Anda di halaman 1dari 36

Sep

19

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


PADA MASYARAKAT RT/RW: 04/02 DESA MARGOREJO KECAMATAN PARENGAN
KABUPATEN TUBAN

Disusun Oleh:
KELOMPOK 1 SEMESTER VI-A
1. Acmad Sholikul Amali (01314001)
2. Diah Liana Sari (01314017)
3. Widya Saraswati Nurida (01314062)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INSAN CENDEKIA HUSADA
BOJONEGORO
2016
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................2
1.3 Tujuan....................................................................................................2
1.4 Manfaat..................................................................................................2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................3
2.1 Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Komunitas..............................3
2.1.1 Definisi Keperawatan Kesehatan Komunitas..............................3
2.1.2 Tujuan Keperawatan Kesehatan Komunitas................................3
2.1.3 Sasaran Keperawatan Kesehatan Komunitas...............................4
2.1.4 Strategi Keperawatan Kesehatan Komunitas...............................5
2.1.5 Falsafah Keperawatan Kesehatan Komunitas..............................5
2.2 Proses Asuhan Keperawatan Kesehatan Komunitas.............................6
2.2.1 Definisi Proses Keperawatan Kesehatan Komunitas...................6
2.2.2 Tujuan dan Fungsi Proses Keperawatan
Kesehatan Komunitas..................................................................7
2.2.3 Langkah-langkah Proses Keperawatan
Kesehatan Komunitas..................................................................8
2.3 Teori Keperawatan Kesehatan Komunitas..........................................12
BAB 3 ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS..........................................18
3.1 Tahap Persiapan..................................................................................18
3.2 Tahap Pelaksanaan..............................................................................18
3.2.1 Pengkajian..................................................................................18
3.2.2 Analisis Data..............................................................................41
3.2.3 Penapisan Masalah.....................................................................42
3.2.4 Prioritas Masalah.......................................................................43
3.2.5 Perencanaan...............................................................................44
3.2.6 Pelaksanaan................................................................................46
BAB 4 PEMBAHASAN........................................................................................48
BAB 5 PENUTUP..................................................................................................49
5.1 Kesimpulan..........................................................................................49
5.2 Saran....................................................................................................49
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................50
LAMPIRAN-LAMPIRAN.....................................................................................51
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

3.1 Tahap Persiapan


Tahap persiapan diawali dengan pertemuan pertama dengan ketua Rt: 04 Rw: 2 Desa Margorejo
Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban. Melalui pertemuan ini diperoleh profil demografi Rt 04
Rw 02 Desa Margorejo Parengan. Berdasarkan karakteristik sosial masyarakat yang ada, terdapat
perkumpulan jamaah tahlil dan posyandu yang berjalan dengan baik dan rutin. Dalam rangka
mengenal dan membina hubungan saling percaya antara mahasiswa dengan warga Rt: 04 Rw: 2
Desa Margorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, kelompok melakukan pendekatan
terhadap tokoh masyarakat yakni bidan desa dan kader posyandu daerah setempat karena fokus
askep mengarah pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan posyandu.

3.2 Tahap Pelaksanaan


3.2.1 Pengkajian
Pada tahap pengkajian dilakukan penyusunan angket (kuesioner) yang akan diisi oleh
masyarakat. Penyusunan angket dilakukan melalui supervisi dan koordinasi dengan pembimbing
Keperawatan Komunitas. Melalui angket tersebut diharapkan akan diperoleh informasi tentang
masalah masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Setelah angket direvisi kemudian dilakukan
penyebaran 10 buah angket secara langsung kepada masyarakat yang menjadi sampel untuk
mewakili keseluruhan masyarakat Rt:04 Rw:02 Desa Margorejo Kecamatan Parengan Kabupaten
Tuban. Penyebaran angket berlangsung selama satu hari pada tanggal 13 Juli 2016. Pengisian
angket dilakukan dengan metode wawancara. Setelah angket terkumpul dilakukan tabulasi data
melalui proses komputerisasi kemudian data disajikan dalam bentuk diagram untuk selanjutnya
dianalisa.

