Anda di halaman 1dari 18

PR O PO S AL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII
SEMESTER II SMPN 14 BANDARLAMPUNG
PADA KOMPETENSI DASAR I
TAHUN PELAJARAN 2011 2012

Oleh :

PARWONO.S.Pd
NIP.196110091987011002

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG


KOTA BANDAR LAMPUNG
PROVINSI LAMPUNG
TAHUN 2011

1
PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII
SEMESTER II SMP NEGERI 14 BANDARLAMPUNG
PADA KOMPETENSI DASAR I
TAHUN PELAJARAN 2011 2012

Oleh :
PARWONO.S.Pd

ABSTRAK
Pendidikan merupakan suatu proses dan usaha yang direncanakan sesuai
dengan tujuan pembangunan nasional adalah untuk meningkatkan keselarasan
hidup antara pembangunan jasmani dan rohani, sehingga terciptanya manusia
Indonesia seutuhnya. Dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya,
dengan membaca, mempelajari serta banyak berlatih siswa mampu menguasai
materi-materi pelajaran di sekolah. Dalam metode pemberian tugas pada siswa,
mempunyai peran aktif dalam menyesuaikan tugas-tugasnya serta mempelajari
dengan sungguh-sungguh maka dapat efektif dan efisien. Hal ini mendorong
siswa selalu menggali informasi sebanyk-banyaknya menambah minat untuk
mempelajari pembelajaran Imu Pengetahuan Sosial.

Dalam mencapai hasil belajar yang maksimal diperlukan berbagai usaha yang
dilakukan. Guru atau fasilitator berperan aktif dalam meningkatkan hasil
belajar siswa. Kegiatan belajar harus mempunyai efektifitas dan efisiensi yang
tinggi. Dengan berbagai metode pemberian tugas diharapkan dapat mendorong
siswa belajar untuk meningkatkan hasil belajarnya.

Kebijaksanaan sekolah untuk menetapkan KKM di SMP Negeri 14 Bandar


lampung memacu peneliti untuk memperbaiki nilai-nilai kelulusan pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial.

Metode pemberian tugas diberikan untuk dapat meningkatkan hasil belajar


siswa karena metode-metode lain yang diterapkan kurang sesuai dengan
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan metode pemberian tugas
diharapkan mendorong siswa untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya
untuk menjawab latihan yang diberikan oleh gurunya.

2
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, salah satu tugas guru


adalah memilih dan menguasai metode mengajar yang tepat dengan prosedur
atau langkah-langkah yang sistematis dan relevan agar siswa dapat lebih
memahami materi yang diberikan dan tujuan pembelajaran metode pemberian
tugas.
Adapun hasil yang diperoleh bahwa metode pemberian tugas dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas VIII Semester II di SMP Negeri 14 Bandar Lampung.

Identifikasi Masalah

Dari hasil pengamatan sementara dari fakta-fakta dilapangan diperoleh


hal sebagai berikut : (tabel I) pada kelas VIII di SMP Negeri 14 Bandar
Lampung.

N Tugas Tugas Studi Ujian


Nilai Profil Hasil Belajar
o Individu Kelompok Kasus Blok
81 Baik : Sangat kompeten disetiap
1 6 4 4 6
100 indikator pada standar kompetensi
Cukup kompeten di setiap
2 75 80 9 8 7 8
indikator pada standar kompetensi
Rendah : Kurang kompeten
3 60 74 disetiap indikator pada standar 22 25 26 23
kompetensi
Jumlah 37

Hal ini terjadi sebelum diadakan Penelitian Tindakan Kelas, maka


peneliti ingin mengetahui bagaimana efektifnya metode pemberian tugas
dengan peningkatan hasil belajar pada kompetensi dasar I.
Selanjutnya bila data tersebut dimasukkan kedalam standar kelulusan
sesuai hasil rapat dewan guru untuk Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
memiliki KKM di atas nilai 7,5 berarti sebagai berikut :

3
Analisis Hasil Belajar Siswa KD I dengan Metode Pemberian Tugas.

Tugas yang dilakukan / Nilai


Materi
TI TK SK BLOK
< 75 22 25 26 23
> 75 15 12 11 14
J. Siswa 37

Dengan adanya penelitian ini diharapkan metode pemberian tugas, lebih


terarah dan mempunyai manfaat yang besar bagi peningkatan efisiensi dan
efektifitas yang besar bagi peningkatan efisiensi dan efektifitas selama
kegiatan belajar mengajar berlangsung, Penelitian sangat penting, mengingat
hasil penelitian menjadi pedoman dalam pembuatan Rencana Program
Pengajaran (RPP) dan sebagai bahan acuan yang memuat keputusan-keputusan
dalam tindakan kelas, juga memuat dasar-dasar tindakan-tindakan kelas untuk
menyusun silabus, indikator-indikator hingga tercapai tujuan dari pembelajaran
di dalam kelas. Kemampuan siswa dalam menyerap materi-materi pelajaran
bahasa menambah prilaku sadar akan generasi mendatang.

