Anda di halaman 1dari 4

WADUK PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH

Waduk PB. Soedirman terletak di Kabupaten Banjarnegara. Meningkatnya


jumlah penduduk dan intensifikasi pertanian di daerah atas waduk, mengakibatkan
kesuburan perairan waduk meningkat. Waduk dapat menerima zat hara yang
berlebih dari luar akibat berbagai macam kegiatan yang terdapat di sepanjang
daerah aliran sungainya.
Hasil pengukuran produktifitas primer selama penelitian diperoleh rata-
rata 309,96 mgC/m3/hari. Produktivitas primer yang cukup tinggi diperairan
waduk PB. Soedirman berkaitan dengan kelimpahan fitoplankton yang tinggi. Hal
ini dikarenakan kegiatan penduduk di daerah atas dan perairan waduk dapat
menimbulkan pengkayaan nutrien dapat dialami suatu waduk, dengan terjadinya
peningkatan kesuburan Jika nutrient berupa bahan organik terdekomposisi akan
menjadi bahan anorganik yang dapat dimanfaatkan kembali oleh fitoplankton.
Penetrasi cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan waduk PB.
Soedirman diperoleh nilai rata-rata sekitar 0,49 m, oleh karena itu waduk ini
tergolong jenis eutrofik diamana perairan ini kaya akan nutrient menyebabkan
produktivitas perairan tinggi.

SARI SISTYAWATI R 26010114140072

Nilai Produktivitas Perairan di waduk Saguling, Desa Bongas


Waduk Saguling merupakan salah satu lokasi kegiatan perikanan budidaya
dengan sistem keramba jaring apung (KJA) sejak tahun 1985. Semakin
berkembangnya pembangunan di daerah kota bandung dan sekitarnyahingga saat
ini menyebabkan kualitas air sungai Citarum sebagai sumber air utama Waduk
Saguling mengalami penyuburan bahan organik dan anorganik (eutrofikasi).
Eutrofikasi disebabkan oleh masuknya nutrien berlebih terutama pada buangan
pertanian dan buangan limbah rumah tangga.
Dampak dari eutrofikasi yakni menurunnya produktivitas primer yang
disebabkan oleh menigkatnya respirasi perairan. Nilai Produktivitas Perairan pada
waduk Saguling yakni sebesar 2,64 mgO2/L. Nilai produktivitas perairan tersebut
disebabkan karena oleh cuaca pada waduk saguling sangat cerah sehingga proses
fotosintesis berjalan dengan baik. Nilai rata rata produktivitas primer bersih (NPP)
merupakan nilai oksigen bersih yang akan digunakan untuk respirasi organisme
akuatik yaitu ikan

ELOK FAIQOH 26010114120005

Produktivitas primer adalah jumlah bahan organik yang dihasilkan oleh


organisme autotrof, yaitu organisme yang mampu menghasilkan bahan
organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi matahari.
Produktivitas primer sering diestimasi sebagai jumlah karbon yang
terdapat di dalam material hidup dan secara umum dinyatakan sebagai
jumlah gram karbon yang dihasilkan dalam satu meter kubik per hari
(g C/m3/hari). Selain jumlah karbon yang dihasilkan, tinggi rendahnya
produktivitas primer perairan dapat diketahui dengan melakukan
pengukuran terhadap biomassa fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a,
dimana kedua metode ini dapat diukur secara langsung.

