Anda di halaman 1dari 10

EFEKTIFITAS MINUMAN JAHE D A L A M MENGURANGI EMESIS

GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I

SaswitaS Yulia Irvani Dewi^, Bayhaldd^

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan minuman jahe dalam mengurangi emesis gravidarum.
Penelitian ini menggunakan "Quasy Experiment" dengan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling
dengan memperhatikan kriteria inklusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penurunan rata-rata mual dan muntah sebelum
diberikan intervensi sebesar 3,87 dan setelah diberikan intervensi 2,78. P value 0,014 (<a = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa
jahe efektif dalam mengurangi mual dan muntah selama kehamilan trimester pertama. Berdasarkan hasil penelitian tersebut
disarankan untuk dapat mengaplikasikan minuman jahe dengan komposisi yang tepat khususnya di pelayanan kesehatan.

Kata kunci: jahe, emesis gravidarum, kehamilan

Abstract

The purpose of this study was to determine how far the effectiveness of ginger drinks in reducing emesis gravidarum. This
study used "Quasy Experiment" with pre-test and post-test control group design. The number of samples were 30 using
purposive sampling technique with respect to the inclusion criteria and divided into experimental and control group. The
results showed a significant decrease in the average of nausea and vomiting from 3.87 prior to the intervention given ginger
drink to 2.78 after the intervention with P value 0.014 (<a= 0.05). As conclusion, ginger effective in reducing nausea and
vomiting during the first trimester of pregnancy. Based on this finding the ginger drink with the right composition can be
applied in health care setting.

Keywords: ginger, emesis gravidarum, pregnant

PENDAHULUAN maupun sistem gastrointestinal. Perubahan yang


Kehamilan merupakan suatu keadaan terjadi akan menunjang proses pertumbuhan dan
wanita yang memiliki embrio atau fetus didalam perkembangan janin di dalam rahim. Setelah bayi
rahimnya yang terus berkembang dari vi'aktu ke lahir, perubahan-perubahan tersebut akan kembali
waktu. Proses kehamilan yang normal terjadi seperti keadaan semula secara perlahan. Pada
selama 40 minggu antara waktu menstruasi dasamya, perubahan sistem tubuh wanita hamil
terakhir dan kelahiran (38 minggu dari terjadi karena pengaruh berbagai hormon
pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil kehamilan seperti H C G {Hormon Chorionic
adalah gravid. Sedangkan calon manusia yang Gondotropin) (Errol & John, 2006).
terdapat di dalam rahim disebut fetus pada Menurut Bobak, dkk. (2004), perubahan
minggu-minggu awal kehamilan dan kemudian maternal dihubungkan dengan meningkatnya
disebut janin sampai proses kelahiran. Seorang hormon kehamilan dan pembesaran uterus yang
wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut menekan jaringan lain yang berada disekitamya
primigravida atau gravid 1. Sedangkan wanita seperti vesika urinaria. Perubahan ini merupakan
yang tidak pemah hamil disebut gravida 0 upaya tubuh dalam memenuhi kebutuhan
(Bobak, dkk., 2004). metabolik kehamilan yang dibebankan kepada
Proses kehamilan akan menimbulkan tubuh wanita hamil sekaligus menyediakan
berbagai perubahan pada seluruh sistem tubuh lingkungan yang tepat untuk pertumbuhan dan
seperti sistem kardiovaskuler, sistem pemafasan perkembangan fetus. Walaupun kehamilan

1
Saswita, Yulia Irvani Dewi, Bayhakki, Efektifitas Minuman Jahe dalam Mengurangi Emesis Gravidarum pada
Ibu Hamil Trimester I

