Anda di halaman 1dari 8

Dalam pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi

masalah, perumusan masalah, dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan


perhitungan dan berbagai dampak yang mungkin timbul. Begitu juga dalam
tahap implementasi atau operasional dalam suatu organisasi, para manajer
harus membuat banyak keputusan rutin dalam rangka mengendalikan usaha
sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku. Sedangkan dalam tahap
pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian terhadap
hasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevalusai pelaksanaan dari pembuatan
keputusan yang telah dilakukan.

Proses Pengambilan Keputusan


Setiap keputusan yang diambil itu merupakan perwujudan kebijakan yang telah
digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan keputusan pada
hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Proses pengambilan
keputusan meliputi :
Identifikasi masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan masalah yang
ada di dalam suatu organisasi.
Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat
membantu memecahkan masalah yang ada.
Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan
cara-cara pemecahannya. Cara pemecahan ini hendaknya selalu diusahakan
adanya alternatif-alternatif beserta konsekuensinya, baik positif maupun negatif.
Oleh sebab itu, seorang pimpinan harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-
baiknya. Untuk mengadakan perkiraan dibutuhkan adanya informasi yang
secukupnya dan metode perkiraan yang baik. Perkiraan itu terdiri dari berbagai
macam pengertian:
Perkiraan dalam arti Proyeksi
Perkiraan yang mengarah pada kecenderungan dari data yang telah terkumpul
dan tersusun secara kronologis.
Perkiraan dalam arti prediksi
Perkiraan yang dilakukan dengan menggunakan analisis sebab akibat.
Perkiraan dalam arti konjeksi
Perkiraan yang didasarkan pada kekuatan intuisi (perasaan). Intuisi disini
sifatnya subjektif, artinya tergantung dari kemampuan seseorang untuk
mengolah perasaan.
Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan
masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau
rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama
karena hal ini menentukan alternative yang dipakai akan berhasil atau
sebaliknya.
Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu
menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang
negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain.
Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak
dari keputusan yang telah dibuat.

Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah kami paparkan dalam makalah ini dapat kami
simpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu tindakan yang sengaja,
tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam rangka
memecahkan masalah yang dihadapi suatu organisasi. Dimana pengambilan
keputusan ini ditanggung dan diputuskan oleh pimpinan organisasi yang
bersangkutan dan untuk menghasilkan keputusan yang baik itu sangat
dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai permasalahan, inti masalah,
penyelesaian masalah, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Selain informasi, dalam penyelesaian masalah pun dibutuhkan
perumusan masalah dengan baik. Kemudian dibuatkan alternatif-alternatif
keputusan masalah yang disertai dengan konsekuensi positif dan negatif. Jika
semua hal itu dapat dikemukakan dan dicari secara tepat, masalah tersebut
akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Implementasi Keputusan . Setelah alternatif terbaik dipilih, para manager


harus membuat rencana untuk mengatasi berbagai permasalahan dam masalah
yang mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan. Dalam hal ini, manager
perlu memperhatikan berbagai resiko dan ketidakpastian sebagai konsekuensi
dibuatnya suatu keputusan. Disamping itu, pada tahapimplementasi keputusan
manager juga perlu menetapkan prosedur laporan kemajuaan periodik dan
memnpersiapkan tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pembuatan
kjeputusan, serta merancang peringatan dini untuk menghadapi berbagai
kemungkinan.
Tahap 7: Evaluasi Hasil-Hasil. Keputusan. Implementasi keputusan harus selalu
dimonitor. Manajer harus meangevaluasi apakah implementasi dilakukan dengan
lancar dan keputusan memberikan hasil yang diinginkan.

Implementation : tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya

a. Implementasi Keputusan
Implementasi mencakup pencapaian keputusan itu kepada orangorang yang
terkait dan mendapatkan komitmen mereka pada keputusan tersebut.

Oleh karena itu pekerjaan manajer tidak hanya terbatas pada keterampilan
memilih pemecahan yang baik, akan tetapi meliputi juga pengetahuan dan
keterampilan yang perlu untuk melaksanakan pemecahan masalah tersebut
menjadi perilaku dalam organisasi.

b. Evaluasi dan Pengendalian

Tahap terakhir adalah monitor dan evaluasi. Tahap ini dilaksanakan untuk
memastikan bahwa pelaksanaan keputusan yang diambil mengenai sasaran dan
tujuan yang ingin dicapai. Jika ternyata tujuan tidak tercapai, manajer dapat
melakukan respon dengan cepat.

