Anda di halaman 1dari 5

Laporan Percobaan Laboratorium Instrumentasi-Elektronika 1

Pengaruh Warna Cahaya dari LED RGB terhadap Nilai


Resistansi LDR dengan Variasi PWM
Abstrak Telah dilakukan percobaan dengan judul
Mohammad Dani Al Qori, Alfu Alfin Nadhifatul Ummah, Ega Novialent, Mira Anjani, Rahma Fitri Puspitasari,
Akhmad Rifki Cahya Putra, Ashari Prahastoto, Suyatno
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail:prahastoto@gmail.com
Analisa Sensor Cahaya dengan Tiga Warna Cahaya LED yang
Berbeda. Tujuan dari percobaan ini yaitu memahami
karakteristik sensor cahaya (LDR: Light Dependent Resistor),
mengolahan perubahan nilai ADC menjadi nilai resistansi Gambar 1. Proses Konversi pada ADC[1]
LDR, dan mengakses ADC resolusi 10-bit dengan memasukkan
hasil tegangan sensor cahaya (LDR: Light Dependent ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter
Resistor). Prinsip yang digunakan pada percobaan ini yaitu prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan
LDR (Light Dependent Resistor). Pada percobaan ini sampling suatu ADC menyatakan seberapa sering sinyal
menggunakan Arduino uno yang berfungsi sebagai penginput
analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang
data mikrokontroler. Kemudian dibutuhkan sebuah laptop
dengan aplikasi Arduino. Semua alat dan bahan di rangkai, waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan
kemudian rangkaian dihubungkan pada laptop. Pada dalam sample per second (SPS).Resolusi ADC menentukan
percobaan ini menggunakan variasi PWM (Pulse Width ketelitian nilai hasil konversi ADC. Prinsip kerja ADC
Modulation) yaitu 0, 51, 102, 153, 204, serta 255 dan variasi adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran
warna lampu LED RGB yaitu merah, hijau, dan biru. cara yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan
pemperoleh data percobaan yaitu pada aplikasi Arduino diberi tegangan referensi[2].
variasi PWM pada setiap warna LED. Kemudian diukur nilai Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut LDR
resistansi LDR dengan menggunakan multimeter. Setelah adalah jenis resistor yang nilainya berubah seiring intensitas
melakukan percobaan maka dapat disimpulkan bahwa
cahaya yang diterima oleh komponen tersebut. Biasa
Karakteristik dari LDR adalah Laju Recovery dan Respon
Spektral. Kemudian sinyal analog dari cahaya LED dapat
digunakan sebagai detektor cahaya atau pengukur besaran
dikonversikan menjadi tegangan listrik (sinyal digital), konversi cahaya. Light Dependent Resistor, terdiri dari
sehingga bisa diperoleh nilai resitansi LDR dengan sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah
menggunakan prinsip pembagi tegangan. Serta dapat elektroda pada permukaannya, Pada saat gelap atau cahaya
dilakukan pengaksesan ADC resolusi 10-bit dengan redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron
memasukkan hasil tegangan sensor cahaya. bebas dengan jumlah yang relatif kecil, Sehingga hanya ada
sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya
Keywords : ADC, Arduino, LDR(Light Dependent Resistor), pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang buruk,

