Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ETIKA BISNIS

KASUS INSIDER TRADING TENTANG SAHAM DANAMON

DISUSUN OLEH :

1. Rika Putri Yanti (361541311010)


2. Muhammad Hirza (361541311011)
3. Arif Prasetyo (361541311020)
4. Eka Nur Annisa (361541311024)
5. Dwi Nurul Choirina (361541311026)

PROGRAM STUDI D-IV AGRIBISNIS


POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagai cita


cita dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ditempuh dengan
menyelenggarakan proses pembangunan nasional yang berkesinambungan.
Proses pembangunan nasional tersebut meliputi berbagai macam aspek
kehidupan masyarakat. Pembangunan di sektor ekonomi, memegang
peranan penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pasar
modal sebagai salah satu struktur ekonomi, memegang peranan yang
sangat penting dan strategis dalam pembangunan perekonomian Indonesia,
sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana
investasi bagi masyarakat, dalam menghadapi pesatnya perkembangan
perekonomian dunia tersebut. Pasar modal adalah kegiatan yang
bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan
publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan
pofefesi yang bekaitan dengan efek.

Dalam penyelenggaraannya, pasar modal tidak dapat terlepas dari


berbagai macam pelanggaran berupa terjadinya tindakan-tindakan yang
tidak sesuai dengan ketentuan yang mengatur, terjadinya tindakan-
tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keterbukaan, yang pada
akhirnya merupakan tindakan-tindakan yang merugikan kepentingan
publik serta merugikan dan menghambat keberlangsungan proses
pembangunan perekonomian bangsa. Pelanggaran-pelanggaran yang
terjadi dalam proses penyelenggaraan pasar modal dapat berupa
pelanggaran secara administratif maupun pelanggaran-pelanggaran yang
berupa suatu kejahatan yang dapat dikategorikan sebagai suatu tindak
pidana di bidang pasar modal. Salah satu tindak pidana dibidang pasar
modal sebagai mana diatur di dalam Undang-Undang No 8 tahun 1995
tentang Pasar Modal adalah apa yang dikenal dengan nama Insider
Trading. Dalam tulisan ini kami mencoba untuk membahas hal-hal yang
berkait dengan Insider Trading tersebut, dengan maksud untuk lebih
memahami hal-hal yang terkait dengan terjadinya Insider Trading sebagai
salah satu bentuk kejahatan atau tindak pidana di bidang pasar modal.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan insider trading ?

2. Bagaimana contoh kasus yang terkait tentang insider trading ?

3. Apa sanksi bagi kejahatan insider trading ?


1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari insider trading.

2. Untuk mengetahui kasus yang terkait tentang insider trading.

3. Untuk mengetahui sanksi hukum bagi pelaku insider trading.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Insider Trading

Insider trading adalah Perdagangan efek dengan mempergunakan


Informasi Orang Dalam (IOD). IOD adalah informasi material yang
dimiliki orang dalam yang belum tersedia untuk umum Undang-Undang
No. 8 Tahun 1995, tidak memberikan batasan insider trading secara tegas.
Transaksi yang dilarang antara lain yaitu orang dalam dari emiten yang
mempunyai informasi orang dalam melakukan transaksi penjualan atau
pembelian atas efek emiten atau perusahaan lain yang melakukan transaksi
dengan emiten atau perusahaan publik yang bersangkutan. Dengan
demikian pokok permasalahan insider trading adalah informasi. Orang
dalam atau dikenal dengan insider adalah manajer, pegawai atau
pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik, pihak yang karena
kedudukan atau profesinya atau karena hubungan usahanya dengan emiten
atau perusahaan publik memungkinkannya mempunyai IOD, termasuk
pihak yang dalam 6 bulan terakhir tidak lagi menjadi orang-orang tersebut.
Sementara pihak lain yang dilarang melakukan insider trading adalah
mereka yang memperoleh IOD secara melawan hukum, sebagaimana yang
ditentukan dalam Pasal 97 Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang
Pasar Modal, bahwa pihak yang berusaha untuk memperoleh IOD dari
orang dalam secara melawan hukum dan kemudian memperolehnya
dikenakan larangan yang sama dengan larangan yang berlaku bagi orang
yang sebagaimana dimaksud Pasal 95 dan Pasal 96. Demikian juga
perusahaan efek yang memiliki IOD, pegawai Bapepam yang diberi tugas
atau pihak lain yang ditunjuk oleh Bapepam untuk melakukan
pemeriksaan juga dilarang memanfaatkan untuk diri sendiri atau pihak lain
kecuali diperintahkan oleh UU lainnya (Pasal 98 ayat (4).

