Anda di halaman 1dari 16

Gizi yang Seimbang untuk Kehidupan Sehari-hari

Azrin Agmalina 10-2012-327

Universitas Kristen KridaWacana

Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11470


Program Studi Pendidikan Dokter 2013
Email : azrin.agmalina@yahoo.com

Pendahuluan

Gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan kesehatan seseorang. Status gizi, kesehatan,
penyakit yang ditimbulkan, tingkat kecerdasan, dan daya tahan tubuh ditentukan oleh gizi yang
dikonsumsi sehari-hari. Seorang bayi pada awal proses kehidupannya memerlukan asupan gizi
yang seimbang dan tepat. Tujuannya adalah untuk menopang proses tumbuh kembang dan
kecerdasan otaknya. Gizi seimbang yang dimaksudkan adalah komposisi seimbang antara
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang terdapat dalam konsumsi makanan bayi.

Pola makan yang tidak sesuai dengan gizi seimbang maka akan memudahkan seseorang untuk
jatuh sakit, karena asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuhnya tidak mencukupi. Masalah gizi
buruk pada anak masih menjadi masalah yang penting di dunia ini karena sering mengakibatkan
kematian pada anak. Pada tahun 1990 lebih dari 30% anak balita di dunia memiliki berat badan
rendah, dengan kisaran 11% (sekitar 6,4 juta orang) di Amerika Latin, 27% ( 31,6 juta) di Afrika,
dan 41% (154,8 juta) di Asia. Sebagian besar anak di dunia (sekitar 80%) yang menderita
malnutrisi bermukim di wilayah yang juga miskin akan bahan pangan kaya zit gizi, terlebih zat
gizi mikro.1 Di Indonesia, kawasan yang masih rawan terjadinya penyakit akibat gizi buruk
adalah kawasan daera Nusa Tenggara, dimana sekitar 20% bayinya mengalami gizi buruk.2

Pola asuh orang tua yang tidak baik akan mempermudah anak untuk terkena penyakit dari gizi
buruk. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai gizi yang baik dan seimbang, akan
meningkatkan jumlah prevalensi balita yang mengalami gizi buruk. Oleh karena itu, perlunya
dilakukan penyuluhan mengenai gizi seimbang bagi para ibu-ibu yang mempunyai balita
sehingga nantinya dapat menurunkan jumlah balita yang mengalami gizi buruk.

1
Pembahasan

Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari zat gizi dalam makanan dan penggunannya dalam tubuh,
meliputi pemasukan, pencernaan, penyerapan, pengangkutan (transpor), metabolisme, interaksi,
penyimpanan, dan pengeluaran, semuanya termasuk proses pengolahan zat gizi dalam
tubuh.3 Masalah gizi timbul karena perilaku gizi yang salah. Perilaku gizi yang salah adalah
ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dan kecukupan gizi. Jika seseorang mengkonsumsi zat
gizi kurang dari kebutuhan gizinya, orang itu akan menderita gizi kurang. Namun jika dia
mengkonsumsi gizi melebihi kebutuhan, dia akan menderita gizi lebih. Oleh karena itu gizi yang
di konsumsi dalam kehidupan sehari-hari haruslah seimbang.

Gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang antar zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam
makanan dalam memebuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat, cerdas dan produktif. Makanan
dengan gizi seimbang mengandung enam zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air.4 Piramida makanan bisa menjadi pedoman untuk memenuhi gizi yang seimbang
pada makanan yang dimakan. Pada piramida makanan, terdapat porsi bagian masing-masing
sehingga antara zat gizi yang satu dengan lainnya menjadi seimbang.

Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi terbesar dalam tubuh dan merupakan komponen nutrient (zat
gizi) terbesar dalam makanan sehari-sehari. Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam
dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur dan lain-lain.
Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah pemecahan protein tubuh yang
berlebihan yang berakibat kepada penurunan fungsi antibody timbulnya ketosis, kehilangan
mineral, dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein.5 Dalam kebutuhan
sehari-hari karbohidrat yang diperlukan 60%-70% total kalori dan 1 gram karbohidrat itu sama
dengan 4 kalori. Sumber karbohidrat didalam makanan, dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Karbohidrat Alami
Glukosa
Fruktosa
Sukrosa
Laktosa
Maltosa
Galaktosa
Starch

2
Glikogen
b. Karbohidrat Sintetik
Maltodekstrin
Polidekstrosa
Sirup Jagung
Gula Invert
Penyakit pada karbohidrat dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Konsumsi tidak imbang dengan kebutuhan energi
PEM Fungsi dari karbohidrat, yaitu :
1. Sebagai sumber energi
Untuk obligat glukosa di otak,syaraf,eritrosit, dan lekosit
2. Sebagai tempat simpanan glikogen di hati dan otot

3. Sebagai tempat untuk membentuk lemak di jaringan adipose


a)
Defisiensi energi, protein, hidangan tidak seimbang pada anak-anak yang tumbuh
dan dewasa. Contoh penyakit pada defisiensi energi : marasmus, sedangkan
contoh penyakit pada defisiensi protein : kwashiorkor dan PEM pada dewasa,
yaitu : HO dan busung lapar.
b) Obesitas
Adanya kelebihan energi di jaringan lemak.
2. Gangguan metabolism karbohidrat
a. DM
Gangguan metabolic dikarenakan kelebihan glukosa dan defisiensi pada
insulin.
b. Lactose Intolerance
Gangguan metabolic dikarenakan kelebihan laktosa. Laktosa dapat diubah
menjadi glukosa dan galaktosa karena adanya bantuan enzim lactase.
Defisiensi enzim lactase dikarenakan laktosa tidak dicerna sehingga terjadi
laksans dan diare, sehingga pada anak-anak, susunya dapat diganti dengan low
lactose milk.6
Protein
Sumber dari protein adalah daging, ayam, hati, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan dan hasil
olahnya serta tahu tempe. Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan menggantikan jaringan
tubuh yang rusak. Jika konsumsi protein kurang dapat mengakibatkan daya tahan tubuh
menurun, juga mudah sakit.7 Protein mengandung asam amino dan ada yang dibentuk dalam
tubuh, namun sebagian besar diambil dari konsumsi makanan. Protein hewani termasuk susu

3
mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kedelai yang merupakan
protein dari tumbuhan juga mengandung asam amino esensial. Untuk makanan, kadar asam
amino esensial dibentuk dengan mengkombinasikan bahan makanan lain untuk mendapatkan
protein lengkap, contohnya kacang-kacangan ditambah dengan sebagian protein hewani akan
menghasilkan protein lengkap. Pemberian protein untuk bayi perlu diperhatikan sesuai dengan
kebutuhannya karena jika kelebihan dapat merusak ginjal. Kekurangan protein juga tidak baik
untuk kesehatan bayi dan anak. Kebutuhan protein tidak hanya untuk perubahan fisik saja tetapi
juga penting untuk pertumbuhan sel otak. Mengingat sel otak akan berhenti tumbuh pada usia 3-
4 tahun, maka pada usia bayi balita untuk makanannya perlu dilakukan pengawasan agar
pertumbuhan sel otak dapat optimal.7

Lemak
Sumber makanan yang mengadung lemak berasal dari dua sumber yaitu hewan dan tumbuhan.
Sumber lemak hewani yaitu susu, lemak sapi dan minyak ikan, sedangkan lemak nabati bisa di
dapat dari minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari,
minyak zaitun dan lain-lain. Fungsi lemak adalah:3
1) Sumber energi
Lemak penghasil energi karena satu gram lemak dapat menghasilkan sembilan kalori.
2) Sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat diproduksi oleh bayi sampai usia tiga
bulan.
3) Memberikan rasa kenyang
Lemak memberikan rasa kenyang karena meninggalkan lambung secara perlahan selama
3,5 jam
4) Pelarut vitamin A,D,E,K
5) Meningkatkan cita rasa
6) Menjaga suhu tubuh
Lemak dibawah kulit berfungsi menjaga suhu tubuh sehingga panas tidak keluar dari
tubuh
7) Pelindung
Sebagai pelindung organ vital dalam tubuh seperti ginjal dan jantung
8) DHA
Lemak mengandung DHA merupakan komponen mayor pada membran fosfolipid dalam
retina, jaringan korteks otak, testis, dan sperma. Penelitian terhadap bayi prematur yang

4
diberikan ASI mempunyai IQ lebih tinggi sebanyak delapan angka dibandingkan bayi yang
meminum susu formula, ini disebabkan ASI mengandung DHA.