Perumusan masalah. Manajer perlu merumuskan masalah atau kesempatan


kerja secara jelas. Kebutuhan akan keputusan sering berupa suatu masalah atau
suatu kesempatan dalam berbagai bentuk. Kebutuhan-kebutuhan ini dalam
kenyataannya sulit diketemukan, atau bahkan sering hanya mengidentifikasi-kan
gejala masalah bukan penyebab yang mendasar. Untuk mempermudah
identifikasi masalah, para manajer operasi dapat menggunakan beberapa cara.
Pertama, manajer secara sistematik menguji hubungan sebab-akibat. Kedua,
manajer mencari penyimpangan-penyimpangan dari normal. Atau bisa juga
manajer berkonsultasi dengan pihak-pihak yang mempunyai wawasan yang
lebih.
Pengembangan alternatif-alternatif. Setelah masalah ditentukan dan dirumuskan,
langkah selanjutnya ialah pengumpulan dan analisa yang relevan. Atas dasar
data tersebut satu atau lebih alternatif dikembangkan sebelum suatu keputusan
dibuat. Pengembangan alternatif-alternatif sering merupakan tahap yang paling
sulit dan memerlukan pemikiran-pemikiran yang kreatif.
Evaluasi alternatif-alternatif. Hal ini tergantung pada pemilihan kriteria keputusan
yang tepat. Evaluasi alternatif sering melibatkan kriteria-kriteria yang saling
bertentangan. Sebagai contoh, keputusan untuk menggunakan mesin baru
dalam operasi-operasi mungkin akan mengurangi biaya-biaya, tetapi hal ini
mungkin juga akan menurunkan fleksibilitas. Jadi, trade offs harus dibuat antara
berbagai kriteria dan sasaran yang saling bertentangan. Dalam banyak kasus,
evaluasi berbagai alternatif dipermudah dengan menggunakan model-model
matematik formal.
Pemilihan alternatif terbaik. Meskipun kualitas analisis yang dilakukan untuk
mengevaluasi alternatif-alternatif cukup tinggi, pemilihannya jarang menjadi
mudah dan jelas. Hal ini dikarenakan masalah-masalah keputusan sulit disajikan
secara lengkap dalam bentuk kuantitatif dan kriteria yang digunakan saling
bertentangan. Oleh karena itu, alternatif terpilih sering hanya berdasarkan pada
jumlah informasi terbatas yang tersedia bagi manajer dan ketidak sempurnaan
kebijakan manajer. Pemilihan alternatif terbaik juga sering merupakan kompromi
di antara berbagai faktor yang dipertimbangkan.
Implementasi keputusan. Suatu keputusan belum selesai sebelum di-laksanakan
dan diterapkan dalam praktek. Implementasi memerlukan perubahan cara orang
berprilaku, sehingga pembuat keputusan dapat dipandang sebagai pengantar
perubahan (change agent). Implementasi keputusan tidak hanya sekedar
pemberian perintah, tetapi manajer harus menetapkan skedul kegiatan atau
anggaran, mengadakan dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan,
serta melimpahkan wewenang dan tanggung jawab pelaksanaan tugas tertentu.
Evaluasi hasil-hasil. Setelah keputusan diimplementasikan, manajer harus
memonitornya terus menerus. Manajer perlu mengevaluasi apakah implementasi
dilakukan dengan tepat dan keputusan memberikan hasil yang diharapkan.

Tahap Implementasi (Implementation Phase)


Tahap ini merupakan proses pelaksaan dari keputusan yang telah diambil. Pada
tahap ini perlu disusun serangkaian tindakan terencana, sehingga hasil
keputusan dapat dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan perbaikan.

PENDAHULUAN

Suatu strategi di pilih dari semakain banyak alternative yang telah di analisis dan
di pertimbangkan dengan teliti dan matang serta di laksanakan dalam satu
kurun waktu tertentu. Maksudnya adalah agar satu organisasi berada pada
kondisi dan posisi yang efektif dalam upaya menciptakan tujuan dan berbagai
sasaran dalam lingkungan eksternal yang sering berubah pada tingkat dan
intensitasnya yang pada kalanya tidak mungkin di perhitungkan sepenuhnya
sebelumnya. Suatu strategi per definisi berorientasi pada masa depan. Karena
orientasi demikian pemilihan strategi tertentu pada umumnya di dasarkan pada
berbagai asumsi yang berdasarkan asumsi yang di gunakan oleh para perumus
dan penentu strategi itu dengan sepenuhnya menyadari bahwa semua peristiwa
dan faktor yang berpengaruh pada implementasi strategi dapat di
pertimbangkan dan di pehitungkan dengan tepat
Setelah perusahan merumuskan srtategi korporat, kemudian unit-unit usaha
yang berada dibawah kepemilikan korporat merumuskan strategi-strategi bisnis,
dan perusahaan yang terlibat membuat strategi fungsional, maka selanjutnya
hal yang dilakukan oleh perusahaan adalah mengimlementasikan seluruh
strategi yang telah dibuat. Implementasi bertujuan agar strategi yang telah
dibuat tidak hanya dirumuskan dan tertulis saja tetapi ada kerja nyata sebagai
bentuk dari pengimplementasiannya.baik dalam perencanaan strategis, agar
benar-benar dapat mencapai arah yang telah ditentukan, serta orang-orang yang
terlibat akan mampu bekerja dengan sukses.
.
Pengawasan ini dilakukan juga dengan alasan karena kita juga mengetahui
bahwa prekonomian kadang-kadang juga tidak stabil, daur hidup produk semakin
singkat, keunggulan tekologi menjadi sesaat, perubahan terjadi lebih sering dan
lain-lain, oleh sebab itu jugalah maka diperlukan sebuah pengawasan dalam
manajemen srategi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Implementasi Strategi


Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang
dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi
strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah
menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan setelah strategi
dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci suksesnya dari
manajemen strategi. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus dilihat
seperti dua sisi mata uang. [1]
Pengertian yang cukup luas manajemen strategi menunjukkan bahwa
manajemen merupakan suatu sistem satu kesatuan yang memiliki berbagai
komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak
secara serentak kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah
Perencanaan Strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan
strategi organisasi. Sedang komponen kedua adalah Pelaksanaan Operasional
dengan unsur-unsurnya adalah sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan
fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan
dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan
eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik
Banyak perusahaan atau organisasi yang banyak menghamburkan
sumberdayanya (uang, waktu, tenaga) untuk mengembangkan rencana strategik
yang ampuh. Namun kita harus ingat bahwa perubahan hanya akan terjadi
melalui suatu action (implementasi), bukan sekedar perencanaan. Rumusan
strategi yang secara teknis kurang sempurna jika diimplementasikan dengan
baik, maka akan didapat hasil yang lebih baik dibandingkan dengan rumusan
strategi yang sempurna namun hanya di atas kertas. Hal ini didukung oleh
sebuah hasil penelitian pada 31 industri manufaktur di mana hasilnya
menunjukkan bahwa kinerja yang diperoleh perusahaan tidak sekedar
ditentukan oleh strategi yang dimiliki, namun lebih disebabkan karena efektivitas
perusahaan dalam mengimplementasikan strategi tersebut.
aktor faktor implementasi kebijakan dilaksanakan dalam sekuensi
manajemen implementasi kebijakan. Implementasi kebijakan di kelola dalam
tugas-tugas :
1. Pertama adalah Implementasi strategi yaitu kebijakan dapat langsung
dilaksanakan atau memerlukan kebijakan turunan sebagai kebijakan pelaksanan.
Adapun konsep-konsepnya sebagai berikut :
a. Menyesuaikan struktur dengan strategi.
b. Melembagakan srategi.
c. Mengoperasionalkan strategi.
d. Menggunakan prosedur untuk memudahkan implementasi.
2. Kedua pengorganisasian yaitu merumuskan prosedur implementasi, yang
diatur dalam model dasar mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan
dengan konsep-konsepnya:
a. Desain organisasi dan struktur organisasi.
b. Pembagian pekerjaan dan desain pekerjaan.
c. Integrasi dan koordinasi.
d. Perekrutan dan penempatan sumber daya manusia.
e. Hak, wewenang dan kewajiban.
f. Pendelegasian.
g. Pengembangan kapasitas organisasi dan kapasitas sumber daya manusia.
h. Budaya organisasi.
3. Faktor yang ketiga yaitu penggerakan dan kepemimpinan adalah melakukan
alokasi sumber daya, menyesuaikan prosedur implementasi dengan sumber
daya yang digunakan, saat kebijakan pada fase ini sekaligus diberikan pedoman
diskresi atau ruang gerak bagi individu pelaksana untuk memilih tindakan sendiri
yang otonom dalam batas wewenang apabila menghadapi situasi khusus dan
menerapkan prinsip-prinsi dasar good governance. Dengan konsep-konsepnya:
a. Efektivitas kepemimpinan.
b. Motivasi.
c. Etika.
d. Mutu.
e. Kerja sama tim.
f. Komunikasi organisasi.
g. Negoisasi
4. Faktor yang keempat adalah pengendalian yaitu mengendalikan pelaksanaan
dengan melakukan proses monitoring secara berkala dan konsep-konsepnya:
a. Desain pengendalian.
b. Sistem informasi manajemen.
c. Monitoring.
d. Pengendalian anggaran atau keuangan.
e. Audit.
Implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan
dapat mencapai tujuannya. Untuk mengimplementasikan kebijakan publik, maka
ada dua pilihan langkah yang ada, yaitu langsung mengimplementasikan dalam
bentuk program program atau melalui formulasi kebijakan derivat atau turunan
dari kebijakan publik tersebut.
Implementasi merupakan tindakan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan
dalam keputusan kebijakan, tindakan tersebut dilakukan baik oleh individu,
pejabat pemerintah ataupun swasta. Berdasarkan uraian tersebut dapat
disimpulkan bahwa implementasi merupakan suatu proses yang dinamis, dimana
pelaksana kebijakan melakukan aktivitas atau kegiatan, sehingga pada akhirnya
akan mendapatkan suatu hasil yang sesuai dengan tujuan atau sasaran
kebijakan itu sendirig

