Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN ANEMIA

DIRUANG SARIR RSUD DR. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN

disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program profesi ners stase
keperawatan dasar profesi

Oleh:
Kelompok XII
Arif Kurniawan, S.Kep
Faturahman Salmani, S.Kep
Jamiatul Audah, S.Kep
Pramudita, S.Kep
Yulianti, S.Kep
Yunita Indah Lestarii, S.Kep

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES )
CAHAYA BANGSA BANJARMASIN
201
SATUAN ACARA PENYULUHAN

ANEMIA

Topik :Anemia

Sasaran :Keluarga Pasien yang berada di Ruang Safir RSUD Dr. H Moch.

Ansari Saleh Banjarmasin berjumlah 15 orang

Waktu :30 menit

Hari / tgl :Kamis, 17 November 2016

Pukul :09.00 - 09.30 WITA

Tempat :Ruang Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

Penyuluh

I. Latar Belakang
Anemia sering ditemukan di Indonesia, namun sebagian besar

masyarakat Indonesia menganggap anemia sebagai penyakit yang ringan.

Penyakit anemia sendiri merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan

kulit dan membran mucosa pucat, dan pada test laboratorium didapatkan

Hitung Hemoglobin(Hb), Hematokrit(Hm), dan eritrosit kurang dari normal.

Rendahnya kadar hemoglobin itu mempengaruhi kemampuan darah

menghantarkan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh yang

optimal.
Anemia pula merupakan penurunan kuantitas atau kualitas sel-sel darah

merah dalam sirkulasi, yang dapat disebabkan oleh gangguan pembentukan

sel darah merah, peningkatan kehilangan sel darah merah melalui perdarahan
kronik atau mendadak, atau lisis (destruksi) sel darah merah yang berlebihan

(Elizabeth Corwin,2002).
Dimana insidennya 30 % pada setiap individu di seluruh dunia.

Prevalensi terutama tinggi di negara berkembang karena faktor defisiensi diet

dan atau kehilangan darah akibat infeksi parasit gastrointestinal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka

mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian

tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau

jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat

mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh .

Anemia bukan suatu penyakit tertentu, tetapi cerminan perubahan

patofisiologik yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang

seksama, pemeriksaan fisik, dan konfirmasi laboratorium (Baldy, 2006).

Anemia merupakan masalah medik yang paling sering dijumpai di klinik di

seluruh dunia, disamping berbagai masalah kesehatan utama masyarakat,

terutama di negara berkembang, yang mempunyai dampak besar terhadap

kesejahteraan sosial dan ekonomi, serta kesehatan fisik (Bakta, 2006).


Masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya

zat gizi, karena itu prevalensi anemia di Indonesia sekarang ini masih cukup

tinggi, terutama anemia defisiensi nutrisi seperti besi, asam folat, atau vitamin

B12. Salah satu makanan yang mengandung zat besi dari bahan nabati yaitu

kacang hijau dimana kacang hijau memiliki kandungan zat besi, vitamin c,

dan zat seng yang berperan dalam penanganan anemia defisiensi besi.
Kacang hijau juga dapat berperan dalam pembentukan sel darah merah

dan mencegah anemia karena kandungan fitokimia dalam kacang hijau sangat
lengkap sehingga dapat membantu proses hematopoiesis. Kacang hijau juga

memiliki kandungan vitamin dan mineral. Mineral seperti kalsium, fosfor,

besi, natrium dan kalium banyak terdapat pada kacang hijau. (Astawan M,

2009)

II. Tujuan
a) Tujuan Instruksional Umum
Setelah di lakukan penyuluhan tentang penanggulangan anemia

padapengidap anemia keluarga klien mampu memahami dan mampu

menerapkan cara penanggulangan anemia pada dirinya ataupun orang

sekitarnya.
b) Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 30 menit peserta di

harapkan dapat :
1. Mengetahui tentang pengertian anemia
2. Mengetahui tanda-tanda anemia
3. Mengetahui faktor faktor yang menyebabkan anemia
4. Mengetahui pencegahan anemia.
5. Manfaat kacang hijau dalam peningkatan hemoglobin

III. Materi (Terlampir)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan


Anemia Pengertian anemia
Tanda-tanda anemia
Faktor-faktor yang menyebabkan anemia
Pencegahan anemia
Manfaat kacang hijau dalam peningkatan
hemoglobin