2.2 Kasus Insider Trading Saham Danamon


a. Kasus Insider Trading Saham Danamon
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
berencana menemui manajemen UBS Indonesia pada hari ini terkait
terkuaknya kasus insider trading atau kecurangan transaksi saham PT
Bank Danamon Indonesia Tbk karena pendahuluan informasi yang
dilakukan oleh mantan Country Head UBS Group AG. Seperti diketahui,
mantan Country Head UBS Group AG, Rajiv Louis, dinyatakan
melakukan insider trading terkait transaksi saham Bank Danamon.
Transaksi tersebut dilakukan oleh Rajiv Louis melalui broker di Singapura
pada 2012. Siang ini kami akan menemui pihak UBS Indonesia. Kami
mau menanyakan beberapa hal dan meminta informasi, ujar Direktur
Utama BEI, Tito Sulistio saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (16/10).
Tito menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memulai penyelidikan terhadap
kasus tersebut. Ia mengakui jika penyelidikan kali ini sulit dilakukan
karena transaksi tersebut dilakukan oleh broker asing yang sesuai aturan
tidak bisa secara mudah diungkap ke publik. Karena transaksi ini kan
melalui broker asing yang tidak tahu siapa dan tidak di Indonesia. Intinya
melalui pihak asing. Kita lagi mau penyelidikan siapa broker ini, kita coba
cari, ungkapnya.
Lebih lanjut, Tito menyatakan bahwa UBS Indonesia tidak
tersangkut secara langsung dengan kasus ini. Pasalnya, transaksi insider
trading tersebut dilakukan oleh Rajiv melalui rekening bank istrinya di
Singapura.Intinya kita ketemu dan tanya beberapa hal ke UBS. Bukan
UBS (yang terkait langsung), kan itu pribadi. Bukan UBS, jelasnya.
Untuk diketahui, dalam UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal, disebutkan
bagi mereka yang melakukan kegiatan yang tergolong perdagangan orang
dalam dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda
paling banyak Rp15 miliar. Lebih lanjut, kasus insider trading yang terjadi
tiga tahun lalu tersebut muncul ke permukaan setelah The Monetary
Authority of Singapore (MAS) mengumumkan perkara itu pada Rabu
(14/10). Seperti diberitakan Reuters, MAS mengganjar Rajiv Louis,
dengan hukuman denda penalti sebesar S$434.912, atau setara dengan
US$312.965, tanpa tuntutan hukum. MAS membeberkan Louis membeli
saham 1 juta lembar saham Bank Danamon pada Maret 2012 lewat akun
bank milik istrinya di Singapura setelah mendapat informasi nonpublik
atas rencana akuisisi saham Danamon oleh DBS Group Holdings Ltd di
negeri Singa tersebut. DBS kemudian mengumumkan penawarannya atas
saham Bank Danamon pada April 2012. Hal itu membuat Rajiv meraup
untung hingga S$173.965. Rajiv kemudian bergabung dengan Carlyle
Group LP setahun kemudian sebagai managing director di tim pembelian
kawasan Asia dan bertanggung jawab terhadap investasi di Indonesia.
Kepada Reuters, pihak Carlyle Group LP menyatakan telah memecat Rajiv
terkait penetapannya sebagai pelaku dari kasus insider trading tersebut.

b. Analisis Pembahasan
Kasus insider trading yang terjadi adalah kasus berupa
pendahuluan informasi penjualan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk
yang didapatkan dari jabatan yang dimilikinya sebagai Country Head UBS
Group AG yang mana saham tersebut kemudian di beli sebanyak satu juta
lembar sebelum DBS kemudian mengumumkan penawarannya atas saham
Bank Danamon pada April 2012.
Transaksi dilakukan Rajiv melalui rekening bank istrinya di
Singapura dengan bantuan broker yang ada disana. Transaksi tersebut
membuatnya mendapatkan keuntungan sebesar S$173.965 kemudian
bergabung dengan Carlyle Group LP setahun kemudian sebagai managing
director di tim pembelian kawasan Asia dan bertanggung jawab terhadap
investasi di Indonesia.
Akhirnya kasus insider trading atau kecurangan transaksi saham
PT Bank Danamon Indonesia Tbk karena pendahuluan informasi yang
dilakukan oleh mantan Country Head UBS Group AG terkuak. Terkuaknya
kasus tersebut membuat pihak Carlyle Group LP memecat Rajiv terkait
penetapannya sebagai pelaku dan MAS mengganjar Rajiv Louis, dengan
hukuman denda penalti sebesar S$434.912, atau setara dengan
US$312.965, tanpa tuntutan hukum.

