Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO B BLOK 26

Kelompok A3:
Tutor : dr. Hendarmin Aulia, SU

Anggota:
Ade Indah Permata Sari 04011181419037
Febby Astria 04011181419041
Cornellia Agatha 04011181419059
Aulia Dini Nafisah 04011181419065
Thalia Viotama 04011181419067
Marifatul Khasanah 04011181419079
Vienna Dwinda Putri 04011281419099
Usamah Haidar 04011281419101
Putra Reza Sikam 04011281419119
Rulitia Nairiza 04011281419125
Ezra Hans Soputra 04011281419137

PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG
2017

Kata Pengantar

Pertama-tama marilah kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa karena atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan laporan tutorial
Skenario C Blok 26 ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Laporan ini merupakan hasil dari diskusi kami mengenai kasus yang telah diberikan pada
saat tutorial yang merupakan salah satu sistem pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas
Sriwijaya.
Bahan materi pada laporan ini kami dapatkan dari berbagai textbook, internet, materi yang
diajarkan dosen, dll.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada Tuhan Yang Maha
Kuasa, orang tua, para dosen pembimbing, dan teman sejawat yang telah mendukung baik moril
maupun materil dalam pembuatan laporan ini. Kami mengakui dalam pembuatan tugas ini terdapat
banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon maaf dan mengharapkan kritik serta saran dari
pembaca demi perbaikkan tugas kami di kesempatan mendatang.Semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Palembang, 12 Mei 2017

Kelompok A3
KEGIATAN TUTORIAL

Tutor : dr. Hendarmin Aulia, SU


Moderator : Ezra Hans Soputra
Sekretaris Meja I : Vienna Dwinda Putri
Sekretaris Meja II : Cornellia Agatha
Tanggal Pelaksanaan : Senin dan Rabu, 8 dan 10 Mei 2017
Waktu Pelaksanaan : 10.00-12.30 WIB

Peraturan selama tutorial :


1. Diperbolehkan untuk minum
2. Alat komunikasi mode silent
3. Pada saat ingin berbicara terlebih dahulu mengacungkan tangan, lalu setelah diberi izin
moderator baru bicara
4. Saling menghargai dan tidak saling menggurui
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................................................................1

Kegiatan Tutorial....................................................................................................................................2

Daftar Isi................................................................................................................................................3

I. Skenario..................................................................................................................................4

II. Klarifikasi Istilah.....................................................................................................................4

III. Identifikasi Masalah................................................................................................................7

IV. Analisis Masalah.....................................................................................................................8

V. Learning Issue.......................................................................................................................47

VI. Kerangka Konsep..................................................................................................................66

VII. Kesimpulan...........................................................................................................................67

Daftar Pustaka......................................................................................................................................68
I. SKENARIO C BLOK 26 TAHUN 2017

Dokter Beny, pimpinan Puskesmas Bungur yang baru. Pada saat membaca
laporan PWS KIA, didapatkan cakupan K1, K4, Pn rendah.

Hari ini, dr. Beny sedang melakukan supervise di ruang KIA, mendapatkan Bidan
Puskemas sedang memeriksa Ibu Tini, 41 tahun, mengandung anak ke-5 (lina), datang ke
Puskesmas untuk melakukan ANC pertama kali di usia kehamilan 22 minggu. Kelahiran
4 (empat) anak sebelumnya dilakukan di rumah, dibantu oleh dukun sehingga untuk
rencana persalinan anak ke-5 (lima) ini, Ibu Tini ingin melakukan hal yang serupa karena
keempat anaknya lahir dengan selamat.

Dari pemeriksaan Bidan Puskesmas didapatkan data-data sebagai berikut : BB 45


kg, lingkar lengan atas 23 cm, TD 130/80 mmHg, Tinggi Fundus Uteri 20 cm, Taksiran
Berat Janin : 1240 gr, DJJ 140x/menit, Hb Sahli 9 gr/dl. Bidan Puskesmas melakukan
penyuntikan imunisasi TT pada Ibu Tini. Bidan hanya mencatat data-data tersebut pada
kartu pasien.

Dokter Beny selaku pimpinan Puskesmas Bungur akan merencanakan


Lokakarya Mini bulanan untuk membahas PWS KIA, dilanjutkan dengan Lokmin
Tribulanan. Dokter Beny akan menentukan langkah untuk menindaklanjuti rendahnya
cakupan PWS KIA, dengan pendekatan Administrasi Kesehatan.