Rumusan Masalah

Peneliti dalam rumusan masalah mengemukakan pertanyaan seperti :


Bagaimana pemberian tugas apakah dapat meningkatkan hasil belajar
terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kompetensi Dasar I pada
Semester II Kelas VIII tahun pelajaran 2011 2012 di SMP Negeri 14 Bandar
Lampung

4
Tujuan Penelitian

Diharapkan dengan penelitian dapat mengetahui sejauh mana pengaruh


dampak penggunaan metode pemberian tugas dalam daya serap siswa dan
terjadinya efisiensi dan efektifitas dalam kegiatan belajar mengajar.

Dengan penelitian ini diharapkan :


Dapat mengetahui pengaruh dari pemberian tugas terhadap daya serap
siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial.
Dapat mengetahui bentuk pemberian tugas yang cocok dalam pelajaran
Ilmu Pengetahuan sosial
Memperbaiki secara kontinue pembelajaran di sekolah agar selalu dapat
meningkatkan prestasi anak didik.
Siswa-siswi (warga belajar) mempunyai metode belajar yang efisien dan
efektif dalam kegiatan belajar.
Siswa-siswi (warga belajar) mempunyai pengalaman belajar dalam
meningkatkan prestasinya.

Waktu dan Tempat dan Pelaksanaan Penelitian

Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jam efektif mengajar dengan


kegiatan belajar mengamati sehingga peneliti dapat mengamati dan melakukan
tindakan kelas didalam kegiatan belajar mengajar dimulai bulan Februari 2012
hingga bulan Juli 2012.

Tempat dilaksanakan di : SMP Negeri 14 Bandar Lampung


Waktu Penelitian : Semester II tahun pelajaran 2011 2012
Objek Penelitian : Siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 14 Bandar
lampung
Judul Penelitian : Penggunaan Metode Pemberian Tugas untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas
VIII Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Kompetensi Dasar I di SMP Negeri 14 Bandar
Lampung Tahun Pelajaran 2011 2012.

5
Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Memberikan wawasan/pengetahuan pada peneliti agar selalu dapat


memperbaiki kegiatan belajar dan meningkatkan kualitas
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
b. Menjadi pedoman untuk pembuatan bahan ajar dalam pemberian
tugas kepada siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar.
c. Sebagai bahan dasar pembuatan indikator untuk pembuatan rencana
pembelajaran.
d. Menjadi bahan kajian bersama bagi rekan-rekan di MGMP Ilmu
Penggetahuan Sosial Kota Bandar Lampung. Mendorong siswa-siswi
atau warga belajar lebih termotivasi dalam belajar Ilmu Pengetahuan
Sosial

6
BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA

Pentingnya Ilmu Pengetahuan Sosial


Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ilmu yang sangat bermanfaat bagi
hidup dan kehidupan siswa kelak dalam menghadapi kehidupan yang serba
penuh dengan persaingan baik secara lokal maupun secara global, dimana
siswa harus dapat mengambil keputusan dan mencari solusi yang terbaik dalam
menghadapi masalah kehidupan.

Metode Pemberian Tugas Ilmu Pengetahuan Sosial

Tujuan metode pemberian tugas aladalah memperkaya wawasan anak


didik, mendidik siswa untuk menggali informasi sebesar-besarnya pada buku-
buku perpustakaan atau internet sebagai sumber belajar siswa. Pemberian tugas
dapat berupa merangkum materi atau juga mencari dan menggali informasi
untuk memberikan jawaban yang tepat pada tugas-tugas yang diberikan. Hal
ini sesuai dengan RPP (Rencana Program Pengajaran) yang telah disusun oleh
gurunya. Hasil dari pencarian informasi akhirnya dikumpulkan dalam forto
folio yang akan dianalisis oleh fasilitator atau guru yang bersangkutan.
Perlunya refleksi dan evaluasi dalam metode pemberian tugas karena itu
dibatasi oleh indikator-indikator dalam pencapaian minimal kompetensi dasar.
Metode pemberian tugas mengarahkan siswa untuk mengkaji dan meneliti
serta mempelajari agar siswa tersebut dapat berhasil.