merupakan fenomena yang normal, masalah komponen kompleks yang terlibat dalam proses
dapat saja terjadi. muntah (Wesson, 2002).
Salah satu jenis adaptasi maternal dapat Proses muntah diawali dengan salivasi dan
terjadi pada sistem gastrointestinal dengan gejala inspirasi dalam. Pada saat itu, sfingter esophagus
kehilangan sclera makan, pengurangan sekresi akan berelaksasi, laring dan palatum mole
intestinal, gangguan fungsi liver, absorbs! nutrisi terangkat dan glotis menutup. Selanjutnya
terganggu. Pada awal kehamilan, beberapa wanita diafragma akan berkontraksi dan menurun serta
mengalami mual-mual yang disertai dengan atau kontraksi dinding perut yang mengakibatkan
tanpa muntah-muntah (morning sickness) yang suatu tekanan pada lambung sehingga isinya
dapat terjadi akibat peningkatan kadar H C G serta dimuntahkan. Peristiwa muntah ini didahului oleh
gangguan metabolisme karbohidrat (Lowdermilk statis lambung dan konstraksi duodenum dan
& Perry, 2004). antrum lambung (Lie, 2004).
Selain adaptasi maternal pada fisiologis, Muntah seringkali disertai gejala-gejala dan
berbagai stimulus psikologis juga dapat menjadi tanda vasomotorik. Kadang-kadang kejadian
faktor emosional yang menyebabkan gejala mual mual dan muntah dirasakan sebagai sensasi tidak
dan muntah menjadi lebih berat. Bentuk stimulus enak di epigastrium, dibelakang tenggorokan dan
psikologis pada ibu hamil adalah distres di perut. Sensasi mual biasanya disertai dengan
emosional dan adaptasi yang dibutuhkan pada berkurangnya motilitas lambung dan peningkatan
kehamilan kembar atau berdekatan (Tiran, 2008). konstraksi duodenum. Sensasi mual masih dapat
Jadi, kedua faktor baik fisiologis maupun terjadi bahkan setelah operasi gastrektomi.
psikologis ikut berperan dalam kejadian mual dan Kejadian mual biasanya diikuti dengan muntah,
muntah pada ibu hamil. namun keduanya tidak selalu harus terjadi
Dalam dunia medis, mual dan muntah pada bersama-sama. Mual kronik dapat terjadi tanpa
ibu hamil dikenal dengan nama emesis adanya muntah pada kasus-kasus muntah sentral,
gravidarum atau "morning sickness". Menurut muntah terjadi tanpa didahului oleh mual (Lie,
Tiran (2008), istilah "morning sickness" adalah 2004).
tidak benar. Bagi beberapa wanita, gejala dapat Wanita hamil terutama pada trimester 1
berlangsung sepanjang hari, atau mungkin tidak mengalami mual dan muntah-muntah dengan
terjadi sama sekali pada saat bangun tidur di pagi tingkat yang berbeda-beda. Biasanya cukup
hari. Tiran (2008) mengutip studi prospektif ringan dan terjadi terutama di pagi hari. Tetapi
Lacroix et al pada tahun 2000 yang menemukan kadang-kadang juga cukup parah dan dapat
bahwa 1,8% ibu hamil mengalami mual pada pagi berlangsung sepanjang hari. Mual dan muntah
hari; sedangkan pada 80% penderita, mual dapat terjadi mulai 2 minggu sesudah haid tidak datang
berlangsung sepanjang hari. Hal ini dipertegas dan berlangsung kira-kira selama 6 sampai 8
dengan hasil studi pendahuluan yang menemukan minggu. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi
bahwa ibu hamil tidak hanya mengalami mual diduga disebabkan oleh peningkatan kadar
muntah pada pagi hari. Kejadian mual dan hormon kelamin (estrogen dan progesteron) yang
muntah dapat timbul akibat rangsangan bau diproduksi selama hamil. Sesudah 12 minggu,
makanan dan kelelahan bahkan pada siang hari. gejala-gejala itu biasanya menghilang karena
Mual dan muntah ini dikendalikan oleh tubuh sudah menyesuaikan diri (Derek & John,
pusat muntah yang berada pada dasar ventrikel 2002).
otak keempat tepatnya pada bagian dorsal lateral Hasil penelitian Booth (2004), ada sekitar
dari formasio retikularis medulla oblongata. Pusat 2% wanita hamil pada trimester I mengalami
ini terletak dekat dengan pusat vasomotor, impuls masalah mual dan muntah yang berat sehingga
dari Chenioreceptor Trigger Zone (CTZ), diperlukan perawatan medis. Tanda bahaya yang
hipotalamus, korteks serebri dan area vestibular. paling utama pada masalah mual muntah adalah
Alat keseimbangan dapat terangsang akibat dehidrasi karena berisiko terhadap kesehatan ibu
proses-proses sentral atau perifer. Peranan dari dan janin. Oleh karena itu, diperlukan asupan
pusat muntah adalah untuk mengkoordinir semua

