Anda di halaman 1dari 11

LIKUIDITAS DAN PEMBUBARAN

DOSEN PENGAJAR : IBU ANDI FARIANA

DISUSUN OLEH :

MUAHMMAD MAHDI NUGRAHA AYUB

(1611000091)
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat
limpahan rahmat, taufik dan hidayahNya saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi
dalam membantu saya mnyelesaikan makalah ini.

Harapan saya semoga makalah ini dapat berguna untuk menambah wawasan
bagi siapapun yang membaca makalah ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari bahwa makalah masih banyak kekurangan
baik dari tata bahasanya maupun kalimat, Oleh karena itu saya sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 20 Maret 2017

Muhammad Mahdi Nugraha A.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..i

DAFTAR ISI.ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan..2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Likuiditas...3

2.2 Sebab-sebab Terjadinya Likuidasi Perusahaan...3

2.3 Akibat Hukum Karena Adanya Likuiditas ..........4

2.4 Jenis Jenis Likuidasi Persekutuan....5

2.5 Proses Pembubaran....5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.....6

3.2 Saran.......6

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perseroan Terbatas (PT), adalah suatu persekuatuan untuk menjalankan usaha yang
memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham
yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan,
perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Menurut KBBI likuidasi adalah pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang
meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagaian harta yang tersisa kepada
para pemegang saham (Persero).

Sistem likuidasi merupakan proses pembubaran atau perubahan terhadap perusahaan


yang mengalami kerugian yang sangat besar jumlahnya dan tidak mampu untuk membayar
kerugian tersebut.

Risiko merupakan faktor utama yang dialami setiap manusia dalam berbisnis. Risiko merupakan
kemungkinan penyimpangan harapan yang tidak menguntungkan, yaitu ketidakpastian suatu
peristiwa yang tidak diinginkan.

1
1.2 Rumusan Masalah

Pengertan Likuidasi
Sebab-sebab Ternyadinya Likuidasi Perusahaan
Akibat hukum karena Adanya Likuiditas
Jenis Jenis Likuiditas Persekutuan
Proses Pembubaran

1.3 Tujuan

Mengkonversi aktiva perusahaan menjadi uang tunai dengan kerugian


minimum dari realisasi aktiva.

Untuk menyelesaikan kewajiban yang sah dari persekutuan.

Untuk membagikan uang tunai dan aktiva lain yang tidak dapat dicairkan
kepada masing-masing sekutu dengan cara yang adil.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Likuidasi


Likuidasi perusahaan dalam bahasa inggris adalah winding up atau liquidation. Yang di
maksud likuidasi perusahaan adalah suatu tindakan untuk membubarkan, menutup atau
menghentikan semua kegiatan dari suatu peusahaan dan membereskannya serta membagi-
bagikan aktiva tersebut pada pihak kreditur dan pemegang saham.

2.2 Sebab-sebab Ternyadinya Likuidasi Perusahaan


sewaktu-waktu karena kehendak atau Rapat Umum Pemegang Saham (dengan kuorum dan
voting supermajority) jangka waktu berdiri perusahaan sudah berakhir dan tidak di
perpanjang.berdasarkan penetapan pengadilan, yakni dalam hal hal sebagai berikut:

Permohonan dari pihak kejaksaan.

Permohonan paling sedikit 10% pemegang saham.

Pemohonan kreditur (setelah pailit atau setelah pailit di cabut)

Permohonan pihak perseroan dengan alasan karena adanya cacat hokum dalam akta
pendirian.

sebagai akibat dari merger atau konsolidasi perusahaan yang memerlukan likuidasi.
2.3 Akibat Hukum karena Adanya Likuidasi

Akibat hukum dari adanya likuidasi perusahaan adalah sebagai berikut:

1. perusahaan tidak bisa bernisnis lagi.


2. perusahaan dapat melaksanakan kegiatan tertentu sejauh yang menyangkut dengan
pemberesan kekayaan.
3. di belakang nama perusahaan du bubuhkan kata dalam likuidasi.
4. pengangkatan likuidator.
5. kewajiban pemberesan hak dan kewajiban perusahaan.
6. pembubaran perusahaan.

Setelah suatu perusahaan dinyatakan dalam likuidasi oleh Rapat Umum Pemegang Saham
atau oleh pihak-pihak lain maka selanjutnya terhadap perusahaan yang berstatus likuidasi
tersebut disebut dengan perusahaan dalam likuidasi atau sering ditulis kata dalamlikuidasi
di belakang nama perusahaan tersebut. Perusahaan seperti ini masih tetap eksis dan masih
merupakan badan hukum, tetapi dijalankan oleh likuidatornya atau oleh pihak yang ditunjuk
oleh likuidator. Perusahaan tetap berjalan dan tidak boleh menjalankan bisnis baru, tetapi
sekedar mynyelesaikan tugas-tugasnya dalam rangka proses pemberesan dan likuidasi
tersebut. Bisnis pada prinsipnya dihentikan, tetapi dapat saja dilanjutkan jika dianggap
menguntungkan bagi perseroan sambil membereskan perusahaan tersebut.

