Anda di halaman 1dari 9

PONED & PONEK

Materi Bu Wid ER.

Dasar Pemikiran Program PONED & PONEK:

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih
tinggi :

Tahun 1990 Tahun 2009 Tahun 2012 Tahun 2015


Ditemukan : Direncanakan : Ditemukan : Direncanakan:
AKI : AKI : AKI : AKI :
307/100.000 226/100.000 228/100.000 125/100.000
kelahiran hidup kelahiran hidup kelahiran hidup kelahiran hidup
AKB : AKB : AKB : AKB :
35/1000 25/1000 32/1000 20/1000
kelahiran hidup kelahiran hidup kelahiran hidup kelahiran hidup

Untuk mencapai hal tersebut, Pemerintah merencanakan dan melahirkan Buku


Pedoman Menejemen Penyelenggaraan PONEK 24 JAM di Rumah Sakit
Kabupaten/Kota.

Maka muncullah Program PONED, PONEK yang bertujuan untuk menurunkan


Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia.
Untuk menunjang program PONED & PONEK , pemerintah menyelenggarakan
Pelatihan PPGDON.
(PERTOLONGAN PERTAMA pada GAWAT DARURAT OBSTETRI NEONATAL)

Kegiatan PPGDON , adalah :

Menyelamatkan kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal


dengan memberikan pertolongan pertama serta mempersiapkan
rujukannya.

PPGDON dilaksanakan oleh tenaga atau fasilitas kesehatan di tingkat desa


sesuai dengan kebutuhannya dan dapat merujuk ke Puskesmas mampu PONED
atau Rumah Sakit PONEK.

1. PONED (PELAYANAN OBSTETRI dan NEONATAL EMERGENSI DASAR)

Pengertian PONED

PONED merupakan bentuk pelayanan untuk menanggulangi kasus-kasus


kegawatan obstetri dan neonatal, yang mengancam nyawa ibu dan janin.
PONED dilaksanakan di Puskesmas.

1
Kegiatan PONED di Puskesmas, jenis pelayanannya adalah:
1. Penanganan Kasus Kegawatan Obstetri yaitu :
Perdarahan
Infeksi
Pre Eklamsi/Eklamsi
Partus Lama

2. Penanganan Kasus Kegawatan Neonatal, yaitu :


Asfiksia
Tetanus neonatorum
Hipothermi

3. Pelayanan Obstetri meliputi :


Pemberian Oksitosin par enteral
Pemberian Sedativa par enteral
Pengeluaran plasenta manual / kuretase
Pertolongan persalinan menggunakan vacum ekstraksi/forceps

4. Pelayanan neonatal meliputi :


Resusitasi untuk bayi asfiksia
Pemberian anti biotik par enteral
Pemberian anti konvulsan (anti kejang ) par enteral
Pemberian bic natric intra umbilical / phenobarbital untuk mengatasi
konvulsi.
Pelaksanaan Thermal Control untuk mencegah hipotermi
Penanggulangan gangguan nutrisi

PONED dilaksanakan oleh Puskesmas dan menerima rujukan dari dan oleh
tenaga kesehatan/fasilitas kesehatan di tingkat desa atau masyarakat, dan
PONED bisa merujuk ke Rumah Sakit.

Krtiteria Puskesmas mampu melakukan PONED :


1. Puskesmas dengan ruang rawat inap dan sudah berfungsi pertolongan
persalinannya.
2. Puskesmas yang mempunyai fungsi sebagai sub sentral rujukan :
Melayani sekitar 50.000 100.000 penduduk yang tercakup oleh
Puskesmas.
Jarak tempuh dari lokasi pemukiman sasaran paling lama 1 jam
dengan transportasi umum setempat (mengingat untuk pertolongan
kasus perdarahan post partum hanya 2 jam).
3. Jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang tersedia, sekurang-kurangnya :
Seorang dokter dan seorang bidan terlatih Pertolongan Pertama
pada Gawat Darurat Obstetri Neonatal.
Seorang perawat terlatih Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat
Obstetri Neonatal.

