Anda di halaman 1dari 9

TUGAS TEORI PAJAK

Contoh soal (kasus) perhitungan pajak provinsi dan pajak kabupaten / kota.

DOSEN : Purnamawati Helen Widjaja, Dra., Msi., Ak., BKP

Dibuat oleh : Regina Dori Flowerastia / 125150-354


Inneke Kurniawan / 125150-041
Vivian Andreani / 125150-420
Calvin Lazuardi / 125150-124

Jenis Pajak (Pasal 2 ayat (1), dan ayat (2));

1. Pajak Provinsi
a. Pajak Kendaraan Bermotor & Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor
Pada bulan Maret tahun 2008 Tuan A membeli mobil baru merk
Alphard dengan harga Rp 650.000.000,-. Sebelumnya Tuan A telah
memiliki Motor Harley Davidson dengan Nilai KendaraanRp
350.000.000,- atas nama Tuan A, serta mobil Toyota Innova dengan
Nilai Kendaraan Rp 220.000.000 atas nama Istri Tuan A. Jika Nilai
Jual Kendaraan Bermotor dianggap sama dengan harga pembelian,
hitung besarnya PKB dan BBNKB atas kendaraan tersebut pada
tahun 2008.

Jawaban :

Pajak Kendaraan Bermotor Tuan A = Tarif Pajak x NJKB

= 2% x Rp 650.000.000

= Rp 13.000.000,-

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tuan A = Tarif BBNKB x NJKB

= 10% xRp 650.000.000

= Rp 65.000.000,-

Sumber: https://www.scribd.com/
b. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
SPBU A melakukan pemesana npembelian bahan bakar kendaraan
kepada PT Pertamina dengan volume sebagai berikut :
Premium : 75.000 liter @ Rp 4.500
Pertamax : 50.000 liter @ Rp 9.800
Pertamax Plus : 35.000 liter @ Rp 10.500
Jika harga jual tersebut diatas sudah termasuk PPN dan Pajak Bahan
Bakar Kendaraan Bermotor, hitunglah jumlah PBB-KB yang harus
dibayarkan oleh SPBU A kepada PT Pertamina.

Jawaban :

PBB-KB Premium per liter :


Tarif Pajak x 100/115 x Rp 4.500
5% x 100/115 x Rp 4.500
5/115 x Rp 4.500 = Rp 195,65 / liter
Jumlah PBB-KB Premium : 75.000 x Rp 195,65 = Rp 14.673.913,-
PBB-KB Pertamax per liter :
Tarif Pajak x 100/115 x Rp 9.800
5% x 100/115 x Rp 9.800
5/115 x Rp 9.800 = Rp 426,08 / liter
Jumlah PBB-KB Pertamax : 50.000 x Rp 426,08 = Rp 21.340.000,-
PBB-KB Pertamax Plus
Tarif Pajak x 100/115 x Rp 10.500
5% x 100/115 x Rp 10.500
5/115 x Rp 10.500 = Rp 456,52 / liter
PBB-KB Pertamax Plus : 35.000 x Rp 456,52 = Rp 15.978.260,-

Jumlah PBB-KB yang harus dibayar SPBU A kepada PT Pertamina


adalah :
Premium : Rp 14.673.913,-
Pertamax : Rp 21.340.000,-
Pertamax Plus : Rp 15.978.260,-
Jumlah : Rp 51.992.173,-

c. Pajak Air Permukaan


Budi memiliki sawah yang memerlukan pengairan sebanyak 1000m 3
per bulan . Tarif ditetapkan 10%, harga air baku ditetapkan sebesar
Rp100,00 per m3, faktor nilai air sebesar 3. Hitung pajak air
permukaan yang harus dibayar Budi bulan tersebut!

Jawaban :

Pajak terutang= Tarif X NPA

= 10% X 1000 X 3 X 100


= 30000

d. Pajak Rokok
1. Sistem Perhitungan Cukai dan Pajak Rokok Berdasarkan
HJE (Harga Jual Eceran)
Jika Harga Jual Eceran rokok adalah Rp2.000, berapakah Cukai
Rokok yang harus dibayar pengusaha per batang dan
berapa pajak yang harus dibayar pengusaha per batang?
Jawaban :
Cukai Rokok : 40% x Rp2.000 = Rp800
Pajak Rokok: 10% x Rp800 = Rp80

2. Sistem Kombinasi atau Advolrum


Harga satu bungkus rokok @ sebesar Rp15.000 dengan cukai
40%. Pemerintah daerah memungut Pajak Rokok sebesar 10%
atas Cukai Rokok. Berapakah nilai cukai rokok dan pajak rokok
yang harus dibayarkan?