Daya Serap Materi Pelajaran Ilmu Penggetahuan Sosial

Daya serap siswa terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial


membantu siswa mengkaji lebih dalam usaha kesadaran pentingnya
mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial.
Di dalam KTSP pengembangan nilai seperti kognitif, afektif dan
psikomotorik terus ditingkatkan agar siswa memiliki bukan hanya kecerdasan
tetapi mempunyai wawasan kebangsaan yang cukup memadai.

7
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial

Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari ujian blok yang dilakukan
pada ulangan harian/semesteran yang dilakukan peserta didik yang mempunyai
KKM(Kriteria Ketuntasan Minimal ) untuk Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
di SMP Negeri 14 Bandar Lampung,KKM nya menjadi 75 (hasil rapat Kepala
Sekolah dan Dewan Guru, Juli 2011).
Nilai merupakan hasil pencapaian yang diperoleh dari pelaksanaan
tugas seperti tugas individu, tugas kelompok dan studi kasus. Nilai
menunjukkan penguasaan materi yang telah dicapai oleh warga belajar.

Kegiatan Belajar Mengajar

Dengan menggunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan) kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 14 Bandar Lampung
khususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang mengalami
pembagian tugas yang cukup memadai, satu kelas hanya berjumlah 37 orang
siswa.
Akhir dari pembelajaran sama melakukan refleksi terhadap tugas yang
diberikan agar siswa dapat saling memperkaya diri dan menambah
pengetahuan pada sesamanya.

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)

Dengan adanya penelitian tindakan kelas maka setiap perencanaan yang


dilakukan dapat dideteksi kelemahan dan keuntungan dari rencana program
pengajaran yang kita buat dan kita membuat tindakan tindakan yang tepat
dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah, hal ini seperti menurut Kurt
Lewin, penelitian tindakan kelas (acting), pengamatan (observing) dan refleksi
(reflecting), selanjutnya menurut Kemis & Taggart, tindakan penelitian kelas
dengan bentuk spiritual PTK pengembangan dari Kurt Lewis dengan maksud
penelitian tindakan kelas dapat memberikan kesempatan pada guru/fasilitator
untuk membaca, mempelajari, mengkaji serta meneliti dan berupaya berinovasi
pada pengembangan diri.

8
Melaksanakan Tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas

Tindakan penelitian dalam kelas dapat berwujud perubahan jadwal


pembelajaran, perbaikan metode mengajar, penyelesaian materi, merubah
rencana program pengajaran, memperbaiki soal tes, melengkapi bahan ajar dan
sebagainya, tujuan pelaksanaan tindakan adalah memperbaiki skenario
pembelajaran agar tercapai efisiensi dan efektifitas.

Tindakan kelas harus mempunyai target. Ketika perbaikan rencana


program pengajaran terjadi, maka target memperbaiki skenario tidak lebih dari
2 atau 3 bulan. Hal itu cukup untuk memperbaiki skenario pembelajaran yang
telah disusun dalam pelaksanaan terlebih dahulu dicatat dengan baik, disimpan
rapi dan dimasukkan dalam portofolio agar tidak terjadi pengulangan tindakan
kelas yang sama. Bersamaan dengan tindakan kelas maka kita dapat
mengamati apa yang telah kita perbaiki dapat berjalan dengan baik sesuai
dengan harapan. Dan kita mempersiapkan tindakan selanjutnya bila masalah
yang timbul belum tuntas untuk diperbaiki.

Melaksanakan Pengamatan dalam Penelitian Tindakan Kelas

Pengamatan tersebut dapat terbentuk seperti : situasi pengerjaan tugas


yang diberikan, ketepatan waktu dan jawaban jawaban yang diberikan.
Kelengkapan menjawab tugas yang diberikan, ketepatan menjawab tugas yang
diberikan, minat, perhatian, partisipasi, nilai ulangan dan sebagainya untuk
memudahkan pengamatan dilakukan langkah seperti pembuatan tabel sebagai
berikut :

9
Contoh Pengumpulan Data Metode Pemberian Tugas

Indikator Metode Rincian (sub indikator) metode


No
Pemberian Tugas pemberian tugas siswa mampu
1 Semakin efektifnya waktu Menggunakan waktu untuk mengerjakan
belajar oleh siswa tugas.

Menggunakan waktu untuk


mengumpulkan literatur.

Memanfaatkan perpustakaan untuk


membaca.

Memanfaatkan internet untuk


mengerjakan tugas.