1. Data Demografi
Rt: 04 merupakan rukun tetangga yang berada di lingkup Rw: 02 dari Desa Margorejo. Desa
Margorejo sendiri merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Parengan Kabupaten
Tuban. Kondisi wilayah yang berjarak 1 kilometer dari jalan raya yang membuat desa ini mudah
dijangkau. Selain itu, kondisi wilayah yang dekat dengan sungai menjadikan desa ini sering
terkena banjir saat musim penghujan serta berpotensi adanya perilaku Open Defecation Free
(ODF) serta buang sampah di sungai. Rt 04 ini berbatasan langsung dengan sungai. Di wilayah
Rt: 04 memiliki satu mushola yang setiap hari digunakan masyarakat menunaikan ibadah sholat
lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya. Wilayah rukun tetangga ini juga dekat dengan
bidan desa sehingga masyarakat sering menggunakan pelayanan kesehatan di tempat praktek
bidan tersebut. Jumlah KK dari Rt: 04 Rw: 02 ini adalah 38 KK.
2. Data Lingkungan Fisik
Berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan pada 10 keluarga di lingkup Rt. 04 Rw. 02 Desa
Margorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban diperoleh data sebagai berikut:
a. Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis kelamin f
1 Laki-laki 15
2 Perempuan 17
Jumlah 38

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 53% laki-laki dan
47% perempuan. Dari 10 keluarga yang ada semua kepala keluarga masih bekerja.
b. Distribusi Penduduk Berdasarkan Usia

No Usia F %
1 0-5 3 7,895
2 6-12 4 10,53
3 13-18 2 5,263
4 19-35 13 34,21
5 36-54 9 23,68
6 > 55 7 18,42
Total 38 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 34% penduduk
yang berusia 19-35 tahun. Dan terendah usia 6-12 tahun yang hanya 5%.
c. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan
No Pendidikn F
1 Belum Sekolah 2
2 Tidak Sekolah 1
3 TK 0
4 SD 21
5 SMP 4
6 SMA 4
7 PT 0
Jumlah 38

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 66% memiliki
tingkat pendidikan SD. Dan tidak ada yang tidak sekolah sehingga tidak ada yang buta huruf.
d. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan F
1 Belum Bekerja 9
2 PNS 0
3 IRT 1
4 Wiraswasta 10
5 Pelajar 6
6 TNI/Polri 0
Jumlah 38

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 38% bekerja
sebagai wiraswasta. 35% belum bekerja dan 23% pelajar.
e. Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama
No Agama F
1 Islam 38
2 Kristen 0
3 Hindu 0
4 Budha 0
5 Konghuchu 0
Jumlah 38
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 10% beragama
islam sehingga dapat dikatakan jenis penduduk yang homogen berdasarkan porsentase agama
yang dianut.
f. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kepemilikan Rumah

No Kepemilikan Rumah

1 Sendiri
2 Sewa
Jumlah

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% menempati
rumah mereka sendiri. Sehingga tidak ada ancaman tidak memiliki tempat tinggal.
g. Distribusi Penduduk Berdasarkan Perumahan
No Bentuk Bangunan
1 Permanen
2 Semi Permanen
3 Tidak Permanen
Jumlah

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% rumah
penduduknya bertipe permanen sehingga jangka waktu rusaknya lebih lama.
h. Distribusi Penduduk Berdasarkan Tipe Lantai Rumah
No Lantai F
1 Tanah 4
2 Papan 0
3 Keramik 6
4 Semen/Plester
Jumlah 10
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 60% memiliki tipe
lantai keramik. Sehingga rumah keluarga terhindar dari debu dan lebih mudah membersihkanya.
i. Distribusi Penduduk Berdasarkan Ventilasi
No Ventilasi F %
1 Tidak 1
2 Ya 9
Jumlah 10