Jawaban :
Cukai Rokok : 40% x Rp15.000 = Rp6.000
Pajak Rokok: 10% x Rp6.000 = Rp600

Maka harga satu bungkus rokok @ setelah Pajak dan Cukai


Rokok adalah Rp15.600 dengan Cukai sebesar Rp6.000
Sumber : https://www.cermati.com/artikel/inilah-perbedaan-
pajak-dan-cukai-rokok-serta-cara-menghitungnya

2. Pajak Kabupaten / Kota


a. Pajak Hotel
Vivian mempunyai sebuah Hotel ABC di Jakarta. Rincian sewa hotel
per hari adalah sbb:
Room Deluxe Type : Rp1.000.000
Tagihan Restoran : Rp250.000
Tagihan Fitness : Rp150.000
Tagihan Laundry : Rp100.000
Jumlah Biaya Sewa Hotel /hari : Rp1.500.000
Service Charge 7%, PPN 10%
Inneke merupakan tamu yang ingin menginap di hotel ABC selama
2 hari, berapakah biaya pajak yang dikenakan kepada Inneke?
Jawaban:
Jumlah Service Charge : Rp1.500.000 x 7% =
Rp105.000
Jumlah Biaya Sewa : Rp1.500.000 + Rp105.000 =
Rp1.605.000
Tarif PPN : RP1.605.000 x 10% =
Rp160.500
Total Uang yang dibayar Inneke : Rp1.605.000 + Rp160.500
= Rp1.765.500

b. Pajak Restoran
Diketahui, selama satu bulan sebuah restoran memperoleh
pendapatan dari konsumen yang dine in sebesar Rp 64,000,000,-
dan dari take away sebesar Rp 15,000,000,-. Berapakah pajak
restoran yang harus dibayarkan oleh resto tersebut?
Tarif Pajak Restoran sebesar 10%.
Jawaban:
Pajak Restoran= Tarif Pajak x Dasar Pengenaan
Pajak
= 10% x Rp (64,000,000,- +
15,000,000,-)
= Rp 7,900,000,-
Sumber:
http://www.academia.edu/11480622/CONTOH_PERHITUNGAN_PAJAK
_RESTORAN

c. Pajak Hiburan
Calvin mempunyai sebuah bioskop, harga karcis nonton adalah
Rp40.000. Berapakah jumlah pajak yang ditanggung oleh Calvin?
(Tarif Pajak yang berlaku adalah 10%)
Jawaban:
Pajak = Dasar Pengenaan Pajak x Tarif Pajak
= Rp40.000 x 10%
= Rp4.000
Sumber: https://zulkiflisasaja.wordpress.com/2014/04/15/pajak-
hiburan/

d. Pajak Reklame
Sebuah perusahaan transportasi ingin memasang Baliho ukuran 3 x
6 meter di area Kuningan (Protokol A) sebanyak 6 buah selama 7
hari. Berapakah pajak yang akan ditanggung oleh perusahaan
tersebut?
Jawaban:
Pajak Reklame : 25% (Reklame rokok dan minuman beralkohol
dikenakan tambahan 25% dari pokok pajak)
Pajak = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak
= 25% x (18m x 6 buah x Rp 125.000,- x 7 hari)
= Rp 23.625.000,-
Sumber: https://www.cermati.com/artikel/pajak-reklame-apa-itu-
dan-bagaimana-perhitungannya

e. Pajak Penerangan Jalan


Sebuah perusahaan bisnis A membayar tagihan listrik dari PLN
diluar pajak pada bulan Januari 2012 sebesar Rp 10.800.000,-. Daya
yang dimiliki adalah 1.300 VA. Berapakah pajak yang harus
disetorkan Wajib Pajak tersebut? (tarif pajak 4%)
Jawaban:
Pajak = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak
= 4% x Rp 10.800.000,-
= Rp 432.000,-
Sumber: http://padyangantaxcenter.blogspot.co.id/2013/05/pajak-
penerangan-jalan.html#.WRmn9dKqqko

f. Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan


Regina mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang mineral
bukan logam. Total mineralnya adalah Rp10.000.000.000 menurut
perusahaannya. Akan tetapi ada pembeli yang ingin membeli
seharga Rp9.000.000.000. Berapakah tarif pajak yang berlaku?(Tarif
Pajak untuk Mineral Bukan Logam : 25%)
Jawaban:
Pajak : Nilai Jual Hasil Pengambilan Mineral Bukan Logam
dan Batuan x Tarif Pajak
: Rp9.000.000.000 x 25% = Rp2.250.000.000
Sedangkan untuk Batuan sama cara perhitungannya, namun tarif
pajak yang berlaku adalah 20%.
Sumber: https://zulkiflisasaja.wordpress.com/2014/04/04/pajak-
mineral-bukan-logam-dan-batuan/

