Anda di halaman 1dari 7

Mata Kuliah : Pendekatan Sistem Dalam Perencanaan Wilayah & Kota

Dosen :Prof. DR.IR. Hazairin Subair, M.Sc

MODEL SISTEM DALAM PENGELOLAAN


WILAYAH PESISIR

MAHASISWA

Oleh :

ANDI DIOE. H MPW 4509017

PROGRAM STUDI
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
PASCASARJANA
UNIVERSITAS 45 MAKASSAR
TAHUN 2009

1
Kegiatan
Sumberday Prasarana Ekspor
a Manusia Transportasi (X6)
(X1) (X4)
Komponen Sistem
- Sumberdaya Manusia
- Sumberdaya Alam Pusat
- Prasarana Transportasi Perdaganga
- Sarana Transportasi n Pertumbuhan
- Pusat Perdagangan (X5) ekonomi wilayah
Sumberday tersebut akan
Sarana
a Alam tumbuh dengan
Transportasi
(X2) baik
(X3)

Model Sistem dalam Pengembangan Ekonomi Wilayah

Keterangan;
F12 : Manusia mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam
F13 : Manusia memanfaatkan Sarana dan Prasarana transportasi untuk mengelola dan memanfaatkan Sumber
F14 Daya Alam
F12
F23 : Manusia memanfaatkan Jasa angkutan umum ke Pelabuhan, Terminal ataupun Bandara
F24
F13 : Penduduk menuju ke pusat perdagangan dengan menggunakan jasa transportasi
F35
F53 : Dari pusat perdagangan menggunakan jasa transportasi
F23 : Sumberdaya alam diangkut dengan menggunakan jasa transportasi menuju pelabuhan, terminal ataupun
F34 bandara untuk dilakukan kegiatan ekspor
F46

2
F12 Penduduk menjual hasil-hasil bumi ke pusat perdagangan dengan jasa transportasi
F23
F35
F12 Penduduk menjual hasil-hasil bumi kepusat perdagangan dengan berjalan kaki
F24
F45
F53 Dari pusat perdagangan ke pelabuhan, terminal ataupun Bandara menggunakan jasa transportasi kemudian
F36 diekspor
F43 Dari Bandara, Pelabuhan ataupun Terminal menuju ke pusat perdagangan menggunakan jasa transportasi
F35

Kesimpulan;

Dari pendekatan system, dalam menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi wilayah, dimana komponen-komponen
system tersebut saling terkait satu sama lainnya. Komponen system prasarana dan sarana transportasi sangat
berpengaruh dalam mendistribusikan berbagai Sumberdaya Alam, sehingga komponen system tersebut merupakan
urat nadi dalam membangun perekonomian suatu wilayah, sehingga mutlak harus dilakukan pembangunan terhadap
sarana dan prasaran transportasi.

3
SISTEM PENGEMBANGAN PARIWISATA DAERAH

Pemerintah
Transportasi
(A1)
(A6)

KOMPONEN SISTEM
Kebijakan/pemerintah Kegiatan
Obyek daya tarik wisata Wisatawan Obyek daya tarik Pariwisata
Pengelolah (A3) wisata akan
Kegiatan Promosi (A5) berkembang
Wisatawan
Transportasi

Pengelolah Kegiatan Promosi


(A2) (A7)

4
PENJELASAN

A1A5 Adanya kebijakan pemerintah dalam mengali potensi dan mengelolah pariwisata
A2A7 Pihak pengelolah melakukan dan kegiatan-kegiatan (event) dan promosi dalam akan daya tarik pariwisata
A7A3 Kegiatan promosi ataupun event dilakukan kepada para wisatawan
A7A5 Kegiatan promosi yang dilakukan harus secara rutin
A3A5 Para wisatawan melakukan kunjungan atau mendatangi kawasan wisata
A5A6 Para wisatawan dalam mengunjungi kawasan tersebut memanfaatkan transportasi
A1A6 Pemerintah harus membangun system transportasi dari dank e kawasan pariwisata
A2A6 Pihak pengelola harus menyediakan area perparkiran yang luas
A2A1 Pengelola kawasan wisata meminta kepada pemerintah izin pengelolaan dalam membangun pariwisata

Berdasarkan system pembangunan pariwisata daerah tersebut, dimana pemerintah memiliki peranan yang cukup
besar sebagai penentu kebijakan sehingga kegiatan pariwisata tersebut dapat berkembang dengan baik. Selain itu,
dalam perkembangannya dimasa mendatang, maka kegiatan promosi ataupun event-event lainnya harus senantias
terus dilakukan sebagai salah satu strategi dlam menarik jumlah wisatawan yang lebih banyak yang didukung oleh
system transportasi yang tersedia.

5
SISTEM PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR

KOMPONEN SISTEM
1. SUMBERDAYA PESISIR
2. MASYARAKAT PESISIR
3. KEGIATAN PERIKANAN DAN
KELAUTAN
4. KEGIATAN PARIWISATA BAHARI
5. PEMERINTAH

MASYARAKAT KEGIATAN
PESISIR PERIKANAN DAN
(P1) KELAUTAN
(P3)
SUMBERDAYA
PESISIR
(P2)

KEGIATAN
PEMERINTAH PARIWISATA
(P5) BAHARI
(P4)

PEMANFAATAN SUMBERDAYA
PESISIR AKAN TERKENDALI

6
KETERANGAN ;
P1P2 Sebagai masyarakat pesisir dalam memanfaatkan sumberdaya pesisir
harus secara efektif dan efisien
P1P3 Masyarakat pesisir dimana kegiatan yang dominan adalah sebagai
nelayan, maka perlu untuk membangun kegiatan perikanan dan kelautan
P1P4 Begitupun dengan masyarakat pesisir, maka mampu untuk
memanfaatkan sumberdaya wisata bahari yang ada di kawasan tersebut
P2P3 Kegiatan perikanan dan kelautan sebagai sumberdaya pesisir yang harus
dikembangkan
P2P4 Sumberaya pesisir dengan adanya kegiatan pariwisata bahari, dalam
mengembangkannya, maka perlu pengelolaan manajemen yang
professional, sehingga tidak saling mengganggu antara kegiatan
perikanan dengan pariwisata
P5P4 Pemerintah sebagai penentu kebijakan tentunya harus mampu melihat
prospek berkembangnya kegiatan pariwisata di wilayah pesisir
P5P1 Pemerintah mampu membangun masyarakat pesisir dengan segala
potensi yang dimiliki
P5P2 Tentunya pemerintah dalam memanfaatkan sumberdaya pesisir tidak
terlepas dari kebijakan-kebijakan sehingga perlu berpihak kepada
masyarakat pesisir itu sendiri.
P4P3 Kegiatan pariwisata bahari dan perikanan di kawasan pesisir harus
berjalan seimbang, sehingga saling menguntungkan