Mineral
Merupakan unsur essensial bagi fungsi normal sebagai enzim dan sangat penting dalam
pengendalian komposisi cairan tubuh 65% adalah air dalam bobot tubuh. Air merupakan media
tempat semua proses metabolism berlangsung.5
Zat mineral yang dibutuhkan, antara lain:
a. Kalsium
Bersumber dari susu dan hasilnya, ikan salmon, ikan sarden,brokoli, tahu, kedelai. Berfungsi
sebagai pembentukan tulang dan gigi, meningkatkan fungsi otak dan syaraf, membantu
pembekuan darah dan mengaktidkan enzim yang mengkonversi makann menjadi energi.
b. Phospor
Bersumber dari susu dan hasilnya, daging, unggas, ikan dan sayuran. Fungsinya bekerja dengan
kalsium dalam pembentukan tulang dan gigi, untuk mengkonversi makanan menjadi energi dan
meningkatkan fungsi syaraf dan otot.
c. Magnesium
Bersumber pada sayuran hijau, kacang-kacangan, kerang, ikan dan sereal. Berungsi sebagai
pengaktif enzim untuk mengeluarkan energi, meningkatkan pertumbuhan tulang dan dibutuhkan
sel dari materi genetik.

d. Zat besi
Bersumber pada daging merah, hati, ikan, sayuran, sereal, apricot kering. Berfungsi sebagai
pembentukan hemoglobin, pigmen merah dalam darah yang mengangkut oksigen.
e. Seng
Seng bersumber dari daging, hati, yogurt, sereal. Berfungsi sebagai metabolisme dan alat
pencernaan.

Vitamin
Vitamin berperan penting dalam aktivitas balita, jika kekurangan vitamin maka tubuh akan lebih
mudah terserang penyakit. Vitamin yang larut dalam air yaitu :7

5
a. Vitamin C
Sumber vitamin C dapat ditemukan dalam buah dan sayur seperti jambu biji, pepaya, jeruk, kiwi,
stroberi, daun katuk, kembang kol dan brokoli. Manfaat vitamin C yaitu membantu mengikat sel
bersama menguatkan dinding pembuluh darah. Vitamin juga mempunyai efek anti histamine
melawan udara dingin. Jika kekurangan vitamin C akan mengalami perdarahan gusi, kulit kasar
dan kering dan peradangan pada mulut. Jika kelebihan vitamin C bisa terkena batu ginjal,
pengendapan oksalat,iritasi saluran kencing, diare, dan anemia.
b. Vitamin B12
Sumber semua bahan makanan dari hewani termasuk daging, unggas, telur, seafood, susu dan
hasilnya. Manfaat dari vitamin B 12 adalah membanu pembentukan materi genetik yang
dibutuhkan semua sel, dan juga membantu pembentukan sel darah merah. Tanda bagi yang
kekurangan vitamin B12 yaitu anemia dan kerusakan syaraf.
c. Biotin
Dihasilkan oleh bakteri usus juga terdapat dalam daging, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan,
biji-bijian dan sayuran. Berfungsi sebagai metabolisme glukosa, pembentuk asam lemak, dan
berperan dalam proses essensial bagian dari tubuh.
d. Folic Acid
Bersumber pada unggas, hati, sayuran hijau gelap, roti, cereal, jeruk, anggur.
Berfungsi untuk membuat materi generik (DNA/RNA), untuk produksi dari sel darah
merah. Kekurangan folic acid bisa mengakibatkan anemia, kerusakan pada gastro intestinal,
diare, dan kehilangan berat badan.

