Anda di halaman 1dari 4

1.

Resistor dengan 4 cincin kode warna


Maka cincin ke 1 dan ke 2 merupakan digit angka, dan cincin kode
warna ke 3 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warnake
4 menunjukan nilai toleransi resistor.
2. Resistor dengan 5 cincin kode warna
Maka cincin ke 1, ke 2 dan ke 3 merupakan digit angka, dan cincin
kode warna ke 4 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode
warna ke 5 menunjukan nilai toleransi resistor.
3. Resistor dengan 6 cincin warna
Resistor dengan 6 cicin warna pada prinsipnya sama dengan resistor
dengan 5 cincin warna dalam menentukan nilai resistansinya. Cincin
ke 6 menentukan coefisien temperatur yaitu temperatur maksimum
yang diijinkan untuk resistor tersebut.

#komposisi
1. Komposisi karbon
Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif
berbentuk tabung dengan kawat atau tutup logam pada kedua
ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik.
Unsur resistif dibuat dari campuran serbuk karbon dan bahan
isolator (biasanya keramik). Resin digunakan untuk melekatkan
campuran. Resistansinya ditentukan oleh perbandingan dari
serbuk karbon dengan bahan isolator.
2. Film karbon
Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator,
dan potongan memilin dibuat untuk membentuk jalur resistif
panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur,
ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 -cm)
dapat memberikan resistansi yang lebar
3. Film logam
Unsur resistif utama dari resistor foil adalah sebuah foil logam
paduan khusus setebal beberapa mikrometer. Resistor foil
merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah
satu parameter penting yang memengaruhi stabilitas adalah
koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR dari resistor foil
sangat rendah.

# manufaktur
Pembuatan nti keramik resistor atau ceramic ROD
Inti dari sebuah resistor terbuat dari baan keramik
berbentuk tabung. Material yang dipergunakan untuk
resistor carbon standar adalah bahan keramik.
Pembuatan inti keramik sendiri dilakukan dengan proses
extrusi yang kemudian dipotong sesuai ukuran panjang
tabung resisitor yang akan diproduksi.
Proses coating carbon pada ceramic ROD
Setelah keramik dipotong, keramik ini akan diproses untuk
pelapisan carbon. Keramik yang awalnya berwarna putih
akan berubah menjadi warna hitam seperti warna pensil.
Proses ini lah yang memberikan nilai bagi sebuah resistor

Bahan yang dipergunakan untuk melapisi inti keramik ini


memiliki nilai hambatan yang berbeda- beda sesuai dengan
klasifikasi tipe yang nantinya akan menentukan nilai akhir
resisitor.

Pemasangan topi inti keramik resisitor


Setelah melalui proses plapisan atau coating, kedua ujung
keramik tersebut akan dipasang semacam topi dari bahan
logam yang menghantarkan listrik. Proses pemasangan
hanya menggunakan tekanan, sehingga into keramik
tersebut seperti terjepit oleh kedua tutup tersebut pada
kedua ujungnya.
Proses pemotongan inti keramik
Proses ini merupakan proses yang paling penting dalam
sebuah proses produksi resisitor. Pada tahap inilah resistor
ditentukan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada saat


coating, nilai resisiror sebelumnya telah ada tergantung
pada bahan. Namun, nilai tersebut tidak spesifik karena
sanga tergantung pada bahan yang dipakai.
Pada tahap ini lapisan karbon akan digores berbentuk
spiral, sehingga membentuk coil atau atau lilitan carbon
yang memberikan nilai lebih besar daripada nilai bahan.
Satu tipe inti keramik hanya bisa untuk di potong menjadi
beberapa nilai resisitor saja.
Misalnya inti keramik yang memiliki nilai 1 ohm sebelum di
potong hanya bisa dipergunakan untuk memproduksi
resistor 1,2 hingga 8,6 ohm. Sedangkan jenis bahan 10
hanya bisa dipotong menjadi resistor dengan nilai 10
higga 100. Bahan dan cara membuat resisitor carbon
sangat spesifik. Semakin rapat jarak prmotongan, semakin
besar nilai resistor yang dihasilkan.

Semua proses pemotongan dilakukan secara otomatis pada


mesin pemotongan yang sangat presisi. Bahkan pada
tahapan in, hasil proses produksi telah mengalami proses
pengukuran dan QC ole mesin tersebut terhadap nilai
hambatan sesuai yang ditentukan.

Proses pemasangan terminal resistor

Kedua ujung akan dipasang jumper atau kawat kaki dengan


menggunakan pengelasan titik. Inti keramik yang telah
dipotong dialiri listrik pada kedua uung logam, kemudian
kawat jumper yang juga dialiri listrik disentuhkan. Akibat
terjadi lonjakan arus pada bagian pertemuan kawat dan
logam tersebut, sehingga menyatu.

Setelah pengelasan, ukuran panjang kaki akan ditata,


sehingga memiliki panjang yang seragam. Proses ini
bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pemakai
agar dengan mudah memasang komonen resistor ke
lubang PCB.

Proses coating resistor


Pada tahap ini terdapat 2 proses utama yaitu:
Pelapisan anti karat atau korosi. Hal ini bertujuan
untuk menghindari terjadinya proses oksidasi yang
menyebabkan berubaya nilai resistor selama
penyiapan atau pemaaian.
Pelapisan epoxi agar inti resistor tidak mudah rusak
akibat deformasi, inti tersebut peru dilapisi dengan
lapisan epoxi . lapisan inilah yang terlihat coklat pada
permukaan resistor.
Kedua proses tersebut harus mlalui proses oven. Semua
proses coating menggnakan sistem otomatis melalui
konveyoryang diakhiri dengan proses coding.
Proses coding atau pembeian kode warna
Pada tahap akhir, resistor akan diberi de warna sesuai
dengan nilai resistor yang dibuat. Kodewarna merupakan
standar umum dalam pemberian nilai pada resistor.
Proses taing atau pemberian pita
Sebagian resistor diproses lebih lanjut dengan
pemanasanpta kertas pada keua sisinya . hal ini bertujuan
untuk memudahkan proses insert pada mesin autoinsert
yng dipergunakan dalamproses otomatisasi pemasangan
resistor.

Isolator laju yang gunakan untuk menghambat mengalirnya


elektron karena sifat keramik sifat kelistrikannya yang lebih
baik dibandingkan logam.