Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI LAHIR NORMAL

DI RS LABUANG BAJI MAKASSAR

NAMA : ANDI MULTIANA ADNAN, S.Kep.


NIM : 210 21 30

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN

GEMA INSAN AKADEMIK MAKASSAR

PROGRAM NERS

2008
PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR

Nama Mahasiswa : A.MULTIANA A. Rumah Sakit : RS.Labuang Baji


Tanggal/jam Pengkajian : 5-feb-2008
Nama Ayah Ibu : - Ny. Jamila Alamat : Jl. R. Kalina
- Tn. Arifuddin

RIWAYAT KELAHIRAN YANG LALU


Tahun BB Keadaan Jenis Tempat
No. L/P Komplikasi Ket
Lahir Lahir Bayi Persalinan Lahir
1. 2000 L 2900 Sehat Spontan RSB
2. Spontan Siti Fatima
3. Kehamilan Sekarang
4.
5.
6.

STATUS GRAVIDA IBU

G II P I A 0 Usia Kehamilan 3840 Minggu Presentasi bayi : Kepala


Pemeriksaan Antenatal : teratur Komplikasi Antenatal : Tidak ada

RIWAYAT PERSALINAN

Bb/tb Ibu : 60 Kg / 155 cm Persalinan di RSB Siti Fatima


Keadaan umum Ibu : Baik Tanda vital t 130/90 N.80 x/m, R 20 x/m
Jenis persalinan : Spontan Proses persalinan : Kala I 30 menit
Indikasi : Bayi tidak . His teratus Kala II 5 menit
Komplikasi persalinan Ibu : Tidak ada Fetus : Tidak ada
Lamanya ketuban pecah : Tidak ada Kondisi ketuban : Jernih

KEADAAN BAYI SAAT LAHIR

Lahir tanggal : 23 jan 2008 jam 20.35 sex : laki-laki


Kelahiran : Tunggal
NILAI APGAR

Tanda 0 1 2 Jumlah
1. Frekuens 0 Tidak ada 0 < 100 0 > 100 2 2
i jantung
2. Usaha 0 Tidak ada 0 Lambat 0 menangis kuat 2 2
napas
0 Lumpuh 0 Extrimitas fleksi 0 gerakan aktif 1 2
3. Tonus sedikit
otot 0 Tidak 0 Gerakan sedikit 0 reaksi 1 2
bereaksi melawan
4. Refleks 0 Biru/pucat 0 Tubuh kemerahan, 0 kemerahan 2 2
tangan dan kaki biru
8 10
5. Warna
kulit

Ket : Penilaian menit ke-1 0 Penilaian menit ke-5

Tindakan rerusitasi : Memberikan jalan nafas dan kerongkongan


Plasenta : Berat : 500 gr Tali pusat : Panjang : 50 cm
Ukuran : 19 x 16 x 3 Jumlah pemb. Darah : 2 Arteri 1 Vena
Kelainan : tidak ada Kelainan : Tidak ada

PENGKAJIAN FISIK

Umur : 14 Hari ... Jam 21.00

Berat badan 2200 Gr Mulut Simetris


Panjang badan 45 Cm Palatum mole baik
Suhu 37 oC Palatum durum
Gigi
KEPALA Hidung Lubang hidung
Bentuk Bulat Keluaran
Lain-lain Pernapasan cuping hidung
Kepala Molding L.Kep : 39 Leher Pergerakan leher baik
cm
Kaput TUBUH
Ubun-ubun Cephal hematom Warna Pink
Besar cekung Pucat
Kecil cekung Sianosis
Mata Sutura terasa Kuning
Posisi simetris
Kotoran Pergerakan Aktif
Telinga Perdarahan Kurang
Posisi : simetris
Bentuk : normal Dada Asimetris simetris
Lubang telinga : ada Retraksi
Keluaran tidak ada seesaw

JANTUNG & PARU STATUS NEUROLOGI


Bunyi napas Ngorok Reflek : Tendon
Lain-lain Moro
Pernapasan 48 x/menit Rooting
Denyut jantung 126 x/menit Mengisap
Perut Lembek Babinski
Kembung Menggenggam
Benjolan Menangis
Bising usus x/mnt Berjalan
Tonus leher
Aktif NUTRISI
Kurang Jenis makanan ASI
PASI
Asimetris Lain-lain tidak ada
simetris
Retraksi
seesaw
Lanugo sedikit
Vernix tidak ada
Mekonium tidak ada

