Anda di halaman 1dari 2

PELAYANAN PENDERITA

TUBERCULOSIS (TB)
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPT PUSKESMAS Sudiarto, SKM, MM


SEBOROKRAPYAK NIP. 196510201987021003

Tuberkulosis adalah penyakit menular disebabkan oleh kuman


Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru,
Pengertian
kelenjar getah bening, selaput otak, tulang, persendian, usus,
ginjal dan organ tubuh lainnya.
1. Mempermudah dan memperlancar pelayanan pada

Tujuan penderita Tb paru.


2. Memutuskan rantai penularan TBC paru.
3. Menurunkan angka kesakitan dan kematian TBC paru.
Kebijakan SK tentang Pelyanan
Referensi Buku Pedoman Nasional P2TB DepKes.RI Tahun 2014
Prosedur / 1.Persiapan Petugas / alat :
a. Pengelola P2 TB
Langkah-Langkah
b. ATK dan buku register
c. Buku penderita TB.01, TB.02, TB 04, TB.05 dan
TB.06
d. OAT
e. Pot dahak
f. Slide dan Ose serta Lampu Spritus
g. Reagen Ziehl Nellsen
h. Mikroskop
2.Prosedur
a. Pasien mendaftar diloket pendaftaran
b. Petugas pendaftaran melakukan identifikasi
pasien
c. Rekam medis pasien dibawa ke ruang pelayanan
umum berdasarkan nomer urut pendaftaran.
d. Pasien disilahkan duduk sambil menunggu
namanya di panggil.
e. Pasien di panggil, Penderita masuk ke ruang
pelayanan umum.
f. Perawat melakukan anamnesa dan memeriksa
vital sign.
g. Dokter melakukan anamnesa penderita mengenai
keluhan ada batuk/tidak, berapa lama batuk dan
bila tersangka TB, dokter mengisi buku daftar
suspek TB.06 dan merujuk untuk pemeriksaan
dahak ke Ruang Laboratorium dengan Form TB
05.

h. Petugas laboratorium memberi pernjelasan


mengenai pentingnya pemeriksaan dahak dan
cara batuk yang benar untuk mendapatkan dahak
yang kental dan purulen.
i. Petugas laboratorium memberikan pot dahak
sewaktu untuk kunjungan pertama dan
pengambilan dilakukan di samping timur
puskesmas.
j. Petugas laboratorium memeriksaan kekentalan,
warna dan volume dahak. Dahak yang baik
PELAYANAN PENDERITA
TUBERCULOSIS (TB)
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

untuk pemeriksaan adalah berwarna kuning


kehijau-hijauan (mukopurulen), kental, dengan
volume 3-5ml. Bila volumenya kurang,
pengelola harus meminta agar penderita batuk
lagi sampai volumenya mencukupi.
k. Jika tidak ada dahak keluar, pot dahak dianggap
sudah terpakai dan harus dimusnahkan untuk
menghindari kemungkinan terjadinya
kontaminasi kuman TBC.
l. Petugas laboratorium memberikan label pada
dinding pot yang memuat nomor identitas
sediaan dahak sesuai dengan TB.06.
m. Petugas laboratorium memberikan pot dahak
pagi dan sewaktu kedua yang diberi label untuk
diisi rumah penderita dan disuruh datang besok
pagi membawa dahak pagi dan sewaktu kedua
n. Petugas laboratorium memeriksa dahak pagi dan
sewaktu kedua dan mencatat di Form TB 04
o. Bila didapatkan hasil pemeriksaan dahak positif,
Pengelola TB melakukan anamnesa ulang dan
mencatat mengenai berapa lama, batuk
berdahak/tidak, dahak bercampur darah/tidak,
sesak nafas/tidak, nyeri dada/tidak, kurang nafsu
makan/tidak, BB menurun/tidak, riwayat kontak
dengan penderita TBC dan apakah pernah
minum obat paru-paru selama kurang dari 1
bulan atau lebih dari 1 bulan dan mencatat di
form TB.01.
p. Petugas TB memberikan kartu control dengan
Form TB 02
Unit Terkait Ruang pelayanan umum, laboratorium, ruang obat