Anda di halaman 1dari 22

Pemanasan

Lembar Diskusi Peseta Didik

(LDPD)

Kelompok :

Nama:









Peserta didik mampu
Pemanasan Global

1 Bacalah secara cermat petunjuk dan langkah-


Petunjuk langkah sebelum melakukan kegiatan.
2 Bacalah buku-buku fisika kelas XI dan buku lain yang
Belajar relevan dengan materi Pemanasan Global.
3 Tanyakan pada guru jika ada hal-hal yang kurang
Tujuan : jelas.

1. Peserta didik mampu Mengidentifikasi ciri-ciri


pemanasan global
2. PesertaArtikel
didik 1mampu Mengidentifikasi factor-faktor
yang mempengaruhi pemanasan global
3. Peserta didik mampuEfek Rumah Kaca, Pemanasan
Mendeskripsikan siklus Global Bakal Lebih Cepat
terjadinya efek rumah kaca
4. Peserta didik mampu Mengidentifikasi unsur efek
rumah kaca
5. Peserta didik mampu Menganalis dampak efek
rumah kaca terhadap pemanasan global
6. Peserta didik mampu Membuat kliping tentang
emisi karbon dan efek rumah kaca
7. Peserta didik mampu Menyajikan kliping emisi
karbon dan efek rumah kaca