2
Tenaga tersebut bertempat tinggal di sekitar lokasi Puskesmas
mampu PONED.
4. Jumlah dan jenis sarana kesehatan yang tersedia, sekurang-kurangnya
adalah :
Alat dan obat untuk pemeriksaan kehamilan dan pertolongan
persalinan.
Ruangan untuk menolong persalinan, sekurang-kurangnya
tersedia:
- kamar seluas 3 x 3m
- penerangan dan ventilasi memenuhi syarat
- suasana ruangan aseptik bisa dilaksanakan
5. Tersedia tempat tidur dua buah dan bisa untuk melakukan tindakan.
6. Jenis pelayanan yang diberikan terkait dengan :
a. penyebab kematian ibu yang utama yaitu perdarahan, eklamsi,
infeksi, partus lama,abortus.
b. penyebab kematian neonatal yang utama adalah asfiksia, tetanus
neonatorum dan hipotermi.

Penanggung Jawab PONED :


Penanggung Jawab Puskesmas mampu PONED adalah dokter Puskesmas.

Dukungan pihak terkait dalam pengembangan PONED:


Pengembangan PONED harus melibatkan secara aktif fihak-fihak terkait seperti :
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Rumah Sakit Kabupaten/Kota
Organisasi Profesi : IBI, IDAI, POGI, IDI.
Lembaga Swadaya Masyarakat.

Distribusi PONED :
Dalam satu wilayah kabupaten/kota minimal ada 4 Puskesmas mampu PONED
dengan sebaran merata, dengan jangkauan pelayanan kesehatan diutamakan
Gawat Darurat Obstetri Neonatal (GDON) di seluruh wilayah kabupaten/kota.

Pelayanan Puskesmas Mampu PONED(pelayanan Ibu Hamil dan Neonatal) :

1. Pelayanan Ante Natal Care


2. Partus Normal
3. Plasenta Manual
4. Pra Rujukan untuk kasus :
- Partus Lama
- Perdarahan Ante Partum dan Post Partum
- Pre Eklamsi dan Eklamsi
- Infeksi Nifas
5. Laboratorium Rutin
6. Resusitasi Bayi & Slym Zuiqer
7. Pelayanan Nifas
8. Kuret Abortus
9. Pemberian Antibiotik IM & IV
10. Pemberian Infus pada kasus tertentu

3
11. Pertolongan persalinan dengan vacum ekstraksi
12. Perawatan dengan Inkubator
13. Rujukan dini, berencana dan tepat waktu baik untuk ibu maupun bayinya.
2. PONEK.
( PELAYANAN OBSTETRI dan NEONATAL EMERGENCY KOMPREHENSIF )

PONEK, dilaksanakan oleh Rumah Sakit Kabupaten/kota yang


menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara
komprehensif dan terintegrasi dalam 24 jam, sehingga disebut PONEK 24 JAM.

Visi PONEK :

Pada tahun 2015 tercapai Tujuan Pembangunan Millenium ( Millenium


Development Goals), yaitu :
- Angka Kematian Ibu dari 307/100.000 kelahiran hidup (th 1990) diturunkan
menjadi 226/100.000 kelahiran hidup (th 2009), dan diturunkan lagi menjadi
125/100.000 kelahiran hidup ( th2015)
- Angka Kematian Bayi dari 35 /1000 kelahiran hidup (th 1990), diturunkan
menjadi 25/1000 kelahiran hidup ( th 2009 ), diturunkan menjadi 20/1000
kelahiran hidup.

Misi PONEK :

Menyelenggarakan Pelayanan Obstetri dan Neonatal yang bermutu


melalui standarisasi Rumah Sakit PONEK 24 jam, dalam rangka
menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia.

