Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH REGULASI TELEKOMUNIKASI

TARIF TELEKOMUNIAKSI
Dosen Mata Kuliah Regulai Telekomunikasi :
Ade Wahyudin, M.T

Disusun Oleh :
Helmi Nurseha 14101057
Indra 14101058
Dwi
Pandu

PROGRAM STUDI S1 - TEKNIK TELEKOMUNIKASI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
JL. DI. PANDJAITAN NO. 128
PURWOKERTO
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Telekomunikasi telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat luas yang tidak dapat
dihindari. Berkembangnya pengguna teknologi komunikasi di Indonesia mengakibatkan
perkembangan teknologi informasi mampu mengakibatkan media komunikasi dari
kebutuhan sekunder atau tersier menjadi kebutuhan primer. Telepon seluler yang dulunya
dimana merupakan barang mewah sehingga hanya kelompok tertentu yang bisa
menikmatinya, namun sekarang mudah mendapatkannya dan murah. Selain itu,
kebutuhan akan akses kedunia maya pun semakin meningkat seiring makin matangnya
tingkat adopsi internet. Pada saat ini masyarakat sudah memliki akses internet serta
menjadikan telepon seluler sebagai sarana telekomunikasi untuk mendukung berbagai
keperluan atau aktifitas sehari-hari, baik untuk keperluan bisnis, informasi, pekerjaan,
keluarga ataupun keperluan yang lainya.
Demikian juga semua lapisan masyarakat dari masyarakat kalangan atas sampai
kalangan bawah dari masyarakat di kota besar ataupun dari pelosok-pelosok pedesaan
di seluruh Indonesia dapat mengakses sarana telekomunikasi yang ada. Seiring dengan
berjalannya waktu perusahaan telekomunikasi juga semakin berkembang pesat disertai
dengan kehadiran teknologi operator seluler (provider) yang menyediakan dan
memasarkan produk SIM Card (Subscriber Indentity Module Card) beserta paket data
sebagai penghubung ke dunia internet. Telepon seluler didukung oleh SIM Card yang
dalam operasionalnya meningkatkan kebutuhan pelanggan terhadap telekomunikasi
yang cepat dalam berkomunikasi dan memiliki jangkauan yang luas.
Ada beberapa operator seluler di Indonesia yang menyediakan produk SIM Card,
melihat dari banyaknya pengguna telepon seluler pada saat ini, para operator seluler
tersebut pun mencoba menuai keuntungan dengan berlomba-lomba menawarkan tarif
layanan data dengan berbagai macam strategi. Ada yang berdasarkan volume (kuota),
ada juga yang menawarkan versi tak terbatas (unlimited) hanya saja dengan kecepatan
akses yang terbatas.
Hal tersebut kemudian yang mendorong penyelenggara telekomunikasi menerapkan
pengenaan tarif pungut layanan internet yang berbeda antara satu wilayah dengan
wilayah yang lain atau berdasarkan lokasi. Belakangan ini, lokasi tarif yang diberlakukan
operator pun menuai kontroversi karena disparitas harga yang dikenakan kepada
pelanggan cukup tinggi. Pelanggan yang berada di kawasan timur Indonesia harus
menanggung biaya yang cukup mahal dibandingkan dengan masyarakat yang ada di
pulau jawa.
Ditambah lagi strategi pengenaan tarif internet yang diberlakukan operator kerap
membuat masyarakat bingung. Pasalnya paket kuota internet yang ditawarkan oleh
operator, jika masyarakat tidak jeli memperhatikan dapat dipastikan akan mengalami
kekecewaan, pasalnya kuota besar yang ditawarkan hanya berlaku pada jam malam
dimana pada jam tersebut waktunya untuk beristirahat.
Terlepas dari itu semua, tersedianya layanan internet bagi masyarakat ini tentunya
merupakan peran aktif para penyelenggara telekomunikasi dalam membangun
infrastruktur jaringan dan akses telekomunikasi untuk menyelenggarakan layanan
telekomunikasi. Pembangunan infrastruktur jaringan dan akses telekomunikasi yang telah
dan sedang dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi kepada masyarakat di
seluruh wilayah Indonesia adalah bentuk komitmen bersama antara pemerintah sebagai
pemegang kebijakan sekaligus regulator dan para penyelenggara telekomunikasi.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui hukum yang mengatur tentang tarif telekomunikasi di Indonesia.
2. Untuk mengetahui teknis dalam tarif telekomunikasi yang dijalankan oleh operator-
operator di Indonesia.
3. Untuk mengetahui eksisting tarif telekomunikasi di Indonesia.
4. Untuk membandingkan tarif telekomunikasi di Indonesia dengan Negara lain.
5. Untuk mengetahui dasar dalam menentukan kebijakan tarif telekomunikasi.
1.3 Permasalahan
1. Bagaimana hukum yang mengatur tarif telekomunikasi di Indonesia ?
2. Bagaimana teknis dalam tarif telekomunikasi yang dijalankan operator di Indonesia ?
3. Bagaimana eksisting tarif telekomunikasi di Indonesia ?
4. Bagaimana penerapan tarif telekomunikasi di Negara lain ?
5. Literatur apa yang menjadi acuan dalam penerapan tarif telekomunikasi di Indonesia ?