Menghitung Berat Badan Ideal

Rumus Harris Benedict dibagi 2, yaitu :

a. Broca : kurang dari 40 tahun = ( TB cm 100 ) 10 %


b. BBI : lebih dari 40 tahun = ( TB cm 100 ).8

Pada skenario diatas, seharusnya seorang mahasiswa tersebut mempunyai berat badan ideal
adalah (170-100)-7 = 63kg.

Menghitung IMT

6
IMT atau sering juga disebut indeks Quatelet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli
matematika Lambert Adolphe Jacques Quatelet adalah alat pengukuran komposisi tubuh yang
paling umum dan sering digunakan. Beberapa studi telah mengungkapkan bahwa IMT adalah
alat pengukuran yang berguna untuk mengukur obesitas, dan telah direkomendasikan untuk
evaluasi klinik pada obesitas anak (Daniels et al, 1997).

IMT merupakan petunjuk untuk menentukan kelebihan berat badan berdasarkan indeks quatelet
(berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)).
Interprestasi IMT tergantung pada umur dan jenis kelamin anak karena anak lelaki dan
perempuan memiliki kadar lemak tubuh yang berbeda. IMT adalah cara termudah untuk
memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga
penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi Indeks
massa tubuh (IMT) adalah nilai yang diambil dari perhitungan antara berat badan (BB) dan
tinggi badan (TB) seseorang. IMT dipercayai dapat menjadi indikator atau mengambarkan kadar
adipositas dalam tubuh seseorang. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung.

IMT merupakan altenatif untuk tindakan pengukuran lemak tubuh karena murah serta metode
skrining kategori berat badan yang mudah dilakukan. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat
dihitung dengan rumus berikut:

Menurut rumus metrik:

IMT = Berat Badan (Kg)


[Tinggi Badan (m)]2

Atau menurut rumus Inggris:

IMT = Berat badan (lb) / [Tinggi badan (in)]2 x 703

a. Kategori Indeks Massa Tubuh

Untuk orang dewasa yang berusia 20 tahun keatas, IMT diinterpretasi menggunakan
kategori status berat badan standard yang sama untuk semua umur bagi pria dan wanita. Untuk

7
anak-anak dan remaja, intrepretasi IMT adalah spesifik mengikut usia dan jenis kelamin (CDC,
2009). Secara umum, IMT 25 ke atas membawa arti pada obesitas. Standar baru untuk IMT telah
dipublikasikan pada tahun 1998 mengklasifikasikan BMI di bawah 18,5 sebagai sangat kurus
atauunderweight, IMT melebihi 23 sebagai berat badan lebih atau overweight, dan IMT melebihi
25 sebagai obesitas. IMT yang ideal bagi orang dewasa adalah diantara 18,5 sehingga 22,9.
Obesitas dikategorikan pada tiga tingkat: tingkat I (25-29,9), tingkat II (30-40), dan tingkat III
(>40) (CDC, 2002).

Tabel 1: Klasifikasi Indeks Massa Tubuh (WHO, 2004)

BMI (kg/m2)
Classificasion
Principal cut-off points

Underweight < 18,50

Severe thinness < 16,00

Moderate thinness 16,00 16,99

Mild thinness 17,00 18,49

Normal Range 18,50 25,99

Pre Obese 25,00 29,99

Obese >30,00

Obese class I 30,00 34,99

Obese class II 35,00 39,99

8
Obese class III >40,00

Untuk kepentingan Indonesia, batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan pengalaman


klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang. Pada akhirnya diambil kesimpulan,
batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3 Batas Ambang IMT Indonesia (Depkes, 2003)

Kategori IMT (Kg/m2)

Kegemukan
Gender
Kurus Normal Tingkat
Tingkat berat
ringan

18 25 >25 27
Pria <18 kg/m2
kg/m2 kg/m2
>27 kg/m2
17 23 >23 27
Wanita <17 kg/m2
kg/m2 kg/m2

Keterangan :

a. IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat
berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.