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 10% keluarga
yang tidak memiliki ventilasi yang baik. Artinya dari 10 keluarga hanya ada 1 keluarga yang
tidak memiliki ventilasi rumah yang baik.
j. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekarangan Rumah

No Pemanfaatan pekarangan

1 Ada
2 Tidak ada
Jumlah

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% tidak
memiliki pekarangan rumah.
k. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kondisi Air di Bak Mandi
No Kondisi air F
1 Bersih
2 Berwarna, kotor, bau
Jumlah
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
yang sudah memiliki sumber air bersih dengan menggunakan sumur pompa.
l. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kondisi Bak Mandi

No Keadaan bak mandi

1 Bersih
2 Berlumut
3 Berjentik
Jumlah
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 10% keluarga
yang bak mandinya berlumut.
m. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pembersihan Kamar Mandi

No Waktu pembersihan

1 1 minggu
2 2 minggu
3 > 2 minggu
4 Tidak pernah
Jumlah

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 40% keluarga
melakukan pembersihan bak mandi sebanyak 1x/minggu.
n. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kondisi Tempat Pembuangan Sampah

No Kondisi Penampungan

1 Tertutup
2 Terbuka
Jumlah
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
memiliki tempat pembuangan sampah terbuka. Mayoritas keluarga melakukan pembuangan
sampah dengan ditumpuk dipekarangan setelah itu dibakar.
o. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kepemilikan WC

No Kepemilikan WC

1 Punya
2 Tidak punya
Jumlah
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 20% tidak
memiliki WC sehingga BABnya masih di sungai.
p. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pembuangan Air Limbah

No Tempat pembuangan air kotor

1 Sembarangan
2 Resapan
3 GOT
Jumlah

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 60% keluarga
mengalirkan pembuangan air limbah rumah tangga ke GOT.
q. Distribusi Penduduk Berdasarkan Hewan Peliharaan
No Hewan Peliaraan F %
1 Burung 0 0
2 Ayam 4 40
3 Sapi 4 40
4 Kambing 2 20
Jumlah 10 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
memiliki hewan peliharaan dengan mayoritas memelihara sapi dan ayam. Dan untuk kandangnya
bersatu dengan rumah.
3. Kondisi Kesehatan Umum
a. Distribusi Penduduk Berdasarkan Keluhan
No Keluhan F %
1 Tidak ada keluhan 2 5,263
2 Nyeri sendi 8 21,05
3 Nyeri kepala 7 18,42
4 Sesak 0 0
5 Gatal gatal 1 2,632
6 Nyeri dada 0 0
7 Demam 0 0
8 Diare 1 2,632
9 DBD 0 0
10 Gastritis 1 2,632
Jumlah 38 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 40% nyeri sendi
dan 35% nyeri kepala. Dan kebanyakan dari mereka tidak tahu cara penanganannya.

b. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Sebelum Berobat


No Tindakan F %
1 Pelayanan kesehatan 5 11,3636
2 Obat bebas 3 6,81818
3 Dibiarkan 1 2,27273
4 Lain-lain 1 2,27273
Jumlah 44 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 50% keluarga
memiliki kebiasaan berobat ke pelayanan kesehatan.
c. Distribusi Penduduk Berdasarkan Akseptor KB
No Akseptor F %
1 Tidak 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% merupakan
akseptor KB
d. Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kontrasepsi
No Jenis Kontrasepsi F %
1 Suntik 9 90
2 Pil 0 0
3 Implan 0 0
4 Steril 1 10
5 IUD 0 0
6 Kondom 0 0
7 Lain-lain 0 0
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 90%
menggunakan KB suntik dan 10% menggunakan KB steril.
e. Distribusi Penduduk Berdasarkan Balita
No Balita F %
1 Tidak ada 9 90
2 Ada 1 10
Jumlah 10 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat hanya ada 1
keluarga yang memiliki balita dengan prosentase 1%.
f. Distribusi Penduduk Berdasarkan Posyandu
No Kebiasaan F %
1 Tidak 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
baik yang masih memiliki balita atau tidak mengaku rutin melakukan posyandu untuk balitanya.
g. Distribusi Penduduk Berdasarkan Imunisasi
No Imunisasi F %
1 Tidak Lengkap 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
mengaku telah melakukan imunisasi lengkap.
h. Distribusi Penduduk Berdasarkan KMS
No KMS F %
1 Tidak 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% persen
masih memiliki KMS dan pernah memilki KMS.
i. Distribusi Penduduk Berdasarkan Penimbangan
No Penimbangan F %
1 Tidak 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
ketika mengikuti posyandu selalu melakukan penimbangan.
j. Distribusi Penduduk Berdasarkan Gosok Gigi
No Frekuensi (Kali/Hari) F %
1 1-2 x/hari 3 30
2 > 2 x/hari 7 70
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 70% melakukan
gosok gigi lebih dari 2x/hari. Dan tidak ada keluhan sakit gigi.
k. Distribusi Penduduk Berdasarkan Keramas
No Frekuensi(Kali/Minggu) F %
1 1x 0 0
2 2x 6 60
3 > 3x 4 40
Jumlah 10 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 60% keluarga
yang melakukan keramas 2x/minggu.
l. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pemakaian Handuk
No Penggunaan Handuk F %
1 Sendiri 7 70
2 Bersama 3 30
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 30% keluarga
yang memakai handuk secara bersamaan sehingga memicu penyebaran penyakit kulit.
m. Distribusi Penduduk Berdasarkan Cuci Tangan
No Cuci Tangan F %
1 Tidak 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
tahu momen cuci tangan. Tetapi tidak tahu cara cuci tangan 6 langkah.
n. Distribusi Penduduk Berdasarkan Sabun
No Penggunaan Sabun F %
1 Tidak 0 0
2 Ya 10 100
Jumlah 10 100
Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 100% keluarga
menggunakan sabun ketika cuci tangan.
o. Distribusi Penduduk Berdasarkan Rokok
No Keluarga yang Merokok F %
1 Tidak 4 40
2 Ada 6 60
Jumlah 10 100

Analisa: Berdasarkan diagram di atas terlihat bahwa dari 10 keluarga terdapat 60% keluarga
yang masih terpapar asap rokok. Sehingga dapat memicu pertumbuhan penyakit pernapasan.
3.2.2 Analisa Data
No Data Subjektif Data Objektif Masalah Kesehatan
.
1. Klien: Tidak punya WC, kalau Tidak ada WC di rumah Defisit perawatan diri: eliminasi
BAB disungai. Sudah biasa. Rumah dekat dengan sungai.
Ada beberapa orang yang terlihat
mandi di sungai dan BAB di
sungai.
2. Klien: Biasanya linu mbak. Tapi P: Asam urat Nyeri akut
tidak saya periksakan. Q: pyar-pyar.
R: Lutut kiri
S: 4
T: kalau berjalan jauh
3. Klien: Sampahnya saya bakar 7 keluarga, ada sampah yang Perilaku kesehatan cenderung
karena tidak punya tempat berserakan di samping rumah. beresiko
sampah.

3.2.3 Penapisan Masalah


Jumla
N Kriteria
Diagnosa Keperawatan h
o
A B C D E F G H I J K L
1 Defisit perawatan diri: eliminasi b/d 5 5 4 5 4 5 4 3 2 1 1 3 42
pola eliminasi disungai

2. Nyer akut b/d penyempitan 4 5 4 5 4 3 3 4 5 5 5 5 52


pembuluh darah.
3. Perilaku Kesehatan Cenderung 5 4 3 3 3 4 5 5 1 2 2 3 40
beresiko b/d pengelolaan sampah
yang kurang tepat.