2
Jumal Ners Indonesia, V o l . 1, N o . 2, Maret 2011

cairan yang adekuat sebagai pengganti cairan yang pemah mengalami keguguran tidak
yang hilang. dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe karena
Lie (2004), menegaskan bahwa ibu hamil dapat meningkatkan resiko keguguran
yang mengalami mual dan muntah berat akan (Dechacare, 2009).
mengalami berbagai masalah seperti dehidrasi, Bagian tanaman yang bermanfaaat sebagai
gangguan keseimbangan elektrolit, kelelahan, dan obat mual dan muntah adalah bagian rimpang
gangguan asam basa. Selain itu, muntah atau yang mengandung minyak atsiri 2-3%). Minyak
retching yang terjadi terus menerus akan atsiri terdiri dari zingiberin, kemferia, limonen,
menyebabkan satu robekan atau lebih pada bomeol, sineol, zingeberal, linalool, geraniol,
esophagus maupun lambung yang biasa disebut kabikol, zingiberol, gingerol, dan shogaol
dengan Sindrom Mallory Weiss (Lie, 2004) (Lestari, 2003).
Robekan pada organ tubuh ini dapat Sebuah studi yang dilakukan oleh Meltzer,
menimbulkan rasa nyeri bahkan perdarahan yang (2000) dipublikasikan dalam American Journal of
dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin. Obstetric and Gynecology (2001) menemukan
Ibu hamil yang mengalami mual muntah bahwa jahe sangat membantu dalam mengurangi
juga akan mengalami gangguan pada morning sickness. Penelitian dilakukan dengan
aktivitasnya. Menurut Hollyer et al (2002), secara memberikan kapsul yang berisi jahe pada satu
psikologis, mual dan muntah selama kehamilan kelompok yang berjumlah 32 orang dan
mempengaruhi lebih dari 80% wanita hamil serta memberikan kapsul plasebo pada satu kelompok
menimbulkan efek yang signifikan terhadap lainnya yang berjumlah 35 orang. Setelah
quality of life. Sebuah studi yang dilakukan oleh dilakukan tindakan pengobatan selama empat
Hollyer et al, (2002) menunjukkan bahwa 50% hari, proporsi wanita hamil yang mengalami mual
wanita pekerja dilaporkan mengalami penurunan dan muntah pada kelompok jahe (12 dari 32
efisiensi dalam bekerja akibat mual dan muntah orang, sekitar 37,5%o) lebih rendah dibandingkan
selama kehamilan, sedangkan 25-66%) wanita kelompok plasebo (23 dari 35 orang, sekitar
hamil lainnya berhenti bekerja akibat gejala mual 65,7%).
dan muntah tersebut. Penelitian tentang bagaimana mengurangi
Sebagian ibu hamil merasakan bahwa mual mual dan muntah yang terjadi selama kehamilan
dan muntah merupakan hal yang biasa terjadi dengan berbagai teknik sudah banyak dilakukan
selama kehamilan. Sebagian lagi merasakan di Indonesia. Namun, menggimakan jahe sebagai
bahwa mual dan muntah merupakan suatu hal altematif dalam mengurangi mual dan muntah
yang tidak nyaman dan mengganggu aktivitas selama kehamilan trimester pertama belum
sehari-hari bahkan banyak dari wanita hamil yang banyak dilakukan temtama di Pekanbam.
harus mengkonsumsi obat-obatan atau tindakan Kota Pekanbam mempakan kota
altematif lain untuk mengatasi mual dan muntah. metropolitan dengan mayoritas wanita menjalani
Obat-obatan yang sering diberikan pada wanita pekerjaan diluar mmah. Wanita hamil yang
hamil yang mengalami mual muntah adalah obat mengalami mual muntah dapat mengalami
yang mengandung efek anti mual seperti vitamin gangguan dalam melaksEinakan pekerjaannya. Hal
B6. Namun bahan-bahan ini dilaporkan memiliki ini menyebabkan perlunya suatu tindakan untuk
efek samping seperti sakit kepala, diare dan mengurangi gejala mual muntah bagi ibu hamil
mengantuk (Laura, 2009). yang bekerja. Dari hasil studi pendahuluan,
Disamping itu, ramuan tradisional pun bisa ditemukan komunitas ibu hamil yang terbanyak
digunakan dengan meminum secangkir wedang di Kota Pekanbam berada pada wilayah kerja
jahe hangat. D i India, jahe dibuat sebagai Puskesmas Gamda dengan jumlah pasangan usia
minuman untuk mengatasi rasa mual pada wanita subur (PUS) sebanyak 16.268 orang. Sedangkan
hamil. Jahe dapat dikonsumsi dalam berbagai data ibu hamil pada wilayah kerja Puskesmas
bentuk seperti minuman, permen, atau manisan. Gamda tahun 2009 berjumlah 2.803 orang.
Tetapi wanita hamil tidak boleh mengkonsumsi Jumlah ibu hamil tersebut mempakan peringkat
jahe secara berlebihan karena jahe dapat ibu hamil terbanyak pertama di kota Pekanbam.
merangsang uterus. Oleh karena itu, ibu hamil

3
Saswita, Yulia Irvani Dewi, Bayhakki, Efektifitas M i n u m a n Jahe dalam Mengurangi Emesis Gravidarum pada
Ibu H a m i l Trimester I