Tujuan PONEK :
1. Adanya kebijakan Rumah Sakit dan dukungan penuh manajemen
PONEK.
2. Terbentuknya Tim PONEK Rumah Sakit.
3. Tercapainya kemampuan teknis Tim PONEK sesuai standar.
4. Adanya koordinasi dan sinkronisasi antara pengelola dan penanggung
jawab program pada tingkat kabupaten/ kota, propinsi, dan pusat
dalam manajemen program PONEK.

Untuk mencapai hal tersebut, Rumah sakit mempersiapkan diri dalam hal :
1. Pelatihan Tim PONEK di Rumah Sakit yang terdiri dari :
Dokter Spesialis Obstetri Gynekologi
Dokter Umum UGD / Dokter Spesialis Anak
Bidan
Perawat
2. Pemenuhan peralatan PONEK di Rumah Sakit
3. Bimbingan Tehnis di Rumah Sakit
4. Manajemen Pelayanan Keperawatan dengan PONEK di Rumah Sakit
5. Ketersediaan Bank Darah di Rumah Sakit

4
Lingkup Pelayanan Rumah Sakit PONEK 24 JAM :
Terbagi atas : PONEK RS KELAS C dan RS KELAS B

PONEK DI RS KELAS C PONEK DI RS KELAS B


1. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Fisiologis :
a. Pelayanan kehamilan a. Pelayanan kehamilan
b. Pelayanan persalinan normal b. Pelayanan persalinan normal dan
Persalinan dg tindakan operasi
c. Pelayanan nifas c. Pelayanan nifas
d. Asuhan bayi baru lahir (level I) d. Asuhan bayi baru lahir (level 2)
e. Imunisasi serta Stimulasi,Deteksi, e. Imunisasi serta Stimulasi,Deteksi,
Intervensi Dini, Tumbuh Kembang Intervensi Dini, Tumbuh Kembang
(SDIDTK) (SDIDTK)
f. Intensiv Care Unit
g. Neonatal Intensiv Care Unit
h. Endoscopy

2. Pelayanan Kesehatan Maternal dengan Risiko Tinggi :


a. Masa Ante Natal a.Masa Ante Natal
1). Perdarahan pada kehamilan 1). Perdarahan pada kehamilan
muda muda, dan selama kehamilan.
2). Nyeri perut dalam kehamilan 2). Nyeri perut dalam kehamilan
muda dan lanjut muda dan lanjut
3). Gerak janin tidak dirasakan 3). Gerak janin tidak dirasakan
4). Demam dalam kehamilan 4). Demam dalam kehamilan
5). Kehamilan Ektopik (KE) dan 5). Kehamilan Ektopik (KE) dan
Kehamilan Ektopik Terganggu Kehamilan Ektopik Terganggu
(KET) (KET)
6). Kehamilan dengan Nyeri Kepala, 6). Kehamilan dengan Nyeri Kepala,
Gangguan Penglihatan, Kejang Gangguan Penglihatan, Kejang
dan Koma,Tekanan Darah Tinggi. dan Koma,Tekanan Darah Tinggi.
7). Kehamilan dengan gangguan
jantung

b. Masa Intra Natal b. Masa Intra Natal


1). Persalian Lama/ Partus Macet 1).Persalinan Lama / Partus Macet
2).Gawat Janin dalam persalinan 2).Gawat Janin dalam persalinan
3). Pelayanan terhadap syok. 3). Pelayanan terhadap syok.
4). Ketuban Pecah Dini 4). Ketuban Pecah Dini
5). Induksi dan akselerasi Persalinan 5). Induksi dan akselerasi Persalinan
6). Vacum ekstraksi 6). Vacum ekstraksi
7). Ekstraksi cunam 7). Ekstraksi cunam
8). Seksio sesarea 8). Seksio sesarea
9). Episiotomi 9). Episiotomi
10).Inisiasi Menetek Dini 10).Inisiasi Menetek Dini
11). Kraniotomi dan kraniosentesis 11). Kraniotomi dan kraniosentesis

