Anda di halaman 1dari 5

Akhir-akhir ini, sering kita mendapat berita tentang banyaknya bencana alam,

naiknya permukaan air laut dan berbagai macam penyakit manusia. Efek rumah
kaca, begitu para pakar lingkungan menyebut akan fenomena alam tersebut.
Berbagai konferensi tingkat dunia pun banyak digelar untuk menanggulangi
permasalahan efek rumah kaca ini agar tak semakin memburuk. Apa itu efek rumah
kaca, apa penyebabnya dan bagaimana mencegahnya ?

Efek rumah kaca sebenarnya adalah istilah yang didapatkan dari pengalaman para
petani saat mereka menanam sayur-sayuran dan biji-bijian di dalam rumah kaca
atau green house. Pada siang hari, suhu di dalam green house tersebut menjadi lebih
tinggi dibandingkan dengan suhu diluar. Hal ini dikarenakan, sebagian panas sinar
matahari diserap oleh tanaman dan tanah di dalam green house dan sebagian lagi
dipantulkan dalam bentuk sinar infra merah. Sinar infra merah ini tidak bisa
menembus keluar green house sehingga terjebak di dalam green house,
menyebabkan suhu di dalam meningkat, menjadi lebih panas daripada suhu di luar
green house. Dengan demikian bisa dikatakan efek rumah kaca adalah pemanasan
suatu benda langit atau angkasa yang disebabkan kondisi dan komposisi
atmosfernya.

Penyebab Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca disebabkan oleh naiknya konsentrasi gas-gas pemicu efek rumah
kaca, yang diantaranya adalah :

Karbondioksida
Karbondioksida adalah senyawa kimia dalam bentuk gas yang dihasilkan dari proses
pembakaran bahan bakar fosil, batu bara serta bahan organik lainnya. Tingginya
konsentrasi karbondioksida yang dihasilkan, dapat melampaui kemampuan laut
maupun tumbuhan untuk menyerapnya. Hal ini menjadi salah satu pemicu adanya
efek rumah kaca.

Hidrokarbon metana
Hidrokarbon metana adalah gas yang dilepaskan selama proses transportasi dan
proses produksi gas alam, batu bara dan minyak bumi. Metana adalah komponen
utama dari gas alam sehingga termasuk dalam pemicu efek rumah kaca.
Nitrogen oksida
Nitrogen oksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, dan juga dari lahan
pertanian. Nitrogen oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen yang
bertemu di udara saat terjadi pembakaran, yang biasanya terjadi dalam suhu tinggi.
Contoh proses penghasil nitrogen oksida adalah padatnya lalulintas, sehingga gas ini
termasuk dalam pemicu efek rumah kaca. Selain gas-gas tersebut diatas gas-gas lain
juga dapat menyebabkan efek rumah kaca, seperti belerang dioksida dalam proses
produksi baterai, deterjen, pupuk, dan bubuk mesiu, serta klorofluorescent (CFC)
dalam produk-produk semprot atau spray seperti obat nyamuk semprot, dan
pewangi ruangan semprot.

Dampak Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca bagi lingkungan menyebabkan perubahan negatif, seperti naiknya
permukaan air laut, perubahan iklim ekstrim, terganggunya hutan dan ekosistem
lainnya, pemanasan global, terjadi fenomena kekeringan dan gagal panen,
berkurangnya kemampuan bumi dalam menyerap karbondioksida dan munculnya
berbagai wabah penyakit.