D
atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar
I. PENDAHULUAN pada saat gelap atau cahaya redup[3].
ALAM kehidupan sehari-hari kita tidak Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang
bisa terlepas dari penggunaan alat-alat lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga
yang berkaitan dengan komponen listrik. akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan
Salah satu aplikasi listik yaitu elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi
penggunakan sensor cahaya. Penggunaan konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki
sensor cahaya ini biasanya digunakan resistansi yang kecil pada saat cahaya terang dan bila dalam
pada lampu jalan. Hal ini untuk memudahkan keadaaan gelap nilai resistansinya akan bertambah. Berikut
menghidupkan lampu jalan yang banyak dengan adalah gambar dari LDR.
menggunakan sistem saklar otomatis yang merupakan
penggunaan LDR. LDR dapat berubah nilai resitansinya
sesuai dengan banyaknya intensitas cahaya yang diterima.
Maka untuk memahami penggunaan LDR kita melakukan
percobaan ini.
Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah
input analog menjadi kode kode digital. ADC banyak
digunakan sebagai Pengatur proses industri, komunikasi
digital dan rangkaian pengukuran/ pengujian. Umumnya
ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang
kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor Gambar 2 . Sebuah LDR (Light Dependent Resistor)[3]
suhu, cahaya, tekanan/ berat, aliran dan sebagainya
kemudian diukur dengan menggunakan sistim digital Karakteristik LDR terdiri dari dua macam yaitu Laju
(komputer). Kuantitas analog pada ADC ini diubah menjadi Recovery dan Respon Spektral. Laju Recovery Bila sebuah
besaran listrik (nilai tegangan atau arus yang setara) LDR dibawa dari suatu ruangan dengan level kekuatan
menggunakan transducer sebelum masuk rangkaian ADC cahaya tertentu ke dalam suatu ruangan yang gelap, maka
untuk diubah menjadi sinyal digital. Sinyal digital inilah nilai resistansi dari LDR tidak akan segera berubah
yang akan dibaca dan diproses oleh komputer. resistansinya pada keadaan ruangan gelap tersebut. Namun
Laporan Percobaan Laboratorium Instrumentasi-Elektronika 2

LDR tersebut hanya akan bisa mencapai harga di kegelapan cara, secara analog menggunakan IC op-amp atau secara
setelah mengalami selang waktu tertentu. Laju recovery digital.. Secara analog setiap perubahan PWM-nya sangat
merupakan suatu ukuran praktis dan suatu kenaikan nilai halus, sedangkan secara digital setiap perubahan PWM
resistansi dalam waktu tertentu. Harga ini ditulis dalam dipengaruhi oleh resolusi PWM itu sendiri. Resolusi adalah
K/detik, untuk LDR tipe arus harganya lebih besar dari jumlah variasi perubahan nilai dalam PWM tersebut.
200K/detik(selama 20 menit pertama mulai dari level Misalkan suatu PWM memiliki resolusi 8 bit, berarti PWM
cahaya 100 lux), kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada ini memiliki variasi perubahan nilai sebanyak 256 variasi
arah sebaliknya, yaitu pindah dari tempat gelap ke tempat mulai dari 0 225 perubahan nilai yang mewakili duty cycle
terang yang memerlukan waktu kurang dari 10 ms untuk 0% 100% dari keluaran PWM tersebut[4].
mencapai resistansi yang sesuai den-gan level cahaya 400 Rangkaian pembagi tegangan berfungsi membagi
lux. Respon Spektral merupakan karakteristik LDR yang tegangan input menjadi beberapa bagian tegangan output.
tidak mempunyai sensitivitas yang sama untuk setiap Rangkaian pembagi tegangan biasanya juga digunakan
panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu untuk membuat suatu tegangan referensi dari sumber
warna). Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar tegangan yang lebih besar, titik tegangan referensi pada
arus listrik yaitu tembaga, aluminium, baja, emas dan perak. sensor, untuk memberikan bias pada rangkaian penguat atau
Dari kelima bahan tersebut tembaga merupakan penghantar untuk memberi bias pada komponen aktif. Rangkaian
yang paling banyak, digunakan karena mempunyai daya pembagi tegangan pada dasarnya dapat dibuat dengan 2
hantaryang baik. buah resistor, contoh rangkaian dasar pembagi tegangan
dengan output VO dari tegangan sumber VI menggunakan
resistor pembagi tegangan R1 dan R2 seperti pada gambar
berikut.