Berdasarkan paparan di atas, maka peneliti HASIL


tertarik untuk melakukan penelitian tentang A. Analisis Univariat
efektifitas minuman jahe dalam mengurangi 1. Karakteristik responden
gejala mual dan muntah pada ibu hamil trimester Dari 30 responden di wilayah kerja
I. Puskesmas Gamda didapatkan data karakteristik
sebagai berikut:
METODE
A. Desain penelitian label I.
Penelitian ini adalah penelitian quasy Distribusi frekuensi responden berdasarkan
experiment. umur, suku, gravid (kehamilan) di wilayah kerja
Puskesmas Garuda tahun 2009
B. Sampel
Sampel adalah ibu hamil trimester I yang No Kategori Frekuensi Persentase (%)
bertempat tinggal di wilayah Puskesmas Garuda 1. Umur
< 20 tahun 1 3,3
Pekanbaru yang telah memenuhi kriteria yaitu:
20-30 tahun 16 53,3
mengalami mual dan muntah, tidak memiliki >30 tahun 13 43,3
komplikasi, tidak pemah keguguran, tidak 2. Suku
mengkonsumsi obat-obatan antiemetik, tidak Melayu 2 6,7
sedang menjalani rawat inap, suka minum jahe, Minang 22 73,3
Batak 0 0
bersedia menjadi responden. Jumlah keselumhan
Jawa 6 20,0
sampel adalah 30 orang dengan rincian 15 orang 3 Kehamilan
sebagai sampel kelompok eksperimen dan 15 Primigravida 7 23,3
orang sebagai kelompok kontrol. Teknik Multigravida 23 76,7
pengambilan sampel adalah purposive sampling.
Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar
C. Instrument ibu hamil berada pada rentang usia 20-30 tahun
Instmment yang digunakan adalah yaitu sebanyak 16 orang (53,3%). Ibu hamil yang
kuesioner dan observasi. Untuk memperoleh data bemmur kurang dari 20 tahun berjumlah 1 orang
karakteristik (data umum) ibu hamil trimester I, (3,3%)). Berdasarkan suku sebagian besar
peneliti menyusun kuesioner dalam bentuk responden berasal dari Minang dengan jumlah 22
pertanyaan terbuka sebanyak 3 pertanyaan orang (73,3%)). Sedangkan suku Melayu
meliputi umur, suku dan gravida. Pengumpulan mempakan paling sedikit yaitu sebanyak 2 orang
data yang digunakan peneliti untuk mengetahui (6,7%)). Pada tabel ini juga terlihat gambaran
intensitas mual dan muntah adalah lembar bahwa sebagian besar kehamilan responden
observasi dengan teknik wawancara terstmktur. berada pada kelompok multigravida dengan
Wawancara dilakukan dengan menanyakan klien jumlah 23 orang (76,7%)) dan selebihnya berada
tentang frekuensi mual muntah yang ia rasakan pada kelompok primigravida sebanyak 7 orang
dalam 24 jam. Pengukuran dilakukan dalam 24 (23,3%).
jam sebelum tindakan diberikan, dan diukur
kembali 24 jam berikutnya dengan pemberian 2. Karakteristik mual muntah ibu hamil trimester I
intervensi selama 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mual
muntah ibu hamil trimester I pada saat pre-test
D. Prosedur dapat dilihat pada tabel 2.
Setelah mendapatkan responden yang
sesuai dengan kriteria inklusi, peneliti kemudian
melakukan pengumpulan data yang terdiri dari
pre-test dan post-test, setelah data terkumpul
diperiksa kelengkapannya, kemudian dilakukan
analisa data.

4
Jumal Ners Indonesia, V o l . 1, N o . 2, Maret 2011

Tabel 2.
Distribusi rata-rata mual muntah ibu hamil Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai rata-
trimester 1 saat pre-test pada kelompok kontrol rata post-test mual muntah sesudah intervensi
dan eksperimen di wilayah kerja Puskesmas pada kelompok eksperimen dan kontrol
Garuda cendemng menumn dari hari pertama sampai hiri
keempat. Nilai rata-rata post-test kelompok
Kelompok N Mean SD SE Min Maks eksperimen adalah 2,78 dengan standar deviasi
Kontrol 15 2,73 1,624 0,419 1 6 sebesar 1,75 sedangkan nilai rata-rata post-test
Eksperimen 15 3,87 1,407 0,363 2 6 kelompok kontrol adalah 2,47 dengan standar
deviasi sebesar 1,50. Nilai mual muntah yang
Dari tabel 2 diketahui bahwa rata-rata mual paling sedikit muncul pada kelompok kontrol
muntah sebelum intervensi pada kelompok adalah pada titik 1 dan nilai yang paling sering
kontrol sebesar 2,73 dengan standar deviasi muncul adalah pada titik 6,25. Nilai mual muntah
1,624, sedangkan untuk kelompok eksperimen yang paling sedikit muncul pada kelompok
rata-rata mual muntahnya adalah 3,87 dengan eksperimen adalah pada titik 0,75 dan nilai yang
standar deviasi 1,407. Nilai mual muntah yang paling sering muncul adalah pada titik 6,5.
paling sedikit muncul pada kelompok kontrol
adalah pada titik I sedangkan kelompok B. Analisis Bivariat
eksperimen adalah pada titik 2. Nilai mual Analisa bivariat yang digunakan untuk
muntah yang paling sering muncul pada melihat perbedaan nilai mual dan muntah saat
kelompok kontrol ataupun kelompok eksperimen pre-test dan post-test antara kelompok kontrol
adalah pada titik 6. dan eksperimen serta perbedaan mual muntah
Untuk mengetahui pembahan karakteristik saat pre-test dan post-test pada kelompok
mual muntah, maka ibu hamil diberikan eksperimen adalah uji T. Berdasarkan uji
intervensi minuman jahe. Setelah selesai normalitas diketahui hasil P value < a (0,05) dan
intervensi, mual dan muntah kembali diukur. terlihat bahwa data berdistribusi tidak normal
Hasil penelitian diuraikan pada tabel 3 berikut: sehingga syarat penggunaan uji T tidak terpenuhi.
Teknik statistik yang menjadi pilihan untuk
Tabel 3. penelitian ini adalah statistik non-parametrik
Distribusi rata-rata mual muntah ibu hamil (Mann-Whitney U Test dan Wilcoxon)
trimester 1 saat post-test pada kelompok kontrol
dan eksperimen di wilayah kerja Puskesmas I. Two Independent Sample Test
Garuda Untuk menganalisa perbedaan nilai mual
muntah saat pre-test dan post-test pada kelompok
N Mean SD SE Min Maks
kontrol dan eksperimen, uji yang digunakan
Kontrol 15 2,80 1,37 0,35 1 5
adalah Two Independent Sample Test (Mann-
Hari 1 15 2,53 1,73 0,47 1 7
Whitney U Test).
Hari 2 15 2,40 1,84 0,48 1 7
Hari 3 15 2,13 1,84 0,48 0 6
Tabel 4.
Hari 4
Rata-rata 15 2,47 1,50 0,39 1 6,25
Perbedaan mual muntah ibu hamil trimester 1
post-test
saat pre-test pada kelompok kontrol dan
kontrol
eksperimen di wilayah kerja Puskesmas Garuda
Eksperimen
Kelompok Mean Mann P
Hari 1 15 3,27 1,75 0,45 1 6 N Mean SD
Rank Whitney value
Hari 2 15 2,93 2,55 0,66 0 10
Kontrol 15 12,33 3,30 1,601 65 0,05
Hari 3 15 2,67 1,84 0,48 0 6
Hari 4 15 2,27 1,44 0,37 1 5 Eksperimen 15 18,67
Rata-rata 15 2,78 1,75 0,45 0,75 6,5
post-test
eksperimen