Pencegahan Efek Rumah Kaca


Mengingat bahaya-bahaya yang bisa terjadi dari efek rumah kaca, berbagai cara telah
ditemukan antara lain, memelihara dan menanam tumbuhan lebih banyak lagi,
dengan kata lain mencegah pembalakan liar di hutan- hutan. Tumbuhan akan
menyerap karbondioksida dalam proses fotosintesis, memecahnya dan menyimpan
karbon di kayunya. Sebagai hasil dari fotosintesis, tumbuhan akan menghasilkan dan
melepaskan oksigen / O2 ke udara, sehingga udara menjadi sejuk.
Di bidang internasional, telah dibentuk konvensi Protokol Kyoto sebagai upaya
untuk menanggulangi efek rumah kaca. Protokol Kyoto memerintahkan negara-
negara di dunia untuk berkomitmen mengurangi emisi gas karbondioksida serta
kelima gas lainnya penyebab efek rumah kaca. Efek rumah kaca menjadi hal yang
tidak bisa kita hindari dalam jaman kita yang semakin bertambah maju. Namun
bersama-sama kita bisa meminimalkan efek rumah kaca terhadap lingkungan bumi
tempat tinggal kita dengan kesadaran yang tinggi dengan hidup ramah lingkungan,
dan menjadikan gaya hidup green living sebagai gaya hidup kita yang baru. Dengan
menanam tumbuhan lebih sering dan lebih banyak kita telah ikut membantu dan
menjaga kelestarian alam bumi kita tercinta ini
Dampak dari Pemanasan Global Terjadinya Perubahan Iklim Di Hongaria, kepala Departemen Medis Ferenc
Falus mengungkapkan bahwa tercatat sekitar 500 orang tewas akibat gelombang udara panas yang melanda
sepanjang 22 juli 2009. di Rumania akibat serangan gelombang udara panas menyebabkan35 orang tewas suhu
mencapai 44C -46C. Juga menyerang Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, dan negara Eropa lainnya. Kekeringan
yang hebat sehingga gagal panen. Wilayah pesisir timur AS mencapai 39,45C memanggang beberapa kota di
washington, Richmon, Virginia, Philadelpia, bahkan ada yang meninggal, (CNN 7 juli 2010) menyerang negara
bagian Utah, Las Vegas, Nevada dan California. Penyebabnya adalah meningkatnya Efek Gas Rumah Kaca di
atmosfir, bumi dipengaruhi oleh panas yang berada didalamnya yang berasal dari radiasi panas sinar matahari.
Untuk sampai permukaan bumi sinar merambat lewat atmosfir. Sebagian dipantulkan ke ruang angkasa dan
permukaan bumi dan sebagian di serap oleh bumi. Pemanasan global dan perubahan iklim telah mengakibatkan
anomali cuaca serta pola hujan yang berubah ubah dan sulit diprediksi. Dampaknya mengancam kehidupan,
kenaikan permukaan air laut akibat gletser mencair dan melelehnya lapisan es di Artik dan Antartika. Mencairnya
gletser mengancam ketersediaan air bersih dan meningkatnya permukaan air laut di dunia.selama musim panas
2002 pencairan es dikutub Greenland pulau terbesar di dunia yang 80% wilayahnya tertutup es, 2008 pencairan
es di greenland semakin besar. Lapisan es yang menghilang 1,2 juta kilometer persegi! Perubahan iklim juga
menyentuh tanah air, kelautan, kehutanan, pangan dan kesehatan, kenaikan permukaan air laut telah
menyebabkan 24 pulau kecil di indonesia menghilang, tersebar di 8 provinsi, 10 kabupaten dan 12 kecamatan.
Pakar perubahan iklim dari institut Teknologi Bandung2050 nanti diperkirakan 750 1000 pulauindonesia akan
tenggelam. Kenaikan permukaan air laut juga menenggelamkan persawahan, kondisi ini akan menyebabkan
para petani kehilangan pekerjaan dan turunnya produksi padi. Perubahan iklim musim kemaru lebih panjang dari
musim hujan. Evaluasi BKMG fenomena el nino faktor utamanya. Peristiwa kemarau panjang yang membakar
hutan indonesia waktu 1982-1983, 1987, 1991, 1994, 1997.hutan tropis indonesia, lembah amazon dan
belantara kongo merupakan paru paru dunia. Meskipun kemarau panjang tetapi curah hujan yang ditimbulkan
tetap tinggi la nina curah hujan tinggi menyebabkan banjir yang meredam jakarta 2002 dan 2006. mewabahnya
DBD dan malaria di tanah air.Kenaikan suhu menyebabkan bionomik nyamuk, suhu meningkat dan kelembaban
tertentu nyamuk semakin bringas. Tanda tanda alam itu sesungguhnya menunjukkan bahwa planet kita
mengalami proses kerusakan yang menuju kepada kehancuran. Semua akibat ulah manusia, yang berbalik
mengancam kehidupan manusia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/juliana.m/dampak-dari-pemanasan-global-terjadinya-perubahan-
iklim_550d929ca333119a1e2e41c9