Gambar 1 : Goa es yang mulai mencair di Aletsch Glacier, Fiesch, Swiss, 29 Agustus 2015.
Aletsch Glacier hampir lenyap karena perubahan iklim dan pemanasan global.
REUTERS/Denis Balibouse
TEMPO.CO, Jakarta - Pemanasan global akan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya
karena emisi gas rumah kaca yang secara alami naik juga terpengaruh peningkatan suhu
menurut hasil studi baru dari Linkping University, Swedia, yang mengukur emisi methana.
"Semua menunjukkan bahwa pemanasan global terjadi akibat kegiatan manusia yang
meningkatkan emisi gas rumah kaca alami. Pengukuran detil kami mengungkapkan satu pola
jelas dari emisi methana yang lebih besar dari danau-danau pada suhu lebih tinggi," kata
Sivakiruthika Natchimuthu, mahasiswa program doktoral di Tema Environmental Change,
Linkping University, dan penulis utama publikasi soal itu.
Dalam dua tahun terakhir tim riset di Linkping University sudah menyumbang sejumlah studi
Artikel 2
yang semuanya menunjuk ke arah yang sama: emisi gas rumah kaca alami akan meningkat
ketika iklim lebih hangat.
Sapi Sumbang Pemanasan Global, Berapa Banyak Angkanya?
Dalam studi terakhir, para periset meneliti emisi gas rumah kaca methana dari tiga danau.
Mereka melihat emisi methana meningkat secara eksponensial bersama temperatur dalam hasil
studi yang dipublikasikan di Limnology and Oceanography.
Pengukuran mereka menunjukkan bahwa pada peningkatan suhu dari 15 sampai 20 derajat
Celsius, tingkat emisi methananya hampir dua kali lipat.
Sementara peningkatan antropogenik emisi gas-gas rumah kaca diperkirakan dan dimasukan
dalam prediksi iklim, perkembangan emisi alami masih kurang jelas.
Tidak ada pengetahuan tentang siklus jahat yang muncul, yakni bahwa emisi gas rumah kaca
dari pembakaran bahan bakar fosil menimbulkan peningkatan suhu, yang pada gilirannya akan
meningkatkan emisi alami dan pemanasan lebih lanjut.
"Kami tidak bicara tentang hipotesis lagi. Buktinya tumbuh dan hasil dari studi-studi rinci
sangat jelas," kata David Bastviken, profesor di Tema Environmental Change, Linkping
TEMPO.CO, New Delhi - Emisi gas rumah kaca yang mempengaruhi pemanasan global tak
University.
hanya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan, tapi juga sendawa
Ini berarti
hewan ternak.pemanasan
Gas metana akan
yanglebih cepat dibandingkan
dikeluarkan dengansapi,
ternak, terutama yangmencapai
diperkirakan
14,5 dari emisi
persen darigas
rumah
total emisikaca
gas antropogenik
rumah kaca disaja.
dunia.
Peneliti International
Menurut Livestock ini
Profesor Bastviken Research Institute
juga berarti (ILRI)
bahwa Kenya,
setiap Asaah Ndambi,
pengurangan mengatakan
emisi gas rumah kaca
konsumsi
antropogenik adalah kemenangan ganda, mengurangi efek langsung pada pemanasan dan di
daging sapi yang meningkat di dunia seiring dengan naiknya jumlah penduduk juga
negara berkembang dan perubahan gaya hidup
mencegah umpan balik peningkatan emisi alami. akan mempercepat kenaikan temperatur di
bumi.
Meningkatnya pendapatan dan urbanisasi secara cepat di Asia dan Afrika juga menyebabkan
permintaan produksi ternak meningkat. Karena itu, menurut Asaah Ndambi, langkah strategis
untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor ternak adalah mengubah pola konsumsi
dengan diet protein nonhewani.
Kebiasaan masyarakat India tidak makan daging sapi perlu dilestarikan. Itu akan ikut
mencegah meningkatnya pemanasan global, kata Asaah dalam Annual Media Briefing on
Climate Change for Journalists of the Global South yang diselenggarakan Centre for Science
and Environment di New Delhi, India, awal November lalu.
Mengubah pola konsumsi protein itu tentu tidak mudah. Sebab, produksi ternak dunia
menyediakan sepertiga dari total suplai protein makanan. Saat ini terdapat 19 miliar ternak
dengan nilai aset US$ 1 triliun. Sekitar 33 persen dari total lahan pertanian dipakai untuk
produksi pakan ternak.
Di Indonesia, konsumsi protein hewani per kapita per hari yang hanya 4,7 gram masih di
bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO menetapkan konsumsi minimal 6 gram
per kapita per hari. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan konsumsi dan kebutuhan
daging dengan 23 persen di antaranya dipasok dari sapi. Tapi, Salah satu kunci mencegah
pemanasan global adalah diet daging dan memperbaiki manajemen ternak, kata Asaah
kepada Tempo di New Delhi.
Metana (CH4) adalah gas tidak berbau yang menimbulkan efek rumah kaca. Komposisi
metana di atmosfer bumi lebih rendah dibanding karbon dioksida (CO2), tapi koesifien daya
tangkap panas metana lebih tinggi, yakni 25 kali karbon dioksida. Pemanasan global
disebabkan oleh naiknya jumlah emisi gas rumah kaca, termasuk metana. Metana mempertipis
lapisan ozon yang melindungi bumi, sehingga suhu naik.
Selain berasal dari penguraian sampah organik, metana muncul dari aktivitas pertanian dan
transportasi. Sekitar 50 persen metana diproduksi dari aktivitas manusia di sektor pertanian.
Dari jumlah itu, 60 persen berasal dari ternak ruminansia, yang dihasilkan melalui proses
metanogenesis dalam sistem pencernaan ternak.
Metana dikeluarkan lewat mulut ternak ke atmosfer. Dalam riset D.P. Morgavi (2008),
ditunjukkan sapi potong dapat mengemisi metana 60-70 kilogram per tahun, sapi perah 110-
145 kg per tahun, dan domba 8 kg per tahun. Live Science melaporkan per tahun seokor sapi
menghasilkan gas metana 120 kg, domba 8 kg, babi 1,5 kg, dan manusia hanya 0,12 kg.
Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) tahun lalu pun menunjukkan bahwa emisi
dari sektor pertanian (termasuk peternakan), kehutanan, dan perikanan telah meningkat dua
kali lipat dalam 50 tahun terakhir dan akan bertambah 30 persen pada 2050 bila tak ada upaya
luar biasa untuk menguranginya.
Aktivitas di sektor pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahannya lainya menghasilkan lebih
dari 10 miliar ton gas rumah kaca. Emisi pertanian dari penanaman dan produksi ternak
meningkat dari 4,7 miliar ton pada 2001 menjadi lebih dari 5,3 miliar ton pada 2011.
Peningkatan 14,1 persen ini terutama terjadi di negara-negara berkembang karena ada
perluasan lahan pertanian, kata Francesco Tubiello dari Divisi Iklim, Energi, dan Pertanahan
FAO.
Sumber terbesar emisi gas rumah kaca di sektor pertanian adalah fermentasi enterik
(fermentasi di tubuh hewan ternak). Metana diproduksi ternak selama proses mencerna
makanan dan dilepas melalui sendawa ke atmosfer. Jumlah metana dari ternak pada 2011
tercatat 39 persen dari sektor pertanian. Terdapat peningkatan emisi dari fermentasi enterik
sebesar 11 persen antara 2001 dan 2011.
Menurut FAO, pada 2011, gas rumah kaca yang terkait dengan pertanian sebanyak 44 persen
terjadi di Asia, 25 persen di Amerika, 15 persen di Afrika, 12 persen di Eropa, dan 4 persen di
Oseania. Pada 1990-an, Asia bahkan berkontribusi 38 persen lebih kecil dibanding pada saat ini
dan Eropa berkontribusi 21 persen.

