Anda di halaman 1dari 1

INTERLEUKIN-1 BETHA

Sitokin interleukin-1 (IL-1) adalah mediator yang memberikan implikasi dalam modulasi dari
persepsi nyeri dibawah berbagai kondisi inflamasi. Penelitian terkini telah menguji berbagai
hipotesis tentang keterlibatan interleukin-1 (IL-1) terhadap sensitivitas nyeri dalam kondisi
normal dan tahap non-inflamasi dari berbagai percobaan. Kompleks Interleukin-1 (IL-1)
terdiri dari dua protein yang berpengaruh yaitu IL-1a dan IL-1b. Interleukin-1b adalah salah
satu sitokin proinflamatori yang cukup kuat yang berperan dalam respon imun fisiologis
maupun berbagai proses gangguan imunopatologik. Interleukin-1b berperan dalam proses
penguatan aktifitas limfosit Th oleh sel penyaji antigen (Antigen presenting cell = APG).
Jumlah dari interleukin-1b akan meningkat pada berbagai respon imun termasuk didalamnya
adalah sekresi antibodi, proliferasi fibroblas, resopsi tulang dan lain-lain.

Interleukin-1b juga sebagai pencetus yang sangat berperan dalam terjadinya upregulasi Cox-2
di sistem syaraf pusat (CNS). Teraktifasinya Cox-2 akan menyebabkan pelepasan prostanoid-
prostanoid yang mensensitisasi nosiseptor terminal di perifer dan menghasilkan rasa nyeri
lokal. Inflamasi perifer ini juga akan membangkitkan hipersensitifitas nyeri pada daerah yang
tidak mengalami cedera (hiperalgesia sekunder) karena peningkatan eksitabilitas neuron
sentral.