Anda di halaman 1dari 8

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-

hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut Dr. H. Endang Danial AR., M.Pd
(2001:4) mengemukakan bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan
oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Apa yang dimaksud
dengan tata cara ilmiah? Yaitu suatu penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan,
teori dan data yang digunakan untuk memberikan alternatif pemecahan masalah. Menurut
Djuroto dan Bambang (2003:12-13) menguraikan karya tulis sebagai suatu tulisan yang
membahas suatu masalah, pembahasan masalah tersebut dilakukan berdasarkan penyelidikan,
pengamatan, pengumpulan data dari suatu penelitian baik penelitian lapangan, laboratorium
atau studi pustaka.
Dalam karya ilmiah memiliki beberapa gaya penulisan antara lain gaya penulisan
deskripsi, merupakan gambaran tertulis yang mana penulis berusaha menggambarkan detail
benda-benda atau gelaja yang terjadi dalam bentuk kata-kata; gaya penulisan berbentuk
narasi, merupakan jenis gaya penulisan yang menyajikan suatu rangkaian cerita dari suatu
kejadian; gaya penulisan ekspose atau penjabaran, gaya penulisan jenis ini menjelaskan dan
menafsirkan fakta dan gejala yang timbul dari suatu kejadian; dan gaya penulisan
argumentasi, gaya penulisan jenis ini mengemukakan fakta pendukung dari penulis dengan
menyajikan alasan-alasan.
Karya ilmiah dapat berupa tema apa saja, misalkan mengangkat tema tentang bahaya
narkoba, pengelolaan sampah yang baik, pencemaran lingkungan, polusi udara yang
disebabkan asap pabrik, bahaya merokok dan masih banyak tema lagi yang bisa diangkat
untuk menjadi karya ilmiah. Tapi apakah sebenarnya tujuan dari karya tersebut? Tujuan-
tujuannya antara lain sebagai berikut:

1. Untuk menyampaikan ide, maksudnya pokok permasalahan yang ada agar lebih
mudah dipahami oleh pembaca maka penulis karya ilmiah membuat dalam bentuk
karya ilmiah tersebut.

2. Untuk melatih kemampuan menulis,

3. Sebagai tradisi ilmiah, maksudnya dalam pendidikan di bangku kuliah sering


mendapat tugas untuk membuat karya ilmiah yang mana memiliki suatu kebanggaan
tersendiri.

4. Sebagai tugas akhir, dalam pendidikan di universitas karya ilmiah juga menjadi salah
satu syarat kelulusan. Seperti pada skripsi untuk S1, Tesis untuk S2 dan Disertasi
untuk mahasiswa S3.

5. Digunakan untuk menunjukkan eksistensi dari penulis tersebut melalui karya ilmiah
yang dihasilkan.
Berikut adalah contoh judul karya ilmiah :

1. Pemberdayaan Penambangan Emas Skala Kecil. Studi Kasus : Kecamatan Salopa,


Tasikmalaya. Karya: Aryo P. Wibowo, Budi Sulistianto, Arief Sudarsono, Totok
Darijanto, Sudarto N.

2. Studi Perbandingan Kebijakan Mineral Beberapa Negara Dan Kebijakan Mineral


Dalam Hukum Pertambangan Indonesia. Karya: Rudianto Ekawan, Aryo P. Wibowo,
Buha Edyson.
3. Estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari Usaha Pertambangan
Bauksit PT. Aneka Tambang Di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sangatta, Propinsi
Kalimantan Barat. Karya: Aryo P. Wibowo, Siti S.N., Novery N.

4. Mineral Resources-Based Regional Development A Challenge For Less Developed


Country. Karya: Aryo P. Wibowo, Rudy Sayoga Gautama.

5. Optimasi Penentuan Jumlah Alat Angkut Batubara Dari PIT Ke Chruster Dengan
Menggunakan Teori Antrian. Karya: Budi Sulis

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang
memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau
sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh
masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau
simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah
tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian
selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya
ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya
merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara
itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran
ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para
pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan
kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan
penelitian.

