Anda di halaman 1dari 11

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker yang berasal dari jaringan payudara. Kanker ini disebabkan adanya pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel kelenjar payudara dan salurannya. Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terjadi baik di seluruh dunia maupun di Indonesia. Prevalensi dan insidensinya terus meningkat dengan cepat setiap tahunnya. Persentase kasus baru kanker payudara di dunia sebesar 43,3% dan kematian akibat kanker payudara sebesar 12,9% pada penduduk wanita. Kanker payudara merupakan presentasi kasus kanker terbanyak pada wanita dibandingkan dengan jenis kanker yang lain (Kementrian kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI], 2015)

pada wanita dibandingkan dengan jenis kanker yang lain (Kementrian kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI], 2015)

Payudara Normal

Payudara Normal Payudara memiliki parenkim dan stroma. Parenkim adalah bagian penting dari suatu organ yang berhubungan

Payudara memiliki parenkim dan stroma. Parenkim adalah bagian penting dari suatu organ yang berhubungan dengan fungsi organ tersebut, sedangkan stroma adalah jaringan penyokong dari organ tersebut, biasanya mengandung jaringan ikat dan pembuluh darah. Pada payudara, yang termasuk parenkim adalah duktus-duktus dan lobulus-lobulus yang berperan dalam proses laktasi/menyusui. Sedangkan stroma payudara meliputi jaringan ikat padat dan jaringan lemak.

Payudara mengalami perubahan yang bersifat siklik sesuai dengan proses menstruasi. Saat fase premenstruasi, kadar estrogen dan progesteron meningkat, sehingga menstimulasi perubahan pada payudara. Stroma lobulus membengkak dan jumlah sel mengalami peningkatan sehingga payudara akan terasa lebih penuh. Di akhir siklus, kadar estrogen dan progesteron menurun drastis; sel-sel payudara akan mengalami kematian sel sehingga jumlah sel berkurang dan payudara kembali seperti semula.

Faktor Risiko

Faktor risiko merupakan hal-hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena suatu penyakit (American Cancer Society,

2016).

Faktor risiko yang tidak dapat diubah

Wanita lebih berisiko terkena kanker payudara dibanding laki- laki

Usia.

semakin

Makin

tua,

risiko

terkena

kanker

payudara

meningkat

Genetik

Riwayat keluarga

Menarche (pertama kali menstruasi) lebih awal sebelum usia 12 tahun

Menopause lebih lambat

Faktor risiko yang dapat diubah

Life style. Merokok, minum alkohol, dan rendah konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Obesitas

Jarang berolahraga

Belum pernah melahirkan atau berusia lanjut (>30 tahun) saat melahirkan anak pertama

Tidak pernah menyusui

Terapi hormon setelah menopause

Penggunaan pil kontrasepsi jangka panjang

Tanda Dan Gejala

Tanda Dan Gejala Gejala awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan atau suatu jaringan yang menebal

Gejala awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan atau suatu jaringan yang menebal dibagianb payudara mereka. Beberapa gejala yang mungkin akan ditemukan pada penderita kanker payudara adalah, sebagai berikut :

Benjolan atau area dari jaringan menebal di payudara

Perubahan ukuran atau bentuk dari salah satu atau kedua payudara

Keluarnya cairan dari salah satu puting payudara ( bisa juga mengandung darah)

Benjolan atau pembengkakan di area ketiak

Penonjolan pada kulit payudara anda

Ruam pada puting atau daerah di sekitarnya

Nyeri payudara yang tidak biasanya

Stadium

Stadium
Stadium

Pencegahan

Pencegahan primer Konsep dasar dari pencegahan primer adalah menurunkan insiden kanker payudara yang dapat dilakukan dengan cara mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi. Memperbanyak aktifitas fisik dengan berolahraga. Mengihindari terlalu banyak terkerna sinar radiasi. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat banyak serat, serat tersebut akan menyerap zat-zat yang bersifat karsinogen dan lemak. Memperbanyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuranMelakukan deteksi dini (Olfah, Mendri, & Badi’ah, 2013)