Penerapan Alternatif Terpilih


Tahap penerapan (implementation) adalah tahap di mana kemampuan
manejerial, administratif, dan persuasif yang dimiliki seorang manejer akan
digunakan untuk menjamin bahwa alternatif terpilih akan dijalankan. Keahlian
dalam berkomunokasi, memotifasi, dan memimpin harus digunakan untuk
mewujudkan keputisan ini dan menggerakkan para pegawai untuk lebih
berkomitmen.

6) Evaluasi dan Umpan Balik


Pada tahap evaluasi, yang merupakan bagian proses pengambilan keputusan,
para pengambil keputusan akan mendapatkan informasi tentang seberapa
baiknya mereka menerapkan keputusan yang telah mereka ambil dan apakah
penerapan ini efektif dalam mencapai tujuan mereka. Umpan balik adlah hal
yang penting karena pengambilan keputusan adalah proses yang berkwlanjutan
dantidak pernah berakhir.
Umpan balik memberikan informasi pada pengambil keputusan yang nantinya
bisa membentuk siklus pengambilan keputusan yang baru. Keputusan yang
diambil bisa saja gagal, karena manejer dapat menciptakan analisis
permasalahan yang baru, mengevaluasi alternatif-alternatif, dan menyeleksi
alternatif yang baru

MENGAPA MANAJER MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SALAH?


Manajer dihadapkan pada tuntutan untuk selalu membuat keputusan, mulai dari
untuk menyelesaikan masalah kecil hingga menerapkan perubahan strategi
besar. Bahkan seorang manajer terbaik pun akan melakukan kesalahan. Namun
manajer dapat meningkatkan persentasinya dalam membuat keputusan yang
tepat dengan memahami beberapa factor yang menyebabkannya membuat
keputusan yang tidak tepat. Sebagian besar keputusan yang tidak tepat adalah
kesalahan penilaian yang berasal dari kapasitas pikiran manusia yang terbatas
dan dalam keberatsebelahan alami yang diperlihatkan manajer selama proses
pengambilan keputusan. Dengan menyadari enam keberatsebelahan di bawah
ini, manajer terbantu dalam membuat pilihan lebih seksama.

Terpengaruh oleh kesan pertama. Ketika sedang mempertimbangkan sebuah


keputusan, pikiran seringkali memberikan bobot yang tidak sesuai terhadap
informasi pertama yang diterimanya. Kesan, statistic, atau perhitungan pertama
ini bertindak sebagai jangkar bagi pemikiran dan penilaian kita selanjutnya.
Membenarkan keputusan-keputusan yang lalu. Banyak manajer yang jatuh
kedalam jebakan dengan membuat pilihan yang membenarkan keputusan-
keputusannya yang lalu, bahkan jika keputusan-keputusan tersebut tidak lagi
sah.
Melihat apa yang ingin dilihat. Orang-orang seringkali mencari informasi yang
mendukung insting dan sudut pandang yang mereka percaya dan menghindari
informasi yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Keberatsebelahan ini
akan selalu memengaruhi arah manajer dalam mencari informasi, juga
bagaimana manajer tersebut mengartikan informasi yang ia temukan.
Mempertahankan status quo. Manajer mungkin mendasarkan keputusannya
pada apa yang telah berhasil di masa lalu dan gagal mengeksplorasi pilihan-
pilihan baru, menggali informasi tambahan, atau menyelidiki teknologi-teknologi
baru.
Terpengaruh oleh kerangka masalah. Respons jkeputusan manajer dapat
dipengaruhi oleh sekadar bagaimana masalah itu disampaikan dengan kata-kata.
Terlalu percaya diri. Sebagian besar orang memandang terlalu tinggi terhadap
kemampuannya dalam memperkirakan hasil yang tidak pasti. Sebelum
mengambil keputusan, manajer memiliki ekspektasi yang tidak nyata akan
kemampuannya untuk memahami risiko dan membuat pilihan yang tepat.