Anda di halaman 1dari 5

A.

SANAD DAN MATAN HADIS

, ,
, , , ,
:

B. MAKNA MUFRODAT

: dilahirkan
: fitrah
: iyahud
: nasrani
: majusi

C. TERJEMAHAN

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah


SAW bersabda; Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka orang
tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

D. BIBLIOGRAFI PERAWI

Al-Auzai
Beliauadalah Abu Amru Abdurrahman bin Amru bin Muhammad al-
Auzai ad-Dimasyqi, beliau adalah ulama dari Syam yang kemudian
berpindah ke Beirut sampai wafatnya, yang mendapat julukan Syaikhul
Islam.

Beliau lahir tatkala sebagian para sahabat Nabi shollallohu alaihiwasallam


masih hidup. Al-Auzai merupakan nisbat kepada sebuah desa yang
terkenal di kota Hamadan, Damsyiq yang bernama Al-Auza. Beliau lahir
pada tahun 88 H, dikenal sebagai orang yang baik, utama, memiliki
banyak ilmu, baik dalam bidang hadits maupun fikih, dan ucapan beliau
dipakai sebagai hujah.

Makalah Tentang Lingkungan Pendiikan. Dosen : Prof. Dr. H. 1


Abdurrahman, MA
Beliau banyak belajar kepada para tabiin (yaitu orang-orang yang
menuntut/menerima ilmu langsung dari para sahabat Rasululloh). Di
antaranya adalah: Atha bin Abi Rabbaah, Abu Jafar al-Baaqir, Qatadah,
Bilal bin Saad, Az-Zuhri, Yahya bin Abu Katsir, Ismail bin Ubaidillah bin
Abul Muhajir, Muthim bin al-Miqdam, Umar bin Hani, Muhammad bin
Ibrahim, Salim bin Abdulloh, Syadadabu Ammar, Ikrimah bin Khalid,
Alqomah bin Martsad, Muhammad bin Sirin, Mauimun bin Mihran, Nafi
maulaIbnu Umar, danmasih banyak lagi dari para Tabiindan yang lainnya.
Amat banyak penuntut ilmu yang belajar kepada beliau. Di antara murid-
murid yang meriwayatkan dari beliau, IbnuSyihabAz-Zuhri, Syubah,
Sufyanats-Tsauri, Yunus bin Yazid, Malik, Ibnul Mubarok, Abu Ishaq al-
Fazari, Yahya al-Qadhi, Yahya Al-Qaththan, Muhammad bin Katsir,
Muhammad bin Syuaibdanmasihbanyaklagi.

Al-Auzaitidak meninggalkan harta warisan melainkan uang sebanyak 6


dinar. Beliaumeninggal pada tahun 153 H, dan kebanyakan ulama berkata
bahwa beliau meninggal pada tahun 157 H di bulan Shafar .

Az-Zuhri
Nama sebenarnya adalah Muhammad bin Muslim bin Abdullah. Az-Zuhri
meriwayatkan hadits bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin
Jafar, Sahal bin Saad, Urwah bin az-Zubair, Atha bin Abi Rabah. Ia juga
mempunyai riwayat-riwayat yang mursal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu
Hurairah, Rafi bin Khudaij, dan beberapa lainnya.

Imam al-Bukhari berpendapat bahwa sanad az-Zuhri yang paling shahih


adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi
Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah az-Zuhri,
dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali bin Abi Thalib).Ia
wafat di Syabad pada tahun 123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun
125 H .

Makalah Tentang Lingkungan Pendiikan. Dosen : Prof. Dr. H. 2


Abdurrahman, MA
E. SABABUL WURUD.

Dari aswad katanya: aku mendatangi rasulullah dan aku ikut perang
bersamanya. Kami memperoleh kemenangan namun pada hari itu orang-
orang terus saling berbunuhan sehingga merekapun membunuh anak-anak.
Hal itu disampaikan kepada rasulullah, maka rasulullah bersabda:
keterlaluan, sampai hari ini mereka masih saling membunuh sehingga
banyak anak-anak terbunuh. Berkatalah seorang laki-laki: ya rasulullah,
mereka adalah anak orang-orang musyrik kata rasulullah; ketahuilah,
sesungguhnya penopang kami adalah orang-orang musyrik itu. Jangan
membunuh keturunan, jangan membunuh keturunan. Kemudian
beliaupun bersabda: setiap anak dilahirkan, dilahirkan di atas fitrah
( suci). Maka senantiasa ia berada dalam keadaan suci, sampai lidahnya
berbicara. kedua orang tuanyala yang menjadikannya yahudi atau nasrani
atau majusi.