9
b. IMT 17,0 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan
tingkat ringan atau KEK ringan.
c. IMT 18,5 25,0: keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.
d. IMT 25,1 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan
tingkat ringan.
e. IMT > 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat
berat (Direktorat Gizi Masyarakat RI, 2000)

1. Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori kurus


Indeks massa tubuh di kategorikan kurus jika pembagian berat per kuadrat tingginya
kurang dari 18 kg/m2. Penyebabnya rata-rata dikarenakan konsumsi energi lebih rendah
dari kebutuhan yang mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak
akan digunakan. Kerugiannya jika seseorang masuk dalam kategori ini antara lain :
a. Penampilan cenderung kurang menarik
b. Mudah letih
c. Resiko sakit tinggi, beberapa resiko sakit yang dihadapi antara lain: penyakit
infeksi, depresi, anemia dan diare
d. Wanita kurus kalau hamil mempunyai resiko tinggi melahirkan bayi dengan
berat badan lahir rendah
e. Kurang mampu bekerja keras

2. Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori normal


Indeks massa tubuh masuk ketegori normal jika pembagian berat per kuadrat tingginya
antara 18 sampai 25 kg/m2. Kategori ini bisa diwujudkan dengan mengkonsumsi energi
sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh. Sehingga tidak terjadi penimbunan energi
dalam bentuk lemak, maupun penggunaan lemak sebagai sumber energi. Keuntungan dari
IMT yang normal ini antara lain:
a. Penampilan menarik, proporsional, dan lincah
b. Resiko penyakit bisa di minimalisir menjadi lebih rendah.

Adapun cara untuk mempertahankan IMT dalam grid yang normal ini adalah:

a. Mempertahankan kebiasaan makan sehari-hari dengan susunan menu gizi


seimbang
b. Perlu kebiasaan olah raga yang teratur.
c. Tetap melakukan kebiasaan fisik sehari-hari

3. Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori berlebihan (kegemukan)

10
Menurut Direktorat Gizi Masyarakat RI tahun 2002, kegemukan atau obesitas
digolongkan menjadi dua kategori, yaitu:
a. Kelebihan berat badan tingkat ringan
b. Kelebihan berat badan tingkat berat.

Obesitas berpotensi menjadi faktor primer kasus degeneratif dan metabolik sindrom.
Beberapa studi menunjukkan bahwa obesitas adalah risiko yang paling tinggi untuk penyakit
jantung, DM, dan beberapa jenis kanker. Adapun kerugian atau resiko dari kategori ini adalah:

a. Penampilan kurang menarik


b. Gerakan tidak gesit dan lambat
c. Faktor resiko penyakit: Jantung dan pembuluh darah, Kencing manis (diabetes
mellitus), Tekanan darah tinggi, Gangguan sendi dan tulang (degeneratif), Gangguan
fungsi ginjal, Kanker, Pada wanita dapat mengakibatkan gangguan haid (haid tidak
teratur), faktor penyulit pada saat persalinan (Charlotte, 2000).
4. Kekurangan dan Kelebihan Indeks Massa Tubuh
Indeks massa tubuh (IMT) merupakan salah satu indikator yang dapat dipercayai
untuk mengukur lemak tubuh. Walaubagaimanapun, terdapat beberapa kekurangan dan
kelebihan dalam mnggunakan IMT sebagai indikator pengukuran lemak tubuh.
Kekurangan indeks massa tubuh adalah:
1. Pada olahragawan
Tidak akurat pada olahragawan (terutama atlet bina) yang cenderung
berada pada kategori obesitas dalam IMT disebabkan mereka mempunyai
massa otot yang berlebihan walaupun presentase lemah tubuh mereka dalam
kadar yang rendah. Sedangkan dalam pengukuran berdasarkan berat badan
dan tinggi badan, kenaikan nilai IMT adalah disebabkan oleh lemak tubuh.
2. Pada anak-anak
Tidak akurat karena jumlah lemak tubuh akan berubah seiringan dengan
pertumbuhan dan perkembangan tubuh badan seseorang. Jumlah lemak tubuh
pada lelaki dan perempuan juga berbeda selama pertumbuhan. Oleh itu, pada
anak-anak dianjurkan untuk mengukur berat badan berdasarkan nilai persentil
yang dibedakan atas jenis kelamin dan usia.
3. Pada kelompok bangsa
Tidak akurat pada kelompok bangsa tertentu karena harus dimodifikasi
mengikut kelompok bangsa tertentu. Sebagai contoh IMT yang melebihi 23,0

11
adalah berada dalam kategori kelebihan berat badan dan IMT yang melebihi
27,5 berada dalam kategori obesitas pada kelompok bangsa seperti Cina,
India, dan Melayu. (CORE, 2007).