5
12). Malpresentasi dan malposisi 12). Malpresentasi dan malposisi
13). Distosia bahu 13). Distosia bahu
14). Prolapsus tali pusat 14). Prolapsus tali pusat
15). Plasenta manual 15). Plasenta manual
16). Perbaikan robekan serviks 16). Perbaikan robekan serviks
17). Perbaikan robekan vagina dan 17). Perbaikan robekan vagina dan
perineum perineum
18). Perbaikan robekan dinding 18). Perbaikan robekan dinding
uterus uterus
19). Reposisi inversio uteri 19). Reposisi inversio uteri
20). Histerektomi 20). Histerektomi
21). Sukar bernafas 21). Sukar bernafas
22). Dilatasi dan kuretase 22). Dilatasi dan kuretase
23). Bayi baru lahir dengan asfiksia 23). Bayi baru lahir dengan asfiksia
24). BBLR 24). BBLR
25). Resusitasi byi baru lahir 25). Resusitasi byi baru lahir
26). Anestesi umum dan lokal untk SC 26). Anestesi umum dan lokal untk SC
27). Anestesi lumbal (bila memerlukan 27). Anestesi lumbal (bila memerlukan
pemeriksaan spesifik, rujuk ke pemeriksaan spesifik, rujuk ke
RSIA/RSU. RSIA/RSU.

c. Masa Post Natal (Post Partum) c. Masa Post Natal (Post Partum)
1). Masa Nifas 1). Masa Nifas
2). Demam pasca persalinan 2). Demam pasca persalinan
3). Perdarahan pasca perslinan 3). Perdarahan pasca perslinan
4). Nyeri perut pasca persalinan 4). Nyeri perut pasca persalinan
5). Keluarga Berencana 5). Keluarga Berencana
6). Asuhan Bayi Baru Lahir Sakit 6). Asuhan Bayi Baru Lahir (Level 2)

3. Pelayanan Kesehatan Neonatal 3. Pelayanan Kesehatan Neonatal


1).Hiperbilirubinemi 1).Hiperbilirubinemi
2). Asfiksia 2). Asfiksia
3).Trauma kelahiran 3).Trauma kelahiran
4). Hipoglikemi 4). Hipoglikemi
5). Kejang 5). Kejang
6). Sepsis Neonatal 6). Sepsis Neonatal
7). Gangguan keseimbangan cairan 7). Gangguan keseimbangan cairan
elektrolit elektrolit
8). Gangguan pernafasan 8). Gangguan pernafasan
9). Kelainan jantung (payah jantung, 9). Kelainan jantung (payah jantung,
kelainan jantung bawaan) kelainan jantung bawaan)
10).Gangguan perdarahan 10).Gangguan perdarahan
11).Syok 11).Syok
12).Aspirasi mekoneum 12).Aspirasi mekoneum
13).Koma 13).Koma
14).Pemberian ASI(Breast Feeding) 14).Pemberian ASI(Breast Feeding)
15).Kangaroo Mother Care 15).Kangaroo Mother Care
16).Resusitasi Neonatus 16).Resusitasi Neonatus

6
17). Penyakit Membran Hyalin. 17). Penyakit Membran Hyalin.
18).Pemberian Cairan parenteral
19). Kelainan bawaan

4. Pelayanan Ginekologis : 4. Pelayanan Ginekologis :


1). Kehamilan ektopik 1). Kehamilan ektopik
2). Perdarahan uterus disfungsional 2). Perdarahan uterus disfungsional
3). Kista ovarium akut 3). Kista ovarium akut
4). Radang pelvik akut 4). Radang pelvik akut
5). Abses pelvik 5). Abses pelvik
6). Infeksi saluran genitalia 6). Infeksi saluran genitalia
7). HIV - AIDS 7). HIV - AIDS