IV. Kegiatan penyuluhan


wakt
No Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
u
1 Pendahuluan: 5 Menjawab salam
Memberi salam
Memberi salam Menyimak
Perkenalan diri Menyimak
Menggali pengetahuan

peserta tentang anemia


Mengkomunikasikan pokok

bahasan anemia
2 Kegiatan Inti: 10 Menyimak
Bertanya
Penyampaian Materi 10 Rekomendasi
Diskusi Observasi jalannya

diskusi

3 Evauasi: 5 Memperhatikan
Menjawab
Memberikan evaluasi secara

lisan

Penutup:

Menyimpulkan materi

penyuluhan bersama peserta


Memberikan salam penutup

V. Alat/bahan
Leaflet
LCD
Alat Tulis

VI. Metode
Ceramah
Tanya jawab
VII. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
Kesiapan materi
Kesiapan SAP
Kesiapan media: Leaflet dan LCD

2) Evaluasi Proses

Fase di mulai sesuai dengan waktu yang di rencanakan


Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara

benar
Suasana penyuluhan tertib
3) Evaluasi Hasil
Peserta dapat menyebutkan pengertian anemia
Peserta dapat menyebutkan tanda-tanda anemia
Peserta dapat menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan anemia
Peserta dapat menyebutkan pencegahan anemia
Peserta dapat menyebutkan manfaat kacang hijau dalam peningkatan

hemoglobin

No Tingkat keberhasilan Skore


1 Berhasil 4-5
2 Cukup Berhasil 2-3
3 Kurang Berhasil 1-0
VIII. Pengorganisasian
Moderator : Jamiatul Audah S.Kep
Penyaji : Yulianti S.Kep
Fasilitator : Arif Kurniawan S.Kep
Faturahman Salmani S.Kep
Notulen : Pramudita S.Kep
Obsever : Yunita Indah Lestari S.Kep

IX. Uraian Tugas

1) Tugas pembawaacara

Membuka acara

Menjelaskan tujuan penyuluhan dan mengatur jalannya acara

penyuluhan dan menutupkan acara

2) Tugas Penyaji

Menggali pengetahuan peserta

Menjelaskan pokok bahasan penyuluhan

Bertanya pada Peserta

Menyimpulkan materi

3) Tugas Observer
Mengevaluasi jalannya penyuluhan

4) Tugas Fasilitator

Memfasilitasi jalannya penyuluhan

Memberi motivasi kepada audiens yang bertanya

IX. Skema

Layar LCD

Keterangan :

:Penyaji

:Moderator

:Noutulen

:Audiens

:Obsever

:Fasilitator
X. Referensi

Fathiawidi (2014). SATUAN ACARA PENYULUHAN https : // fathia


widi.wordpress .com/2014/04/17/ satuan acara penyuluhan - anemia/
Oktavy wardhani. (2014) SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP
ANEMIA) http://tentangperawat25.blogspot.co.id/2014/04/satuan-acara-
penyuluhan-anemia.html
Sakinahwulanayu (2014) SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP
ANEMIA) http://sakinah wulan ayu. blogspot. Co . id/ 2014/04/ sap
-anemia.html
Ridwan Endi. Kajian interaksi zat besi dengan zat gizi mikro lain dalam
suplementasi.Jurnal Panel Gizi Makan 2012 Vol.35. 2011. Available
from:URL:http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=71908&val=4888
Budiyanto,Agus Krisno.Gizi dan kesehatan. Malang: UM PRESS; 2009
Lampiran 1

ANEMIA

A. Pengertian Anemia
Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta hemoglobin dalam

1mm3 darah atau berkurangnya volume sel yang dipadatkan dalam 100 ml

darah. Kondisi yang ditimbulkan seperti kehilangan komponen darah, elemen

tidak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel

darah yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkutan oksigen darah.


Anemia dapat didefinisikan sebagai nilai hemoglobin, hematokrit,

atau jumlah eritrosit per milimeter kubik lebih rendah dari normal (Dallman

dan Mentzer, 2006). Menurut Ahmad Syafiq, dkk (2008) Anemia

didefinisikan sebagai keadaan di mana level Hb rendah karena kondisi

patologis. Menurut Anie Kurniawan, dkk (1998) Anemia adalah suatu

penyakit di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal

B. Tanda tanda Anemia


1. Gejala umum dari anemia itu sendiri, yang sering disebut sebagai

sindroma anemia yaitu merupakan kumpulan gejala dari anemia, dimana

hal ini akan tampak jelas jika hemoglobin dibawah 7 8 g/dl dengan tanda-

tanda adanya: kelemahan tubuh, lesu, mudah lelah, pucat, pusing,

palpitasi, penurunan daya konsentrasi, sulit nafas (khususnya saat latihan


fisik), mata berkunang kunang, telinga mendenging, menurunnya daya

tahan tubuh, dan keringat dingin.


