Anda di halaman 1dari 2

Jawaban nadia zumaira15-036)

Pertanyaan apakah ada sanksi bila dokter membocorkan penyakit pasien ke


keluarganya tanpa izin pasien tersebut
Menurut saya tidak, karena didasari dengan
Pertama sesuai dengan pasal 16 kode etik kedokteran gigi di jelaskan bahwa
setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
pasien , bahkan setelah pasien itu meniggal dunia.
Dalam hal ini dijelaskan pasal 12 kode etik kedokteran,cukupan pasal ini.
1. Seorang dokter wajib merahasiakan apa yang dia ketahui tentang pasien
yang ia peroleh dari diri pasien tersebut dari suatu hubungan dokter-
pasien sesuai ketentuan perundang-undangan.
2. Seorang dokter tidak boleh menggunakan rahasia pasiennya untuk
merugikan pasien,keluarga atau kerabat dekatnya dengan membukanya
kepada pihak ketiga atau yang tidak berkaita.
Namun terdapat beberapa alasan bagi dokter untuk membuka rahasia
kedokteran, hal ini tersebut diatur dalam pasal 48 undang undang no 29
tahun 2004 tentang praktik kedokteran.
Yaitu rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan
pasien , memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka
penegak hukum , permintaan pasien sendiri ,atau berdasarkan peraturan
perundang undangan.
Kemudian di jelaskan lagi bahwa seorang dokter dapat membuka rahasia
medis seorang pasien untuk kepentingan pengobatan pasien tersebut,
peruntah undang-undang ,permintaan pengadilan ,untuk melindungi
keselamatan dan kehidupan masyarakat dengan organisasi profesi.

Pasal 10 ayat 2 permenkes 269/2008.


Informasi tentang identitas , diagnosis , riwayat penayakit , riwayat
pemeriksaan , dan riwayat pengobatan dapat dibuka dalam hal salah satunya
adalah untuk kepentingan kesehatan pasien

Berdasarkan 2 pasal di atas telah jelas bahwa dokter memperoleh izin untuk
membocorkan rahasia penyakit pasien kepada keluarga pasien tersebut
dengan tujuan menyelamatkan kehidupan pasien.

Soal pinyet nadia


Seorang dokter bekerja pada rumah sakit umum daerah, dokter tersebut juga
bekerja pada instansi pendidikan swasta di bidang ilmu penyakit mulut. Beliau
selalu memberikan pembelajaran kepada mahasiswanya dengan kasus kasus
baru yang ditemukannya di rumah sakit tempat ia bekerja, namun ada
kekeliruan , dokter ini tidak menutupi identitas pasien dengan tidak memblurkan
bagian mata, sehingga mahasiswa dapat mengenali pasien yang terkena
penyakit tersebut, dan berita ini sampei terdengar ke keluarga pasien. Keluarga
pasien tidak terima, dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang
berwenang,
Berdasarkan kasus dokter telah melanggar aturan tentang rahasia kedokteran ,
yang tercantum pada pasal
A. 46 uu no 29 tahun 2004
B. 47 uu no 29 tahun 2004
C. 48 uu no 29 tahun 2004
D. 49 uu no 29 tahun 2004