5. Transfusi darah 5. Transfusi darah


6. Perawatan Intensive Neonatal

Kriteria Rumah Sakit PONEK 24 jam :

A. Kriteria Umum:
1. Siap dokter jaga terlatih UGD untuk menangani kasus emergency baik
secara umum maupun emergency obstetri neonatal.
2. Dokter, Bidan, Perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK ( resusitasi
neonatus, kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus ).
3. Memiliki Standar Operating Prosedur penerimaan dan penanganan
kegawat-daruratan obstetri dan neonatal.
4. Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-daruratan obstetrik
dan neonatal.
5. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu.
6. Mempunyai Standar Respon Time di UGD selama 10 menit, di Kamar
Bersalin kurang dari 30 menit, pelayanan darah kurang dari 1 jam.
7. Tersedia Kamar Operasi yang siap siaga 24 jam untuk melakukan operasi
bila ada kasus emergency obstetrik dan umum.
8. Tersedia Kamar Bersalin yang mampu menyiapkan operasi dalam waktu
kurang dari 30 menit.
9. Memiliki tim yang siap melakukan operasi atau melaksanakan tugas
sewaktu-waktu, meskipun on call.
10. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK, antara lain
dokter kebidanan, dokter anak, dokter/petugas anestesi, dokter penyakit
dalam, dokter spesialis lain serta dokter umum, bidan dan perawat.
11. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam.
12. Tersedia pelayanan penunjang lain yang berperan dalam PONEK, seperti
Laboratorium dan Radiologi selama 24 jam, recovery room 24 jam, obat
dan alat penunjang yang selalu siap tersedia selama 24 jam.
13. Tersedia Perlengkapan :
Semua perlengkapan harus bersih (bebas debu, kotoran, bercak,
cairan dll)
Permukaan metal harus bebas karat atau bercak.

7
Semua perlengkapan harus kokoh ( tidak ada bagian yang tidak
stabil/reyot )
Permukaan yang dicat harus utuh dan bebas dari goresan besar.
Roda perlengkapan (trolly) harus lengkap dan berfungsi baik
Instrumen yang siap digunakan harus steril
Semua perlengkapan listrik harus berfungsi dengan baik (saklar,
kabel dan steker menempel kokoh).
14.Tersedia bahan :
Semua bahan harus berkualitas tinggi dan dalam jumlah yang
cukup memenuhi kebutuhan.

B. Kriteria Khusus :

Kegiatan PONEK adalah :


1. Melaksanakan seluruh pelayanan PONEK di RS Kabupaten /kota
2. Untuk pelayanan Obstetri ditambah dengan kegiatan pelayanan transfusi
darah dan Sectio Caesarea
3. Untuk pelayanan neonatal ditambah dengan kegiatan perawatan neonatal
secara intensif oleh bidan/perawat terlatih emergensi setiap saat (tidak
berarti perlu NICU = Neonatal Intensife Care Unit).

Sasaran PONEK :
1. Pelayanan Dasar bagi semua Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas,
sasarannya adalah semua Ibu Hamil, Bersalin dan Nifas.

Bentuk pelayanannya adalah pelayanan kesehatan minimal bagi Ibu


hamil, Bersalin, dan Nifas:
1).Ibu Hamil sekurang-kurangnya menerima pemeriksaan
kehamilannya 4 kali selama kehamilannya ( 1 kali pada trimester I,
1 kali pada Trimester II, 2 kali pada Trimester III ).
2). Ibu Bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.
3). Ibu Nifas minimal menerima 3 kali pelayanan nifas (pada hari ke
tiga, minggu ke dua dan ke enam)

2. Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial, sasarannya adalah semua Ibu


hamil, Bersalin, Nifas dengan masalah atau komplikasi obstetri.

3. Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency, sasarannya adalah semua


Ibu Hamil, Berslin dan Nifas dengan komplikasi obstetri dan nenonatus
yang mengancam nyawa ibu atau bayinya.

8
9