Gambar 3. Karakteristik LDR (Light Dependent Resistor)[4]

Dimana pada karakteristik diatas dapat dilihat bila cahaya


mengenai sensor itu maka harga tahanan akan berkurang.
Perubahan yang dihasilkan initergantung dari bahan yang Gambar 5. rangkaian pembagi tegangan[5]
[4]
digunakan serta dari cahaya yang mengenainya .
Pulse Width Modulation (PWM) secara umum adalah Rangkaian Dasar Pembagi Tegangan Dari rangkaian
sebuah cara memanipulasi lebar sinyal yang dinyatakan pembagi tegangan diatas dapat dirumuskan tegangan output
dengan pulsa dalam satu periode, untuk mendapatkan VO. mengalir pada R1 dan R2 sehingga nilai tegangan V O
[5]
tegangan rata-rata yang berbeda. Bebarapa contoh aplikasi dapat dirumuskan sebagai berikut .
PWM adalah pemodulasian data untuk telekomunikasi, R1
pengontrolan daya atau tegangan yang masuk ke beban, R 1+ R 2 ) (1)
regulator tegangan, audio effect dan penguatan, serta
aplikasi-aplikasi lainnya.. Sinyal PWM pada umumnya
V out=V
memiliki amplitude dan frekuensi dasar yang tetap, namun
II. METODOLOGI
memiliki lebar pulsa yang bervariasi. Lebar pulsa PWM
A. Alat
berbanding lurus dengan amplitude sinyal asli yang belum
termodulasi. Artinya, sinyal PWM memiliki frekuensi Pada percobaan kali ini, terdapat beberapa
gelombang yang tetap namun duty cycle bervariasi antara peralatan yang dibutuhkan, diantaranya LDR itu
0% hingga 100% . [4] sendiri, yang mana digunakan sebagai sensor
cahaya, sensor ini akan berubah nilai
resistansinya jika ada perubahan tingkat
kecerahan atau intensitas cahaya. Kemudian
resistor 10k dan 220k, yang nantinya
berperan sebagai pembagi tegangan. 1 buah
LED RGB common anode, yang digunakan
sebagai sumber cahaya dan terdiri dari tiga
warna, yakni merah, hijau, dan biru.
Selanjutnya juga dibutuhkan voltmeter untuk
mengukur tegangan. Beberapa kabel
penghubung, yang digunakan untuk
menghubungkan komponen pada rangkaian.
Gambar 4. perubahan duty cycle [4] ADC yang digunakan untuk mengubah sinyal
PWM juga merupakan salah satu teknik untuk analog menjadi sinyal digital. Software Arduino
mendapatkan sinyal analog dari sebuah piranti digital. UNO, yang nantinya dapat digunakan dalam
Sebenarnya sinyal PWM dapat dibangkitkan dengan banyak menginput data pada mikrokontroler. Serta
Laporan Percobaan Laboratorium Instrumentasi-Elektronika 3

projectboard. sebagai tempat untuk merangkai


komponen.

B. Skema Alat

Gambar 6. Rangkaian percobaan

C. Langkah Kerja
Adapun langkah-lagkah dari percobaan Light Dependent
Resistor dengan Sensor LED RGB Common Anode kali ini
ialah yang pertama peralatan dan bahan yang dibutuhkan
dipersiapkan. Kemudian peralatan dirangkai seperti pada
gambar 2. Selanjutnya LDR dan LED diletakkan
berhadapan. Setelah itu sensor LDR disinari dengan cahaya
dari LED. Kemudian nilai input analog yang tertera diukur
dan dicatat. Selain itu, tegangan yang ditunjukkan oleh
voltmeter dicatat. Percobaan diulangio dengan nilai PWM
ysng berbeda dan warna LED yang berbeda pula.
Gambar 7. Flowchart percobaan
D. Flowchart
Untuk memudahkan dalam melakukn percobaan kali ini, E. Rumus
maka langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada diagram Adapun rumus yang digunakan dalam
alur berikut ini: percobaan kali ini yakni:
analoginput terbaca
Vout = 5Volt (2)
1023

R2
Vout = Vin (3)
R 1+ R 2

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Analisa Data
Dari percobaan yang telah dilakukan. Yang mana sesuai
dengan namanya, LED ini terdiri dari tiga warna, yakni
merah, hijau, dan biru. Selain itu menggunakan resistor
10k, tegangan maksimum pada Arduino yakni 5 Volt, dan
variasi PWM yakni 0, 51, 102, 153, 204, serta 255 pada
masing-masing warna pada LED. Sehingga dapat diketahui
nilai tegangan LDR dan juga resistansi LDR seperti contoh
perhitungan berikut:
Diketahui: LED warna merah
PWM= 51
R1 = 10 k
Vin = Vmax = 5 Volt
Analog input= 18
Ditanya: VLDR dan RLDR ?
Jawab:
Dengan menggunakan persamaan (a), maka dapat
diketahui nilai Vout pada LED merah, yakni:
Laporan Percobaan Laboratorium Instrumentasi-Elektronika 4

