Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA

PUSKESMAS PEMBANTU TUMBANG SALIO


Jl.Rukun Damai RT.02 0813 49497170 Kode Pos. 73971 TUMBANG SALIO

LAPORAN HASIL PERJALANAN DINAS

1. DASAR
SPT :
Nomor : 094 / / TU / 2017
Tanggal :

SPPD :
Nomor : 094 / / TU / 2017
Tanggal :

2. MAKSUD DAN PERJALANAN DINAS


Dalam Rangka Penemuan Kasus TB Paru di Desa Tumbang Salio

3. LAPORAN HASIL PERJALANAN DINAS


TB Paru atau TBC atau Tuberculosis adalah penyakit infeksi pada paru-paru yang
disebabkan oleh bakteri Mycobaterium Tuberculosis. Penyakit ini merupakan penyebab kematian
terutama di negara-negara berkembang. Bakteri ini mempunyai sifat istimewa yaitu dapat
bertahan terhadap pencucian warna dengan asam dan alkohol, sehingga sering disebut Bakteri
Tahan Asam (BTA), serta tahan terhadap zat kimia dan fisik. Kuman tuberkulosis juga tahan
dalam keadaan kering dan dingin, bersifat dorman dan aerob.

Seorang ditetapkan sebagai penderita Tuberkulosis paru apa bila ditemukan gejala
klinis utama.

Gejala utama pada tersangka tuberkulosis yaitu :

1. Batuk berdahak lebih dari 3 minggu

2. Batuk berdarah

3. Sesak nafas

4. Nyeri dada

Gejala lain adalah berkeringat pada malam hari, demam tidak tinggi, meriang, dan terjadi
penurunan berat badan. Bila terjadi gejala utama, dahak penderita harus diperiksa dengan
pemeriksaan mikrobiologis.

Kegiatan penemuan penderita terdiri dari penjaringan suspek, diagnosa, penentuan


klasifikasi penyakit dan tipe penderita. Penemuan penderita merupakan langkah pertama dalam
kegiatan penanggulangan TB. Penemuan dan penyembuhan penderita TB menular, secara
bermakna akan dapat menurunkan kesakitan dan kematian akibat TB, penularan TB pada
masyarakat dan sekaligus merupakan kegiatan pencegahan penularan TB yang efektif di
masyarakat.

Pada kegiatan Penemuan TB Paru ini sasarannya adalah warga yang berdomisili di Desa Tumbang
Salio yang mengalami gejala utama penderita Tubercolusis. Petugas juga menyisir serta mengkaji
riwayat kesehatan keluarga yang mana dulunya ada salah satu anggota keluarga dalam satu KK
yang meninggal dengan penyakit Batuk Berdarah.

Setelah didapatkan data penderita dengan Susspect TB Paru, Petugas mendatangi penderita door
to door sambil membawa pot sputum. Adapun penderita yang diperiksa sputumnya adalah :
A. Rt. 01 Tumbang Salio
1. Ny. Idut
2. Tn. Iberson
3. Tn. Yanuar
4. Ny. Rotina
B. Rt. 02 Tumbang Salio
1. Tn. Gunsai
C. Rt. 03 Tumbang Salio
1. Tn. Dadin
2. Ny. Ily

Sebelum penderita memberikan dahaknya di pot, Petugas menjelaskan tentang tujuan dari
pemeriksaan dahak ini. Petugas juga menjelaskan bahwa penyakit TB ini berbahaya dan dapat
menular oleh sebab itu pemeriksaan ini menjadi sesuatu yang sangat penting. Petugas juga
menjelaskan pada setiap penderita susspect TB Paru bahwa penyakit ini walaupun berbahaya
tetapi masih bisa disembuhkan.

Setelah Sputum terkumpul semuanya petugas membuat sediaan apusan di atas kaca preparat
selebar 2x3 cm berbentuk oval. Kemudian spesimen di kaca preparat dikeringkan dengan cara
diangin anginkan tanpa terkena cahaya matahari langsung, sedang pot dan lidi direndam di cairan
Bayclin kemudian dibakar. Setelah kering kemudian dilakukan fiksasi dengan cara pemanasan
diatas lampu spiritus sebanyak 3 kali. Kemudian sampel di preparat di bungkus kemudian di kirim
ke Puskesmas untuk diwarnai dan diperiksa dengan mikroskop. Pada pemeriksaan sputum ini
sampel dahak yang diambil adalah dahak sewaktu.

4. PERMASALAHAN DAN HAMBATAN


Pada kegiatan ini didapati beberapa permasalahan yaitu kaca slide preparat yang kurang
bersih dan terdapat noda yang susah dibersihkan, petugas berharap hal tersebut tidak terlalu
mempengaruhi hasil dari pemeiksaan secara mikroskopis. Kemudian permasalahan yang didapati
sewaktu pengambilan sputum adalah penderita yang menginang, jadi dari hasil sputum tampak
kemerah merahan. Selain itu ada juga penderita yang batuknya kering sehingga sputum yang
kental tidak didapat dan hanya ludah yang cair saja yang diberikan ke petugas.

5. KESIMPULAN DAN SARAN


a. Perlu adanya Kerjasama Lintas Sektor dalam menangani Kasus TB Paru sehingga diharapkan
wilayah Kecamatan Permata Intan, khususnya Desa Tumbang Salio tidak menjadi Lumbung
penyebaran Penyakit TB Paru.
b. Perlu adanya penyuluhan berkala ke masyarakat tentang Pencegahan, Pengobatan dan
Penularan penyakit TB Paru.
c. Perlu adanya kelengkapan dalam proses Pemeriksaan TB yaitu adalah Cairan Pewarna
sehingga mempermudah petugas Lab puskesmas untuk memeriksanya secara mikroskopis.
d. Perlu adanya pengadaan masker khusus untuk Savety dalam pemeriksaan TB seperti masker
N95 oleh Dinas Kesehatan sebagai Perlindungan bagi petugas kesehatan terhadap resiko
tertular bakteri TB.

Demikian Laporan perjalanan dinas ini dibuat sebagai pertanggung jawaban dari
kami. Terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya.

PETUGAS PELAKSANA :

1. ARIF KURNIAWAN, Amd.Kep (................................)