Salah satu upaya mitigasi di sektor ternak yang bisa dilakukan, menurut Asaah Ndambi, adalah
memperbaiki manajemen pakan ternak dan kotoran. Caranya, antara lain, menggunakan
suplemen pakan ternak, mengoptimalkan pakan lokal seperti sisa tanaman, dan meningkatkan
kualitas pakan. Langkah lainnya, memperbaiki gen untuk meningkatkan produktivitas ternak,
mengawasi kesehatan dan siklus ternak, serta mengurangi sampah dalam rantai pasokan ternak.
Juga harus meningkatkan pola reuse, recylce, dan reduce dalam mata rantai peternakan, kata
Asaah Ndambi.

Upaya di sektor lainnya juga perlu dilakukan. Deputy Director General Centre for Science
(CSE) Chandra Bhushan mengatakan pengurangan pemanasan global tidak cukup hanya
didesakkan kepada negara-negara berkembang. Sebab, kata dia, negara maju seperti Amerika
juga punya kontribusi besar memanaskan bumi. Pertemuan 119 kepala negara di Paris ini
menjadi sangat penting untuk negosiasi yang adil antara negara maju dan negara berkembang,
kata Chandra di New Delhi
Artikel 3

Pengaruh Freon atau CFC (Mesin pendingin) dalam Pemanasan global dan
Tubuh
Tuesday, 28 January 2014