Pencegahan sekunder Deteksi Dini dan Pengobatan Segera Ada dua komponen deteksi dini yaitu penapisan (screening) dan edukasi tentang penemuan dini (early diagnosis) (Kemenkes RI, 2013). 1. Penapisan atau skrining, adalah upaya pemeriksaan atau tes yang sederhana dan mudah yang dilaksanakan pada populasi masyarakat sehat, yang bertujuan untuk membedakan masyarakat yang sakit atau berisiko terkena penyakit di antara masyarakat yang sehat. 2. Penemuan dini (early diagnosis), adalah upaya pemeriksaan pada masyarakat yang telah merasakan adanya gejala. Oleh karena itu edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang tanda-tanda awal kemungkinan kanker di antara petugas kesehatan, kader masyarakat, maupun masyarakat secara umum merupakan kunci utama keberhasilannya. Salah satu bentuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang gejala dan tanda- tanda kanker adalah pemberian edukasi masyarakat tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (yang dikenal dengan istilah SADARI)

Pencegahan tersier

1. Diagnosis dan Terapi. Diagnosis kanker payudara dan kanker leher rahim membutuhkan kombinasi antara kajian klinis dan investigasi diagnostik. Sekali diagnosis ditegakkan harus dapat ditentukan stadiumnya agar dapat mengevaluasi besaran penyakit dan melakukan terapi yang tepat. Tujuan

dari pengobatan adalah menyembuhkan, memperpanjang harapan hidup, dan meningkatkan kualitas hidup

2. Pelayanan Paliatif. Hampir di seluruh dunia, pasien kanker terdiagnosa pada stadium lanjut dan pengobatan harus terpadu termasuk pendekatan psikososial, rehabilitasi, dan terkoordinasi dengan pelayanan paliatif untuk memastikan peningkatan kualitas hidup pasien kanker. Untuk kasus seperti ini pengobatan yang realistik adalah mengurangi nyeri dengan pelayanan paliatif. Diyakini, pelayanan paliatif yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara

Deteksi Dini

Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan beberapa cara:

Mammografi

Mammografi dapat mendeteksi benjolan yang belum dapat teraba. Mammografi dilakukan pada wanita di atas 40 tahun, dan tidak dianjurkan dilakukan pada wanita yang belum menikah. Mammogram ini dilakukan setahun sekali. Jika ada benjolan akan terlihat sebagai massa berwarna putih.

Clinical Breast Examination (CBE) Pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh dokter. Dokter akan memeriksa dengan mengamati dan meraba untuk mengetahui apakah ada tanda dan gejala kanker payudara. CBE dilakukan setiap 3 tahun untuk wanita berusia 20-30 tahun dan setahun sekali untuk wanita berusia 40 tahun ke atas.

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

berusia 20-30 tahun dan setahun sekali untuk wanita berusia 40 tahun ke atas.  Pemeriksaan Payudara

SADARI

Pemeriksaan payudaya sendiri atau SADARI adalah salah satu metode screening yang banyak digunakan dalam upaya deteksi dini kanker payudara. Metode ini melibatkan wanita itu sendiri dalam meliat dan merasakan masing-masing bagian dari payudaranya sendiri untuk melihat adanya normal atau tidaknya kondisi payudara (Lesindy, 2014)

Kapan?

Sebaiknya individu memeriksa payudaranya 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi (saat payudara kemungkinan tidak mengeras dan nyeri). Individu harus memeriksakan payudaranya sendiri setiap bulan. Bahkan setelah masa menstruasi telah berenti selamanya. Jika individu tidak mengalami menstruasi lagi , maka individu harus memilih tanggal /hari yang sama setiap bulannya untuk memeriksa payudara.

mengalami menstruasi lagi , maka individu harus memilih tanggal /hari yang sama setiap bulannya untuk memeriksa