II.KLARIFIKASI ISTILAH

NO. ISTILAH DEFINISI


1. PWS KIA (Pemantauan Alat manajemen untuk melakukan pemantauan
Wilayah Setempat program KIA di suatu wilayah kerja secara terus
Kesehatan Ibu dan menerus agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat
Anak) dan tepat.
2. Cakupan K1 Kunjungan pertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan
tanpa melihat umur kehamilan, baik di dalam maupun
di luar gedung Puskesmas/Posyandu/Polindes,
kunjungan rumah, RS swasta atau pemerintah untuk
mendapatkan pelayanan antenatal.
3. Cakupan K4 Kunjungan ibu hamil yang keempat kali atau lebih
dengan tenaga kesehatan, baik di dalam maupun di luar
gedung Puskesmas/Posyandu/Polindes, kunjungan
rumah, RS swasta atau pemerintah untuk mendapatkan
pelayanan antenatal sesuai dengan standar yang
ditetapkan minimal 5T.
4. Cakupan Pn Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan sesuai dengan standar.
5. ANC (Antenatal Care) Konseling ibu hamil untuk menilai status kesehatan,
perkembangan kehamilan yang dilakukan minimal 4
kali (1x pada trimester ke-1, 1x pada trimester ke-2,
dan 2x pada trimester ke-3.
6. Hb Sahli Cara yang digunakan untuk pemeriksaan kadar
hemoglobin darah dengan menggunakan larutan HCl
hingga berubah warna menjadi cokelat kehitaman
akibat reaksi antara HCl dan Hb membentuk asam
hematin.
7. Imunisasi TT (Tetanus Pemberian kekebalan menggunakan vaksin yang
Toksoid) dipergunakan untuk mencegah tetanus pada bayi baru
lahir dengan cara mengimunisasi ibu yang sedang
hamil dan juga untuk mencegah tetanus.
8. Lokakarya Mini Salah satu bentuk upaya penggalangan dan pemantauan
berbagai kegiatan Puskesmas melalui pertemuan.
9. Administrasi Suatu proses yang menyangkut perencanaan,
Kesehatan pengorganisasian, pengarahan, pengawasan,
pengkoordinasian, dan penilaian terhadap sumber tata
cara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi
kebutuhan dan tuntutan akan kesehatan, perawatan
kedokteran serta lingkungan sehat dengan
menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya
kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, dan
masyarakat.
III. IDENTIFIKASI MASALAH

NO MASALAH KONSEN
.
1. Dokter Beny, pimpinan Puskesmas Bungur yang baru. Pada saat VVV
membaca laporan PWS KIA, didapatkan cakupan K1, K4, Pn
rendah.
2. Hari ini, dr. Beny sedang melakukan supervisi di ruang KIA, VV
mendapatkan Bidan Puskemas sedang memeriksa Ibu Tini, 41 tahun,
mengandung anak ke-5 (lima), datang ke Puskesmas untuk
melakukan ANC pertama kali di usia kehamilan 22 minggu.
Kelahiran 4 (empat) anak sebelumnya dilakukan di rumah, dibantu
oleh dukun sehingga untuk rencana persalinan anak ke-5 (lima) ini,
Ibu Tini ingin melakukan hal yang serupa karena keempat anaknya
lahir dengan selamat.
3. Dari pemeriksaan Bidan Puskesmas didapatkan data-data sebagai V
berikut : BB 45 kg, lingkar lengan atas 23 cm, TD 130/80 mmHg,
Tinggi Fundus Uteri 20 cm, Taksiran Berat Janin : 1240 gr, DJJ
140x/menit, Hb Sahli 9 gr/dl. Bidan Puskesmas melakukan
penyuntikan imunisasi TT pada Ibu Tini. Bidan hanya mencatat
data-data tersebut pada kartu pasien.
4. Dokter Beny selaku pimpinan Puskesmas Bungur akan V
merencanakan Lokakarya Mini bulanan untuk membahas PWS KIA,
dilanjutkan dengan Lokmin Tribulanan. Dokter Beny akan
menentukan langkah untuk menindaklanjuti rendahnya cakupan
PWS KIA, dengan pendekatan Administrasi Kesehatan.