PUNGGUNG
Keadaan punggung Asimetris ELIMINASI
Simetris Pilonidal dimple BAB I, tanggal .. jam ..
Fleksibilitas BAB II, tanggal .. jam ..
Tul. Punggung Kelainan tidak ada
TULANG
GENITALIA Lingkaran kepala 35 Cm
Laki-laki Hypospadius Dada 34 Cm
Epispadius Perut 32 Cm
Testis terasa
Perempuan DATA LAIN YANG MENUNJANG
Labia minor Menonjol sedikit (Lab, psikososial, dll)
Tertutup labia mayor
Keluaran
Anus Kelainan tidak ada KESIMPULAN
- Bayi lahir spontan, BB 2200 gr
EKSTRIMITAS - PB : 45 cm AS 8/10
Jari tangan 5 jari Menonjol - Temperatur : 37oC
Jari kaki 5 jari - Rooming In
Kelainan tidak ada
Pergerakan lemah Tidak aktif
Asimetris
Tremor
Rosato paha
Nadi Brachial terasa
Femoral terasa
Garis telapak kaki terlihat jelas
Posisi Kaki simetris
Tangan
MASALAH
DATA ETIOLOGI
KEPERAWATAN
DO. Bayi Baru lahir Bayi baru lahir Berikan jalan nafas tidak
keluar bersama- efektif

sama dengan
cairan ketuban Terjadi perbedaan tekanan
A/S 8/10 Antara paru bayi dan lingkungan luar

bayi mulai bernafas
dengan inspirasi

cairan akan terihirup

Jalan nafas tidak adekuat
DS Bayi baru lahir Resti infeksi
DO tali pusat masih

bersatu
Rooming in transisi deonatus terhadap lingkungan
ekstra uterin

pemutusan plasenta

plasenta terputus

ada luka plasenta

luka basa dan terbuka

tempat masih kuman

Resti infeksi
MASALAH
DATA ETIOLOGI
KEPERAWATAN
DO. Bayi Baru lahir Bayi baru lahir Resiko ketidakefektifan
Rooming in termo regulasi