Kelebihan dari menghitung indeks massa tubuh (IMT) adalah:

1. Biaya yang diperlukan tidak mahal


2. Untuk mendapat nilai pengukuran, hanya diperlukan data berat badan dan tinggi badan
seseorang.
3. Mudah dikerjakan dan hasil bacaan adalah sesuai nilai standar yang telah dinyatakan
pada table IMT.9

Pada skenario 8, IMT nya : ( 48 kg ) : ( 1,70 m)2 = 16,61. Jadi status IMT mahasiswa tersebut
kurang dari 18,50 ( BB kurang )

Jenis-Jenis Pengukuran

Penilaian nilai gizi secara antropometri

Antropometri dapat berarti ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka
antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan
komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri secara umum
digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini
terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah
air dalam tubuh. Bentuk aplikasi penilaian status gizi dengan antropometri antara lain dengan
penggunaan teknik Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). IMT ini
merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya
yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Dengan IMT ini antara lain dapat
ditentukan berat badan beserta resikonya. Misalnya berat badan kurang dapat meningkatkan
resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko
terhadap penyakit degeneratif. Untuk memantau indeks masa tubuh orang dewasa digunakan
timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa
berumur > 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan
olahragawan. Teknik penilaian status gizi juga dapat dilakukan secara klini. Pemeriksaan secra

12
klinis penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-
perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat
pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral
atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. Penggunaan
metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survei ini
dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu
atau lebih zat gizi. Di samping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang
dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (Symptom) atau riwayat
penyakit.10

Menghitung Kebutuhan Kalori dalam Sehari

Prinsip Harris-Benedict digunakan untuk memperkirakan Basal Metabolic Rate (BMR)


seseorang. Total BMR seseorang dikalikan dengan nomor lain yang mewakili tingkat aktivitas
fisik. Jumlah yang dihasilkan adalah asupan kalori harian yang direkomendasikan orang tersebut
untuk menjaga berat badan mereka.

a. Rumus menghitung BMR:


1. Pria dewasa
BMR = 66,5 + (13,75 x kg berat badan) + (5,003 x tinggi dalam cm) (6,755 x
umur)
2. Wanita dewasa
BMR = 55,1 + (9,563 x kg berat badan) + (1,850 x tinggi dalam cm) (4,676 x
umur)
b. Menentukan Tingkat Aktivitas Fisik Untuk Menghitung Kebutuhan Kalori
Gaya hidup sehari-hari dapat dibagi sebagai berikut:
1. Gaya hidup tidak aktif, jika melakukan latihan yang sangat sedikit atau tidak
ada sama sekali, maka kebutuhan kalori sehari-hari adalah BMR X 1,2.
2. Gaya hidup sedikit aktif, latihan ringan antara sekali dan tiga kali per minggu,
maka kebutuhan kalori sehari-hari adalah BMR X 1,375.
3. Gaya hidup cukup aktif, jika melakukan olahraga ringan tiga sampai lima hari
per minggu, maka kebutuhan kalori sehari-hari adalah BMR X 1,55.
4. Gaya hidup aktif, jika melakukan latihan intensif/berat enam sampai tujuh kali
per minggu, maka kebutuhan kalori sehari-hari adalah BMR X 1,725.

13
5. Gaya hidup sangat aktif, jika melakukan latihan yang sangat berat / intensif
dua kali sehari (extra heavy latihan), maka kebutuhan kalori sehari-hari adalah
BMR X 1,9.9
Contoh :
Pada skenario diatas,seorang mahasiswa berusia 22 tahun dengan berat badan
48kg dan tinggi 170 cm, dengan gaya hidup aktif, maka kebutuhan kalori
perharinya adalah :
BMR = 655 + (9,6xBB) + (1,8xTB) (4,7xU)
= 655 + 460,8 + 306 103,4
=1318,4 kkal

Pada skenario diatas, seorang mahasiswa tersebut harus mengatur pola makannya yang meliputi :
karbohidrat,protein, dan lemak.