Contoh :muara sungai tuntang moro demak

Perairan muara merupakan wilayah pertemuan aktif antara massa


air dari darat dan laut, dengan batas darat dapat meliputi bagian
perairan daratan khususnya terendam air yang masih mendapat
pengaruh sifat-sifat laut, seperti salinitas, pasang surut, dan intrusi
air laut. Ke arah laut, perairan pesisir mencakup bagian batas terluar
dari daerah paparan benua yang masih dipengaruhi pesisir mencakup
bagian batas terluar dari daerah paparan benua yang masih
dipengaruhi oleh proses- proses alami yang terjadi di darat,
seperti sedimentasi dan aliran air tawar. Definisi wilayah seperti
diatas memberikan suatu pengertian bahwa ekosistem perairan pesisir
merupakan kosistem yang dinamis dan mempunyai kekayaan
habitat beragam, di darat maupun di laut serta saling
berinteraksi. Selain mempunyai potensi besar wilayah pesisir juga
merupakan ekosistem yang mudah terkena dampak kegiatan
manusia. Berdasarkan batasan tersebut, maka perairan muara
dapat dikatakan sebagai agen penyubur di wilayah pesisir.
lingkungan perairan sekitar muara Sungai Tuntang Moro demak masih
menciri sebagai lingkungan alami yang mampu mendukung kinerja
bakterial untuk proses dekomposisi kinerja fitoplankton untuk
menunjang produktivitas perairan, serta metabolisme normal ikan.
Muara merupakan tempat terjadinya kontak fisik dari massa air laut
dan tawar dari sungai. Meskipun tipe percampuran satu dengan
yang lain berbeda antara muara sungai yang tersebar di sepanjang
Jawa Tengah, akan tetapi pada prinsipnya wilayah perairan ini
menjadi wilayah yang spesifik akibat proses percampuran. Pada
wilayah sungai tertentu khususnya sungai-sungai besar dengan
morfologi darat yang tinggi umumnya mempunyai kekuatan dan
pengaruh yang besar terhadap sifat fisika kimia sedimen dan air. Akan
tetapi, sebaliknya tidak sedikit sungai yang mencirikan pengaruh laut
yang lebih kuat. Aliran sungai yang membawa pasokan material
inorganik maupun organik secara terus menerus dapat memacu proses
konsolidasi sedimen dasar kawasan pesisir sebagai sumber nutrisi
maupun pembentuk struktur fisik sedimen. Disamping itu, perairan
pantai merupakan zona eufotik dan dinamika yang berlangsung
secara kontinyu menyebabkan terjadinya kontak baik secara fisika,
kimia maupun mikrobiologis sehingga dapat memacu tersedianya
konsentrasi unsur-unsur hara dalam kolom air. Kadarnya umumnya
lebih tinggi dibandingkan dengan di laut lepas sehingga
produktivtasnyapun juga lebih tinggi

Sungai muara tuntang moro demak termasuk dalam kategori subur.

Hida Rizky Aini 26010112130028

DATA PRODUKTIVITAS PRIMER WADUK SAGULING


Waduk Saguling merupakan salah satu lokasi kegiatan perikanan budidaya
dengan sistem keramba jaring apung (KJA) sejak tahun 1985, Semakin berkembangnya
pembangunan di daerah kota Bandung dan sekitarnya hingga saat ini menyebabkan
kualitas air sungai Citarum sebagai sumber air utama Waduk Saguling mengalami
penyuburan bahan organik dan anorganik (eutrofikasi). Sumber pencemaran aliran
sungai Citarum antara lain berasal dari limbah rumah tangga, pertanian, dan kegiatan
industri. Eutrofikasi merupakan masalah yang dihadapi di seluruh dunia yang terjadi
dalam ekosistem perairan tawar maupun laut. Eutrofikasi disebabkan masuknya nutrien
berlebih terutama pada buangan pertanian dan buangan limbah rumah tangga. Salah
satu dampak langsung dari eutrofikasi tersebut adalah menurunnya produktivitas primer
yang diakibatkan oleh meningkatnya respirasi perairan.

Nilai ratarata produktivitas primer bersih (NPP) tertinggi terjadi pada


pengulangan ke empat sebesar 2,64 mgO 2/L yang disebabkan oleh cuaca pada hari itu
intensitas cahaya matahari sangat cerah sehingga proses fotosintesis pada fitoplankton
berjalan dengan baik. Selain itu nilai kelimpahan fitoplankton pada pengulangan ke
empat merupakan kelimpahan fitoplankton tertinggi.Nilai rata-rata produktivitas primer
bersih (NPP) terendah terjadi pada pengulangan ketiga sebesar 1,25 mgO 2/L yang
disebabkanoleh cuaca pada hari itu berawan sehingga proses fotosintesis pada
fitoplankton kurang berjalan dengan baik. Selain itu nilai kelimpahan fitoplankton pada
pengulangan ketiga merupakan nilai kelimpahan fitoplankton terendah dari enam kali
pengulangan. Nilai rata-rata produktivitas primer bersih (NPP) sampai kedalaman 3 m
sebesar 1,84 mgO2/L dan nilai rata-rata produktivitas primer kotor (GPP) sampai
kedalaman 3 m sebesar 2,35mgO2/L.

Gaffar