Freon adalah suatu zat yang dipakai pada mesin pendingin seperti AC dan Kulkas agar dapat
mendinginkan. Zat ini berbentuk gas dan biasanya berwarna putih. Bagi kita yang memiliki
AC dirumah mungkin pernah melihatnya saat petugas AC menambahkan freon apabila AC
anda kurang dingin.Freon disebut juga CFC (Cloro Fouro Carbon). Zat ini juga sering kita
temukan dalam minyak wangi semprot, pilok, dan sebagainya.
Dalam mesin pendingin zat Freon digunakan untuk memberi efek dingin. Diibaratka dalam
freon itu seperti bensin pada kendaraan bermotor.
Zat Freon atau CFC berperan dalam pemanasan global atau yang biasa disebut dengan global
warming. Lalu Bagaimana freaon mempengaruhi pemanasan global ?
Freon dapat mempengaruhi pemnasan global karena pada saat zat ini dilepaskan di udara maka
akan merubah lapisan ozon dan bahkan menipiskan lapisan ozon yang mana lapisan ozon ini
berguna untuk melindungi bumi dan makhluk hidup dari paparan radiasi Ultra Violet B (UV-
B) dan juga menyerap radiasi ultra violet dari matahari yang tinggi agar tidak sampai ke bumi.
Paparan radiasi ultra violet ini terutama radiasi ultraviolet B atau UV B dapat menyebabkan
berbagai gangguan kesehatan. Antara lain katarak, kanker kulit , dan penurunan kekebalan
tubuh.
Freon dapat membuat lapisan ozon semakin tipis dikarenakan zat ini saat dilepaskan di udara
dapat bereaksi dengan ozon. Ozon dibentuk oleh oksigen, rumus ozon adalah O3 namun
karena bereaksi dengan freon maka lapisan ozon tersebut berubah menjadi O2 atau Oksigen
sehingga akibat pelepasan freon ini mengurangi lapisan ozon di atmosfer bahkan hingga
terdapat lubang ozon. Lubang inilah yang akhirnya membuat pemanasan global.
Freon atau CFC dapat menimbulkan gejala keracunan bagi manusia akibat menghirup udara
dari gas tersebut. Efek yang biasa di timbulkan adalah pembengkakan tenggorokan, sulit
bernapas, sakit tenggorokan parah, kehilangan penglihatan, membakar mata, hidung, bibir dan
lidah, luka bakar pada kerongkongan, muntah darah, darah dalam tinja, nyeri perut yang parah,
irama jantung abnormal dan peredaran darah.
Selain itu juga akibat dari menghirup gas ini dapat menyebabkan irama jantung abnormal.
Irama jantung abnormal adalah irama jantung dmana iramanya tidak seperti normal. Mungkin
saja terlalu cepat detak jantung tersebut atau bahkan terlalu lemah. Sehingga dapat
menimbulkan kematian.
Bahkan sebuah lembaga di luar negeri yaitu NIOSH (The National Institute for Occupational
Safety and Health) pernah melaporkan sebuah kematian akibat penggunaan AC.

Sumber : http://sainsforhuman.blogspot.co.id/2014/01/pengaruh-freon-atau-cfc-mesin-
pendingin.html
Artikel 4

Penyebab Pemanasan Global

Penyebab pemanasan global bukanlah dari meningkatnya jumlah kendaraan saja. Melainkan
banyak faktor yang mempengaruhinya. Pada bulan Mei 2015 kemarin terjadi angin panas yang
menyebakan ratusan penduduk India meninggal dunia. Banyak yang berpendapat bahwa angin
panas tersebut akibat pemanasan global. Untuk itu, mulai dari sekarang kita harus bisa
menekan penyebab pemanasan global agar cuaca tidak semakin panas.

Berikut beberapa penyebab pemanasan global dari aktivias manusia yang ada di sekitar kita:
1. Meningkatnya gas karbon monoksida dari kendaraan bermotor.
Seiring dengan bertambahnya populasi manusia, jumlah kendaraan bermotor juga
meningkat. Gas buang kendaraan bermotor adalah gas karbon monoksida yang sangat
berbahaya bagi kesehatan kita jika kita hirup. Selain itu gas tersebut juga mengakibatkan efek
rumah kaca.
2. Gas buang dari industry pabrik
Selain limbah yang dapat mengakibatkan pencemaran air dan tanah, pabrik juga
berperan dalam pencemaran udara. Asap pabrik juga ikut menyumbang terjadinya pemanasan
global karena mengeluarkan gas seperti gas karbon dioksida, karbon monoksida, gas metana,
dan lainnya.
3. Luas hutan yang semakin menurun.
Hutan merupakan paru-paru dunia. Saat ini hutan di Indonesia luasnya semakin
berkurang. Jika luas hutan semakin berkurang, siapa yang mengubah karbondioksida menjadi
oksigen? Tidak ada bukan? Oleh sebab itu cuaca semakin panas karena hutan semakin sedikit
sehingga gas karbondioksida di dalam atmosfer semakin meningkat.
4. Boros memakai listrik.
Ternyata boros menggunakan listrik juga menjadi penyebab pemanasan global.
Makannya sering ada kampanye di tivi maupun di jalanan ada himbauan untuk hemat listrik.
5. Konsep rumah modern.
Saat ini konsep rumah modern banyak terdiri dari kaca. Memang usahanya adalah
untuk menghemat pemakaian listrik. Namun k lain kaca tersebut dapat memantulkan cahaya
ke udara lagi sehingga akan menyebabkan efek rumah kaca. Artinya cahaya yang mengenai
bangunan tersebut tidak diserap melainkan cahaya dipantulkan lagi ke udara.
6. Ilegal loging yang meraja lela.
Masih banyak orang yang mencuri hutan sehingga kerusakan hutan semakin parah.
7. Gaya hidup mansia yang jarang menggunakan sepeda atau berjalan kaki walau
bepergian ke tempat yang dekat.
8. Jumlah kendaraan bertambah sedangkan jumlah sepeda menurun.