Temperatur bayi
37oC secara otomatis normal
lemah sub cutis tebal

relator hubungan yang terlalu kuat

pengikat panas tubuh tidak toleransi

respon tubuh terhadap panas/dingin
Menjadi kurang

menggangu termo regulasi tubuh

hipertermi dan hipotermi
DS Potensial terhadap
DO keluarga peningkatan menjadi
mempunyai anak orang tua
jaraknya 2 tahun
Ibu keluarga dan
ayah wiraswasta
Anak diasuh
oleh keluarga
RENCANA KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TUJUAN RENCANA RASIONAL
KEPERAWATAN
1) Berikan jalan nafas Berikan jalan nafas adekuat 1. Berikan jalan nafas Agar cairan yang
tidak efektif B/D cairan Kriteria : pada saat bayi baru lahir ada/menempel pada wajah
anmida tidak ada cairan dengan cara mengusap bayi dan hidung tidak masuk
DO : bayi baru lahir yang menghalangi jalan wajah dan mulut dan atau terakpirasi kembali atau
bersamaan dengan nafas bayi dan bayi bisa hidung bayi dengan terhadap saat aspirasi.
cairan amnida bernafas dan menangis. good steril
A/S 8/10 2. Lakukan dan atur Agar jalan nafas longgar
posisi miring ketika sehingga intake O2 banyak
bayi saat mau yang menjadikan bayi mudah
memotong tali pusat bernafas.
atau bila berada di atas
perut ibu kepala ayah
ekstensi Tangisan bayi menandakan
3. Aklerasi tangisan bahwa jalan nafas longgar atau
bayi dan keaktifan bayi tidak terjadi halangan/agrixia.
RENCANA KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TUJUAN RENCANA RASIONAL
KEPERAWATAN
2) Resiko terjadi Infeksi tidak terjadi dalam 1. kaji faktor-faktor Untuk memberikan
infeksi B/D kerentanan jangka waktu 24 jam yang dapat intervensi yang diberikan
bayi, faktor lingkungan dengan menyebabkan infeksi : selanjutnya
dan luka terbuka tindakan on steril
Kriteria :
lingkungan kotor
DO : tali pusat masih Tali pusat kering banyak pengunjung
basah dengan tidak ada tanda- 2. Cuci tangan
bayi rooming in tanda infeksi sebelum dan sesudah Mencegah dan
menyentuh bayi dan memutuskan jalannya kuman
melakukan tindakan berpindah dari orang lain
3. Pertahankan hingga organisme tidak dapat
tindakan teknik aseptic masuk
dalam setiap tindakan Meminimalkan dan
membunuh bakteri, jamur dan
lain-lain untuk mencegah
4. Isolasikan bayi bila infeksi akibat infeksi
ada infeksi nasokomial.
5. pisahkan bayi yang Untuk mengurangi kontak
mengalami infeksi dengan dunia luar
6. rawat tali pusat Mengurangi resiko
dengan menggunakan penularan penyakit pada bayi
bethadin dan dibungkus lain.
dengan kasa steril Mencegah masuknya
kuman dan berkembangnya
bakteri
RENCANA KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TUJUAN RENCANA RASIONAL
KEPERAWATAN
3) Ketidakefektifan Termoregulasi suhu tubuh 1. Kurangi atau Kehilangan panas pada
termo regulasi B/D efektif dalam jangka waktu hilangkan sumber-sumber bayi terjadi sangat cepat,
kehilangan panas pada bayi peningkatan 1oC suhu tubuh
transisi deonatur 48 jam dengan Kriteria : a. Evapor akan kehilangan 12 CC/jam
terhadap lingkungan Bayi bisa adaptasi asi Dengan intervensi di atas
extra uterin ditandai dengan lingkungan Saat mandi siapkan maka dapat direncanakan
dengan lingkungan yang dengan baik hal-hal yang
Suhu tubuh tetap hangat perlu diperhatikan untuk
DO. Bayi Baru lahir normal 36,4oC 37oC
Rooming in Basuh dan keringkan mengurangi sumber-sumber
Temperatur bayi setiap bagian untuk kehilangan panas pada bayi
37oC mengurangi evaporasi
Batasi kontak dengan
pakaian atau selimut
basah
b. Konve
ksi
Hindari aliran udara
(pendingin, kipas,
jendela)
Hangatkan seluruh
barang-barang
perawatan (baju, sprey
dan lain-lain)
c. Radias
i
Kurangi benda-benda
di ruangan yang
menyerap panas
(logam)
Tempat tidur jauh dari
jendela
RENCANA KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TUJUAN RENCANA RASIONAL
KEPERAWATAN
2. Monitor suhu Fluktuasi suhu tubuh
tubuh bayi pada bayi sering terjadi
a. Jika Dengan mengenali suhu
suhu dibawah normal tubuh (panas/dingin) maka
Selimut dengan dua akan dapat dihindari
selimut terjadinya komplikasi
Pasang tutup jendela (Hipotermia/hipertermia)
Bila hipertermia lebih
dari 1 jam colaborasi
b. Jika
suhu diatas normal
Lepaskan selimut
Lepaskan tutup kepala
Bila lebih 1 jam
colaborasi Inkubator yang dikontrol
sesuai kebutuhan dan kondisi
3. Jika bayi dalam bayi
incubator, pertahankan suhu
incubator sesuai kondisi Mengetahui fungsi vital
bayi organ tubuh terutama
thermometer regulator suhu
4. Monitor tanda- tubuh
tanda vital bayi setiap 6 jam
RENCANA KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TUJUAN RENCANA RASIONAL
KEPERAWATAN
4) Potensial terhadap Peran menjadi orang 1. Berikan Untuk memudahkan
peningkatan menjadi tua menjadi optimal dorongan pada orang tua intervensi selanjutnya
orang tua ditandai untuk mengungkapkan
dengan perasaannya Agar ibu dan Bapak
Keluarga 2. Berikan dapat merawat anaknya
mempunyai anak informasi tentang : sesuai tingkat usia dan
dengan selang 2 a. Kebutuh perkembangannya secara
tahun an-kebutuhan maksimal
Bapak dan ibu kerja perkembangan sesuai sia Agar segera terbina
Anak diasuh b. Perilaku hubungan antara bayi dan
keluarga yang terjadi sesuai tingkat orang tua
usia
3. Berikan Untuk meningkatkan
dorongan pada orang tua pengetahuan orang tua agar
untuk ikut serta dalam secara maksimal dapat
perawatan seperti melakukan perawatan pada
memandikan bayi anaknya sesuai
4. memberikan kebutuhannya.
penyuluhan pada orang tua
tentang tugas penting dalam
perawatan bayi
memberi rasa aman dan
nyaman
kebutuhan akan
kesehatan
lingkungan fisik
kebutuhan fisiologis
bayi
TINDAKAN KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI PARAF
KEPERAWATAN
I 5 feb 2008
20.36 Mengusap kepala, wajah dan mulut serta lubang
hidung bayi pada saat kepala bayi sudah keluar dari
mulut rahim