g. Pajak Parkir
Sebuah penyelenggara tempat parkir di Jakarta memberikan
tagihan pajak sebesar Rp 1.000.000,- dan diskon 20% yaitu sebesar
Rp 200.000,-. Berapakah pajak parkir yang dibayar oleh penerima
jasa parkir? (Tarif pajak parkir di jakarta : 30%)
Jawaban:
Pajak Parkir = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak
= 30% x Rp 1.000.000,-
= Rp 300.000,-
Sumber: http://pajak-daerah.com/pajak-parkir/

h. Pajak Air Tanah


Volume air tanah yang digunakan oleh perusahaan sebesar 10.000
liter/bulan, dan harga dasar air yang ditetapkan oleh pemerintah
daerah adalah Rp 500,- per liter. Berapakah pajak air yang harus
dibayar oleh perusahaan tersebut?
Jawaban:
Pajak Air Tanah = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak
= 20% x (10.000 liter x Rp 500,-)
= Rp 1.000.000,-
Sumber: http://bapenda.jabarprov.go.id/2016/01/11/besarnya-
potensi-pajak-air/

i. Pajak Sarang Burung Walet


Diketahui, seorang pengusaha burung walet (budidaya rumahan)
mengambil dan menjual sarang burung walet jenis sriti sebanyak 3
kg. Harga pasaran atas sarang burung walet saat itu adalah
sebesar Rp 1,750,000,-. Berapakah besarnya pajak sarang burung
walet yang terutang?
Jawaban:
Pajak Terutang = Tarif Pajak x Nilai Jual Sarang Burung Walet
Nilai Jual Sarang Burung Walet = Volume x Harga Pasar
= 3 kg x Rp 1,750,000,-/kg
= Rp 5,250,000,-
Pajak Terutang = Tarif Pajak x Harga Pasar Sarang Burung
Walet
= 20% x Rp 5,250,000,-
= Rp 1,050,000,-.

*Tarif Pajak Sarang Burung Walet:


1. 20% untuk pengambilan dan penjualan Sarang Burung Walet
yang diusahakan pada budidaya rumahan / bertempat di
bangunan swasta
2. 25% untuk pengambilan dan penjualan Sarang Burung Walet
yang diusahakan pada bangunan alam, pemerintah, BUMN, dan
daerah.

Sumber: https://www.slideshare.net/DadanAhdiat/pajak-sarang-
burung-walet-36214220

j. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-


P2)
Dicky mempunyai rumah di Jl. Mediterania Boulevard No. 116,
Kecamatan Pluit, Jakarta Utara. Diketahui:
Luas Tanah : 500 m2
Luas Bangunan : 750 m2
Nilai Tanah/m2 : Rp 18.000.000,-/m2
Nilai Bangunan/m2 : Rp 7.000.000,-/m2
Jika NJOPTKP untuk wilayah Jakarta adalah sebesar Rp 15.000.000,
berapakah PBB yang harus dibayarkan oleh Dicky?
Catatan:
Nilai kelas tanah B31 adalah Rp 17.245.000,-
Nilai kelas Bangunan B6 adalah Rp 10.150.000,-

Jawaban:
Luas (m2) Nilai / m2 (Rp)
Bumi 500 17,245,000 8,622,500,000
Bangunan 750 10,150,000 7,612,500,000
NJOP 16,235,000,00
0
NJOPTKP (15,000,000)
NJOP untuk perhitungan PBB 16,220,000,00
0
PBB 0.3% x Rp 16,220,000,000 = Rp
48,660,000

Sumber: Modul Laboratorium Perpajakan Edisi 3 (Akuntansi FE


UNTAR 2017)

k. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)


Mengacu pada kasus poin j;
a. Pada tanggal 25 Maret 2016, Dicky menjual rumahnya yang
beralamat di Jl. Mediterania Boulevard No. 116, Kec. Pluit, Jakarta
Utara) kepada Suryanto seharga 10,2 Milyar Rupiah. Jika
NPOPTKP untuk wilayah Jakarta adalah 80 Juta Rupiah, dan
NPOPTKP untuk wilayah Tangerang adalah 40 Juta Rupiah,
berapakah BPHTB yang harus dibayarkan?
b. Seandainya, Dicky akan menghibahkan rumahnya kepada anak
tunggalnya yaitu Tonny, berapakah BPHTB yang harus
dibayarkan oleh Dicky, jika NPOPTKP waris wilayah Jakarta
adalah sebesar 300 Juta Rupiah?
Jawaban:
a. NPOP Rp 16,235,000,000
NPOPTKP 80,000,000
NPOPKP Rp 16,155,000,000

BPHTB = 5% x Rp 16,155,000,000 = Rp 807,750,000


b. NPOP Rp 16,235,000,000
NPOPTKP (300,000,000)
NPOPKP Rp 15,935,000,000

BPHTB = 5% x 50% x Rp 15,935,000,000 = Rp 398,375,000

Sumber: Modul Laboratorium Perpajakan Edisi 3 (Akuntansi FE


UNTAR 2017)