Anda di halaman 1dari 1

Suhaila Zakiya Najah

4401415101
P.Biologi R-1 2015
JURNAL EVABEL 5
Metode Tes Kertas dan Pen

Metode tes kertas dan pen dalam evaluasi pembelajaran adalah metode
evaluasi tertulis yang bertujuan untuk menilai tingkat penguasaan kompetensi.
Bentuk soal biasanya menggunakan dua pilihan soal yaitu pilihan ganda dan
uraian.

1. Pilihan ganda : Bentuk ini bisa mencakup banyak materi pelajaran,


penskorannya objektif, dan bisa dikoreksi dengan komputer. Tingkat berpikir
yang diukur bisa tinggi tergantung pada kemampuan pembuat soal (Ebel,
1979).
2. Uraian : Dalam pengambilan skor objektif diperlukan pedoman penskoran
objektif. Tingkat berpikir yang diukur bisa sampai pada tingkat yang tinggi.
Penskoran dilakukan secara analitik, yaitu setiap langkah pengerjaan diberi
skor. Misalnya, jika siswa menuliskan rumusnya diberi skor, menghitung
hasilnya diberi skor, dan menafsirkan atau menyimpulkan hasilnya, juga diberi
skor. Penskoran bersifat hierarkhis, sesuai dengan langkah pengerjaan soal.
Bobot skor untuk tiap butir soal ditentukan oleh tingkat kesulitan butir soal,
yang sulit bobotnya lebih besar dibandingkan dengan yang mudah.
3. Uraian singkat : Bentuk ini cocok digunakan untuk mengetahui tingkat
pengetahuan dan pemahaman siswa. Jumlah materi yang diuji bisa banyak,
namun tingkat berpikir yang diukur cenderung rendah.

Ada dua analisis yang harus dilakukan terhadap butir tes yaitu: analisis
konstruksi, dan analisis statistik. Analisis konstruksi dilakukan sebelum tes
digunakan atau diuji coba, sedang analisis statistik dilakukan setelah diperoleh
data hasil tes. Analisis konstruksi dilakukan berdasarkan pada pedoman
penulisan soal yang baik dan sebaiknya dilakukan oleh teman sebaya atau suatu
tim. Setelah dilakukan analisis konstruksi kemudian tes diberikan pada peserta
didik dan akan diperoleh data hasil tes.