Anda di halaman 1dari 24

LAMPIRAN VIII

PERATURAN DAERAH SOLOK

NOMOR : 1 Tahun 2013

TANGGAL : 24 Maret 2013

KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI WILAYAH KABUPATEN SOLOK

Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
A Kawasan Lindung
1 Kawasan Hutan kawasan hutan yang memiliki 1. Boleh dilakukan kegiatan lain yang bersifat komplementer terhadap

Lindung sifat khas yang mampu fungsi hutan lindung sebagaimana ditetapkan dalam KepmenHut

memberikan perlindungan Nomor 50 tahun 2006.

kepada kawasan sekitar 2. Boleh dilakukan kegiatan wisata alam tanpa merubah bentang

maupun bawahannya sebagai alam.

pengatur tata air, pencegah 3. Dilarang melakukan kegiatan yang berpotensi mengurangi luas

banjir dan erosi serta kawasan hutan dan tutupan vegetasi.

memelihara kesuburan tanah 4. Kegiatan pertambangan di kawasan hutan lindung masih


49
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
diperkenankan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian

Kehutanan dan sepanjang tidak dilakukan secara terbuka, dengan

ketentuan dilarang mengakibatkan :

a. Turunnya permukaan tanah;

b. Berubahnya fungsi pokok kawasan hutan secara permanen;

c. Terjadinya kerusakan akuiver air tanah.

5. Penggunaan kawasan hutan untuk hutan produksi dan hutan

lindung, dilakukan tanpa mengubah fungsi pokok kawasan hutan

dengan mempertimbangkan batasan luas & jangka waktu tertentu

serta kelestarian lingkungan.

6. Pembangunan prasarana wilayah yang harus melintasi hutan

lindung dapat diperkenankan dengan ketentuan :

a. Prasarana untuk pencegahan dan penanggulangan bencana

alam banjir, tanah longsor, letusan gunung api, lahar dingin,


dan potensi bencana lainnya.

50
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
b. Pembangunan pos posa keamanan pada titik titik tertentu

sesuai kebutuhan pengamanan lalu lintas dan pencegahan

perambahan hutan.

c. Tidak menyebabkan terjadinya perkembangan pemanfaatan

ruang budidaya di sepanjang jaringan prasarana tersebut.

d. Mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan.


2 Kawasan Lindung yang Memberikan Perlindungan Kawasan Bawahannya
kawasan resapan air kawasan yang mempunyai 1. Dalam kawasan resapan air tidak diperkenankan adanya kegiatan

kemampuan tinggi untuk budidaya.

meresapkan air hujan dan 2. Permukiman yang sudah terbangun di dalam kawasan resapan air

sebagai pengontrol tata air sebelum ditetapkan sebagai kawasan lindung masih diperkenankan

permukaan. Kawasan ini namun harus memenuhi syarat :

difungsikan untuk meresapkan a. KDB maksimum 20% dan KLB maksimum 40%

dan menyimpan air hujan pada b. Perkerasan permukaan menggunakan bahan berdaya serap air

waktu musim hujan yang tinggi.

menjadi cadangan pada musim 3. Dalam kawasan resapan air, wajib dibangun sumur-sumur resapan

51
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
kemarau. sesuai ketentuan yang berlaku
3 Kawasan Perlindungan kawasan perlindungan setempat 1. Sempadan Sungai:

Setempat meliputi kawasan sempadan


a. Dalam kawasan sempadan sungai, jenis
pantai, sempadan sungai,
pemanfaatannya untuk RTH.
kawasan sekitar danau atau

waduk, kawasan sekitar mata b. Tidak diperkenankan ada kegiatan

air, dan kawasan lindung budidaya yg mengakibatkan terganggunya fungsi sungai.

spiritual dan kearifan lokal c. Pendirian bangunan dibatasi hanya


lainnya. untuk menunjang fungsi taman rekreasi terbuka dan fungsi

pengamanan sempadan.

d. Diperkenankan dibangun prasarana

wilayah dan utilitas lainnya dengan ketentuan :

1) Tidak menyebabkan terjadinya perkembangan pemanfaatan

ruang budidaya di sepanjang pinggir sungai dalam wilayah

52
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
sempadan sungai.

2) Dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

2. Kawasan sekitar danau/waduk:

a. Tidak diperkenankan dilakukan

kegiatan budidaya yang dapat merusak fungsi danau/waduk,

kecuali untuk pembangunan/pengembangan PLTA yang

memanfaatkan air dari danau

b. Diperkenankan dilakukan kegiatan

penunjang pariwisata alam sesuai ketentuan yang berlaku

c. Pendirian bangunan dibatasi hanya

untuk menunjang fungsi taman rekreasi terbuka dan fungsi

pengamanan sempadan danau

53
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
3. Sempadan mata air :

a. Tidak diperkenankan ada kegiatan

budidaya yang dapat merusak mata air.

b. Diperkenankan dilakukan keg

penunjang pariwisata alam sesuai ketentuan.

c. Tidak diperkenankan kegiatan budidaya

terbangun di dalam kawasan sekitar mata air dalam radius 200

meter.

d. Tidak diperkenankan melakukan

pengeboran air bawah tanah pada radius 200 meter di sekitar

mata air.

54
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
4. Ruang Terbuka Hijau (RTH):

a. Dalam kws lindung, kawasan RTH tidak

diperkenankan dialihfungsikan.

b. Diperkenankan pemanfaatan ruang

untuk kegiatan kuburan, hutan, dan rekreasi terbuka.

c. Pendirian bangunan dibatasi hanya

untuk bangunan penunjang kegiatan pertanian, kuburan, dan

rekreasi terbuka.

d. Dalam kawasan ruang terbuka hijau

masih diperkenankan dibangun fasilitas pelayanan sosial secara

terbatas.

4 Kawasan Suaka Alam, kawasan ini meliputi kawasan 1. Kawasan suaka alam & cagar alam:

55
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
Pelestarian Alam dan suaka alam, kawasan suaka a. tidak diperkenankan dilakukan kegiatan budidaya yang

Cagar Budaya alam perairan lainnya, suaka mengakibatkan menurunnya fungsi kawasan suaka alam.

margasatwa, taman nasional,


b. boleh/diperkenankan dilakukan kegiatan penelitian,
taman hutan raya, taman
wisata alam dan kegiatan berburu yang tidak mengakibatkan
wisata, kawasan cagar budaya
penurunan fungsi kawasan.
dan ilmu pengetahuan
c. Boleh/ diperkenankan pembangunan prasarana wilayah,

bangunan penunjang fungsi kawasan dan bangunan pencegah

bencana alam .

2. Taman nasional:

a. Dilarang ada keg. budidaya yang menyebabkan menurunnya

fungsi kawasan.

b. Dalam kawasan taman nasional dilarang dilakukan penebangan

pohon dan perburuan satwa yang dilndungi undang-undang.

56
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
c. Dalam kawasan taman nasional masih diperbolehkan dilakukan

kegiatan penelitian dan wisata alam sepanjang tidak merusak

lingkungan.

d. Dalam kawasan taman nasional masih diperbolehkan dilakukan

pembangunan prasarana wilayah sepanjang tidak merusak atau

mengurangi fungsi kawasan.

5 Kawasan Rawan kawasan bencana alam 1. Kawasan permukiman yg sudah terbangun di dalam kawasan

Bencana Alam dibedakan menjadi kawasan rawan bencana alam harus dibatasi dan diterapkan building code;
rawan tanah longsor, kawasan dilengkapi jalur evakuasi.
rawan gelombang pasang, dan 2. Penentuan lokasi dan jalur evakuasi dari permukiman penduduk.

kawasan rawan banjir 3. Masih dapat dilakukan pembangunan prasarana penunjang untuk

mengurangi resiko bencana alam & early warning system.