analog input terbaca 0.5 0.46


Vout = 5Volt (2)
1023 0.4
18 0.28
Vout = 5Volt 0.3
1023 0.22
Resistansi 0.16 0.18
0.2
= 0,0879 Volt
Setelah diketahui nilai tegangan outputnya, maka nilai 0.1
resistansi LDR dapat diketahui melalui peran resistor
sebagai pembagi tegangan, yakni: 0
0 50 100 150 200 250
R2 PWM
Vout = Vin (3)
R 1+ R 2
Gambar 8. Perbandingan PWM dengan RLDR pada Warna Merah

R2 0.94
0,0879 = 5 1
10+ R 2
0.8
5R2 = 0,0879 (10 + R2) 0.56
0.6 0.45
Resistansi 0.32 0.36
5R2 = 0,879 + 0,0879R2 0.4

4,9121R2 = 0,879 0.2

R2 = 0,0179k 0
0 50 100 150 200 250
Maka dengan cara yang sama, nilai tegangan output PWM
(VLDR) dan juga nilai resistansi LDR dari setiap warna pada
setip variasi PWM dapat diketahui dan disajikan pada tabel Gambar 9. Perbandingan PWM dengan RLDR pada Warna Hijau
berikut:
0.3
Tabel 1. Data hasil percobaan pada LED warna merah 0.24
0.25
PWM Vout (V) R2 (k)
0.2 0.17
0 0,0782014 0,158887786
0.13
51 0,0879765 0,179104478 Resistansi 0.15
0.09 0.1
102 0,1075269 0,21978022 0.1
153 0,1368524 0,281407035 0.05
204 0,2199413 0,460122699
0
255 4,4281525 77,43589744 0 50 100 150 200 250
PWM
Tabel 2. Data hasil percobaan pada LED warna hijau
Gambar 10. Perbandingan PWM dengan RLDR pada Warna Biru
PWM Vout (V) R2 (k)
b. Pembahasan
0 0,1564027 0,322906155
Dilakukan percobaan Sensor Cahaya (LDR) yang
51 0,1759531 0,364741641
bertujuan Memahami karakteristik sensor cahaya (LDR :
102 0,2150538 0,449438202 Light Dependent Resistor), Pengolahan perubahan nilai
153 0,2639296 0,557275542 ADC menjadi nilai resistansi LDR, dan Mengakses ADC
204 0,4301075 0,941176471 resolusi 10-bit dengan memasukkan hasil tegangan sensor
255 4,6432063 130,1369863 cahaya (LDR : Light Dependent Resistor). Prinsip yang
digunakan ialah konsep light dependent resistor, analog to
digital converter, pulsa width modulation, dan pembagi
Tabel 3. Data hasil percobaan pada LED warna biru tegangan. Digunakan variasi PWM pada percobaan ini yakni
PWM Vout (V) R2 (k) 0, 51, 102, 153, 204, 255. Variasi ini merupakan suatu cara
0 0,0439883 0,088757 memanipulasi lebar sinyal yang dinyatakan dengan pulsa
51 0,0488759 0,098717 dalam satu periode, untuk mendapatkan tegangan rata-rata
102 0,0635386 0,128713 yang berbeda. Lebar pulsa PWM berbanding lurus dengan
153 0,083089 0,168986 amplitude sinyal asli yang belum termodulasi. Artinya,
204 0,1173021 0,24024 sinyal PWM memiliki frekuensi gelombang yang tetap
255 4,4086022 74,54545 namun duty cycle bervariasi antara 0% hingga 100%.
Dimana duty cycle gelombang dapat diubah-ubah sehingga
Dari data-data yang telah diperoleh, maka dapat nilai Voutnya bisa diperoleh. Oleh karena itu duty cycle bisa
disajikan dalam grafik-grafik berikut: disebut rasio dari waktu dimana tegangan keluar berada
pada posisi tinggi (high) terhadap periode satu gelombang
(gelombang kotak). Periode satu gelombang yang dimaksud
Laporan Percobaan Laboratorium Instrumentasi-Elektronika 5

