ditimbun dalam sendi yang kecil, biasanya pada jari-
jari tangan. Akibatnya ujung-ujung ruas jari tangan membesar.
Osteoartritir
Osteoartritis adalah suatu penyakit kemunduran, sendi tulang
rawan menipis dan mengalami degenerasi. Biasa terjadi karena
usia tua.
Reumathoid
Reumathoid adalah suatu penyakit kronis yang terjadi pada
jaringan penghubung sendi. Sendi membengkak dan terjadi
kekejangan pada otot penggeraknya.
c. Kelainanpadaotot
1. Atrofi otot merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau
karena kehilangan kemampuan berkontraksi, misalnya lumpuh.
2. Distorsi ototpenyakit ini diperkirakan merupakan penyakit genetis dan bersifat
kronis pada otot anak-anak.
3. Hipertrofi otot merupakan kelainan otot yang menyebabkan otot menjadi lebih
besar dan lebih kuat karena sering digunakan, misalnya pada binaragawan.
4. Hernia abdominal kelainan ini terjadi apabila dinding otot abdominal sobek
dan menyebabkan usus melorot masuk ke rongga perut.
5. Kelelahan otot karena kontraksi secara terus-menerus menyebabkan kram
atau kejang.
6. Tetanus merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi kejang karena
bakteri tetanus.

G. Gambar Organ Persendian


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah di jelaskan diatas, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa :
Sistem tulang terdiri atas sendi otot, rangka, tendon, ligamen, bursa, dan
jaringankhusus penghubung.
Struktur tulang terdiri atas sel dan matriks tulang
Sel sel tulang disebut juga osteoblast
Matriks dibentuk oleh bahan dasar serat dan garam garam
Jumlah tulang dalam tubuh manusia ada 206 buah yang terbagi dalam 4 kategori:
tulang panjang, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tidak beratuaran.
Fungsi tulang anatara lain sebagai tempat melekatnya otot, pergerakan, melindungi
organ organ tubuh, menahan jaringan tubuh, memberi bentuk pada rangkaPenyakit pada tulang
misalnya Osteoklerosis, Osteoporosis, Osteomalasia, Fraktur,Osteomilitis, dan Periostitis.
Pada sendi yang dapat digerakkan, ujung persendian tulang ditutupi oleh tulang
rawan hialin yang halus. Persendian tulang tersebut dikelilingi oleh selubung fibrus
kuat kapsul sendi. Kapsul dilapisi oleh membrane, sinovium, yang mensekresi cairan
pelumas dan peredam getaran ke dalam kapsul sendi. Ligamen, mengikat tulang
dalam sendi. Ligamen dan tendon otot yang melintasi sendi, menjaga stabilitas sendi.
Bursa adalah suatu kantung yang berisi cairan sinovial, biasanya merupakan
bantalan bagi pergerakan tendon, ligamen dan tulang di siku, lutut dan beberapa
sendi lainnya.
Struktutr otot terdiri atas berkas-berkas serabut otot, berkas serabut otot ini
terdiri atas sel-sel otot. Di dalam setiap sel otot terdiri atas sarkolemna, sarkoplasma,
dan miofibril. Miofibril memliliki struktur gelap dan strukur terang. Dalam pola gelap
dan terang tersebut terdapat miofilamen yang terdiri atas filamen tipis dan filamen
tebal. Filamen tipis merupakan aktin sedangkan filamen tebal merupakan mioisin.
Aktin dan miosin merupakan protein sel otot yang bertanggung jawab atas kontraksi
otot, selain aktin dan miosin, terdapat pula beberapa protein otot yang mempunyai
peran penting dalam kontraksi otot, yaitu titin, tropomiosin, dan troponin.

B. Saran
1. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya.
2. Semoga dengan adanya materi pada makalah ini bisa menunjang
pambelajaran dan diskusi didalam kelas.
3. Penyusun makalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi
kelancaran dan kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan KeperawatanKlien Gangguan Sistem
Muskuloskeletal. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta
Kumar, Vinay, Abul K. Abbas dan Nelson Fausto. 2005. Robbins and Cotran
Pathologic Basis of Disease. Seventh Edition. Philadelphia : Elsevier Saunders.
Lewis, Sharon L. 2007. Medical Surgical Nursing : Assessment and Management of
Clinical Problems Volume 2. Seventh Edition. St.Louis : Mosby.
Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. Alih bahasa : Brahm U. Pendit.
2005.Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Volume 1.Edisi
6.Jakarta : EGC.
Sherwood, Lauralee. Alih bahasa : Brahm U. Pendit. 2001. Fisiologi Manusia Dari Sel
ke Sistem. Edisi 2. Jakarta : EGC.
Tao L,Kendall K. 2013. Sinopsis Organ system Muskuloskeletal & Jaringan Ikat.
Penerbit. Karisma Pulishing Group. Jakarta
Helmi, Zairin Noor. 2014. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba
Medika.
Nurma Ningsih, Lukman (2009). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan
sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba medika.
Gibson, John (1995). Anatomi dan Fisiologi Moderen untuk Perawat. Jakarta:
EGC.
Syaifuddin,2010,atlas anatomi tubuh manusia,jakarta:salemba medika.
http://seputarpendidikan003.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-sendi-jenis-jenis-
sendi-dan.html
http://www.artikelbiologi.com/2012/11/persendian-pada-manusia.html
http://lutfiatulfitriyah.blogspot.co.id/p/blog-page_4.html
http://softilmu.blogspot.co.id/2015/01/Pengertian-Fungsi-Macam-Jenis-Komponen-
Sendi-Adalah.html
Bakhtiar S. Biologi. 2011. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kementrian
Pendidikan Nasional.
Ferdinand F, Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 2. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Firmansyah R, Mawardi A, Riandi U. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 2.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Diposkan oleh lesdiana febrianti di 01.24


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar
Posting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
TRANSLATE

Diberdayakan oleh Terjemahan


CARI BLOG INI

Cari

BAGAIMANA MENURUT ANDA MENGENAI BLOG SAYA?


MENGENAI SAYA

lesdiana febrianti
Lihat profil lengkapku
ARSIP BLOG
2015 (3)
o November (1)
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM MUSKULOSKELETAL
o Januari (2)
2014 (1)
TOTAL TAYANGAN LAMAN

223
divine-music.info

Template Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.


e
i
B
g
o
l
B
i
d
g
n
a
t
a
D
t
a
m
a
l
e