5
Saswita, Yulia Irvani Dewi, Bayhakki, Efektifitas M i n u m a n Jahe dalam Mengurangi Emesis Gravidarum pada
Ibu H a m i l Trimester I

Dari tabel 4 terlihat bahwa nilai rata-rata Tabel 6.


rank pada kelompok kontrol adalah 12,33 dan Perbedaan mual muntah pada kelompok
kelompok eksperimen adalah 18,67. Nilai Mean eksperimen sebelum dan sesudah diberikan
kelompok kontrol dan eksperimen adalah 3,30 minuman jahe pada ibu hamil trimester 1 di
dengan standar deviasi 1,601. Nilai Mann wilayah kerja Puskesmas Garuda
Whitney U adalah 65 dan P value adalah 0,05 <
taraf nyata (a=0,05) sehingga kita dapat menolak Kelom- N Mean SD Min Maks Mean P
HO, artinya ada perbedaan signifikan nilai mual pok Rank value
muntah saat pre-test pada kelompok kontrol dan Pre-test 15 3,87 1,41 2 6 7,32 0,014
Post-test 15 2,78 1,75 0,75 6,5 5,25
eksperimen.

Grafik 1.
Tabel 5.
Perbedaan mual muntah sebelum dan setelah
Perbedaan mual muntah ibu hamil trimester 1
diberikan minuman jahe pada kelompok kontrol
saat post-test pada kelompok kontrol dan
dan eksperimen
eksperimen di wilayah kerja Puskesmas Garuda

Kelompok N Mean Mean SD Mann- P 4.5


Rank Whitney valu
e
Posttestl
Kontrol 15 14,53 3,03 1,56 98 3,03
Eksperimen 15 16,47
Posttest2
Kontrol 15 15,00 2,73 2,15 105 2,73
Eksperimen 15 16,00
Posttest3
Kontrol 15 14,83 2,53 1,81 102,5 2,53
Eksperimen 15 16,17 1,5 ^ ^eksperimen
Posttest4
Kontrol 15 14,83 2,53 1,63 102,5 2,53
1
Eksperimen 15 16,17
Rata-rata 0.5
Kontrol 15 8,00 2,62 1,61 107,5 0,84
Eksperimen 15

pretest posttestl posttest2 posttest3 posttest4


Tabel 5 menunjukkan nilai rata-rata rank
saat post-test pada kelompok kontrol dari hari Pmpkuran
pertama sampai hari ke-4 adalah 14,53; 15,00;
14,83; 14,90 sedangkan kelompok eksperimen
sebesar 16,47; 16,00; 16,17; 16,10. Nila rata-rata
Mann Whitney 107 dengan standar deviasi Berdasarkan tabel 6 dan grafik 1 di atas
sebesar 1,61. Nilai P value 0,84 > taraf nyata dapat kita lihat nilai rata-rata mual muntah pada
(a=0,05) sehingga HO gagal ditolak dan dapat kelompok eksperimen saat pre-test adalah 3,87
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan dan nilai saat post-test adalah 2,78. Perbedaan
signifikan nilai mual mimtah saat post-test pada mual muntah juga terlihat pada rata-rata rank saat
kelompok kontrol dan eksperimen. pre-test sebesar 7,32 dan saat post-test 5,25. Hasil
analisa menunjukkan P value=0,0l4 < a (0,05)
2. Two Related Sample Test sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
Analisa yang digunakan untuk melihat signifikan nilai mual muntah ibu hamil sebelum
pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen dan setelah diberikan minuman jahe pada
sebelum dan setelah diberikan minuman jahe kelompok eksperimen.
adalah Two Related Sample Test.

6
Jumal Ners Indonesia, V o l . 1, N o . 2, Maret 2011

PEMBAHASAN hospitahsasi dibandingkan wanita multigravida.