ialah waktu total dari satu gelombang tersebut baik ketika sehingga bisa diperoleh nilai resitansi LDR dengan
tegangan keluar berada pada posisi high maupun posisi low. menggunakan prinsip pembagi tegangan.
Ini merupakan suatu teknik untuk mendapatkan sinyal 3. Dapat dilakukan pengaksesan ADC resolusi 10-bit
analog dari sebuah piranti digital. Dengan variasi PWM dengan memasukkan hasil tegangan sensor cahaya.
tersebut muncul analog input yang tertera pada aplikasi
(nama aplikasinya) yang mana akan mempengaruhi dari UCAPAN TERIMA KASIH
resistansi LDR. Dari tabel dan grafik kita bisa mengetahui Penulis mengucapkan terimakasih kepada
bahwa makin kita perbesar nilai PWM maka akan makin Tuhan YME, karena berkat rahmat-Nya, laporan
besar pula analog inputnya yang mengaibatkan resistansinya ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
juga makin besar. Dalam konsep elektronika dasar telah kita Selain itu, penulis juga mengucapkan
pahami resistansi berbanding lurus dengan tegangan (dalam terimakasih kepada Bapak Suyatno, selaku
hal ini Vout LDR). Dalam percobaan sensor cahaya ini dosen Fisika Laboraturium. Ashari Prahastoto,
digunakan pula 3 variasi LED yaitu warna merah, hijau, dan selaku asisten laboraturium mata kuliah Fisika
biru. Cahaya monokromatik yang dipancarkan oleh LED Laboraturium pada percobaan Instrumentasi
mengenai LDR sebagai sensor cahaya. LED ini dipengaruhi Elektronika. Teman-teman kelompok, serta
oleh tegangan maju sehingga mampu memancarkan cahaya pihak-pihak yang telah membantu
monokromatik tersebut. Keanekaragaman warna cahaya terselesaikannya laporan ini.
pada LED tergantung pada panjang gelombang dan senyawa
semikonduktor yang dipergunakannya. Karena menyangkut
DAFTAR PUSTAKA
pula semikonduktor, pada bahasan Fisika Modern terdahulu
dijelaskan bahwa bahan tersebut perlu energi minimum [1]. Kleitz, W. , 2005. Digital Electronics. Ohio: A Practical Approach.
untuk elektron pindah dari pita valensi ke pita konduksi. Prentice Hall
Warna merah memiliki panjan gelombang yang lebih besar [2]. Blocher, Richard. 2006. Elektronika Dasar. Yogyakarta: Penerbit
daripada warna hijau, apalagi warna biru. Artinya bahwa Andi
[3]. Cooper, William David. 1994. Instrumentasi Elektronik dan Teknik
LED warna biru memiliki frekuensi yang lebih besar Pengukuran. Jakarta: Erlangga
daripada hijau dan merah, oleh karena itu resistansi yang [4]. Schrader,J.H.R. 2015. Wireline Equalization using pulse-width
dihasilkan seharusnya dari kecil ke besar yaitu biru, hijau, modulation. New York: Willey
dan merah, namun pada percobaan ini menjadi urutan biru, [5]. Smith e. Russell. 2014. Electricity for refrigeration, head and air
conditioning. Canada: Athens technical collage
merah, lalu hijau. Hal ini dikarenakan beberapa kesalahan
praktikan, yakni saat pemasangan lampu warna hijau, posisi
lampu LED sedikit condong di arah kiri. Sehingga intensitas
cahaya yang diterima pada lampu LED hijau lebih kecil dan
mengakibatkan nilai resistansinya lebih besar dari lampu
berwarna merah.

IV. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan pengaruh warna LED terhadap
sensor cahaya (LDR) dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Dapat diketahui bahwa karakteristik dari LDR adalah
laju recovery dan respon spektral.
2. Kemudian sinyal analog dari cahaya LED dapat
dikonversikan menjadi tegangan listrik (sinyal digital),