Menggunakan waktu belajar mandiri.

Contoh tabel pengumpulan data peningkatan hasil belajar Ilmu


Pengetahuan Sosial

Indikator peningkatan hasil


Rincian (sub indikator) peningkatan
No belajar Ilmu Pengetahuan
hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
Sosial
1 Semakin meningkatnya hasil Mendapat nilai baik untuk indikator 1
belajar oleh siswa
Mendapat nilai baik untuk indikator 3

10
Mendapat nilai baik untuk indikator 4

Mendapat nilai baik untuk indikator 5

Mendapat nilai baik untuk indikator 6

11
BAB III.
METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada SMP Negeri 14 Bandar Lampung di kelas


VIII tahun pelajaran 2011-2012 dengan jumlah siswa 37 orang (18 laki laki
dan 19 perempuan). Sekolah ini terletak di wilayah kota Bandar Lampung,jl
Teuku Cik Ditiro Kemiling Bandar lampung, Jarak tempuh siswa yang paling
jauh ke sekolah adalah 10 km ditempuh dengan angkutan kota. Keadaan sosial
ekonomi orang tua siswa rata rata adalah bekerja sebagai pegawai negeri
Jumlah kelas keseluruhan 25 kelas ditambah dengan sarana lainnya
dengan jumlah tenaga pengajarnya 50 orang ditambah tenaga honorer 4 orang
kelas VII sebanyak 9 kelas, kelas VIII sebanyak 8 kelas dan IX sebanyak 8
kelas.

Pelaksanaan penelitian ini berlangsung 6 bulan dengan alasan mengikuti


kalender akademik yang telah diedarkan di sekolah. Dalam penelitian tindakan
kelas VIII pada KD 1 Semester II di SMPN 14 Bandar Lampung tahun
pelajaran 2011-2012, untuk lebih rincinya adalah sebagai berikut :

Tabel subyek penelitian tindakan kelas metode pemberian tugas dengan hasil
belajar kelas VIII Semester I pada KD 1.

Nama Sekolah : SMP Negeri 14 Bandar Lampung


Alamat : Jl.Teuku Cik Ditiro Kemiling Bandar Lampung
Kelas : VIII (delapan) /Semester Genap
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Waktu : 6 bulan
Waktu Pelaksanaan : Februari Juli 2012

12
Deskripsi Persiklus

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Perencanaan)


Pada kompetensi dasar I dalam RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran) mempunyai strategi pembelajaran yang standar
(tanpa PTK) sebagai berikut :

Apersepsi
1. Mengajak siswa berdoa menurut agama dan keyakinan
masing masing.
2. Mendeskripsikan secara singkat bahan ajar yang akan
mereka pelajari.
3. Menginformasikan esensi kompetensi dasar dan relevansi
bahan ajar.

Kegiatan Inti
1. Apersepsi :
Eksplorasi:
2. Guru membagikan soal/latihan pada siswa.
3. Guru menyampaikan/ informasikan indikator.
Elaborasi:
4. Siswa mengerjakan tugas pada buku latihannya.
5. Guru mengoreksi hasil kerjaan siswa.
6. Guru memberikan penilaian jawaban siswa.
Konfirmasi :
7. Siswa mengerjakan tugas pada buku latihannya.
8. Guru mengoreksi hasil kerjaan siswa.
9. Guru memberikan penilaian jawaban siswa.
10.Guru memasukkan nilai pada buku penilaian.

Penutup
1. Siswa mengumpulkan tugasnya.
2. Evaluasi
3. Refleksi

13
Diagram Rencana Tindakan Kelas

Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terjadi diagram


pemberian tugas.

2. Masalah yang dihadapi dalam metode pemberian tugas adalah sebagai


berikut:

1. Menyita waktu belajar dalam menggali informasi yang diberikan.


2. Pemberian tugas sama tidak memacu warga belajar dalam mencari
informasi.
3. Penguasaan tugas seharusnya efisien dan efektif.
4. Kurangnya waktu untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
5. Soal latihan yang diberikan belum mencerminkan keberhasilan
indikator.
6. Kontinuitas pemberian tugas kurang terjaga.

14
7. Metode pemberian tugas kurang tepat sehingga kurang
meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.
8. Refleksi tidak dapat berjalan walaupun telah direncanakan sesuai
dengan RPP.