Jadi konsekuensi hukum dari penempatan perseroan menjadi PT (dalam likuidasi) antara lain
sebagai berikut :

1. bisnis perusahaan tersebut dihentikan


2. Semua kekuasaan direksi beralih kepada likuidator
3. Kekuasaan komisaris dibekukan
4. Kekuasaan Rapat Umum Pemegang Saham dibekukan kecuali dalam hal laporan terakhir
dari likuidator, yang memang harus diberikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham
5. Perusahaan tetap berjalan sejauh untuk kepentingan pemberesan dan pembubaran saja
6. Perusahaan tidak dapat lagi mengubah status asetnya, kecuali yang dilakukan oleh likuidator
dalam rangka pemberesan.
7. Menjadi restriksi terhadap kekuasaan kreditornya untuk memproses dengan proses hukum
lainya.

Selama dalam proses likuidasi tersebut perseroan tidak dapat melakukan perbuatan hukum
seperti biasanya kecuali perbuatan hukum yang diperlukan untuk pemberesan kekayaan dalam
proses likuidasi, dengan menempatkan kata-kata dalam likuidasi di belakang nama perseroan
tersebut.
2.4 JENIS-JENIS LIKUIDASI PERSEKUTUAN
Ditinjau dari waktu penyusunan daftar likuidasi, maka likuidasi dapat dibedakan
menjadi:

1. Likuidasi secara langsung/sekaligus:


Likuidasi secara langsung yaitu likuidasi yang dilakukan setelah seluruh aktiva
direalisasi.
2. Likuidasi secara bertahap periodik
Likuidasi secara bertahap periodik yaitu proses likuidasi dilakukan secara periodik
setelah terjadinya realisasi aktiva nonkas dan mengikuti prosedur likuidasi secara
berulang-ulang sampai akhirnya semua perkiraan tidak bersaldo.
3. Likuidasi secara bertahap dengan program kas
Likuidasi secara bertahap dengan program kas yaitu proses likuidasi dilakukan secara
periodik dimana daftar likuidasi yang disusun akan sama dengan likuidasi secara
bertahap periodik tetapi perlu membuat suatu program kas terlebih dahulu sebelum daftar
likuidasi disusun, yang menunjukkan bagaimana kas dibagikan kepada para sekutu
dikemudian hari. Disamping itu skedul pembayaran kas pada cara ini juga agak berbeda
dengan likuidasi secara bertahap periodik.

2.5 PROSES PEMBUBARAN

Proses likuidasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu (1) melalui penyerahan, yaitu proses
likuidasi yang tidak melalui pengadilan, dan (2) melalui kepailitan formal berdasarkan yuridiksi
suatu pengadilan khusus.
Likuidasi penyerahan adalah prodesur informal untuk melikuidir hutang, bagi kreditur cara ini
lebih menguntungkan dibanding kepailitan formal karena mereka menerima lebih banyak.
Dilakukan transfer kepemilikan aktiva kepada pihak ketiga yang disebut assignee atau trustee.
Assignee diinstruksikan untuk menjual aktiva itu baik di bawah tangan atau melalui lelang umum
dan hasilnya dibagikan kepada kreditur secara pro-rata.

Sedangkan likuidasi kepailitan diatur dalam Undang-undang kepailitan yang mempunyai


tiga fungsi penting, yaitu melindungi kreditur dari kemungkinan penipuan oleh debitur,
pembagian aktiva debitur secara adil kepada para kreditur, menghapuskan semua kewajiban
debitur sehingga yang bersangkutan dapat mulai usaha baru tanpa harus dibebani hutang
terdahulu.

Sementara itu, apabila perusahaan telah di bubarkan, dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga
puluh) hari terhitung sejak tanggal pembubaran perseroan likuidator wajib memberitahukan:
1. Kepada semua kreditor mengenai pembubaran perseroan dengan cara mengumumkan
pembubaran perseroan dalam:
A. Surat kabar, yang memuat:
I. Pembubaran perseroan dan dasar hukumnya;
II. Nama dan alamat likuidator
III. Tata cara pengajuan tagihan dan
IV. Jangka waktu pengajuan tagihan (60 hari terhitung sejak tanggalpengumuman)

B. Berita Negara republic Indonesia, yang memuat:


i. Dasar hukum pembubaranperseroan dan
ii. Pemberitahuan kepada kreditor dalam surat kabar

2. Pembubaran perseroan kepada menteri untuk dicatat dalam daftar perseroan bahwa
perseroan Dalam likuidasi.
3. Setelah 30 hari pertanggungjawaban likuidator diterima, Likuidator wajibmemberitahukan
kepada Menteri dan mengumumkan hasil akhir proses likuidasi dalam surat kabar
a. Setelah RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan kepada likuidator atau
b. Setelah pengadilan menerima pertanggungjawaban likuidator yang ditunjuknya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Menurut Beam (2000, hal 625), disolusi persekutuan ialah berubahnya hubungan sekutu yang
menyebabkan berhentinya persekutuan secara hukum. Dengan disolusi, persekutuan tetap bisa
berjalan terus dengan perjanjian baru, atau persekutuan bisa juga berhenti/bubar secara bisnis.
Berhentinya persekutuan secara bisnis disebut juga likuidasi.
Pembubaran persekutuan dapat disebabkan oleh:
1) Salah seorang sekutu menghendaki pembubaran
2) Salah seorang sekutu meninggal dunia, dan ahli warisnya tidak menyetujui untuk
melanjutkan persekutuan
3) Perselisihan intern diantara sekutu
4) Salah seorang sekutu dinyatakan pailit
3.
DAFTAR PUSTAKA

http://fitycielubis.blogspot.co.id/2012/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

http://www.hukumperseroanterbatas.com/likuidasi/tahap-tahap-likuidasi-perseroan-terbatas/