Penyebab pemanasan global dari alam.

1. Usia bumi yang sudah tua.


2. Siklus bumi yang pada saat ini berada di puncaknya. Artinya bumi saat ini mengalami
panas, sedangkan untuk ratusan tahun berikutnya panas di bumi menurun.
3. Lapisan ozon yang bocor di daerah kutub.
Ternyata sinar matahari yang ke bumi tidak langsung mengenai permukaan bumi,
melainkan di saring dulu pada lapisan ozon. Jika tidak demikian cahaya matahari dapat
mengakibatkan kanker kulit dan penyakit lainnya.

Sumber : http://www.pakmono.com/2015/06/penyebab-pemanasan-global.html
Petunjuk Pembuatan Kliping

Kliping adalah suatu kegiatan menggunting atau memotong bagian-bagian tertentu dari
media cetak, seperti majalah, buku, koran, tabloid atau sumber lain. Setelah itu, potongan
tersebut disusun dalam sistem tertentu pada suatu bidang seperti kertas, kartu, karton dan
lainnya untuk dijadikan bahan dokumentasi.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kliping biasanya berasal dari media
cetak seperti majalah, surat kabar ataupun media cetak lainnya, namun dengan berkembangnya
media elektronik seperti internet kebanyakan orang beralih untuk mencari bahan dari internet.
Sekarang tidak sedikit tugas-tugas dari sekolah maupun perguruan tinggi yang mengambil
sumber dari internet, entah itu kliping ataupun makalah.

Alat dan Bahan

- Artikel
- Foto-foto
- Kertas Karton
- Lem
- Gunting
- Spidol
Langkah-langkah Kegiatan

Dibawah ini ada beberapa langkah membuat kliping, diantaranya:


1. Sebelum membuat kliping, tentukan tema yang akan diambil dalam sebuah kliping
terlebih dahulu. Contohnya tema kliping yang diambil adalah bidang pertanian, maka
isi seluruh kliping membahas masalah pertanian jangan memasukan foto/gambar yang
tidak setema dalam satu kliping.(tema sesuaikan dengan tema LDPD masing- masing)
2. Materi kliping meliputi :
emisi gas rumah kaca : gas-gas rumah kaca dan penyebab efek rumah kaca
emisi karbon : gas-gas emisi karbon dan penyebabnya
3. Pengumpulan bahan kliping, dalam pengumpulan bahan kliping ambillah foto/gambar
yang sudah disediakan gurumu di depan kelas
4. Untuk pengumpulan bahan disarankan mencari foto/gambar yang relevan dengan tema
5. Setelah bahan kliping terkumpul, selanjutnya siapkan juga alat-alat seperti gunting
penggaris, dan juga lem. Bila Anda ingin menghias kliping siapkan juga hiasan
aksesoris untuk menghiasi kliping.
6. Selanjutnya proses pengguntingan, pilih bahan yang akan digunting, lalu tempelkan
bahan tadi dengan lem ke lembaran kertas karton.
7. Dalam proses penempelan artikel susunlah secara sitematis sesuai dengan tema dan
buatlah keterangan kata-kata atau cerita yang ingin kalian sampaikan pada setiap
foto/gambar yang kalian susun sehingga kelihatan lebih rapih dan menarik.
8. Dalam proses penempelan Anda bisa menempelkannya sesuai keinginan Anda, seperti
menempelkan hiasan bunga ataupun lainnya pada halaman kliping, agar halaman lebih
menarik untuk dibaca.

Mudah bukan cara membuatnya, tinggal kreasikan sendiri agar kliping lebih menarik perhatian
pembaca.