Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Carpal tunnel syndrome (CTS) atau sindroma terowongan karpal (STK) adalah
salah satu gangguan pada lengan tangan karena terjadi penyempitan pada terowongan
karpal, baik akibat edema fasia pada terowongan tersebut maupun akibat kelainan pada
tulang-tulang kecil tangan sehingga terjadi penekanan terhadap nervus medianus
dipergelangan tangan. Carpal Tunnel Syndrome diartikan sebagai kelemahan pada
tangan yang disertai nyeri pada daerah distribusi nervus medianus (Viera ,2003,
Sidharta, 2006.

Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan neuropati tekanan saraf medianus


terowongan karpal di pergelangan tangan dengan kejadian yang paling sering, bersifat
kronik, dan ditandai dengan nyeri tangan pada malam hari, parestesia jari-jari yang
mendapat innervasi dari saraf medianus, kelemahan dan atrofi otot thenar (Kao, 2003,
Susanto, 2004, Aroori, 2008). Dulu, sindroma ini juga disebut dengan nama
acroparesthesia, median thenar neuritis atau partialthenar atrophy (De Jong, 1992)

Terowongan karpal terdapat di bagian depan dari pergelangan tangan dimana


tulang dan ligamentum membentuk suatu terowongan sempit yang dilalui oleh beberapa
tendon dan nervus medianus. Tulang-tulang karpalia membentuk dasar dan sisi-sisi
terowongan yang keras dan kaku sedangkan atapnya dibentuk oleh fleksor retinakulum
(transverse carpal ligament dan palmar carpal ligament) yang kuat dan melengkung di
atas tulang-tulang karpalia tersebut (Krames, 1994,Viera ,2003, Barnardo, 2004, Davis,
2005). Setiap perubahan yang mempersempit terowongan ini akan menyebabkan
tekanan pada struktur yang paling rentan di dalamnya yaitu nervus medianus.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:

1
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui mengenai Askep Pada Pasien Dengan Carpal Tunnel Sindrom).

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Untuk mengetahui

1.4 Manfaat Penulisan Makalah

1.4.1 Bagi Penulis

Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan, serta dapat


mengaktualisasikannya pada lingkungan sekitar, baik dalam lingkungan keluarga
maupun masyarakat.

1.4.2 Bagi Pembaca

Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Askep


Pada Pasien Dengan Carpal Tunnel Sindrom.

BAB II

2
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian
Carpal Tunnel Syndrome merupakan neuropati tekanan atau cerutan terhadap
nervus medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, tepatnya di
bawah tleksor retinakulum. Dulu, sindroma ini juga disebut dengan nama
acroparesthesia, median thenar neuritis atau partial thenar atrophy Carpal Tunnel
Syndrome pertama kali dikenali sebagai suatu sindroma klinik oleh Sir James Paget
pada kasus stadium lanjut fraktur radius bagian distal.
Terowongan karpal terdapat di bagian sentral dari pergelangan tangan di mana
tulang dan ligamentum membentuk suatu terowongan sempit yang dilalui oleh beberapa
tendon dan nervus medianus. Tulang-tulang karpalia membentuk dasar dan sisi-sisi
terowongan yang keras dan kaku sedangkan atapnya dibentuk oleh fleksor retinakulum
(transverse carpal ligament dan palmar carpal ligament) yang kuat dan melengkung di
atas tulang-tulang karpalia tersebut. Setiap perubahan yang mempersempit terowongan
ini akan menyebabkan tekanan pada struktur yang paling rentan di dalamnya yaitu
nervus medianus.

2.2 Klasifikasi
Menurut Kazt (1990), kriteria diagnostik dibuat berdasarkan pengalaman klinis
para paneliti, banyak gejala pasien ditemukan pada perbatasan dari kelas klasifikasi
yang satu dengan yang lainnya.
a. Derajad 0 : Asimtomatik

1. Tidak ada gejala dan tanda CTS

2. Pemeriksaan konduksi saraf sensorik dan motorik mungkin ditemukan kelainan


pada sekitar 20 % populasi

3. Tidak memerlukan terapi

3
b. Derajat 1 : Simtomatik Intermiten

1. Parastesia tangan intermiten

2. Tidak ada defisit neurologis

3. Salah satu tes provokasi mungkin positif

4. Pemeriksaan konduksi saraf sensorik dan motorik mungkin tidak normal

5. Terapi konservatif

c. Derajad 2 : Simtomatik Persisten

1. Defisit neurologis sesuai dengan distribusi saraf medianus

2. Tes provokasi positif

3. Pemeriksaan konduksi saraf sensorik dan motorik tidak normal

4. Terapi konservatif atau operatif

d. Derajad 3 : Berat

1. Atrofi otot thenar

2. Pemeriksaan elektromiografis: fibrilasi atau neuropati unit motorik

3. Terapi operatif

2.3 Etiologi
Gejalanya merupakan akibat disfungsi saraf medianus karena peninggian tekanan di
dalam terowongan karpal. Penyebab antara lain, yaitu (Schwartz, 2006) :
1. pemakaian tangan yang berlebihan
2. kista ganglion,
3. poliferasi synovial

4
4. kehamilan,
5. arthritis rheumatoid, dan
6. hipotiroidisme.

2.4 Patofisiologi

2.5 WOC
2.6 Manifestasi klinis
1. Gemetar dan kaku pada bagian-bagian tanggan
2. Sakit seperti tertusuk atau nyeri yang menjalar dari pergelangan tangan sampai
kelengan.
3. Kelemahan pada satu atau dua tangan
4. Nyeri pada telapak tangan
5. Pergelangan jari tidak terkoordinasi dengan baik
6. Lemah peganggan, sulit membawa ibu jari menyebrangi 4 jari lainnya
7. Sensasi terbakar pada jari-jari
8. Kekakuan atau kram pada tangan saat pagi hari
9. Ibu jari terasa lemas
10. Sulit menggenggam atau ketidak mampuan mengepalkan tangan
11. Kulit tanggan kering dan mengkilap
12. Tangan atau lengan bawah terasa lemah.

Gejala klinik menurut berbagai penelitian secara umum diawali dengan


gangguan sensari rasa seperti,
1. parestesia,
2. mati rasa( numbness),
3. sensasi rasa geli (tingling) pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah (persyarafan
nervus medianus). Timbul nyeri pada jari-jari tersebut, dapat terjadi nyeri pada
tangan dan telapak tangan.
4. Mati rasa dan sensari nyeri makin terjadi pada saat mengetuk dan menggerakkan
tangan.
5. Kadang pula pergelangan tangan serasa diikat (tightness) dan kaku gerak
(clumsiness).
6. Selanjutnya kekuatan menurun, kaku dan terjadi atropi.
2.7 Komplikasi

5
Komplikasi dari CTS adalah:
atrofi otot-otot thenar
kelemahan otot-otot thenar
ketidak mampuan tangan untuk melakukan aktifitas.

2.8 Penatalaksanaan medis


2.9 Pengkajian
2.10 Diagnosa
2.11 Perencanaan
2.12 Implementasi
2.13 Evaluasi

BAB III

6
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dapat ditarik kesimpulan dari pengertian di atas bahwa

3.2. Saran

3.2.1 Bagi Penulis

Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan.

3.2.2 Bagi Pembaca

Diharapkan dapat menambah wawasan mengenai Askep Pada Pasien Dengan


Carpal Tunnel Sindrom.

LAMPIRAN

7
Anatomi Carpal Tunnel Sindrom

Penderita Carpal Tunnel Sindrom