Pada wanita multigravida, pikiran terhadap
A. Karakteristik Responden keparahan gejala mual muntah dapat diabaikan
Berdasarkan hasil penelitian di wilayah karena wanita multigravida akan lebih disibukkan
kerja Puskesmas Garuda didapatkan umur dengan anak-anak yang lain.
responden terbanyak berada dalam rentang
kehamilan pada usia yang aman (20-30 tahun) B. Emesis Gravidarum
sebesar 16 orang (53,3%), dan suku responden Berdasarkan hasil penelitian didapatkan
sebagian besar adalah Minang dengan jumlah 22 bahwa rata-rata mual muntah kelompok
orang (73,3%)). Kebiasaan dari setiap suku eksperimen sebelum pemberian minuman jahe
terutama pola makan akan berpengaruh terhadap sebesar 3,87. National Cancer Institute/NCI
kejadian mual dan muntah. Robert & Pepper (2009), mengelompokkan nilai tersebut dalam
(2006), menganalisis 56 ibu hamil dari 21 negara. kategori mual muntah sedang. Kelompok
Mereka mempelajari kejadian mual muntah yang eksperimen dengan nilai mual muntah yang
terjadi pada ibu hamil. Mereka menghubungkan paling banyak muncul adalah 6, menumt NCI
kebiasaan makan di setiap Negara dan (2009), nilai mual muntah tersebut berada dalam
memperkirakan bahwa mual muntah yang terjadi kategori mual muntah berat. Sedangkan rata-rata
pada ibu hamil ada hubungannya dengan mual muntah pada kelompok kontrol adalah 2,73.
kebiasaan makan. Menumt NCI (2009), mual muntah tersebut
Maulana (2008), mengemukakan bahwa mempakan kategori mual muntah sedang. Nilai
mual muntah tidak akan berkembang hebat bila mual muntah yang paling banyak muncul pada
seorang ibu hamil mengonsumsi makanan yang kelompok kontrol adalah 6, menumt NCI (2009)
sehat. Hasil penelitian mereka menyebutkan mual muntah tersebut mempakan kategori mual
bahwa mual muntah yang terjadi pada ibu hamil muntah berat.
berhubungan dengan tingginya asupan gula, Setelah diberikan intervensi minuman jahe
kafein, sayuran, susu dan telur. Liputo (2005) pada kelompok eksperimen, nilai mual muntah
menambahkan bahwa pada suku Minang, bahan pada kedua kelompok diukur kembali. Rata-rata
utama untuk sebagian besar jenis masakarmya mual muntah mengalami penumnan pada
adalah kelapa, bumbu dan cabe. Kelapa kelompok kontrol saat post-test hari pertama
mengandung lemak dengan nilai asam lemak sampai hari ke-4 dengan nilai 2,8; 2,53; 2,4; 2,13.
jenuh hampir 90%. Sehingga ibu hamil yang Menumt NCI (2009), nilai rata-rata post-test hari
berasal dari suku minang memiliki resiko lebih pertama hingga hari ke-4 berada pada kategori
besar untuk mengalami kejadian mual muntah. mual muntah sedang. Nilai rata-rata mual muntah
Selain faktor suku, faktor gravida juga pada kelompok eksperimen saat post-test juga
berpengaruh terhadap kejadian mual muntah. mengalami penumnan dari hari pertama hingga
Tiran (2008) mengungkapkan peningkatan hari ke-4 dengan nilai 3,27; 2,93; 2,67; 2,27. NCI
insiden mual muntah terjadi pada wanita yang (2009) memasukkan nilai tersebut dalam kategori
telah mengalami beberapa kali kehamilan mual muntah sedang.
(multigravida) dibandingkan wanita yang bam Data di atas menunjukkan bahwa selumh
pertama kali hamil (primigravida). Hal ini responden mengalami mual muntah baik pada
disebabkan oleh perbedaan produksi hormon kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.
kehamilan pada kedua kelompok tersebut. Dalam Vutyavanich (2001) menyatakan bahwa mual
beberapa kasus, gejala dapat digunakan sebagai muntah mempakan masalah umum yang terjadi
cara menarik perhatian atau sebagai cara meminta pada ibu hamil trimester 1. Gejala mual muntah
bantuan mengenai masalah kehidupan wanita. tidak mengancam kehidupan, akan tetapi gejala
Kurang pengetahuan, informasi dan komunikasi tersebut dapat menjadi sumber stressor bagi ibu
yang bumk antara ibu hamil dan keluarga tumt hamil dan keluarga. Wesson (2002),
mempengamhi persepsi ibu hamil terhadap menambahkan bahwa 70-90%) wanita hamil
keparahan gejalanya. Hal tersebut mendasari mengalami mual-mual dan 50%) mengalami
wanita primigravida tampak memerlukan muntah minimal 1 kali.

7
Saswita, Yulia Irvani Dewi, Bayhakki, Efektifitas M i n u m a n Jalie dalam Mengurangi Emesis Gravidarum pada
Ibu H a m i l Trimester I