1. Kebutuhan karbohidrat yang harus dipenuhi : 65%-70% dari total energi


2. Kebutuhan protein yang harus dipenuhi : 10%-15% dari total energi
3. Kebutuhan lemak yang harus dipenuhi : 20% dari total energi

Selain itu juga, seorang mahasiswa tersebut harus mulai aktivitas sehari-hari dengan makan pagi
yang bergizi ( kebutuhan total / hari ), dan mengatur waktu diantara 2kali makan utama.
Tetapi, jangan menurunkan selera makan untuk makan utama, sebaiknya yang bermutu gizi baik.

Jadwal Makana Bahan URT Energi Protein Lemak Karbohidra


n makanan t
Nasi 6/4 gls 350 8 80
bihun gls 87,5 2 20
Pagi Nasi uduk
tahu 1 biji 80 6 3 8
sdg
tempe 1 ptg 40 3 1,5 4
sdg
Jumlah 557,5 19 4,5 112
Nasi gls 175 4
Daging 1 ptg 95 10 6
sapi sdg
Telur btr 47,5 5 3
Siang Nasi
ayam
campur Kacang 2 sdm 80 6 3 8
merah
Pisang 1 ptg 40 10

14
sdg
Jumlah 437,5 25 15 58
Nasi gls 175 4 40
Ikan 1 ptg 95 10 6
segar
Tempe 1 ptg 40 3 1.5 4
Malam Nasi wortel gls 12.5 0,5 2,5
campur Bayam gls 12,5 0,5 2,5
Buncis gls 12,5 0,5 2,5

Jumlah 347,5 18,5 7,5 51,5

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan menu :

1. Pola makan dan kebiasaan makan


2. Agama dan kepercayaan termasuk vegetarian
3. Faktor ekonomi
4. Ada atau tidaknya bahan makanan di pasaran setempat
5. Derajat cerna makanan, daya cerna konsumen
6. Dinikmati
7. Mudah diselenggarakan
8. Jumlah atau volume harus diteliti kembali

Kesimpulan

Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh manusia, karena dengan makan makanan yang
mengandung gizi seimbang tersebut akan menjadi lebih sehat dan menjadi lebih
pintar. Seimbang yang dimaksud adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, dan mineral, karena bahan-bahan tersebut sangat dibutuhkan pada tubuh. Gizi seimbang
perlu diterapkan sejak masa balita karena balita adalah waktu dimana anak tersebut berada dalam
masa pertumbuhan dan perkembangan. Agar perkembangan anak optimal maka dibutuhkan zat-
zat yang sehat dan bergizi.

Daftar Pustaka

1. Arisman MB. Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2003.h.1-2.
2. Priharsiwi E. Busung Lapar. Tangerang : Agromedia nusantara; 2006.

15
3. Devi N. Nutrition and food. Jakarta: Kompas Media Nusantara; 2010.
4. Repository Universitas Indonesia. Pengertian gizi seimbang. Repository UI 27 April
2009. Diunduh dari: http: //repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/2522.pdf, 11 Oktober 2013.
5. Budiyanto AK. Dasar-dasar ilmu gizi. Malang: UMM Pres; 2001.
6. Keep kids healty. Piramida makanan. Edisi November 2009. Diunduh dari:
www.medicastore.com, 11 Oktober 2013.
7. Hartriyanti Y, Triyanti. Penilaian status gizi. Edisi 1. Jakarta: Grafindo persada; 2008:
275-84.
8. Penilaian status gizi.Diunduh darihttp://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/11/jtptunimus-
gdl-s1-2008-irwanrusta-539-3-babii.pdf. 22 Oktober 2011
9. Barasi ME. At a glance Ilmu gizi. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2007.h. 8-11
10. Fatmah. Gizi lanjut usia. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2010.h.44-6.

16