2.3 Sanksi Hukum Terhadap Insider Trading


Insider trading ini berbeda dengan kejahatan pasar modal lain yang
umumnya adalah menyangkut perbuatan-perbuatan yang secara umum
memang dilarang, yaitu perbuatan yang berkaitan dengan pemberian
informasi yang palsu, menyesatkan, tidak benar atau perbuatan yang
berupa penipuan dan penggelapan, atau penyiaran informasi palsu atau
menyesatkan tentang efek perusahaan emiten. Untuk dapat dikategorikan
ke dalam perbuatan insider trading maka harus terdapatunsur-unsur
sebagai berikut:
1. Pelaku harus menyadari adanya suatu informasi tertentu;
2. Informasi tersebut tidak tersedia untuk publik;
3. Investor yang rasional mengharapkan jika informasi dirilis ke
publik, akan membawa dampak material terhadap harga atau nilai
efek suatu perusahaan tersebut; dan
4. Pelaku harus mengetahui, atau patut diduga mengetahui, bahwa
informasi tersebut bersifat material dan tidak tersedia untuk publik
(informasi non-publik). Jika semua unsur-unsur tersebut dipenuhi
maka seseorang yang memiliki informasi tersebut tidak dibolehkan
melakukan perdagangan efek perusahaan sebelum informasi itu
disampaikan kepada publik. Hal ini sesuai dengan ketentuan
disclosure or abstain from trading yang disebutkan di atas. Selain
dilarang melakukan perdagangan ia juga tidak diperbolehkan untuk
menyuruh orang lain melakukan perdagangan atau memberikan
informasi tersebut kepada orang lain yang patut diduganya akan
melakukan perdagangan.
Di Indonesia peraturan ini terdapat di dalam Undang-Undang
Nomor 8 tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Sanksi atas pelanggaran yang
dilakukan orang dalam (Insider) terdapat dalam pasal 95 adalah hukuman
pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan denda setinggi-tingginya 15
milyar rupiah (pasal 104).Sanksi hukum bagi orang dalam (Insider) di
Pasar Modal Indonesia khususnya merupakan sanksi hukum administratif
Untuk pelanggaran Rule 10b-5sanksinya adalah ganti rugi atas kerugian
yang diderita investor yang melakukan perdagangan saham perusahaan
dengan dasar kepercayaan atas pernyataan atau informasi yang
didiscloseoleh perusahaan.
Dilarangnya perdagangan oleh orang dalam ini sangat berkaitan
dengan adanya ketentuan yang mengatur tentang keterbukaan informasi
yang harus diumumkan kepada publik, sebagaimana diatur dalam
Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-22/PM/1991. Keputusan Ketua
Bapepam ini mewajibkan setiap perusahaan publik untuk menyampaikan
kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat secepat
mungkin, paling lambat akhir hari kerja kedua setelah Keputusan atau
terjadinya suatu peristiwa, keterangan penting dan relevan yang mungkin
dapat mempergunakan nilai efek perusahaan atau keputusan investasi nilai
efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Dalam pada itu perlu
juga ditekankan di sini bahwa perdagangan oleh orang dalam ini tidak saja
mengakibatkan terjadinya suatu tindak pidana tetapi juga merupakan
suatu perbuatan melawan hukum menurut ketentuan Pasal1365 KUH
Perdata. Hal ini karena perdagangan oleh orang dalam itu dapat merugikan
investor lain dan karenanya investor yang dirugikan berhak mendapatkan
penggantian apabila dapat membuktikannya. Oleh karena itu menurut
ketentuan Pasal 1365 KUH Perdata maka tiap perbuatan melanggar
hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang
yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian
tersebut.

BAB III
KESIMPULAN

Insider trading adalah perdagangan efek yang dilakukan oleh mereka yang
tergolong orang dalam perusahaan (dalam artian luas), perdagangan mana
didasarkan atau dimotivasi oleh adanya suatu informasi orang dalam. Transaksi
yang dilarang antara lain yaitu orang dalam dari emiten yang mempunyai
informasi orang dalam melakukan transaksi penjualan atau pembelian atas efek
emiten atau perusahaan lain yang melakukan transaksi dengan emiten atau
perusahaan publik yang bersangkutan.
Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Sanksi atas
pelanggaran yang dilakukan orang dalam (Insider) terdapat dalam pasal 95 adalah
hukuman pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan denda setinggi-tingginya
15 milyar rupiah (pasal 104).Sanksi hukum bagi orang dalam (Insider) di Pasar
Modal Indonesia khususnya merupakan sanksi hukum administratif Untuk
pelanggaran Rule 10b-5sanksinya adalah ganti rugi atas kerugian yang diderita
investor yang melakukan perdagangan saham perusahaan dengan dasar
kepercayaan atas pernyataan atau informasi yang didiscloseoleh perusahaan.
Lampiran