Mual dan muntah merupakan reaksi jahe lebih hebat dibandingkan dimenhydrinat
fisiologis kehamilan akibat pengaruh hormon dalam mengurangi gejala mual muntah.
kehamilan seperti progesteron, H C G , dll. Mual Selain karena pemberian intervensi
dan mimtah yang berat (Hiperemesis penumnan mual muntah bisa juga dipengaruhi
Gravidarum) dapat menjadi gejala dari beberapa oleh obat-obatan antiemetik, dapat dilihat pada
masalah kesehatan seperti mola hidatidosa, penelitian Weger (1995) tentang "Emesis
hipertiroid, defisiensi vitamin B kompleks Gravidarum: Mechanism and ControF. Hasil
ataupun stres berat (Moeloek, dkk., 2006). penelitian ini adalah didapatkan bahwa obat-
Menurut Quinlan (2003), penyebab mual obatan seperti Phenobarbital, Sodium
dan muntah pada ibu hamil masih belum Phentobarbital, Hydrochloride, Procain,
diketahui dengan pasti tetapi ada berbagai hal Pyridoxine dan Alumunium Hydroxide sangat
yang menjadi faktor predisposisi seperti faktor efektif dalam menumnkan gejala mual muntah.
psikologis dan perubahan hormon. Wanita hamil Jahe sering digunakan untuk tujuan
dengan tipe kepribadian histeris dan pengobatan pada beberapa waktu lalu. Salah satu
ketergantungan yang berlebihan pada ibu indikasi yang biasa digunakan adalah untuk
cendemng mengalami mual dan muntah. Faktor mengatasi mual dan muntah. Fungsi aromatik,
lain yang berpengamh adalah hormone spasmolitik, karminatif dan absorben yang
progesteron dan H C G yang menyebabkan dihasilkan oleh jahe memberikan pengamh
peningkatan motilitas lambung serta asam langsung pada saluran gastrointestinal. Jahe juga
lambung sehingga timbul reaksi mual muntah. memiliki efek anti-inflamasi serta pengamh yang
menguntungkan dalam mengatasi mual muntah,
CEfektifitas Minuman Jahe Dalam anoreksia, dyspepsia dan demam (Basirat, et al,
Mengurangi Emesis Gravidarum 2009).
Berdasarkan hasil analisis, terjadi Pada penelitian ini yang menjadi
penumnan rata-rata mual muntah sebelum dan keterbatasan dalam melakukan penelitian adalah
setelah pemberian intervensi minuman jahe. Rata- penolakan ibu hamil terhadap intervensi yang
rata mual muntah sebelum diberikan intervensi diberikan karena khawatir intervensi tersebut
adalah 3,87 dan sesudah diberikan intervensi dapat membahayakan keselamatan janinnya.
adalah 2,78. Peneliti juga mengalami kesulitan dalam
Hasil Two Related Sample Test menemukan alamat ibu hamil trimester 1 karena
menimjukkan nilai P sebesar 0,014 atau nilai P < Puskesmas dan Praktek Bidan tidak
a (0,05). Artinya pemberian minuman jahe efektif mencantumkan data-data yang lengkap. Selain
dalam menumnkan mual muntah pada ibu hamil itu, ibu hamil trimester 1 masih belum terlihat
Trimester I. Hal ini didukung oleh Meltzer (2000) sebagai ibu hamil karena pembahan fisik yang
yang mengutip hasil penelitian Fischer et al pada terjadi belum begitu besar. Peneliti tidak dapat
tahun 1990 yang menjelaskan bahwa terjadi melihat semua responden meminum jahe secara
penumnan keparahan mual muntah pada ibu langsung. Beberapa responden sulit ditemui
hamil yang diberikan jahe dibandingkan ibu karena alasan pekerjaan sehingga mereka
hamil yang tidak diberikan jahe. Vutyavanich meminum jahe lebih awal dari waktu yang telah
(2001) menambahkan dalam penelitiannya yang ditetapkan. Masalah lain yaitu responden tidak
berjudul "Ginger for Nausea and Vomiting in kooperatif dan merasa risih dengan waktu
Pregnancy: Randomized, Double-Masked, penelitian yang cendemng panjang.
Placebo-Controlled TriaP'. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pemberian intervensi pada
kelompok yang diberikan tablet jahe pada KESIMPULAN
umumnya mengalami penumnan mual muntah Dari hasil penelitian tentang efektifitas
dibandingkan kelompok yang diberikan tablet minuman jahe dalam mengurangi mual muntah
plasebo. Vutyavanich (2001) menegaskan bahwa pada ibu hamil trimester I didapat rata-rata mual
muntah pada kelompok eksperimen sebelum