20.40 Meletakkan bayi di perut ibu dengan posisi kepala


ektensi, kemudian memotong tali pusat

Mengobservasi tangisan bayi dan angka skor


Bayi segera menangis dengan kuat AS 8/10
TINDAKAN KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI PARAF
KEPERAWATAN
II 5- feb-2008
20.45 Mengkaji faktor-faktor yang dapat menyebabkan
infeksi
tindakan dilakukan dengan steril
lingkungan steril
pengunjung terbatas

Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat


bayi
Mensterilkan alat untuk bekerja beserta tindakan
Menyalinkan dan memonitor perawatan tali pusat
dengan baik
Menganjurkan agar tidak banyak orang yang
20.50 masuk membusuk
Membantu ibu memberikan ASI kepada bayinya
Membantu Ibu membersihkan buah dada dengan
21.00 air hangat
Menganjurkan pada keluarga untuk tetap menjaga
lingkungan untuk menghindari infeksi pada bayi
TINDAKAN KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI PARAF
KEPERAWATAN
III 5- feb-2008
20.37 Membawa dan membungkus bayi dengan cepat ke
tempat perawatan bayi
Menimbang dan mengukur bayi
BB 2200 gr & PB 45 cm
AVS Ekstrimitas lengkap bayi aktif
Merawat tali pusat dengan cepat dan tepat
Memonitor suhu tubuh
Suhu tubuh 37oC
20.47
Memberikan baju, gurita dan popok serta
menyelimuti bayi dengan selimut
21.05
Memberikan bayi kepada ibunya, untuk ditetek.
TINDAKAN KEPERAWATAN

DIAGNOSA
TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI PARAF
KEPERAWATAN
IV 5- feb -2008
21.30 Mendengarkan dengan seksama penjelasan orang
tua tentang perasaannya
Memberikan dorongan pada bapaknya untuk
membantu merawat bayinya.
Memotivasi keluarga untuk mempertahankan dan
meningkatkan potensi yang dimiliki keluarga
Memberikan penjelasan pada orang tua tentang
kebutuhan bayi saat itu.
Yaitu rasa aman, nyaman, psikolgis
EVALUASI

Tanggal/jam Evaluasi Paraf


5- feb -2008 S.
21.00 O. Tidak ada secret yang
menghalangi jalan nafas
Bayi segera menangis
AS 8/10
A. Masalah teratasi
P. Pertahankan Intervensi
6- feb -2008 S.
21.00 O. Tampak tali pusat baik dan
terbungkus dengan kasa
betadin.
Tanda-tanda infeksi tidak ada
A. Luka masih basah
P. Lanjutkan intervensi
7- feb -2008 S.
21.00 O. Suhu tubuh bayi 37oC
Bayi sudah diselimuti
Bayi berada di samping ibu
sambil menyusui.
A. Bayi dapat beradaptasi dengan
lingkungannya
P. Pertahankan Intervensi
8- feb -2008 S. Orang tua mengerti penjelasan
22.00 yang diberikan
O. Tampak kooperatif saat
diskusi
A. Orang tua mengerti dan tahu
tugasnya
P. Pertahankan Intervensi