4. Masih diperkenankan adanya keg budidaya lain seperti pertanian,

57
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
perkebunan dan kehutanan serta bangunan untuk mengurangi

resiko akibat bencana alam


6 Kawasan Lindung merupakan kawasan yang 1. Untuk kawasan yang termasuk ke dalam kawasan rawan bencana

Geologi memiliki keunikan baik dari letusan gunung api (Gn Talang),yaitu pada cincin/ring ke 1 dan ke

jenis bebatuan, bentang alam, 2 tidak diperkenankan sama sekali untuk kegiatan permukiman.

proses geologi maupun kawasan a. Ring 1, merupakan kawasan yang selalu terancam aliran lava,

imbuhan air tanah, yang terdiri gas beracun, dan kemungkinan terkena aliran lava panas

dari kawasan cagar alam geologi, b. Ring 2, merupakan kawasan yang selalu terancam lontaran batu

kawasan rawan bencana alam (pijar) dan hujan abu lebat

geologi, dan kawasan yang 2. Tidak diperkenankan adanya kegiatan budidaya permukiman.

memberikan perlindungan 3. Permukiman yang sudah terlanjur terbangun pada kws rawan

terhadap air tanah. bencana geologi harus mengikuti building code yang sesuai dengan

potensi bencana geologi dan dibangun jalur evakuasi.

4. Untuk kawasan yang masuk dalam Kawasan Bahaya I yaitu bahaya

letusan gunung api, tidak diperkenankan sama sekali untuk

kegiatan permukiman.
58
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
5. Pada kawasan bencana alam geologi budidaya permukiman dibatasi

dan bangunan yang ada harus mengikuti ketentuan bangunan

pada kawasan rawan bencana alam geologi.

6. Diperkenankan dilakukan budidaya pertanian, perkebunan dan

kehutanan.

5. Pada kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah

tidak diperkenankan adanya bangunan terkecuali bangunan yang

terkait dengan sistem jaringan prasarana wilayah dan pengendali

air.

7. Dalam kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah

masih diperkenankan budidaya pertanian, perkebunan dan

kehutanan secara terbatas.

B Kawasan Budidaya
1 Kawasan Peruntukan Kawasan budidaya hutan 1. Pemanfaatan hasil hutan dibatasi untuk menjaga kestabilan neraca

59
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
Hutan Produksi produksi, dibedakan menjadi sumberdaya hutan.

hutan produksi terbatas, hutan 2. Kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi dapat

produksi tetap, hutan produksi dialihfungsikan untuk kegiatan lain di luar kehutanan setelah

yang dapat dikonversi potensi hutan tersebut dimanfaatkan dan sesuai peraturan

perundangan yang berlaku.

3. Dalam kawasan hutan produksi, pembatasan pendirian bangunan

hanya untuk menunjang kegiatan pengamanan kawasan dan

pemanfaatan hasil hutan.

4. Diperbolehkan dirubah fungsi menjadi hutan berfungsi lindung,

sesuai ketentuan berlaku.

5. Pada kawasan hutan rakyat, diperkenankan untuk pemanfaatan

campuran dengan fungsi lain diantaranya perkebunan dan atau

pertanian lahan kering serta hortikultura.

6. Diperbolehkan dibangun prasarana untuk kepentingan


pemanfaatan hasil hutan dan pencegahan serta penanggulangan

60
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
bencana.
2 Kawasan Hutan Kawasan hutan rakyat adalah 1. Pemanfatan lahan di kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk

Rakyat hutan yang tumbuh di atas kegiatan hutan rakyat yang dimungkinkan untuk berlokasi pada

tanah yang dibebani hak milik peruntukan lahan kawasan perkebunan, dan atau kawasan

atau ulayat (adat) baik secara pertanian lahan basah dan kawasan pertanian lahan kering dan

perseorangan/kelompok atau holtikultura.

badan hukum sehingga secara 2. Diperbolehkan dibangun prasarana untuk kepentingan


keseluruhan merupakan pemanfaatan hasil hutan dan pencegahan serta penanggulangan
persekutuan hidup hayati bencana.
beserta lingkungannya.
3 Kawasan kawasan peruntukan pertanian 1. Kawasan Pertanian Lahan Basah:

Peruntukkan mencakup kawasan pertanian a. Pada kawasan budidaya pertanian lahan basah perkenankan

Peruntukkan lahan basah, pertanian lahan adanya bangunan prasarana wilayah dan bangunan yang bersifat

Pertanian kering dan holtikultura. mendukung kegiatan pertanian lahan basah.

b. Dalam kawasan pertanian lahan basah diperkenankan

dimanfaatkan sebagai kegiatan perikanan.