2. Atropi papil lidah. Permukaan lidah tampak licin dan mengkilap

disebabkan karena hilangnya papil lidah


3. Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit, dan telapak

tangan menjadi pucat.


4. Sistem Urogenital: gangguan haid dan libido menurun.
5. Epitel: warna pucat pada kulit dan mukosa, elastisitas kulit menurun, serta

rambut tipis dan halus.

C. Faktor faktor yang menyebabkan Anemia


1. Kehilangan darah yang bersifat kronis dan patologis.
2. Kebutuhan yang meningkat pada prematuritas, pada masa pertumbuhan

(remaja), kehamilan, wanita menyusui, wanita menstruasi. Pertumbuhan

yang sangat cepat disertai dengan penambahan volume darah yang banyak,

tentu akan meningkatkan kebutuhan besi.


3. Diet yang buruk/ diet rendah besi Merupakan faktor yang banyak terjadi di

negara yang sedang berkembang dimana faktor ekonomi yang kurang dan

latar be lakang pendidikan yang rendah sehingga pengetahuan mereka

sangat terbatas mengenai diet/ asupan yang banyak mengandung zat besi.
4. Mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit,

dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan tubuh akan

zat besi tidak terpenuhi,


5. Remaja putri biasanya ingin tampil langsing, sehingga membatasi asupan

makanan.
6. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi, khusunya

melalui feses (tinja).

D. Pencegahan Anemia
1. Makanan yang mengandung zat besi dari bahan hewani (daging, ikan,

ayam, hati, dan telur); dan dari bahan nabati (sayuran yang berwarna hijau

tua, kacang-kacangan, dan tempe).


2. Banyak makan makanan sumber vitamin c yang bermanfaat untuk

meningkatkan penyerapan zat besi, misalnya: jambu, jeruk, tomat, dan

nanas.
3. Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya saat mengalami

haid.
4. Bila merasakan adanya tanda dan gejala anemia, segera konsultasikan ke

dokter untuk dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan.


5. Hindari konsumsi alkohol
6. Berhenti merokok

E. Manfaat Kacang Hijau dalam peningkatan hemoglobin

Salah satu makanan yang mengandung zat besi dari bahan nabati yaitu

kacang hijau dimana kacang hijau memiliki kandungan zat besi, vitamin c,

dan zat seng yang berperan dalam penanganan anemia defisiensi besi.

Kacang hijau juga dapat berperan dalam pembentukan sel darah

merah dan mencegah anemia karena kandungan fitokimia dalam kacang hijau

sangat lengkap sehingga dapat membantu proses hematopoiesis. Kacang hijau

juga memiliki kandungan vitamin dan mineral. Mineral seperti kalsium,

fosfor, besi, natrium dan kalium banyak terdapat pada kacang hijau. (Astawan

M, 2009)

Hal ini dapat dibuktikan dalam penelitian yang kami lakukan dalam

pemberian kacang hijau terhadap peningkatan kadar Hb pada klien anemia di

ruang safir RSUD Dr. Moch Ansari Shaleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini

adalah eksperimen. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 2 responden yang


dibagi dalam 2 kelompok yaitu 1 reponden kelompok intervensi pemberian

kacang hijau dosis 18gr/kgBB/hari + 2 kolf darah dan 1 responden

kelompok kontrol hanya diberikan 2 kolf darah. Penelitian dilakukan selama

4 hari.

Sebelum dilakukan pemberian kacang hijau pada pasien anemia

terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan Uric Acid dan konsultasi dengan ahli

gizi. Hasil penelitian membuktikkan bahwa pemberian kacang hijau dosis 18

gr/kgBB/hari atau 2 gelas perhari dan dibantu 2 klof transfusi darah efektif

terhadap peningkatan kadar Hb pada klien anemia, kadar Hb pada Tn.A

setelah pemberian kacang hijau dosis 18 gr/kgBB/hari adalah 8.0 gr/dl, dan

pada kelompok kontrol hanya diberikan 2 klof transfusi darah adalah 8.2

gr/dl. dengan peningkatan nilai Hb 5 g/dl.


LAMPIRAN LAMPIRAN

DOKUMENTASI
PENYULUHAN KESEHATAN