Maka manakala bayi itu dibiarkan pada keadaan dan tabiatnya, tidak ada
pengaruh luar yang mempengaruhinya berupa pendidikan yang merusak
atau taklid kepada kedua orang tuanya dan yang selainnya niscaya bayi
tersebut kelak akan melihat petunjuk kearah tauhid dan kebenaran rasul
saw dan hal ini merupakan gambaran atau nalar yang baik yang akan
menyampaikannya kearah petunjuk dan kebenaran sesuai dengan fitrahnya
yang asli dan dia kelak tidak akan memilih kecuali memilih-milih ( agama
Ajaran ) yang hanif .

F. KANDUNGAN HADIS

Usaha-usaha pendidikan dan pengajaran harus dimulai sejak anak didik


lahir ke dunia ini, anak adalah amanah Allah kepada orang tuanya. Fitrah
anak yang mempercayai adanya Allah SWT.harus disalurkan
sewajarnya,dibimbing dan diarahkan kepada rasa iman kepada Allah dan
mencintai-Nya pula. Proses pendidikan dan pengajaran Tauhid harus
dimulai sejak lahir anakke dunia ini.

Makalah Tentang Lingkungan Pendiikan. Dosen : Prof. Dr. H. 3


Abdurrahman, MA
Proses pendidikan dan pengajaran Tauhid terhadap anak harus
diperhatikan orang tua. pendidikan dan pengajaran Tauhid itu melalui tiga
proses yaitu:

1. Pembentukan pembiasaan.
2. Pembentukan pengertian.
3. Pembentukan budi luhur.

Tahap pembentukan pembiasaan ini meliputi sejak ia lahir hingga


sebagian masa sekolah. Pada masa ini anak memiliki kesukaan meniru hal
yang dilihat dan didengarnya. Kecenderungan manusia untuk meniru
belajar lewat peniruan menyebabkan ketauladan sangat penting. Kesukaan
meniru inilah yang dimanfaatkan dan diarahkan pada pengenalan kepada
Allah. Keteladan dalam pendidikan agama islam merupakan metode yang
meyakinkan keberhasilan dalam mempersiapkan dan membentuk
moralspritual dan sosial anak. Hal ini adalah karena pendidikan
merupakan contoh terbaik dalam pandangan anak yang akan ditirunya
dalam perbuatan serta tata santunnya. Disadari atau tidak disadari terpatri
dalam jiwa dan perasaannya gambaran seorang pendidik, dan tercermin
dalam ucapan dan perbuatan material dan spiritual.

Tahap pembentukan pengertian meliputi pada masa sekolah sampai


menjelang remaja. Ada suatu hal yang perlu diperhatikanpada anak usia
menjelang usia sekolah yaitu anak suka berkhayal, karenanya
kekhayalannya itu perlu mendapat penyaluran pada pengenalan kepada
Allah.Masa remaja adalah masa peralihan dan persiapan untuk dewasa,
anak diarahkan untuk pada penginsyafan tentang kenyataan , mengerti dan
menyadari bahwa segala apa saja yang ada di dunia ini adalah makhluk
Allah, semuanya diciptakan oleh Allah.

Apabila pertumbuhan dan perkembangan pengenalan kepada allah itu


berjalan dengan baik dan lancar , segala kebiasaan yang baik jadi
amalannya, maka dalam usia remaja terbentuklah rasa iman kepada allah
kepada allah dengan mendalam dan lebih disempurnakan lagi pada usia

Makalah Tentang Lingkungan Pendiikan. Dosen : Prof. Dr. H. 4


Abdurrahman, MA
dewasa yang dimatangkan dengan pendidikan dan pengajarannya atau
pengalamannya.

G. KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama,


karena dalam keluarga inilah anak pertama kali memperoleh pendidikan.
Bimbingan lingkungan keluarga merasa bertanggung jawab terhadap
pembentukan waktu dan pertumbuhan jasmani anak. Setiap anggota
keluarga mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing,
mereka memberikan pengaruh pada proses pembiasaan pendidikan di
dalam keluarga merupakan dasar yang berkelanjutan diteruskan pada
pendidikan selanjutnya.

Salah satu fungsi keluarga adalah melaksanakan pendidikan. Dalam hal ini
orang tua adalah pengemban tanggung jawab pendidikan anak. Pendidkan
dalam keluarga dilaksanakan atas dasar tanggung jawab kodrati dan atas
dasar kasih sayangyang secara naluriah muncul pada diri orang tua.

Makalah Tentang Lingkungan Pendiikan. Dosen : Prof. Dr. H. 5


Abdurrahman, MA