61
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
c. Dalam kawasan pertanian masih diperkenankan dilakukan

kegiatan wisata alam secara terbatas, penelitian dan pendidikan.

2. Kawasan Pertanian Lahan Kering

a. Pada kawasan budidaya pertanian lahan kering perkenankan

adanya bangunan prasarana wilayah dan bangunan yang bersifat

mendukung kegiatan pertanian lahan kering.

b. Diperbolehkan pemanfaatan untuk permukiman, peternakan,

dan industri.

c. Pengembangan sarana dan prasarana wisata agro secara

terbatas.

d. Pengembangan sarana dan prasarana industri agro.

e. Dapat dimanfaatkan untuk fungsi perkebunan rakyat.


4 Kawasan Pengembangan kawasan 1. Tidak diperkenankan penanaman jenis tanaman perkebunan yang

Peruntukkan perkebunan diarahkan dengan bersifat menyerap air dalam jumlah banyak, terutama kawasan

Perkebunan pemanfaatan potensi lahan yang perkebunan yang berlokasi di daerah hulu/kawasan resapan air.

memiliki kesesuaian untuk 2. Kawasan perkebunan yang dikelola perusahaan besar tidak
62
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
perkebunan, berada pada diperkenankan merubah jenis tanaman perkebunan yang tidak

kawasan budidaya, dan sesuai dengan perizinan yang diberikan.

menghindarkan timbulnya 3. Dalam kawasan perkebunan diperkenankan untuk dimanfaatkan

konflik pemanfaatan lahan sebagai hutan rakyat.

dengan kawasan lindung, 4. Dalam kawasan perkebunan besar dan perkebunan rakyat

kawasan hutan produksi tetap diperkenankan adanya bangunan yang bersifat mendukung

dan produksi terbatas, kawasan keg.perkebunan dan jaringan prasarana wilayah untuk kepentingan

industri, dan kawasan pemanfaatan hasil perkebunan serta untuk kepentingan

permukiman pencegahan dan penanggulangan bencana.

5. Diversifikasi tanaman perkebunan dapat dilaksanakan selama

persyaratan teknis dipenuhi.


5 Kawasan Kawasan perikanan meliputi 1. Pada kawasan budidaya perikanan perkenankan adanya bangunan

Peruntukkan perikanan tangkap dan prasarana wilayah dan bangunan yang bersifat mendukung

Perikanan budidaya perikanan. Untuk kegiatan perikanan;


wilayah Kabupaten Solok hanya 2. Pada kawasa budidaya perikanan diperbolehkan pengembangan

terdapat Kawasan perikanan sarana dan prasarana perikanan.


63
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
budidaya 3. Pembatasan pemanfaatan sumber daya perikanan tidak melebihi

potensi lestari.

4. Pada kawasan perikanan yang juga dibebani fungsi wisata,

pengembangan perikanannya tidak boleh merusak/mematikan

fungsi pariwisata.

5. Pemanfaatan kawasan perikanan tidak boleh mengakibatkan

pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan lainnya.


6 Kawasan Kawasan pertambangan 1. Kegiatan pertambangan dibatasi untuk mencegah dampak

Peruntukkan dibedakan atas: kws mineral lingkungan yang merugikan bagi lingkungan hidup biotik dan

Pertambangan &batubara; minyak dan gas abiotik di dalamnya maupun disekitarnya.

bumi; kawasan panas bumi, 2. Pengharusan penjaminan segi-segi keselamatan pekerja dan

serta air tanah di kawasan keamanan lingkungan dalam penyediaan peralatan dan

pertambangan pelaksanaan kegiatan penambangan.