IV. ANALISIS MASALAH

1. Dokter Beny, pimpinan Puskesmas Bungur yang baru. Pada saat membaca
laporan PWS KIA, didapatkan cakupan K1, K4, Pn rendah.
1.1. Apa saja tugas dari pimpinan Puskesmas? 1, 11
1.2. Apa tujuan dan manfaat dibuatnya laporan PWS KIA? 2, 10
1.3. Bagaimana cara melakukan dan melaporkan PWS KIA? 3, 9
1.4. Apa saja indikator-indikator pemantauan KIA? 4, 8
1.5. Apa saja indikator-indikator kesehatan? 5, 6
1.6. Apa makna cakupan K1, K4, dan Pn rendah? (target dalam SPM) 6, 7
1.7. Apa saja kegiatan pokok pelayanan KIA? 7, 5

2. Hari ini, dr. Beny sedang melakukan supervisi di ruang KIA, mendapatkan
Bidan Puskemas sedang memeriksa Ibu Tini, 41 tahun, mengandung anak ke-5
(lima), datang ke Puskesmas untuk melakukan ANC pertama kali di usia
kehamilan 22 minggu. Kelahiran 4 (empat) anak sebelumnya dilakukan di
rumah, dibantu oleh dukun sehingga untuk rencana persalinan anak ke-5
(lima) ini, Ibu Tini ingin melakukan hal yang serupa karena keempat anaknya
lahir dengan selamat.
2.1. Bagaimana tujuan dan cara melakukan supervisi di ruang KIA? 8, 4
2.2. Apa standar pelayanan ANC? 9, 3
2.3. Apa dampak dari ANC K1 terlambat pada kasus? 10, 2
2.4. Bagaimana cara mengedukasi Ibu Tini agar melakukan persalinan dengan
tenaga kesehatan? 11, 1
2.5. Bagaimana cara mengedukasi Ibu Tini agar menggunakan kontrasepsi? 1, 11
2.6. Apa saja dampak dari melakukan persalinan di rumah yang dibantu oleh
dukun? 2, 10
2.7. Apa dampak dari grandemultiparitas dan kehamilan lewat dari usia
reproduktif? 3, 9

3. Dari pemeriksaan Bidan Puskesmas didapatkan data-data sebagai berikut :


BB 45 kg, lingkar lengan atas 23 cm, TD 130/80 mmHg, Tinggi Fundus Uteri 20
cm, Taksiran Berat Janin : 1240 gr, DJJ 140x/menit, Hb Sahli 9 gr/dl. Bidan
Puskesmas melakukan penyuntikan imunisasi TT pada Ibu Tini. Bidan hanya
mencatat data-data tersebut pada kartu pasien.
3.1. Bagaimana cara deteksi dini ibu hamil berisiko? (pemeriksaan apa saja yang
belum) 4, 8
3.2. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan di atas? Apakah ibu Tini
termasuk berisiko? 5, 6
3.3. Bagaimana sistem registrasi dan pencatatan ibu hamil di Puskesmas? 6, 7
3.4. Apa saja yang dicatat pada kartu pasien serta tujuan dan manfaat dari kartu
pasien? 7, 5
3.5. Kapan dan berapa kali dilakukan imunisasi TT pada ibu hamil? 8, 4

4. Dokter Beny selaku pimpinan Puskesmas Bungur akan merencanakan


Lokakarya Mini bulanan untuk membahas PWS KIA, dilanjutkan dengan
Lokmin Tribulanan. Dokter Beny akan menentukan langkah untuk
menindaklanjuti rendahnya cakupan PWS KIA, dengan pendekatan
Administrasi Kesehatan.
4.1. Bagaimana cara merencanakan Lokakarya Mini bulanan dan tribulanan? 9, 3
4.2. Apa manfaat dan tujuan diadakannya Lokakarya Mini bulanan dan tribulanan?
10, 2
4.3. Apa langkah untuk menindaklanjuti rendahnya cakupan PWS KIA dengan
pendekatan Administrasi Kesehatan? 11, 1

5. Hipotesis : Puskesmas Bungur memiliki cakupan K1, K4 dan Pn rendah


dalam PWS KIA sehingga Dokter Beny berencana untuk melakukan
Lokakarya Mini bulanan dan tribulanan dan menindaklanjutinya dengan
pendekatan Administrasi Kesehatan.

V. LEARNING ISSUE

1. PWS KIA 1, 3, 5, 7, 9, 11
2. LOKAKARYA MINI 2, 4, 6, 8, 10

Catatan :
Lokmin, siapa yang berhubungan dengan kegiatan, jadwal.
Target cakupan k1, k4 dan Pn.

Pembagian :
1. ADE
2. FEBBY
3. SIKAM
4. THALIA
5. USAMAH
6. RULIT
7. IFA
8. CORNE
9. VIENNA
10. EZRA
11. AULEK

VI. KERANGKA KONSEP

VII. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA