Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KEPERAWATAN GERONTIK

PELAYANAN KEPERAWATAN LANSIA DI RUMAH

Dosen : Sri Setyowaty, S.Kep., Ns., M.Kep

MAKALAH KEPERAWATAN GERONTIK PELAYANAN KEPERAWATAN LANSIA DI RUMAH Dosen : Sri Setyowaty, S.Kep., Ns., M.Kep Disusun

Disusun oleh :

  • 1. Mardahayu Lestari

(04.14.3905)

  • 2. Ni Ketut Arningsih

(04.14.3907)

  • 3. Wakhidah T

Nur Aini

(04.14.3909)

  • 4. Nurul Sofiah

(04.14.3910)

  • 5. Nuryani Puji Astuti

(04.14.3911)

  • 6. Peggy Yolanda Safitri

(04.14.3912)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL

YOGYAKARTA

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang berjudul “PELAYANAN KEPERAWATAN LANSIA DI RUMAH” ini dengan baik.

Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas perkuliahan Keperawatan Gerontik I, selain itu dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang masalah-masalah keperawatan pada lansia di masyarakat.

Kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca sebagai mana yang di harapkan.

Yogyakarta, 07 April

2017

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

  • A. LATAR BELAKANG Perawatan kesehatan di rumah adalah sektor yang mengalami pertumbuhan paling cepat dalam sistem pelayanan kesehatan. Layanan perawatan kesehatan rumah dapat berupa perawatan yang berkelanjutan atau hanya kadang-kadang menurut kebutuhan lansia terhadap pelayanan ini. Pelayanan ini diberikan oleh perusahaan swasta untuk provid atau oleh organisasi daerah atau lembaga perawat non provid yang berunjung ke rumah-rumah. Pelayanan yang diberikan termasuk asuhan keperawatan, fisioterapi, terapi okupasi, terapi bicara, pekerjaan sosial, dan pelayanan bantuan untuk perawatan kesehatan rumah. Beberapa lansia mungkin menggunakan semua jenis pelayanan, dan sebagian hanya menggunakan satu jenis pelayanan.

Sejauh

ini

bentuk-bentuk

pelayanan kesehatan yang di kenal

masyarakat dalam system pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang

menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa di rawat di rumah dan tidak di rawat inap di institusi pelayanan kesehatan Studi terbaru, menunjukkan pelayanan kesehatan rumah terhadap lansia untuk mencegah lansia tersebut di rawat kembali di rumah sakit. Kemampuan perawat kesehatan rumah untuk mengkaji klien secara berkelanjutan dan mengidentifikasi berbagai gejala eksaserbasi dari masalah yang ada memungkinkan perawat untuk melakukan intervensi seawal mungkin sebelum gejala bertambah buruk. Perawat kesehatan rumah berada pada posisi ideal untuk mengkaji kebutuhan lansia secara holistik dan untuk mengkoordinasikan pelayanan yang diperlukan.

Proses

bertambahnya

usia

mulai

sejak

kita

dilahirkan

tapi

kecepatan proses ini sangat berbeda pada tiap orang. Perubahan yang terjadi karena usia yang semakin lanjut mengurangi rasa kemandirian kita. Ini berarti orang lanjut usia yang lemah tak dapat lagi merawat dirinya sendiri dan harus pindah ke tempat keluarga atau rumah perawatan khusus. Biasanya seseorang sangat terikat pada rumahnya dan lebih senang tinggal

di rumah sendiri, bila memang demikian keadannya buatlah kehidupan

dirumah terasa lebih mudah sehingga ia tetap dapat bersikap mandiri dalam waktu lebih lama.

Kemungkinan

lain

adalah dengan mencari tempat dimana

seseorang dapat menjaganya. Dapat dirumah sewa atau apartemen dengan perawat yang bertanggung jawab mengurus kehidupan orang lanjut usia atau suatu rumah khusus untuk orang-orang tua dimana mereka dapat memiliki kamar sendiri sedangkan makan dan kegiatan sosial dilakukan bersama-sama. Kemungkinan yang diambil tergantung dari keaktifan dan kemandirian orang tua yang bersangkutan. Mungkin orang tua merasa sukar untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan untuk mengatasinya seseorang dapat diminta bekerja beberapa kali dalam seminggu untuk menolongnya.

  • B. RUMUSAN MASALAH

    • 1. Apa definisi dari home care ?

    • 2. Apa saja tujuan dari home care ?

    • 3. Apa manfaat home care ?

    • 4. Bagaimana ruang lingkup home care ?

    • 5. Bagaimana prinsip dari home care ?

    • 6. Apa definisi dari lansia ?

    • 7. Apa saja klasifikasi lansia ?

    • 8. Apa saja karakteristik dari lansia ?

    • 9. Apa saja tipe-tipe lansia ?

      • 10. Apa saja jenis pelayanan keperawatan di rumah ?

      • 11. Apa saja faktor penghambat home care ?

      • 12. Apa kelebihan dan kekurangan home care ?

      • 13. Bagaimana peran dan fungsi perawat home care ?

  • C. TUJUAN

    • 1. Untuk mengetahui definisi dari home care

    • 2. Untuk mengetahui tujuan dari home care

    • 3. Untuk mengetahui manfaat home care

    • 4. Untuk mengetahui ruang lingkup home care

    • 5. Untuk mengetahui prinsip dari home care

    • 6. Untuk mengetahui definisi dari lansia

    • 7. Untuk mengetahui klasifikasi lansia

    • 8. Untuk mengetahui karakteristik dari lansia

    • 9. Untuk mengetahui tipe-tipe lansia

      • 10. Untuk mengetahui jenis pelayanan keperawatan di rumah

  • 12.

    Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan home care

    • 13. Untuk mengetahui peran dan fungsi perawat home care

    BAB II TINJAUAN TEORI

    • A. Definisi Home Care Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari pelayanan keperawatan komunitas dan keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga, dengan tujuan menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien.

    Home

    Care

    (HC)

    menurut

    Habbs

    dan

    Perrin,

    1985

    adalah

    merupakan layanan kesehatan yang dilakukan di rumah pasien (Lerman D. & Eric B.L, 1993), Sehingga home care dalam

    keperawatan merupakan layanan keperawatan di rumah pasien yang telah melalui sejarah yang panjang. Menurut Depkes RI (2002) mendefinisikan bahwa home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu, keluarga, di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan meminimalkan kecacatan akibat dari penyakit. Layanan diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir, oleh pemberi layanan melalui staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama. Home care adalah pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, individu dan keluarga, direncanakan, dikoordinasikan, dan disediakan, oleh pemberi pelayanan, yang diorganisir untuk memberi pelayanani rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja atau kontrak (Warola, 1980 Dalam Perkembangan Modal Praktek Mandiri Keperawatan Di Rumah Yang Disusun Oleh PPNI dan DEPKES).

    • B. Tujuan Diadakannya Home Care

    • 1. kebutuhan

    Terpenuhi

    dasar

    (

    bio-psiko-

    sosial-

    spiritual

    )

    secara

    mandiri.

    • 2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan.

    • 3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.

    • C. Manfaat Home Care

      • 1. Bagi Klien dan Keluarga :

        • a. Program Home Care (HC) dapat membantu meringankan biaya rawat inap yang makin mahal, karena dapat mengurangi biaya akomodasi pasien, transportasi dan konsumsi keluarga.

        • b. Mempererat ikatan keluarga, karena dapat selalu berdekatan pada saat anggota keluarga ada yang sakit

        • c. Merasa lebih nyaman karena berada dirumah sendiri

        • d. Makin banyaknya wanita yang bekerja diluar rumah, sehingga tugas merawat orang sakit yang biasanya dilakukan ibu terhambat oleh karena itu kehadiran perawat untuk menggantikannya

  • D. Ruang lingkup Ruang Lingkup Home Care yaitu :

    • 1. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif

  • 3.

    Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat

    dikelompokkan sebagai berikut :

    • a. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan

    • b. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik

    • c. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik

    • d. Pelayanan informasi dan rujukan

    • e. Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan

    • f. Higiene, dan sanitasi perorangan serta lingkungan

    • g. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial.

    • E. Prinsip Home Care Agar pelayanan home care ini dapat berjalan dengan lancar maka perlu diperhatikan beberapa prinsip dalam melakuakan pelayanan home care. Prinsip – prinsip tersebut diantaranya :

      • 1. Pengelolaan home care dilaksanakan oleh perawat

      • 2. Pelaksana Home Care adalah terdiri dari profesi kesehatan yang ada (dokter, bidan, perawat,ahli gizi, apoteker, sanitarian dan tenaga profesi yang lain).

      • 3. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik.

      • 4. Mengumpulkan data secara sistematis, akurat dan komrehensif.

      • 5. Menggunakan data hasil pengkajian dan hasil pemeriksaan dalam menetapkan diagnosa.

      • 6. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada kebutuhan.

      • 7. Memberi pelayanan paripurna yang terdiri dari preventif, kuratif, promotif dan rehabilitaif.

      • 8. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan, medik dan lainnya.

      • 9. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen.

        • 10. Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim.

        • 11. Mengembangkan kemampuan profesional.

        • 12. Berpartisipasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care.

        • 13. Menggunakan kode etik profesi dalam melaksanakan pelayanan di home care

  • F. Pengertian lansia Usia

  • lnjut

    dikatakan

    sebagai

    tahap

    akhir perkembangan pada daur

    kehidupan manusia (Budi Anna Keliat, 1999). Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No 13 Tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan

    bahwa usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun.

    • G. Klasifikasi lansia Klasifikasi berikut ini adalah lima klasifiaksi pada lansia

      • 1. Pralansia (prasenilis) Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun

      • 2. Lansia Seseorang yang berusia antara 60 tahun atau lebih.

      • 3. Lansia resiko tinggi Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/seseorang yang berusia 60

    tahun atau lebih dengan masalah kesehatan. (Depkes RI, 2003)

    • 4. Lansia potensial Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa (Depkes RI, 2003)

    • 5. Lansia tidak potensial Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain (Depkes RI, 2003)

    • H. Karakteristik lansia Menurut Budi Anna Keliat (1999), lansia memiliki karakteristik sebagai berikut:

      • 1. Berusia lebih dari 60 tahun (sesuai dengan pasal 1 ayat (2) UU No 13 tentang kesehatan).

      • 2. Kebutuhan dan masalah yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit, dari kebutuhan biopsikososial sampai spiritual, serta dari kondisi adaptif hingga kondisi maladatif.

      • 3. Lingkungan tempat tinggal yang bervarisai.

  • I. Tipe Lansia Beberapa tipe pada lansia tergantung pada karakter, pengalaman hidup, lingkungan, kondisi fisik, mental, sosial dan ekonominya (Nugroho, 2000). Tipe tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

    • 1. Tipe arif dan bijaksana Kaya dengan hikmah, pengalaman, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, mempunyai kesibukan, bersikap ramah, rendah hati, sederhana, dermawan, memenuhi undangan dan menjadi panutan.

    • 2. Tipe mandiri Mengganti kegiatan yang hilang dengan yang baru, selektif dalam mencari pekerjaan, bergaul dengan teman dan memenuhi undangan.

    • 3. Tipe tidak puas

  • Konflik lahir batin menentang proses penuaan sehingga menjadi pemarah, tidak sabar, mudah tersinggung, sulit dilayani, pengkritik dan banyak menuntut,

    • 4. Tipe pasrah Menerima dan menunggu nasib baik, mengikuti kegiatan agama dan melakukan kegiatan apa saja.

    • 5. Tipe bingung Kaget, kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, menyesal, pasif dan acuh tak acuh. Tipe lain dari lansia adalah tipe optimis, tipe konstruktif, tipe dependen (kebergantungan), tipe defensif (bertahan), tipe militan dan serius, tipe pemarah/frustasi (kecewa akibat kegagalan dalam melakukan sesuatu), serta tipe putus asa (benci pada diri sendiri).

    BAB III PEMBAHASAN

    • A. Pelayanan Keperawatan Lansia Di Rumah Lansia banyak yang memerlukan pelayanan kesehatan rumah yang teratur secara profesional dan didukung oleh tujuan kesehatan. Pelayanan kesehatan rumah merupakan kombinasi pelayanan kesehatan rumah atau institusi lainnya untuk lansia yang butuh perawatan pribadi dan aktifitas lainnya dalam hidup dan penyembuhan penyakit kronis. Badan-badan penyedia kesehatan rumah, pelayanan ke rumah dapat berasal dari pemerintah maupun dari swata ataupun

    rumah sakit dan lembaga pengobatan lainnya. Sifatnya adalah perawat, pekerja sosial, physician dan therapis. Proses bertambahnya usia mulai sejak kita dilahirkan tapi kecepatan proses ini sangat berbeda pada tiap orang. Perubahan yang terjadi karena usia yang semakin lanjut mrngurangi rasa kemandirian kita. Ini berarti orang lanjut usia yang lemah tak dapat lagi merawat dirinya sendiri dan harus pindah ke tempat keluarga atau rumah perawatan khusus. Biasanya seseorang sangat terikat pada rumahnya dan lebih senang tinggal di rumah sendiri, bila memang demikian keadannya buatlah kehidupan dirumah terasa lebih mudah sehingga ia tetap dapat bersikap mandiri dalam waktu lebih lama.

    • B. Jenis Pelayanan Keperawatan Di Rumah Jenis pelayanan keperawatan di rumah di bagi tiga kategori yaitu :

      • 1. Keperawatan klien yang sakit di rumah merupakan jenis yang paling banyak dilaksanakan pada pelayanan keperawatan di rumah sesuai dengan alasan kenapa perlu di rawat di rumah. Individu yang sakit memerlukan asuhan keperawatan untuk meningkatkan kesehatannya dan mencegah tingkat keparahan sehingga tidak perlu di rawat di rumah sakit.