Keterangan kriteria :
A. Sesuai dengan peran perawat komunitas
B. Resiko terjadi
C. Resiko parah
D. Potensi untuk pendidikan kesehatan
E. Interest untuk komunitas
F. Kemungkinan diatasi
G. Relevan dengan program
H. Tersedianya tempat
I. Tersedianya waktu
J. Tersedianya dana
K. Tersedianya fasilitas
L. Tersedianya sumber daya
Keterangan pembobotan :

1. sangat rendah

2. rendah

3. Cukup

4. Tinggi

5. Sangat tinggi

3.2.4 Prioritas Masalah


No Prioritas Diagnosa Keperawatan
1 Perilaku Kesehatan Cenderung beresiko b/d pengelolaan sampah yang kurang tepat.

2 Defisit perawatan diri: eliminasi b/d pola eliminasi disungai

3 Nyer akut b/d penyempitan pembuluh darah.


3.2.5 Perencanaan

gnosa Tujuan Sasaran Strategi Rencana Kegiatan Hari, Tempat Evalua


rawatan Tgl Kriteria
munitas
ku Setelah dilakukan 10 Memberikan 1. Beri edukasi Rabu, Rt: 04 1. Klien dapat
tindakan selama keluarga penyuluhan tentang dampak 13 Juli Rw: 02 mengetahui
atan
1x24 jam keluarga yang dengan metode pengelolaan 2016 Desa dampak
rung akan memiliki menjadi ceramah. Dan sampah yang Margorejo pengelolaan
rasa untuk sampel memberikan tidak tepat. Parengan- sampah yang
ko b/d
membuat tempat contoh 2. Beri edukasi Tuban tidak tepat.
olaan sampah. pengelolaan tentang 2. Klien dapat
sampah di salah pengelolaan menyebutkan
h yang
satu rumah sampah yang cara pengelolaan
tepat. warga. tepat. sampah yang
3. Lakukan tepat.
pengelolaan 3. Klien
sampah di salah menunjukkan
satu rumah keinginan
warga. membuat tempat
sampah.

Setelah dilakukan 10 Memberikan 1. Berikan Rabu, Rt: 04 1. Klien sadar


tindakan selama keluarga penyuluhan edukasi tentang 13 Juli Rw: 02 dampak BAB di
atan diri:
1x24 jam keluarga yang dengan metode dampak BAB di 2016 Desa sungai
asi b/d akan memahami menjadi ceramah. sungai. Margorejo 2. Klien
dampak sampel 2. Berikan Parengan- memahami
eliminasi
melakukan BAB edukasi tentang Tuban indikator PHBS
ai di sungai. perilaku hidup rumah tangga.
bersih dan sehat.
akut b/d Setelah dilakukan 10 Memberikan 1. Berikan Rabu, Rt: 04 1. Klien
tindakan selama keluarga penyuluhan edukasi tentang 13 Juli Rw: 02 memahami
mpitan
1x24 jam keluarga yang dengan metode proses terjadinya 2016 Desa tentang proses
luh dapat menjadi ceramah dan nyeri. Margorejo terjadi nyeri dan
mempraktekkan sampel praktik. 2. Berikan Parengan- penyakit-
cara penanganan edukasi tentang Tuban penyakit yang
nyeri dirumah. diet makanan. berhubungan
3. Berikan dengan nyeri.
demonstrasi 2. Klien
penanganan nyeri mengetahui diet
di rumah. makanan yang
bisa dilakukan.
3. Klien dapat
mempraktekkan
penanganan
nyeri.

