Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan:

Dalam melakukan pengamatan menggunakan stereoskopis, terdapat beberapa


latihan agar dapat menggunakan alat stereoskopis dengan baik. Latihan yang
pertama adalah mengukur basis mata. Hal ini bertujuan untuk mengukur jarak
kedua pupil dikarenakan setiap orang memiliki jarak kedua pupil yang berbeda.
Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali untuk meminimalisir kesalahan.
Latihan kedua adalah menggambar dan mengidentifikasi stereoskop saku beserta
komponennya. Hal ini bertujuan agar dalam penggunaan stereoskop saku menjadi
lebih mudah. Di stereoskop saku terdapat pengatur jarak yang digunakan untuk
menyesuaikan lensa dengan jarak antara kedua mata pengguna. Stereoskop saku
menggunakan lensa positif agar objek yang diamati tampak lebih besar dan jelas.
Latihan ketiga adalah menentukan basis alat stereoskop saku. Menentukan basis
alat stereoskop saku dengan menggunakan kedua jari sebagai objek dan digeser-
geser hingga kedua jari tampak bertampalan atau menjadi satu. Jarak antara kedua
jari tersebut merupakan basis alat stereoskop saku tersebut.
Latihan keempat adalah latihan sosis. Digunakan untuk melatih mata memfokuskan
suatu objek yang terpisah / memiliki jarak tampak seperti menempel dan bahkan
menyatu. Latihan ini menggunakan kedua jari dengan jarak tertentu. Setiap orang
memiliki jarak yang berbeda agar kedua jari tampak hingga menempel.
Latihan kelima adalah uji persepsi stereoskopis moessner. Terdapat dua moessner
dan setiap moessner terdapat blok A sampai D yang akan diamati menggunakan
stereoskop. Pada blok A terlihat sangat jelas ada lingkaran lingkaran yang
mengapung. Tetapi terus berkurang kejelasannnya dari blok B sampai blok D atau
dengan kata lain semakin sulit untuk memilih lingkaran yang mengapung. Dalam
hal ini dinilai persentase kebenarannya pada setiap bloknya, blok A mendapat nilai
sempurna tetapi terus berkurang persentasenya dari blok B sampai blok D karena
sulitnya mengetahui mana lingkaran yang mengapung. Untuk moessner kedua
sama dengan moessner pertama.
Latihan keenam adalah pengamatan lanjut pada stereogram bola dan gunung.
Untuk mengamati bola dan keranjang dengan stereoskop saku dengan mengamati
bola yang jaraknya terdekat dan bola yang jaraknya terjauh dari keranjang. Untuk
mengamati gunung yang berada di depan dan yang di belakang dengan bantuan
stereoskop saku. Gunung yang berada di depan memiliki lereng yang panjang
sedangkan untuk gunung yang berada di belakaang memiliki lereng yang pendek.
Latihan terakhir adalah menentukan ketinggian objek pada pengamatan
stereoskopis menggunakan stereoskop saku. Terdapat banyak pola pada stereogram
yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda jika diamati menggunakan stereoskop.
Penyebab perbedaan ketinggian tersebut adalah jarak pemisah objek yang berbeda-
beda. Untuk pola yang paling tinggi, jarak pemisah objeknya yang paling pendek
begitupula sebaliknya.
Kesimpulan
1. Jarak antara kedua mata setiap orang berbeda-beda
2. Persepsi setiap orang dalam melihat moessner menggunakan stereoskop
berbeda-beda
3. Dengan stereoskop dapat terlihat objek yang lebih dekat atau lebih jauh dan
yang didepan atau dibelakang
4. Jarak pemisah objek mempengaruhi perbedaan tinggi pola yang satu dengan
yang lain