      • 2. Pelayanan atau asuhan kesehatan masyarakat yang fokusnya pada promosi dan prevensi. Pelayanannya mencakup mempersiapkan seorang ibu bagaimana merawat bayinya setelah melahirkan, pemeriksaan berkala tumbuh kembang anak, mengajarkan lansia beradaptasi terhadap proses menua, serta tentang diet mereka.

      • 3. Pelayanan atau asuhan spesialistik yang mencakup pelayanan pada penyakit-penyakit terminal misalnya kanker, penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, stroke, hpertensi, masalah-masalah kejiwaan dan asuhan paa anak.

  • C. Faktor Penghambat Dalam Pelayanan Home Care

    • 1. Adanya rasa kurang atau belum percayanya keluarga/lansi terhadap pelayanan

    Home Care.

     

    2.

    Situasi

    dan

    keadaan

    lingkungan

    atau

    wilayah

    serta

    kurangnya

    akses

    transportasi

     

    Jarak wilayah yang terlalu jauh sehingga kurang mendapat pelayanan Home

    Care dari pihak rumah sakit serta keadaan yang kurang mendukung, misalnya pada lingkungan rumah susun yang berkaitan dengan ketenangan, kebersihan, kerapian yang kurang mendukung untuk proses penyembuhan dalam pelayanan home care. Hal ini menyebabkan persepsi masyarakat kurang baik terhadap keberadaan home care.

    • 3. Tenaga kesehatan yang kurang kompeten dalam melaksanakan pelayanan home care

    • 4. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang pelayanan home care.

    • 5. Terbatasnya tenaga kesehatan

    • 6. Adanya panggilan kunjungan yang tidak diperlukan, hal ini akan membuang waktu, tenaga dan biaya.

    • 7. Hambatan yang datang dari pasien dan keluarga

    • 8. Ketergantungan penderita dan atau keluarga

    • 9. Untuk kolaborasi dengan tim profesional lain membutuhkan waktu yang cukup lama,

    10. Letak geografis yang jauh dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan dan cost yang diperlukan.

    • D. Kelebihan Pelayanan Home Care

      • 1. Bisa meningkatkan kemandrian pasien dan keluarga dalam melakukan pemeliharaan kesehatan

      • 2. Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan

      • 3. Pembiayaan yang lebih murah

    1

    minggu

    di

    rumah

    sakit

    untuk

    kelas

    3

    kurang

    lebih

    biaya

    yang

    dikeluarkan sebesar Rp. 1.000.000,00 kalau memakai pelayanan home care dalam 1 minggu yang dilakukan visit 3 kali kurang lebih biaya yang dikeluarkan Rp. 425.000,00.

    • E. Kekurangan Pelayanan Home Care

      • 1. Penanganan masa kritis kurang cepat dan kurang efektif

      • 2. Kurang perhatian atau pengawasan dari tenaga medis

      • 3. Letak geografis yang berjauhan, sehingga sulit untuk mendapatkan

    pelayanan kesehatan

    • F. Peran dan Fungi Perawat Home Care

      • 1. Manajer kasus : mengelola dan mengkolaborasikan

    pelayanan, dengan

    fungsi :

    • a) Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga

    • b) Menyusun rencana pelayanan

    • c) Mengkoordinir akifitas tim

    2.

    • d) Memantau kualitas pelayanan

    Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan

    dengan fungsi:

    • a) Melakukan pengkajian komprehensif

    • b) Menyusun rencana keperawatan

    • c) Melakukan tindakan keperawatan

    • d) Melakukan observasi terhadap kondisi pasien

    • e) Membantu pasien dalam mengembangkan perilaku koping yang efektif

    • f) Melibatkan keluarga dalam pelayanan

    • g) Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan

    • h) Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan

    • i) Mendokumentasikan asuhan keperawatan.

    BAB VI

    PENUTUP

    • A. KESIMPULAN

    • B. SARAN

    DAFTAR PUSTAKA

    Hasting, Diana.1995.Perawatan di Rumah.Jakarta: Arcan

    Hastings, Diana.2005.Pedoman Keperawatan di Rumah.Jakarta: EGC

    Stanley, Mickey.2006.Buku Ajar KeperawatanGerontik.Jakarta:EGC

    Watson, Roger.2003.Perawatan padalansia.Jakarta:EGC

    Nugroho, Wahyudi.2000.Keperawatan gerontik.Jakarta:EGC

    L.Stockslager, Jaime.2007.Asuhan keperawatangeriatric.Jakarta:EGC

    Noorkasani, S Tamher.2009.Kesehatan usia lanjut dengan pendekatan askep. Jakarta:SalembaMedika

    Maryam,

    R.Siti.2008.Mengenal

    usialanjutdanperawatannya.Jakarta:SalembaMedika

    Zang, Mara Sherly.2003.Manual Perawatan di rumah.Jakarta:EGC