Anda di halaman 1dari 1

Sahabat Pejuang Ilmu

Dari sini kita menapak jalan berliku

Mencuat rasa diantara tumpukan buku

Melahap huruf demi huruf,

Angka demi angka yang harus dihitung

Keingintahuan menelisik akal

Kebingungan menggerogoti pendirian

Betapa sulit satu ilmu

Tak terkira saat tak juga meramu

Namun, Sahabat pejuang ilmu

Menarik lenganku dan berkata

" Tidak semua hal harus dimengerti

Tidak Saat ini, mungkin suatu saat nanti "

Wahai sahabat pejuang ilmu

Keberhasilanku bukan melulu buah tanganku

Atau gerak pikir akalku

Namun, titah dan nasihatmu

Menjadikan aku mampu menatap diriku

Dalam cermin impianku