3.2.6 Pelaksanaan dan Evaluasi

No. Diagnosa Tgl Implementasi


1 Perilaku Kesehatan Cenderung 13 Juli 2016 1. Memberikan edukasi tentang dampak pengelolaa
2. Memberikan edukasi tentang pengelolaan sampa
beresiko b/d pengelolaan
3. Melakukan pengelolaan sampah di salah satu rum
sampah yang kurang tepat.
2 Defisit perawatan diri: 13 Juli 2016 1. Memberikan edukasi tentang dampak BAB di su
2. Memberikan edukasi tentang perilaku hidup bers
eliminasi b/d pola eliminasi
disungai
3 Nyer akut b/d penyempitan 13 Juli 2016 1. Memberikan edukasi tentang proses terjadinya n
2. Memberikan edukasi tentang diet makanan.
pembuluh darah.
BAB 4
PEMBAHASAN

Asuhan keperawatan komunitas berfokus pada peningkatan dan pengembangan kesehatan


komunitas dengan melihat berbagai sektor yakni biopsikososiospiritual dan kultural. Konsep ini
berkesinambungan dengan konsep model keperawatan Betty Neuman yang bertujuan untuk
stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Model health care system yang
dikemukakan oleh Betty Neuman ini adalah sebuah model yang menggambarkan aktivitas
keperawatan yang ditunjukan kepada penekanan penurunan stress dengan cara memperkuat garis
pertahanan diri yang bersifat fleksibel, normal, serta resisten dengan sasaran pelayanannaya
adalah komunitas.
Secara keseluruhan proses keperawatan yang kami terapkan fokus pada health education
karena mayoritas keluarga memiliki status kesehatan yang baik hanya perlu sedikit peningkatan
untuk pola hidup bersih dan sehatnya. Tindakan penyuluhan yang dilakukan dalam satu
pertemuan kusus akan tetapi langsung face to face (satu persatu) yang dilakukan setelah
memberikan kuisioner. Sebenarnya hal ini kurang efektif karena proses keperawatan komunitas
membutuhkan kontinu sehingga dapat melihat perkembangan status kesehatan klien.
Oleh karena itu, dilakukan penanggulangan dengan cara memberikan leaflet dan
melakukan contoh tindakan pengelolaan sampah yang baik dan benar yang dilakukan pada salah
satu keluarga sehingga setelah warga yang lain mengetahuinya diharapkan tumbuh keinginan
untuk melakukannya.
Sedangkan posyandunya mayoritas anak setelah usia 3 tahun sudah jarang ikut posyandu,
lalu diberikan penyuluhan tentang posyandu dan pentingnya mengikutkan balita posyandu
sampai usia 5 tahun. Di desa ini posyandunya ada 4 2 madya dan 2 pratama, kegiatannya rutin
dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan kegiatan 5 meja. Tidak memiliki meja inovasi.

BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Proses keperawatan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan yang bersifat
alamiah, sistematis, dinamis, kontinu, dan berkesinambungan dalam rangka memecahkan
masalah kesehatan klien, keluarga, kelompok serta masyarakat melalui langkah-lagkah seperti
pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
Dan teori keperawatan dari Betty Neuman tepat digunakan untuk pemberian asuhan
keperawatan komunitas. Model health care system yang dikemukakan oleh Betty Neuman ini
adalah sebuah model yang menggambarkan aktivitas keperawatan yang ditunjukan kepada
penekanan penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat
fleksibel, normal, serta resisten dengan sasaran pelayanannaya adalah komunitas.

5.2 Saran
Dalam melakukan proses keperawatan akan berhasil jika dilakukan secara kontinu dan terus
menerus sampai keluarga mampu melakukan tindakan yang sudah diajarkan secara mandiri.

DAFTAR PUSTAKA

Efendi, Ferry dan Makhfudi. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Mubarak, Wahit Iqbal dan Nurul Chayatin. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Salemba Medika
Wilkinson, Judith M dan Nancy R. Ahern. 2009. Buku Saku Diagnosis Keperawatan: Diagnosis
NANDA, Intervensi NIC, Kriteria Hasil NOC, Ed. 9. Jakarta: EGC.