8
Jumal Ners Indonesia, V o l . 1, N o . 2, Maret 2011

intervensi sebesar 3,87 dan pada kelompok DAFTAR PUSTAKA


kontrol sebesar 2,73. Setelah pemberian Basirat, Z. et al (2009). The effect of ginger
intervensi minuman jahe pada kelompok biscuit on nausea vomiting in early
eksperimen terdapat penurunan mual muntah pregnancy. Acta Medica Iranica, 47, 51-56.
dengan nilai rata-rata 2,78 dengan hasil uji Diperoleh tanggal 27 Mei 2010 dari
statistik P value sebesar 0,014 < a 0,05. http.actamedicairanica.org/archives.pdf
Sedangkan pada kelompok control didapatkan Bobak, Lowdermilk, & Jensen (2004). Buku ajar
hasil P value sebesar Dapat disimpulkan bahwa keperawatan maternitas. Jakarta: EGC.
minuman jahe yang diberikan pada ibu hamil Booth, T. (2004). Tanya jawab seputar
trimester 1 efektif dalam mengurangi emesis kehamilan. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
gravidarum. Dechacare (2 Januari 2009). Tips mengusir
morning sickness. Decha care. Diperoleh
tanggal 17 November 2009 dari
SARAN http://www. dechacare. com. indx.php
Dari penelitian ini dapat disarankan: Derek Q.E. & John. L . (23 April 2002). Nausea
a. Diharapkan kepada tenaga kesehatan and vomiting. Medical Source, diperoleh
khususnya perawat komimitas agar dapat tanggal 10 Desember 2009 dari
mengaplikasikan hasil penelitian ini pada ibu http://www.gastro/pregnant. org/index. html
hamil yang mengalami mual muntah. Errol, P. & John, W. (2006). Perawatan selama
b. Diharapkan pada responden maupun keluarga kehamilan. Jakarta: E G C .
dapat menerapkan pengobatan herbal yang Hollyer et al. (17 Mei 2002). The use of C A M by
tepat untuk gejala mual muntah salah satunya women suffering from nausea and vomiting
seperti minuman jahe agar dapat mengurangi during pregnancy. BMC Complementary and
gejala mual muntah. Alternative Medicine. Diperoleh tanggal 14
c. Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat Desember 2009 dari
melanjutkan penelitian ini dengan metode http://www. biomedcentral. com/1472-
yang lebih aplikatif maupun jenis sediaan jahe 6882/2/5/prepub
yang digunakan seperti permen jahe ataupun Lacroix et al (II September 2000). Morning
bubuk jahe sehingga jahe dapat menjadi sickness and Pregnancy. Diperoleh tanggal 17
altematif untuk mengurangi gejala mual Oktober 2009 dari http://www. woman &
muntah dengan berbagai jenis sediaan. pregnancy, com/2873-3849/2/34a/pub.
Laura, M . (11 September 2009). Mengusir
1 Saswita, S.Kep: Mahasiswa Program morning sickness. Kompas. Diperoleh tanggal
Studi Ilmu Keperawatan Universitas 17 November 2009, dari
Riau, Indonesia http.V/nasionalkompas. com. index.php
2 Yulia Irvani Dewi, M.Kep., Sp.Mat: Lestari, N . (2003). Tanaman obat dan khasiatnya.
Staf Akademik Departemen Keperawatan Jakarta: E G C
Matemitas-Anak PSIK Universitas Riau, Lie, S. (2004). Terapi vegetarian untuk penyakit
Indonesia kewanitaan. Jakarta: K D T .
3 Bayhakki, M.Kep, Sp.KMB: Staf Liputo, N.I. (2005). Makanan minang dan resiko
Akademik Departemen Keperawatan penyakitnya. Diperoleh tanggal 25 Mei 2010
Medikal Bedah PSIK Universitas Riau, dari http://lustrum/unand/fk.pdf
Indonesia Liputo (2005). Masalah kesehatan seputar
kehamilan dan solusi. Jakarta: Agromedia
Lowdermilk, L . & Perry, S. (2004). Maternity &
women's health care. Philadelphia: Mosby
Maulana, M . (2008). Penyakit kehamilan dan
pengobatannya. Jogjakarta: Kata Hati.
Meltzer, D.I. (2000). Complementary therapies
for nausea vomiting in early pregnancy.

9
Saswita, Yulia Irvani Dewi, Bayliakid, Efektifitas M i n u m a n Jahe dalam Mengurangi Emesis Gravidarum pada
Ibu H a m i l Trimester I

Oxford University Press, 6, 570-573.


Diperoleh tanggal 17 Januari 2010 dari
drfampra. oxfordjournals. org/misc/terms. html
Moeloek (2006). Mual muntah selama
kehamilan. Bandung: Rineka Cipta
National Cancer Institute. (2009). Nausea and
vomiting:supportive health care professional
information. Diperoleh tanggal 12 Februari
2010 dari http://health.yahoo.com/other-
other/nausea-and-vomiting-supportive-care-
health- professional-information-nci-
pdq/healthwise-ncicdr0000062 747. html
Quinlan (2003). Emesis during pregnancy.
Diperoleh pada tanggal 2 Januari 2010 dari
http://www.emesis during pregnancy,
htm. 32/3kdl/pagB:234-240.pgs
Robert, S.C. & Pepper, G . V . (2006). Rates of
nausea & vomiting in pregnancy & dietary
characteristic across populations. The Rfoyal
Society, 273, 2675-2679. Diperoleh tanggal
27 Mei 2010 dari
rspb. royalsocietypublishing. org.
Tiran, D. (2008). Mual dan muntah kehamilan.
Jakarta: E G C . Trihendradi, C. (2009). Step by
Step SPSS 16. Yogyakarta: Andi Offset
Vutyavanich, et al. (2001). Ginger for nausea and
vomiting in pregnancy: Randomized, Double-
Masked, Placebo-Controlled Trial. Journal
Obstetrics & Gynecology, page 236-244.
Diperoleh tanggal 3 Desember 2009 dari
http://journals. Iww. com/greenjournal/
pages/advancedsearch. aspx
Weger, H.P. (1995). Emesis gravidarum:
mechanism & control. Journal of Obstetric
and Gynecology, 6, 99-106. Diperoleh
tanggal 10 Desember 2009 dari
http://obstetricandgynecology.journals/indx
Wesson, N . (2002). Morning sickness. Jakarta:
Prestasi Pustaka.

10