Daftar isi
1 Tujuan Karya Ilmiah

2 Manfaat Karya Ilmiah

3 Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

o 3.1 Bagian Pembuka

o 3.2 Bagian Isi

3.2.1 Pendahuluan

3.2.2 Pembahasan

3.2.3 Metodologi penelitian


3.2.4 Hasil Penelitian

3.2.5 Penutup

o 3.3 Bagian penunjang

4 Pranala luar

Tujuan Karya Ilmiah


Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam
bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.

Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi


konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen)
pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah
penyelesaian studinya.

Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi
pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat
membacanya.

Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam


menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang
bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.

Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat Karya Ilmiah


Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;

Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;

Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;

Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;

Memperoleh kepuasan intelektual;

Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;

Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya


Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan
yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil
pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut
metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan
isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.Eko
Susilo, M. 1995:11 Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain : -
Memberi penjelasan - Memberi komentar atau penilaian - Memberi saran -
Menyampaikan sanggahan - Membuktikan hipotesa Karya ilmiah adalah suatu
karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk
ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat
metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan
sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya. Bila fakta yang disajikan
berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta
ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis
tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang
disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar
tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya
tulis non ilmiah. Manfaat Karya Ilmiah -Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi
penulis adalah berikut: -Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca
yang efektif; -Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
-Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan; -Meningkatkan pengorganisasian
fakta/data secara jelas dan sistematis; -Memperoleh kepuasan intelektual;
-Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan; -Sebagai bahan acuan/penelitian
pendahuluan untuk penelitian selanjutnya Sistematika Penulisan Karya Ilmiah:
Bagian Pembuka - Cover - Halaman judul. - Halaman pengesahan. - Abstraksi. -
Kata pengantar. - Daftar isi. - Ringkasan isi. Bagian Isi Pendahuluan - Latar
belakang masalah. - Perumusan masalah. - Pembahasan/pembatasan masalah. -
Tujuan penelitian. - Manfaat penelitian. Kajian teori atau tinjauan kepustakaan -
Pembahasan teori - Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan - Pengajuan
hipotesis Metodologi penelitian - Waktu dan tempat penelitian. - Metode dan
rancangan penelitian - Populasi dan sampel. - Instrumen penelitian. -
Pengumpulan data dan analisis data. Hasil Penelitian - Jabaran varibel penelitian.
- Hasil penelitian. - Pengajuan hipotesis. - Diskusi penelitian, mengungkapkan
pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya. Bagian penunjang - Daftar
pustaka. - Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian. - Daftar Tabel
CONTOH KARYA ILMIAH Kata Pengantar Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat
Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi
kesempatan untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia InI. Tidak
lupa juga Saya capkan terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ibu
NURLELA yang telah membimbing Saya agar dapat mengerti tentang bagaimana
cara menyusun karya tulis ilmiah Ini. Karya Ilmiah Ini disusun agar pembaca
dapat memperluas ilmu tentang Bahayanya Narkoba, yang Saya sajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh Saya
dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri Saya maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan
dari Tuhan akhirnya Karya Ilmiah ini dapat terselesaikan. semoga Karya Ilmiah
Saya Dapat bermanfaat bagi Para Mahasiswa, Pelajar, Umum Khususnya pada
diri saya sendiri dan semua yang membaca Karya Tulis Saya ini, Dan Mudah
mudahan Juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca .
Walaupun Karya Ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon
untuk saran dan kritiknya. Terima kasih Penulis Artikel M.Suteja DAFTAR ISI BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang B.
Identifikasi Masalah C.
Tujuan. D.
Metode BAB II PEMBAHASAN A.
Upaya Pencegahan BAB III PENUTUP A.
Kesimpulan B.
Saran Bahanya Narkoba
|.Pendahuluan A.Latar Belakang Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui
secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu.
Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba
dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya. Mitra muda, tak dapat
dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti
manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman
dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor
terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba. Manusia yang taat
beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan
mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun
menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah
tidak mungkin bertemu dengan jalan setan. Bahaya bagi pelajar Di Indonesia,
pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba
itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut
ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi
narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena
kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan
pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika
pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah
menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami
ketergantungan. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau
remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut: Perubahan dalam sikap, perangai
dan kepribadian, Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai
pelajaran, Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, Sering menguap,
mengantuk, dan malas, Tidak memedulikan kesehatan diri, Suka mencuri
untuk membeli narkoba. Berikut Jenis-jenis Narkoba Dan Apa Saja Bahya-
Bahayanya 1. Opium Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya.
Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau
dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh
dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga
mengeluarkan getah putih yang lengket. Pada mulanya, pengonsumsi opium
akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini
tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami
gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma. Jika seseorang
ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan
mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam
dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa
memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan
layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya
mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut. 2. Morphine Orang
yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan
kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya.
Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase
(kenikmatan) yang sama. Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan
pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan
mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan
kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat
pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma
yang berujung pada kematian. 3. Heroin Bahan narkotika ini berbentuk bubuk
kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi
bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan
ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan
mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika
demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk
menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk
mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan.
Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk
melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat
penghentian pemakaian. Pecandu heroin lambat laun akan mengalami
kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa
tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga
menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat.
Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan
pecandu heroin mencapai 40%. 4. Codeine Codeine mengandung opium dalam
kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan
pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi
penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam
beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan. 5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di
pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain
dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput
lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain
berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan
terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan
geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni
menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi
sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan
ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak
menyebabkan ketagihan psikis. Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan
anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga
Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka
pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun
beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga
halusinasi. 6. Amfitamine Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta
medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa
mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu
ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama
beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan
ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga
mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan. Kecanduan
obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan
ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa
kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan)
obat ini adalah obat yang disebut captagon. Obat ini banyak dikonsumsi oleh
para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya
sangat ketat dan hati-hati. 7. Ganja Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya
mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan
konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting
yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC). B. Identifikasi
Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, masalah masalah yang muncul
dapat di identifikasi sebagai berikut : 1. Banyaknya masyarakat belum
mengetahui bahayanya narkoba. 2. Banyaknya masyarakat belum memiliki
pemahaman tentang bahaya narkoba. 3. Banyaknya masyarakat belum memiliki
konsep hidup sehat. C. Tujuan Penulisan karya tulis ini bertujuan : 1. Agar
Banyaknya masyarakat dapat mengetahui bahayanya narkoba. 2. Agar
Banyaknya masyarakat dapat mengetahui pemahaman tentang bahaya narkoba.
3. Agar Banyaknya masyarakat memiliki konsep hidup sehat. D. Metode Metode
Yg Digunakan Dalam Penulisan Ini AdalahMetode Secara Langsung. metode ini
mengkaji berbagai referensi tentang bahayanya narkoba. II. Pembahasan
A.Upaya Pencegahan Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk
mencegah peredaran narkoba. cara tersebut antara lain : Mengadakan
pengawasan yang ketat terhadap barang barang yang masuk. Memberikan
hukuman yang berat terhadap pengedar dan pemakai narkoba. melakukan
kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang
bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan
perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang
ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran
(transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah
penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada
siswa. Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan
keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat. Meningkatkan peran
keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat
besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan bahwa
anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang
berantakan (broken home). Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah
haram sebagaimana haramnya Babi dan berbuat zina. Meningkatkan peran
orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan Ibu, di Sekolah
oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat
serta aparat penegak hukum III. Penutup A. Kesimpulan Berdasarkan
pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1)
Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba 2) Upaya
pemerintah memberikan penyuluhan tentang penyebaran narkoba 3) Narkoba
adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang
bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk 4) Narkoba
adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan
ketentraman umu. 5) Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada
tubuh baik secara fisik maupun psikologis. B. Saran 1. Hendaknya masyarakat
peduli tentang kesehatan 2. Pemerintah hendaknya segera mencari solusi agar
penyebaran narkoba tidak terjadi lagi 3. Hendaknya Pihak sekolah harus
melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena
biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan
sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus
lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-
anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan
keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun,
akhirnya mereka jalani. Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik,
pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya
narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan
berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari
bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi
yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan
baik. sumber: http://tejahtc.blogspot.com/2011/02/contoh-karya-ilmiah-tentang-
bahayanya.html http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah Nama : Dzikri Andika
Kelas: 3EB22 NPM : 22210233