3. Pengharusan pemulihan rona bentang alam pasca penambangan,

sesuai ketentuan yang berlaku bagi kawasan pertambangan.


64
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
4. Pengembangan kawasan permukiman pendukung kegiatan

pertambangan, harus diintegrasikan dengan pengembangan pusat

pusat kegiatan sesuai rencana pengembangan struktur ruang

wilayah kabupaten.

5. Tidak diperkenankan membangun kawasan permukiman eksklusif

dalam kawasan pertambangan yang tidak diintegrasikan dengan

rencana struktur ruang kabupaten.


7 Kawasan 1. Pemanfaatan kawasan industri diprioritaskan

Peruntukkan Industri untuk mengolah bahan baku lokal menggunakan potensi sumber

daya alam dan sumber daya manusia setempat.

2. Pemanfaatan kawasan industri untuk

menampung kegiatan aneka industri sesuai dengan karakteristik

kawasan.
3. Penyediaan sarana dan prasarana kawasan

industri siap bangun.


65
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
4. Diperbolehkan pengembangan kawasan

permukiman baru pada kawasan peruntukan industri, dengan

pembatasan hanya untuk permukiman yang menunjang kegiatan

industri dan kegiatan buffer zone yang mampu meminimkan

dampak bagi warga di kawasan permukiman dari kecelakaan

industri.

5. Diperbolehkan bagi permukiman penduduk

yang sudah terlebih dulu bermukim di kawasan peruntukan

industri, tetapi dengan pembatasan kegiatan agar tidak

mengakibatkan kecelakaan industri.


8 Kawasan Kawasan peruntukan pariwisata 1. Pemanfaatan potensi alam dan budaya

Peruntukkan adalah kawasan yang setempat sesuai daya dukung &daya tampung lingkungan yang

Pariwisata didominasi oleh fungsi tidak menyebabkan rusaknya kondisi alam terutama yang menjadi

kepariwisataan dapat mencakup obyek wisata alam.


sebagian areal dalam kawasan 2. Perlindungan situs warisan budaya setempat.

lindung atau kawasan budi daya 3. Pembatasan pendirian bangunan non-


66
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
lainnya di mana terdapat pariwisata pada kawasan efektif pariwisata.

konsentrasi daya tarik dan 4. Pengembangan sarana dan prasarana

fasilitas penunjang pariwisata. penunjang pariwisata.

5. Pengharusan penerapan ciri khas arsitektur

daerah setempat pada setiap bangunan hotel dan fasilitas

penunjang pariwisata.

6. Pengharusan penyediaan fasilitas parkir.

7. Dihimbau penggunaan tata busana adat

daerah pada petugas jasa pariwisata sesuai dengan jenis jasa yang

disediakan.
9 Kawasan Kawasan permukiman 1. Dalam kawasan permukiman dapat dimanfaatkan bagi kegiatan

Peruntukkan merupakan kawasan di luar pariwisata, perdagangan, jasa, industri, dan lahan kering..

Permukiman kawasan lindung yang 2. Pengharusan penerapan ketentuan tata lingkungan dan tata

digunakan sebagai lingkungan bangunan.

tempat tinggal atau lingkungan 3. Pengharusan penyediaan kelengkapan, keselamatan bangunan

hunian masyarakat yang berada dan lingkungan.


67
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
di wilayah perkotaan dan 4. Pengharusan penetapan jenis dan penerapan syarat-syarat

perdesaan, dengan penggunaan bangunan.

mempertimbangkan kelestarian 5. Pengharusan penyediaan kolam penampungan air hujan secara

lingkungan dan diupayakan merata di setiap bagian daerah yang rawan genangan air dan rawan

tidak melakukan peralihan banjir.

fungsi terhadap lahan pertanian 6. Pengharusan penyediaan fasilitas parkir bagi bangunan untuk

teknis. kegiatan usaha.

7. Kepadatan penghunian satu unit hunian untuk satu rumah

tangga dalam kawasan permukiman setinggi-tingginya sama dengan

standar kepadatan layak huni, tidak termasuk bangunan hunian

yang terletak di dalam kawasan permukiman tradisional.

8. Khusus untuk kawasan permukiman di Kawasan Perkotaan

Arosuka (termasuk pusat pemerintahan Arosuka) ditetapkan KDB

maksimum 40%.

C Kawasan Sekitar Sistem Prasarana Nasional dan Wilayah di Kabupaten

68
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
1 Sekitar Prasarana 1. Di sepanjang kws sekitar sistem jaringan jalan nasional, provinsi

Transportasi dan kabupaten tidak diperkenankan adanya kegiatan yang dapat

menimbulkan hambatan lalu lintas regional.

2. Di sepanjang kawasan sekitar sistem jaringan jalan nasional,

provinsi dan kabupaten tidak diperkenankan bangunan dalam

DAMIJA sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Bangunan di sepanjang kawasan sekitar sistem jaringan jalan

nasional, provinsi dan kabupaten harus memilki sempadan

bangunan yang sesuai dengan ketentuan setengah masing masing

jalan sesuai fungsi dan penetapan sempadannya.

4. Pada kawasan sekitar sistem prasarana jalan Nasional dan Provinsi

tidak diperbolehkan melakukan kegiatan isidential yang dapat

menggangu kelancaran arus lalu lintas regional kecuali untuk

kepentingan pembangunan jalan ataupun pembangunan prasarana


umum lainnya dengan izin sesuai ketentuan yang berlaku.

69
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
5. Pada kawasan sekitar prasarana jalan lokal primer maupun jalan

strategis kabupaten tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang

dapat menutup sebagian/seluruh jalan atau menghambat

kelancaran lalu lintas, kecuali untuk kegiatan kepentingan umum

dengan mendapatkan izin sesuai ketentuan berlaku.


2 Sekitar Prasarana 1. Pemanfaatan ruang pada daerah aliran sungai dengan tetap

Sumber Daya Air menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi lindung kawasan.

2. Pemanfaatan ruang daerah aliran sungai lintas kabupaten/kota,

termasuk daerah hulunya, yang dilakukan oleh kabupaten/kota

yang berbatasan harus selaras dengan arahan pola ruang wilayah.

3. Dilarang membangun bangunan maupun melakukan kegiatan

sekitar prasarana sumber daya air yang dapat mengganggu,

mencermarkan, dan merusak fungsi prasarana sumber daya air.


3 Sekitar Prasarana 1. Dilarang mendirikan bangunan dalam kawasan sempadan jaringan

Energi listrik SUTUT, SUTET, dan SUTM yang dapat mengganggu

keamanan jaringan listrik maupun orang dalam bangunan

70
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten
tersebut.

2. Dilarang melakukan kegiatan di sekitar prasarana pembangkit

listrik maupun gardu induk distribusinya yang dapat

membahayakan berfungsinya prasarana energi tersebut.

3. Pada kawasan dibawah jaringan listrik SUTUT, SUTET, dan SUTM

masih dimungkingkan/diperbolehkan kegiatan yang tidak intensif,

diantaranya untuk kegiatan pertanian, perkebunan, kehutanan,

RTH, perikanan, dan peternakan.


4 Sekitar Prasarana 1. Tidak diperbolehkan adanya bangunan rumah dalam kawasan

Telekomunikasi sekitar sistem prasarana telekomunikasi yang dapat mengganggu

keamanan orang dalam bangunan tersebut.

2. Diperbolehkan adanya bangunan rumah dengan ketentuan

mempunyai radius minimum berjari jari sama dengan tinggi

menara.
3. Dihimbau untuk menggunakan menara telekomunikasi secara

bersama sama diantara penyedia layanan komunikasi (provider).


71
Zona/Kawasan

Berdasarkan Pola
No Deskripsi Ketentuan Umum Peraturan Zonasi
Ruang Wilayah

Kabupaten

BUPATI SOLOK,

dto

SYAMSU RAHIM
Salinan sesuai dengan aslinya

KEPALA BAGIAN HUKUM dan HAM

EDRIZAL

72