Pelaksanaan

Langkah langkah pelaksanaan metode pemberian tugas yang


berkaitan dengan peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan
Sosial dengan PTK adalah:

1. Siswa mendapatkan soal latihan yang sesuai dengan


indikator Kompetensi Dasar I.
2. Bentuk pemberian tugas adalah menjelaskan indikator yang
dimaksud.
3. Setiap soal latihan yang diberikan pada siswa mempunyai
kekuatan untuk mendapatkan informasi yang akurat.
4. Setiap soal yang diberikan telah diuji tingkat kesukarannya.
5. Setiap soal latihan mempunyai wawasan nilai nilai iman
dan taqwa sebagai bagian dari penilaian efektif.
6. Setiap soal menambah wawasan dan memperkaya anak
didik.
7. Pemberian tugas diberikan secara kontinu dalam bentuk
latihan latihan dalam meningkatkan hasil belajar.
8. Soal latihan dibuat untuk mendorong minat dan motivasi
belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.
9. Latihan soal soal diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar yang rendah.

3. Pelaksanaan (Tindakan)

1. Sampel

Siswa siswi kelas VIII berjumlah 1 kelas terdiri dari 37 siswa


di SMP Negeri 14 Bandar Lampung yang berjumlah 37 orang

15
yang diambil secara acak, jadi jumlah sampel adalah sekitar 37
orang siswa.

2. Data

Pengumpulan data dilakukan adalah pemberian tugas yang


diberikan dengan didasarkan indikator indikator yang telah
disiapkan. Hasil dari pengumpulan tugas tersebut diberi skor
atau nilai yang akan diolah dilihat berdasarkan keaktifan dalam
tugas yang diberikan.
Penyajian data berupa tabel dan diagram untuk memudahkan
dalam penyajian dan analisis data sehingga dapat membuat
tindakan perbaikan pembelajaran yang tepat. Selain daripada
dapat melihat kelemahan kelemahan yang terjadi serta
mengantisipasi, hal yang harus ditindak secara pemberian tugas
di dalam peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
dalam kompetensi dasar di dalam peningkatan belajar Ilmu
Pengetahuan Sosial.

4. Pengamatan / Pengumpulan Data Instrumen (Pengamatan)

a. Teknik Pengumpulan Data

Tugas yang diberikan dikelompokkan jawaban yang benar dan


jawaban yang salah dibuat tabel dan diagram agar dapat
diketahui pengaruh dampak pemberian tugas dengan hasil
belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.

Fortofolio
Hasil kerja siswa disimpan di dalam portofolio, data data
tersebut meliputi nilai hasil belajar Ilmu Pengetahuan
Sosial, hal ini dapat digunakan untuk dikumpulkan sebagai
data data dari siswa.

16
Hasil tes
Pertanyaan pertanyaan yang diajukan kepada siswa yang
merupakan hasil tes lisan maupun tulisan dapat
dikumpulkan sebagai data data agar dapat membantu
dalam penelitian tindakan kelas.
Lembar jawaban tugas
Hasil koreksi guru dari jawaban tugas yang dikerjakan
siswa dapat pula membantu dalam penelitian tindakan
kelas untuk memperbaiki sistem pembelajaran sebagai data
yang dapat dipakai.

5. Teknik pengolahan data (refleksi)

Data observasi
Usaha usaha membaca, mempelajari, mengkaji, meneliti serta
menginovasi metode pemberian tugas dengan peningkatan hasil
belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pada Kelas VIII dibuat tabel
agar data data yang diperoleh dapat dikaji dan dibaca dan apa
tindakan selanjutnya.

Perbaikan yang dilakukan


Efektif
Usaha usaha membaca, mempelajari, mengkaji, dapat
menginovasi tindakan tindakan dalam usaha mengatasi
masalah antara metode pemberian tugas maupun hasil belajar
Ilmu Pengetahuan Sosial untuk menarik keputusan yang efektif
dalam tindakan.

17
DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, Burhan. 1987. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.


Badan Penerbit Ekonomi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Hamelik, Umar. 2002. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendidikan Kompetensi.
Bumi Aksara. Bandung.
Djamatan, Syaiful Bahri. 2002. Guru dan Anak Didik Dalam Berinteraksi
Edukatif. Rineka Cipta. Jakarta.
Sudjana, Nana. 2001. Penelitian Hasil Proses Mengajar. PT. Remaja
Resdakarya. Bandung.
WS. Winkel. 1984. Hal. 30
Kartini Kartono. 1980. Hal 78
Suryo Subroto B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Rineka Cipta.
Jakarta.
Suhardjo. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta: Bina Aksara.
Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan
Kelas sebagai KTI, Makalah pada Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di
Makasar. Jakarta.

18